Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

TRIGGER WARNING‼ PRIA BACOK SEPUPUNYA HINGGA TEWA, DIDUGA MOTIF PERSELINGKUHAN👀‼ Warga Desa Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur digegerkan aksi pembacokan. Rabu (17/07/2024) sekitar pukul 16.45 WIB. Aksi tersebut dilakukan seorang pria berinisial A, sementara korban berinisial AR warga setempat dan korban tewas di TKP. Kasatreskrim Polres Pamekasan...

41,149 views • 2 years ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Pria di Pati Bakar Rumah Orang Tua Akibat Konflik Keluarga Rumah milik Sapin (67) di Desa Sumberagung itu diduga dibakar oleh anaknya sendiri, K, karena masalah konflik keluar1ga. Kapolsek Jaken, AKP Warsono, menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari pertengk*ran antara korban, Sapin (67), dengan anaknya berinisial S (28) di dalam rumah sekitar pukul 11.30 WIB. "Dari hasil keterangan awal, terjadi pertengk*ran di dalam rumah sebelum peristiwa keb*karan," kata Warsono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (4/2/2026). Anak korban yang berinisial S kemudian menghubungi kakaknya, K. Tak lama kemudian, K datang ke rumah korban. "Sesampainya di lokasi, yang bersangkutan langsung masuk ke dalam rumah dan diduga melakukan aksi pembakaran," ujar Warsono. Pelaku K diduga menyiramkan bensin ke kasur di dalam rumah lalu menyulutnya dengan korek api hingga api dengan cepat membesar. "Api menjalar ke bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu jati sehingga kebakaran sulit dikendalikan," ungkapnya. Akibat kejadian ini, dua rumah berbentuk limasan ludes terbak*r beserta perabot, alat elektronik, dan uang tunai sekitar Rp 10 juta. "Kerugian material sementara kami taksir mencapai sekitar Rp120 juta, namun tidak ada korban jiwa," jelas AKP Warsono. Pelaku pembak*ran rumah orang tuanya sendiri itu sudah menyerahkan diri ke polisi. Saat ini, motif pelaku melakukan aksinya masih didalami oleh kepolisian. "Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi," jelasnya.

Info Jateng

20,037 views • 5 months ago

PENGAKUAN KEJI PELAKU PEMBUNUHAN DINA OKTAVIANI, KARYAWAN CANTIK ALFAMART Kasus penemuan mayat perempuan cantik yang terapung di Sungai Citarum, Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Dina Oktaviani (21), karyawan Alfamart yang ditemukan meninggal dunia pada Selasa (7/10/2025). Pelaku pembunuhan tak lain adalah atasannya sendiri, Heryanto (27), warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta. Dalam pengakuannya di Mapolres Karawang, Kamis (9/10/2025), Heryanto mengaku membunuh Dina dengan cara mencekik, karena terhimpit kebutuhan ekonomi dan tergiur dengan harta korban. “Dibunuhnya dicekik pak, karena butuh ekonomi,” ujar Heryanto di hadapan awak media. “Saya tergiur barang-barang yang dimiliki Dina,” lanjutnya. Heryanto menuturkan, awalnya ia dekat dengan korban karena sering menjadi tempat curhat masalah asmara. “Dia sering cerita tentang mantannya, saya hanya kasih saran dan ajak berobat ke orang pintar,” katanya. Namun, niat jahat muncul ketika Dina datang ke rumahnya di Cibatu, Purwakarta, untuk bertemu dengan orang pintar yang dimaksud. Pelaku kemudian memiting, mencekik, dan menyetubuhi korban, sebelum akhirnya membungkus jenazah dengan kardus dan membuangnya ke Sungai Citarum di kawasan Jembatan Merah. Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Nazal Fawwaz, membenarkan bahwa pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. “Pelaku kami amankan di kediamannya di Kecamatan Cibatu, Purwakarta, yang juga menjadi TKP pembunuhan. Motif diduga karena masalah ekonomi dan hubungan pribadi antara pelaku dan korban,” jelasnya. Penyidik kini mendalami kemungkinan motif lain, termasuk unsur asmara dan tekanan ekonomi keluarga pelaku. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah wajah cantik korban viral di media sosial, dan warganet ramai menyerbu akun Facebook pelaku. 📍 Klari — Purwakarta — Karawang 🕯️ #JusticeForDinaOktaviani @metakhatulistiwa @divisihumaspolri Irjen. Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M. @kalbar_presisi @humaspolreskarawang Polres Karawang infokriminal Info Karawang.id Karawang News @lensa_karawang Isaimini Tamilrockers Kompas.com tvOnenews 🇺🇸 iNewsTV 📺 liputan6 detikcom Viraljabar @updateinfojabar 𝕯aru.indo #MetaKhatulistiwa #KlariKarawang #Citarum #PembunuhanKarawang #DinaOktaviani #ViralKarawang #KasusPembunuhan #BreakingNews #TragediCitarum #JusticeForDina #InfoKarawang #PolresKarawang #PolresPurwakarta #KriminalJabar #ViralHariIni #BeritaViral #FYP #Reels #SemuaOrangIn

