Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Video wird geladen...
Video konnte nicht geladen werden
๐๐ง๐๐ง๐ข ๐๐ข ๐๐๐ฆ๐ฉ๐๐ญ ๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ: ๐๐ค๐ฌ๐ข๐๐ข๐ฌ๐ข๐จ๐ง๐ข๐ฌ๐ฆ๐ ๐๐๐ค๐ข๐ญ ๐๐ข๐ฐ๐ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ซ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐๐ฌ? > Jalanan kita mendadak horor akibat maraknya pelaku nekat yang hobi melakukan onani terang-terangan di ruang publik. > Secara medis, kegilaan ini dinamakan eksibisionisme, sebuah gangguan kejiwaan parafilia yang tercatat resmi dalam dokumen DSM-5. > Otak sakit mereka memproses... show more
38,304 Aufrufe โข vor 2 Monaten โขvia X (Twitter)
0 Kommentare
Keine Kommentare verfรผgbar
Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt
รhnliche Videos
2:23
Sensitive content
- Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun mengungkapkan bahwa hubungan antara Febrianto dan korban bermula dari perkenalan di aplikasi media sosial atau platform kencan. "Dari barang bukti yang kita sita ada hubungan (pelaku dan korban) di platform media sosial. Ada kesepakatan di antara mereka untuk bersama-sama ke hotel dan akan kita kembangkan lebih dalam lagi," ujar Kombes Pol Johannes Bangun dilansir dari Sriwijaya Post, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya check-in di kamar hotel dengan kesepakatan awal tersangka menyerahkan uang tunai Rp 300 ribu kepada korban. Mereka sempat melakukan hubungan badan. Namun, ketegangan mulai terjadi ketika tersangka mengajak korban untuk berhubungan intim yang kedua kalinya. Korban menolak. Penolakan ini, dikombinasikan dengan kemarahan pelaku karena diminta keluar dari kamar, menjadi pemicu utama aksi keji tersebut. "Pelaku kesal disuruh keluar dari kamar," kata Johannes, menegaskan bahwa motif pemb*nuhan adalah karena pelaku merasa sakit hati dan marah atas penolakan korban. Setelah menghabisi nyawa Anti Puspitasari, Febrianto berusaha menghilangkan jejak dan melarikan diri. Pelaku merampas motor dan telepon genggam (handphone) milik korban.
Never
13,004 Aufrufe โข vor 9 Monaten
0:55
Sensitive content
Viral Video Beg4l S4dis di Bandung, Korban Minta Ampun Tetap Disiksa Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi dugaan pembegalan sadis yang menimpa seorang warga di Bandung. Video yang memperlihatkan tindakan beringas pelaku tersebut memicu kecaman luas dari netizen setelah diunggah oleh akun Threads dengan nama pengguna driixgo. Dalam cuplikan video tersebut, situasi tampak sangat mencekam ketika korban diserang secara brutal menggunakan senjata tajam (sajam). Berdasarkan rekaman yang beredar, korban yang sudah tidak berdaya terdengar sempat berteriak histeris meminta ampun agar pelaku menghentikan aksinya. Namun, jeritan tersebut sama sekali tidak dihiraukan. Terduga pelaku justru terlihat semakin membabi buta menyiksa korban menggunakan senjata tajam yang dibawanya. Aksi kekerasan yang terekam jelas ini memperlihatkan betapa beringasnya pelaku jalanan yang beraksi tanpa memedulikan keselamatan nyawa korbannya. Dalam video yang diduga terjadi pada 31 Mei 2026 itu, penganiayaan tersebut terjadi tepat di area sebuah warung kelontong. Orang-orang yang berada di dalam warung kelontong tersebut hanya terpaku dan terdiam saat menyaksikan langsung aksi dugaan pembegalan sadis di depan mata mereka. Korban sempat berupaya mendekat untuk meminta pertolongan kepada orang-orang di warung. Bukannya dilindungi, korban justru diminta untuk pergi dan mencari tempat lain oleh orang yang berada di warung tersebut. Sikap pasif dari para saksi di lokasi kejadian ini memicu perdebatan hangat di media sosial mengenai hilangnya rasa kepedulian sosial di tengah situasi darurat kriminalitas. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti mengenai titik lokasi tepatnya peristiwa mencekam itu terjadi.
b3'doel๎จ
65,968 Aufrufe โข vor 2 Monaten
