Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Solo bersuara! 𝗡𝗮𝗻𝗱𝘂𝗿 𝗣𝗮𝗿𝗶, 𝘁𝘂𝗸𝘂𝗹𝗲𝗲 𝗦𝘂𝗸𝗲𝘁 𝗧𝗲𝗸𝗶, lirik lagu dalam bahasa Jawa ini bila diterjemahkan "𝗠𝗘𝗡𝗔𝗡𝗔𝗠 𝗣𝗔𝗗𝗜, 𝗧𝗨𝗠𝗕𝗨𝗛 𝗥𝗨𝗠𝗣𝗨𝗧 𝗧𝗘𝗞𝗜". Lirik lagu yang populer dan didendangkan almarhum Didi Kempot punya makna yang dalam. Ada bisa jelaskan, mengapa pak FX. Rudy dkk mendendangkan lagu ini? #GanjarMahfud

124,720 просмотров • 2 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 9

Фото профиля Arya Yann
Arya Yann2 лет назад

Faham lah,dari kecil baru tumbuh padi itu ditanam dirawat dengan baik tapi kecele dikira yg tumbuh beneran padi ternyata gulma rumput teki yg berduri dan malah menusuk,bukan ngemertani bener kan pak @jokowi PDI-P menanam padi tp yg tumbuh gulma berduri 😁🤣

Фото профиля Bli Yan_usil80
Bli Yan_usil802 лет назад

Udah tau salah tp ga pernah mengaku salah. Akibat kekuasaan, rasa pongah dan adab serta etika dipinggirkan. #bocahmalinkundang

Фото профиля Antok Nehemia
Antok Nehemia2 лет назад

Pak Rudy nyanyi ini krn sedih & marah sebenarnya,krn org yg sdh dibantu memilih jd seteru. Kira2 lagu itu artinya sama degan " air susu dibalas dgn air tuba"

Фото профиля mas NO pasukan penguin
mas NO pasukan penguin2 лет назад

Dari solo mega bintang... bergerak melawan orde baru Dari solo pula rakyat bergerak melawan neo orde baru.

Фото профиля @akulah
@akulah2 лет назад

Saya suka Militansinya P Rudy ini @PDI_Perjuangan

Фото профиля Mas Acy⚖️
Mas Acy⚖️2 лет назад

Lagu ini akan cepat menjadi booming! Sebaik-baik persaudaraan adalah "Sahabat/kawan yang tulus", namun begitu sebaliknya, Seburuk-buruk Lawan adalah "Penghianatan sahabat sendiri". Artinya adalah apabila Lawan sudah sangat jelas! Tapi kalau Lawannya dalam selimut? "Penghianat"

Фото профиля Wanta
Wanta2 лет назад

Yoi

Фото профиля BenWay
BenWay2 лет назад

@KAPITANBESAR Josss...Air Susu di balas Air Tuba..😂😂😂

Фото профиля Rubi
Rubi2 лет назад

Mantap, bikin suket teki kosong di TPS Solo.

Похожие видео

Setelah Sisca Saras dengan Pesawat Kertas 365 Hari-nya, ada lagi lagu JKT48 yang viralitasnya keluar fandom. Bahkan kali ini sampai ke fandom sebelah. Dan yap, Pia Meraleo dengan After Rain yang dibawakan di showcase solonya bulan lalu ramai TikTok. Sound lagu ini dipakai oleh fans, normies, dan fandom lain. Teriakan yang tajam dan cengkok khas Pia saat menyanyi membuat lagu After Rain jadi terasa lebih hidup dan kena di hati. Sepertinya tidak berlebihan kalau After Rain menjadi 'lagu-nya' Pia. Perjalanan lagu "After Rain-nya Pia" ini cukup unik. Lagunya viral setelah nyaris satu bulan showcase solo Pia berlangsung. Awalnya fans memakai lagu ini untuk konten no context tentang member atau peristiwa yang membawa mereka masuk di fandom ini. Sebagian besar konten ini berasal dari orang-orang yang kesepian yang akhirnya mendapatkan 'teman' atau mereka yang mencari pelarian karena patah hati. Setelahnya, sound lagu ini dipakai untuk konten perjalanan member dari trainee hingga saat ini. Ada beberapa fanbase yang juga menggunakan lagu ini untuk menceritakan journey oshi-nya. Lewat lagu ini, terlihat jelas bagaimana proses member dari awal, belajar, dan bertumbuh menjadi idol. Perjalanan bertahun-tahun itu dirangkum dengan sangat baik di durasi kurang dari 1 menit itu. Tidak sampai di situ, Zayyan, anggota boyband Kpop Xodiac menggunakan sound ini. Sepertinya ini satu-satunya lagu JKT48 yang ada di TikTok Xodiac. Kita tahu kalau Zayyan tahu JKT48 dan lagu-lagunya, tetapi tidak dengan fansnya. Mungkin ada, tapi tidak semua. Dan yap, responsnya BAGUS! BAGUS BANGET!!! Lewat Zayyan, lagu After Rain Pia ini menyentuh orang-orang yang nyaris kehilangan harapan. Magis! Menarik sekali kalau melihat dari satu lagu 'After Rain' bisa mewakili banyak kalangan; orang-orang yang kesepian, cerita sebuah usaha dan perjuangan, serta harapan seseorang yang kembali dinyalakan. Di sisi lain, tidak ada formula khusus bagaimana member dan lagu JKT48 bisa viral. Sekalinya viral, formulanya tidak bisa di-copy. Ada banyak lagu-lagu JKT48 yang liriknya bagus dan dalam, tetapi baru Pesawat Kertas Sisca dan After Rain Pia yang bisa menembus batas. Keduanya viral dengan cara yang berbeda yang tidak pernah disangkakan. Sisca dan Pia bisa dibilang beruntung, tapi mereka bukan pemula. Keduanya tidak hanya bisa bernyanyi, tidak hanya cinta menyanyi, tetapi juga sangat cakap saat menyanyi. Kemampuan seperti ini tidak lahir dari 1-2 kali latihan, bisa jadi hasil dari konsistensi belajar dan berlatih bertahun-tahun. Di SOLO 3D SHOW berdurasi 1 jam itu, Pia menyanyikan 11 lagu secara open mic. Coba dengarkan kalau tidak percaya, dari awal sampai akhir show terasa sekali energi yang disampaikan Pia. Dan tidak ada yang menyangka kalau dari 11 lagu itu, lagu After Rain menjadi dinamit yang siap meledak. Benar saja, setelah nyaris 1 bulan, Pia dan lagu After Rain-nya jadi terkenal banget. Sekali lagi, Pia dan After Rain jadi bukti kalau cinta, usaha, konsistensi, dan keberuntungan bisa ada di satu momentum. Saat semuanya terjadi, efeknya benar-benar magis. Benar-benar menemnus langit. After Rain yang dinyanyikan Pia tidak sekadar menghibur, tetapi menghidupkan kembali harapan yang nyaris menghilang. Lewat lagu ini, menyerah bukan jadi pilihan. Good job, Pia ❤️

