正在加载视频...

视频加载失败

131,414 次观看 • 2 年前 •via X (Twitter)

8 条评论

ingin win 的头像
ingin win2 年前

Kucingnya cuma bengong liatin aja wkwkwk

Poltergeizt 的头像
Poltergeizt2 年前

Mengnya ikutan kena mental

Yanuar 的头像
Yanuar2 年前

Dirmh juga byk kucing gede2, tapi ama tikus takud. Dasar kucing gak guna mending gw buang aja. Kerjaannya cuma makan n tidur doank.

meong meong 的头像
meong meong2 年前

Walaaaah

zeeva 的头像
zeeva2 年前

Sangat memicu adrenalin😭

juree 的头像
juree2 年前

kalo gua udah nangis😭😭

anii 的头像
anii2 年前

MIKOOOOOOOOO MALAH IKUTAN TAKUT DIA LUPA KALO DIA ITU KUCING😭

teguh. 的头像
teguh.2 年前

lah anjng kucingnya juga takut wkwk

相关视频

seruuuu jugaaaa yaaaaa
0:50

Sensitive content

seruuuu jugaaaa yaaaaa

Ketawa itu GRATIS 🛩

13,523 次观看 • 10 个月前

Jajang Negri Seterah pasti dukung, mba inyong Pemalang nih..
1:39

Sensitive content

Jajang Negri Seterah pasti dukung, mba inyong Pemalang nih..

T0361M4N

16,412 次观看 • 7 个月前

Kisah pilu dialami oleh seorang wanita berinisial S, yang Diduga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sekaligus eksploitasi seksual oleh suaminya sendiri. korban F. S mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapat ancaman dan kekerasan fisik jika menolak keinginan sang suami untuk berhubungan intim dengan pria lain. Dalam keterangannya mengaku diintimidasi,dan sudah berlangsung berulang kali selama dua tahun masa pernikahan mereka. Kejadian memilukan tersebut puncaknya terjadi pada 25 September lalu di kediaman mertuanya di kawasan Poris Gaga Baru, Batu Ceper. Ia, menambahkan korban sudah menolak keras permintaan menyimpang suaminya. Namun, penolakan tersebut justru dibalas dengan kekerasan fisik dan verbal. “Waktu pertama dia ngajakin saya kayak gitu (berhubungan intim dengan laki-laki lain), saya menolak dan menangis. Di situ dia melakukan KDRT, menyiram saya pakai air galon sampai tempat tidur basah, dan memukul bagian tangan saya,” ungkap S dengan nada bergetar. Rabu 28 Januari 2026. Tak hanya kekerasan fisik, F juga menggunakan ancaman psikologis untuk menekan korban. F kerap mengancam akan merusak rumah tangga mereka atau mencari wanita lain jika S tidak menuruti kemauannya. “Dia bilang, ‘Kalau ingin rumah tangga baik-baik saja, ikutin mau gue. Kalau lo nggak mau, gue bakal cari cewek lain yang mau diajak kayak gitu’,” kenang S menirukan ucapan suaminya. Kejadian yang paling membekas terjadi saat F mendatangkan seorang pria asing ke rumah tanpa sepengetahuan S. Ironisnya, tindakan ini dilakukan di rumah orang tua pelaku (mertua korban). S mengaku tidak mengetahui apakah dirinya sengaja “dijual” atau tidak, namun ia mendapati suaminya telah mengambil foto bagian sensitif tubuhnya tanpa izin untuk dikirimkan kepada orang lain. “Saya disuruh diam saja karena posisinya satu rumah dengan mertua, dia takut kedengaran. Setiap saya menolak, dia pasti memberikan silent treatment, mencari-cari kesalahan saya, lalu berujung pada KDRT,” jelasnya. Korban yang belum dikaruniai anak dari pernikahan tersebut merasa sangat tertekan dan terancam. Kasus ini pun memicu perhatian publik terkait pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah.
1:56

Sensitive content

Kisah pilu dialami oleh seorang wanita berinisial S, yang Diduga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sekaligus eksploitasi seksual oleh suaminya sendiri. korban F. S mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapat ancaman dan kekerasan fisik jika menolak keinginan sang suami untuk berhubungan intim dengan pria lain. Dalam keterangannya mengaku diintimidasi,dan sudah berlangsung berulang kali selama dua tahun masa pernikahan mereka. Kejadian memilukan tersebut puncaknya terjadi pada 25 September lalu di kediaman mertuanya di kawasan Poris Gaga Baru, Batu Ceper. Ia, menambahkan korban sudah menolak keras permintaan menyimpang suaminya. Namun, penolakan tersebut justru dibalas dengan kekerasan fisik dan verbal. “Waktu pertama dia ngajakin saya kayak gitu (berhubungan intim dengan laki-laki lain), saya menolak dan menangis. Di situ dia melakukan KDRT, menyiram saya pakai air galon sampai tempat tidur basah, dan memukul bagian tangan saya,” ungkap S dengan nada bergetar. Rabu 28 Januari 2026. Tak hanya kekerasan fisik, F juga menggunakan ancaman psikologis untuk menekan korban. F kerap mengancam akan merusak rumah tangga mereka atau mencari wanita lain jika S tidak menuruti kemauannya. “Dia bilang, ‘Kalau ingin rumah tangga baik-baik saja, ikutin mau gue. Kalau lo nggak mau, gue bakal cari cewek lain yang mau diajak kayak gitu’,” kenang S menirukan ucapan suaminya. Kejadian yang paling membekas terjadi saat F mendatangkan seorang pria asing ke rumah tanpa sepengetahuan S. Ironisnya, tindakan ini dilakukan di rumah orang tua pelaku (mertua korban). S mengaku tidak mengetahui apakah dirinya sengaja “dijual” atau tidak, namun ia mendapati suaminya telah mengambil foto bagian sensitif tubuhnya tanpa izin untuk dikirimkan kepada orang lain. “Saya disuruh diam saja karena posisinya satu rumah dengan mertua, dia takut kedengaran. Setiap saya menolak, dia pasti memberikan silent treatment, mencari-cari kesalahan saya, lalu berujung pada KDRT,” jelasnya. Korban yang belum dikaruniai anak dari pernikahan tersebut merasa sangat tertekan dan terancam. Kasus ini pun memicu perhatian publik terkait pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah.

Never

289,651 次观看 • 4 个月前

Pengen Jepit Burung Brondong Muda 😋💦
0:23

Sensitive content

Pengen Jepit Burung Brondong Muda 😋💦

Galeri Stw Tobrut

81,504 次观看 • 4 天前