Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

๐—”๐—ต๐—ผ๐—ธ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต- ๐—”๐—ป๐—ถ๐—ฒ๐˜€ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป โ˜๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ’ฏ Saya pro jokowi - ahok di 2012, Karena saat itu Saya menilai jokowi - ahok adalah solusi kanal kebuntuan birokrasi di DKI . Tetapi seiring berjalan nya waktu, gestur, perangai, lisan yang kasar, dan keberpihakan nya terhadap Oligarki terkait Reklamasi, Saya mulai...

139,210 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren โ€ขvia X (Twitter)

11 Kommentare

Profilbild von ILUSTRATOR HANDAL
ILUSTRATOR HANDALvor 2 Jahren

#AMINkanIndonesia

Profilbild von Aisya
Aisyavor 2 Jahren

Sy tidak pernah sekalipun mendukung jokowi maupun ahok saat pemilu. Sumpah serapah comberan dan kebun binatang keluar dari mulut nya. Sebagai warga jakarta di masa itu sy muak mendengar keluhan teman2 dan warga jakarta akan ucapan2 ahok yg tak pantas. Dan AKHLAK itu penting

Profilbild von ILUSTRATOR HANDAL
ILUSTRATOR HANDALvor 2 Jahren

Anda beruntung ๐Ÿ‘

Profilbild von Akent sidarta
Akent sidartavor 2 Jahren

Buat para pendukung 01, kita semua tahu keadaan seperti apa saat Pilgub DKI kemarin. Tapi yg sdh berlalu,biarlah berlalu. Toh sdh banyak juga saudaraยฒ kita di DKI yg beda keyakinan merasakan bagaimana figur pak Anis saat memimpin.

Profilbild von ILUSTRATOR HANDAL
ILUSTRATOR HANDALvor 2 Jahren

Ya , anies baswedan sangat tepat sebagai "Bapak Toleransi Bangsa"๐Ÿ‘ #aniesbubble

Profilbild von Aiueo
Aiueovor 2 Jahren

Mungkin timelinenya mmg Allah buat begitu, kalau ga ada ahok mungkin Jakarta dan juga Indonesia ga akan belajar banyak ttg arti toleransi dan pentingnya menjaga adab. Samsaknya Allah pilih pak anies krn Allah tahu beliau yg kuat. Makanya, setelah ini, yuk jangan mau terpecah lagi

Profilbild von ILUSTRATOR HANDAL
ILUSTRATOR HANDALvor 2 Jahren

Tepat sekali ๐Ÿ‘

Profilbild von Axe is better than rifles
Axe is better than riflesvor 2 Jahren

Dulu waktu pemilihan jakarta saya milih ahok, tapi pas anies menjabat gubernur jakarta sendirian, si ahok ini suka banget mencibir bilang dia gak bisa kerja padahal dia sendiri diangkat dirut pertamina waktu itu. Benar kecewa sih, ternyata jokowers dan ahokers itu provokator

Profilbild von Esca
Escavor 2 Jahren

Taik mana taik...???!?! Kalau liat dia jd ingat taik... Ini Ahok sok bersih... Semoga nanti KPK bisa buktikan dan penjarakan si taik ini...

Profilbild von Gula Aren
Gula Arenvor 2 Jahren

2014 saya juga menjadi korban janji2 capres yang di dukung media massa bang. Pengalaman memang pahit.. tapi itulah yang membuatnya menjadi sangat berharga.. Jangan pernah menyerah bang.. ๐Ÿซก๐Ÿซก๐Ÿซก

Profilbild von ILUSTRATOR HANDAL
ILUSTRATOR HANDALvor 2 Jahren

@a62843_aren โ˜๏ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ’ฏ

ร„hnliche Videos

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut๐Ÿ‘‡-

Hasyim Muhammad

372,050 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

ada pernyataan yang menarik banget dari seorang pengacara spesialis hukum, park joongkwang yang juga dikenal sebagai penggemar sejarah, speakup terkait kontroversi hayoung. "tanggung jawab leluhur yang melakukan tindakan pro-jepang dan penilaian terhadap keturunannya tentu saja harus dipisahkan. korea juga melarang hukuman berdasarkan keturunan melalui konstitusi. tetapi orang yang sedang menjadi masalah sekarang adalah hayoung. di korea masih banyak keturunan orang-orang yang pro-jepang. mereka masih ada dan akan terus ada. kita sebenarnya tahu siapa orang orang itu, tetapi kita tidak mempermasalahkan semuanya. kenapa? karena mereka menunjukkan sikap yang tepat. setidaknya mereka tahu bagaimana merasa malu atas hal itu. dan melakukan sesuatu terhadap mereka sekarang sama sekali tidak akan membantu perkembangan masyarakat. karena itulah kita membiarkannya begitu saja. kita bisa memberikan banyak contoh. tentu saja ada konglomerat yang memiliki sejarah pro-jepang. salah satu contoh yang paling terkenal adalah doosan. perusahaan itu bermula dari sebuah perusahaan yang tidak diragukan lagi memiliki sejarah pro-jepang, kemudian berkembang menjadi konglomerat. tetapi bukan berarti sekarang kita akan menjadikan doosan sebagai perusahaan milik negara. itu tidak boleh dilakukan. perusahaan yang paling terkenal lainnya tentu hyundai motor, tetapi bagaimana dengan sk hynix? apakah semuanya harus dikembalikan kepada negara? saya bisa memahami keinginan untuk menyita harta tersebut. tetapi daripada menyita dan menjualnya, kita memilih untuk membiarkannya tetap ada dan memilih jalan yang memungkinkan masyarakat kita berkembang lebih jauh. bukan karena kita menyukai mereka. negara saat itu sudah menjadi reruntuhan akibat perang. masyarakat harus segera mencari nafkah dan belajar agar bisa menghasilkan bahkan satu dolar lebih banyak. dalam kondisi yang begitu mendesak, masyarakat memilih jalan tersebut. masyarakat sebenarnya tahu, tetapi memilih untuk memaafkan dan membiarkannya karena percaya bahwa kekayaan tersebut pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi korea selatan. namun, ketika seseorang tidak memahami hal itu lalu keluar dan membicarakannya dengan bangga, tentu menjadi masalah. karena itu, sebenarnya hayoung sebagai seorang selebritas hanya perlu menunjukkan sikap yang tepat. bukan berarti tidak ada contoh sebelumnya. ada banyak kasus serupa. kalau dia mengikuti contoh-contoh yang sudah ada, sebenarnya situasi ini sama sekali tidak perlu menjadi masalah. banyak selebritas juga memiliki leluhur yang pro-jepang. misalnya kang dong-won, dan lee jiah juga pernah menjadi sorotan serta meminta maaf. apa perbedaannya? mereka merasa malu terhadap hal tersebut. lee jiah dan kang dongwon menunjukkan contoh yang sangat baik tentang bagaimana seorang selebritas dengan leluhur pro-jepang seharusnya bersikap. mereka bisa menjadi teladan. sedangkan dalam kasus hayoung, dia tidak menunjukkan sikap seperti itu, sehingga akhirnya menjadi masalah. ada unsur โ€˜gweisimjoeโ€™, rasa kesal masyarakat karena sikapnya dianggap tidak pantas dalam kontroversi ini. apalagi ini terjadi menjelang gwangbokjeol (hari pembebasan korea) sudah banyak orang yang meminta maaf karena leluhurnya. jadi sekali lagi, ini adalah masalah sikap. saya ingin menegaskan bahwa hayoung bukan dihujat karena kesalahan leluhurnya. dia dihujat karena sikapnya sendiri. dan ketika kita membicarakan persoalan pro-jepang, menurut saya pesan yang ingin kita tegaskan kali ini adalah: โ€˜kami tidak akan menyita hartamu, tetapi jangan membanggakannya. kami tidak mengambil uangmu dari masyarakat, tetapi itu juga bukan berarti kami memberikan kehormatan kepadamu.โ€™ saya rasa itulah sesuatu yang kembali kita tegaskan melalui kontroversi ini."

