Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Warga Sukahaji Melawan❗❗❗ Warga mendapatkan represif oleh binmas dan babinsa mereka bahkan hampir merampas hp dan memukuln salah satu warga saat merekam kejadian, jangan biarkan kekerasan terus di bungkam, suara kita harus tetap hidup! KAMI TAKKAN PERNAH TAKUT!

26,524 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

11 Kommentare

Profilbild von Rawa Kalong 161
Rawa Kalong 161vor 1 Jahr

Mereka ga sadar di gaji pake duit dari rakyat yaa Tar di akhirat ampun ampun lo pade

Profilbild von unicafe
unicafevor 1 Jahr

Setau saya yang asli itu emang gak nolak,yang nolak itu kebanyak yang pendatangnya bukan asli daerah sukahaji nya

Profilbild von Don Juan
Don Juanvor 1 Jahr

Serem amet jadi Rakyat Konoha. Sering banget di dzolimin pemimpin nya.

Profilbild von AliviaCrypto | 🧙 Meshchain. Ai
AliviaCrypto | 🧙 Meshchain. Aivor 1 Jahr

YG SAYA TAU, ITU WARGA PENDATANG YG NEMPATI TANAH PERUSAHAAN. KLO WARGA SUKAHAJI PUNYA TANAH PRIBADI

Profilbild von EchoesinEthernity
EchoesinEthernityvor 1 Jahr

Urang Sunda di adu domba ku si Babi... Geura beunta dulur2 sadayanaaaa....

Profilbild von VOZ
VOZvor 1 Jahr

"The Democratic Party's actions had left many U.S. citizens feeling humiliated. Signs of a Trump victory were proclaimed well before Biden withdrew from the race. The voters had had enough." 📝 @KarinaLMariani

Profilbild von 🅳🅸🅳🅸🅽 🅶🅰🅷🅰🅽🅰
🅳🅸🅳🅸🅽 🅶🅰🅷🅰🅽🅰vor 1 Jahr

Ini di kota apa ya? Masalahnya apa

Profilbild von fha
fhavor 1 Jahr

Menabar rasa takut dengan seragam !

Profilbild von Muhammad Leo.S
Muhammad Leo.Svor 1 Jahr

Smpe melotot" gt matanya.🙄

Profilbild von carabikang
carabikangvor 1 Jahr

Percayalah suma itu ada di tangan rakyat

Profilbild von orang waras
orang warasvor 1 Jahr

@nu_online @muhammadiyah @DPR_RI @GribJaya

Ähnliche Videos

Situasi di Polombangkeng Takalar kembali memanas. Sekitar pukul 07.00 wita puluhan aparat bahkan diantaranya terlihat membawa senjata lengkap tiba di lahan eks HGU PTPN 1 Region 8. Lahan tersebut sebelumnya adalah lahan milik petani Polombangkeng yang dirampas oleh pihak PTPN untuk perkebunan tebu. HGU PTPN sebetulnya telah berakhir sejak Juni 2024 namun sampai saat ini PTPN masih saja melakukan aktivitas di atas lahan tersebut. Warga yang telah lama memperjuangkan tanah mereka kembali berkumpul untuk menolak aktivitas PTPN untuk melakukan penebangan tebu di atas tanah mereka yang dirampas oleh PTPN. PTPN tetap bersikeras untuk melakukan penebangan bahkan mereka memobilisasi puluhan aparat keamanan bersenjata lengkap untuk mengawal aktivitas mereka. Akibatnya, ketegangan sempat terjadi di lokasi bahkan sementara tercatat 6 warga terluka (3 laki-laki dan 3 perempuan) akibat mendapatkan tindakan represif oleh aparat seperti dipiting, ditendang, diinjak, dll. Sampai saat ini, warga tetap bertahan untuk menghentikan aktivitas PTPN di atas tanah mereka. Warga hanya meminta agar PTPN menyatakan tidak akan melakukan pengolahan lahan lagi setelah melakukan penebangan tebu tapi hal tersebut tidak direspon dan justru warga hanya diperhadapkan dengan aparat kepolisian. Sampai saat ini, situasi di lahan masih banyak polisi dan brimob dan mereka mengawal aktivitas PTPN. Situasinya tidak ada dari pihak PTPN maupun Polres Takalar yang menyatakan diri bertanggung jawab di lapangan.

dhemit_is_back

13,259 Aufrufe • vor 1 Jahr

Warga Sukahaji yang didominasi ibu-ibu bersama beberapa solidaritas, diserang sekelompok ormas, Senin (21/4/2025), sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian berlangsung di area depan bekas bangunan yang dibakar pada pekan sebelumnya di Sukahaji. Berdasarkan pengakuan dari warga, mulanya, warga dan solidaritas berkumpul untuk menanyakan aktivitas ormas tersebut, yang sejak pagi berkumpul di area itu. Mereka diduga akan melakukan pemagaran di lahan yang masih berkonflik tersebut. Lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, kericuhan terjadi, ormas tersebut mulai membentak dan mengancam warga, yang didominasi ibu-ibu, anak-anak dan kelompok solidaritas. Sampai akhirnya terjadi pemukulan oleh pihak ormas terhadap seorang ibu, seperti yang terekam dalam video. Selain itu, kelompok ormas itu juga melempar batu bata pada warga, hingga mengenai bagian kepala dari seorang warga perempuan dan seorang warga remaja perempuan berdarah di bagian mulutnya. Sebelumnya, pada Rabu (9/4/2025), sekitar pukul 23.40 WIB, kebakaran terjadi di kawasan Sukahaji, Jalan Terusan Pasirkoja, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Peristiwa terjadi jelang sidang perdana gugatan terkait sengketa lahan warga yang diklaim Junus Jen Suherman dan Juliana Kusnandar. Warga Sukahaji menolak untuk mengosongkan lahan seluas 7,5 hektare yang mereka huni sejak 1985, yang diklaim milik Junus Jen Suherman dan Juliana Kusnandar tersebut. Sampai hari ini, warga belum pernah diperlihatkan dokumen kepemilikan atas klaim lahan tersebut. Warga pun melawan dengan menggugat pemagaran tanah tersebut ke meja hijau. Gugatan terdaftar dengan nomor perkara perdata 119/Pdt.G/2025/PN Bdg tentang perkara perbuatan melawan hukum dengan tergugat Junus Jen Suherman dan Juliana Kusnandar. | Narasi Daily

Narasi Newsroom

44,248 Aufrufe • vor 1 Jahr

NEGARA HILANG, SUMATERA SEAKAN TAK TERLIHAT. SAMPAI KAPAN WARGA TUKKA HARUS BERTAHAN? 📍 Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara 📅 26 September 2026 Hari ini, Tukka kembali dilanda banjir besar. Tanggul jebol, air sungai masuk ke permukiman, dan warga kembali harus menghadapi ancaman yang seharusnya tidak boleh dianggap biasa. Yang membuat keadaan ini semakin menyakitkan, warga merasa penderitaan mereka nyaris tak mendapat sorotan nasional. Apakah Sumatera bukan bagian dari Indonesia? Apakah keselamatan warga di Tapanuli Tengah tidak sepenting keselamatan warga di Jakarta? Kita tahu, banjir bukan hanya soal air yang menggenangi rumah. Ada keluarga yang cemas, barang-barang yang terancam rusak, aktivitas ekonomi yang lumpuh, dan warga yang harus bersiap menyelamatkan diri kapan saja. Dan ini bukan pertama kalinya Tukka menghadapi banjir akibat tanggul jebol. Pada 23 September malam, hujan sekitar 30 menit saja sudah kembali memicu banjir besar di Bonalumban. Kalau bencana terus berulang, mengapa warga masih harus hidup dalam ketidakpastian yang sama? Media nasional punya peran penting untuk mengangkat persoalan daerah agar menjadi perhatian publik. Ketika sebuah bencana luput dari sorotan luas, wajar jika warga merasa seolah-olah mereka ditinggalkan. Tentu, pemberitaan bukan satu-satunya ukuran kehadiran negara. Namun, perhatian publik dapat membantu memastikan penderitaan warga tidak tenggelam begitu saja. Kami tidak meminta Sumatera diistimewakan. Kami hanya ingin keselamatan warga Sumatera diperlakukan sama pentingnya dengan keselamatan warga di mana pun di Indonesia. JANGAN SAMPAI WARGA HARUS BERTERIAK LEBIH KERAS HANYA AGAR PENDERITAAN MEREKA DIDENGAR. Tukka bukan daerah di luar peta Indonesia. Tapanuli Tengah bukan wilayah yang boleh dilupakan. Dan warga yang rumahnya dimasuki banjir bukan sekadar angka dalam laporan bencana. Mereka adalah rakyat Indonesia yang berhak mendapatkan perlindungan, penanganan serius, dan perhatian yang layak. SUMATERA BUKAN ANAK TIRI. TUKKA BUKAN WILAYAH YANG BOLEH DIABAIKAN. RIP bukan untuk Sumatera. Yang harus RIP adalah sikap abai terhadap penderitaan rakyat. 🫠

Sumatera Adil & Federal

15,462 Aufrufe • vor 7 Tagen