Video yรผkleniyor...

Video Yรผklenemedi

๐Ž๐›๐ซ๐ข๐ ๐š๐๐จ, ๐˜๐ฎ๐ซ๐š๐ง ๐…๐ž๐ซ๐ง๐š๐ง๐๐ž๐ฌ! Setelah melalui diskusi dan pertimbangan panjang, akhirnya keputusan telah diambil. Pemain asal Cabo Verde resmi meletakkan jabatan "Kepala Suku" Laskar Pinisi dan tidak lagi ikut dalam pelayaran bersama Pasukan Ramang.

15,073 gรถrรผntรผleme โ€ข 2 ay รถnce โ€ขvia X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gรถnderinin yorumlarฤฑ burada gรถrรผnecek

Benzer Videolar

#GanjarJagaDemokrasi Ganjar Pranowo mengajak semua kalangan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kewarasan dalam berpikir dan menjaga demokrasi yang diwariskan para pendiri bangsa. Karena berkat demokrasi, kedudukan pejabat dan rakyat setara. Seluruh yang ada di langit merah putih, seluruh yang berada di tanah air Indonesia memiliki kedudukan yang sama yaitu sebagai rakyat Indonesia. Jabatan yang diemban para pejabat merupakan amanah yang diberikan rakyat. Pesta bagi-bagi jatah dinasti politik akan membawa kehancuran bernegara. Sumber kekayaan alam dirampok, kejahatan korupsi dan aneka tekanan sosial-ekonomi menindas hidup rakyat. Diputusnya perkara batas usia capres-cawapres membuat banyak kalangan menyuarakan ketidaksetujuannya, dan menganggap keputusan itu tidak selaras dengan demokrasi yang berjalan di negara kita. Karena pada akhirnya bunyinya membolehkan Gibran maju dalam kontestasi pilpres walaupun umurnya belum 40 tahun, dengan syarat pernah atau sedang menduduki jabatan sebagai kepala daerah. Keputusan itu dianggap aneh oleh wakil hakim MK, Saldi Isra, yang mengatakan bahwa ketua MK terlalu tergesa-gesa memutus setelah merubah UU tersebut. Bahkan purusan akhir bunyinya fair karena dihasilkan hanya dengan pertimbangan Gibran Rakabuming Raka yang menjadi wali kota Solo. MK terlalu menelisik terlalu dalam pertimbangan itu yang membuat hakim melampaui batas dan menabrak dinding kode etik dalam memutus perkara. Hal tersebut disampaikan oleh advokat dan Ahli Hukum Pendukung Demokrasi (ALIANSI). Dalam pres releasenya, mereka meminta dewan pengawas MK melakukan tugasnya dengan baik untuk memeriksa adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh ketua MK yang memiliki hubusan saudara yakni paman dari Gibran. Karena dalam pertimbangan keputusan itu menabarak prinsip ketidakberpihakan, integritas dan independensi. Seperti halnya yang disampaikan hakim MK lain yakni Arief Hidayat, kejanggalan nampak karena pengambilan keputusan terlalu mengulur waktu lama, dan dalam pengambilan keputusan ketua tidak hadir dalam forum, keganjulan lain disampaikan Arief dengan adanya 2 perkara yang sudah ditarik tapi tetap dilanjutkan prosesnya. Tentu hal itu mengusik hati nuraninya sebagai hakim, dan demi integritas MK mereka menyampaikan keganjilan yang mereka rasakan. Tidak hanya barisan penegak hukum yang merasa putusan akhir kemarin penuh keganjilan dari kalangan akademisi dan masyarakat biasa pun menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan MK yang berpihak kepada anak presiden.

Melihat Indonesia

43,504 gรถrรผntรผleme โ€ข 2 yฤฑl รถnce

Kasih sayang seorang nenek kepada cucunya tak pernah terbatas. Namun keterbatasan usia dan kondisi ekonomi membuat seorang nenek di Cilincing, Jakarta Utara, harus mengambil keputusan berat dengan menyerahkan cucunya ke panti asuhan milik Pemprov DKI Jakarta. Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) menjelaskan, anak tersebut berstatus yatim. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara ibu kandungnya pergi tanpa kabar dan meninggalkan anak tersebut bersama sang nenek yang sudah lanjut usia. Petugas P3S yang menerima laporan kemudian mendatangi rumah keluarga. Dari keterangan pihak keluarga, sang nenek mengaku sudah lama merawat cucunya seorang diri. Namun dengan kondisi fisik yang menurun serta keterbatasan ekonomi, ia merasa tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dan pengasuhan anak tersebut. Dengan pertimbangan masa depan sang cucu, keluarga akhirnya sepakat menyerahkan anak tersebut ke panti asuhan Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta. Keputusan ini diambil agar anak tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan, perlindungan, dan kehidupan yang lebih layak. P3S menegaskan langkah tersebut bukan karena kurangnya kasih sayang, melainkan sebagai upaya terbaik agar anak dapat tumbuh dengan harapan dan masa depan yang lebih baik. ๐Ÿ“ธ: Dok. Instagram @/p3s_jakut. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. ๐Ÿ“: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E164 | V103 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