๋•์งˆ์ผ๊ธฐ

29,979 Aufrufe โ€ข vor 1 Monat

Prof Mahfud, Prof Rhenald, dan Ketakutan PSI pada Kuasa Jokowi Pagi ini seorang teman mengirimkan video podcast Prof Mahfud MD dengan Prof Rhenald Kasali. Ada beberapa menit yang membicarakan soal saya. Karenanya, saya memutuskan untuk memberikan klarifikasi. Sebenarnya, saya menghindar untuk fokus ke persoalan saya pribadi. Karena, saya ingin kita lebih ke isu-isu publik, bukan isu private pribadi. Akhir-akhir, ini saya mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, termasuk akun media sosial saya untuk mengadvokasi agar pemilu 2024, termasuk Pilpres, berjalan jujur, adil, dan demokratis. Kenapa? Karena secara hukum tata negara, ilmu yang saya pelajari, itulah satu-satunya jalan terbaik untuk menyelematkan perjalanan bangsa Indonesia ke depan, terlepas dari keterpurukan. Yaitu, melalui pemilu yang berjalan jujur, adil, demokratis, dan berhasil memilih pemimpin eksekutif (presiden) dan anggota legislatif terbaik yang amanah dan antikorupsi. Kalau pemilu kita hanya "festivalisasi" atau "sensasionalisasi", tanpa "intelektualisasi", tanpa pertarungan visi-misi, lebih ke arah survei "elektabilitas", "popularitas", tapi melupakan "kapasitas" dan "intregritas", maka anggota parlemen bahkan presiden kita akan ditentukan oleh "DUITokrasi", daulat duit. Presiden pilihan uang, bukan rakyat! Karena itu, saya cenderung membiarkan saja serangan-serangan ke pribadi saya. Argumentasi ad hominem. Menyerang pribadi, bukan ke substansi masalah. Tetapi, karena bagaimanapun ini sudah masuk wilayah politik, yang sangat dipengaruhi "persepsi", maka sekali-kali saya memutuskan tetap penting untuk melakukan klarifikasi (tabayyun). Karena, kalau disinformasi soal pribadi saya terus dibiarkan, pesan-pesan perjuangan saya untuk menjaga pemilu 2024 โ€“ termasuk Pilpres โ€“ berjalan jujur, adil, dan demokratis juga akan terkena imbas negatifnya. Kali ini, saya akan fokus pada tiga disinformasi: 1) Tuduhan korupsi di kasus "Payment Gateway"; 2) Tuduhan menyebarkan hoax di soal putusan MK soal sistem pemilu legislatif; dan 3) Tuduhan "takut", karena tidak menghadapi masalah hukum di tanah air. SATU, soal payment gateway, saya berterima kasih, di podcast dengan Rhenald Kasali, Prof Mahfud menyatakan tidak ada korupsi. Yang terjadi adalah "salah prosedur", tidak ada korupsi karena saya "bukan makan uangnya". Saya tentu punya banyak argumen bahwa kesalahan prosedur pun senyatanya tidak ada. Yang tidak dijelaskan Prof. Mahfud, bahwa saya dikasuskan karena mengadvokasi proses pemilihan Kapolri saat itu. Di awal pemerintahan Jokowi, Beliau menominasikan Budi Gunawan menjadi Kapolri. Kami menolaknya karena tidak percaya dengan integritasnya. Masih ingat laporan utama Majalah Tempo soal "Rekening Gendut" para petinggi kepolisian saat itu? Maka, terjadilah gonjang-ganjing politik hukum. Beberapa pimpinan dan pegawai KPK di tersangkakan kepolisian, di antaranya Abrahan Samad, Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan. Di luar KPK, sahabat Prof. Mahfud, Ketua Komisi Yudisial masa itu Suparman Marzuki, juga di tersangkakan. Karena advokasi pemilihan Kapolri itulah, saya pun ikut ditersangkakan Bareskrim Polri, pada awal 2015. Dimunculkan kasus "payment gateway", upaya saya memperbaiki sistem pembayaran paspor secara online, agar menghilangkan praktik percaloan. Sudah 8 tahun lebih, kasus itu masih digantung. Kalau saya mengkritisi kekuasaan, kasus itu dimunculkan dan diberitakan lagi ke publik. Kasus "payment gateway" nyata-nyata dijadikan alat sandera politik. Namun, saya menolak untuk tunduk. Saya menolak untuk takut, dan tetap bersuara kritis sesuai pilihan idealisme yang saya yakini kebenarannya. Siapapun yang merasa kasus itu bukan kriminalisasi, itu hak anda. Meski ada baiknya, anda berpikir ulang, dan bersikap lebih membuka mata-hati, dan berpikir tidak semua kasus hukum di negeri ini murni penegakan hukum, apalagi kalau kita berhadapan dengan kekuasaan, oligarki, dan mafia hukum yang koruptif. Lebih jauh soal kasus "payment gateway" silakan klik: Ada satu lagi, yang ingin saya luruskan, dari pernyataan Prof Mahfud, bahwa saya diberhentikan dari UGM. Lebih tepatnya, saya yang minta berhenti secara terhormat, tanpa hak pensiun. Karena, setelah dikasuskan, saya mengalami "kematian perdata". Imbasnya, rezeki berkurang. Maka, saya berpikir untuk membuka kantor hukum. Agar tidak terjadi benturan kepentingan dan pelanggaran aturanโ€”karena saya meyakini PNS tidak boleh membuka kantor hukum, meskipun tidak sedikit yang diam-diam melakukannya, maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur dari UGM. Lagi-lagi, saya ingin bersikap konsisten dengan prinsip antikorupsi, termasuk tidak berstatus PNS saat membuka firma hukum INTEGRITY. DUA, Rhenald Kasali dalam podcast tersebut, beberapa politisi PSI, dan mereka yang punya pemahaman politik cenderung sealiran, masih saja menyatakan saya menyebar "hoax" terkait putusan MK soal sistem pemilu. Ayo, mari kita luruskan logika amat-sangat sederhana (simple logic). Bahwasanya saya mengatakan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, dan ternyata putusannya terbuka, tidak boleh dong serta-merta disimpulkan saya menyebarkan hoax. Kenapa sulit sekali memahami adanya kemungkinan pergeseran putusan di MK, dari awalnya berencana memutuskan tertutup lalu bergeser menjadi terbuka? Tanyakan kepada beberapa pemohon ataupun saksi di persidangan, apa yang mereka dengar dan ketahui. Tidak sedikit yang akan mengkonfirmasi, bahwa mereka juga berkeyakinan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, meskipun lalu berubah. Prof Mahfud menyatakan yang kredibel hanya sumber di MK. Saya berbeda pendapat. Sumber kredibel bisa pihak lain yang punya kapasitas dan integritas tak terbeli, di luar MK, yang paham dan mengerti situasi dan punya ilmu pengetahuan terkait kecenderungan putusan MK. Misalnya, sekali lagi hanya misalnya, kalau sumber saya adalah Prof. Mahfud MD, mantan Ketua MK, Menkopolhukam, Guru Besar Hukum Tata Negara, mosok salah jika saya menyebut beliau adalah sumber yang kredibel, meskipun Prof Mahfud tidak lagi di MK? Info saya valid! MK akan memutuskan sistem pileg proporsional tertutup. Saya tidak bisa membuka siapa sumbernya. Bukan karena takut. Justru karena saya bertanggung jawab. Justru karena saya memegang komitmen dan janji untuk tidak melibatkan sang sumber. Saya akan hadapi pengkasusan ini sebagai risiko perjuangan menegakkan daulat suara rakyat melalui proporsional terbuka yang didukung 80% pemilih, menurut survei INDIKATOR pimpinan Burhanuddin Muhtadi, salah satu lembaga survei yang masih saya yakini kredibilitasnya. Dikasuskan, dipidanakan, dan diancam penjarakan karena memperjuangkan hak politik rakyat melalui satu twit, adalah jelas-jelas absurd! Tetapi kalau Profesor Rhenald, beberapa politisi PSI, tidak bisa melihat twit saya sebagai perjuangan menegakkan suara rakyat; sebagai bentuk advokasi publik untuk mengawal MK agar menegakkan keadilan konstitusional; serta pengkasusan saya sebagai absurditas penegakan hukum, ya itulah hak dan cara pandang mereka. Saya hanya bisa mengelus dada dan menyayangkan saja. Bahkan, sebenarnya twit saya bisa dilihat sebagai bantuan kepada Prof. Mahfud, agar pemilu 2024 tidak ditunda. Kalau MK memutuskan sistem proporsional tertutup, 8 parpol di DPR memboikot pemilu, tidak menyetujui aturan KPU yang terkait perubahan sistem pemilu itu, maka pemilu 2024 terancam tidak terlaksana tepat waktu. TIGA, beberapa politisi PSI dan buzzerRp Jokowi tentu senada menganggap saya takut, "tidak jantan" karena tidak kembali ke tanah air menghadapi kasus hukum payment gateway dan perkara terkait putusan MK. Jadi, saya bukan lama di Australia dan tidak pulang ke tanah air. Saya bolak-balik Indonesia-Australia. Akhir tahun lalu sampai Februari saya di Indonesia. Lebaran kemarin pun saya di Indonesia. Saya punya kantor hukum INTEGRITY di Jakarta dan Melbourne. Kalaupun saya 2016โ€”2019 agak lama di Melbourne, karena diberi kehormatan menjadi Profesor tamu di Melbourne Law School. Universitas Melbourne tidak peduli, dan sangat paham kriminalisasi kasus payment gateway saya di tanah air. Jadi, kalau PSI dan BuzzerRp sulit paham, lagi-lagi saya ingin sampaikan logika sederhana saja (simple logic). Orang yang takut biasanya tidak akan menentang arus, melawan, dan mengkritisi kekuasaan. Orang yang takut akan lebih memilih diam, mencari aman, tidak ambil risiko, sehingga mengekor saja semua agenda politik pemegang kekuasaan. Saya sama seperti anda rekan-rekan PSI, di 2014 memilih Jokowi. Tetapi ketika makin kelihatan Jokowi melumpuhkan KPK; Jokowi membangun dinasti kekuasaan keluarganya; Jokowi membiarkan bisnis anaknya menerima suntikan modal yang senyatanya patut diduga suap dari para pebisnis yang ingin dekat dengan kekuasaan istana dll; maka saya memilih bersikap tegas melawan kekuasaan Jokowi yang cenderung koruptif dan represif. Maka, ketika misalnya Grace Natalie, dan rekan-rekan PSI mengatakan, di satu sisi, memperjuangkan hak orang muda melalui uji materi syarat umur capres-cawapres di MK, saya tentu sulit percaya. Politik itu adalah rekam jejak. Karena di sisi lain, PSI pernah menyatakan mendukung Jokowi untuk menjabat tiga periode. Dari segi umur, dimana perjuangan aspirasi usia muda, kalau masih mendukung Jokowi yang sudah jelas-jelas tidak lagi muda? Belum lagi dukungan pada Kaesang di Depok, Bobby Nasution di Sumut, ataupun Gibran di Solo dan bisa ditebak di Pilpres 2024โ€”jika MK mengubah syarat umur, nyata-nyata bertentangan dengan statemen politik Sekjen PSI soal menolak dinasti, di tahun 2015. Sudah lama memang, tapi masih tersimpan aman dalam jejak digital, sehingga bisa kita gunakan untuk menyoal konsistensi PSI. Siapa yang penakut? Saya yang siap dikasuskan dan melawan dengan terus bersuara lantang dan mengkritisi kekuasaan Jokowi yang koruptif? Atau, rekan-rekan PSI yang dengan gagah mengatakan "Tegak Lurus Pada Jokowi", alias "manut" atau ikut apa saja, apapun sikap politik Jokowi. Dalam pandangan saya, "kemanutan" politik pada kekuasaan, adalah ciri-ciri nyata dari berpolitik dengan penuh "ketakutan". Maaf, karena itu, bagi saya PSI bukan partai. Bagi saya PSI adalah semata-mata relawan Jokowi, Gibran, Kaesang, Bob Nasution. Jangan katakan anda memperjuangkan hak orang muda di MK, karena sebenarnya PSI sedang menjadi relawan Jokowi, dan takut melakukan perlawanan pada kekuasaan yang sedang membangun oligarki dan dinastinya yang cenderung koruptif!

