Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

𝐓𝐇𝐄 𝐆𝐑𝐄𝐀𝐓𝐄𝐒𝐓 𝐂𝐋𝐔𝐁 𝐈𝐍 𝐓𝐇𝐄 𝐍𝐀𝐓𝐈𝐎𝐍 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ Hari ini ribuan Bobotoh memenuhi jalanan kota Bandung, atau bahkan jalanan lain di Jawa Barat. Sulit sekali rasanya dicerna oleh akal, secara sukarela Bobotoh sa Alam Dunya merayakan euforia gelar juara ke 5x di era liga professional Indonesia dan 3x secara berturut-turut...

127,039 Aufrufe • vor 4 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Thom Haye Juara di Tanah Pasundan 23 Mei 2026, Thom Haye akhirnya merasakan gelar juara liga untuk pertama kalinya dalam karier klubnya, di usia 31 tahun. Gelandang Timnas Indonesia ini menangis bahagia di tengah euforia Stadion GBLA bersama ribuan Bobotoh saat memastikan gelar juara, cuplikan video memperlihatkan detik-detik Thom Haye kehabisan kata-kata, dan air mata yang mengalir lebih banyak menjelaskan daripada kata-kata. Selama lebih dari 13 tahun di Eropa, dari AZ Alkmaar, Willem II, Heerenveen, hingga Almere Cit. Thom Haye selalu jadi pemain andalan di lini tengah, dia bermain konsisten di level tinggi, tapi gelar liga tak pernah datang. Tawaran demi tawaran, klub berganti, musim demi musim berlalu tanpa trofi liga yang dia impikan Hingga Agustus 2025, dia memilih datang ke Persib Bandung Musim 2025/26 berjalan penuh perjuangan, persaingan ketat dengan Borneo FC sampai pekan terakhir, tekanan yang luar biasa, tapi Thom tetap jadi otak permainan Maung Bandung. Lima gol, lima assist, dan kepemimpinan yang tenang. Selamat, Thom Semoga keberhasilan ini juga tertular saat kamu mengenakan seragam Timnas Indonesia. Pengalamanmu yang panjang, dan kualitasmu diharapkan bisa membawa Garuda ke panggung yang lebih tinggi, dari liga yang baru saja kamu taklukkan, hingga mimpi yang lebih besar bersama Indonesia. Warga Jabar, Rayakanlah! Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin berat akhir-akhir ini, ekonomi yang naik turun, berita yang melelahkan, dan hari-hari yang terasa berputar tanpa henti, Persib Bandung juara datang seperti hujan di musim kemarau. Sepakbola adalah bumbu dan obat bagi kita. Ia memberi rasa, memberi warna, memberi alasan untuk bersukacita, dan melupakan sejenak segala beban,rayakanlah sepuasnya. Biarkan euforia ini mengalir, biarkan anak-anak kecil melihat bahwa mimpi bisa diraih, bahwa kerja keras dan kesetiaan pada warna kesayangan bisa membawa kebahagiaan yang tulus, Besok kita kembali bekerja, kembali berjuang, tapi hari ini…kalian boleh bahagia dengan rasa bangga.

Sudut Garis

45,279 Aufrufe • vor 4 Monaten

Sebenarnya banyak sekali enterpreneur kelas menengah yang punya modal antara 5 sd 10 M. Kalau saja pemerintah negera ini mau serius mendukung pertumbuhan di sektor ekonomi pertanian dan perkebunan, mungkin dalam 10 tahun kemarin Indonesia sudah masuk kembali ke jajaran tiga besar negara Asia yang mandiri dalam industri pangan. Sayangnya bangsa ini telah menyia-nyiakan waktu 10 tahun terbuang begitu saja, dengan mempercayakan kemajuan negara ini ditangan orang yang salah, sehingga habislah sumber daya alam negeri menjadi compang-camping digerogoti hama oligarki yang menjadi antek aseng dan asing. Potensi besar sebagaimana yg digambarkan Helmi Yahya itu memang benar adanya, seandainya saja saat ini tidak terlanjur sibuk di food industry yang berada di hilir, secara pribadi saya pun tertarik ke sektor hulu ini, prospeknya sangat terbuka luas dan menguntungkan. Cuma ya itu tadi, bukan hanya modal saja, tapi harus memiliki waktu yang cukup untuk secara serius menekuni peluang yang baik ini. Dengan 5 Milyar saja sebenarnya sudah cukup untuk mulai memilih bisnis skala kecil industri pangan tertentu yang diinginkan. Bahkan relationship di Twitter (X) ini sebenarnya juga bisa dijadikan titik awal melakukan riset and development dibisnis ini. Misalnya yang paling mendasar soal pengadaan lahan, untuk yang menginginkan lokasi tak jauh dari Jakarta, bisa saja menggali sumber informasi potensi lahan subur dengan kang @Gojekmilitan, mengingat beliau aktif dalam pengembangan Tahfidz Qur’an di daerah Cipunagara, Subang, Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu daerah subur pertanian. (Insyaallah bisnis dunia akhirat dapat ya kang @Gojekmilitan..😊). Subang bisa menjadi alternatif pilihan yang bagus, karena disamping tak jauh dari pusat perkotaan, ketersediaan lahan masih cukup banyak dan harga tanah yang relatif masih terjangkau. Banyak potensi yang dapat dikembangkan disana, seperti peternakan ayam daging, ayam petelur, bebek, budi daya ikan, perkebunan dan pertanian. Sebagai pelaku usaha pangan di sektor hilir, terkadang saya masih sering mengalami kesulitan memperoleh suplai ayam dan bebek, ini membuktikan bahwa peluang pasarnya masih sangat menjanjikan. Jadi gimana, tertarik untuk hijrah dan berekspansi ke sektor industri pangan..?

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

33,854 Aufrufe • vor 2 Jahren

"Stunting , Bocornya Anggaran Kesehatan dan Ketahanan Bangsa" Adakah sahabat yang ikut acara pelatihan yg dibiayai negara, dapat uang tidak suai dg yg tertulis dikertas tanda terima yg kita tandatangani, dengan alasan untuk potong ini itu ? Dan acara yg dibuat dalam undangan resminya misal 3 hari plus 3 hari nginap di hotel, ternyata hanya dilaksanakan 2 hari oleh panitia ? Begitulah… Ini baru satu program yg akhirnya diketahui dan diungkap oleh Pak mengalami kebocoran anggaran, program kesehatan pencegahan stunting. Stunting merupakan satu dari 9 program kesehatan Pak Jokowi yang tidak juga berhasil diselesaikan, padahal 2 periode era pemerintahan Pak Jokowi sudah akan berakhir. Kemenkes layak dapat Rapor Merah, karena 9 dari 10 target program kesehatan Pak Jokowi yang dilaksanakannya berpotensi meleset.(Bappenas) Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan anak lebih rendah daripada standar usianya, akibat kurang gizi jangka panjang atau berulang, biasanya terkait dengan kemiskinan, kesehatan dan gizi ibu yang buruk, sering sakit dan / atau pemberian makanan dan perawatan yang tidak tepat pada awal kehidupan. Stunting mencegah anak-anak mencapai potensi fisik dan kognitif mereka. (WHO) Stunting akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang lemah, tidak mampu mandiri, apalagi untuk mampu bersaing dengan bangsa lain. Kita sudah memasuki era globaliasasi, sesuatu yang memang tidak mungkin ditolak. Mirisnya, pemerintah seakan kurang memperhatikan nasib rakyatnya. Rakyat saat ini sedang kekurangan lapangan pekerjaan, apalagi pandemi lalu menyebabkan banyak orang yang bukan saja kehilangan anggota keluarga tapi juga kehilangan pekerjaan. Belum lagi kebutuhan hidup yang semakin tinggi akibat kenaikan BBM, listrik, gas dan kebutuhan pokok lainnya. Rakyat sungguh dalam kondisi yang sulit. Namun pemerintah terlihat malah semakin membuka peluang bagi WNA untuk masuk bekerja di negara kita, seakan tidak mempertimbangkan semua ini. Sudah bukan pemandangan asing lagi jika kita melihat bahwa WNA yang masuk dan bekerja di negara kita ini ternyata bukan sebagai tenaga ahli. Selalu saja ada alasan untuk hal ini sebagai upaya melegalkannya. Semua ini akan menjadi tantangan berat bagi generasi bangsa kita, mereka harus lebih kuat dan siap lagi untuk mampu bersaing menghadapi bangsa asing di negara sendiri. Namun dengan lahirnya banyak generasi stunting, bukan tidak mustahil akhirnya mereka akan kalah menghadapi persaingan ini sehingga mereka tersingkirkan. Jika para pemimpin negeri ini tidak juga peduli.. Bukan hal mustahil jika kelak rakyat Indonesia, bukan hanya akan menjadi budak namun bahkan akan menjadi tamu (orang asing) teringkirkan dari negeri sendiri. Ngeri 😭 Jangan lupa, sudah banyak rakyat bangsa lain yang mengalaminya...Naudzubillah.. Kembali ke anggaran kemenkes yang bocor.. Jika menjaga amanah uang program stunting saja tidak mampu sehingga bocor, Apa iya akan mampu amanah menjaga informasi genetik (genom) rakyat Indonesia yang merupakan Big Data penting yang menyangkut Ketahanan dan Pertahanan Bangsa ?? Apalagi mau kerja sama dengan asing pula. Maaf, saat ini demi menjaga masa depan bangsa dan negara, kami putuskan untuk #TolakRUUKesehatan Dan Nakes akan terus semangat bersama rakyat #TolakRUUKesehatan yg berpotensi membahayakan keselamatan bangsa dan negara.

