Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

36,320 görüntüleme • 14 gün önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Seorang pemuda berinisial G (18) tega membunuh keponakannya yang masih balita, MAJ (2), di sebuah kontrakan di Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5). Aksi keji ini dipicu rasa kesal pelaku karena merasa terganggu saat sedang asyik bermain game online. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa korban sempat menempel pada pelaku sebelum penyerangan terjadi. “Bahwasannya ketika dia bermain game sang korban balita naik ke punggungnya, yang mengganggu dia sedang bermain game (mobile legend),” kata Iqbal, Jumat (29/5). Emosi yang tidak terkontrol membuat G mengambil senjata tajam dari dapur dan menyerang korban secara membabi buta. “Kemudian tersangka emosi dan langsung ke dapur mengambil pisau dan langsung menancapkan pertama itu di kepala korban,” jelas Iqbal. Hasil visum menunjukkan kekejaman luar biasa dengan total 32 luka tusuk pada tubuh korban. “Hasil visum kami dapatkan dari RS Polri itu khusus di wajah saja ada 20 tusukan di badan ada 12, jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban,” ucapnya. Diketahui, pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sedang dalam masa ketergantungan obat penenang. Namun, ia diduga mengalami ketidakstabilan emosi karena sudah dua hari tidak mengonsumsi obat tersebut. “Dibawa ke psikiater, sudah dua hari memang kehabisan obat, ibu tersangka juga karena belum memiliki uang untuk membeli obat jadi tersangka tidak mengkonsumsi sudah dua hari,” tambah Iqbal. Saat ini, G telah ditetapkan sebagai tersangka dan berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan medis dan hukum. “Ya, sudah kami antarkan di rumah sakit Polri,” ujar Iqbal. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal perlindungan anak dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sumber:

TxtdariBekasy 🇵🇸

40,986 görüntüleme • 1 ay önce

Astaghfirullah… 😱😭 Pantas memang harus ditangkap!! Sebuah kisah memilukan yang menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia menjadi sorotan dan viral di media sosial. Korban mengalami penyiksaan yang sangat kejam hanya karena dituduh mencubit anak dari majikannya. Peristiwa naas itu bermula ketika korban yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dituduh oleh majikannya telah mencubit anak mereka. Tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut atau mencari kejelasan, dua pasang suami istri yang bertindak sebagai majikan langsung melampiaskan amarahnya. Korban dipukuli secara berulang kali hingga tidak berdaya melawan. Kekejaman tidak berhenti sampai di situ. Pelaku diketahui mencongkel mata kanan korban hingga akhirnya buta dan tidak dapat melihat lagi. Selain luka parah pada bagian mata, pemeriksaan juga menemukan sebanyak 17 luka tusukan tersebar di sekujur tubuhnya. Rambut korban pun dipotong secara sembarangan dan acak‑acakan sebagai bentuk penghinaan. Kondisi korban yang sangat kritis kini mendapatkan penanganan medis intensif. Kasus ini menuai kemarahan luas dari masyarakat, yang menilai perbuatan pelaku sudah melampaui batas kemanusiaan dan pantas dihukum seberat‑beratnya. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara tempat kejadian telah dikabarkan segera turun tangan guna memberikan perlindungan, pendampingan hukum, serta memastikan proses penyelidikan berjalan adil dan transparan. Masyarakat berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar hak korban terpenuhi dan tidak ada lagi pekerja migran yang mengalami nasib serupa.

Maria A. Alkaff

57,389 görüntüleme • 1 ay önce