Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

|𝗖𝗹𝘂𝗯𝗲𝗶𝗴𝗵𝘁𝗶𝗲𝘀 – 𝗚𝗲𝗷𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗞𝗮𝘄𝘂𝗹𝗮 𝗠𝘂𝗱𝗮, 𝟮𝟬𝟬𝟭| Ga ada yang istimewa dengan lagu ini. 🤣 𝗝𝘂𝗱𝘂𝗹𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗷𝗮 𝗺𝗶𝗿𝗶𝗽 𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 𝗳𝗶𝗹𝗺 𝗲𝘀𝗲𝗸-𝗲𝘀𝗲𝗸 𝟴𝟬-𝗮𝗻. 🤣 Bahkan personel bandnya pun kadang 𝘥𝘦𝘯𝘪𝘢𝘭 kalau mereka yang menyanyikan. 😁 Yang menarik justru duo 𝗗𝗲𝘀𝘁𝗮 & 𝗩𝗶𝗻𝗰𝗲𝗻𝘁. Lihat penampilan mereka dulu… wkwkwk, nggak nyangka sekarang bisa...

260,373 views • 4 days ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

video Audrey Bianca Callista ini muncul di fyp tiktok gue setelah sebelumnya gue nonton video soal party salah satu influencer yang kabarnya ngabisin 700jt dan jujur… gue langsung diem. di video ini Audrey cerita tentang desa Lete Palolo di Sumba yang bahkan nggak punya akses listrik. setiap matahari tenggelam, aktivitas mereka ikut berhenti. anak-anak nggak bisa belajar malam hari, ibu-ibu yang menenun juga nggak bisa melanjutkan aktivitasnya. bukan karena mereka nggak mau, tapi karena memang nggak ada listrik. tapi bagian yang bener-bener bikin gue sesek justru pas audrey nanya ke anak-anak, “mau belajar pake apa?“ mereka jawab serempak jawab “LAMPUUU” terus Audrey tanya lagi “berarti kalian mau ya ada listrik disini?” of course mereka jawab MAUUU!!! yang bikin gue sedih tuh pas ada satu anak kecil yang jawab, “emang bisa ya, kak?” ANJIRRRR… 😭 “emang bisa ya, kak?” tuh kalimat pendek tapi somehow nyakitin banget. karena buat kita belajar malam dengan lampu itu bukan sesuatu yang perlu ditanyain “bisa atau nggak”. tinggal pencet saklar, selesai. tapi buat anak ini, punya lampu buat belajar sampai malam bahkan terdengar seperti sesuatu yang terlalu jauh buat dibayangin. dan pas akhirnya listriknya nyala, lihat reaksi mereka tuh makin bikin gue terharu. sesederhana ada cahaya di malam hari, tapi kebahagiaannya sebesar itu. terus gue keinget video party 700jt yang baru aja gue lihat sebelumnya. again, bukan soal orang kaya nggak boleh menikmati uangnya. tapi dua video ini muncul berurutan di fyp gue dan literally bikin gue sadar kalau KETIMPANGAN SOSIAL ITU NYATA BANGET. di satu sisi ada orang yang bisa menghabiskan 700jt untuk satu malam, di sisi lain ada anak yang bahkan masih harus bertanya, “emang bisa ya, kak?” ketika ditawarin sesuatu yang buat kita adalah kebutuhan paling basic. Audrey yang sekarang jadi perwakilan Indonesia di Miss World 2026 lewat beauty with a purpose menurut gue jadi punya makna yang jauh lebih dalam setelah lihat video ini. because sometimes privilege is so invisible when you've always had it. kita nggak pernah mikir betapa beruntungnya bisa belajar di bawah lampu, karena dari kecil kita pikir itu memang seharusnya begitu. ternyata nggak semua anak punya kesempatan yang sama. dan kalimat “emang bisa ya, kak?” itu genuinely broke my heart. 😔

A͟d͟ᥱ͟ᥣ͟ᥲ͟ι͟d͟ᥱ

18,109 views • 22 days ago

menurutku, alasan kenapa dulu aktor korea jarang bereaksi pas idol tampil di award show nggak sesederhana karena "nggak suka idol". emang ada budaya yang lebih formal di industri film, tapi menurutku hierarki industri juga punya pengaruh besar. kalau lihat industri hiburan korea beberapa belas tahun lalu, aktor film, terutama yang berasal dari chungmuro, punya status yang sangat tinggi. setelah itu baru aktor drama, penyanyi, lalu idol. idol sering dianggap sebagai produk agensi yang dijual lewat visual dan performa, bukan "aktor" atau "seniman" dalam pengertian tradisional. ga heran kalau banyak aktor senior jaga image mereka. duduk tenang, ekspresi minim, tepuk tangan seperlunya. ada yang emang takut dikritik, ada juga yang ngikutin budaya dari sunbaenya. semakin senior, semakin besar tekanan untuk keliatan elegan dan berwibawa. dulu budaya di industri film dan drama memang jauh lebih formal. image aktor itu dijaga banget. duduk tenang, senyum secukupnya, tepuk tangan setelah performance selesai. itu justru dianggap sopan. apalagi netizen korea dulu terkenal lebih galak. salah berekspresi sedikit aja bisa jadi bahan artikel atau dipotong jadi video viral. wajar kalau banyak aktor memilih untuk nggak terlalu menunjukkan reaksi. menurutku, budaya itu juga bikin award show terasa kaku. para idol/performer udah nyiapin penampilan berbulan-bulan, tapi yang ketangkep kamera sering kali cuman deretan wajah datar. dari sisi penonton pun kadang jadi terasa kurang hidup. sekarang kondisinya jauh berbeda. kpop udah berkembang jadi industri global. idol bukan lagi dianggap sekadar penyanyi yang nari. banyak yang membuktikan kemampuan aktingnya, banyak juga aktor yang muncul di variety show, jadi brand ambassador yang sama, bahkan bekerja di project yang sama ama idol. batas antara dua dunia itu udah jauh lebih tipis. aktor generasi sekarang juga tumbuh di era kpop. mereka dengerin lagu yang sama, berteman dengan idol, bahkan ada yang memang berangkat dari idol sebelum menjadi aktor. jadi hubungan mereka terasa lebih cair dibanding generasi sebelumnya. perubahan yang paling besar menurutku juga perubahan budaya publik. dulu netizen bisa mengkritik hal-hal yang sepele, jadi artis cenderung bermain aman. sekarang orang lebih suka melihat reaksi yang natural daripada wajah datar sepanjang acara. kalau terlalu datar, malah bisa dibilang ga menghargai performer. ekspektasi publik udah berubah. jadi menurutku, bukan karena dulu aktor lebih menghargai atau sekarang lebih menghargai idol. yang berubah adalah budaya industri dan ekspektasi publik. hierarki yang dulu kerasa kuat banget, sekarang jauh lebih luntur, award show juga kerasa lebih hangat dan semua orang lebih bebas nikmatin penampilan tanpa terlalu memikirkan image.