Gigiiih 🍀💎🦖

27,654 просмотров • 1 год назад

Lagu Surti Tejo adalah karya original dari Jamrud yang rilis tahun 2000 dan sempat jadi hits besar di masanya. Berbeda dengan band rock Indonesia generasi sebelumnya yang cenderung puitis dan sastrawi, Jamrud tampil dengan gaya yang lebih dekat ke keseharian. Bahasa yang dipakai lugas, kasar, dan tanpa banyak penyaring. Lirik seperti ini muncul dari konteks zamannya. Di awal 2000-an, lagu tidak dibuat untuk diuji secara moral, tapi untuk dinikmati, diingat, dan laku di pasaran. Unsur humor dan sentuhan vulgar ringan justru jadi bagian dari strategi, bukan sesuatu yang dianggap menyimpang. Dalam lagu ini, Jamrud tidak menggurui. Mereka memakai pendekatan “show, don’t tell”, menampilkan kisah Surti dan Tejo tanpa memberi penilaian langsung. Pendengar dibiarkan menyaksikan cerita seperti rangkaian adegan. Konfliknya sederhana: Tejo pulang dari kota dengan perubahan, sementara Surti tetap memegang nilai-nilai desa. Dari situ muncul benturan—dua dunia yang tidak lagi berbicara dengan cara yang sama. Belakangan ini, ketika linimasa dipenuhi isu kekerasan dan pelecehan seksual, cara pandang publik ikut bergeser. Lagu Surti Tejo pun ikut terseret, dianggap vulgar, dipotong dari konteks, lalu dinilai seolah berdiri sendiri. Isu kekerasan seksual jelas harus disikapi serius dan berpihak pada korban. Tapi ketika karya dari konteks berbeda ditarik tanpa jarak, yang muncul bukan pemahaman utuh, melainkan penyederhanaan. Pada akhirnya, yang jadi persoalan bukan lagunya, tapi cara kita membacanya. Lagu ini tidak berubah sejak puluhan tahun lalu. Yang berubah adalah cara kita menilai—sering kali dengan cepat dan tanpa melihat konteksnya. Masih relevan buat didengar hari ini, atau justru memang sudah waktunya ditinggalkan? 👀