Denny Indrayana

269,538 Aufrufe โ€ข vor 3 Jahren

Apakah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan setuju dengan Proses Pemakzulan Pak Jokowi sebagai Presiden RI? Mengapa beberapa tokoh pendukung Ganjar dan Anies terlibat dalam Gerakan Penurunan Pak Jokowi? Apakah sudah dihayati dampaknya jika terjadi benturan, bahkan kerusuhan sosial di masyarakat? Demokrasi memang lahir untuk mereka yang sabar, sabar menjalaninya. Pak Prabowo menempuh jalan demokrasi, bukan jalan kudeta, bukan jalan memakzulkan Presiden RI. Karena begitu semangatnya berdemokrasi, Prabowo tanpa lelah berkeliling NKRI untuk membangun jaringan partai di 80 ribuan desa. Itu butuh uang, stamina, niat baik dan hubungan baik dengan masyarakat. Prabowo melahirkan, mendukung ribuan anak muda untuk menjadi Gubernur, Walikota, Bupati dan pemimpin di berbagai bidang, dan sampai saya menulis ini, peran itu terus dilakukan oleh Prabowo. Dengan kontribusinya itu, Prabowo tidak masalah terus dihina, ia menerima saat dikhianati, difitnah, dibully di medsos, di GBK, di depan ribuan peserta jalan sehat, di debat capres yang ditonton ratusan juta hati rakyat Indonesia. Prabowo sangat memahami, itulah suka duka berdemokrasi. Prabowo itu Ketua Umum IPSI yang tidak pandai bersilat lidah. Karakter suara Prabowo seperti rocker, sehingga orang salah menilainya. Rumus perjuangan Prabowo sebagai manusia biasa itu sederhana saja, kalah dan berguru sama Pak Jokowi. Prabowo sangat loyal sama siapa pun atasannya, walaupun atasannya itu sudah tidak menjabat. INI SUDAH TERBUKTI BERKALI-KALI. Tidak pernah Prabowo mengatakan hal buruk tentang atasannya, apalagi berkhianat. Itulah mengapa Pak Jokowi tidak ragu sama sekali memintanya sebagai Menteri Pertahanan RI. Itulah rahasianya, mengapa Prabowo menjadi satu-satunya Capres yang punya hubungan yang sangat baik dengan seluruh mantan Presiden RI. Prabowo punya hubungan baik dengan seluruh Jenderal2 yang pernah menyakiti dan berbuat tidak adil padanya. Tidak ada orang yang takut dengan Prabowo. Buktinya: Prabowo paling banyak difitnah, dihina. Prabowo itu disegani, karena dia termasuk tokoh politik yang paling banyak merasakan, mengalami berbagai ujian keikhlasan dan kesabaran. Terima kasih, Hormat kami, Hariqo Wibawa Satria, Jubir TKN Prabowo Gibran.

