正在加载视频...

视频加载失败

Teguran baik.

32,889 次观看 • 23 天前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

Dwi Citra Weni, oknum karyawan PT Timah Tbk yang videonya viral di media sosial karena menghina tenaga honorer pengguna BPJS, kini menjadi sorotan tajam. Tindakan sombong dan meremehkan profesi lain yang ia lakukan berbuntut panjang dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Menurut informasi internal perusahaan, Dwi Citra Weni ternyata bukan kali ini saja membuat masalah di kantor PT Timah Tbk. Ia bahkan sudah mendapatkan Surat Teguran Tertulis Kedua (TT2) akibat perilaku buruknya. Pada Pemilu 2024 lalu, Dwi Citra Weni juga kedapatan melanggar tata tertib dan budaya kerja perusahaan yakni terlibat kampanye Pemilu 2024. Akibatnya, ia dijatuhi sanksi berupa tidak mendapatkan tunjangan fasilitas. Seolah tak jera, setelah masa berlaku surat teguran tertulis kedua berakhir, Dwi Citra Weni kembali berulah. Ia membuat video TikTok yang kembali viral dan masih dalam proses pemeriksaan di Divisi Human Capital PT Timah Tbk sejak Desember 2024. Puncaknya, video TikTok terbarunya yang menghina profesi honorer pengguna BPJS membuat kegaduhan di masyarakat. Kasus ini mencoreng nama baik perusahaan, dan Dwi Citra Weni kemungkinan besar tidak akan mendapatkan keringanan kali ini. Sesuai dengan aturan dan proses yang berlaku di PT Timah, Dwi Citra Weni terancam sanksi berat berupa diberhentikan sebagai karyawan. Pasalnya, ia telah berulang kali melakukan kesalahan yang sama, bahkan setelah dikenai TT2 sebelumnya saat ini ia sedang dalam menjalani pemeriksaan di internal PT TIMAH Tbk pun belum selesai. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari Dwi Citra Weni terkait video TikTok yang ia buat dan terkesan menghina serta meremehkan profesi honorer tersebut.

Rama Adam Faathir 🇮🇩

342,962 次观看 • 1 年前

Cek Fakta | Kronologi Bentrokan di Menteng Berawal dari Cekcok di Warung Nasi Uduk Jakarta Pusat – Polisi mengungkap kronologi sementara bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika sekelompok orang datang untuk membeli sarapan di sebuah warung nasi uduk. Diduga terjadi cekcok setelah pelayanan tidak berjalan baik atau para pengendara tidak terima ditegur karena menggeber sepeda motor di sekitar lokasi. Kelompok tersebut kemudian meninggalkan lokasi, lalu kembali bersama sejumlah rekannya. Setibanya di lokasi, mereka diduga melakukan perusakan terhadap gerobak pedagang nasi uduk. Aksi perusakan tersebut memicu reaksi warga sekitar. Bentrokan kemudian meluas setelah warga melakukan aksi balasan terhadap kelompok tersebut hingga terjadi kerusuhan di kawasan Jalan Tambak. Polisi menegaskan, kronologi tersebut masih bersifat sementara dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti, peran masing-masing pihak, serta identitas kelompok yang terlibat. Keterangan pedagang nasi uduk, Rusdi, juga menyebut keributan bermula saat seorang pelanggan menegur pengendara motor yang menggeber kendaraannya di dekat warung. Teguran itu diduga memicu emosi hingga kelompok tersebut kembali membawa rekan-rekannya dan bentrokan pun terjadi. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. HUMAS PMJ @polres_jakpus @divisihumaspolri Polri Presisi @infojakpus jakarta Infokomando Berita Jakarta #JakartaPusat #Menteng #BentrokanMenteng #PolriPresisi #InfoJakarta