Cadas

18,585 просмотров • 4 месяцев назад

Gua rela pasang CCTV di kosan gua, supaya orang percaya sama apa yang gua alamin dan gak panggil gua gila. Video yang kalian lihat ini direkam semalem. 1 Juni 2026, di jam 3.00 malem, lagu nina bobok tiba-tiba ke play sendiri dan gak bisa gua matiin, dan ini udah terjadi selama sebulan ini. Reaksi gua selalu kaya gini, gak bisa tahan nangis, gua gak bisa ngapa2in cuma nunggu sampai lagunya selesai. Malem ini ada yang beda gua ngerasa ada ketokan dari bawah kasur gua, gua ngeliat kearah bawah kasur tapi gua gak nemuin apapun. Sampai pagi tadi gua lihat rekaman semalam, ada 'sosok' yang bersembunyi dibawah kasur gua. Jujur gua gak tau itu apa dan siapa, dan sejak kapan dia ada dibawah situ..? Jadi sejak awal bulan Mei, setiap jam 3 pagi lagu nina bobok ini terputar sendiri di radio jadul punya nenek gua. Kejadian ini cuma terjadi setelah adanya boneka porselin yang gua beli di Pasar Loak Astana Anyar. Yang lu bisa lihat gua pajang di meja kecil samping kasur gua, disebelah radio nenek antik nenek gua. Gua emang suka thrifting dan keluarga gua suka ngoleksi barang antik, tapi gak pernah ada kejadian horror kaya gini, baru kali ini sampe gua pikir gua cuma halu.. Malem pertama setelah gua beli boneka ini, gua ngerasa kosan gua panas banget sampe gua gak bisa tidur dan di jam 3 pagi lagu nina bobok ini keputar di radio nenek gua yang dalam keadaan mati. Awalnya gak mikir hal yang aneh, sampai paginya gua notice ko boneka porselin ini bajunya basah, cuma dibagian dada dia seakan2 semalem dia abis nangis. Malem berikutnya hal yang sama terjadi, sampai seminggu full gua udah gak tahan dan gua taro CCTV di kosan gua. Dan lu bisa lihat sendiri seluruh kejanggalan semalem, gua gak halu kan?! Please yang bisa bantu gua, bantuin gua.. Sumber: tuti.srikandi
1:59

Sensitive content

Gua rela pasang CCTV di kosan gua, supaya orang percaya sama apa yang gua alamin dan gak panggil gua gila. Video yang kalian lihat ini direkam semalem. 1 Juni 2026, di jam 3.00 malem, lagu nina bobok tiba-tiba ke play sendiri dan gak bisa gua matiin, dan ini udah terjadi selama sebulan ini. Reaksi gua selalu kaya gini, gak bisa tahan nangis, gua gak bisa ngapa2in cuma nunggu sampai lagunya selesai. Malem ini ada yang beda gua ngerasa ada ketokan dari bawah kasur gua, gua ngeliat kearah bawah kasur tapi gua gak nemuin apapun. Sampai pagi tadi gua lihat rekaman semalam, ada 'sosok' yang bersembunyi dibawah kasur gua. Jujur gua gak tau itu apa dan siapa, dan sejak kapan dia ada dibawah situ..? Jadi sejak awal bulan Mei, setiap jam 3 pagi lagu nina bobok ini terputar sendiri di radio jadul punya nenek gua. Kejadian ini cuma terjadi setelah adanya boneka porselin yang gua beli di Pasar Loak Astana Anyar. Yang lu bisa lihat gua pajang di meja kecil samping kasur gua, disebelah radio nenek antik nenek gua. Gua emang suka thrifting dan keluarga gua suka ngoleksi barang antik, tapi gak pernah ada kejadian horror kaya gini, baru kali ini sampe gua pikir gua cuma halu.. Malem pertama setelah gua beli boneka ini, gua ngerasa kosan gua panas banget sampe gua gak bisa tidur dan di jam 3 pagi lagu nina bobok ini keputar di radio nenek gua yang dalam keadaan mati. Awalnya gak mikir hal yang aneh, sampai paginya gua notice ko boneka porselin ini bajunya basah, cuma dibagian dada dia seakan2 semalem dia abis nangis. Malem berikutnya hal yang sama terjadi, sampai seminggu full gua udah gak tahan dan gua taro CCTV di kosan gua. Dan lu bisa lihat sendiri seluruh kejanggalan semalem, gua gak halu kan?! Please yang bisa bantu gua, bantuin gua.. Sumber: tuti.srikandi

Netizen Viral

53,675 просмотров • 2 месяцев назад

Lagu Imagine dari penyanyi legendaris John Lennon itu dinyanyikan Ketua DPR RI Puan Maharani saat berpidato di Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Lagu itu dinyanyikan Puan saat menyinggung soal perempuan yang menduduki jabatan publik. Puan mulanya menyampaikan soal sumber daya manusia di mana 49% penduduk di Indonesia adalah perempuan. Ia mengatakan keberadaan perempuan harus mendapat prioritas yang sama. Puan juga menyoroti soal keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024-2029 yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sekitar 21,9 persen atau 127 dari 580 anggota DPR. “Ini adalah kemajuan yang patut diapresiasi, namun masih jauh dari target ideal minimal 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, sebagaimana semangat afirmasi kesetaraan gender dalam politik Indonesia,” kata Puan. Lalu, Puan juga menyampaikan bahwa perempuan juga bisa membangun peradaban dunia. Nah, pada momen ini lah Puan akhirnya menyanyikan lagu John Lennon berjudul Imagine. “Laki-laki dan perempuan hidup di dunia yang sama, memikul tanggung jawab yang sama untuk membangun peradaban dunia. Seperti syair lagu yang pernah sangat populer,” ucap Puan. “Imagine all the people, sharing all the world, you may say I’m a dreamer, but I’m not the only one. I hope someday you’ll join us and the world will live as one,” demikian potongan lirik lagu yang dinyanyikan Puan. “Begitulah seharusnya kita membayangkan tempat di mana perempuan dan laki-laki berbagi ruang, berbagi kuasa, dan berbagi tanggung jawab untuk kemajuan bersama. Perempuan juga berhak menduduki jabatan publik dan negara di semua tingkatan,” ucap Puan. | Narasi Daily