hariqo satria

11,477 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu โœŒ๏ธ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw ๐Ÿ™). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana ๐Ÿซก๐Ÿ‘ Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana ๐Ÿ‘ Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke ๐Ÿซถ๐Ÿ’Œ

Gigiiih ๐Ÿ€๐Ÿ’Ž๐Ÿฆ–

45,430 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

๐—›๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ง๐—จ ๐—ฃ๐—”๐—ฆ๐—”๐—Ÿ ๐—”๐—ž๐— ๐—”๐—Ÿ, ๐—›๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ก๐—œ ๐—ž๐—œ๐—ฆ๐—”๐—› ๐—ฆ๐—ฌ๐—˜๐—— ๐—œ๐—•๐—ฅ๐—”๐—›๐—œ๐—  Selepas saya sembang mengenai YB Akmal yang dilantik menjadi Menteri Ekonomi, saya juga janji untuk cerita pasal YB Syed Ibrahim Syed Noh, yang dilantik menjadi Timbalan Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam. Syed Ibrahim ni quite rare dalam banyak-banyak ahli parlimen yang ada sebab latar belakang dia. Boleh kata dia all rounder, yang pada penilaian saya, negara perlu lebih ramai orang all rounder macam ini dalam politik. All rounder macam mana? For a start, dia lulusan ijazah dan sarjana pentadbiran perniagaan (MBA) dari USA. Berkhidmat lebih 25 tahun dengan Telekom Malaysia ke jawatan terakhir sebagai Timbalan Pengurus Besar Telekom Malaysia. Beliau juga seorang aktivis sejak dari universiti di US. Aktif di dalam gerakan Islam di kampus dan bila balik, terus bergiat di dalam IKRAM sehingga jawatan terakhir sebagai Naib Presiden IKRAM. Ramai ceplos-ceplos dalam parti yang suka mengherdik Syed Ibrahim kerana wataknya yang lembut dan bersopan santun. Tidak pernah marah, senyum sentiasa. Budi bahasa Syed Ibrahim sering disalah erti sebagai tanda Syed Ibrahim ini bukan tokoh politik yang sesuai dengan sepak terajang politik PKR. Sedangkan Syed Ibrahim ke depan melawan akta-akta zalim jauh lebih awal dari hampir semua Ahli Parlimen PKR, apatah lagi pimpinan-pimpinan PKR yang ada sekarang. Dari zaman reformasi, Syed Ibrahim adalah Pengerusi Gabungan Mansuh ISA (GMI), iaitu gabungan 80 NGO yang berkempen memansuhkan ISA. Beliau pernah kena gam dari masuk ke Sarawak, sebelum pun PKR pernah menang kerusi di Sarawak akibat penglibatan beliau menghapuskan ISA. Beliau menjadi Pengerusi GMI hinggalah ISA dimansuhkan dalam tahun 2011. Beliau juga adalah salah seorang pemimpin MAFREL, iaitu gabungan NGO menuntut pilihanraya bebas sebelum pun wujud BERSIH. Apabila BERSIH2.0 ditubuhkan, beliau adalah Timbalan Pengerusi BERSIH sehinggalah beliau meletakkan jawatan untuk menyertai PKR dalam tahun 2014. Semua ini beliau perjuangkan semasa beliau masih berkhidmat di dalam Telekom Malaysia, jadi kita boleh bayangkan kepayahan beliau mengimbangi tugas profesional di GLC dan aktivisme beliau lantang bersuara di luar. Selepas PRU 2013, sebagai Pengarah Strategi PKR pada ketika itu, saya bawa satu agenda kepada pimpinan parti, iaitu keperluan membawa tokoh-tokoh aktivis yang cukup syarat untuk menjadi generasi pimpinan PKR yang seterusnya. Salah seorang yang dikenal pasti cukup syaratnya ialah Syed Ibrahim - sejarah aktivisme yang panjang bukan sahaja dalam gerakan dakwah tetapi memimpin gerakan demokratik seperti GMI dan BERSIH. Beliau juga adalah seorang yang terpelajar dengan kerjaya profesional yang panjang. Alhamdulillah parti bersetuju dan Syed Ibrahim pun bersetuju. Dengan sekelip mata, sama juga dengan pengalaman saya sebelum itu, beliau hilang pekerjaan dan tiada gaji tetap. Syed Ibrahim dilantik menjadi Ketua Penerangan PKR selepas pemilihan 2014. Ketika itu saya adalah Naib Presiden dan Setiausaha Agung parti. Apabila Datoโ€™ Seri Anwar dipenjarakan semula dalam tahun 2015, kepimpinan parti dimonopoli oleh geng Azmin Ali, yang dipanggil Kartel pada ketika itu. Apatah lagi mereka mempunya kuasa, wang dan jawatan dengan menguasai sepenuhnya kerajaan Selangor. Saya harap Kak Wan tidak lupa sepanjang tempoh itu, hanya ada beberapa orang dari kami yang terpaksa bertekak sepanjang masa mempertahankan beliau sebagai presiden parti. Salah seorang dari anggota Biro Politik yang secara berterusan mempertahankan Kak Wan dan Anwar Ibrahim, semasa diasak berterusan dari dalam, adalah Syed Ibrahim Syed Noh. Dari situ kami jadi rapat. Beliau tanya saya mengenai persediaan PRU 2018, sekiranya beliau perlu bertanding. Jawapan saya ketika itu bukanlah berita baik kepada beliau. Sementara ramai pimpinan parti cuba merebut kerusi yang dilihat mudah seperti Bandar Tun Razak, saya mencadangkan beliau menumpukan usaha kepada kerusi Ledang. Atas kertas, Ledang adalah kerusi mustahil untuk PKR. Dengan pengundi Melayu melebihi 70% dan dalam kategori Melayu luar bandar, saya tidak salahkan Syed Ibrahim jika dia rasa itu idea gila. Tetapi kami teliti angka dan Ledang ada potensi untuk menang sekiranya pertandingan 3 penjuru berlaku. Dari situ, banyak kempen trak INVOKE sering singgah ke Ledang sejak 2016. Syed Ibrahim menang Ledang dalam tahun 2018 dan berjaya dipertahankan dalam tahun 2022, walaupun PKR kalah besar dalam PRN Johor 6 bulan sebelum itu. Saya faham kalau ada pimpinan PKR yang tidak menghargai ketokohan beliau, sebab dia tidak ada gaya orang politik. Dia tidak meminta jawatan, mulutnya sangat berat untuk memuji sesiapa. Dengan saya, dia lebih banyak tidak bersetuju dari bersetuju. Yang dia ada, hanyalah budi bahasa dan muka yang selalu tersenyum. Cakap yang sangat berlembut. Dan seorang penyabar tahap tinggi, walaupun dia sering ada pandangan yang berbeza dan tak semestinya mengikut arus. Dari segi ibadah, dia jauh lebih warak dari sebahagian besar kami. Saya kira peribadi itu terbentuk dari perjuangan yang lama sebagai aktivis bukan politik - dari gerakan dakwah, kepada kempen mansuh ISA sehinggalah BERSIH, selain dari kerjaya profesional di sektor swasta. Saya memilih untuk berkongsi cerita seperti ini kerana reformasi yang sampai ke peringkat hingga Anwar Ibrahim menjadi Perdana Menteri, banyak menelan keringat dan air mata orang-orang terdahulu yang jauh lebih tinggi sumbangan mereka. Moga ia menjadi pengajaran, terutama kepada ceplos-ceplos yang beriya-iya menghalau pimpinan PKR yang tidak membayar atau memanjakan mereka, bahawa parti ini dibina kekuatannya oleh ramai orang yang tidak bernama, tidak kaya tetapi ada maruah tersendiri. Selamat memikul amanah di dalam kerajaan kepada Syed Ibrahim Syed Noh.

