Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

โ€œ๐‘ถ๐’๐’† ๐’๐’‚๐’•๐’† ๐’ˆ๐’๐’‚๐’. ๐‘ถ๐’๐’† ๐’‰๐’–๐’ˆ๐’† ๐’”๐’•๐’‚๐’•๐’†๐’Ž๐’†๐’๐’•. ๐‘พ๐’†โ€™๐’“๐’† ๐’ƒ๐’‚๐’„๐’Œ ๐’๐’ ๐’•๐’๐’‘!" Ketegangan sepanjang dua babak berakhir klimaks dengan satu gol yang menggetarkan Maguwoharjo! Momen-momen di pertandingan tersebut, sudah terangkum lengkap di rubrik "Inside The Game" PSS Fans, simak video lengkapnya di YouTube PSS TV! ( Momen ini dipersembahkan oleh Indomie...

16,787 views โ€ข 8 months ago โ€ขvia X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Lautan Api di Maguwoharjo: Pyro Show Epik Sleman Fans Tutup Final PSS Sleman vs Garudayaksa FC SLEMAN โ€“ Stadion Maguwoharjo berubah menjadi "lautan api" yang memukau pada malam final kompetisi usia muda antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC. Meski tim kebanggaan Bumi Sembada harus merelakan gelar juara kepada Garudayaksa FC, sportivitas dan militansi yang ditunjukkan oleh Sleman Fans lewat aksi pyro show pasca-pertandingan menjadi sorotan utama. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal ini harus diselesaikan lewat drama yang menguras emosi. Setelah bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu, Garudayaksa FC akhirnya keluar sebagai kampiun melalui babak adu penalti yang dramatis. Penghormatan di Tengah Kekalahan Begitu peluit panjang dibunyikan dan prosesi penyerahan medali dimulai, tribun stadion mulai menyala. Ribuan suporter PSS Sleman secara serentak menyalakan flare, kembang api, dan bom asap berwarna merah serta putih, menciptakan atmosfer yang megah sekaligus mengharukan. Aksi ini bukanlah bentuk protes, melainkan bentuk apresiasi dan penghormatan kepada para pemain muda PSS Sleman yang telah berjuang habis-habisan di lapangan hijau. Suara kembang api yang bersahutan dengan nyanyian chant kesetiaan membuktikan bahwa dukungan Sleman Fans tidak pernah padam, menang ataupun kalah. Momen Emosional di Lapangan Di tengah kepulan asap dan sorotan lampu stadion, para pemain kedua tim tampak terpukau dengan atmosfer yang diciptakan oleh suporter. โ€ข Garudayaksa FC merayakan kemenangan perdana mereka dengan latar belakang kembang api yang meriah. โ€ข Pemain PSS Sleman berkeliling lapangan untuk memberikan penghormatan balik kepada suporter yang tetap bertahan hingga larut malam. "Ini adalah atmosfer yang luar biasa. Meski kami kalah di adu penalti, dukungan dari suporter malam ini membuat kami merasa seperti juara. Pyro show ini adalah bukti cinta mereka," ujar salah satu staf pelatih PSS Sleman di pinggir lapangan. Kemenangan Garudayaksa FC lewat drama adu penalti memang mencatatkan nama mereka di buku sejarah, namun aksi Sleman Fans di Stadion Maguwoharjo malam ini dipastikan akan menjadi momen yang sulit dilupakan oleh siapa pun yang hadir di sana.