Narasi Newsroom

31,037 просмотров • 1 год назад

PELAJARAN DARI KASUS MIFTAH Melihat Miftah memaki dan mengolok-olok penjual teh dikeramaian, tentu orang normal manapun pasti mengatakan itu biadab. Tidak perlu ada pembelaan. Itu bukan khilaf, itu tabiat. Tidak normal jika ada yang bilang ini guyonan. Dari kasus Miftah, ini bisa jadi pelajaran bagi siapapun yang muncul tidak sengaja dari jalur viral, untuk upgrade diri jika ingin bertahan di industri. Miftah adalah penceramah yang dikenal melalui jalur viral. Bukan karena isi ceramahnya, tapi karena hal unik, dia ceramah di lokalisasi dan tempat hiburan malam. Itu unik dan viral sehingga dia jadi penceramah industri. Sayangnya Miftah tidak punya kemampuan untuk upgrade kemampuan ceramahnya sebagai jualan, sehingga yang dijual adalah keunikan, bukan isi ceramah. Ini yang salah.. Karakter yang dia ciptakan adalah karakter nyeleneh, untuk membedakan dia dengan penceramah yang lain. Tapi mungkin karena tidak punya kemampuan mewarnai karakter tersebut, sehingga yang muncul ke permukaan adalah sikap tengil dan sok asik. Salah satu contoh, ketika dia toyor istrinya dihadapan publik, Dia pikir itu keren, nyeleneh, padahal memuakkan. Sama seperti zaman Slank awal-awal, para personil slank memang sikapnya slengean, makanya kawan- kawan mereka namakan band itu slank. Terwujud juga dalam lagu-lagu mereka. Mereka keren. Nah ada beberapa orang yang biar dibilang keren, berlagak slengean, dibuat-buat slengean, yang ada gak keren, malah jadi kayak gembel. Nah Miftah seperti itu, dibuat-buat biar dianggap keren. Ini jadi pelajaran juga bagi Miftah untuk mengukur diri, sadar posisi, bahwa anda ada di industri ini bukan karena ilmu ceramah tapi karena keunikan. Mulai upgrade diri, fokus pada isi ceramah, gak perlu sok asik dan sok keren, karena anda malah terlihat tengil dan gak keren. Jadi diri sendiri, gali potensi, sehingga kedepan anda bisa menjadi penceramah yang keren. Jangan dulu ngajarin orang karena anda yang butuh pengajaran. Jangan dulu ceramahin orang, karena anda yang sangat butuh diceramahin. Anda harus sadar bahwa anda adalah buah yang belum matang pohon, buah yang dikarbit, lemah, sehingga star sindrome Berhenti mengajar, banyak belajar, Kalau sekarang ini, lu gak keren, lu tengil dan sok asik. TEDDY GUSNAIDI