Rafizi Ramli

25,661 Aufrufe โ€ข vor 9 Monaten

Ganjar Pranowo DITUMBALKAN oleh Jokowi di WADAS Yang publik ketahui soal Wadas dan Rembang adalah, proyek tersebut milik Pemprov Jawa Tengah dan Ganjar harus bertanggungjawab dengan sejumlah tragedi yang divisualisasikan oleh berbagai pihak dan media Ternyata selama ini SALAH. Yang publik tidak tahu adalah, proyek Wadas dan Rembang adalah milik Pemerintah Pusat (Jokowi) yang urusan pengadministrasiannya AMBURADUL, terutama soal komunikasi dan pembebasan lahan Proyek Ambisius ini menarik perhatian 2 tahun yang lalu karena intimidasi oknum aparat kepada masyarakat yang memilih bertahan di Wadas. Karena letaknya di Jawa Tengah, maka sasarannya adalah Gubernurnya, Ganjar Pranowo Kala itu, Jokowi hanya memilih DIAM saat kelompok "Wadas Melawan" begitu membabi buta menyerang Ganjar Pranowo Ganjar dibiarkan jalan sendirian, turun kebawah, dibully habis-habisan dan DIFITNAH luar biasa oleh berbagai orang yang berkepentingan baik secara politik maupun agenda kelompok tertentu Ganjar bisa saja LEPAS TANGAN, karena itu sesungguhnya proyek pusat (Jokowi). Ganjar bisa saja kala itu blak-blakan bicara, "Ini proyek pusat, bukan saya, ke Istana saja..." Tapi Ganjar tidak mau lempar handuk. Dia ambil tanggungjawab itu karena baginya, jauh lebih penting masa depan warganya daripada urusan proyek strategis dengan ambisi tak terukur Ganjar membuka komunikasi dengan turun sendiri ke Wadas dan Rembang, lalu membuka balaikota khusus untuk mereka. Pokoknya harus tuntas, dengan atau tanpa bantuan Jokowi Alhasil, dengan komunikasi persuasif, Ganti rugi Wadas bisa diserahkan sepenuhnya kepada warga Wadas. Warga Wadas senang, karena uang yang didapatkan nilainya jauh lebih dari perkiraan mereka. Mereka bisa beli rumah, tanah, mobil bahkan ada yang beli kebun sawit di Kalimantan Di Rembang juga demikian. Ganjar memilih dihujat terlebih dahulu lalu menundukkan kepala dan duduk bersama menyelesaikan persoalan. Padahal, ini adalah warisan dari gubernur sebelumnya dengan pemerintah pusat. Tetapi Ganjar memilih ikut bertanggunjawab Berkali-kali Ganjar mencoba menyelamatkan wajah Jokowi dikasus Wadas dan berbagai kasus lainnya. Ganjar sama sekali tak menyebut nama Jokowi, tapi cukup berkata "Saya Bertanggungjawab" Itulah sikap seorang petarung, kesatria dan pemimpin besar. Ganjar diberi Anugerah yang Maha Kuasa menghadapi persoalan kompleks, yaitu kemampuan komunikasi dengan warga kelas menengah kebawah dengan cara yang persuasif. Bahasanya adalah bahasa rakyat, jadi mudah dipahami oleh rakyat Sehingga ketika Ganjar hadir ditengah-tengah rakyat, ada rasa damai dan persepsi baru yang positif sehingga mampu menghadirkan sebuah mufakat Tapi memang, pemimpin besar harus diuji dengan cara2 yang KEJI dan PAHIT sekalipun 3 ujian besar Ganjar sudah lolos uji coba. Piala dunia U-20, Wadas dan Rembang. Semua adalah milik Pemerintah pusat yang otoritasnya dikendalikan oleh Jokowi dan mestinya ditanggungjawabi Jokowi, bukan Ganjar Pranowo, kecuali memang Jokowi sengaja MENUMBALKAN Ganjar Pranowo Pada akhirnya, kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri. Ini hanya soal waktu dan momentum yang tepat saja, kebenaran akan berbicara sendiri Tetap tegar wahai orang baik dan orang jujur. Saya tahu, pundakmu terlalu kecil untuk memikul itu semua Saya puk...puk...puk dulu pundakmu ya pak, habis itu Gaspol lagi bertemu rakyat Tos dulu ah, btw tadi malam saya tak sadar pipi saya basah mendengar Podcast bang Akbar Faizal . Pak Ganjar terlalu baik ๐Ÿ˜ข๐Ÿฅฒ

Jhon Sitorus

109,097 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

Pray for tapteng๐Ÿฅ€ Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya di Kecamatan Tukka dan Badiri, saya turut prihatin yang mendalam atas musibah banjir yang kembali melanda pemukiman kita. Kita semua tahu dan melihat sendiri bahwa tanggul yang jebol menjadi pemicu utama air masuk dan merendam rumah-rumah warga. Untuk masyarakat sekalian, mari kita tetap berdoa atas ujian yang diberikan Tuhan ini. Sebab, jika kita mulai bicara soal bagaimana kinerja pemerintah dalam menanggulangi banjir agar tanggul tidak jebol lagi, mereka dan para pendukungnya pasti akan kompak menjawab, "salahkan alam" atau bahkan menyebut ini "karena dosa". Biarlah mereka berkata demikian. Mungkin karena bukan mereka yang merasakan langsung sedih, lelah, dan sakitnya saat air kotor masuk ke dalam rumah. Kepada warga, jika hujan sudah mulai turun, alangkah baiknya kita segera bersiap menghadapi segala kemungkinan. Jangan menunggu air membesar baru mengungsi. Lebih baik mengamankan diri ke tempat yang lebih aman sejak awal. Selain itu, ada baiknya beberapa perwakilan warga ikut memantau kondisi tanggul buatan Pemkab saat hujan turun. Jika kondisinya sudah mengkhawatirkan, segera imbau warga lain. Kita tahu sendiri, pemerintah biasanya baru datang saat banjir sudah merendam, bukan turun langsung untuk memberikan imbauan antisipasi. Tidak usah mempertanyakan lagi bagaimana kinerja pemerintah, biarlah seperti itu. Kita semua tahu apa yang sudah mereka kerjakan atau lebih tepatnya, yang gagal mereka kerjakan. Tanggul seperti apa yang dibuat? Penanggulangan bencana macam apa yang disiapkan? Jika kita protes, akan banyak orang yang mendadak buta fakta dan membela dengan dalih "semua karena faktor alam". Padahal, jika benar-benar bekerja, hasilnya pasti kelihatan secara nyata, bukan malah menyalahkan alam. Apa hasil kerja mereka sampai detik ini? Jawablah di dalam hati masing-masing. Jika kita mengkritik Pemkab, orang-orang bodoh akan selalu berdalih soal alam. Lalu bagaimana dengan Jaminan Hidup (Jadup), dana stimulan, dan hunian tetap? Apakah itu semua juga urusan alam? Jelas tidak, tapi kenapa prosesnya sangat lambat? Cukuplah semua omong kosong ini. Mari kita sadar mulai detik ini. Jujur, saya adalah salah satu orang yang memilih Pemkab yang sekarang. Namun melihat kondisi lapangan dan hasil kerja yang berantakan seperti ini, saya tidak akan mau menjadi buta untuk membela mereka. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Tuhan dari marabahaya. Ingat, ini sudah memasuki musim penghujan. Siapkan dan simpan barang-barang berharga dengan baik di tempat yang aman. Jadi, jika banjir kembali datang, kita bisa langsung menyelamatkan diri dengan cepat. Jangan berharap pada pemerintah itu semua omong kosong. Berdoalah kepada Tuhan, karena jika kita menuntut pemerintah, kita sudah tahu jawaban klise mereka: "ALAM". Tapi jika ditanya soal kinerja nyata, mereka tidak akan pernah bisa menjawabnya. Semoga Tuhan melindungi kalian semua di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sumatera Adil & Federal

