Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Stop intimidasi terhadap jurnalis. Kontributor jurnalis Project Multatuli, Anggita Raissa, bersama tiga jurnalis dari Konde, Tempo, dan Mongabay, mengalami pengawasan, penolakan, hingga terpaksa dievakuasi saat hendak meliput dampak industri nikel di Pulau Obi, Maluku Utara.

118,742 views • 2 months ago •via X (Twitter)

38 Comments

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Tim jurnalis berangkat ke Desa Kawasi dan Desa Soligi untuk meliput dampak sosial, lingkungan, dan hak-hak masyarakat yang berkaitan dengan operasi industri nikel Harita Nickel di Pulau Obi.

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Ketika hendak tiba di Desa Kawasi, rombongan mengalami serangkaian peristiwa di antaranya dugaan informasi kegiatan tim yang bocor, termasuk profil tim, pengawasan terhadap tim, pengerahan massa menolak kedatangan rombongan, hingga upaya menggagalkan kegiatan liputan.

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Orang-orang tak dikenal diduga mengawasi rombongan, sementara puluhan massa telah menunggu sambil membawa spanduk dan menolak kedatangan mereka.

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Dini hari 2 Juli, sejumlah orang masuk ke kapal dan mengetuk pintu kamar sambil berteriak. Para jurnalis bertahan di dalam kamar dengan kondisi kamar gelap dan pengap.

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Polisi sempat menawarkan agar tim dipulangkan menggunakan speedboat menuju Pulau Bacan. Tim menolak karena tetap ingin menjalankan peliputan yang sah sebagaimana dijamin UU Pers. Tim jurnalis memutuskan menunggu warga Desa Kawasi yang telah berinisiatif menjemput menggunakan longboat. Tim lalu menaiki longboat berkapasitas 12 orang dengan keadaan minim keamanan.

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Liputan yang direncanakan berlangsung empat hari akhirnya hanya berjalan satu hari. Sepanjang proses peliputan, tim bekerja dalam kondisi was-was karena beberapa orang yang diduga intelijen terlihat berulang kali lalu-lalang di depan rumah warga tempat tim menginap.

Project Multatuli's profile picture
Project Multatuli2 months ago

Jurnalisme independen untuk melayani yang dipinggirkan dan mengawasi kekuasaan yang ugal-ugalan risikonya besar. Dukung kami di sini -

Paramarta Yogi's profile picture
Paramarta Yogi2 months ago

Sedih skali, konfliknya dibuat horizontal. Rakyat ve rakyat

HΣ∏ΓΨ L ∂αямαjι's profile picture
HΣ∏ΓΨ L ∂αямαjι2 months ago

Ternyata @dewanpers tidak berfungsi .... Apa hanya harepin anggaran dari pemerintah semata. Slogan mencerdaskan bangsa sdh luntur.

Pernah Golput's profile picture
Pernah Golput2 months ago

Teringat akan kesaksian mantan tersangka (alm) Abd Gani Kasuba yg menyebut kode 'Blok Medan' sbg salah satu pemilik saham perusahaan tambang di Maluku Utara, adakah keterkaitannya dgn pengusiran para jurnalis tsb ?

TXT DARI RAKYAT's profile picture
TXT DARI RAKYAT2 months ago

🆙 Jika ada INTIMIDASI JURNALIS berarti ada SESUATU YANG SALAH di lokasi pertambangan tersebut. ⚠️

Miss_Tery's profile picture
Miss_Tery2 months ago

Klo ga ada masalah di kawasan itu kenapa takut sama jurnalis bahkan sampe nyuruh warga demo penolakan? Jd curiga ada apaan sih di sana smp jur alis ga boleh liputan?

Faiq's profile picture
Faiq2 months ago

Pantaslah tempat mereka hancur, mau ditolong malah membela yang mengeksploitasi mereka. Biarkan aja mereka membusuk bersama tempat mereka

ekox's profile picture
ekox2 months ago

Ini masyarakat kita ini gmn masih punya otak ga sih alam kita ini di kuasai kok ikut dukung

tank nabrak tahu gejrot 💥's profile picture
tank nabrak tahu gejrot 💥2 months ago

Udah mirip Israel nyerang journalis

Rebukanre's profile picture
Rebukanre2 months ago

ini jelas upaya membungkam suara independen yang angkat isu lingkungan & hak masyarakat di Pulau Obi. Kenapa liputan soal dampak nikel selalu dihalangi? Kalau nggak ada yang salah, kenapa takut jurnalis datang?

Wargatwitland🌐's profile picture
Wargatwitland🌐2 months ago

Harusnya digelar secret investigasi, kalau ngomong dulu ya bakal ditolak

Peace Pack's profile picture
Peace Pack2 months ago

@potradjaya1 Asu toh ?! ⤵️ ...Hehehe mboh ⤵️

Apa dah's profile picture
Apa dah2 months ago

Anjayyy Harita bekas tempat gw wkwkwkwkwkkw

Shandy Harahap 🔻's profile picture
Shandy Harahap 🔻2 months ago

Beneran negara dikuasai preman.