Khatulistiwa Indonesia

365,745 views • 9 months ago

Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan tersebut pada Kamis pagi (23/4/2026), diduga setelah terjatuh dari ketinggian. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama sekitar satu bulan lalu, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat terlihat berdiri di sisi kiri jembatan yang berada di jalur provinsi penghubung Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Dalam sebuah video yang beredar, dua pengendara sepeda motor perempuan sempat menegur pria tersebut yang mengenakan jaket putih dan tampak berdiri dengan tatapan kosong. “Mas, ngapain?” terdengar salah satu pengendara dalam rekaman tersebut. (Lihat di rekaman video ke 2) Setelah kedua pengendara itu melanjutkan perjalanan dan kondisi jalan kembali sepi, korban diduga terjatuh ke bawah jembatan. Tubuhnya kemudian ditemukan di aliran sungai dengan kedalaman lebih dari 15 meter. Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendri Subagijo, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi terkait penemuan pria di bawah Jembatan Cangar sekitar pukul 10.00 WIB. “Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya pria yang terjatuh di bawah Jembatan Cangar,” ujarnya saat dikonfirmasi. Hasil penyelidikan awal mengungkap identitas korban berinisial DPW (24), warga Candipuro, Kabupaten Lumajang. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor serta sandal yang diduga milik korban di tepi jembatan. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. “Kami masih mendalami motif kejadian ini,” tambah Anton. Peristiwa ini kembali menyoroti Jembatan Cangar sebagai lokasi yang beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Mojokerto juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kejadian di tempat yang sama. ㅤ

CREEPY ROOM

163,668 views • 2 months ago

PEMBUNUHAN ANGGOTA TNI DI SAPURAN, WONOSOBO Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Wonosobo pada Minggu, 14 September 2025 dini hari. Seorang anggota TNI dari Koramil 05/Kejajar, Kodim 0707/Wonosobo, Serda Rahman Setiawan, tewas setelah dibacok oleh seorang pria bernama Iwan (35), warga Dusun Merapi, Desa Sedayu, Kecamatan Sapuran. Berdasarkan laporan resmi Kodim 0707/Wonosobo, insiden bermula ketika korban datang ke Resto Shaka, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, sekitar pukul 20.00 WIB. Di lokasi tersebut, korban sempat berbincang dengan kasir kafe bernama Leni (40). Namun, sekitar pukul 23.55 WIB, korban mendengar adanya keributan di salah satu ruang karaoke Infinic 3. Serda Rahman kemudian mendatangi ruangan itu dan bermaksud untuk melerai. Namun korban justru terlibat cekcok dengan pelaku. Perselisihan berlanjut hingga ke area parkir kafe. “Pukul 00.05 WIB terjadi tindak pidana pembacokan kepada Serda Rahman Setiawan dibagian leher, pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil Avanza Veloz putih,” tulis laporan Kodim 0707/Wonosobo. Korban yang mengalami luka serius segera dievakuasi menggunakan ambulans ke RS PKU Wonosobo sekitar pukul 00.10 WIB. Namun, upaya medis tidak membuahkan hasil. “Pukul 00.30 WIB korban dinyatakan meninggal oleh pihak RS PKU,” lanjut laporan tersebut. Pihak Kodim 0707/Wonosobo bersama Polsek Sapuran, Polres Wonosobo, dan Tim Resmob langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kodim 0707/Wsb dalam hal ini Dan Unit Intel Kodim 0707/Wsb saat ini koordinasi dengan Polsek Sapuran dan Polres Wonosobo, dan Tim Resmob sedang melakukan pengejaran Sdr Iwan (pelaku) yang melarikan diri,” tegas laporan tersebut.selengkapnya di kabarwonosobocom PELAKU DITANGKAP Tim Gabungan TNI Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Anggota Kodim Wonosobo di Rumah Kosong Kepil Wonosobo – Tim gabungan dari Intel Kodam IV/Diponegoro, Korem 072/Pamungkas, dan Kodim 0707/Wonosobo berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap anggota Kodim 0707/Wonosobo, almarhum Serda Rahman Setyawan. Penangkapan dilakukan pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 10.56 WIB di sebuah rumah kosong di Dusun Sumpit, Desa Kepil, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Dua orang pelaku yang diamankan yakni Iwan dan pacarnya, Putri. Keduanya diduga terlibat langsung dalam insiden pembunuhan yang terjadi di Kafe Shaka beberapa waktu lalu. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Waas Inteldam IV/Dip, Dandeninteldam IV/Dip, bersama anggota gabungan Deninteldam IV/Dip, Tim Intel Korem 072/Pmk, serta Unit Intel Kodim 0707/Wonosobo. Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno menjelaskan kronologi penangkapan. “Sekitar pukul 10.00 WIB, tim menerima informasi dari salah satu jaringan bahwa ada sepasang pria dan wanita tidak dikenal berada di sebuah rumah kosong dekat Pasar Kepil,” terangnya. Menindaklanjuti informasi tersebut, pada pukul 10.15 WIB tim melakukan penyelidikan di lokasi. Dari hasil pengamatan, diketahui benar terdapat dua orang yang terindikasi sebagai pelaku pembunuhan. “Pada pukul 10.30 WIB, tim yang dipimpin Waas Intel dan Dandenintel langsung melakukan penyergapan. Kedua pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti di lokasi,” ujar Dandim. Sekitar pukul 11.00 WIB, kedua tersangka dibawa menuju Kodim 0707/Wonosobo untuk proses awal pemeriksaan. Selanjutnya, pukul 12.30 WIB, keduanya diserahkan kepada Polres Wonosobo guna penanganan hukum lebih lanjut. Dandim menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama solid antar unsur intelijen TNI. “Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sampai tuntas dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. • kabarwonosobocom • Pendim0707