Merapi Uncover

59,495 views โ€ข 3 months ago

PSS Sleman Resmi Naik Kasta ke Liga 1: Stadion Maguwoharjo Bergemuruh dalam Isak Tangis dan Anthem 'Sampai Kau Bisa' SLEMAN โ€“ Sejarah baru tercipta di Bumi Sembada. PSS Sleman resmi memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, setelah menumbangkan tamunya PSIS Semarang dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini disambut haru biru oleh ribuan pendukung setia Laskar Sembada yang memadati Stadion Maguwoharjo. Sejak peluit pertama dibunyikan, PSS Sleman tampil menekan. Didorong oleh ambisi besar untuk kembali ke kasta tertinggi, anak-anak asuh PSS bermain taktis dan agresif. Tiga gol tanpa balas bersarang di gawang PSIS Semarang, sekaligus mengunci tiket otomatis menuju Liga 1. Kemenangan ini bukan sekadar raihan poin, melainkan pembuktian dari perjuangan panjang klub kebanggaan warga Sleman tersebut. Momen Paling Emosional: Anthem yang Menggetarkan Jiwa Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, suasana stadion yang semula bising dengan sorak-sorai mendadak berubah menjadi sakral. Para pemain, staf pelatih, dan ribuan suporter berdiri bersama untuk menyanyikan anthem kebanggaan, "Sampai Kau Bisa". Momen ini menjadi puncak emosi dari seluruh rangkaian pertandingan. Dalam video yang beredar, terlihat para pemain melingkar di tengah lapangan sambil merangkul satu sama lain. Ribuan flare dan lampu ponsel dari tribun penonton menciptakan pemandangan yang magis di bawah langit malam Sleman yang syahdu. Suara ribuan orang yang menyanyikan lirik "Sampai kau bisa, sampai kau bisa... menggapai mimpi di angkasa" terdengar menggema hingga ke luar stadion. Tak sedikit suporter dan pemain yang meneteskan air mata haru, menyadari bahwa penantian panjang untuk melihat PSS Sleman berlaga di Liga 1 akhirnya terwujud. Dengan hasil ini, PSS Sleman dipastikan akan bersaing dengan klub-klub elit tanah air musim depan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi sepak bola Yogyakarta untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional. Malam ini, Sleman tidak tidur. Perayaan kemenangan dan keberhasilan promosi ini akan terus dikenang sebagai salah satu malam paling bersejarah bagi seluruh pecinta PSS Sleman. Ale!

Merapi Uncover

19,347 views โ€ข 3 months ago

โ€œThis Is Us!โ€: Pesan Cinta BCS Warnai Laga Alot PSS Sleman vs Barito Putera SLEMAN โ€“ Stadion Maguwoharjo kembali menjadi saksi kreativitas tanpa batas dari Brigata Curva Sud (BCS). Dalam laga krusial pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025/2026 yang mempertemukan PSS Sleman melawan Barito Putera, Sabtu (31/1/2026) malam, sebuah koreografi megah bertajuk โ€œTHIS IS US!โ€ membentang gagah di tribun selatan. Koreo Penuh Makna Sesaat sebelum kick-off dimulai, ribuan suporter yang memadati tribun selatan mengangkat kertas dan spanduk raksasa. Koreo tersebut menampilkan sosok seorang pria yang tengah memeluk erat logo PSS Sleman, diiringi tulisan besar โ€œTHIS IS US!โ€ di bagian bawah. Pesan ini seolah menegaskan identitas dan kesetiaan suporter yang tetap berdiri teguh di belakang tim โ€œLaskar Sembadaโ€, apa pun kondisinya. Atmosfer Stadion Maguwoharjo kian membara dengan nyanyian tanpa henti yang membakar semangat para pemain di lapangan. Jalannya Pertandingan: Duel Sengit di Lini Tengah Pertandingan sendiri berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. PSS Sleman yang tampil agresif mencoba membongkar pertahanan rapat Laskar Antasari. Sejumlah peluang emas tercipta, namun solidnya barisan belakang Barito Putera membuat skor kacamata bertahan cukup lama. Momen menarik terjadi ketika pertandingan sempat dihentikan sejenak akibat kepulan asap dari flare yang menyala di beberapa sudut tribun, menambah dramatis suasana pertandingan malam itu. Skor Akhir: Berbagi Angka Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0. Meski mendominasi penguasaan bola, PSS Sleman harus puas berbagi satu poin dengan tim tamu. Hasil imbang ini membuat klasemen Barito Putera tetap diatas PSS dengan 37 poin, ditempel ketat oleh PSS Sleman dengan 36 poin. Persaingan memperebutkan tiket otomatis ke Super League pun diprediksi akan semakin panas di pekan-pekan mendatang. ๐ŸŽฅ: pekalongan.conection

Merapi Uncover

32,059 views โ€ข 6 months ago

Gema Magis di Gelora Delta: BCS PSS Sleman Menggetarkan Sidoarjo! SIDOARJO โ€“ Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi bisu dukungan luar biasa dari suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup B, Sabtu (22/11/2025) malam. Ribuan suporter Elang Jawa membanjiri tribun untuk mendukung tim kesayangan mereka dalam laga tandang yang penting melawan Deltras FC. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan pemandangan yang memukau: lautan manusia berbaju hitam dan hijau memenuhi satu sektor tribun, menyanyikan chants dan meneriakkan dukungan tanpa henti. Aksi ini merupakan bagian dari tradisi away day BCS, di mana mereka rela menempuh jarak jauh demi mengawal tim kebanggaan. Dukungan Sepanjang Laga Meski Hasil Imbang Meskipun PSS Sleman harus puas bermain imbang 1-1 melawan Deltras FC, semangat yang ditunjukkan oleh BCS di Sidoarjo tak pernah padam. Sepanjang 90 menit, kelompok suporter ini tidak berhenti bernyanyi, menciptakan atmosfer yang menyerupai laga kandang. Dalam momen yang terekam di video, terlihat ribuan BCS bersorak serempak, dengan bendera dan syal PSS Sleman berkibar, seolah menjadi "pemain ke-12" yang memberikan energi tambahan di lapangan. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, sebelumnya telah menekankan pentingnya dukungan suporter sebagai motivasi besar bagi para pemain. "Yang pasti kita memohon doa dari seluruh suporter PSS Sleman agar diberikan kemudahan dan kemenangan," tuturnya jelang laga. Walaupun hasil akhir adalah imbang, aksi militan BCS ini membuktikan loyalitas tanpa batas mereka. (Pekalongan.conection)

