Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Stop intimidasi terhadap jurnalis. Kontributor jurnalis Project Multatuli, Anggita Raissa, bersama tiga jurnalis dari Konde, Tempo, dan Mongabay, mengalami pengawasan, penolakan, hingga terpaksa dievakuasi saat hendak meliput dampak industri nikel di Pulau Obi, Maluku Utara.

117,469 views • 9 days ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Busyet Bang main templeng bae,kepala orang itu 😢 Semarang - Pewarta Foto Indonesia Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen Semarang mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kapolri Peristiwa itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus balik di Stasiun Tawang Kota Semarang pada Sabtu, 5 April 2025 petang. Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar. Namun, salah satu ajudan Kapolri kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar. Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto @antarafotocom , Makna Zaezar @kulomakna , menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron. Sesampainya di situ, ajudan tersebut menghampiri Makna kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna. Usai pemukulan itu, ajudan tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, "kalian pers, saya tempeleng satu-satu." Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik. Tindakan tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman. Peristiwa kekerasan tersebut merupakan pelanggaran Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. PFI Semarang dan AJI Semarang menyatakan sikap: 1. Mengecam keras tindakan kekerasan oleh ajudan Kapolri kepada jurnalis dan segala bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik. 2. Menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku kekerasan terhadap jurnalis. 3. Polri harus memberikan sanksi kepada anggota pelaku kekerasan terhadap jurnalis tersebut. 4. Polri harus mau belajar agar tak mengulangi kesalahan serupa. 5. Menyerukan kepada seluruh media, organisasi jurnalis, dan masyarakat sipil untuk turut mengawal kasus ini. Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, Daffy Yusuf • via @pfismg

Never

52,143 views • 1 year ago

ADA NEGARA DI DALAM NEGARA POV: LEMBAGA NEGARA SIDAK SWASTA NAKAL DIHADANG APARAT NEGARA! NEGARA MACAM YANG ANDA PIMPIN INI PAK PRABOWO! KRONOLOGI Koordinator AJI Jakarta Biro Banten, mengungkap sejumlah orang diduga kuat melakukan kekerasan terhadap delapan wartawan di kawasan PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang ( 21/8/2025) AJI menuturkan berdasarkan keterangan dari korban, kekerasan tersebut diduga kuat dilakukan oleh anggota Brimob, ormas, pihak keamanan dan karyawan perusahaan. Para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan diserang secara brutal setelah mengikuti inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Genesis Regeneration Smelting yang diduga kuat melanggar aturan pengelolaan limbah B3. AJI melalui keterangan tertulis. Salah satu korban kekerasan tersebut adalah wartawan Bantennews, Rasyid Sidik. AJI menjelaskan bahwa peristiwa kekerasan bermula saat para wartawan tidak diperbolehkan masuk untuk meliput sidak KLH terhadap PT Genesis Regeneration Smelting. Mereka akhirnya menunggu hingga diminta oleh Deputi Kementrian KLH untuk meliput di dalam perusahaan. Namun setelah sidak selesai dan pejabat KLHK meninggalkan lokasi, sejumlah orang langsung melakukan pengeroyokan kepada sejumlah wartawan. Ada seorang berpakaian Brimob, gerombolan orang yang diduga kuat bagian dari ormas, hingga pihak keamanan perusahaan yang saya saksikan memukul, menghalangi hingga mengeluarkan golok dan mengancam dengan senjata tajam pada saat rekan-rekan jurnalis berusaha kabur dari serangan,” jelasnya. Akibat peristiwa itu, beberapa jurnalis mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit. Sementara jurnalis lainnya terpaksa berlari menyelamatkan diri sejauh beberapa kilometer. Selain jurnalis, Deputi Gakkum KLHK juga turut menjadi korban penganiayaan. Sebelumnya, sebanyak delapan wartawan menjadi korban intimidasi dan pengeroyokan saat meliput kegiatan resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di kawasan PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (21/8/2025).

Miss Tweet |

31,913 views • 11 months ago