CREEPY ROOM

115,347 views • 10 months ago

** COR JASAD ISTRI DI KEBUN KOPI, EDI ANDANI TERANCAM HUKUMAN MATI Edi Andani (31) membunuh istrinya Ayuni (35), keduanya berprofesi sebagai petani. Edi Andani merupakan warga asal Kampung Tanoh Abu, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Menurut keterangan polisi, motif pembunuhan yang dilakukan Edi Andani didasari karena sakit hati. Sebelum dihabisi, Edi Andani dan korban sempat berselisih. Edi Andani kini ditetapkan jadi tersangka pembunuhan terhadap istrinya sendiri. Istrinya dicor di kebun kopi dan jenazahnya ditemukan di dalam drum. Ia berhasil di tangkap polisi tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bener Meriah, yang dipimpin oleh Kasat Reskrim, pada Jumat (31/1/2025). Edi sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan polisi. "Tim kita bergerak cepat dan saat ini pelaku sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Tuschad Cipta Herdani, dikutip dari TribunGayo. com, Sabtu (1/2/2025). Ia dijerat pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Edi juga terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau hukuman 20 tahun penjara. **MOTIF DAN RENCANA PEMBUNUHAN PELAKU Setelah ditahan dan menjalani pemeriksaan, polisi mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan Edi Andani terhadap istrinya tersebut. Kapolres Bener Meriah, AKBP Tuschad Cipta Herdani, mengungkap motif pembunuhan dilakukan Edi Andani karena didasari rasa sakit hati. Sebelum melakukan pembunuhan, ternyata Edi dan Ayuni sang istri terlibat perselisihan. Adapun perselisihan antara Edi dan korban terjadi bermula pada Senin (27/1/2025). Perselisihan dengan korban berlangsung beberapa jam hingga Edi menyimpan dendam. Sejak itulah Edi membuat rencana pembunuhan kepada korban. ** GALI LUBANG DI KEBUN KOPI UNTUK COR ISTRI Keesokan harinya pada Selasa (28/1/2025), Edi mempersiapkan rencana pembunuhan dengan menggali lubang di kebun kopi. Lalu pada Rabu (29/1/2025), sekira pukul 09:30 WIB, pelaku mengajak korban ke kebun dengan alasan membersihkan area tersebut. Saat korban lengah, di sana lah Edi beraksi melancarkan pembunuhan. Saat korban sedang berjongkok, Edi menghantamkan papan ke kepala Ayuni dari belakang. Hantaman itu menyebabkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah korban tidak bergerak, Edi memasukkan tubuh Ayuni ke dalam lubang yang telah digali. Kemudian, Edi juga sempat mengambil gelang emas milik korban serta uang tunai sebesar Rp 3.000.000 yang ada di kantong celana korban. Lanjut, setelah mengambil barang korban, lalu pelaku menutup lubang tersebut dengan tanah. Karena belum tertutup sepenuhnya, pelaku sempat kembali ke rumah untuk mengambil pasir serta membeli satu sak semen untuk menutupi lubang secara permanen setelah itu ia pergi meninggalkan lokasi. "Memang kasus pembunuhan ini telah direncanakan oleh pelaku," sebut Kapolres. Ayuni Sarah yang jasadnya ditemukan terkubur di dalam drum dan ditutup dengan semen diduga masih hidup ketika saat dikuburkan. Dugaan korban Ayuni masih hidup muncul berdasarkan keterangan polisi dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan terhadap pelaku pembunuhan yang tak lain adalah suaminya sendiri, Edi Andani. Lantas pihak kepolisian menyampaikan jika terkait dugaan tersebut pihaknya masih harus menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian dari korban. "Terkait itu kami belum mendapatkan hasil visum dari pihak rumah sakit, kalau sudah ada hasil akan kami informasikan kembali," kata Kasat Reskrim, Iptu Jeffryandi. ARTIKEL • TRIBUNNEWS

CREEPY ROOM

107,461 views • 1 year ago