Teddy Gusnaidi

117,876 просмотров • 1 год назад

#MoreDayswithYou (MDWY) by SUJU Hadiah dari aku untuk SUJU & ELF dalam rangka 19th Anniversary SUPER JUNIOR. Warning: ini tulisan panjang bener. #슈퍼주니어 #SUPERJUNIOR SUPER JUNIOR #SUPERJUNIOR_19th_Anniversary Pertama kali mendengar rekaman live MDWY di peluncuran album yang segede keramik itu, aku langsung jatuh hati meskipun saat itu aku belum tahu maknanya. Apalagi setelah diunggah behind the scene taping acara tersebut: SUJU nyanyiin MDWY live dini hari. Kala itu, 2021, aku sedih karena MDWY tampaknya hanya akan ditampilkan sekali saja. Siapa sangka MDWY jadi setlist di sesi akhir SS9. Maka ketika SS9 Jakarta, pas di MDWY, aku gak ambil fancam. Aku refleks nangis terharu dan mendengarkan-menyaksikan member SUJU menampilkan MDWY dengan khidmat. Lagu ini dibuka dengan kalimat yang menggambarkan kesetiaan dalam perjuangan yang tak selalu mudah. #RYEOWOOK & #SIWON mengatakan, Sebagaimana kita berjalan langkah demi langkah, yang tak selalu beralaskan karpet putih. Cukuplah engkau bersamaku, kekasihku, dalam sebuah perjalanan yang tak pernah aku sesali, dalam sebuah takdir yang selalu aku pilih kembali karena keberadaanmu. Sulitnya sebuah perjalanan hidup adalah kewajaran, namun dengan partner yang tepat (sahabat, kekasih), tak akan ada penyesalan yang mengikutinya. #YESUNG & #LEETEUK melanjutkannya dengan kisah tentang bagaimana berjalannya waktu mampu menumbuhkan rasa lekat & cinta, Sebagaimana musim-musim telah berlalu, tatapan kita semakin dalam tertanam & mewujud menjadi rasa. Semakin kuat rasa dekat kita satu sama lain, dan dengan pandangan yang lebih lekat ... #KYUHYUN kemudian menyahut dengan lantang tentang keberadaan dia yang kita cinta dalam perjalanan yang telah berlalu & yang akan datang, ... maka di dalamnya senantiasa aku dapati keberadaanmu dan hanya dirimu semata yang membersamaiku, dalam perjalanan yang lebih jauh, dibandingkan dengan apa yang telah kita lalui. Lantas mengalirlah reff yang selalu menghadirkan dilema di dalam hati kita, antara takut & harap tentang kedatangan dia yang tercinta, Sing it like you ... You ... Sebagaimana di masa yang telah berlalu, kudendangkan indahnya namamu, dan sekali lagi kuucapkan, "I DO", lantas apa jawabmu? Katakan, apa jawabmu? Ketahuilah bahwa hatiku masih teguh & kokoh mencintaimu, sama seperti selama ini, sejak dulu hingga kini, Aku akan menanti jawabmu di penghujung jalan & oleh karenanya, apakah kita akan melangkah lebih jauh? Sungguh rasa harap & takut adalah warna yang wajar dalam perjalanan kehidupan. Rasa harap akan menghadirkan optimisme; sementara rasa takut akan meruntuhkan kesombongan, menyadarkan kita tentang realitas kehidupan, & menumbuhkan ketaatan kepada-Nya lewat doa. #YESUNG & #DONGHAE menegaskan tentang dinamika takut & harap tersebut, Dengan gentar kulangkahkan tapak demi tapak, namun ... ... selalu tergambar keberadaanmu membersamaiku hingga akhir perjalanan. Sekalipun kewalahan menyertai di setiap langkah, lihatlah kembali kepada kita yang telah melangkah sejauh ini. #SHINDONG, #KYUHYUN, dan #EUNHYUK kemudian dengan bersahutan satu sama lain mengatakannya secara lebih kentara, Di antara tebal & mempesonanya kebahagiaan, ... di antara kebahagiaan ... selalu terdapat kesedihan yang mewarnainya, tetapi ... jika engkau mundur selangkah untuk meluaskan pandangan jiwamu, akan tampak sebuah lukisan kehidupan, #RYEOWOOK kemudian memulai kembali rangkaian reff yang sama, ... yang di dalamnya senantiasa aku dapati keberadaanmu dan hanya dirimu semata yang membersamaiku, dalam perjalanan yang lebih jauh, dibandingkan dengan apa yang telah kita lalui. ... Sing it like you ... You ... ... & oleh karenanya, apakah kita akan melangkah lebih jauh? Dan menjelang puncak lagu, #DONGHAE & #RYEOWOOK mengantarkannya dengan menyatakan, Bersamamu, tampak terbentang dalam cakupan pandanganku, keindahan sejati nan abadi yang menghiasi jalan yang akan kita lalui. Aku berharap, ketika kita tiba di akhir perjalanan, ada sosokmu yang membersamaiku, sebagaimana kini, dirimu dan diriku, bersisian satu sama lain. Kemudian, #LEETEUK & #RYEOWOOK memulai puncak lagu, Tak perlu lagi air mata ditumpahkan, karena bersamamu akan selalu penuh dengan tawa. Maka sebagaimana kini, teruslah abadi kehadiranmu di sisiku. Dan terdengarlah pekikan #KYUHYUN dan #YESUNG yang menyayat hati, mengantarkan harmoni indah suara member SUJU mengulang reff yang penuh harap itu, You, only you ... ... Sing it like you ... You ... ... Kunanti jawabanmu di penghujung jalan & oleh karenanya, apakah kita akan melangkah lebih jauh? Hingga #SIWON menutupnya dengan sebuah pertanyaan, Tell me, DO you? Menurutku, lagu ini merupakan ekspresi SUJU kepada ELF yang selama ini membersamai mereka. Ketidakpastian & perubahan besar pola kehidupan umat manusia akibat pandemi, turut menghadirkan kecemasan: seperti apa relasi fans dan idolanya di masa mendatang? Namun lagu ini bisa dimaknai lebih dalam tentang kehidupan. Sebagai ELF, yang pasti usianya relatif matang, lirik MDWY tentu relate dengan kehidupan kita: tentang persahabatan dan/atau pasangan hidup yang pernah, sedang, dan akan terus membersamai hidup kita. Ujian selalu ada, pun dengan asa dan harapan. Kesedihan pasti terjadi, pun dengan kebahagiaan yang pasti lebih mendominasi. Rasa takut & harap yang hadir harus kita arahkan pada orientasi yang tepat, untuk melentingkan perjalanan kita menuju cita-cita terbaik. SUJU tepat sekali menutup lagu ini dengan lirik berupa pertanyaan karena seiring berjalannya waktu, pengalaman hidup akan selalu menantang kepercayaan kita terhadap diri sendiri & orang-orang yang kita kasihi. Pertanyaan dari SUJU di akhir lagu adalah pertanyaan kita kepada selain kita sekaligus pertanyaan dari selain kita kepada kita, tentang komitmen cinta & persahabatan kita: TELL ME, DO YOU? Kalau komitmen dengan SUJU kan jelas, tinggal tabung dan belanjakan uang untuk member SUJU, sampai dompet & rekening kita menipis. WKWKWKWKWK. Lantas bagaimana dengan komitmen kita kepada pasangan hidup, keluarga, & sahabat kita? Sapa mereka, doakan mereka, ucapkan terima kasih kepada mereka dan katakan bahwa kita mencintai mereka. Bahwa kita ingin lebih banyak hari bersama mereka: more days with you, dear my SUJU, my beloved one, my family, dan my friends. Happy 19th Anniversary buat SUJU & still counting, insya-Allaah.