덕질일기

502,126 views • 28 days ago

Setelah Sisca Saras dengan Pesawat Kertas 365 Hari-nya, ada lagi lagu JKT48 yang viralitasnya keluar fandom. Bahkan kali ini sampai ke fandom sebelah. Dan yap, Pia Meraleo dengan After Rain yang dibawakan di showcase solonya bulan lalu ramai TikTok. Sound lagu ini dipakai oleh fans, normies, dan fandom lain. Teriakan yang tajam dan cengkok khas Pia saat menyanyi membuat lagu After Rain jadi terasa lebih hidup dan kena di hati. Sepertinya tidak berlebihan kalau After Rain menjadi 'lagu-nya' Pia. Perjalanan lagu "After Rain-nya Pia" ini cukup unik. Lagunya viral setelah nyaris satu bulan showcase solo Pia berlangsung. Awalnya fans memakai lagu ini untuk konten no context tentang member atau peristiwa yang membawa mereka masuk di fandom ini. Sebagian besar konten ini berasal dari orang-orang yang kesepian yang akhirnya mendapatkan 'teman' atau mereka yang mencari pelarian karena patah hati. Setelahnya, sound lagu ini dipakai untuk konten perjalanan member dari trainee hingga saat ini. Ada beberapa fanbase yang juga menggunakan lagu ini untuk menceritakan journey oshi-nya. Lewat lagu ini, terlihat jelas bagaimana proses member dari awal, belajar, dan bertumbuh menjadi idol. Perjalanan bertahun-tahun itu dirangkum dengan sangat baik di durasi kurang dari 1 menit itu. Tidak sampai di situ, Zayyan, anggota boyband Kpop Xodiac menggunakan sound ini. Sepertinya ini satu-satunya lagu JKT48 yang ada di TikTok Xodiac. Kita tahu kalau Zayyan tahu JKT48 dan lagu-lagunya, tetapi tidak dengan fansnya. Mungkin ada, tapi tidak semua. Dan yap, responsnya BAGUS! BAGUS BANGET!!! Lewat Zayyan, lagu After Rain Pia ini menyentuh orang-orang yang nyaris kehilangan harapan. Magis! Menarik sekali kalau melihat dari satu lagu 'After Rain' bisa mewakili banyak kalangan; orang-orang yang kesepian, cerita sebuah usaha dan perjuangan, serta harapan seseorang yang kembali dinyalakan. Di sisi lain, tidak ada formula khusus bagaimana member dan lagu JKT48 bisa viral. Sekalinya viral, formulanya tidak bisa di-copy. Ada banyak lagu-lagu JKT48 yang liriknya bagus dan dalam, tetapi baru Pesawat Kertas Sisca dan After Rain Pia yang bisa menembus batas. Keduanya viral dengan cara yang berbeda yang tidak pernah disangkakan. Sisca dan Pia bisa dibilang beruntung, tapi mereka bukan pemula. Keduanya tidak hanya bisa bernyanyi, tidak hanya cinta menyanyi, tetapi juga sangat cakap saat menyanyi. Kemampuan seperti ini tidak lahir dari 1-2 kali latihan, bisa jadi hasil dari konsistensi belajar dan berlatih bertahun-tahun. Di SOLO 3D SHOW berdurasi 1 jam itu, Pia menyanyikan 11 lagu secara open mic. Coba dengarkan kalau tidak percaya, dari awal sampai akhir show terasa sekali energi yang disampaikan Pia. Dan tidak ada yang menyangka kalau dari 11 lagu itu, lagu After Rain menjadi dinamit yang siap meledak. Benar saja, setelah nyaris 1 bulan, Pia dan lagu After Rain-nya jadi terkenal banget. Sekali lagi, Pia dan After Rain jadi bukti kalau cinta, usaha, konsistensi, dan keberuntungan bisa ada di satu momentum. Saat semuanya terjadi, efeknya benar-benar magis. Benar-benar menemnus langit. After Rain yang dinyanyikan Pia tidak sekadar menghibur, tetapi menghidupkan kembali harapan yang nyaris menghilang. Lewat lagu ini, menyerah bukan jadi pilihan. Good job, Pia ❤️

