Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Ternyata ada lanjutannya, dan makin menyedihkan. Kok sebegitunya sih. Please, janganlah begitu. Ini bukan lagi sekadar doa, tetapi sudah mendekati pengkultusan kekuasaan: seolah-olah jika Tuhan hanya menerima satu doa hari itu, maka doa yang paling layak diprioritaskan adalah doa seorang penguasa. Masak Tuhan diandaikan hanya punya satu slot untuk...

586,072 görüntüleme • 2 gün önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

BUBARKAN REPUBLIK INI JIKA REMPANG TERUS DITINDAS 🚨🚨🚨⏳️ REMPANG MELAWAN Menolak Punah di Tanah Sendiri Ketika Doa dan Dada Telanjang Menjadi Benteng Terakhir Warga dari Kezaliman BP Batam Hari ini, perlawanan warga Rempang, khususnya masyarakat Kampung Pantai Melayu, memasuki babak yang kian memilukan sekaligus heroik. Anak-anak, kaum ibu, hingga para tetua adat terpaksa memasang PAGAR BETIS membarikade jalan menuju tanah kelahiran mereka sendiri dari ancaman penggusuran. Di sepanjang jalan kampung, suara zikir dan doa bersama bergaung, memohon keadilan atas ketidakadilan yang dilakukan oleh BP Batam dan jejaring proyeknya. Rempang bukan sekadar titik koordinat investasi. Rempang adalah tanah ulayat, ruang hidup, dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai dengan angka rupiah. Mari kita otopsi ketimpangan dalam konflik ini wak 1. Perang Asimetris= Negara & Pemodal vs Rakyat Kecil Ketika instrumen kekuasaan dan regulasi dikerahkan untuk memuluskan mega proyek, rakyat kecil sering kali hanya disodori dua pilihan, menyerah atau digusur. Pagar betis dan doa bersama yang dilakukan warga Pantai Melayu adalah bentuk pertahanan diri paling sakral ketika dialog dan keadilan hukum sudah tak lagi memihak mereka. 2. Pembangunan untuk Siapa? Slogan DEMI PERTUMBUHAN EKONOMI dan INVESTASI terus digaungkan. Namun, jika sebuah proyek harus mengusir warga dari tanah leluhurnya, mencabut akar budaya, dan menyisakan ketakutan trauma berkepanjangan pada anak-anak, untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dibuat? Pembangunan yang memanusiakan manusia tidak boleh berdiri di atas air mata dan reruntuhan rumah rakyatnya sendiri. 3. Ketegaran Doa vs Kecongkakan Kekuasaan Sejarah mencatat, kekuasaan dan modal boleh saja memiliki kekuatan aparat dan alat berat. Namun, doa orang-orang yang terzalimi dan perlawanan rakyat yang memperjuangkan hak atas tanahnya memiliki daya tahan moral yang tidak akan pernah bisa ditundukkan oleh intimidasi fisik. Konflik Rempang harus menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan BP Batam - Hentikan pendekatan represif dan paksaan dalam memuluskan proyek. - Hormati hak atas ruang hidup, tanah adat, dan keberlanjutan masa depan warga lokal. - Dengarkan aspirasi rakyat secara bermartabat, bukan sekadar menjadikan mereka objek relokasi paksa. Tanah kelahiran bukan barang dagangan. Membela tanah air dan ruang hidup adalah hak mendasar setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan nurani. Bagaimana pandangan kalian wak? Sampai kapan hak atas ruang hidup warga lokal harus dikorbankan atas nama EFISIENSI INVESTASI?

Sumatera Adil & Federal

32,632 görüntüleme • 6 gün önce