Merapi Uncover

39,063 views โ€ข 8 months ago

PSS Sleman Takluk di Final, Semangat "Emak-Emak" Ini Tetap Membara di Jalanan SLEMAN โ€“ Kekalahan PSS Sleman dari Garudayaksa FC dalam laga final yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, memang menyisakan kekecewaan bagi para pendukung setia Laskar Sembada. Namun, hasil pahit tersebut rupanya tak sedikit pun memadamkan antusiasme salah seorang suporter fanatik yang dijuluki "Emak-Emak PSS". Meski tim kebanggaannya harus puas di posisi kedua, sebuah video viral menunjukkan aksi seorang ibu berhijab yang tetap semangat menyambut konvoi para suporter di pinggir jalan pada malam hari. Dengan mengenakan pakaian putih dan hijab merah muda, ia terlihat antusias melambaikan tangan serta mengacungkan jempol kepada setiap pengendara motor yang melintas dengan knalpot brong yang menderu-deru. Dalam suasana malam yang bising oleh suara mesin motor, emak-emak ini tampak tidak merasa terganggu. Sebaliknya, ia justru sesekali merekam momen konvoi tersebut menggunakan ponselnya sambil terus memberikan dukungan moral kepada para suporter muda yang kembali dari stadion. "Biarpun kalah, tetep semangat emak-emak ini," tulis keterangan dalam video tersebut, merujuk pada ketegaran sang ibu dalam menjaga semangat kedaerahan dan kecintaannya pada klub lokal. Aksi ini menuai beragam reaksi positif dari netizen. Banyak yang memuji loyalitasnya yang tidak melulu soal kemenangan, melainkan tentang rasa memiliki terhadap PSS Sleman. Baginya, menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, namun semangat untuk mendukung identitas Sleman tidak boleh luntur. Laga final di Stadion Maguwoharjo sendiri berlangsung sengit, namun efektivitas permainan Garudayaksa FC berhasil mengunci gelar juara. Meski trofi tidak bertahan di Sleman, kehadiran suporter seperti "Emak-Emak" ini membuktikan bahwa cinta terhadap PSS Sleman tetap hidup dan melampaui hasil di papan skor.

Merapi Uncover

52,796 views โ€ข 3 months ago

Kalau suatu hari suara manusia bisa mengguncang stadion, maka Maguwoharjo sudah melakukannya malam itu. Saat semua tribun berdiri dan bernyanyi bersama, tidak ada lagi yang terdengar selain ribuan suara yang menyatu untuk PSS Sleman. Bukan satu tribun, bukan sekelompok orang, tapi satu stadion penuh yang menyanyikan lagu yang sama dengan rasa yang sama. โ€œSeiring jejak langkahku, Mendukung Super Eljakuโ€ Di momen itu, Maguwoharjo terasa lebih dari sekadar stadion. Ia hidup. Bernafas. Dan berdetak mengikuti nyanyian suporternya. Dari utara sampai selatan, dari timur sampai barat, semua saling membalas chant tanpa henti. Drum dipukul semakin cepat dan suara ribuan orang menggema seperti tidak ingin malam itu berakhir. โ€œJangan pernah kau ragu, Kamilah pendukungmuโ€ Lirik itu sederhana, tapi terasa begitu besar ketika dinyanyikan bersama-sama. Karena dukungan di Sleman bukan cuma soal hadir saat menang. Tapi tentang tetap berdiri ketika keadaan sulit, tetap bernyanyi ketika tim sedang jatuh. Dan justru di saat-saat seperti itu, suara tribun terasa paling tulus. โ€œSatukanlah tekadmu, Kobarkan semangatmuโ€ Mungkin pemain di lapangan lelah. Mungkin musim tidak selalu berjalan indah. Tapi selama Maguwoharjo masih dipenuhi suara-suara yang percaya, Super Elja tidak akan pernah benar-benar sendiri. โ€œJadilah kau nomor satu, Itulah yang ku mauโ€ Bukan sekadar tentang klasemen. Bukan cuma tentang hasil akhir. Tapi tentang melihat lambang candi di dada itu terus diperjuangkan oleh orang-orang yang benar-benar mencintainya. Karena bagi suporter PSS, sepak bola bukan cuma pertandingan. Ia adalah rumah, kebanggaan, dan alasan ribuan orang rela pulang dengan tenggorokan habis demi satu nama. โ€œAyo PSS Super Elang Jawa Jadilah juara Liga Indonesia!โ€ #PSS #BCSxPSS #SLEMANIA