Gigiiih 🍀💎🦖

27,654 views • 1 year ago

Ini Bukan Tentang Gaza (Saja) Saat ini, dalam jeda kemanusiaan 4 hari (kabarnya akan diperpanjang), terjadi pertukaran tawanan. Dunia melihat betapa sandera Israel diurus dengan baik oleh para pejuang Palestina. Mereka yang terluka bahkan dibawa ke RS dan dirawat. (Mereka terluka bukan karena diserang pejuang Palestina ya. Orang2 Israel terluka, bahkan tewas, justru karena serangan serdadu Zionis sendiri; mereka mau menyerang pejuang Palestina, tp melakukannya membabi buta sehingga mengorbankan warga mereka sendiri.) Sebaliknya, para tawanan Palestina, semua menceritakan betapa buruknya perlakuan serdadu Zionis kepada mereka. Sejak bertahun-tahun lalu, Amnesty International dan banyak lembaga kemanusiaan lain yang sudah melaporkan penyiksaan yang dialami oleh para tawanan Palestina. Kata ‘ditahan’ tidak tepat untuk mereka, lebih tepat 'ditawan' atau 'diculik'. Karena faktanya, amat banyak dari mereka yang dipenjarakan semena-mena tanpa ada kesalahan; atau ditimpakan kesalahan yang dibuat-buat tanpa ada bukti. Kalaupun ada yang masuk ke pengadilan, yang mengadili juga rezim Zionis, mana bisa dipercaya: penjajah “mengadili” orang yang dijajahnya. Selama masa jeda 4 hari ini, Israel memang tidak membombardir Gaza. Tapi mereka menggila di Tepi Barat. Tidak ada Hamas di Tepi Barat. Jadi, alasan “membasmi Hamas” tidak bisa dipakai Zionis. Per tanggal 28 Nov, ada 117 tawanan Palestina (orang Tepi Barat semua) yang dilepas oleh Zionis, tapi dalam periode yang sama mereka merangsek rumah-rumah di Tepi Barat, membunuhi warga dan menangkap 116 orang lagi! [Total warga Tepi Barat yang dibunuh Zionis 7 Okt-28 Nov: 239 orang] Jadi, ini bukan tentang Gaza saja. Ini tentang Palestina. Wilayah yang “dijatah” untuk bangsa Palestina hanyalah Gaza dan Tepi Barat (sisanya dianggap milik Israel, secara sepihak oleh PBB dan mayoritas negara-negara dunia yang setuju dengan “two state solution”), padahal seluruh tanah Palestina adalah milik mereka. Tahun 1947, mereka diusir dari tanah mereka, yang sekarang menjadi “negara” Israel. Tapi di wilayah yang tersisa inipun, orang Palestina tidak bisa hidup merdeka. Israel menginginkan semuanya: Gaza ingin mereka kosongkan (rencana mereka: warga Gaza ditampung Mesir, Turki, dan negara-negara lain). Demikian pula Tepi Barat. Inilah rencana sejak awal Israel: menginginkan semuanya, dengan alasan yang dibuat-buat, main klaim ayat “tanah yang dijanjikan.” Israel bisa melakukan segala jenis kejahatan kemanusiaan, karena dipimpin oleh orang-orang haus darah, uang, dan kekuasaan. Buktinya. Simak video ini. Lalu siapa yang bisa membantu Palestina menghadapi penjahat-penjahat itu? PBB tidak berdaya. Harapannya tinggal di masyarakat sipil, di kita. Terus berjuang dengan apa yang bisa dilakukan, minimalnya, terus bersuara di media sosial dan lanjutkan boikot ekonomi. #FreePalestineFromIsraeINOW #IsraeliNewNazism

Dina Sulaeman

32,632 views • 2 years ago

Arsenal dan Pressure waktu Title Race Lo pernah nggak ngerasa pressure yang berat di hidup lo, tapi ternyata lo bisa ngelewatin itu semua? Beberapa hari lalu, gue nonton interview super inspiratif dari Tom Hiddleston tentang title race Arsenal dan City. Salah frasa yang cukup sering dia bilang adalah “Pressure is a privilege.” Jujur, gue udah pernah denger frasa ini dari lama, it took me some time to really understand it. Gue jadi keinget sama tim kesukaan gue, Arsenal, yang sering crumble under pressure di akhir-akhir musim. Semalam Man City menduduki peringkat 1 setelah sekian lama Arsenal yang mimpin di klasemen liga. Mungkin ada banyak fans yang merasa takut, pasrah, tapi ada juga yang masih optimis untuk mendukung tim ini. Gue jadi inget rasanya waktu Arsenal pertama kali bikin semua orang percaya di musim 22/23. Mereka memimpin liga hampir sepanjang musim. Fans Arsenal untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama berani berharap. Tapi sejak itu, Man City dan Liverpool selalu datang dan Arsenal runtuh. Di beberapa musim setelahnya, Arsenal mencoba lagi, dengan pendekatan berbeda dan skuad yang lebih dalam, tapi belum berhasil. Jujur aja, ini yang mungkin membuat Arsenal terus-terusan menghadapi pressure karena tanggung finish di posisi dua terus. Pressure itu datang dari dua arah sekaligus. Fans Arsenal sendiri yang menunggu gelar, ada yang sebagian sabar, ada yang sebagian nggak. Tapi mereka menunggu karena mereka sebenarnya percaya sama kapasitas tim ini. Mereka sudah cukup tahu kalau di atas kertas, Arsenal bukan tim yang kebetulan bisa memimpin klasemen sepanjang musim. They have the capability to win it. Dan rasa kepercayaan itu beratnya luar biasa karena mengecewakan orang yang percaya jauh lebih menyakitkan dari mengecewakan orang yang nggak mengharapkan apa-apa. Di sisi lain, rival menunggu downfall Arsenal. Banyak alasannya kenapa mereka begitu, tapi yang jelas salah satunya penampilan Arsenal cukup menjanjikan untuk membuat kejatuhan mereka terasa memuaskan. Dua-duanya pressure. Dua-duanya karena Arsenal dianggap cukup menarik untuk diperhatikan. Gue jadi keinget sama interview-nya Hiddleston lagi, dia bilang kalau rasa takut dan excited itu reaksi kimianya sama di tubuh. Gue jadi penasaran sama Arteta dan pemain Arsenal, apakah mereka masih takut? Kalau gue yang ada di posisi itu, gue akan menganggap pressure ini adalah privilege. What a privilege to be expected to win by your own fans. What a privilege to be waited on to fall by everyone else. Sekarang City ada di atas. Hanya ada produktivitas gol aja yang memisahkan, it’s not even the goal difference. Gue berharap Arteta dan pemain Arsenal harus punya mindset positif dalam melihat ini. Pressure means you’ve earned your spot where the bar is high and the challenge is real. Kalau Arsenal bisa memenangkan battle ini, mereka akan mengenang cara kemenangan yang mungkin aja paling memorable. I hope they actually think “Oh this period is exciting and we feel most alive to beat those challenges.” Di aspek mana pun, pressure seberat ini nggak datang kepada semua orang, nggak datang kepada semua tim. Ini datang kepada mereka yang sudah cukup besar untuk membuat orang percaya dan cukup berbahaya untuk membuat musuh menunggu mereka jatuh. Kalau bukan privilege, namanya apa? Prove us that you are born for this Arsenal. (source pict & video: ESPN, Sky Sports & Pinterest)