11,422 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

Ini yang dimaksud bahwa Indonesia "SALAH URUS" hingga Negeri yang KAYA SDA ini hanya jadi PASAR Kalau Bule itu mengatakan Negeri Distributor = Negeri PASAR Global Contoh sejak dulu, Indonesia PASAR bagi MICROSOFT Windows TERBESAR di dunia, Tapi Bisnis Microsoft ada dimana? Di SINGAPORE, karena Indonesia Tidak Menarik bagi INVESTOR karena Negeri ini TIDAK MAMPU MENCIPTAKAN KEPASTIAN HUKUM dan STABILITAS POLITIK nya, Tiap Periode, Tiap Pemimpin BARU Terpilih membawa VISI & MISI nya sendiri karena EGO ke AKU annya yang GEDE BENER daripada Kepentingan BANGSA dan NEGARANYA Begitu juga dengan ELON MUSK / STARLINK Hahahaha dia cuma hire 2 orang untuk Memasarkan Produknya di INDONESIA, Investasinya Hahahaha GA ADA. Apalagi Produk Amerika masuk Negeri ini PAJAKNYA "NOL" Persen !!! Dan Pabrik Jepang yang kemarin TUTUP juga karena KEBIJAKAN YANG SALAH ARAH dan Indonesia tetap jadi PASAR Komponen produksi mereka dari Vietnam Jadi โ€‹Ketika ia menyebut Indonesia hanya menjadi "Negeri Distributor," ini adalah bentuk penyederhanaan yang sangat menyakitkan namun realistis dari kondisi kita saat ini. Jebakan "Kekayaan SDA": Kita memiliki semua sumber daya alam yang dibutuhkan dunia, namun kita tidak memiliki teknologi untuk memprosesnya sendiri menjadi produk akhir. Akhirnya, kita hanya mengeruk bahan mentah, mengirimkannya keluar, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi yang harganya sudah berlipat ganda. Ini adalah definisi klasik dari middle-income trap. Budaya "Cepat Kaya" (Instant Gratification): Poin mengenai "mencari uang instan" sangat krusial. INI YANG GUE PERNAH SAMPAIKAN, TEMPAT PESUGIHAN SEKARANG SEPI, KARENA PARA AUDIENCE PESUGIHAN TELAH MENJADI PEJABAT SEMUA, KARENA DUITNYA LEBIH NYATA dan RESIKONYA LEBIH KECIL. Pemerintahan itu KUIL MAMMON dan Pejabat adalah Pesugihan Modern Sistem bisnis yang ada seringkali lebih mengejar valuation tinggi di atas kertas daripada membangun fundamental bisnis yang nyata. Ini yang ia bandingkan dengan perusahaan teknologi di Amerika (seperti Facebook), di mana para pendirinya tetap berada di perusahaan untuk membangun nilai jangka panjang, bukan sekadar exit strategy untuk mencairkan uang. โ€‹"Negeri Distributor" = "Negeri Pasar": Istilah ini SANGAT AKURAT. Kita adalah target pasar terbesar karena jumlah penduduk kita yang masif dan konsumtif, namun kita tidak memegang kendali atas rantai pasok teknologi. Kita "didistribusikan" barang oleh pemain luar, dan kita "mendistribusikan" sumber daya kita keluar. Kita bukan pemegang kendali, melainkan hanya titik transit dalam perdagangan global. Apa yang ia kritik bukanlah potensi Indonesia, melainkan ARAH orientasi bisnis dan kebijakan INDONESIA. Ketika "inovasi" dianggap tidak "seksi" dibanding "uang instan," maka kita terjebak dalam siklus di mana kita hanya menjadi konsumen dari teknologi yang diciptakan orang lain (Contoh rakyat yang menemukan BIBIT PADI BARU Dipenjara, dan Rakyat yang Memproduksi TV MURAH juga dipenjara) Negeri ini Anti Innovasi. โ€‹Ini adalah cerminan dari kegelisahan gue: Apakah kita akan terus selamanya menjadi penonton di rumah sendiri, ataukah kita mulai berani membangun industri berbasis inovasi dan teknologi yang fundamental? Ketimpangan antara "sumber daya alam yang melimpah" dengan "teknologi yang minim" ini disebabkan oleh kebijakan yang memang sengaja mengarahkan kita untuk menjadi pasar, bukan produsen !! :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

27,859 Aufrufe โ€ข vor 3 Monaten

Saya sering diprotes karena dulu dianggap ndukung Jokowi, kemudian sejak 2023 berbalik. Iya memang dulu saya bekerja di dalam Pemerintahan. Itu karena sejak 2007 saya masuk di Pemerintah, saat presiden berganti dari SBY ke Jokowi (2014), saya masih ada di pemerintah. Sebagaimana jajaran birokrasi, maka wajib mendukung โ€œPemerintah yang sahโ€ yaitu presiden Ke 7 dengan ikut mensukseskan pemerintahan negara. Pemilu 2014 dan 2019 kami netral, tidak ikut kampanye. Tidak ikut pula dukung mendukung politik. Kami masih di dalam menjadi bagian dari Pemerintah. Sebagamana diketahui Pemerintahan Indonesia saat itu sedang menghadapi kelompok2 yang ingin menurunkan dan mengganti pemerintah, lewat demo berjilid2, ada gerakan 411, 212 hingga demo2 besar ikutan lainnya. Gerakan politik itu banyak dinilai sebagai ancaman terhadap demokrasi, bahkan stabilitas NKRI. Kekuatan pro demokrasi dan pro NKRI menentang dan mengkritisi gerakan2 politik yg menggunakan simbol2 agama. Mereka itu identik jadi gerakan โ€œlawan politikโ€ pemerintah yang sah. Ternyata pemerintahan Jokowi makin kuat dan mampu konsolidasi, kemudian semakin percaya diri. Mulai saat itu kami melihat politik berubah. Jokowi nampak ingin terus berkuasa, dan melakukan berbagai cara agar bisa memperpanjang kekuasaaanya. Salah satu yg dilakukan adalah merangkul musuh, dan menyandera politisi sekelilingnya. Orang yg dulu jadi simbol anti demokrasi, dijadikan mitra politiknya. Partai partai โ€œditundukkanโ€ elitnya. Sebenarnya itu boleh2 saja sebagai strategi pilihan politik. Yang jadi masalah, di dalam senyap ada rekayasa terhadap proses demokrasi. Ada pemaksaan regulasi, dengan cawe cawe mempengaruhi Mahkamah konstitusi. KPU, partai partai politik, para politisi, dan aparat negara dibuat tunduk mensukseskan dan mengikuti skenario politik 2024. Menaikkan dinasti Jokowi. Inilah politik tanpa etika bernegara. Inilah otoritarian berbalut demokrasi. Indonesia seakan kembali seperti sebelum reformasi. Disitu penguasa harus diingatkan. Tata negara demokrasi harus dikembalikan. Marwah lembaga lembaga negara harus kembali ditegakkan. Penyelewengan harus dihentikan. Apa yg dilakukan dua tahun belakangan ini tak hanya merugikan Indonesia, tapi juga membahayakan masa depan. Politik sekarang tanpa malu, terang2an memupuk nepotisme. Anak2, mantu, kerabat difasilitasi dan didorong menjadi pejabat. Seolah lewat โ€œprosedur demokrasiโ€ tapi sebenarnya dilakukan dengan cara2 yg tak layak terjadi jika para pelaku dan pendukung punya hati nurani. Jokowi yang awal 2014 dan 2019 jadi simbol rakyat kecil, simbol demokrasi dan simbol reformasi, berubah menjadi simbol penguasa yg melecehkan demokrasi. Simbol Penguasa yang menyepelekan reformasi. Presiden yg mengabaikan etika dan hati nurani. Jokowi tak hanya menjadi pemimpin politik yang bicaranya tak bisa dipegang. Penuh sandiwara. Dia menyandera partai partai politik dan para politisi korup. Membuat lembaga legislatif dan yudikatif tak bisa mengontrol kekuasaan. Mereka tidak berdaya menghadapi keinginan dan skenario kekuasaan. Jokowi bukan hanya menyiapkan dinastinya untuk meneruskan kekuasaan, tapi juga telah membuat nepotisme itu seolah sesuatu yg wajar, dan tidak melanggar. Padahal KKN (di dalamnya ada Nepotisme) adalah musuh gerakan reformasi. Itu yang kami kritisi dan kami lawan walau harus berseberangan dengan para buzzer, dan pemuja setianya. Ini saya lengkapi dengan video kritikan saya th 2023 saat melihat drama dan rekayasa yg makin nyata.