Eva Sri Diana Chaniago

29,360 Aufrufe • vor 3 Jahren

Ini Bukan Tentang Gaza (Saja) Saat ini, dalam jeda kemanusiaan 4 hari (kabarnya akan diperpanjang), terjadi pertukaran tawanan. Dunia melihat betapa sandera Israel diurus dengan baik oleh para pejuang Palestina. Mereka yang terluka bahkan dibawa ke RS dan dirawat. (Mereka terluka bukan karena diserang pejuang Palestina ya. Orang2 Israel terluka, bahkan tewas, justru karena serangan serdadu Zionis sendiri; mereka mau menyerang pejuang Palestina, tp melakukannya membabi buta sehingga mengorbankan warga mereka sendiri.) Sebaliknya, para tawanan Palestina, semua menceritakan betapa buruknya perlakuan serdadu Zionis kepada mereka. Sejak bertahun-tahun lalu, Amnesty International dan banyak lembaga kemanusiaan lain yang sudah melaporkan penyiksaan yang dialami oleh para tawanan Palestina. Kata ‘ditahan’ tidak tepat untuk mereka, lebih tepat 'ditawan' atau 'diculik'. Karena faktanya, amat banyak dari mereka yang dipenjarakan semena-mena tanpa ada kesalahan; atau ditimpakan kesalahan yang dibuat-buat tanpa ada bukti. Kalaupun ada yang masuk ke pengadilan, yang mengadili juga rezim Zionis, mana bisa dipercaya: penjajah “mengadili” orang yang dijajahnya. Selama masa jeda 4 hari ini, Israel memang tidak membombardir Gaza. Tapi mereka menggila di Tepi Barat. Tidak ada Hamas di Tepi Barat. Jadi, alasan “membasmi Hamas” tidak bisa dipakai Zionis. Per tanggal 28 Nov, ada 117 tawanan Palestina (orang Tepi Barat semua) yang dilepas oleh Zionis, tapi dalam periode yang sama mereka merangsek rumah-rumah di Tepi Barat, membunuhi warga dan menangkap 116 orang lagi! [Total warga Tepi Barat yang dibunuh Zionis 7 Okt-28 Nov: 239 orang] Jadi, ini bukan tentang Gaza saja. Ini tentang Palestina. Wilayah yang “dijatah” untuk bangsa Palestina hanyalah Gaza dan Tepi Barat (sisanya dianggap milik Israel, secara sepihak oleh PBB dan mayoritas negara-negara dunia yang setuju dengan “two state solution”), padahal seluruh tanah Palestina adalah milik mereka. Tahun 1947, mereka diusir dari tanah mereka, yang sekarang menjadi “negara” Israel. Tapi di wilayah yang tersisa inipun, orang Palestina tidak bisa hidup merdeka. Israel menginginkan semuanya: Gaza ingin mereka kosongkan (rencana mereka: warga Gaza ditampung Mesir, Turki, dan negara-negara lain). Demikian pula Tepi Barat. Inilah rencana sejak awal Israel: menginginkan semuanya, dengan alasan yang dibuat-buat, main klaim ayat “tanah yang dijanjikan.” Israel bisa melakukan segala jenis kejahatan kemanusiaan, karena dipimpin oleh orang-orang haus darah, uang, dan kekuasaan. Buktinya. Simak video ini. Lalu siapa yang bisa membantu Palestina menghadapi penjahat-penjahat itu? PBB tidak berdaya. Harapannya tinggal di masyarakat sipil, di kita. Terus berjuang dengan apa yang bisa dilakukan, minimalnya, terus bersuara di media sosial dan lanjutkan boikot ekonomi. #FreePalestineFromIsraeINOW #IsraeliNewNazism

Dina Sulaeman

32,644 Aufrufe • vor 2 Jahren

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut👇-

Hasyim Muhammad

372,050 Aufrufe • vor 2 Jahren

ANTREAN BBM DI KENDARI MAKIN PANJANG. Wali Kota Kendari bahkan mengaku SAYA JUGA PUSING! Nah, di sinilah masalahnya. Ketika BBM langka atau distribusinya bermasalah, yang pertama kali berhadapan dengan rakyat adalah pemerintah daerah. Warga marah ke wali kota. Warga bertanya ke pemda. Warga menuntut solusi. Tapi keputusan soal ketersediaan dan alokasi BBM banyak ditentukan melalui kebijakan dan kewenangan di tingkat pusat. AKHIRNYA PEMDA YANG KENA SEMPROT, PADAHAL TANGANNYA TERBATAS. Inilah salah satu wajah Indonesia yang masih terlalu JAWA-SENTRIS. Daerah di luar Jawa sering merasa hanya menjadi penonton dalam keputusan-keputusan besar yang dampaknya justru mereka rasakan setiap hari. Sumber daya diambil dari daerah. Tetapi ketika ada masalah distribusi, rakyat daerah harus antre. Ketika harga naik, rakyat daerah yang merasakan. Ketika pelayanan terganggu, kepala daerah yang harus menjelaskan. Lalu ketika kepala daerah bersuara terlalu keras? Di sinilah persoalan politiknya. Banyak kepala daerah akhirnya berada dalam posisi serba salah. Mau melawan kebijakan pusat, takut dianggap pembangkang. Mau mengkritik pemerintah pusat, takut berhadapan dengan partai. Mau memperjuangkan kepentingan daerah, takut dukungan politiknya dicabut. Mau diam? Rakyat sendiri yang menjadi korban. INILAH IRONINYA DEMOKRASI KITA. Kepala daerah dipilih rakyat, tetapi ruang geraknya bisa sangat terbatas ketika berhadapan dengan kekuasaan pusat dan kepentingan politik. Jangan heran kalau banyak kepala daerah akhirnya lebih sibuk menjaga hubungan dengan elite daripada memperjuangkan suara daerahnya. Padahal mereka seharusnya bisa mengatakan: INI RAKYAT KAMI YANG MENDERITA. TOLONG SELESAIKAN. Kendari hari ini memberi kita satu pelajaran: INDONESIA BUKAN CUMA JAKARTA. BUKAN CUMA JAWA. Ada Sulawesi. Ada Kalimantan. Ada Sumatera. Ada Papua. Ada Maluku. Ada Nusa Tenggara. Dan semua daerah punya hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan negara yang layak. Jangan sampai demokrasi hanya berarti rakyat bebas memilih kepala daerah... TAPI SETELAH TERPILIH, KEPALA DAERAH TAKUT MEMBELA RAKYATNYA SENDIRI. Kalau desentralisasi hanya membuat daerah bertanggung jawab atas masalah yang tidak bisa mereka kendalikan, lalu untuk apa otonomi daerah? BBM di Kendari bukan cuma soal antrean. Ini soal: SIAPA YANG PUNYA KEKUASAAN MEMUTUSKAN, SIAPA YANG MENANGGUNG AKIBATNYA, DAN SIAPA YANG BERANI MEMBELA RAKYAT KETIKA KEBIJAKAN PUSAT TIDAK BERES. Kalau pusat terlalu dominan dan daerah terlalu takut bersuara, yang kuat akan terus menentukan. Yang jauh dari pusat akan terus menunggu. DAN RAKYAT? TETAP ANTRE.