sya

145,329 views • 4 months ago

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, “Kenapa wajah Hyunbin sering ditutupi stiker oleh Yejin kalau lagi posting di Instagram? Padahal dia seorang aktor dan wajahnya sudah dikenal publik.” Dalam sebuah wawancara, pernah mengatakan: 🧑🏻 “Aku ingin memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.” 🧑🏻 “Aku berusaha membuat batas yang jelas dan mengontrol seberapa jauh kehidupan pribadiku terekspos ke publik.” Dari situ kita bisa lihat bahwa sejak lama dia memang punya prinsip yang cukup jelas soal privasi. Hyunbin adalah seorang public figure, tapi ada dua sisi yang berjalan bersamaan: Hyunbin in public dan Hyunbin in private. Di depan layar, dia adalah aktor yang kita lihat dalam drama, film, red carpet, dan berbagai karya yang bisa dinikmati publik. Tapi di balik layar, dia adalah pribadi yang memilih untuk menjaga kehidupan pribadinya tetap tenang, termasuk dengan tidak memiliki media sosial pribadi selama bertahun-tahun. Karena itu, kalau di foto-foto pribadi wajahnya ditutupi stiker, itu bukan hal yang aneh atau berlebihan. Justru itu sejalan dengan prinsip yang ia pegang sejak dulu. Hal yang juga menarik, istrinya pun terlihat menghormati pilihan tersebut. Di satu sisi, Hyun Bin tidak masalah momen pribadinya dibagikan, tapi batas soal wajah dan privasi tetap dijaga—terutama di luar konteks pekerjaan. Nah, mungkin ada yang juga bingung: kalau begitu kenapa di beberapa momen seperti foto anniversary pernikahan atau saat mereka foto setelah acara Blue Dragon Film Awards, wajahnya nggak ditutupi stiker? Jawabannya sederhana: konteksnya berbeda. Saat itu kan momen publik dan resmi, yang memang sudah berada di ranah pekerjaan atau perayaan yang secara tidak langsung juga menjadi bagian dari kehidupan publik mereka sebagai figur terkenal. Di momen seperti ini, tidak ada kebutuhan untuk menyamarkan wajah karena sejak awal memang sudah berada dalam ruang publik. Sedangkan stiker biasanya digunakan pada momen pribadi yang benar-benar bersifat privat, seperti keseharian keluarga yang tidak terkait dengan pekerjaan atau event resmi. Jadi konsistensinya bukan “harus selalu ditutupi”, tapi lebih ke menyesuaikan konteks: publik vs private moment. Jadi guys, ini bukan soal menghindari ain atau apa pun 🤣 Ini lebih ke soal privasi, batas personal, dan cara menjaga ruang pribadi yang memang sudah menjadi bagian dari dirinya selama bertahun-tahun 💙😊

e☘︎݁˖

288,407 views • 2 months ago

siapa yang gak kenal son yejin dan jun jihyun. dua wanita yang menjadi bagian dari ikon aktris korea yang begitu melekat di era 2000-an. mereka berdua pernah dikenal sebagai “nation’s first love” dengan visual yang sejak dulu selalu jadi sorotan. tapi tau gak sih kalau yejin dan jihyun menunjukkan kalau nilai seorang perempuan nggak cuma pada seberapa cantik wajahnya. seperti yang kita tahu, di industri hiburan korea selatan visual memang sering banget mendapat perhatian. wajah cantik, aura yang kuat, penampilan yang memukau, semuanya seolah menjadi bagian penting dari perjalanan seorang aktris. tapi semakin bertambah usia, keduanya justru punya pandangan yang jauh lebih dalam soal kecantikan. bukan tentang bagaimana mempertahankan wajah agar selalu terlihat seperti dulu, tapi tentang bagaimana seseorang menerima perubahan dan menjalani hidup dengan baik. son yejin misalnya. saat menghadiri bifAn pada tahun 2024, dia sempat berbicara tentang perubahan dirinya dan bagaimana cara pandangnya terhadap kecantikan ikut berubah seiring bertambahnya usia. “setiap orang memiliki kecantikan uniknya sendiri saat di usia 20-an tetapi hal itu tidak akan bertahan selamanya. aku sempat berpikir, ‘kenapa dulu aku tidak menikmati kecantikan itu?’ tapi yang lebih penting, aku hanya ingin menua dengan anggun.” yejin sendiri sepertinya sudah sampai di titik di mana dia nggak lagi melihat perubahan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. menurutnya, yang lebih penting bukan bagaimana caranya tetap terlihat seperti dulu, tapi bagaimana bisa menua dengan anggun dan menerima setiap perubahan yang datang. nah, pemikiran yang nggak jauh berbeda juga disampaikan oleh jun jihyun. saat ditanya soal julukan “tae-hye-ji” yang merujuk ke kim taehee, song hyekyo dan dirinya, jun jihyun mengungkapkan kalau dirinya nggak percaya seseorang harus memiliki wajah yang cantik untuk memiliki nilai. “aku bersyukur. secara pribadi, aku tidak percaya bahwa seseorang harus memiliki wajah yang cantik. semakin aku bertambah usia, aku merasa bagaimana seseorang menjalani hidup jauh lebih penting daripada apakah seseorang itu terlihat cantik atau tampan. jadi aku tidak terlalu memikirkannya ketika bercermin setiap hari. yang terpenting adalah seseorang harus menjalani hidup dengan baik.” yang membuat mereka terus dikenal sampai saat ini tuh karena kemampuan mereka sebagai aktris dan menurutku, itu jauh lebih keren. visual bisa berubah seiring waktu tapi bakat dan karya yang ditinggalkan mereka berdua di industri hiburan korea selatan nggak akan hilang begitu aja. aku suka banget dengan pemikiran mereka berdua soal ini. kayak mereka sadar kalau kecantikan itu memang ada masanya, tapi nggak berarti setelah itu semuanya selesai. justru ada banyak hal lain yang jauh lebih penting untuk dibawa sampai kita tua nanti. #sonyejin #junjihyun