Ahmad Rahma Wardhana

18,333 просмотров • 1 год назад

Catatan Kecil dari Jogjakarta “Sang Surya yang Tetap Bersinar” Dua hari lalu, dalam perjalanan singkat ke Yogyakarta untuk kunjungan keluarga, langkahku terhenti di depan sebuah tempat yang dulu begitu besar dalam dunia kecilku , SD Muhammadiyah 1 Bausasran. Sekolah ini berdiri tahun 1917, satu tahun sebelum Muhammadiyah resmi berdiri pada 1918. Saat kecil, aku belum memahami makna sejarah itu. Tapi hari ini, ketika berdiri lagi di depannya, rasanya seperti berdiri di depan pintu sebuah peradaban pendidikan yang lebih tua dari usiaku, lebih tua dari zaman yang kuhuni. Ketika bersekolah di sana selama 6 tahun masa kecilku, bangunannya masih gedung tua peninggalan pemerintah Hindia Belanda , dibangun untuk anak-anak pribumi. Megah dalam kesunyian, kuno, sakral, dan penuh energi masa silam. Di situlah anak-anak didikan Muhammadiyah ditempa sebelum kelak, beberapa di antara mereka, menjadi tokoh-tokoh besar bangsa. Dan salah satu alumni paling mulianya adalah KH. AR Fachruddin (Pak AR), Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disegani, dihormati, dan dikenang sebagai sosok bersahaja penuh hikmah. Menyadari bahwa aku pernah duduk dan dididik di sekolah yang sama dengannya menghadirkan rasa haru yang tidak bisa diterjemahkan dengan kata. Bukan soal sejajar dan setara, karena tentu aku tak sehebat beliau, tetapi soal garis sejarah yang diam-diam , ternyata menghubungkan murid kecil ini dengan sosok teladan besar. Aku masih ingat kebiasaan lamaku: menengadah ke langit-langit kelas, memandangi kasau-kasau kayu jati kuno yang beberapa di antaranya ditulisi angka 1917. Ada rasa kagum sekaligus kecil: “Ternyata tempat ini lebih dulu hidup, jauh sebelum aku datang mempelajari huruf pertama.” Namun, perjalanan waktu tak selalu lembut. Gempa besar yang melanda Yogyakarta tahun 2006 meluluhlantakkan bangunan bersejarah itu , runtuh menjadi puing, tanpa bisa diselamatkan. Dan yang kutemui tahun 2025 adalah bangunan baru, struktur baru, cat baru, ruang baru. Tetapi getaran itu tetap sama. Kesuciannya tidak hilang. Kenangannya tidak rubuh bersama tembok-tembok tua itu. Justru ia berdiri lebih utuh: di hati. Di halaman sekolah, aku berbincang sejenak dengan Ibu Supartiningsih, kepala sekolah hari ini, sementara dari kejauhan terdengar latihan marching band. Sekilas, seperti melihat bayangan diri sendiri tahun 1980: seragam gagah berumbai melekat di tubuh kecilku, tongkat komando bergemerincing di tangan, dan langkah maju yang sedikit gugup, namun tetap maju. Aku pernah jadi majorette marching band SD Muhammadiyah ketika itu. Dalam perjalanan pulang, tanpa direncanakan, mulut ini kembali menyanyikan Mars Sang Surya , lagu pertama yang kuhafal tanpa jeda, tanpa lupa. Ternyata lagu itu bukan sekadar hafalan sekolah. Ia adalah simpul memori: optimisme, keberanian, dan keyakinan bahwa kebenaran tidak perlu berteriak , cukup tetap ada. Tetap jujur. Tetap berdiri. Anda bisa mendengar suara saya yang bergetar menyanyikannya, haru dan bangga, menjadi bagian dari sebuah entitas besar, Muhammadiyah. Kunjungan singkat ini bukan nostalgia kosong. Ini pengingat sunyi bahwa nilai, keyakinan, dan keberanian yang ditanam sejak kecil tidak pernah hilang, bahkan ketika gedungnya runtuh atau zaman berubah. Salam Takzim dr.Tifauzia Tyassuma,