Sumatera Adil & Federal

235,611 Aufrufe • vor 24 Tagen

Aksi Pelecehan Seksual Gemparkan Warga Paiton, Seorang Santriwati Jadi Korban ​ – Sebuah insiden pelecehan seksual non-fisik (eksibisionisme) dilaporkan terjadi di kawasan Jembatan Paiton, arah Blok Gajahan, Jawa Timur. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan kini menjadi perhatian serius masyarakat setempat. ​Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa bermula saat korban, seorang santriwati, sedang berjalan kaki melintasi jembatan dari arah barat menuju timur. Pada saat yang bersamaan, seorang pria pengendara motor datang dari arah berlawanan. ​Setelah keduanya berpapasan, pelaku secara tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan melakukan tindakan tidak senonoh dengan sengaja memamerkan alat vitalnya ke arah korban. ​Sadar akan tindakan pelecehan tersebut, korban yang tampak terkejut langsung bergegas lari menyelamatkan diri ke arah barat. Beruntung, situasi di sekitar lokasi kejadian saat itu cukup ramai oleh lalu-lalang warga, sehingga pelaku tidak melakukan tindakan fisik lebih jauh dan segera meninggalkan lokasi. ​Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak-anak, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di tempat umum atau jalanan yang sepi. ​"Kita harus tetap waspada di mana pun berada. Kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan," ujar narator dalam unggahan video tersebut, mengutip pesan waspada yang populer. ​Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk mengenali ciri-ciri pelaku melalui rekaman CCTV guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.
0:46

Sensitive content

Aksi Pelecehan Seksual Gemparkan Warga Paiton, Seorang Santriwati Jadi Korban ​ – Sebuah insiden pelecehan seksual non-fisik (eksibisionisme) dilaporkan terjadi di kawasan Jembatan Paiton, arah Blok Gajahan, Jawa Timur. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan kini menjadi perhatian serius masyarakat setempat. ​Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa bermula saat korban, seorang santriwati, sedang berjalan kaki melintasi jembatan dari arah barat menuju timur. Pada saat yang bersamaan, seorang pria pengendara motor datang dari arah berlawanan. ​Setelah keduanya berpapasan, pelaku secara tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan melakukan tindakan tidak senonoh dengan sengaja memamerkan alat vitalnya ke arah korban. ​Sadar akan tindakan pelecehan tersebut, korban yang tampak terkejut langsung bergegas lari menyelamatkan diri ke arah barat. Beruntung, situasi di sekitar lokasi kejadian saat itu cukup ramai oleh lalu-lalang warga, sehingga pelaku tidak melakukan tindakan fisik lebih jauh dan segera meninggalkan lokasi. ​Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak-anak, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di tempat umum atau jalanan yang sepi. ​"Kita harus tetap waspada di mana pun berada. Kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan," ujar narator dalam unggahan video tersebut, mengutip pesan waspada yang populer. ​Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk mengenali ciri-ciri pelaku melalui rekaman CCTV guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

Never

137,962 Aufrufe • vor 4 Monaten

𝐆𝐄𝐍𝐄𝐑𝐀𝐒𝐈 𝐏𝐄𝐋𝐀𝐍𝐆𝐈🌈 Kalau mau jujur dan sportif, mental sebagian besar kaum elite nasionalis hari ini jauh lebih pengecut dibanding dengan kelompok yang sama pada era 1997-1998. Hanya segelintir saja yang berani keluar dari zona kenyamanan hidup, menggugat, menerjang dan melawan kebengisan arogansi tirani kekuasaan. Sejarah pernah mencatat untuk dikenang, bagaimana militannya mahasiswa dalam peristiwa Malari tahun 1974, sejarah juga mencatat bagaimana heroiknya pergerakan para aktivis ditahun 1998. Namun setelah lewat 25 tahun dari catatan terakhir 1998, sejarah tak pernah lagi mencatat pergerakan aktivis dan mahasiswa tahun 2019, 2020 atau 2023. Apakah itu berarti Indonesia baik-baik saja sehingga tidak lagi ada yang perlu diperjuangkan ?, anehnya ketika pertanyaan ini suarakan, banyak yang menjawab “hari ini jauh lebih buruk dari 1974 dan 1998”. Sesungguhnya apa yang terjadi saat ini tak kurang busuk dan bejatnya dari apa yang dilawan dahulu, yakni korupsi kolusi dan nepotisme yang baunya jauh lebih busuk dari sampah didasar gorong-gorong jagal babi. Kalau pun ada yang berani bersuara, ternyata orang-orangnya masih tokoh di tahun 1974 dan 1998 itu juga, bedanya sekarang fisik mereka sudah menua, mentalnya saja yang masih tetap keras dan berani. Ada apa dengan mentalitas dan kepribadian bangsa yang nenek moyangnya dulu sering di elu-elukan sebagai pelaut yang gagah berani ini ?. Apakah generasi yang lahir pasca tahun 2000 ini telah teracuni oleh polusi budaya luar yang membuat tulang belulangnya menjadi lunak ? Di Mexico masyarakat secara beringas merangsek otoritas setempat karena kematian Giovanni Lopez, seorang warga dalam tahanan kepolisian negara bagian Jalisco, Mexico. Di Amerika Serikat kerusuhan merebak ketika Goerge Floyd tewas kehabisan napas setelah diinjak lehernya oleh seorang anggota kepolisian di Kota Minneapolis, Minnesota. Di Perancis kerusuhan besar, pembakaran dan penjarahan toko, rumah walikota dibakar ketika terjadi penembakan oleh polisi terhadap anak berusia 17 tahun bernama Nahel Merzouk di Paris. Di Indonesia………?? Tanpa dibacakan pun, sudah banyak yang tau dan paham, bagaimana reaksi spontanitas penduduknya ketika insiden yang melukai rasa kemanusiaan dan keadilan mengangkang persis didepan biji mata masing-masing warganya. Tanpa disadari, sesungguhnya mental bangsa ini berangsur-angsur telah berevolusi dari mental Macan Siliwangi Bandung 23 Maret 1946 dan mental Singo Menggolo Surabaya 10 November 1949 menjadi mental Bebek Angon sepanjang hampir satu dasawarsa terakhir ini. Itu sebab orang-orang seperti Syahganda Nainggolan, Egi Sudjana, Rocky Gerung, Hb.Rizieq Shihab, Rizal Ramli, Komjen Pol Dharma Pongrekun, Jend.(Purn).Gatot Nurmantyo, aktivis muda Nicho Silalahi adalah sedikit dari mereka patut diapresiasi karena telah berani menerjang arus kekuasaan walaupun tidak memiliki basis partai politik yang melindungi. Selebihnya kebanyakan adalah politisi-politisi oportunis atau bahkan wakil-wakil rakyat yang lebih memilih diam menunggu manisnya kemenangan tanpa mau ikut merasakan sakitnya perjuangan. Mental para mahasiswa pun sudah tak lagi se-cadas mental Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie yang berani menantang peluru dan gas air mata, bukan mental anak mami yang baru mendengar sirine mobil patroli saja sudah lari tunggang langgang. Pertempuran 2024 mungkin saja pertempuran besar terakhir, walaupun pertarungannya sebatas mengawal kotak dan perhitungan suara, namun itu bisa jadi satu-satunya kesempatan yang tersisa untuk menuju perubahan yang lebih baik. Jika untuk memperjuangkan pemilu yang jujur dan adil pun bangsa ini tak jua berani mengangkat kepala, membuka mata dan telinga, menggerakkan tangan dan kaki mereka untuk memperjuangkan kejujuran dan kebenaran, mungkin bangsa ini tidak akan pernah tau lagi, apakah masih ada kesempatan dimasa depan untuk mengubah nasibnya sendiri.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