404Vids

33,954 views โ€ข 2 months ago

BEDAH TAKTIK PSIS SEMARANG: AWAS GEGENPRESS, MANFAATKAN HALF-SPACE! PSIS Semarang datang dengan struktur dasar 4-3-3 yang cukup agresif. Di lini depan, mereka mengandalkan trio Denilson, Rafinha, dan Beto sebagai ujung tombak serangan. Ketiganya mendapat dukungan dari lini kedua lewat pergerakan Viscara dan Tegar Infantri yang menjadi penghubung utama dalam transisi menyerang. Dari hasil review, terlihat sejak menit-menit awal PSIS berani melakukan gegenpressing ke area pertahanan lawan dengan intensitas tinggi. Tekanan ini bisa sangat berbahaya apabila defender dan defensive midfielder PSS tidak cukup tenang dalam penguasaan bola. Salah kontrol, salah umpan, atau terlalu lama menahan bola bisa langsung berubah menjadi situasi berbahaya di depan kotak penalti. Namun, agresivitas pressing PSIS juga menyimpan risiko besar. Jika PSS mampu melakukan bypass through press dengan baik melalui sirkulasi bola cepat, ruang di belakang lini pressing mereka akan terbuka lebar. Di sinilah ketenangan pemain belakang dan kecerdikan gelandang PSS akan sangat menentukan. Satu-dua sentuhan cepat, progresi bola yang rapi, dan keputusan tepat bisa menjadi kunci untuk keluar dari tekanan awal PSIS. Salah satu celah yang cukup terlihat adalah kontribusi winger PSIS dalam fase bertahan. Winger mereka tidak selalu rajin melakukan trackback, sehingga fullback bisa mudah mengalami situasi overload ketika diserang dari sisi sayap. Selain itu, beberapa kali fullback PSIS juga berada dalam posisi yang kurang ideal atau out of position. Kondisi ini membuka ruang di area half-space pertahanan Semarang, yang bisa dimanfaatkan oleh pemain seperti Terens dan Rico untuk masuk ke area berbahaya. Dalam pola menyerang, PSIS cukup sering mengandalkan long ball dan pass through ke area depan, dengan fullback yang ikut naik melakukan underlap. Skema ini bisa menjadi ancaman serius apabila garis pertahanan PSS terlalu tinggi dan tidak sejajar. Karena itu, organisasi lini belakang harus tetap disiplin, kompak, dan tidak mudah terpancing naik terlalu jauh. Di sisi lain, PSIS juga punya kekuatan besar dalam duel udara, terutama lewat Octavio Dutra di jantung pertahanan. Karena itu, menyerang dengan bola-bola atas bukan pilihan yang paling ideal. PSS lebih direkomendasikan untuk membangun serangan lewat kaki ke kaki, kombinasi pendek, dan eksploitasi half-space yang beberapa kali terbuka di pertahanan PSIS. Menariknya, intensitas gegenpressing PSIS yang sangat tinggi di awal pertandingan berpotensi membuat stamina mereka terkuras di fase akhir laga. Dari pengamatan, ketika memasuki menit 35 dan 75 ke atas pada setiap babak, PSIS mulai menurunkan intensitas dan lebih sering bertahan dalam midblock 4-4-2. Momen ini bisa menjadi kesempatan besar bagi PSS untuk meningkatkan tekanan, memasukkan tenaga segar, dan mencari celah terakhir untuk mengunci pertandingan.Semoga kelemahan-kelemahan PSIS ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PSS Sleman. Bermain tenang, sabar, disiplin, dan berani menyerang ruang bisa menjadi kunci TIKET PROMOSI KE SL ! ALE! Brigata Curva Sud SLEMANIA OFFICIAL Shรธรธt Meme ElangJawa

