Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Tapi begitulah realita di dunia kerja, nampak seorang wanita yang telah menempuh pendidikan sampai S2, namun ia memilih bekerja menjadi tukang jagal ayam, kehidupan kesehariannya menunjukkan hal yang jauh dari bayangan tentang lulusan Magister.

62,954 Aufrufe • vor 5 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

💚 CAHAYA HIJAU HARU Penghormatan Terakhir untuk Sang Pahlawan Kehidupan 🏥 Pernahkah kamu melihat gedung rumah sakit mendadak menyalakan lampu berwarna hijau terang di malam hari? Dibalik indahnya pendar cahaya hijau tersebut, tersimpan sebuah momen berharga sekaligus mengharukan: gedung rumah sakit sedang memberikan penghormatan khusus (Honor Walk/Green Light Tribute) bagi seorang pasien yang sedang mendonasikan organ tubuhnya demi menyelamatkan nyawa orang lain. Momen syahdu ini diabadikan oleh seorang pengguna jalan yang melintas di depan rumah sakit sepulang kerja. Terpanggil oleh keheningan dan keindahan gestur tersebut, ia mengunggah videonya ke media sosial lengkap dengan doa mendalam untuk mendiang donor serta keluarga yang ditinggalkan. Pelajaran Berharga dari Sebuah Cahaya Hijau: • Simbol Harapan Baru: Lampu hijau mewakili keputusasaan yang berubah menjadi harapan hidup bagi penerima donor (transplant recipient). • Ketulusan Tanpa Nama: Di saat satu nyawa berpamitan dengan dunia, keputusannya memberikan kesempatan hidup kedua bagi orang asing yang bahkan tidak pernah ia kenal. • Penghormatan Tenaga Medis & Publik: Gestur ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi dari jajaran rumah sakit atas keikhlasan luar biasa dari donor dan keluarganya. Terima kasih untuk pahlawan tanpa tanda jasa yang telah memilih memberi kehidupan di akhir perjalanannya. Semoga damai di sisi-Nya, dan kebaikannya terus menyinari hidup orang lain. 🕊️💚

Sumatera Adil & Federal

54,894 Aufrufe • vor 1 Monat

Di sebuah kampung di Sumba Barat, tinggal seorang perempuan muda bernama Intan. Usianya masih sekitar 22 tahun, dan ia adalah sosok yang penuh harapan. Di kampung, hidup tidak mudah serba terbatas, pekerjaan jarang, harapan seringkali bertumpu pada siapa pun yang menawarkan peluang sedikit lebih baik. Keluarga, sepupu, teman separuh hati memberi kabar: “Di Batam rumah elite, majikan mapan ada kebutuhan ART, upah dijanjikan lumayan.” Dengan hati yang berharap, Intan pun setuju. Ia diberi janji upah Rp1,8 juta per bulan, sebagaimana dilaporkan, akan bekerja sebagai ART di sebuah rumah mewah di kawasan elite Sukajadi, Batam. Impian sederhana: bisa kirim uang ke kampung, bantu orang tua, punya kehidupan lebih layak. Namun tidak pernah terbayangkan bahwa sebuah janji bisa berubah menjadi mimpi buruk. I. Hari-hari Pertama & Awal Kekerasan Intan mulai bekerja pada Juni 2024 di rumah milik seorang wanita bernama Roslina (sekitar umur 44 tahun) yang tinggal di Bukit Golf Residence, Sukajadi, Batam. Dalam rumah itu, ada juga ART lain bernama Merlin (sekitar 22 tahun), sepupu Intan sendiri, yang turut bekerja dan yang kelak menjadi bagian dari lingkaran kekerasan. Pada awalnya, tugas-tugas rumah biasa: bersih-bersih, masak, mencuci, merawat binatang peliharaan, menjaga rumah. Namun tekanan dan kontrol mulai terasa dari hari ke hari. Telepon atau komunikasi dengan keluarga sama sekali tidak diperbolehkan. Ia bahkan tidak diizinkan untuk keluar rumah sendiri. II. Kekerasan & Penyiksaan Begitulah masa gelap mulai berlangsung. Setiap kali Intan melakukan kesalahan lupa menutup kandang anjing, salah potong daging, kelalaian kecil konsekuensinya berat. Ia dipukul. Tubuhnya lebam-lebam. Tak cuma dipukul saja, ada perlakuan dehumanisasi: -Dipaksa memakan k0tr4n guguk peliharaan majikan. -Dipaksa meminum air dari septik tank / air limbah (air got). -Belum ada pembayaran gaji sama sekali selama hampir satu tahun, meskipun janji awalnya Rp1,8 juta per bulan. -Intan dikurung, tidak diizinkan keluar rumah, dan handphone tidak diberikan agar ia tidak bisa minta tolong. Trauma fisik dan psikis mulai muncul: tubuh yang nyerih, rasa takut yang menetap, ketidakmampuan berkomunikasi bahkan seperti orang gila.

Netizen Bawel

95,725 Aufrufe • vor 6 Monaten

Curhatan seorang wanita di media sosial viral setelah ia mengungkap dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh pacarnya dengan perempuan lain. Dalam unggahan tersebut, wanita itu mengaku selama ini pacarnya sering berdalih hanya berteman atau sekadar curhat dengan perempuan tersebut. Namun ia menduga keduanya sebenarnya memiliki hubungan di belakang dirinya. Saat ditanya langsung, sang pacar disebut selalu menyangkal dan bersikap seolah tidak memiliki hubungan apa-apa dengan perempuan tersebut. Namun kenyataan yang ia lihat justru berbeda. Wanita tersebut juga mengaku selama menjalin hubungan, ia kerap membantu kebutuhan pacarnya, mulai dari memberi uang untuk rokok, bensin, makan hingga berbagai keperluan lainnya. Bahkan menurut pengakuannya, pria itu sempat meminta uang untuk modal bekerja sebagai driver ojek online. la mengungkapkan, kecurigaannya semakin kuat setelah suatu saat mendatangi sebuah kamar kos dan mendapati pacarnya bersama perempuan tersebut di dalam kamar dalam keadaan berpelukan. Tak hanya itu, wanita tersebut juga mengaku sering menerima perlakuan kasar dari pacarnya. la menyebut beberapa kali mengalami kekerasan fisik selama menjalani hubungan tersebut. Menurut pengakuannya, kejadian serupa sebenarnya sudah terjadi lebih dari sekali, namun ia baru benar-benar melihat langsung kejadian tersebut baru-baru ini sehingga membuatnya merasa sangat kecewa. Yang membuatnya semakin sakit hati, perempuan yang diduga menjadi orang ketiga itu disebut mengetahui bahwa pria tersebut sudah memiliki pasangan, namun tetap menerima kedatangannya di kamar kos. Curhatan itu pun diakhiri dengan harapan agar keduanya bisa membaca unggahan tersebut dan menyadari perbuatannya. SC:lambekawanua

Next Gen

14,943 Aufrufe • vor 6 Monaten