18,073 Aufrufe • vor 3 Jahren

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu ✌️ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw 🙏). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana 🫡👏 Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana 👏 Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke 🫶💌

Gigiiih 🍀💎🦖

45,430 Aufrufe • vor 1 Jahr

KDM SANG GUBERNUR BANCI 🚨 Petani Sukajaya Dibanting Aparat, Mana Kamera & suara KDM sang BANCI ITU Sebuah rekaman memilukan mendadak viral, Petani asli Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertahan secara damai demi mempertahankan ruang hidup dan mata air mereka, diduga mengalami tindakan represif hingga dibanting oleh oknum aparat yang menjadi bemper korporasi swasta (PT PMC). Di saat tubuh petani Sukajaya diinjak-injak dan dituduh KRIMINAL oleh narasi korporasi, publik Jawa Barat menanti suara sang Gubernur BANCI. Namun, yang didapat rakyat justru keningin dan kesunyian dari Gedung Sate. Mari kita cermati wak, kepemimpinan berbasis Konten vs Kebijakan Nyata ini secara objektif 1. Eksploitasi Kemiskinan demi Konten, Tapi Bungkam Saat Hadapi Oligarki Publik sudah sangat terbiasa melihat KDM tampil heroik di platform medsos marah-marah ke warga kecil, menangisi nasib lansia di desa, atau membagi-bagikan uang tunai di depan kamera YouTube demi angka VIEWS dan ENGAGEMENT. Namun, ada pola berbahaya yang kian membatu wak. - Ketika rakyat miskin berhadapan dengan masalah personal, KDM hadir lengkap dengan kamera produksi. - Namun ketika rakyat kecil berhadapan dengan raksasa oligarki, penggurusan lahan, dan represi aparat seperti di Sukajaya Bogor, kamera mendadak mati dan suara sang Gubernur BANCI hilang. Apakah air mata dan simpati itu hanya berlaku jika subjeknya bisa dijadikan komoditas konten yang tidak berisiko politik? 2. Tanda Tangan Gubernur Lebih Membela Rakyat Dibanding 1.000 Video YouTube Tugas utama seorang Gubernur adalah tugas MANAJERIAL dan POLITIS STRATEGIS, menerbitkan Pergub, menyusun Perda perlindungan lahan pertanian, serta memanggil Kapolda untuk menghentikan represi aparat terhadap warga sipil. Satu lembar surat keputusan atau tanda tangan Gubernur jauh lebih sanggup menyelamatkan masa depan ribuan petani dibanding ratusan episode drama NGONTENIN orang MISKIN. KDM dipilih untuk mengeksekusi wewenang negara, bukan untuk menjadi CONTENT CREATOR berbekal rompi dinas! 3. Ambisi Pilpres 2029 di Atas Penderitaan Warga Jawa Barat Gaya kepemimpinan yang minim eksekusi struktural namun gila pencitraan ini memicu spekulasi yang kian terang benderang wak. Apakah Jawa Barat hanya dijadikan BATU LONCATAN dan panggung baliho berjalan demi mengejar elektabilitas Pilpres 2029? Jika energi dan anggaran waktu Gubernur habis untuk safari pencitraan dari satu kamera ke kamera lain demi tabungan modal politik 2029, maka rakyat Sukajaya dan seluruh warga Jabar yang tertindas konflik agraria akan terus menjadi korban pembiaran sistemik. Hentikan eksploitasi narasi kerakyatan jika pada praktiknya rakyat yang dibanting aparat justru dibiarkan berjuang sendirian! Masyarakat Jawa Barat menuntut kerja nyata, sanjungan kebijakan, dan ketegasan pasang badan dari seorang Gubernur bukan sekadar konten drama harian di YouTube. #AllEyesOnSukajaya ✊ Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah kalian setuju tugas Gubernur adalah membuat aturan tegas untuk rakyat, bukan sekadar ngonten?

Sumatera Adil & Federal

223,282 Aufrufe • vor 1 Monat

𝗠𝗔𝗟𝗔𝗬𝗦𝗜𝗔 𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗔𝗗𝗔 𝗖𝗛𝗜𝗣 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗧𝗘𝗠𝗣𝗢𝗛 𝟱 𝗧𝗔𝗛𝗨𝗡 Ada satu berita positif mengenai Malaysia yang tenggelam di tengah-tengah banyak cerita negatif dan keputusan pilihanraya akhir-akhir ini. Minggu ini, Malaysia melangkah setapak lagi untuk menukar wajah industri elektronik kita - dari menjadi tukang pasang saja, kepada pencipta chip elektronik yang dipakai dalam pelbagai aplikasi moden. Ia satu perkara yang sentimental kepada saya. Sebagai Menteri Ekonomi, saya diberi tanggungjawab untuk merancang. Kementerian Ekonomi tidak ada kuasa untuk melaksanakan. Kalau perancangan itu baik, setelah sudah dibuat semua, program atau dasar itu akan diambil oleh kementerian atau agensi lain. Ada program yang dibangunkan, bila diserahkan kepada kementerian lain, berjalan dengan baik. Contohnya Dasar Gaji Progresif. Ada dasar yang pada mulanya dipersetujui bersama, bila telah dibangunkan, dibangkang oleh kementerian lain. Ada banyak kes begini. Ada juga yang ditentang habis-habisan oleh beberapa menteri lain, tetapi saya bertegas sehinggalah berjalan, bila dah berjalan, menteri yang mati-matian menentang itu - merekalah yang paling kedepan tersenyum berjabat tangan. Ini pengalaman pahit manis saya cuba merombak dan menaik taraf industri semikonduktor negara. Salah saya hanyalah kerana ada angan-angan. Angan-angan saya ialah untuk melihat kita beralih dari menjadi kilang tukang pasang yang nilainya rendah, kepada negara yang mencipta dan biar orang pasang barang kita. Dari Made in Malaysia kepada Made by Malaysia, kerana bila kita cipta sendiri, untung yang lebih tinggi bukan sahaja memberi nilai ekonomi, ia mewujudkan pekerjaan bergaji dan berkepakaran tinggi kepada anak-anak kita. Idea ini bukanlah angan-angan Mat Jenin sangat sebab negara lain seperti China, Korea Selatan dan Taiwan pun ambil pendekatan yang sama. Orang kita senang terkeliru bila ada kilang besar dibuka di Malaysia. Kita ingat itu secara automatik akan memindahkan teknologi. Sebenarnya tidak. Kalau kilang itu dibangunkan oleh syarikat global hanya untuk memasang, maka kita hanya digaji untuk memasang. Sebab itu negara lain telah lama memberi tumpuan kepada membangunkan harta intelek, atau IP sendiri. Saya berpandukan kepada pengalaman China, Korea Selatan dan Taiwan dalam usaha menukar hala tuju industri semikonduktor. Mereka membeli IP asas untuk membuat chip. Dari IP asas itu, mereka perbaiki dan hasilkan IP mereka sendiri. Berdasarkan IP itu, mereka cipta chip yang dijual diseluruh dunia. Angan-angan inilah yang menghasilkan Silicon Vision yang dibangunkan oleh Kementerian Ekonomi, dengan cita-cita menghasilkan chip ciptaan Malaysia dalam tempoh 5 tahun. Maklumat lanjut boleh dibaca di Kami berjaya berunding dengan ARM, iaitu syarikat IP chip terkemuka dunia untuk membangunkan satu program chip nasional bagi sebuah negara, iaitu program pertama seumpamanya di dunia yang dipersetujui ARM. ARM adalah syarikat yang mencipta chip yang memonopoli pasaran chip dunia. Lebih 90% dari chip yang digunakan di dalam telefon pintar, gajet dan pelbagai peralatan moden dicipta oleh ARM. Saya yakin majoriti rakyat yang mengikuti bersetuju bahawa ini jalan ke depan untuk memodenkan ekonomi kita. Semua ahli akademik, profesor, pakar-pakar netizen kuat bersyarah bahawa kita mesti meningkatkan penghasilan teknologi. Tapi bila sampai nak buat, masing-masing toleh kiri toleh kanan. Itulah pengalaman pahit manis saya - bila dah siap semua, paling saya terkejut ialah bangkangan mati-matian itu banyaknya berdasarkan kepada hujah “kita belum bersedia”. Hujah yang diberikan kepada saya: berapa banyak syarikat yang boleh buat ni? Sebenarnya kita telah kenal pasti dari awal syarikat-syarikat yang berpotensi untuk mencipta chip Made by Malaysia dalam tempoh 5 tahun dari sekarang. Memang bukan semua syarikat tempatan boleh mencipta chip elektronik. Tetapi untuk menghasilkan lima syarikat Malaysia dalam tempoh 10 tahun itu boleh. Dan ada syarikat global yang ingin datang melabur dan menjadi sebahagian dari program pembangunan cip dengan ARM ini. Akhirnya dalam tempoh kurang dari 9 bulan setelah Kementerian Ekonomi melancarkan Silicon Vision, dua syarikat pertama diterima masuk ke dalam program ini. Satu syarikat tempatan iaitu Skyechip, iaitu syarikat yang ditubuhkan oleh jurutera-jurutera yang pernah bekerja dengan gergasi dunia seperti Intel. Mereka adalah antara syarikat tempatan yang meneraju penciptaan chip di Malaysia. Satu lagi ialah syarikat antarabangsa, iaitu XPeng, pembuat kereta elektrik mewah dari China yang menawarkan EV berteknologi tinggi. Perbincangan saya dengan XPeng awal tahun ini meneroka pembangunan bersepadu: mereka membangunkan chip yang direka Malaysia dan akan digunakan di dalam kereta-kereta mereka di seluruh dunia. Ini termasuk membuka pusat pembangunan chip di Malaysia yang menggunakan kepakaran tempatan. Pembangkang, dan kini penyokong kerajaan, selalu menuduh yang kerja saya tidak berbekas. “Sekarang baru bising, masa jadi menteri tidak buat apa” Ada segelintir orang kita yang suka nampak benda di depan mata. Berapa banyak projek diumum, berapa banyak wang diagihkan. Yang ini konon banyak buat kerja. Mereka tidak gemar perkara-perkara yang rumit. Kalau terang pun dia suruh lukis. Menteri yang cuba ubah sesuatu ke arah lebih baik secara radikal dengan pasang cita-cita besar, menteri itu sebenarnya bodoh. Sebab usaha itu tidak dapat tepukan dari rakyat di luar, dan mendapat tentangan dari dalam kerana mencabar status quo. Tapi kalau kita pasang niat jadi menteri untuk ubah keadaan, bukan untuk makan duit atau bermewah dengan kedudukan, satu-satunya kepuasan ialah apabila angan-angan Mat Jenin kita jadi kenyataan. Saya harap dalam 4-5 tahun dari sekarang, apabila Malaysia melancarkan cip ciptaan Malaysia yang pertama, saya akan tersenyum puas.