Khatulistiwa Indonesia

107,438 次观看 • 8 天前

Persebaya Bersama Badru Katakan Tidak pada Rasisme, Bullying, dan Body Shaming “Persebaya Untuk Semua”. Itulah tema dan semangat yang diusung Green Force ketika memasuki usia 98 tahun. Persebaya adalah klub yang inklusif, terbuka untuk semua orang, apa pun latar belakangnya, suku, agama, gender, usia, strata sosial, maupun kondisi fisik. Tentu saja, Persebaya tidak memberikan tempat bagi mereka yang enggan menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas dan respect antar sesama. Terutama dalam isu-isu terkait rasisme, bullying, body shaming, dan diskriminasi gender. Tidak hanya slogan, Persebaya berusaha sekuat tenaga menjadikan Gelora Bung Tomo menjad ”rumah” yang nyaman untuk semua. Salah satunya, Persebaya menyediakan tribun keluarga di Gate 1 dengan sejumlah aturan khusus. Tujuannya, agar Gate 1 menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak dan orang tua. Mereka bisa menikmati pertandingan, memberikan dukungan kepada Persebaya, dengan nyaman dan jauh dari gangguan apa pun. Sayang beribu sayang, terjadi insiden memalukan dan tidak terpuji berupa bullying dan body shaming yang dilakukan seorang pendukung Persebaya kepada salah seorang Bonek asal Tangerang, Badru. Bagi Persebaya, kejadian pada pertandingan melawan Persija itu adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. Persebaya, bahkan teman-teman Bonek pun, memberikan teguran keras kepada pelaku. Bila kejadian yang sama terulang, maka sanksi tegas akan diambil Panpel Persebaya berupa larangan masuk ke stadion. Mari berubah bersama, naik level bersama untuk Persebaya dan Bonek lebih baik. Dalam kesempatan ini, Persebaya juga meminta maaf kepada Badru dan Keluarga. Kami bertekad terus memperbaiki diri, juga kualitas layanan di Stadion Gelora Bung Tomo, agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Percayalah Badru, GBT juga rumahmu, akan senantiasa aman dan nyaman buatmu ke depannya. Pintu GBT selalu terbuka untuk Badru. Persebaya bersama Badru. WANI!! #persebaya #persebayauntuksemua

Official Persebaya

267,806 次观看 • 9 个月前

Soal saya kononnya merajuk ditanyakan di Podcast YBM Episod 26. Saya perhati satu penyakit lama yang tak pernah baik: bila parti jadi kerajaan, kita pakai “topi pemerintah” sahja. Kita tengok semua benda dari lensa kita. Lepas tu kita hairan kenapa rakyat tak ikut cara kita fikir. Hakikatnya, rakyat tak ambil port pun drama dalaman kita. Rakyat bukan duduk kira “siapa merajuk”, “siapa narsisis”, “siapa betul”. Rakyat fikir satu benda: hidup dia makin senang ke makin sempit? Institusi negara makin elok ke makin rosak? Sebab tu saya kata “survey” dan data tu penting. Mustahil kita nak teka apa dalam kepala 30 juta rakyat. Data sama ada “nationwide survey”, atau “big data sentiment”dia tolong kita keluar dari gelembung sendiri. Satu lagi, tolonglah jangan main serangan peribadi macam “merajuk” ni sembarangan. Golongan muda yang tak melalui peristiwa 1998 mungkin tak nampak implikasinya. Kalau naratif “merajuk-narsisis” tu kita pakai balik kepada Anwar pada tahun 1998, lagi sedap orang tembak. “16 tahun dalam kerajaan, tak pernah bangkang… tiba-tiba reformasi?” Itu dialog yang saya dengar masa muda dulu. Sebab jawapan saya dari dulu sampai sekarang sama: "this is not about Anwar Ibrahim the person". Ini pasal keruntuhan kredibiliti institusi bila kuasa digunakan untuk selesaikan saingan politik. Kalau benda itu boleh dibuat pada seorang TPM, tidak ada seorang pun selamat. Sekarang Anwar jadi PM, lagi besar tanggungjawab dia untuk dengar teguran supaya reformasi yang kita jerit sejak 98 tu bukan tinggal slogan. Kalau PKR/PH pilih budaya defensif, tak jawab isu, tak betulkan kelemahan, pergi serang orang, itu jalan Najib dulu. Cybertrooper, tangkap, saman, akhirnya? Kita tahu hujung cerita. Malah, jangan juga silap, sesuatu isu jadi besar bukan sebab saya. Dia jadi besar sebab isu itu dekat dengan rakyat, sebab ada rakyat yang memang fikir benda sama, cuma tak ada medium. Jadi ini bukan soal “Rafizi merajuk tak merajuk”. Ini soal kerajaan dan kalau terus lari dari masalah, malapetaka lain pula akan datang. Dua tahun sebelum Parlimen bubar pun boleh hangus kalau strategi politik masih “sangat-sangat ke laut”.