46,172 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Panglima Besar Adat Dayak Prof. Rudolf Sumual dengan Presedium Dewan Adat (PDA), DPRD, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Senin (18/5/2026), berakhir ricuh. Menjelang akhir RDP, Prof. Rudolf Sumual meminta waktu menyampaikan pendapat. Ia menyatakan siap membayar denda adat yang sebelumnya dijatuhkan PDA Kubar kepada dirinya. Namun, di akhir pernyataannya, Rudolf menegaskan akan memanggil Ketua PDA dan jajaran Kepala Adat Kecamatan se-Kutai Barat untuk menggelar sidang adat tingkat provinsi. Ia juga menyebut, pihak yang tidak hadir akan dikenakan denda adat sebanyak 1.000 antang. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sejumlah pengurus PDA Kubar dan Kepala Adat Kecamatan yang hadir dalam forum, hingga terjadi interupsi. Situasi kemudian memanas dan kericuhan tidak terelakkan. Ketua PDA bersama jajaran pengurus akhirnya memilih meninggalkan ruang rapat sebelum berita acara terkait agenda denda adat disepakati. Diketahui, RDP ini digelar setelah Prof. Rudolf Sumual dijatuhi denda adat melalui musyawarah Kepala Adat Besar se-Kutai Barat dalam forum Rurant Adat Rekonsiliasi dan Konsolidasi Lembaga Adat Kecamatan dan Kampung di Lamin Adat Taman Budaya Sendawar, Senin (30/3/2026). Dalam keputusan tersebut, Rudolf Sumual dikenakan denda adat sebesar 83 antang atau setara Rp33,2 juta, pasca keributan yang sebelumnya terjadi di Kantor PDA Kubar. #rdp #dprd #kutaibarat #denda #adat

Khatulistiwa Indonesia

18,747 gรถrรผntรผleme โ€ข 3 ay รถnce

Persebaya Bersama Badru Katakan Tidak pada Rasisme, Bullying, dan Body Shaming โ€œPersebaya Untuk Semuaโ€. Itulah tema dan semangat yang diusung Green Force ketika memasuki usia 98 tahun. Persebaya adalah klub yang inklusif, terbuka untuk semua orang, apa pun latar belakangnya, suku, agama, gender, usia, strata sosial, maupun kondisi fisik. Tentu saja, Persebaya tidak memberikan tempat bagi mereka yang enggan menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas dan respect antar sesama. Terutama dalam isu-isu terkait rasisme, bullying, body shaming, dan diskriminasi gender. Tidak hanya slogan, Persebaya berusaha sekuat tenaga menjadikan Gelora Bung Tomo menjad โ€rumahโ€ yang nyaman untuk semua. Salah satunya, Persebaya menyediakan tribun keluarga di Gate 1 dengan sejumlah aturan khusus. Tujuannya, agar Gate 1 menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak dan orang tua. Mereka bisa menikmati pertandingan, memberikan dukungan kepada Persebaya, dengan nyaman dan jauh dari gangguan apa pun. Sayang beribu sayang, terjadi insiden memalukan dan tidak terpuji berupa bullying dan body shaming yang dilakukan seorang pendukung Persebaya kepada salah seorang Bonek asal Tangerang, Badru. Bagi Persebaya, kejadian pada pertandingan melawan Persija itu adalah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. Persebaya, bahkan teman-teman Bonek pun, memberikan teguran keras kepada pelaku. Bila kejadian yang sama terulang, maka sanksi tegas akan diambil Panpel Persebaya berupa larangan masuk ke stadion. Mari berubah bersama, naik level bersama untuk Persebaya dan Bonek lebih baik. Dalam kesempatan ini, Persebaya juga meminta maaf kepada Badru dan Keluarga. Kami bertekad terus memperbaiki diri, juga kualitas layanan di Stadion Gelora Bung Tomo, agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Percayalah Badru, GBT juga rumahmu, akan senantiasa aman dan nyaman buatmu ke depannya. Pintu GBT selalu terbuka untuk Badru. Persebaya bersama Badru. WANI!! #persebaya #persebayauntuksemua