Rafizi Ramli

12,826 Aufrufe • vor 10 Monaten

Bagaimana Platform Mendeteksi Usia Tanpa Verifikasi ID? Saya sangat mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital secara resmi menerbitkan Peraturan Menteri sebagai turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), yang menunda akses anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring. Alasannya sudah disampaikan Menkomdigi. Clear. Itu problem besar kita. Negara lain, spt China, justru jauh lebih ketat dibanding Indonesia dan sudah melakukannya sejak lama. China tidak hanya melarang anak membuat akun medsos, tapi mengatur ekosistem digital anak secara menyeluruh dan berlapis, dari level konten, level platform, hingga level perangkat keras. China sebenarnya model referensi yang lebih relevan secara geopolitik untuk Indonesia dibanding Australia, keduanya negara non-Barat dengan populasi besar dan konteks digital yang mirip. Yang menarik, Indonesia justru melampaui China dalam satu hal, yakni melarang akun medsos secara eksplisit per platform berdasarkan usia, sesuatu yang belum dilakukan China secara langsung. Rencananya, implementasi dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026, mencakup YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Pertanyaan Besar Naaah.... yang jadi pertanyaan banyak netizen adalah: bagaimana teknis deteksi usianya? Pake KTP? Belum punya. Pake form tanggal lahir? Mudah dimanipulasi. TErkait teknis pembatasan, saya pernah bertanya ke perwakilan TikTok Indonesia. Apakah platform sebenarnya bisa mendeteksi usia anak, dari pola akses mereka, misal anak sekolah tidak akses pada jam2 sekolah, konten yang mereka buka, komentar yang mereka tuliskan? Dia bilang, Tiktok bisa tahu dari parameter2 ini. Bagaimana Platform Mendeteksi Usia? 🔴 TikTok — Paling agresif dalam video scanning TikTok telah mengonfirmasi bahwa mereka memindai video publik pengguna untuk menginferensi usia. Salah satu sinyal unik yang digunakan adalah dengan memindai komentar di posting ulang tahun ("Happy Birthday") di mana usia pengguna mungkin tersebut. Sistem TikTok menganalisis profil pengguna, video yang diposting, dan sinyal perilaku untuk memprediksi apakah akun tersebut milik pengguna di bawah umur. Setelah AI menandai akun, moderator manusia mereview akun-akun tersebut sebelum pemblokiran dilakukan — bukan otomatis ban langsung. Sistem ini mengidentifikasi pola yang mungkin mengindikasikan pengguna lebih muda dari yang diklaim, seperti nada video, sifat interaksi, atau sinyal keterlibatan lainnya. Untuk verifikasi lanjutan (saat akun diperdebatkan), TikTok bermitra dengan layanan seperti Yoti untuk estimasi usia berbasis biometrik wajah — sistem menganalisis karakteristik wajah untuk memperkirakan usia, tanpa menyimpan foto secara permanen. 🔵 Instagram/Meta — "Adult Classifier" AI paling canggih Sistem adult classifier Meta menganalisis sinyal perilaku untuk mengkategorikan pengguna sebagai di bawah atau di atas 18 tahun. AI memeriksa profil pengguna, daftar follower, interaksi konten, dan postingan seperti pesan ulang tahun dari teman. Misalnya, profil yang mengikuti influencer bertema remaja atau berinteraksi dengan konten terkait sekolah dapat memicu pemeriksaan lebih lanjut. Meta juga menandai akun yang dibuat dengan email atau device ID yang sama tetapi dengan tanggal lahir berbeda — ini mencegah remaja lolos dengan membuat akun baru. Jika teman pengguna memposting sesuatu seperti "Screaming happy 15th birthday to my best friend", tim evaluasi internal Meta akan melabeli pengguna tersebut sebagai remaja. Instagram juga menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk memindai caption dan pesan terhadap pola bahasa yang khas dari pengguna yang lebih muda. 🔴 YouTube/Google — Berbasis riwayat tontonan Sistem AI YouTube bergantung pada sinyal seperti jenis video yang dicari dan ditonton pengguna, serta sudah berapa lama akun aktif, untuk menentukan apakah mereka berusia di bawah 18 tahun. Pengguna dewasa yang salah diidentifikasi sebagai remaja harus mengunggah KTP, kartu kredit, atau selfie untuk membuktikan usia mereka. Google dan YouTube sangat mengandalkan sinyal perilaku yang terkait dengan riwayat tontonan dan aktivitas akun untuk menginferensi usia — baru kemudian meminta KTP atau kartu kredit ketika sistem merasa tidak yakin. 🟣 Facebook/Threads — Lintas platform Meta Facebook dan Threads menggunakan infrastruktur yang sama dengan Instagram. Instagram menyatakan bahwa mereka mungkin mencoba mencocokkan usia pengguna di Facebook dengan usia yang dinyatakan di Instagram, bersama dengan penggunaan "banyak sinyal lain" yang tidak diungkapkan. 🟡 Roblox — Orientasi pada perilaku anak di bawah umur Roblox secara khusus fokus pada deteksi perilaku anak. Mereka menganalisis pola chat, jenis game yang dimainkan, dan waktu sesi bermain. Perilaku khas anak (bahasa yang digunakan, pola waktu bermain di jam sekolah/malam) menjadi sinyal utama. ⚪ X (Twitter) & Bigo Live X saat ini paling lemah dalam deteksi usia berbasis perilaku — lebih mengandalkan laporan komunitas dan verifikasi manual. Bigo Live menggunakan moderasi konten live streaming secara real-time, termasuk deteksi wajah untuk usia. Keterbatasan Sistem Sistem-sistem ini gagal dengan cara yang dapat diprediksi. False positive sangat umum — platform mengidentifikasi orang dewasa dengan wajah muda, orang dewasa yang berbagi perangkat keluarga, atau memiliki penggunaan yang tidak biasa, sebagai remaja. Sementara false negative juga persisten — remaja dengan cepat belajar cara mengelabui sistem dengan meminjam KTP, berganti akun, atau menggunakan VPN. Bukan Sekadar Pembatasan, Perlu ada Substitusi Menurut saya, ini harus dimulai. Pasti ada kekurangan di awal. Yang penting terus disempurnakan sambil belajar dari yang sudah berhasil seperti China. Poin kunci yang membuat model China berbeda adalah mereka tidak hanya melarang, tapi menyediakan alternatif yang dikurasi secara aktif oleh negara. Douyin "Youth Mode" — fitur-fiturnya sangat spesifik: Fitur Youth Mode Douyin antara lain: jeda wajib lima detik antar video untuk mengurangi risiko adiksi, batas 40 menit per hari hanya antara jam 6 pagi sampai 10 malam, dan konten diganti dengan materi edukatif seperti eksperimen sains, pameran museum, dan penjelasan sejarah. Di sisi konten, mode remaja Douyin melarang berbagai jenis konten ditampilkan, termasuk video prank, "takhayul", dan konten tempat hiburan seperti klub dansa atau karaoke yang memang tidak boleh dimasuki remaja. Setiap akun juga dihubungkan ke identitas asli pengguna, dan teknologi pengenalan wajah digunakan untuk memantau pembuatan konten live streaming. Bahkan ada aplikasi anak tersendiri. ByteDance meluncurkan aplikasi khusus anak bernama Xiao Qu Xing ("Little Fun Star") — seperti Douyin tapi hanya berisi konten edukatif, dibatasi 40 menit per hari dengan default 30 menit di hari kerja, dan orang tua bisa menurunkan batas waktu hingga hanya 15 menit per hari. Kesimpulan Jadi konfirmasi dari perwakilan TikTok itu akurat dan berdasar — platform memang sudah jauh melampaui sekadar mengandalkan tanggal lahir yang diinput. Namun tantangan terbesarnya untuk konteks Indonesia adalah sinyal seperti "cross-platform account matching" dan "device ID linking" akan sangat efektif, tapi sinyal berbasis konten (bahasa, NLP) perlu dilatih ulang untuk Bahasa Indonesia dan dialek lokal agar akurasinya setara dengan deployment di pasar Barat. Harusnya ini ndak jadi masalah, mengingat perkembangan AI yang sudah sangat maju.