Henri Subiakto

56,182 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

29 APRIL 2009 My Game is Fair Play DITULIS OLEH BAMBANG PAMUNGKAS source: Sebuah judul tulisan bagus, yang ditulis oleh seorang salah satu legenda hidup sepak bola Indonesia. Pada tahun 2009, saya baca ini dengan perasaan emosi yang mungkin sama dengan BP. Walaupun saya bukan pendukung persija, saya setuju dengan statement BP saat konferensi pers kala itu: yang dilakukan Boston Brown itu memang benar-benar PENGECUT! 3 NOVEMBER 2017 Ezechiel mencetak gol mutlak lewat sundulan yang tidak disahkan oleh Shaun Evans. Ironisnya gol tersebut tepat di depan mata BP. Bepe langung klarifikasi, lengkapnya silakan baca sendiri di sini: Kalau kalian sadar, 2017 itu bukan pertama kalinya. Makanya ketika Bobotoh heboh tentang dianulirnya gol Eze dan menyerang BP, saya sudah tidak heran dengan perilaku mas-mas tersebut. 27 MEI 2012 Saya masih ingat jelas, momen pertama kalinya saya berhenti menaruh respek kepada mas-mas satu ini. Kalau ada yang nanya, "hal yang kamu sesali dalam hidup?" Saya akan jawab: memasang poster Bambang Pamungkas di kamar ialah salah satunya! Di video ini, kalian bisa lihat Zulkifli Syukur yang tersikut oleh Fabiano Beltrame jatuh terkapar, Marcio Souza sempat melakukan tendangan namun mampu diamankan Andritany. Maju beberapa waktu kemudian, Zulkifli masih terjatuh dan terlihat gestur pemain Persib meminta pemain persija untuk membuang bola. Pemain persija tidak menghiraukan, dan tetap melanjutkan permainan bahkan sampai masuk ke kotak penalti Persib. Sampai titik itu saya bener-bener gak masalah, karena di situasi sebelumnya, Marcio pun tetep berusaha memanfaatkan peluang. Bola berhasil diamankan pemain Persib, dan Hariono SENGAJA membuang bola sambil menunjuk ke arah Zulkifli yang tadi terjatuh. Hal tersebut pun "dikonfirmasi" oleh komentator pertandingan: Vennard Hutabarat. Ismed melempar bola dengan gesture tidak akan memberikan bola fair play ke Pedro Javier, (lihat di video Tony Sucipto mengangkat tangan meminta bola fair play) kemudian ia memberikan crossing ke Bambang Pamungkas yang dengan sundulannya mengarahkan bola ke gawang dan dipotong oleh Ramdani Lestaluhu. Gol! persija menyamakan kedudukan. Sebagai pemain yang melabeli dirinya fair play, dia menjilat ludahnya sendiri saat mengutuk tindakan Brown dalam tulisannya pada tahun 2009. "Satu hal yang sangat memprihatinkan adalah, setelah wasit mengesahkan gol tersebut, Brown malah melakukan selebrasi sehingga terkesan dia telah melakukan hal yang benar dan bangga dengan hal tersebut." ~Kutipan tersebut saya pinjam dari tulisan BP di blog-nya. Tinggal ubah nama Brown di kutipan tersebut menjadi Bambang Pamungkas. Setelah gol, liat selebrasi membentangkan tangannya yg khas, terkesan dia telah melakukan hal yang benar dan bangga dengan hal tersebut. "yang dilakukan Boston Brown itu memang benar-benar PENGECUT!" Lagi-lagi, ganti nama Baston Brown menjadi Bambang Pamungkas. Cmiiw, pada kejadian tersebut (2012) sekelas Zenrs pun langsung mention twitter BP dan mengangkat kembali tulisan BP tentang My Game is Fair Play itu dengan kalimat satire. Tolong koreksi kalau saya salah, BP klarifikasi di twitter tentang situasi di sana dan kenapa dia memanfaatkan peluang: dia berdalih melihat Zulkifli Syukur sudah berdiri. Saya langsung reply twit mas-mas tersebut: "Poinnya adalah ketika Hariono SENGAJA buang bola, bukan ketika Zulkifli sudah berdiri!" Saya gak pernah menyalahkan Ismed, Pedro, dan Ramdani dalam situasi gol tersebut. Kenapa? Karena walaupun mereka mencederai fair play, setidaknya mereka nggak pernah melabeli dirinya, bahkan menulis "My Game is Fair Play"! Jadi, siapa yang pengecut, Mas BP? ๐ŸŽฅ:

Halftime Culture

145,375 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

1x kita berbuat baik, maka orang lain akan berterima kasih padamu. 2x kali kita berbuat baik, orang lain mulai mengharap padamu. 3x berbuat baik, maka orang lain akan bergantung padamu. 4x berbuat baik, maka orang lain akan menganggap kalau hal itu sudah menjadi tanggungjawab kita untuk dirinya. Namun ke 5x nya, kita tidak berbuat baik pada orang tersebut, sekecil apa pun, mereka menilai kita telah berbuat kejahatan. โ€“Friedrich Nietzsche . . . KRONOLOGI BERDASARKAN KETERANGAN KORBAN Dua orang ini mohon bantu dikondisikan, karena sudah semakin meresahkan. Sejak dulu, keluarga kami selalu ikhlas membantu salah satu bapak ini. Awalnya hanya beliau seorang diri yang sering datang ke rumah untuk sekadar meminta makan dan minum. Kami selalu memberinya dengan lapang hati, bahkan ketika dulu Dia sering tidur di halaman rumah, kami pun tidak pernah mengusir. Namun, belakangan ini ia membawa seorang temannya lagi, sehingga kini ada dua orang yang datang. Yang membuat kami merasa terganggu adalah kebiasaan mereka datang larut malam, bahkan di atas pukul 21.00 WIB. Mereka sering menggedor pintu rumah dengan keras, seolah memaksa untuk dibukakan. Tadi malam, sekitar pukul 22.00 WIB, keduanya kembali datang. Karena waktunya sudah terlalu malam, kami memutuskan untuk tidak merespons. Bukannya berhenti, mereka justru semakin keras menggedor pintu. Puncaknya, salah satu bapak tersebut terlihat berada di samping jendela kamar saya. Entah hendak mengetuk jendela atau mencoba mengintip, tetapi hal itu jelas membuat saya sangat tidak nyaman dan terganggu. Kami mohon kepada siapa pun yang mengenal kedua bapak ini, agar bisa menenangkan atau menasihati mereka, ๐Ÿ“ Banyurip Pekalongan