Official Persebaya

268,533 gรถrรผntรผleme โ€ข 10 ay รถnce

PWTC | PAU 2025 โ€œYang dikorbankan ini seorang sahaja ke, atau memang dia dipilih untuk dipersalahkan?โ€ Itu intipati paling kuat daripada luahan Naib Ketua UMNO Bahagian Pekan, Datuk Muhammad Nizar Najib, apabila beliau menyentuh soal pemenjaraan Datuk Seri Mohd Najib Tun Razak di hadapan media. Nizar tidak menolak keputusan mahkamah secara membuta tuli, tetapi jelas menyatakan keluarganya masih dukacita dengan keputusan yang dirasakan seolah-olah meletakkan Najib sebagai kambing hitam kepada keseluruhan episod 1MDB. Beliau mengingatkan bahawa isu keadilan dalam perbicaraan bukan perkara rekaan atau sentimen kosong. Malah, katanya, hakim sendiri di peringkat Mahkamah Tinggi pernah menyatakan terdapat kekangan dalam proses pembelaan, satu kenyataan yang jarang disentuh dalam perbahasan awam. โ€œSebab itu kami harap akan ada usaha yang konsisten, bukan bermusim, untuk pastikan Ayanda saya dapat pembelaan yang sewajarnya,โ€ katanya. Nizar turut menepis naratif bahawa Najib telah ditinggalkan. Menurutnya, sokongan dan simpati dalam UMNO masih wujud, walaupun tidak semuanya lantang di media sosial. Beliau mengakui realitinya isu ini bukan mudah. Banyak pertimbangan undang-undang, politik dan sentimen awam yang bertembung. Namun harapan keluarga, katanya, tetap satu iaitu keadilan yang adil, bukan keadilan terpilih. Kenyataan ini sekali lagi membuka persoalan yang masih bermain di kepala ramai penyokong-penyokong UMNO jika Najib bersalah, mengapa naratif tanggungjawab tidak pernah dikongsi secara menyeluruh? Dan jika prosesnya adil, mengapa isu pembelaan masih terus dibangkitkan oleh hakim dan peguam sendiri?

Rangga Is Back

13,345 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Kasus dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami seorang mahasiswi asal Pekalongan oleh oknum driver transportasi online di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya berujung pada permintaan maaf dari pihak driver Sebelumnya, peristiwa tersebut viral di media sosial setelah korban mengunggah rekaman dan kronologi cekcok yang terjadi di depan kosnya, tepatnya di Jalan Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Dalam unggahan itu, korban mengaku mengalami adu mulut hingga dugaan perlakuan fisik dari sang driver saat masih berada di dalam mobil Pada hari yang sama setelah video tersebut beredar luas, driver yang bersangkutan menghubungi korban melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, driver menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahannya. Ia beralasan tindakannya terjadi karena sedang berada dalam kondisi emosional dan tertekan Driver mengaku tengah menghadapi masalah ekonomi dan tekanan keluarga. Ia menyebut istrinya dalam kondisi hendak melahirkan, sementara dirinya tidak memiliki uang, sehingga emosi memuncak dan terbawa dalam interaksi dengan penumpang Selain menyampaikan permintaan maaf, driver tersebut juga meminta agar video yang telah diunggah korban ke media sosial diturunkan (take down). Namun, korban menolak permintaan tersebut Meski telah memaafkan secara pribadi, korban mengaku masih merasa sakit hati atas perlakuan yang dialaminya, terutama tindakan driver yang disebut sempat menarik kakinya ketika korban masih berada di dalam kendaraan. Korban menilai video tersebut tetap perlu dipertahankan sebagai bentuk pembelajaran dan pengingat agar kejadian serupa tidak terulang Menurut kalian, apa tindakan sanksi sosial ini harus berlaku terus walau sudah meminta maaf?

Never

37,870 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Dalam kapasitas saya sebagai Direktur Eksekutif Museum & Galeri SBY * ANI di Pacitan, Jawa Timur, saya ingin memberikan penjelasan untuk diketahui oleh masyarakat luas. 1. Hari ini tanggal 17 Juli 2023 telah dilaksanakan Uji Sistem yang nanti akan dijalankan di Museum & Galeri SBY * ANI setelah dengan resmi dibuka untuk umum. Alhamdulilah Museum & Galeri SBY * ANI setelah dibangun selama 3,5 tahun akhirnya bisa dirampungkan. Ide dasar dan rancangan arsitektur dibuat langsung oleh Bapak SBY didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono (almh) ketika menjalani perawatan medis di Rumah Sakit NUH Singapura. Pendanaan museum ini didapatkan melalui sumbangan sukarela (fundraising) dari berbagai donatur. Sebelum dibuka secara resmi yang kami rencanakan pada tanggal 17 Agustus 2023 malam hari, kami memandang perlu untuk melakukan Uji Sistem agar pada saat museum telah dibuka tidak terdapat masalah yang tidak kami inginkan. 2. Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Museum & Galeri SBY * ANI yang berlokasi di Pacitan ini dapat dilakukan mulai tanggal 18 Agustus 2023, dengan waktu kunjungan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Hari kunjungan Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Hari Selasa tidak menerima kunjungan karena dilakukan konsolidasi dan pemeliharaan. Ketentuan dan tata cara kunjungan secara rinci akan disampaikan kepada masyarakat 1 minggu sebelum secara resmi museum dan galeri dibuka. Demikian untuk menjadi periksa dan kami ucapkan terimakasih atas perhatian Bapak, Ibu dan Saudara sekalian. Ossy Dermawan Direktur Eksekutif Museum & Galeri SBY * ANI

Ossy Dermawan

45,467 gรถrรผntรผleme โ€ข 3 yฤฑl รถnce