Ismail Fahmi

61,586 Aufrufe • vor 7 Monaten

🚨 URGENT LATE-NIGHT BREAKING UPDATE PUKUL 22.40 WIB JAKARTA! DEMO UTAMA USAI, NAMUN POP-UP "PASUKAN KAMIKAZE" MEMICU POTENSI CHAOS BARU! ⚠️🔥 Situasi terkini di Jakarta (Kamis, 27 Agustus 2026) hingga pukul 22.40 WIB masuk ke fase paling krusial dan rawan. Meskipun gelombang utama massa aksi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di depan Gedung DPR RI maupun arteri Slipi dilaporkan telah membubarkan diri, kondisi lapangan BELUM SEPENUHNYA AMAN! Laporan terkini dari berbagai titik menyebarkan alert terkait munculnya sekelompok elemen nekat / "pasukan kamikaze" kelompok massa tanpa identitas dan komando yang jelas yang sengaja bertahan, memancing gesekan, dan melakukan aksi pembakaran serta perusakan menyebar (hit-and-run) di gang-gang pemukiman dan koridor jalan utama! MENGAPA FASE PUKUL 22.40 WIB INI SANGAT BERBAHAYA? 1. Taktik "Kamikaze" & Kerusuhan Terfragmentasi Berbeda dengan aksi terpusat di siang-sore hari, kelompok nekat ini bergerak dalam kelompok-kelompok kecil (anarkis/provokator) yang menyasar fasilitas publik, barikade jalan, hingga pos-pos keamanan. Tindakan nekad tanpa kalkulasi ini sengaja memancing reaksi keras dari aparat penyisir malam. 2. Risiko Penyisiran Masif (Night Sweeping) Munculnya kelompok provokatif ini memicu pergerakan peleton gabungan Brimob dan aparat keamanan untuk melakukan sweeping (penyisiran skala besar) hingga ke area pemukiman di Slipi, Petamburan, Palmerah, hingga Pejompongan. 3. Bahaya Bagi Warga & Massa Aksi yang Hendak Pulang Massa aksi damai yang tersisa dan sedang mencari jalan pulang justru berada dalam posisi paling rentan: bisa terjebak di antara bentrokan susulan kelompok kamikaze ini dengan aparat penyisir, atau menjadi korban salah tangkap dan paparan gas air mata sisa. PANDUAN KESELAMATAN SEGERA (JAM 22.40 WIB): • UNTUK MASSA AKSI & WARGA: SEGERA TINGGALKAN KORIDOR CONFLICT ZONE! Jangan bertahan di jalanan hanya untuk menonton (*gawker*)! Kelompok nekat ini bertindak tanpa arah yang jelas. SEGERA EVAKUASI DIRI keluar dari perimeter Senayan, Slipi, Palmerah, Pejompongan, dan Petamburan. • LEPASKAN ATRIBUT & BERGERAK DALAM KELOMPOK KECIL YANG AMAN Bagi mahasiswa atau elemen yang mau pulang, simpan almamater/atribut aksi di dalam tas. Gunakan pakaian kasual netral dan pulang secara bersama-sama melalui rute aman yang jauh dari titik pembakaran. • WARGA RESIDENSIAL: KUNCI PINTU & JANGAN TERPROVOKASI KELUAR GANG Bagi warga Pejompongan, Slipi, dan Petamburan, tetap berada di dalam rumah dan kunci pagar gang permukiman. Hindari memberi ruang bagi kelompok nekat yang mencoba menjadikan gang warga sebagai benteng pelarian. • SALING BERBAGI RUTE AMAN EVAKUASI Akses Tol Dalam Kota dan beberapa jalan arteri masih lumpuh/dibatasi. Gunakan jalur arteri jauh seperti Harmoni - Gajah Mada atau Koridor Senopati - Blok M jika ingin melintas ke arah Jakarta Selatan/Utara. Aspirasi sudah disampaikan, kini fokus utama adalah KESELAMATAN NYAWA dan mencegah Jakarta jatuh ke dalam skenario kerusuhan malam yang tidak terkendali! 🙏⚡ Tetap waspada, saling jaga komunikasi dengan keluarga dan tim! Bagi yang masih berada di lokasi atau tahu titik pergerakan kelompok nekat ini jam 22.40 WIB, TULIS UPDATE PRESISI DAN RUTE AMAN DI KOLOM KOMENTAR! 👇