Rafizi Ramli

31,349 次观看 • 7 个月前

Perutusan Hari Raya Aidilfitri 1445H Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan Salam Sejahtera. Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar walillaahil hamd, diucapkan kepada seluruh umat Islam di Negara Malaysia tercinta. Eid Mubarak. Minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin wal maghfurin wa kullu am wa antum bikhair. Eid ini fitrah, mubarak ini hari kemenangan meraikan kejadian dan fitrah sebagai ketentuan yang Maha Esa. Maka, genggamlah dengan erat nilai yang ditekankan dalam madrasah ruhiyyah Ramadan yakni meninggalkan amalan dan budaya lama yang merosakkan yang mesti punyai usaha dan keyakinan yang tinggi dalam menggapai maknanya. Laa ilaaha illallallahu wahdah Sadaqa wa’dah Wanasora ‘abdah waa’azza jundahu Wahazamal ahzaaba wahdah pengakuan Allah SWT tentang mencapai dan mencatatkan kemenangan. Dan kemenangan ini hanya melalui tekad kita untuk menaikkan martabat kita. Keluarga dan manusia insan ke tahap yang lebih baik. Keadaan fitrah, ‘primordial’ yang disebut dalam doa kita sebentar tadi. Maka mudah-mudahan dapat kita capai apa yang dicita-citakan. Seperti mana yang difirmankan oleh Allah SWT: و ا ماا تاو ْ فِيقِي إِلَّ ا بِاللَّ ا ِ ۚ عالايْهِ تاو ا كالْتُ و ا إِلايْهِ أُنِيبُ إِن ْ أُر ِ يدُ إِلَّ ا الْ ْ ِصْلَ ا حا ماا اسْتاطاعْتُ ۚ Yang bermaksud. “Aku hanyalah bertujuan melakukan islah sedaya upayaku; dan tiadalah aku beroleh taufik untuk menjayakannya melainkan dengan pertolongan Allah. Kepada Allah jualah aku berserah diri dan kepada-Nyalah aku kembali.” (Surah Hud ayat 88) Perjuangan ini tentunya menuntut kesabaran dan kebijaksanaan kerana kenyataan dalam hidup dengan pelbagai pancaroba menuntut hikmah kebijaksanaan dalam tindakan yang kita lakukan. Perjuangan menuntut kesabaran dan perencanaan yang cermat mengimbangi seluruh aspek tatanegara dan kenegaraan. Kegopohan menjanjikan kegagalan. Kenanglah kisah Saidina Umar bin Abdul Aziz RA dengan anakandanya, Abdul Malik bin Umar tatkala beliau ditanya, “Wahai ayahandaku, mengapakah tidak engkau laksanakan hukum dengan segera?” “Demi Allah, aku tidak kisah sekiranya seluruh dunia menentang kita. Demi perkara yang hak.” Namun, Umar Abdul Aziz dengan segala hikmah dan kebijaksanaannya menasihati anakandanya, “Laa tak Jal ya bunayya! Janganlah gopoh wahai anakku. Sesungguhnya Allah Taala mencela arak dalam Al Qura sebanyak dua kali dan kali ketiga barulah mengharamkannya. Sesungguhnya aku bimbang jika aku melaksanakan kebenaran kepada manusia secara total keseluruhannya, nescaya rakyat akan menolak Islam secara keseluruhannya sehingga tercetusnya fitnah.” Dalam pentadbiran kerajaan hari ini kita mesti menimba pengalaman dan kebijaksanaan tokoh negarawan silam supaya menghindar yang mudarat dan mengangkat serta mencipta manfaat. Kita tidak menuntut semata-mata perakuan dan kepujia, malah teguran dan kritikan yang membina juga amat diperlukan dalam negara. Negara kita harus memupuk nilai-nilai supaya karamah insaniah diperteguh. Semantalahan, negara yang kita warisi ini banyak yang perlu diperbaiki dan memaknai maksud peringkat tertinggi Ramadan. (Kenyataan penuh di laman Facebook Anwar Ibrahim)

Anwar Ibrahim

72,572 次观看 • 2 年前