Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Tabungan Rp 1,4 Miliar Terkuras Gara-gara Chat WA Format .Apk.

415,821 views • 2 years ago •via X (Twitter)

10 Comments

Kang Ibnuks's profile picture
Kang Ibnuks2 years ago

Kalo dapat kiriman apk Forward ke saya

marsu 🍉's profile picture
marsu 🍉2 years ago

ini kebetulan ortu nitipin duit gede banget, takut kalo kejadian kayak gini, jadi kalo pake mbanking instal dulu regris kalo udah uninstal lagi wkwk 😭

Oma Icha 🇮🇩/热依扎's profile picture
Oma Icha 🇮🇩/热依扎2 years ago

Aneh ga si? Kan kita transfer sehari dibatasi 25 juta aja ya? 1.4 miliar itu berapa hari ngurasnya?

Azvya 👨🏻‍💻's profile picture
Azvya 👨🏻‍💻2 years ago

Selain harus hati2 soal phising, pastikan nabung duit sebanyak itu ditaronya jgn di bank, tapi di reksadana. At least kalau mau dicairin harus nunggu 7 hari dulu wkwk

Hendry hpg's profile picture
Hendry hpg2 years ago

Btl min parah banget cari uang .makanan haram takut .tpi penghasilan haram di jalanin .aku jg kena modus ini min untung nomor nya ngak d pakai buat mobil banking dn lainnya .nyoba nelpon operator selular katanya hrs chat Whatsapp nya .tetep aja ngak bisa bahkan ngak ada solusi

NH's profile picture
NH2 years ago

Hati2 gaes, pesan bentuk APK itu jahat. Biasanya masuk ke HP sktr Rabu atau Kamis, Jumat & Sabtu malam mrk kuras habis dana di rekening & sblmnya gunakan kartu kredit belanja online

urf4vbbyy.bnb (✸,✸)'s profile picture
urf4vbbyy.bnb (✸,✸)2 years ago

Siapa disini yg kalo habis gajian langsung diabil semua 😭☝️

Moch Escorta Bayu Samodera's profile picture
Moch Escorta Bayu Samodera2 years ago

kalo pelaku tertangkap duitnya dibalikin ke korban atau kemana👀

viw's profile picture
viw2 years ago

Doni ajng

spill sukasuka 😍✨️'s profile picture
spill sukasuka 😍✨️2 years ago

Omaigot @vindicated___

Related Videos

KASAT NARKOBA NYANYI, SEBUT KAPOLRES BIMA KOTA TERIMA RP 1 MILIAR DARI BANDAR NARKOBA. Mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi mulai bernyanyi. Dia tidak ingin dirinya sendiri yang terseret dalam peredaran kasus narkoba. Dia membongkar peran Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dalam kasus yang menjeratnya. AKBP Didik meminta Alphard sampai akhirnya uang cash Rp 1 miliar diserahkan ke AKBP Didik. Kuasa Hukum AKP Malaungi, Asmuni mengatakan, awal mula kapolres meminta dibelikan Alphard dengan harga Rp 1,8 miliar. Jika tidak dibelikan, AKP Malaungi akan dicopot dari jabatannya. Tekanan dari kapolres ini membuat AKP Malaungi harus mencari cara untuk memenuhi permintaan kapolres. Untuk melancarkan permintaan itu, AKP Malaungi menghubungi Koko Erwin terduga bandar narkoba yang akan mengedarkan sabu di wilayah hukum Polres Bima Kota. Bandar akan menyerahkan uang asalkan barang yang diedarkan tidak tersentuh. Sempat ada negosiasi harga hingga ditetapkanlah Rp 1,8 miliar,” jelasnya. Namun, sang Bandar belum bisa menyanggupi keseluruhan harus dibayarkan langsung. ”Diberikan DP Rp 1 miliar dulu. Pembayaran DP itu ditransfer secara bertahap. Tidak langsung ditransfer ke rekening AKP Malaungi, melainkan melalui rekening orang lain bernama Dewi Purnamasari. “Awalnya di transfer Rp 200 juta, lalu sisanya Rp 800 juta, Setelah uang Rp 1 miliar terkumpul, AKP Malaungi melapor ke AKBP Didik terkait perintah misi yang dijalankan melalui via chat Whatsapp berjalan sukses. ”Klien saya ini memberikan kata sandi ‘BBM Sudah full’ yang maksudnya adalah uang Rp 1 miliar sudah terkumpul,” ujarnya. ”Chat itu pun dibalas kapolres. Oke, nanti Ria yang ambil,” tuturnya. Selanjutnya, AKP Malaungi pun menarik uang tersebut secara tunai ke bank. JADI SELAMA INI BANDAR NARKOBA DAN OKNUM POLISI SESUNGGUHNYA SALING KENAL? ARTINYA TIDAK SULIT BAGI NEGARA UNTUK MEMBERANTAS NARKOBA JIKA NIAT !!

Miss tweet

117,574 views • 7 months ago

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan signifikan tabungan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar yang tumbuh 22,76 persen secara tahunan (yoy). Lonjakan tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis, Ferdinan D. Purba, menyebut pertumbuhan tabungan saldo besar jauh melampaui segmen nasabah dengan saldo di bawah Rp 100 juta yang hanya tumbuh 3,43 persen yoy. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 13,83 persen yoy, dengan penyaluran kredit meningkat 9,63 persen yoy hingga Desember 2025. LPS juga melaporkan total simpanan dari bank yang dilikuidasi sejak 2005 hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp 3,99 triliun dari 500.818 rekening. Dari jumlah tersebut, simpanan layak bayar tercatat sebesar Rp 3,4 triliun atau 85,17 persen, sedangkan simpanan tidak layak bayar sebesar Rp 592,14 miliar atau 14,83 persen. Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menegaskan seluruh bank di Indonesia wajib menjadi peserta penjaminan LPS. Hingga Desember 2025, terdapat 1.593 bank peserta penjaminan, dengan 18 BPR dan BPRS masih dalam proses likuidasi. Dari sisi kinerja keuangan, total aset LPS pada 2025 meningkat 13,6 persen menjadi Rp 276,2 triliun. Mayoritas aset ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN). Pendapatan LPS mencapai Rp 37,6 triliun, sementara surplus tercatat Rp 33,8 triliun dan cadangan penjaminan meningkat menjadi Rp 213,4 triliun. 📸: Dok.Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ #bisnisupdate #update #bisnis #video #kumparan

kumparan

21,554 views • 8 months ago