Sumatera Adil & Federal

204,496 Aufrufe • vor 1 Monat

Petani di Italia Italia memang menarik. Saat berkendara dari Milan ke Bari, ke Matera, lalu Bologna, kita melewati hamparan pertanian yang sangat luas. Namun berbeda dengan Indonesia yang banyak sawah padi, pertanian Italia didominasi oleh tanaman bernilai ekonomi tinggi. 1. Anggur (Grapes) 🍇 Ini adalah komoditas paling terkenal. Italia secara rutin menjadi salah satu produsen anggur terbesar di dunia, bersaing dengan France dan Spain. Daerah utama: Tuscany Piedmont Veneto Puglia Menariknya, wilayah Puglia yang kami kunjungi merupakan salah satu penghasil anggur terbesar di Italia. Banyak kebun anggur yang terlihat dari jalan raya sebenarnya memasok industri wine nasional. 2. Zaitun dan Minyak Zaitun 🫒 Kalau di Indonesia sawah menjadi pemandangan umum, di Italia selatan yang umum adalah kebun zaitun. Khusus wilayah: Puglia Calabria Sicily Puglia sendiri menghasilkan sekitar separuh produksi minyak zaitun Italia pada banyak musim panen. Pohon-pohon zaitun yang kami lihat banyak yang berumur ratusan tahun, bahkan ada yang lebih dari seribu tahun. 3. Gandum 🌾 Italia adalah produsen utama gandum durum, bahan baku pasta. Daerah: Emilia-Romagna Puglia Sicily Jadi pasta Italia bukan hanya soal resep, tetapi juga karena bahan bakunya memang diproduksi sendiri dalam jumlah besar. 4. Tomat 🍅 Italia adalah salah satu eksportir produk tomat terbesar dunia. Tomatnya manis-maniiiis. Daerah utama: Campania Puglia Emilia-Romagna Sebagian besar saus pasta dan pizza berasal dari industri pengolahan tomat yang sangat besar. 5. Apel 🍏 Banyak orang tidak tahu bahwa Italia adalah salah satu produsen apel terbesar Eropa. Terutama di: South Tyrol Trentino Wilayah pegunungan Alpen yang dingin sangat cocok untuk apel berkualitas tinggi. 6. Buah-buahan Mediterania 🍊 Jeruk Lemon Mandarin Kiwi Yang menarik, Italia justru merupakan salah satu produsen kiwi terbesar dunia, sesuatu yang sering dikira hanya berasal dari New Zealand. --- Kenapa pertanian Italia terlihat makmur? Ada beberapa faktor: 1. Lahan diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun. 2. Nilai tambah tinggi, bukan menjual bahan mentah, tetapi menjadi wine, olive oil, keju, pasta, dan produk premium. 3. Koperasi petani kuat sehingga petani kecil tetap punya daya tawar. 4. Agrowisata (agriturismo) berkembang pesat. Banyak kebun anggur, zaitun, atau pertanian yang juga menjadi hotel, restoran, dan destinasi wisata. Ini yang menarik untuk dibandingkan dengan KensVil. Di Italia, banyak desa bertahan bukan karena hasil pertaniannya saja, tetapi karena berhasil mengubah pertanian menjadi pengalaman wisata dan gaya hidup. Orang datang untuk memetik anggur, belajar membuat keju, melihat kebun zaitun, menginap di farm stay, lalu membeli produk lokal. Nilai ekonominya berlipat dibanding hanya menjual hasil panen. Karena itu, saat kami melintasi Puglia menuju Bari, sebenarnya kami sedang melewati salah satu "lumbung" Italia untuk tiga komoditas utama sekaligus yaitu zaitun, anggur, dan gandum durum untuk pasta. Itu sebabnya hamparan lahannya tampak sangat luas dan tertata rapi.

Ismail Fahmi

11,410 Aufrufe • vor 4 Monaten

Treat Culture: Bahagia Versi Generasi Lelah Pernahkah kamu merasa hidup terlalu serius, lalu tiba-tiba masuk ke kafe mahal, memesan latte dan croissant hanya untuk merayakan “hidup”? Nah, di situlah treat culture lahir. Sebuah tren yang diawali Gen Z dan kini menjalar ke semua usia — merayakan momen kecil lewat indulgensi sederhana: kopi enak, kue lucu, lip balm baru, atau sekadar menonton tiktok live shopping. Ini bukan sekadar impuls belanja, tapi cara memberi jeda bagi diri di tengah tekanan hidup. Fenomena ini punya akar panjang. Dalam serial Parks and Recreation (2011), ada episode legendaris “Treat Yo Self” — dua tokoh memanjakan diri seharian dengan barang-barang mewah kecil. Gen Z menjadikannya kebiasaan harian, terutama setelah pandemi. Di dunia yang tak pasti — ekonomi goyah, perubahan iklim, masa depan suram — mereka memilih mencari kebahagiaan kecil sekarang, bukan nanti. Sebuah investasi untuk diri sendiri. Secara psikologis, ini mekanisme bertahan hidup yang manis sekaligus berisiko. Di era digital serba cepat, dopamin datang dari “klik beli sekarang”. Ada pula lipstick effect — saat krisis, orang mengganti kemewahan besar dengan yang kecil agar tetap merasa berdaya. Tak heran, survei Bank of America (2025) mencatat 57% Gen Z membeli “treat” tiap minggu, walau 60% sadar mereka overbudget. Namun di baliknya ada paradoks. Treat bisa menjadi bentuk self-care, tapi juga pelarian. Ia memberi kendali sesaat, tapi tak menyentuh akar kelelahan. Maka nikmati, tapi sadari. Jadikan treat sebagai jeda, bukan pelarian. Islam pun mengajarkan keseimbangan. Allah berfirman: “Carilah dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari dunia.” (QS al-Qashash [28]:77) Ayat ini seolah berbisik lembut: boleh menikmati dunia, asal tidak melupakan arah. Semua pencapaian layak untuk dirayakan. Semua hal-hal kecil bisa jadi cara kita memvalidasi hidup. Semua rasa lelah, bahkan yang tak terlihat, pantas mendapat penghargaan — asal tidak membuat kita lupa pada siapa sumber segala nikmat. Tabik, Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