egha☘︎݁˖

12,798 views • 26 days ago

"Bodohnya Kroco Ijazah Palsu" Nunjukin ijazah yang diminta itu nunjukin ke siapa sih maksudnya? Nunjukin ijazah di alun-alun? Atau harus dipajang di Monas? Atau harus diteliti PBB, CIA, KGB, MI6, Interpol, FBI, NYPD? Jokowi itu proletar yang bisa jadi presiden tanpa darah biru. Memangnya orang seperti itu (yang bukan siapa-siapa), untuk mengaku lulusan S1 saja harus pakai ijazah palsu? Orang pakai ijazah palsu UGM, bisa jadi karyawan Pertamina saja sudah super-superhebat. Lha ini bisa jadi Wali Kota, Gubernur, Presiden, apa ya mungkin ijazah S1 saja, palsu? Ijazah S1 lho!!!! Misalnya dia nggak lulus S1 dan mau memalsu ijazah, ngapain nggak beli saja di perguruan tinggi swasta ecek-ecek di Solo yang memang bisa dibeli. Bisa aja sambil jualan mebel tiba-tiba dapat ijazah Sarjana Hukum dari kampus ecek-ecek. Lha ngapain orang baru bangun karir politik, kok memalsu ijazah UGM?? Bodoh sekali yang bisa mengira bisa memalsu ijazah UGM dan berpikir bahwa UGM nantinya bakal mengakui ijazah palsu itu. Serius, hanya orang yang SANGAT BODOH yang percaya itu. Sekali lagi: SANGAT BODOH. Kenapa? Karena orang pintar pun yang berseberangan dengan Jokowi pun nggak akan percaya itu. Coba tanya Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Tak mungkin mereka ikut bahas ijazah ini. Hanya pembenci di level kroco yang terus menuduh ijazah palsu ini. Karena kalau memang palsu, Harian Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, akan membahas itu di halaman pertama. Karena kalau memang palsu, anggota DPR RI dari partai oposisi ya pasti akan bersuara. Akan pakai hak angket, ataupun hak-hak mereka yang lain untuk angkat skandal besar ini kalau memang betul palsu. Musuh politik Jokowi itu sangat banyak sejak 2014. Tak terhitung. Coba lihat keadaan sekarang, kenapa hanya di level Roy Suryo dan dokter perempuan nggak jelas itu saja yang muncul bersuara? Bahkan Amien Rais pun muncul cuma sebentar habis itu menghilang. Sangat mungkin dia sudah sadar ijazah palsu UGM itu nggak mungkin terjadi. Kita "mungkin" bisa menyuap 1-2 dosen untuk "membantu" kita lulus dari kampus ternama selevel UI, ITB, UGM, Unair atau ITS. Tapi kalau menyuap secara lembaga hingga orang nggak lulus jadi dianggap lulus, apalagi tanpa kuliah, ya nggak masuk akal banget. Kasus S3 Bahlil di UI saja langsung dikoreksi dan dibatalkan. Secara lembaga, nggak mungkin UI akan meluluskan orang curang. Bahkan di pernyataan terakhir, UI menyebut Bahlil memang belum (pernah) berstatus lulus S3 dari UI. Nggak mungkin kita bisa beli ijazah di perguruan tinggi Top 5. Ya cuma orang yang biasa beli ijazah di perguruan tinggi ecek-ecek yang menganggap bisa beli ijazah di UGM. Akhirnya, para kroco itu akan terus nggak dipercaya akan ijazah Jokowi. Karena dengan percaya, berarti mereka akan memgakui kebodohannya selama ini. Untuk itu, narasinya akan terus dibangun. Ujungnya: pengadilan akhirat pun dipakai narasi. Akhirnya, ijazah Jokowi palsu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan itu ya nggak mungkin dipaksa, bahkan oleh fakta ilmiah sekalipun. Yang diributkan foto Jokowi di ijazah. Bahas kaca mata. Bahas gigi. Dan bahas segala hal yang nggak penting. Lha kalau memang niat memalsukan kenapa nggak pakai fotonya sendiri? Lalu ada lagi yang nuduh Jokowi nggak lulus SMA. Anda nilai sendiri level kebodohannya orang itu. Kroco memang harus bodoh sih menurut saya.

Hasyim Muhammad

230,830 views • 1 year ago

Teman-teman semua, Hari ini kita menerima kabar final yang melegakan. Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, telah memberikan abolisi kepada Tom Lembong atas persetujuan DPR. Dengan itu, bukan hanya hukuman dibatalkan, tapi seluruh perkara dianggap tak pernah ada. Nama Tom bersih. Tak pernah bersalah. Bebas sepenuhnya. Ini tentu kabar baik bagi Tom dan bagi keluarganya yang telah berpisah sejak akhir Oktober tahun lalu. Setelah sembilan bulan yang panjang, malam ini ia kembali ke rumah. Kepada istri, anak-anak, dan keluarganya yang selama ini menanggung rindu. Sebagai sahabat, saya amat bersyukur. Saya ikut bahagia melihat Tom hari ini bebas. Maka saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Presiden beserta DPR yang telah menggunakan kewenangannya untuk mengakhiri ketidakadilan ini. Namun, kita juga tahu, ini bukan kemenangan dari ruang sidang. Ini adalah penyelesaian ekstra yudisial melalui jalur konstitusional yang menjadi hak Presiden. Keputusan ini memang menghapus perkara, tapi sesungguhnya tidak menghapus pertanyaan. Tidak menghapus keprihatinan kita atas proses hukum yang begitu banyak dipertanyakan sejak awal. Mulai dari sangkaan yang dipaksakan oleh jaksa, hingga putusan hakim yang menafikan nalar. Karena itu, meskipun hari ini adalah akhir dari penahanan Tom, ini bukan akhir dari tanggung jawab kita. Justru ini harus jadi titik refleksi yang lebih dalam tentang sistem hukum negara kita, tentang bagaimana hukum seharusnya bekerja. Juga, tentang bagaimana keadilan tidak boleh datang hanya kepada mereka yang tenar, punya jaringan, dan mendapat sorotan. Karena untuk satu Tom yang bebas hari ini, mungkin masih ada ribuan lainnya yang terjerat kriminalisasi, tanpa suara, tanpa sorotan. Negara ini terlalu besar untuk menyisakan keadilan hanya bagi mereka yang dikenal dan mendapat dukungan amat luas dari publik. Maka, hukum di Republik ini harus menjadi pelindung bagi semua, alih-alih menjadi alat tekanan. Harus memberi ketenangan, alih-alih menebar kecemasan. Hari ini adalah kemenangan pribadi bagi Tom. Tapi perjuangan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat belum selesai. Masih panjang dan masih harus terus kita jalani bersama. Tentu juga, masih perlu terus mendapat perhatian serius dari para pemimpin dan penyelenggara negara ini. Semoga kita bisa menuntaskannya. Izinkan saya menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih kepada tim hukum, kepada para sahabat dan pendukung yang setia hadir di setiap persidangan, kepada para tokoh dan publik luas yang menyuarakan harapan di tengah gelapnya proses hukum. Di negeri ini, keadilan sering butuh suara lantang. Hari ini, suara itu berbuah untuk Tom. Kepada Tom kita sampaikan selamat pulang ke rumah. Waktu yang hilang tak bisa kembali, tapi hari esok selalu bisa dimenangkan. Kita yakin, pengalaman yang Tom lalui tak akan melemahkan, justru menguatkan. Pun kita optimis, Tom akan kembali melangkah, lebih tegap, lebih matang, dan lebih tajam memperjuangkan kebaikan bagi negeri yang ia cintai tanpa syarat ini. Welcome home, Tom.