Miss tweet

121,397 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini ๐Ÿ™๐Ÿผ Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. ๐Ÿ“ Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allahโ€™s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

515,841 Aufrufe โ€ข vor 10 Monaten

CATATAN KRITIS PENDIDIKAN INDONESIA Oleh : dr. GAMAL (Anggota DPR RI) Sistem pendidikan yang efektif akan membentuk SDM unggul. SDM Unggul akan mewujudkan negara maju. SDM yang berkualitas dan produktif akan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Lalu, bagaimana sistem pendidikan kita hari ini? Numbers never lie. Mari kita lihat angka-angkanya. 1. HASIL PISA TERENDAH SEPANJANG SEJARAH INDONESIA MENGIKUTI PISA Capaian nilai PISA kita tertinggal jauh dari rata-rata negara OECD dan ASEAN. Skor membaca 356 jauh dibawah target RPJMN 392. Skor matematika 366 jauh dibawah target RPJMN 392. Skor sains 383 jauh dibawah target RPJMN 402. Tahun 2022, Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. Jika kita membuat proyeksi skor Indonesia dan merujuk pada rata-rata neagra OECD, maka kita bisa mencapai rata-rata skor OECD pada tahun 2089 untuk literasi dan 2063 untuk numerasi. 2. TINGKAT KESEJAHTERAAN GURU YANG SANGAT RENDAH Merujuk pada laporan IDEAS pada Mei 2024, 42% guru dan 74% guru honorer memiliki penghasilan di bawah 2 juta rupiah, serta 13% guru dan 20,5% guru honorer memiliki penghasilan di bawah 500rb. 89% guru merasa penghasilan mereka pas-pasan atau kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. 55,8% guru memiliki pekerjaan sampingan, serta 79,8% guru memiliki hutang. Kita juga dikejutkan oleh riset NoLimit yang mengatakan 42% masyarakat yang terjerat pinjol ilegal berprofesi sebagai guru. Jika kita bandingkan dengan negara ASEAN, maka rata-rata terendah gaji guru dengan menggunakan perbandingan Purchasing Power Parity, maka Indonesia 2,4 juta, Malaysia 5,54 juta, Filipina 6,97 juta, Thailand 9,52 juta, serta Singapura 11,93 juta. Bahkan jika kita bandingkan dengan gaji negara-negara OECD, guru SD di Australia memiliki penghasilan 620-883 juta per tahun, guru SMP di Belanda memiliki penghasilan 606 juta hingga 1,06 milyar per tahun, serta gaji guru SMA di Prancis memiliki penghasilan 454-550 juta per tahun. Yang perlu kita apresiasi bersama, 93,5% guru mengatakan akan terus mengajar hingga pensiun. Jika kesejahteraan guru masih minim, bagaimana mereka bisa mengajar dengan tenang tatkala hutang membebani dan keperluan rumah tangga belum terpenuhi. 3. 71% ANAK-ANAK INDONESIA MEMILIKI FIXED MINDSET Dalam laporan PISA 2018, menyatakan mayoritas siswa di negara OECD memiliki mindset berkembang. Hasil kuisioner dalam angket mereka tidak setuju atau sangat tidak setuju dengan pernyataan "Kecerdasan seseorang merupakan sesuatu yang tidak dapat diubah". Sedangkan di Indonesia hanya 29% anak-anak Indonesia yang memiliki growth mindset. Sebagian besar, 71%, masih menganggap bahwa kecerdasannya tak bisa diubah. Anggapan tersebut mempengaruhi mindset yang akan mengantarkan pada perilaku dan hasil yang berbeda dalam hal pengembangan diri secara signifikan. 4. AKSES PENDIDIKAN TINGGI TERBATAS Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi tidak pernah melampaui target renstra Kemendikbudristek dan jauh dari target RPJMN. Capaian APK PT tahun 2023 adalah 31,45% dimana Target renstra Kemendikbud adalah 36,64%. Padahal kita memiliki target APK PT tahun 2035 adalah 45% dan 2045 dalah 60%. Jika kita bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia memiliki APK PT 43%, Thailand 49,29%, dan singapura 91,09%. Selain itu ada disparitas yang tinggi antara kelompok pengeluaran terendah dan tertinggi. Masyarakat dengan ekonomi baik mampu mencapai angka 52,65% dan masyarakat dengan kelas ekonomi terendah hanya 17,54% yang berkesempatan kuliah. 5. KRISIS LITERASI UNESCO menilai minat baca Indonesia memprihatinkan, dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 yang rajin membaca. Penelitian World's Most Literate Nation Ranking oleh CCSU menyatakan Indonesia peringkat 60 dair 61 negara untuk minat baca. 6. KRISIS NUMERASI Berbagai asesmen menunjukkan stagnansi atau kemajuan yang lambat kemampuan numerasi. Hasil tes IFLS menunjukkan rendahnya probabilitas siswa usia sekolah dalam penguasaan materi perhitugan dasar. Kemudian kenaikan jenjang pendidikan tidak menaikkan kemampuan literasi secara signifikan. Misalkan dalam tes IFLS anak kelas 1 mendapatkan skor 26,5% dan anak kelas 12 mendapat skor 38,7%. Jadi, walaupun siswa tersebut naik kelas, peningkatan kemampuan siswa antara jenjang satu dengan jenjang berikutnya tidak memiliki kenaikan yang signifikan. 7. MISMATCH BAKAT, PENDIDIKAN, DAN PEKERJAAN Berdasar penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN), 87% mahasiswa di indonesia salah jurusan dan 71,7% pekerja memiliki profesi yang tidak sesuai pendidikannya. Oleh karena itu, penting design kurikulum untuk memberikan kesempatan anak mengeksplorasi minat dan bakatnya. 8. LULUSAN SMK PALING BANYAK MENGANGGUR Lulusan SMK menjadi menjadi penyubang terbesar pengangguran terbuka. Kita butuh link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar. Kita juga harus melatih skill-skill yang dibutuhkan di dunia kerja ke depan, sesuai rekomendasi World Economic Forum misalkan, analytical thinking, creative thinking, serta resiliensi, fleksibilitas, dan agility. 9. GAP BESAR ANTARA RATA-RATA LAMA SEKOLAH (RLS) DENGAN HLS (HARAPAN LAMA SEKOLAH) Laporan BPS menunjukkan HLS Indonesia adalah 13,15 tahun. Artinya anak-anak yang berusia 7 tahun memiliki harapan pendidikan sampai jenjang Diploma 1. Saat ini RLS (Rata-Rata Lama Sekolah) pelajar Indonesia adalah 8,77. Artinya penduduk yang berusia 25 tahun telah menempuh pendidikan hingga SMP kelas 9. Hal ini menunjukkan RLS lebih rendah 4,38 tahun dari HLS (Harapan Lama Sekolah). Oleh karena itu, kita harus melakukan beberapa solusi strategis : 1. Memprioritaskan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, 2. Memberikan dukungan kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru, 3. Realokasi anggaran fokus pada peningkatan kualitas pendidikan berbasis indikator kinerja pendidikan. Saya memiliki ide dan mimpi, bagaimana kita mampu menghadirkan program 1 desa 10 mahasiswa. 10 mahasiswa ini harus kembali untuk membangun desanya. Dengan begitu akan terjadi akselerasi peningkatan kualitas SDM yang merata yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan desa. Desa-desa yang unggul akan mewujudkan kota/kabupaten unggul. Kota/Kabupaten unggul akan mewujudkan Indonesia unggul.

dr. Gamal

465,688 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren