Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Wataaaaaaaaaaa

42,982 просмотров • 1 месяц назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Gara-Gara Tetangga Beli Mobil Baru, Oknum Pemegang Kunci Nekat Buang Gembok Portal Perumahan ​— Hubungan bertetangga yang seharusnya penuh dengan rasa gotong royong dan kebersamaan, tampaknya tidak berlaku di salah satu perumahan ini. Akibat diduga tersulut rasa iri, seorang oknum warga yang memegang amanah sebagai pemegang kunci perumahan nekat membuang gembok portal jalan utama. Insiden unik sekaligus miris ini memicu gelak tawa sekaligus kekesalan warga lainnya. ​Peristiwa ini bermula saat salah seorang warga berinisial RM (mak-mak di komplek tersebut) baru saja membeli sebuah unit mobil baru. Kehadiran kendaraan roda empat gres di pekarangan rumah RM rupanya memancing perhatian, tak terkecuali bagi oknum tetangga yang kebetulan dipercaya menyimpulkan dan memegang kunci portal lingkungan. ​Bukannya memberikan ucapan selamat atas rezeki yang didapat tetangganya, oknum pemegang kunci tersebut justru menunjukkan reaksi yang tidak terduga. Dengan nada ketus dan emosional, ia sesumbar kepada warga lain bahwa kunci gembok portal perumahan telah dibuang. ​"Iya, dia bilang gembok portalnya sudah dibuang. Aneh banget, padahal kan itu fasilitas bersama. Cuma gara-gara ada yang beli mobil baru, kok malah portalnya yang jadi sasaran," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. ​Aksi sepihak ini diduga kuat berlatar belakang rasa iri hati (social jealousy). Portal yang sejatinya berfungsi untuk menjaga keamanan wilayah dari orang asing, kini justru dijadikan alat untuk menyulitkan tetangga sendiri yang baru memiliki kendaraan. ​Tindakan kekanak-kanakan ini pun langsung menjadi buah bibir di area perumahan. Banyak warga menyayangkan sikap sang pemegang kunci yang dinilai tidak dewasa dan menyalahgunakan wewenang kecil yang diamanahkan kepadanya. ​Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah gembok portal tersebut benar-benar dibuang ke tempat sampah atau hanya disembunyikan oleh pelaku. Warga berharap pihak pengurus RT/RW setempat segera turun tangan untuk menengahi konflik ego ini, agar akses jalan perumahan kembali normal tanpa ada drama "gembok hilang" susulan.

Never

789,276 просмотров • 1 месяц назад

Dari belakang 🤤
1:00

Sensitive content

Dari belakang 🤤

Arsip Cewek Cantik

1,609,638 просмотров • 12 дней назад

Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026). • Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center. • Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan. •Sekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah. • Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa. • Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum. •Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan. •27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka. Sc. #daycare #yogjakarta

Info Jateng

332,214 просмотров • 2 месяцев назад