Dokter Tifa

23,826 просмотров • 9 месяцев назад

Hangatnya Malam di Solo: Kabinet Merah Putih Nyanyi Bareng Wartawan di Warung Bakmi Solo — Di tengah jadwal padat kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Solo, ada satu momen menarik yaitu sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih bernyanyi menyemangati para wartawan yang bertugas di Solo, di warung bakmi Jawa sederhana, lengkap dengan irama musik live. Malam itu, Minggu (20/7), Prabowo, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan beberapa pembantu presiden di Kabinet Merah Putih, melipir sejenak ke Warung Bakmi Jawa Bu Citro 1, sebuah tempat makan legendaris di sudut kota. Tampak hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mereka mengenakan kemeja putih dan celana hitam, tampak santai tapi masih rapi, menyatu di antara meja-meja kecil bersama para wartawan yang biasa meliput Istana. Seorang pemain keyboard tunggal mulai memainkan lagu. Lalu mikrofon berpindah tangan, dan malam pun berubah menjadi konser mini. Lagu yang dipilih? “Biarlah” milik Nidji, lagu penuh kenangan yang dilantunkan Giring dengan penuh penghayatan, seolah bernostalgia dengan panggung masa lalu. Meski hanya diiringi aransemen sederhana dari organ tunggal, atmosfer malam itu terasa megah dalam kehangatan. Para menteri dan wamen tidak hanya bernyanyi, tapi juga berjoget kecil, termasuk gaya joget robotik khas era 2000-an, mengikuti irama lagu. Prasetyo dan Sugiono ikut menyumbang suara dan menggoyangkan bahu dengan irama santai, berdiri di hadapan meja bakmi. Teddy juga ikut larut dalam harmoni dan suasana guyub malam itu. Momen ini terjadi di sela agenda di Solo, Minggu, menuju kunjungan Presiden ke Klaten, Senin (21/7), untuk meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih, yang merupakan bagian dari misi pemerataan ekonomi kerakyatan. Prabowo Subianto #Prabowo #PresidenRI #Preside #Indoesia #PSRI1 #MBG #Swasembadapangan

Radio Elshinta

46,275 просмотров • 1 год назад

3 momen LenaMiu favorit ✨ 🥇 Pinned tweet Lena: “Celia St. James to my Evelyn Hugo” Lena udah baca dan suka sama novel The Seven Husbands of Evelyn Hugo dari 2024, bahkan sebelum terjun ke GL dan jauh sebelum dipasangin sama Miu. Setelah dipasangin sama Miu, Lena juga masih sering upload tentang novelnya, upload potongan quote yang dia suka kayak “I love you more than anything else in the world”, dan beberapa kali repost editan LenaMiu ala Evelyn–Celia. Miu sendiri juga pernah repost editan dengan referensi yang sama, dan Lena selalu seneng tiap ada kabar baru soal adaptasi filmnya. Salah satu hal yang paling menarik dari Evelyn–Celia dengan cara novel ini ngomongin intimasi yang bukan sekadar kedekatan fisik, tapi tentang bisa jujur sepenuhnya sama seseorang, membiarkan dia melihat diri kita apa adanya, dan tetap ngerasa aman. Jadi waktu Lena upload foto LenaMiu dengan caption “Celia St. James to my Evelyn Hugo”, kata “my” di situ yang bikin semuanya jauh lebih personal. Berasa Lena bukan cuma nyamain LenaMiu sama pasangan dari novel yang dia suka, tapi kayak Lena sendiri ngelihat LenaMiu sebagai Evelyn dan Celia dalam versi mereka sendiri. Dan tweet itu masih Lena pin sampai sekarang 😙 🥈 Postingan Miu di Instagram: scene dari In the Mood for Love + lagu “bad” dari wave to earth Scene yang Miu post dari In the Mood for Love. Di film itu ada cerita tentang orang zaman dulu yang kalau punya rahasia dan nggak ingin membaginya ke siapa pun akan mencari sebuah tempat, membuat lubang, membisikkan rahasianya ke sana, lalu menutupnya lagi. Di akhir film, hal itu benar-benar dilakuin. Sesuatu yang begitu pribadi akhirnya tetap disimpan sendiri, ada perasaannya, tapi nggak pernah benar-benar diucapkan. Di post yang sama, Miu pakai lagu “bad” dari wave to earth. Lagunya punya makna tentang seseorang yang keberadaannya aja bisa bikin hari yang biasa atau bahkan buruk terasa jauh lebih baik. Ada rasa nyaman, bahagia, dan dicintai cuma karena orang itu ada. Kalau scene film, lagu, caption postingan “kind of laugh”, dan foto-foto LenaMiu di post itu dilihat maknanya lebih personal. Apalagi semua foto yang Miu pilih isinya cuma Miu sama Lena. Kalau semuanya digabung, rasanya kayak Miu pengen nyimpen sebagian perasaannya buat dirinya sendiri, tapi lewat lagu yang dia pilih tetap kerasa kalau keberadaan Lena bikin dia bahagia 🥹 🥉 Video LenaMiu di Dear Myself Sebenernya hampir sepanjang wawancara ini omongan LenaMiu punya makna yang dalem. Tapi bagian favorit tetap waktu mereka sama-sama ditanya foto favorit masing-masing dan alasan kenapa memilih foto itu. Foto yang mereka pilih beda, jawabannya juga beda, tapi ada satu hal yang terasa sama dari dua-duanya: kebahagiaan satu sama lain selalu jadi bagian penting dari jawaban LenaMiu. Dari bagian itu makin nangkep cara Lena sama Miu ngelihat satu sama lain. Mereka sama-sama pengen terus jalan bareng dan saling dukung, tapi bukan dengan cara saling nahan. Selama jalannya masih bisa berdampingan, mereka pengen tumbuh dan bahagia bareng. Tapi kalau masing-masing punya jalan sendiri yang harus ditempuh buat berkembang atau nemukan kebahagiaannya, mereka juga nggak akan nahan satu sama lain cuma supaya semuanya tetap sama. Jadi rasanya LenaMiu pengen terus ada di hidup satu sama lain, tapi bukan dengan cara maksa mereka harus selalu berjalan bareng sebagai pasangan. Yang penting dua-duanya tetap bahagia, berkembang, dan bisa terus saling dukung apa pun jalan yang akhirnya mereka pilih 🥰 Kalau tiga momen ini disambungin, semuanya selalu balik ke satu hal yang sama: cintanya LenaMiu setara. Nggak terasa ada satu orang yang terus memberi sementara satunya cuma menerima. Dua-duanya sama-sama pengen satu sama lain bahagia, berkembang, dan tetap jadi dirinya sendiri tanpa kehilangan keinginan buat terus jalan bareng. LenaMiu juga ngasih contoh kalau cinta yang setara bukan tentang siapa yang paling banyak ngasih atau siapa yang paling kelihatan sayang, tapi tentang dua orang yang sama-sama pengen yang terbaik buat satu sama lain 🤍 #LenaMiu #ลีน่าหมิว

