ๆญฃๅœจๅŠ ่ฝฝ่ง†้ข‘...

่ง†้ข‘ๅŠ ่ฝฝๅคฑ่ดฅ

๐˜๐จ๐ ๐ฒ๐š๐ค๐š๐ซ๐ญ๐š: ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐๐ž๐ฅ๐š๐ฃ๐š๐ซ ๐๐ž๐ซ๐›๐ฎ๐๐š๐ฒ๐š ๐€๐ญ๐š๐ฎ ๐ˆ๐›๐ฎ๐ค๐จ๐ญ๐š ๐๐ซ๐จ๐ฌ๐ญ๐ข๐ญ๐ฎ๐ฌ๐ข ๐“๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐ฅ๐ฎ๐›๐ฎ๐ง๐ ? > Jogja selalu diagungkan sebagai kota pelajar berhati nyaman, tapi realitasnya menyimpan kemunafikan industri lendir yang menolak mati. > Gang 3 Sosrowijayan alias Sarkem adalah monumen dosa kolonial. Meski resmi ditutup pemerintah tahun 2018, praktiknya cuma pindah ke hotel murah. >...

529,424 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ไธชๆœˆๅ‰ โ€ขvia X (Twitter)

0 ๆก่ฏ„่ฎบ

ๆš‚ๆ— ่ฏ„่ฎบ

ๅŽŸๅง‹ๅธ–ๅญ็š„่ฏ„่ฎบๅฐ†ๆ˜พ็คบๅœจ่ฟ™้‡Œ

็›ธๅ…ณ่ง†้ข‘

Gunung Kemukus dan segala kegilaannya. Sebuah fenomena di mana akal sehat digadaikan, dan moralitas runtuh demi segepok materi. Ketika kemiskinan mendesak atau keserakahan yang tak ada habisnya membutakan mata sebuah bukit di Sragen, Jawa Tengah, berubah menjadi panggung drama spiritual yang paling kontroversial di Indonesia. Ketika nalar dan pikiran sudah rusak total, syarat pesugihan pun dijalani tanpa memedulikan rasa malu. Semua kegilaan ini bermula dari pembelokan sejarah Makam Pangeran Samodro. Mitos lokal dipelintir untuk menciptakan sebuah syarat pesugihan yang tidak masuk akal, namun laris manis diburu orang-orang yang putus asa. Di sinilah nalar mulai rusak: untuk mendapatkan kekayaan instan secara gaib, peziarah diwajibkan melakukan ritual hubungan intim di area terbuka gunung tersebut selama 7 kali berturut-turut setiap malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Aturan mainnya jauh lebih sinting, karena hubungan tersebut harus dilakukan dengan orang asing yang bukan suami atau istri sah. Akibat syarat menyimpang tersebut, Gunung Kemukus selama puluhan tahun menjadi "pasar malam" prostitusi terselubung yang masif. Ribuan orang datang dari berbagai daerah. Mereka yang datang karena terdesak ekonomi terlilit utang, stres berat, hingga fungsi kognitif otak lumpuh berbaur menjadi satu dengan mereka yang murni didorong nafsu keserakahan ingin kaya tanpa kerja keras. Mereka saling mencari pasangan asing di kegelapan bukit demi menuntaskan "syarat gaib". Jika dinalar dengan logika sehat, bagaimana mungkin ritual asusila bisa mendatangkan kekayaan? Yang kaya sebenarnya adalah para penyedia jasa penginapan, warung remang-remang, dan calo yang memanfaatkan keputusasaan mereka. Ekonomi berputar di atas pembodohan massal. Pada akhirnya, fenomena ini adalah bukti nyata betapa rapuhnya moralitas manusia ketika dihadapkan pada uang. Ketika kemiskinan berpadu dengan rendahnya literasi, atau ketika nafsu duniawi tidak lagi dikontrol oleh iman, manusia rela menggadaikan logika paling dasar sekalipun. Kekayaan tidak pernah lahir dari kegelapan malam Jumat Pon di atas bukit, melainkan dari akal sehat yang dirawat dan kerja nyata. Kebodohanlah yang dipelihara di sana, bukan kemakmuran.