13,709 Aufrufe • vor 1 Jahr

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah

Muhammadiyah

94,487 Aufrufe • vor 6 Monaten

𝗝𝗔𝗠𝗘𝗦 𝗖𝗛𝗔𝗜, 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗔𝗠𝗘𝗦 𝗕𝗢𝗡𝗗 Cerita-cerita yang keluar dari SPRM kebelakangan ini seperti episod-episod K-Pop. Sejak Ketua Pesuruhjaya SPRM, Tan Sri Azam Baki dituduh terpalit dengan pelanggaran peraturan kepemilikan saham dan pendedahan hubungan mesra SPRM dengan mafia korporat oleh Bloomberg, saban beberapa hari kita akan didedahkan dengan episod terbaru yang banyak plot twist. Cuma daya khayalan kita tak pernah sampai ke plot twist episod terkini, iaitu kemunculan watak James Chai ala James Bond yang keluar dari Azam Baki. Penulis skrip di belakang tabir patut diberikan duit raya yang lebih tahun ini. Skrip ini mungkin boleh kita pitch kepada Netflix, satu hari nanti jadi siri hebat yang ditonton di seluruh dunia. Ikut naratif yang sedang dibangunkan pencatur-pencatur, James Chai ini adalah seorang anak Cina yang licik sehingga berjaya memperdaya keseluruhan kerajaan di dalam satu skandal penyelewengan berjumlah RM1.1 bilion. Bukan sahaja Amir Hamzah, seorang bekas CEO terpedaya, tokoh perbankan Malaysia yang banyak connection, Tengku Zafrul pun terpedaya. Kalau saya seorang sahaja yang terpedaya, kita boleh terima lagi. Menteri-menteri yang hebat-hebat seperti Gobind Singh Deo, Zambry Abdul Kadir dan Fahmi Fadzil pun turut terpedaya. Hebatnya James Chai ini, bukan sahaja menteri-menteri terpedaya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim, tokoh tersohor dunia juga terpedaya dengannya. Sebab itu dia kini diburu SPRM sebagai person-of-interest utama dalam skandal terbesar selepas 1MDB, iaitu penyelewengan sebanyak RM1.1 bilion. Sejak beberapa minggu lepas, rakyat terpaku dengan cerita skandal ini. Helaian ceritanya diselak satu persatu selang beberapa hari. Kementerian itu diserbu, Ketua Setiausaha itu disoal siasat. Dokumen itu diambil. Setiap kali SPRM bergerak, tindak tanduknya menjadi berita besar di paparan skrin media-media perdana. Tetapi liciknya James Chai ini mengalahkan Jho Low, sehebat James Bond spy ternama itu. Mana tidaknya, walaupun skandal ini dikatakan melibatkan RM1.1 bilion, sehingga sekarang SPRM tidak dapat menjejaki satu sen pun yang kononnya diselewengkan. Tidak seperti Jho Low yang harta dan wang seleweng dikesan di parti-parti mewah, akaun sulit, kondominium mewah di London dan New York, kapal layar mewah; setakat ini satu-satunya harta James Chai yang berjaya dikesan ialah sebuah Proton Persona model 2020. Macam mana dia boleh sembunyikan RM1.1 billion ini sampai tak dapat dikesan? James Chai juga berbisa dan tidak takut berdepan dengan SPRM, tidak seperti Jho Low. SPRM sehingga sekarang tidak dapat mengesan Jho Low. Bukan sahaja Jho Low, menantu Tan Sri Muhyiddin pun tak dapat dikesan. Jadi kita tidak terkejut SPRM tidak dapat mengesan anak Cina selicik James Chai ini. Setelah buntu, SPRM menyiarkan notis dikehendaki untuk mendapat maklumat di mana James Chai ala James Bond ini. Tapi hebatnya James Chai, tidak seperti Jho Low - dia bantu SPRM untuk cari dia dengan memberikan semua maklumat untuk menghubunginya. Di LinkedIn pun boleh, X pun boleh, di Substack pun boleh (malangnya tak ramai pegawai penyiasat yang biasa membaca di Substack!). Siapa James Chai ini? Macam mana anak Cina kurus keding ini berjaya memperdaya dari menteri-menteri hingga ke Perdana Menteri Malaysia yang tersohor itu? Bagaimana Azam Baki yang berjaya menjejaki dan mengesahkan derma diraja Saudi semasa 1MDB dahulu, tiba-tiba hilang punca dan tak jumpa cari James Chai? Manusia jenis apa memperdaya seluruh kerajaan dalam skandal penyelewengan RM1.1 billion tetapi hidup papa kedana? Tidak bernafsukah anak Cina ini? Saya akui jalan ceritanya cukup memukau. Penulis skrip dan pengarahnya mesti berbangga dengan hasil fiksyen ini. Kali terakhir rakyat Malaysia dihidangkan dengan fiksyen ala James Bond ini ialah semasa 1MDB dahulu. Azam Baki juga terlibat di dalam skripnya masa itu, sebab itulah agaknya jalan ceritanya kali ini sama berpusing-pusing seperti drama derma Saudi dahulu. Sebelum fiksyen drama derma Saudi 1MDB yang dibintangi Azam Baki, rakyat yang lebih tua pernah digamit satu lagi fiksyen bersimpang siur. Cuma genre yang lain dan bintang yang lain. Genre ketika itu memaparkan kelucahan melampau dan protagonis pada ketika itu bukan anak Cina kurus keding, tetapi seorang bekas Timbalan Perdana Menteri bernama Anwar Ibrahim. Fiksyen 1998 itu memaparkan tilam-tilam yang diusung untuk menunjukkan bekas air mani, selain dari pelakon-pelakon tambahan yang langsung tidak kena dengan watak dalam cerita itu. Seorang yang dikatakan tampan, langsung tidak tampan. Seorang yang dikatakan menawan, hanya orang sawan yang kata begitu. Maka akhirnya, Malaysia melengkapkan satu kitaran. Kalau fiksyen 1998 menggunakan tilam, fiksyen 2026 memaksa kita menggunakan imaginasi. Bayangkan wang-wang yang dicuri tetapi tidak dapat dibuktikan kecuriannya. Bayangkan pak-pak menteri diperdaya seorang anak Cina kurus keding. Skripnya berbeza, matlamatnya sama. Sekiranya kamu berani mengkritik yang berkuasa, aku akan ajar kamu. Tapi plot twist yang paling besar ialah: Siapa James Chai ini? James dibesarkan di dalam keluarga biasa, pergi ke sekolah menengah kebangsaan, mendapat 12A1 dalam SPM. Fasih berbahasa Melayu, fasih menulis di dalam bahasa Melayu, duduk di taman perumahan majoriti Melayu. Namun dia anak Cina, jadi dia tidak mendapat biasiswa. Keluarganya membayar sendiri yuran pengajian undang-undang yang mahal di UK. James membalasnya dengan mendapat tempat pertama keseluruhan di universitinya dalam jurusan undang-undang. Hasil kecemerlangan itu, James melanjutkan pelajaran di peringkat sarjana ke Universiti Oxford. Bila balik ke Malaysia dan menduduki peperiksaan CLP (Certificate in Legal Practice), sekali lagi James menduduki tempat pertama di seluruh negara. Satu hari dalam tahun 2013, James mengetuk pintu saya. Ketika itu saya baru beberapa bulan menjadi Ahli Parlimen. James mahu menjadi intern saya. Dia tidak pilih ahli parlimen DAP, dia tidak pilih ahli parlimen Cina PKR, dia tidak pilih menteri MCA. Dia pilih ahli parlimen Melayu dari PKR. Sebabnya kerana saya dan James berkongsi satu pandangan yang sama. Bahawa manusia ini dilahirkan baik dan kita wajar saling belajar. Bagi seorang yang berumur 20 tahun pada tahun 2013, selepas keputusan PRU 2013, anak Cina kurus keding ini merasa terpanggil untuk menyumbang membina Malaysia yang saling berkasih sayang, bukan saling bermusuhan. Bila James ke UK dalam tahun 2015, saya galakkan beliau untuk terus mengambil tahu keadaan di Malaysia. Saya selalu sebut kepada anak-anak muda seperti James bahawa “a life without a higher purpose is a life not worth living”. James pun termakan kata-kata saya. Dia dan kawan-kawannya menubuhkan Malaysian Progressive UK (MPUK), seperti juga beberapa orang bekas intern saya menubuhkan Malaysian Progressive Australia (MPOZ). Kumpulan anak muda seperti James inilah yang berdemonstrasi membantah pemenjaraan Anwar Ibrahim kali kedua di London dan Sydney. Mereka juga yang menyertai BERSIH di kota-kota besar di seluruh dunia. Bila James balik ke Malaysia dalam tahun 2018, dia mahu memberikan 3 tahun usia muda menyumbang kepada reformasi dan membina Malaysia yang baru. James tidak bekerja di firma besar atau syarikat antarabangsa, James memilih untuk bekerja di INVOKE bersama-sama anak muda lain, sehinggalah tahun 2021. Saya rasa serba salah untuk mengacau hidup dan kerjayanya apabila saya diberi amanah menjadi Menteri Ekonomi di hujung tahun 2022. Tetapi berkhidmat untuk negara itu adalah dalam darah daging anak Cina kurus keding bernama James Chai ini. Maka sekali lagi dia mengorbankan kerjayanya untuk berkhidmat di pejabat saya. Saya tidak rasa James mahu disanjung. Dia datang berkhidmat atas kerelaan sendiri, dia meletak jawatan bersama-sama saya atas kerelaan sendiri. Tetapi adalah sangat memualkan menjadikan seorang anak Cina yang lebih patriotik berbanding sebahagian besar dari kita, sebagai bola yang boleh disepak-sepak. Sasarannya bukan James. James hanyalah seorang anak Cina kurus keding yang boleh ditendang-tendang. Sasarannya ialah saya. Dan itulah bahagian yang saya paling terkilan. Dalam senario lain, seorang anak Cina yang jiwa kebangsaannya sangat kuat, sangat cemerlang dalam semua yang dia ceburi, fasih berbahasa Melayu, pelajar terbaik di sekolah kebangsaan, lebih ramai kawan Melayu dari bukan Melayu - James sudah menjadi watak yang dikagumi pimpinan Melayu dalam PKR, UMNO, PAS dan BERSATU. Malangnya dalam senario sekarang, James dijaja dan diperagakan sebagai watak jahat demi mencipta satu fiksyen politik dekad ini. Syabas Malaysia!

Rafizi Ramli

167,001 Aufrufe • vor 7 Monaten