TuminiBall.FM

16,722 views โ€ข 3 months ago

Maguwoharjo Membara! Ribuan Sleman Fans 'Hijaukan' Jalanan Menuju Final Kontra Garudayaksa fc SLEMAN โ€“ Gelombang hijau tak terbendung memadati jalanan menuju Stadion Maguwoharjo, Sleman, malam ini. Ribuan suporter setia PSS Sleman, yang akrab disapa Sleman Fans, tumpah ruah dalam aksi konvoi besar-besaran untuk mengawal tim kebanggaan mereka berlaga di partai puncak final melawan Garudayaksa. Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang luar biasa sejak sore hari. Dengan atribut lengkapโ€”mulai dari jersey hijau, syal, hingga bendera raksasaโ€”para suporter bergerak tertib namun penuh semangat. Gemuruh suara knalpot motor yang bersahut-sahutan seolah menjadi "genderang perang" yang membakar semangat juang skuad Super Elang Jawa sebelum peluit kick-off dibunyikan. Konvoi Penuh Energi Tidak hanya sepeda motor, sejumlah mobil bak terbuka dan kendaraan hias juga turut memeriahkan iring-iringan. Beberapa kelompok suporter terlihat menyanyikan chant penyemangat sepanjang jalan, menciptakan atmosfer yang meriah sekaligus emosional. "Ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. PSS Sleman Day! Kami datang bukan sekadar menonton, tapi memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan. Gelar juara harus tetap di Sleman," ujar salah satu suporter di tengah kerumunan konvoi. Pihak keamanan gabungan telah disiagakan di berbagai titik strategis menuju Stadion Maguwoharjo untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali. Mengingat besarnya jumlah massa yang datang, skema pengamanan berlapis diterapkan di pintu masuk stadion guna mengantisipasi membeludaknya penonton tanpa tiket. Laga final melawan Garudayaksa diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim memiliki basis massa yang kuat, namun dukungan penuh dari publik sendiri di Maguwoharjo diharapkan menjadi faktor pembeda bagi PSS Sleman untuk mengunci gelar juara. Hingga berita ini diturunkan, arus suporter masih terus mengalir deras menuju area stadion. Langit Sleman malam ini dipastikan akan berwarna hijau, mengiringi doa dan harapan seluruh masyarakat Sleman untuk kemenangan Super Elja. Penulis: Redaksi Olahraga Foto/Video: Sleman Fans

Merapi Uncover

99,465 views โ€ข 3 months ago

Semangat Tak Padam Meski di Luar Stadion SLEMAN, 3 MEI 2026 โ€“ Stadion Maguwoharjo, Sleman, kembali menjadi saksi bisu betapa fanatiknya dukungan para suporter sepak bola tanah air. Pertandingan antara PSS Sleman menjamu PSIS Semarang yang berlangsung hari ini tidak hanya memanaskan atmosfer di dalam lapangan, tetapi juga menciptakan gelombang energi luar biasa di area luar stadion. Ribuan suporter yang tidak mendapatkan tiket atau memilih untuk memberikan dukungan dari luar stadion tampak memadati area parkir dan jalan-jalan di sekitar stadion. Dengan mengenakan atribut kebanggaan berwarna hijau, para pendukung setia Laskar Sembada ini tak henti-hentinya menyanyikan chant penyemangat. Momen Haru: Ibu-Ibu Turut Menjadi "Capo" Ada pemandangan unik dan menyentuh di tengah kerumunan suporter. Seorang ibu paruh baya terlihat berdiri di barisan depan, memimpin sorakan layaknya seorang Capo. Dengan tangan di dada dan suara lantang, ia menyanyikan lagu "Sampai Kau Bisa" dengan penuh penghayatan. "Ini bukan sekadar sepak bola, ini soal kebanggaan daerah. Kami ingin pemain tahu bahwa doa kami menyertai mereka meski kami hanya bisa berdiri di sini," ujar salah satu suporter yang berdiri di dekatnya. Suasana semakin meriah saat ribuan orang secara serempak melompat dan bernyanyi bersama. Suara drum yang berdegup kencang seirama dengan semangat mereka yang ingin melihat tim kesayangannya meraih poin penuh dalam laga krusial ini. Meski kondisi di luar stadion sangat padat, suasana tetap kondusif dan penuh kekeluargaan. Para suporter saling berbagi minuman dan tetap tertib di bawah pengawasan petugas keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Merapi Uncover

25,278 views โ€ข 3 months ago

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu โœŒ๏ธ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw ๐Ÿ™). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana ๐Ÿซก๐Ÿ‘ Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana ๐Ÿ‘ Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke ๐Ÿซถ๐Ÿ’Œ