Gregorius Bayu Aji Wibisono's profile picture
Gregorius Bayu Aji Wibisono2 months ago

Plis lah kebebasan pers memang banyak dibicarakan di medsos tp mengapa intimidasi pers juga terus menerus terjadi? 😭😭 Capek rasanya melihat ini semua

Clark Paula's profile picture
Clark Paula2 months ago

This kind of intimidation is unacceptable. Journalists deserve safety while doing their work.

primark's profile picture
primark2 months ago

Ini punya nya Harita kan

Just Azka's profile picture
Just Azka2 months ago

Gilaaaa gila pemerintah gilaaa

iriz's profile picture
iriz2 months ago

Hadehhh, segitu takutnya sama jurnalis dan media. Semuanya diintimidasi 👎

Matthew 🎞️💫🥬's profile picture
Matthew 🎞️💫🥬2 months ago

semangat dan stay safe kakak-kakak jurnalis!

mahmoud handouk's profile picture
mahmoud handouk27 days ago

Pemerintah perlu memastikan pembangunan, pelayanan publik, pengelolaan SDA, hingga akses ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat daerah. #NKRI #MalukuUtara #Federalisme #PersatuanIndonesia #KeadilanSosial

Rakyat Kegelapan's profile picture
Rakyat Kegelapan2 months ago

kritik pakai seni dan filosofi mint

warrioroflove's profile picture
warrioroflove2 months ago

lu lawan cina, ya lu habis

Charlotte de Vermouth's profile picture
Charlotte de Vermouth2 months ago

Serly Tjoanda sedang panik 😂

silent's profile picture
silent2 months ago

Padahal yang salah yang sono tapi jadi rakyat lawan rakyat 👊

Alex's profile picture
Alex2 months ago

Kalian diintimidasi sama warga lokal ? yg ternyata faktanya mereka tidak butuh kalian datang dan membela mereka?

Ultras's profile picture
Ultras2 months ago

Stay safe para pejuang ✊

Bakpaokukus's profile picture
Bakpaokukus2 months ago

Warganya kemungkinan disuruh buat menolak liputan gak sih? Masa sih segitu gak maunya mereka diliput sama media?

pai's profile picture
pai2 months ago

Pantes indonesia dijajah ratusan tahun😭😭🙏🏻

Wanda Sumatri's profile picture
Wanda Sumatri2 months ago

KADAL4D bukan sekadar nama, ada banyak hal yang membuatnya berbeda.

Kania Lindawati's profile picture
Kania Lindawati1 month ago

Stay save

wiari's profile picture
wiari2 months ago

Parah

Related Videos

Busyet Bang main templeng bae,kepala orang itu 😢 Semarang - Pewarta Foto Indonesia Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen Semarang mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kapolri Peristiwa itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus balik di Stasiun Tawang Kota Semarang pada Sabtu, 5 April 2025 petang. Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar. Namun, salah satu ajudan Kapolri kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar. Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto @antarafotocom , Makna Zaezar @kulomakna , menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron. Sesampainya di situ, ajudan tersebut menghampiri Makna kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna. Usai pemukulan itu, ajudan tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, "kalian pers, saya tempeleng satu-satu." Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik. Tindakan tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman. Peristiwa kekerasan tersebut merupakan pelanggaran Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. PFI Semarang dan AJI Semarang menyatakan sikap: 1. Mengecam keras tindakan kekerasan oleh ajudan Kapolri kepada jurnalis dan segala bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik. 2. Menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku kekerasan terhadap jurnalis. 3. Polri harus memberikan sanksi kepada anggota pelaku kekerasan terhadap jurnalis tersebut. 4. Polri harus mau belajar agar tak mengulangi kesalahan serupa. 5. Menyerukan kepada seluruh media, organisasi jurnalis, dan masyarakat sipil untuk turut mengawal kasus ini. Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, Daffy Yusuf • via @pfismg

Never

52,143 views • 1 year ago

ADA NEGARA DI DALAM NEGARA POV: LEMBAGA NEGARA SIDAK SWASTA NAKAL DIHADANG APARAT NEGARA! NEGARA MACAM YANG ANDA PIMPIN INI PAK PRABOWO! KRONOLOGI Koordinator AJI Jakarta Biro Banten, mengungkap sejumlah orang diduga kuat melakukan kekerasan terhadap delapan wartawan di kawasan PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang ( 21/8/2025) AJI menuturkan berdasarkan keterangan dari korban, kekerasan tersebut diduga kuat dilakukan oleh anggota Brimob, ormas, pihak keamanan dan karyawan perusahaan. Para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan diserang secara brutal setelah mengikuti inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap PT Genesis Regeneration Smelting yang diduga kuat melanggar aturan pengelolaan limbah B3. AJI melalui keterangan tertulis. Salah satu korban kekerasan tersebut adalah wartawan Bantennews, Rasyid Sidik. AJI menjelaskan bahwa peristiwa kekerasan bermula saat para wartawan tidak diperbolehkan masuk untuk meliput sidak KLH terhadap PT Genesis Regeneration Smelting. Mereka akhirnya menunggu hingga diminta oleh Deputi Kementrian KLH untuk meliput di dalam perusahaan. Namun setelah sidak selesai dan pejabat KLHK meninggalkan lokasi, sejumlah orang langsung melakukan pengeroyokan kepada sejumlah wartawan. Ada seorang berpakaian Brimob, gerombolan orang yang diduga kuat bagian dari ormas, hingga pihak keamanan perusahaan yang saya saksikan memukul, menghalangi hingga mengeluarkan golok dan mengancam dengan senjata tajam pada saat rekan-rekan jurnalis berusaha kabur dari serangan,” jelasnya. Akibat peristiwa itu, beberapa jurnalis mengalami luka serius dan dibawa ke rumah sakit. Sementara jurnalis lainnya terpaksa berlari menyelamatkan diri sejauh beberapa kilometer. Selain jurnalis, Deputi Gakkum KLHK juga turut menjadi korban penganiayaan. Sebelumnya, sebanyak delapan wartawan menjadi korban intimidasi dan pengeroyokan saat meliput kegiatan resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di kawasan PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (21/8/2025).

Miss Tweet |

31,913 views • 1 year ago