Anies Rasyid Baswedan

709,902 views • 1 year ago

3 momen LenaMiu favorit ✨ 🥇 Pinned tweet Lena: “Celia St. James to my Evelyn Hugo” Lena udah baca dan suka sama novel The Seven Husbands of Evelyn Hugo dari 2024, bahkan sebelum terjun ke GL dan jauh sebelum dipasangin sama Miu. Setelah dipasangin sama Miu, Lena juga masih sering upload tentang novelnya, upload potongan quote yang dia suka kayak “I love you more than anything else in the world”, dan beberapa kali repost editan LenaMiu ala Evelyn–Celia. Miu sendiri juga pernah repost editan dengan referensi yang sama, dan Lena selalu seneng tiap ada kabar baru soal adaptasi filmnya. Salah satu hal yang paling menarik dari Evelyn–Celia dengan cara novel ini ngomongin intimasi yang bukan sekadar kedekatan fisik, tapi tentang bisa jujur sepenuhnya sama seseorang, membiarkan dia melihat diri kita apa adanya, dan tetap ngerasa aman. Jadi waktu Lena upload foto LenaMiu dengan caption “Celia St. James to my Evelyn Hugo”, kata “my” di situ yang bikin semuanya jauh lebih personal. Berasa Lena bukan cuma nyamain LenaMiu sama pasangan dari novel yang dia suka, tapi kayak Lena sendiri ngelihat LenaMiu sebagai Evelyn dan Celia dalam versi mereka sendiri. Dan tweet itu masih Lena pin sampai sekarang 😙 🥈 Postingan Miu di Instagram: scene dari In the Mood for Love + lagu “bad” dari wave to earth Scene yang Miu post dari In the Mood for Love. Di film itu ada cerita tentang orang zaman dulu yang kalau punya rahasia dan nggak ingin membaginya ke siapa pun akan mencari sebuah tempat, membuat lubang, membisikkan rahasianya ke sana, lalu menutupnya lagi. Di akhir film, hal itu benar-benar dilakuin. Sesuatu yang begitu pribadi akhirnya tetap disimpan sendiri, ada perasaannya, tapi nggak pernah benar-benar diucapkan. Di post yang sama, Miu pakai lagu “bad” dari wave to earth. Lagunya punya makna tentang seseorang yang keberadaannya aja bisa bikin hari yang biasa atau bahkan buruk terasa jauh lebih baik. Ada rasa nyaman, bahagia, dan dicintai cuma karena orang itu ada. Kalau scene film, lagu, caption postingan “kind of laugh”, dan foto-foto LenaMiu di post itu dilihat maknanya lebih personal. Apalagi semua foto yang Miu pilih isinya cuma Miu sama Lena. Kalau semuanya digabung, rasanya kayak Miu pengen nyimpen sebagian perasaannya buat dirinya sendiri, tapi lewat lagu yang dia pilih tetap kerasa kalau keberadaan Lena bikin dia bahagia 🥹 🥉 Video LenaMiu di Dear Myself Sebenernya hampir sepanjang wawancara ini omongan LenaMiu punya makna yang dalem. Tapi bagian favorit tetap waktu mereka sama-sama ditanya foto favorit masing-masing dan alasan kenapa memilih foto itu. Foto yang mereka pilih beda, jawabannya juga beda, tapi ada satu hal yang terasa sama dari dua-duanya: kebahagiaan satu sama lain selalu jadi bagian penting dari jawaban LenaMiu. Dari bagian itu makin nangkep cara Lena sama Miu ngelihat satu sama lain. Mereka sama-sama pengen terus jalan bareng dan saling dukung, tapi bukan dengan cara saling nahan. Selama jalannya masih bisa berdampingan, mereka pengen tumbuh dan bahagia bareng. Tapi kalau masing-masing punya jalan sendiri yang harus ditempuh buat berkembang atau nemukan kebahagiaannya, mereka juga nggak akan nahan satu sama lain cuma supaya semuanya tetap sama. Jadi rasanya LenaMiu pengen terus ada di hidup satu sama lain, tapi bukan dengan cara maksa mereka harus selalu berjalan bareng sebagai pasangan. Yang penting dua-duanya tetap bahagia, berkembang, dan bisa terus saling dukung apa pun jalan yang akhirnya mereka pilih 🥰 Kalau tiga momen ini disambungin, semuanya selalu balik ke satu hal yang sama: cintanya LenaMiu setara. Nggak terasa ada satu orang yang terus memberi sementara satunya cuma menerima. Dua-duanya sama-sama pengen satu sama lain bahagia, berkembang, dan tetap jadi dirinya sendiri tanpa kehilangan keinginan buat terus jalan bareng. LenaMiu juga ngasih contoh kalau cinta yang setara bukan tentang siapa yang paling banyak ngasih atau siapa yang paling kelihatan sayang, tapi tentang dua orang yang sama-sama pengen yang terbaik buat satu sama lain 🤍 #LenaMiu #ลีน่าหมิว

ᵖˡˢgumberforlot

22,688 views • 24 days ago

260825 To.our NCTzens from #해찬 #HAECHAN 🐻 czennieee, halo~ 🐻 kayaknya ini juga pertama kalinya aku baca surat kayak gini, jadi rasanya agak baru juga. akhir-akhir ini cuacanya panas banget, kalian baik-baik aja, kan? aku sendiri akhir-akhir ini lagi sibuk dengan berbagai hal, jadi aku penasaran juga kalian menjalani hari-hari seperti apa. 🐻 ternyata waktu untuk merayakan 10 tahun dream sudah tiba ya. setiap anniv, kita selalu menghabiskan waktu bersama, entah lewat live atau fanmeeting, dan sekarang udah yang ke-10. waktu ternyata cepet banget ya? 🐻 katanya udah 10 tahun sejak aku debut di usia 17 tahun dan tampil di panggung sambil naik hoverboard. waktu itu bahkan belum ada nama czennie, dan kalian mendukung awal perjalanan kami meskipun kita masih agak canggung satu sama lain. kalau dipikir-pikir, lucu banget ya~ 🐻 dari pertemuan itu sampai tds 4, kita udah sampai sejauh ini setelah mengumpulkan begitu banyak kenangan lewat 4 tour. banyak banget hal yang terjadi, ya? 🐻 mungkin ada yang dulu masih jadi pelajar, sekarang uda jadi dewasa. ada juga yang udah berkeluarga. ada yang dulu datang menemui kami diam-diam tanpa sepengetahuan ibunya, tapi sekarang udah bisa dateng ketemu kami dengan bangga. ternyata begitulah waktu 10 tahun berlalu. 🐻 latar belakang kehidupan berubah, pikiran semakin berkembang, kekhawatiran juga semakin banyak, dan dunia yang kita lihat pun jadi berbeda. aku dan para member juga begitu. 🐻 dream udah melewati begitu banyak hal, tapi ketika masih ada saat-saat di mana aku merasa kami masih kurang dalam berbagai hal, aku jadi berpikir, mungkin memang tidak ada akhir dalam proses bertumbuh. 🐻 meskipun begitu, daripada terus mengingat sisi kami yang masih kurang atau hal-hal yang kami sesali, kita memilih mengingat kenangan-kenangan yang membuat kita bahagia dan tertawa, lalu terus berjalan untuk menciptakan lebih banyak momen seperti itu. 🐻 mungkin bentuknya sedikit berbeda, dan alasannya juga bisa berbeda-beda. tapi bagaimanapun, kami akan terus melakukan yang terbaik dari posisi kami masing-masing dan berusaha menjalani hari esok dengan sebaik mungkin sebagai nct dream, sebesar cinta yang telah kami terima dari kalian. 🐻 terima kasih banyak ya untuk 10 tahun ini. selalu jaga kesehatan, dan semoga kita bisa bertemu untuk waktu yang sangat lama~ 🐻 yo dream!