Gigiiih ๐Ÿ€๐Ÿ’Ž๐Ÿฆ–

45,430 views โ€ข 1 year ago

Hukum cium hajar aswad haram jika membahayakan - Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri SHAH ALAM - Hukum mencium hajar aswad adalah haram sekiranya membahayakan termasuk menyebabkan masalah, kesakitan kepada diri sendiri dan orang lain. Bekas Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri berkata, bahkan di sisi ulama Syafiโ€™iyyah, hukum asal bagi wanita adalah tidak disunatkan bagi mereka mencium hajar aswad kecuali keadaan di mataf agak lengang. "Tawaf adalah satu ibadah, sebagaimana mencium hajar aswad juga adalah ibadah. Beza keduanya adalah, tawaf itu wajib dan mencium hajar aswad adalah sunat. "Cukup sekadar berisyarat dengan lambaian tangan dan mencium tangan, sebagaimana yang disebutkan oleh Syeikhul Islam Zakariyya al-Ansari "Agak janggal bila ibadah yang suci dan mulia itu dirosakkan dengan telefon pintar yang diangkat untuk merakam video dan gambar, bukan pada masanya," katanya menerusi hantaran di Facebook pada Isnin. Tular di media sosial usahawan dan pempengaruh terkenal memuat naik rakaman video menunjukkan momen dia membantu isteri dan kakitangan wanita syarikatnya untuk mencium hajar aswad ketika menunaikan umrah baru-baru ini. Klip video berdurasi lebih dua minit itu memaparkan lelaki tersebut berasak-asak sehingga terpaksa menolak dan menjerit kepada jemaah lain untuk memberi laluan kepada kumpulan jemaah wanita berkenaan. Situasi itu juga menyebabkan kain ihram yang dipakai turut terlondeh sehingga menampakkan badannya. Rata-rata warganet mengecam tindakan lelaki terbabit kerana menyifatkan ia sebagai 'content' untuk meraih perhatian. Sehubungan itu, Zulkifli yang juga bekas Mufti Wilayah Persekutuan menasihatkan masyarakat agar meninggalkan trend memuat naik video sedang menyentuh Kaabah atau hajar aswad di media sosial. "Jika ia hanya sekadar trend untuk meraih tontonan ramai, tinggalkanlah trend yang merugikan itu. "Sewajarnya di hadapan Baitullah, kita fikirkan dosa kita, keampunan daripada Allah, termasuk doa-doa kepada-Nya. Dengan itu sahaja pun kita sudah cukup sibuk tanpa sempat memikirkan peluang untuk mencipta 'content'," katanya.- Sinar Harian