ᵖˡˢgumberforlot

22,688 просмотров • 22 дней назад

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu ✌️ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw 🙏). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana 🫡👏 Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana 👏 Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke 🫶💌

Gigiiih 🍀💎🦖

45,430 просмотров • 1 год назад

Ada yang bilang, kekuasaan merusak. Tapi lebih benar bila dikatakan: kekuasaan membuka siapa kita sebenarnya. Dulu, kita mengenalnya sebagai lelaki sederhana dari Solo. Gaya bicaranya pelan, sering terlihat kikuk, tapi memikat. Ia membangun citra sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat, berbicara seperti rakyat, dan berpihak pada rakyat. Tapi hari lalu, lelaki itu duduk di puncak kekuasaan, dan kita seperti mendengar dua suara darinya: satu yang dulu menyapa dengan gaya santun dari Balai Kota, dan satu lagi yang kini membentak dari Istana. Apa yang menjadikan seorang Jokowi berubah demikian drastis? Atau, barangkali, ia tidak berubah sama sekali—kita saja yang dulu belum cukup mengenalnya. Nilai-nilai tak turun dari langit. Ia dibentuk oleh pengalaman, lingkungan, dan lebih dulu lagi: keluarga. Rumah adalah ruang paling sunyi tempat seseorang belajar apa arti kebenaran, apa makna kejujuran, dan bagaimana bersikap terhadap kekuasaan. Jika seorang anak tumbuh dalam rumah yang memperlakukan kebohongan sebagai cara bertahan hidup, maka besar kemungkinan ia akan menjadikan dusta sebagai alat, bukan aib. – “The subconscious mind is formed by observing others, especially during childhood. Most people don’t realize they’re just replaying a program installed by their family.” Konon, masa kecil Jokowi dekat dengan lingkungan ideologis yang tidak bertumpu pada iman sebagai fondasi nilai. Narasi ini memang tidak pernah dikonfirmasi dengan jujur, tapi juga tidak pernah dibantah dengan tegas. Bukan berarti setiap orang yang tumbuh di sekitar ideologi kiri niscaya kehilangan moral, tidak. Tapi jika dalam rumah itu nilai-nilai agama hanya menjadi tempelan sosial—bukan keyakinan batin—maka “dosa” tak punya tempat dalam logika hidup. Dalam logika itu, yang benar bukan yang jujur, melainkan yang berhasil. Dan kita tahu, Jokowi berhasil. Tapi dengan ongkos mahal: hilangnya kepercayaan publik. Ia pernah berjanji tak akan mengangkat anak dan menantunya dalam politik. Hari ini, satu jadi wakil presiden, satu lagi menuju kursi gubernur. Ia pernah bilang tak akan ikut cawe-cawe soal pilpres. Tapi kita tahu betapa kuat bayangannya dalam setiap putusan Mahkamah Konstitusi, KPU, bahkan dalam framing media. Berbohong bukan lagi kegagalan moral. Tapi metode kekuasaan. Tapi kenapa? Barangkali karena sejak awal ia tidak pernah menganggap kebohongan sebagai bentuk pengkhianatan. Barangkali sejak kecil, dalam rumahnya, kebenaran adalah apa yang berguna. Agama? Mungkin hadir sebagai formalitas. Nilai? Mungkin tak lebih dari strategi. Maka ia pun tumbuh menjadi manusia politik tanpa beban akhlak. Berjanji tanpa niat menepati. Berucap tanpa takut dilangitkan. Kita menyaksikan seorang pemimpin yang tidak hanya ingkar, tapi tak merasa bersalah. Seolah ia tak tahu bahwa kata adalah amanah. Dan barangkali ia memang tak pernah diajari begitu. Dalam dunia di mana iman adalah fondasi moral, berbohong adalah dosa. Dalam dunia tanpa itu, bohong hanyalah taktik. Kita tidak dilahirkan dengan akhlak. Kita menyerapnya. Dan apa yang diserap Jokowi—entah dari rumah, entah dari sejarah—telah membentuknya menjadi sosok yang kini kita kenal: presiden yang tak pernah benar-benar jujur. Dan seperti kata seseorang yang sudah lama berhenti berharap: kita bukan sedang menyaksikan seorang pemimpin yang jatuh, tapi seseorang yang akhirnya memperlihatkan wajah aslinya. Copas pak Ali Syarief - アリ・シャリーフ

Ommi de Queen👑

10,814 просмотров • 1 год назад