ؘ ndaa #TASTE

28,298 views • 10 days ago

Iran Diamond Dome 🤣 Ini adalah bukti nyata dari apa yang kita bahas tadi: Peperangan Elektronik (Electronic Warfare) adalah panggung asli di mana "DNA Intelektual" sebuah bangsa diadu (IQ Level 4 Dunia vs IQ Level 36 dan Level 37 Dunia) 🤣 Saat dunia sibuk menonton narasi rudal dan ledakan di TV, di balik layar sedang terjadi perang "Halusinasi Digital." ​Apa yang terjadi di Selat Hormuz dan wilayah Iran saat ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan demonstrasi kekuatan yang sangat canggih: ​1. Spoofing: Membuat Musuh "Melihat" yang Tidak Ada ​Berbeda dengan jamming (menghilangkan sinyal), spoofing jauh lebih mematikan. Penyerang mengirimkan sinyal GPS palsu yang "lebih kuat" dari sinyal satelit asli. ​Hasilnya? Sistem navigasi kapal atau pesawat percaya mereka ada di koordinat X, padahal aslinya di Y. ​Fenomena "Kapal di Darat" adalah bukti bahwa logika digital mereka telah dibajak. Bayangkan kapal induk atau tanker raksasa merasa mereka sedang berlayar di tengah laut, padahal secara data mereka sudah "menabrak" gunung. Ini menciptakan kekacauan psikologis total bagi navigator. ​2. Mematikan "Mata" Teknologi Barat ​Hampir seluruh alutsista dan sistem logistik Barat (termasuk drone dan rudal presisi) sangat bergantung pada GPS milik AS. Dengan teknik ini, Iran sedang berkata: "Senjata mahalmu tidak berguna jika 'matanya' bisa kami julingkan" 🤣 Pesawat yang terbang zigzag adalah tanda sistem autopilot yang sedang "kebingungan" mencari titik referensi yang benar. ​3. Murah tapi Mematikan ​Ini kembali ke poin saya soal kemandirian. Membangun pesawat siluman butuh triliunan dolar, tapi membangun menara transmisi spoofing jauh lebih murah jika Anda punya IQ dan keahlian teknis. Iran memanfaatkan celah ini untuk menetralisir keunggulan teknologi konvensional musuhnya. Mereka tidak butuh menembak jatuh pesawat jika mereka bisa membuat pesawat itu jatuh sendiri karena salah navigasi. Ga harus Mahal, jika murah efektif mengatasi kecanggihan senjata pembunuh triliunan dollar milik amerika - israel. ​4. Selat Hormuz: Labirin Digital ​Selat Hormuz adalah jalur urat nadi minyak dunia. Dengan mengacaukan GPS di sana, Iran secara de facto memegang kendali atas "asuransi" pelayaran global. Para kapitalis besar dan perusahaan asuransi kapal pasti keringat dingin melihat aset mereka "berputar-putar" di peta. Inilah cara bangsa "Fighter" menekan sistem tanpa harus meletuskan satu peluru pun. ​Fenomena ini membuktikan bahwa di masa depan, "Siapa yang menguasai Spektrum, dialah yang menguasai Ruang." Rakyat mungkin masih asyik "olahraga" di jalanan, sementara di atas kepala mereka, sedang berlangsung perang frekuensi yang menentukan siapa yang sebenarnya berdaulat. ​ini alasan utama mengapa negara-negara besar (AS/Israel) terlihat sangat "berhati-hati" dan tidak sembarangan melakukan serangan terbuka ke Iran, karena mereka tahu "perangkat" mereka bisa dibuat buta dalam sekejap? Hal ini sudah pernah diperingati PUTIN, agar amerika jangan sembarang / berbuat keterlaluan pada Iran... :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