MYNEWSHUB

147,424 views โ€ข 2 years ago

"Saya cuma mencari keadilan. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif biasa." Sedih banget mendengar cerita Amsal C. Sitepu di RDPU Komisi III DPR RI. Ia harus berhadapan dengan hukum karena proses kreatif yang tidak dianggap bernilai alias nol rupiah dan menyebabkan kerugian negara. Ini kisahnya. ~ Ikhtiar Bertahan Hidup ~ Tahun 2020, Covid melanda. Banyak pekerja kreatif sulit mencari rezeki karena lockdown (keterbatasan interaksi). Ada inisiatif untuk membuat video profil desa dengan harga yang relatif murah. Tujuannya sederhana: bertahan hidup. Mereka sebelumnya punya pengalaman dokumentasi wedding (pernikahan) dan video clip lainnya. Amsal pun akhirnya menyusun proposal video profil desa. Terlebih, ia adalah content creator yang senang membagikan kearifan lokal Tanah Karo di akun media sosialnya. Proposal itu ditawarkan langsung ke Kepala Desa. Nilainya Rp30 juta. Dalam proses itu, ada Kepala Desa yang menerima, ada yang menolak. Proposal itu sudah lengkap; mulai dari apa yang akan dikerjakan hingga isi videonya akan bercerita soal apa. Amsal juga berharap video profil itu bisa jadi salah satu manfaat dari dana desa untuk menunjukkan potensi desa. ~ Proposal Diterima, Pekerjaan Dilakukan ~ Dari situ, semua pekerjaan dilakukan secara profesional. Setelah selesai, video pun disaksikan oleh Kepala Desa. Di sini, ada proses revisi, apa yang dikurangi, ditambah, dsb. Dari situ, ada proses shooting ulang jika diperlukan. Pembayaran pun dilakukan setelah klien (Kepala Desa) benar-benar puas dengan hasilnya alias revisi akhir. Pembayaran diterima Rp30 juta, persis seperti tertera di proposal, persis seperti SPJ yang ditandatangani Amsal. Tahun 2021, ada desa yang juga menginginkan hal serupa. Mungkin karena melihat portofolio sebelumnya. Tahun 2022, ada dua desa yang sebenarnya sudah dikerjakan videonya tahun 2021, tapi karena belum ada anggarannya, baru dibayarkan tahun 2022. Faktanya, ada desa yang videonya sudah selesai, tapi serah terima tidak dilakukan. Karena anggarannya tidak cukup dan akhirnya tidak dibayarkan. Itulah risiko dari pekerja kreatif seperti Amsal. Setelah pandemi mereda, pekerja kreatif pun bekerja seperti semula. Amsal berkata bahwa pekerjaan dengan pemerintah itu sebenarnya berisiko tinggi. Ada jarak jauh yang harus ditempuh ke desa-desa, ada drone yang disambar elang, dsb. Pengerjaan video profil desa adalah pekerjaan pertama dan terakhir dalam bekerja sama dengan pemerintah. ~ Berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum ~ Tahun 2025, Amsal dipanggil sebagai saksi atas projek pengerjaan video profil desa. Setelah itu, Amsal ditetapkan sebagai tersangka. Inspektorat menyatakan ada kerugian negara. Amsal menegaskan ia tidak pernah dipanggil atau diperiksa sekalipun oleh Inspektorat. Ternyata, satu tahun setelah projek selesai, Kepala Desa dipanggil dan diperiksa oleh Inspektorat, tetapi ternyata tidak ditemui masalah. Di fakta persidangan, Kepala Desa yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (yang seharusnya pihak yang memberatkan) justru mendukung Amsal. Mereka puas dengan pekerjaan Amsal. Apalagi, Amsal itu selalu ikut turun langsung untuk setiap pengerjaan video. ~ Momen Menarik di Persidangan ~ Dalam salah satu persidangan, ada dialog menarik antara Hakim dan Kepala Desa Hakim: Kenapa ia bisa dipenjara? Kepala Desa: Tidak tahu. Hakim: Ada proposal yang ia tawarkan? Kepala Desa: Ada Hakim: Berapa nilai proposal yang ia tawarkan? Kepala Desa: 30 juta Hakim: Berapa yang kalian bayarkan Kepala Desa: 30 juta Hakim: Terus kenapa dia bisa dipenjara Kepala Desa: Enggak tahu, Yang Mulia ~ Moment of Truth ~ Mark up itu dimunculkan karena ada beberapa item yang dinolkan oleh Auditor dan diamini oleh Jaksa Penuntut Umum. Ada ide, ada editing, cutting, dubbing, clip on (microphone). Semuanya dianggap nol oleh Auditor dan Jaksa Penuntut Umum. Nilai yang tertera di proposal dan akhirnya dibayarkan itulah kemudian dianggap sebagai Mark Up dan merugikan negara ~ Suara Hati dan Isak Tangis Amsal ~ Saya hari ini hanya mencari keadilan. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif. Yang saya takutkan jika hal ini terjadi, kami anak-anak muda pekerja ekonomi kreatif di Indonesia akan takut bekerja sama dengan pemerintah. Saya cuma mencari keadilan. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif biasa. Saya tidak punya wewenang dalam anggaran. Sederhananya, saya hanya menjual. Kalau memang harganya kemahalan, kenapa tidak ditolak saja? Atau kalau tidak sesuai, kenapa harus dibayarkan? Tidak perlu saya dipenjarakan. Karena pekerjaan ini kami lakukan tahun 2020 juga saat pandemi. Hanya untuk bertahan hidup dan untuk mempromosikan Kabupaten Karo. Bisa dilihat di sosial media saya. Dari dulu, saya selalu mengangkat konten-konten kearifan lokal di Tanah Karo. Saya cinta sekali dengan Tanah Karo. Walaupun dengan kejadian ini, saya akan tetap mencintai Tanah Karo.

M. Ridha Intifadha

19,236 views โ€ข 4 months ago

260523 ABEMA TIMES #ๆŸๆœจ็”ฑ็ด€ Kashiwagi Yuki Akui "Masa Peringkat 3 Senbatsu Sousenkyo yang Penuh Keputusasaan", Titik Baliknya adalah "Saat Maeda-san dan Yuko-chan 'Menyibak' Rambutku..." Kashiwagi Yuki (34), telah lulus dari AKB48 dua tahun lalu setelah 17 tahun berkarier. Lolos audisi AKB48 di usia 15 tahun dan terus mendapat sorotan sebagai idola, kini ia membeberkan tentang "masa peringkat 3 Senbatsu Sousenkyo yang penuh keputusasaan" di balik rentetan pencapaian gemilangnya tersebut. Bergabung dengan AKB48 sebagai generasi ketiga saat duduk di bangku kelas 3 SMP, Kashiwagi pindah ke Tokyo dari kampung halamannya di Kagoshima. Namun, hal pertama yang menantinya di awal karier adalah realita kejam yang jauh berbeda dari dunia yang ia impikan. โ€‹"Aku sangat berdebar-debar dan antusias karena akhirnya bisa menjadi idola yang selalu kudambakan. Tapi, saat di acara jabat tangan, orang-orang yang mengantre untuk Maeda Atsuko-san atau Oshima Yuko-chan di sebelahku terlihat sangat gembira sambil berseru 'Wah, Acchan!', atau 'Wah, senangnya!'. Sementara saat mereka bergeser ke depanku, aku masih ingat jelas ekspresi wajah mereka yang seolah menyiratkan 'Siapa sih anak ini?'. Sejak saat itu aku mulai sadar, 'Ah, aku ini belum bisa melakukan apa-apa. Lagipula, tidak ada gunanya kalau aku terlalu menonjol di AKB48'. Bahkan di acara televisi reguler pun aku berusaha membaur agar 'jangan sampai terlalu sering tersorot kamera, jangan sampai diajak bicara'." โ€‹Sempat menutup diri karena terintimidasi oleh pesona luar biasa dari orang-orang di sekelilingnya, Kashiwagi pada akhirnya menemukan sebuah "strategi bertahan hidup". โ€‹"Karena merasa harus melakukan sesuatu, jalan yang aku pilih adalah berusaha keras di acara jabat tangan. Meski merasa tidak punya bakat atau kelebihan apa pun, aku bertekad untuk menghadapi para penggemar di acara jabat tangan dengan sangat tulus. Aku berusaha melayani mereka agar mereka senang, menghafal nama-nama mereka, dan mengeluarkan suara yang lebih keras dan ceria melebihi para senior agar mereka berpikir 'Aku ingin menyukai anak ini'. Setiap minggu, aku berjuang sekeras itu di acara jabat tangan." Usaha konsistennya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pemilihan umum di tahun keempatnya bergabung, Kashiwagi membuat lompatan besar dengan sukses meraih posisi ke-3. Namun tanpa disangka, tekanan dari titel "Peringkat 3" itu justru semakin menyudutkan dirinya yang kala itu masih berusia 20 tahun. โ€‹"Meski di foto aku tampak tersenyum, rasa 'tidak enak hati' itu tetap saja terpancar. Saat kami berbaris sesuai peringkat di acara musik dan diajak bicara satu per satu, tidak jarang giliranku (urutan) dilewati begitu saja. Seperti Acchan, Yuko-chan, lalu... setelahnya siapa ya? Karena aku merasa 'Mereka melewatkanku karena tidak mengenalku, jadi aku tidak dipakai di TV', rasa sakit hatiku malah semakin menumpuk, padahal aku sudah bersusah payah meraih peringkat 3..." โ€‹Saat ia terus menundukkan kepalanya dalam-dalam karena urutannya di acara musik sering terlewat, sosok yang akhirnya membuka pandangan dan membantunya bangkit adalah Maeda Atsuko dan Oshima Yuko, yang saat itu menduduki puncak popularitas. โ€‹"Waktu itu aku selalu berpikir 'Aku ingin sedikit menyembunyikan wajahku', jadi aku menutupinya dengan juntaian rambut (membentuknya seperti antena). Mungkin karena kurang percaya diri, rasanya jauh lebih tenang kalau ada rambut di situ. Tapi ketika aku berhasil meraih peringkat 3, Maeda Atsuko-san dan Oshima Yuko-chan bertanya kepadaku, 'Ini rambut buat apa?'. Saat aku menjawab dengan gugup 'Eh, ini bukan apa-apa...', Maeda-san dan Yuko-chan sama-sama langsung 'menyibak' rambutku sehingga telingaku terlihat. Mereka bilang, 'Sayang lho kalau ditutupin, kelihatan suram', 'Mending wajahmu diperlihatkan sejelas mungkin, karena jauh lebih baik kalau orang-orang mengingat wajahmu. Berhenti menutupi wajah pakai rambut ini'. Di momen itu aku tersadar, 'Ah, mungkin ini kesempatanku untuk bisa berubah'. Walaupun itu hanya sebuah interaksi kecil, aku sangat bersyukur karena para senior memedulikanku. Berkat mereka, aku merasa bisa sedikit mengubah diriku yang tidak percaya diri ini."

Satau

22,717 views โ€ข 2 months ago