Football

16,182 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ไธชๆœˆๅ‰

๐Ÿšจ Poin pertama adalah valid dan benar. Ini juga merupakan sebuah pernyataan sikap kami. Implementasi MBG seharusnya tidak boleh mengganggu dan membebani guru atau rekan-rekan di satuan pendidikan. Perhatikan 2 video di bawah. Terus terang saja, kami amat sangat membenci pemandangan seperti ini. Semenjak ada embege, ini adalah fenomena umum yang terjadi di sekolah-sekolah ketika menjelang pulang dan/atau selesai jam makan siang. Guru-guru dibebani pembagian ompreng, mengurus ompreng kosong, menghitung totebag agar jumlahnya genap demi menghindari denda kehilangan. Bahkan BGN sengaja menaruh daftar upah di juknis mereka untuk rekan-rekan / guru dari satuan pendidikan dan itu didasari dari jumlah porsi yang dibagikan. Kami sangat yakin, menurut BGN angka itu pasti sudah cukup adil dan sepadan. Dasar otak pesuruh jancok. Begitupula juga SPPG. Sehingga jika ada kehilangan atau jumlah ompreng kembali yang tak genap, sebagai kaki tangan BGN, SPPG akan dengan senang hati menegur dan memarahi guru yang bertanggungjawab. Jabingan. Rp20.000 untuk <100 penerima manfaat. Itu berarti kalo <90 ga ada upah sama sekali gitu?? Guru tuh punya mental tanpa pamrih sebenernya. Gemar membantu apalagi kalau memang itu disukai murid-muridnya. Makanya kalo SPPG nyuruh ini-itu ya mereka mau-mau aja sebetulnya. Tapi sekali mereka mendengar mayoritas muridnya menolak, maka mereka juga akan menolak dengan tegas. Mereka naruh murid-muridnya sebagai top priority mereka. Kalau toh ada murid nolak tapi guru tetep maksa nerima dan maksa ngebagiin, itu biasanya oknum. Tapi cukup realistis juga, di tengah himpitan upah guru yang kecil, ada tawaran beberapa rupiah dari eksternal sekolah, maka ya pasti ada tuh yang maksa ngembat, seperti beberapa kasus yang pernah kami singgung. Ini relasi antar satuan pelayanan yang gak sehat. Dampak buruknya yang nanggung siswa sebagai penerima manfaat. Nah, pertanyaannya, dengan insentif pasti 6jt/hari, kenapa BGN atau SPPG gak putar otak aja gimana caranya supaya ompreng dan totebag bisa terdistribusi dengan rapih ke satu per satu penerima manfaat, dan kembali dalam jumlah yang genap, tanpa harus membebani guru? Kenapa harus melibatkan rekan-rekan satuan pendidikan dengan teknis / mekanisme yang jauh dari kata ringan?

MBG Jelek

731,556 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 4 ไธชๆœˆๅ‰

#CelahAwan Wujud Alif : Pilar Kehidupan yang Teguh Wujud Alif adalah inti dari perjalanan spiritual dan perilaku dalam kehidupan. Ia bukan sekadar huruf, melainkan representasi dari sebuah filosofi hidup yang lurus dan teguh. Perjalanan ini dimulai dari pencarian ilmu. Ketika tidak tahu, maka mencari tahu. Setelah menemukan kebenaran, tinggal dijalankan. Setelah dijalankan, penting untuk mencapai keikhlasan. Dari keikhlasan inilah tumbuh cinta pada setiap perjalanan yang telah dilalui. Hidup adalah Takbiratul Ihram, sebuah permulaan yang suci, dengan tujuan mencapai Rahmatan Lil 'Alaminโ€”rahmat bagi semesta alam. Alif termanifestasi dalam setiap perilaku hidup sehari-hari, di mana setiap perbuatan yang baik dan benar adalah representasi dari Alif itu sendiri. Ia adalah pedoman moral yang membimbing kita. Shidiq, atau kejujuran dan kebenaran, adalah wujud nyata dari Alif. Ini menunjukkan bahwa Alif bukan hanya konsep abstrak, melainkan terwujud dalam integritas dan kejujuran dalam segala aspek kehidupan. Alif : Keyakinan Mutlak dan Tauhid Alif adalah wujud dari keyakinan mutlak. Ia melambangkan sesuatu yang lurus, tegak, berdiri, dan tidak roboh. Alif adalah Tauhid, yaitu keesaan Allah, dan sekaligus perilaku kehidupan sehari-hari yang mencerminkan keyakinan tersebut. Ia tidak ubahnya tongkat atau pegangan yang memungkinkan kita untuk berdiri tegak dalam keadaan apapun, di manapun, dan kapan pun. Alif memancarkan sinar cemerlang, dan sinar ini adalah Nur Allah yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya yang menegakkan agama Allah. Ini menunjukkan bahwa Alif adalah sumber pencerahan dan petunjuk ilahi. Alif: Kesederhanaan dan Keharuman Hakiki Alif berwujud kesederhanaan, tanpa polesan atau kepalsuan, serupa dengan kesederhanaan para Nabi dan Rasul Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajarkan kita untuk hidup bersahaja dan menjauhi kemewahan yang tidak perlu. Alif juga berbau harum, seperti harumnya buah durian. Meskipun kulitnya kasar dan berduriโ€”melambangkan tantangan dan kesulitan hidupโ€”hal itu tidak berpengaruh pada isinya. Isi merupakan perlambang hati/akal yang bersih, dan harum adalah perlambang semua ucapan dan perbuatan yang mulia. Ini adalah metafora, untuk menunjukkan bahwa kualitas sejati terletak pada hati dan tindakan, bukan pada penampilan luar. Alif : Pusat Kebenaran dalam Diri Secara fisik, Alif berada di tengah-tengah tubuh, mulai dari ubun-ubun turun lurus sampai ke kemaluan. Di sinilah Alif bersemayam, memengaruhi pemikiran, penciuman, pembicaraan, hati, tali pusat, dan titik kemaluan. Jika titik-titik tengah ini mampu menegakkan kebenaran, maka selamatlah ia. Oleh karena itu, Alif itu lurus, dan lurus adalah Shidiq. Shidiq adalah sifat Rasulullah SAW, yang senantiasa jujur dan benar dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Ini menegaskan bahwa Alif adalah jalan menuju kesempurnaan akhlak, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ilahi anta maqshudi wa ridhoka matlubi. (Ya Tuhanku, Engkaulah tujuanku, dan ridha-Mu yang kucari.) โœ๏ธ ๐ฆ๐š๐œ๐œ๐ก๐ข๐š๐ญ๐จ

๐ฆ๐š๐œ๐œ๐ก๐ข๐š๐ญ๐จ

13,275 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ๅนดๅ‰