Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Tips uang dan kue lebaran awet 😄

223,715 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

11 Kommentare

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Tradisi bertamu saat Lebaran adalah bagian penting dari perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia, yang mencerminkan nilai silaturahmi dan kebersamaan dalam budaya masyarakat, khususnya umat Muslim.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Tradisi ini biasanya dimulai setelah salat Id pada pagi hari tanggal 1 Syawal, di mana orang-orang saling mengunjungi rumah keluarga, kerabat, tetangga, atau teman untuk saling bermaaf-maafan dan berbagi kebahagiaan.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Saat bertamu, ada beberapa hal yang umum dilakukan. Pertama, tuan rumah biasanya menyambut tamu dengan ramah dan menawarkan hidangan khas Lebaran, seperti ketupat atau lontong dengan opor ayam, rendang, sambal goreng, serta aneka kue kering seperti nastar, kastengel, atau putri salju. Minuman seperti sirup atau teh juga sering disajikan. Hidangan ini tidak hanya sekadar makanan, tapi juga simbol kemakmuran dan kebersamaan setelah sebulan berpuasa.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Kedua, momen saling memaafkan jadi inti dari tradisi ini. Tamu dan tuan rumah biasanya berjabat tangan sambil mengucapkan “Mohon maaf lahir dan batin,” sebagai bentuk rekonsiliasi dan pembersihan hati dari kesalahan yang mungkin terjadi selama setahun. Ini jadi cara untuk memulai lembaran baru dengan suasana yang lebih damai.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Ketiga, tradisi ini sering diramaikan dengan pemberian "uang lebaran" atau angpau, terutama untuk anak-anak atau yang lebih muda. Uang ini biasanya diberikan dalam amplop kecil sebagai tanda kasih sayang dan berkah dari yang lebih tua kepada yang lebih muda.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Di berbagai daerah, tradisi bertamu punya corak khas. Misalnya, di Jawa, ada kebiasaan mengunjungi rumah keluarga tertua lebih dulu sebelum ke tetangga, sering disebut "sungkeman" kalau ke orang tua. Di Sumatra, seperti di masyarakat Minang, bertamu bisa jadi lebih meriah dengan kunjungan berombongan atau bahkan ada acara makan bersama secara besar-besaran.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Di kota-kota besar, konsep “open house” populer, di mana rumah dibuka sepanjang hari untuk siapa saja yang ingin datang.

Profilbild von fellana 🦋
fellana 🦋vor 1 Jahr

Tradisi ini bukan cuma soal berkunjung, tapi juga tentang menjaga hubungan antarmanusia, memperkuat solidaritas, dan merayakan kebersamaan. Meski zaman berubah dan ada yang mulai melakukannya secara virtual, esensi bertamu saat Lebaran tetap jadi momen yang dinanti banyak orang.

Profilbild von Noble Gold Investments
Noble Gold Investmentsvor 3 Jahren

Your financial future is much too important to leave up to chance and the economy. Download the Free guide and learn how gold and silver can revolutionize your investments and savings.

Profilbild von vanilla.
vanilla.vor 1 Jahr

Ngakak benar dah

Profilbild von Erni
Ernivor 1 Jahr

Ternyata tips nya sangat segampang ini juga ya

Ähnliche Videos

Uang: Oleh-Oleh Lebaran yang Paling Dirindukan Di balik tradisi silaturahmi dan kebersamaan, ada satu hal sederhana yang selalu dinantikan setiap anak saat Lebaran, uang saku dari para orang tua dan kerabat. Setiap kali Lebaran tiba, suasana rumah selalu berubah menjadi lebih hidup. Sanak saudara berdatangan, meja makan penuh hidangan, dan suara tawa memenuhi setiap sudut rumah. Namun di balik semua tradisi itu, ada satu hal sederhana yang selalu menjadi kenangan paling melekat bagi banyak orang sejak kecil: uang Lebaran. Bagi anak-anak, uang Lebaran bukan sekadar lembaran rupiah yang diberikan oleh orang tua, paman, bibi, atau kakek nenek. Ia adalah simbol kebahagiaan, kejutan, dan rasa diperhatikan. Saat tangan kecil menerima amplop atau uang yang dilipat rapi, ada perasaan gembira yang sulit dijelaskan,campuran antara rasa bangga, senang, dan penuh harapan. Tradisi memberi uang saat Lebaran sebenarnya tidak tertulis dalam aturan agama, tetapi telah menjadi budaya yang hidup di masyarakat. Ia lahir dari semangat berbagi dan memuliakan kebahagiaan di hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa. Memberi kepada anak-anak menjadi cara sederhana untuk menanamkan rasa kasih sayang sekaligus mempererat hubungan keluarga. Menariknya, kenangan tentang uang Lebaran sering kali bertahan sangat lama. Banyak orang dewasa masih mengingat dengan jelas bagaimana dulu mereka menghitung uang hasil "berkeliling rumah saudara", menyimpannya di dompet kecil, atau bahkan merencanakan apa yang akan dibeli setelah Lebaran. Ada yang menabungnya, ada yang langsung membelanjakannya untuk mainan, buku, atau jajanan favorit. Seiring waktu, peran pun berubah. Anak-anak yang dulu menerima uang Lebaran, kini menjadi orang dewasa yang memberi. Ada kepuasan tersendiri saat melihat mata anak-anak berbinar ketika menerima amplop kecil yang kita berikan. Momen itu seperti mengulang kembali kenangan masa kecil,hanya saja dari sudut pandang yang berbeda. Pada akhirnya, uang Lebaran bukan soal besar atau kecilnya jumlah yang diberikan. Nilai terbesarnya justru terletak pada makna di baliknya: perhatian, kebahagiaan, dan tradisi berbagi yang membuat hari raya terasa lebih hangat. Karena itulah, di antara berbagai oleh-oleh Lebaran, mulai dari kue, pakaian baru, hingga hidangan khas, uang tetap menjadi oleh-oleh yang paling dirindukan, terutama oleh anak-anak. Bukan sekadar karena nilainya, tetapi karena kenangan manis yang selalu menyertainya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Miss Tweet |

24,045 Aufrufe • vor 3 Monaten