139,179 views • 5 months ago

ada pernyataan yang menarik banget dari seorang pengacara spesialis hukum, park joongkwang yang juga dikenal sebagai penggemar sejarah, speakup terkait kontroversi hayoung. "tanggung jawab leluhur yang melakukan tindakan pro-jepang dan penilaian terhadap keturunannya tentu saja harus dipisahkan. korea juga melarang hukuman berdasarkan keturunan melalui konstitusi. tetapi orang yang sedang menjadi masalah sekarang adalah hayoung. di korea masih banyak keturunan orang-orang yang pro-jepang. mereka masih ada dan akan terus ada. kita sebenarnya tahu siapa orang orang itu, tetapi kita tidak mempermasalahkan semuanya. kenapa? karena mereka menunjukkan sikap yang tepat. setidaknya mereka tahu bagaimana merasa malu atas hal itu. dan melakukan sesuatu terhadap mereka sekarang sama sekali tidak akan membantu perkembangan masyarakat. karena itulah kita membiarkannya begitu saja. kita bisa memberikan banyak contoh. tentu saja ada konglomerat yang memiliki sejarah pro-jepang. salah satu contoh yang paling terkenal adalah doosan. perusahaan itu bermula dari sebuah perusahaan yang tidak diragukan lagi memiliki sejarah pro-jepang, kemudian berkembang menjadi konglomerat. tetapi bukan berarti sekarang kita akan menjadikan doosan sebagai perusahaan milik negara. itu tidak boleh dilakukan. perusahaan yang paling terkenal lainnya tentu hyundai motor, tetapi bagaimana dengan sk hynix? apakah semuanya harus dikembalikan kepada negara? saya bisa memahami keinginan untuk menyita harta tersebut. tetapi daripada menyita dan menjualnya, kita memilih untuk membiarkannya tetap ada dan memilih jalan yang memungkinkan masyarakat kita berkembang lebih jauh. bukan karena kita menyukai mereka. negara saat itu sudah menjadi reruntuhan akibat perang. masyarakat harus segera mencari nafkah dan belajar agar bisa menghasilkan bahkan satu dolar lebih banyak. dalam kondisi yang begitu mendesak, masyarakat memilih jalan tersebut. masyarakat sebenarnya tahu, tetapi memilih untuk memaafkan dan membiarkannya karena percaya bahwa kekayaan tersebut pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi korea selatan. namun, ketika seseorang tidak memahami hal itu lalu keluar dan membicarakannya dengan bangga, tentu menjadi masalah. karena itu, sebenarnya hayoung sebagai seorang selebritas hanya perlu menunjukkan sikap yang tepat. bukan berarti tidak ada contoh sebelumnya. ada banyak kasus serupa. kalau dia mengikuti contoh-contoh yang sudah ada, sebenarnya situasi ini sama sekali tidak perlu menjadi masalah. banyak selebritas juga memiliki leluhur yang pro-jepang. misalnya kang dong-won, dan lee jiah juga pernah menjadi sorotan serta meminta maaf. apa perbedaannya? mereka merasa malu terhadap hal tersebut. lee jiah dan kang dongwon menunjukkan contoh yang sangat baik tentang bagaimana seorang selebritas dengan leluhur pro-jepang seharusnya bersikap. mereka bisa menjadi teladan. sedangkan dalam kasus hayoung, dia tidak menunjukkan sikap seperti itu, sehingga akhirnya menjadi masalah. ada unsur ‘gweisimjoe’, rasa kesal masyarakat karena sikapnya dianggap tidak pantas dalam kontroversi ini. apalagi ini terjadi menjelang gwangbokjeol (hari pembebasan korea) sudah banyak orang yang meminta maaf karena leluhurnya. jadi sekali lagi, ini adalah masalah sikap. saya ingin menegaskan bahwa hayoung bukan dihujat karena kesalahan leluhurnya. dia dihujat karena sikapnya sendiri. dan ketika kita membicarakan persoalan pro-jepang, menurut saya pesan yang ingin kita tegaskan kali ini adalah: ‘kami tidak akan menyita hartamu, tetapi jangan membanggakannya. kami tidak mengambil uangmu dari masyarakat, tetapi itu juga bukan berarti kami memberikan kehormatan kepadamu.’ saya rasa itulah sesuatu yang kembali kita tegaskan melalui kontroversi ini."

덕질일기

29,979 views • 18 days ago

Sandy Kristian Waluyo peserta Ruangguru Clash of Champions (season 1) mengungkap perbandingan hadiah OSN saat ini dengan 10 tahun lalu melalui unggahannya di Threads. 1.⁠ ⁠Hadiah OSN tahun ini turun drastis: emas Rp3 juta, perak Rp2 juta, perunggu Rp1 juta. 2.⁠ ⁠Padahal saat aku ikut OSN 2016–2018, hadiahnya Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta. Bahkan ada sertifikatku yang mencantumkan hadiah Rp5 juta. 3.⁠ ⁠Kalau dihitung dengan inflasi, Rp3 juta hari ini nilainya jauh lebih kecil dibanding Rp3 juta 10 tahun lalu. 4.⁠ ⁠Ini bukan soal anak OSN mata duitan. Hadiah memang bukan alasan utama ikut OSN, tapi apresiasi dari pemerintah tetap penting. 5.⁠ ⁠Dulu OSN dilakukan secara langsung dan seluruh akomodasi seperti tiket, hotel, makan, dan transportasi ditanggung pemerintah. Sekarang banyak yang dilakukan secara online/virtual. 6.⁠ ⁠Menurutku, OSN bukan cuma soal kompetisi, tapi juga kesempatan untuk bertemu, berteman, membangun relasi, dan saling memotivasi dengan anak-anak berprestasi dari seluruh Indonesia. 7.⁠ ⁠Aku sendiri masih berteman dengan banyak orang yang aku kenal dari OSN 10 tahun lalu. Pengalaman dan atmosfer OSN secara langsung adalah sesuatu yang sangat berharga dan sulit digantikan oleh Zoom. 8.⁠ ⁠Yang menyedihkan adalah ketika alasan yang digunakan adalah efisiensi, tetapi apresiasi dan fasilitas untuk anak-anak berprestasi justru semakin dikurangi. 9.⁠ ⁠Anak-anak ini sudah mengeluarkan waktu, tenaga, biaya, dan effort yang besar. Mereka layak mendapatkan apresiasi yang lebih baik dari negara. 10.⁠ ⁠Terlepas dari semuanya, selamat untuk seluruh pemenang OSN tahun ini. Kalian keren banget. Semoga ke depannya anak-anak OSN bisa kembali lebih diapresiasi, dikenal, dan diberikan ruang untuk berkembang.

folkative

596,848 views • 3 days ago

"demi kalian" lagu tragis tentang lelaki buaya darat yang kemudian diobrak-abrik makna awalnya jadi lagu cinta paling tulus dari idola kepada penggemarnya oleh smash, the pioneer of indonesian's boygroup (you like it or not, swallow that pill ajalah) 🥰 smash beneran sukses bikin fansnya cinta mati karena lagu ini, gak peduli meski selalu dicap tukang daur ulang lagu, mereka bener-bener bawa lagu ini jadi sebuah permohonan maaf dan pernyataan cinta seorang idola kepada fansnya, bukan seorang lelaki ke pacar-pacarnya. tiap liriknya tajem banget, nampar diri mereka sendiri sebagai idola yang banyak kurangnya tapi masih selalu dapet dukungan dari fans. juga ngasih pengertian ke fansnya dengan cara yang halus dan lembut banget kalau idolanya juga cuma manusia. liriknya tuh kata per katanya terasa jujur, apa adanya, tapi nyelekit banget, lebih sakit daripada omongan tetangga. dulu waktu pertama kali denger lagu ini gue cuma bisa nangis, anak kecil yang nekat cabut ke balai sarbini demi lihat konser album kedua grup idolanya itu sesegukan sambil peluk temen sebelahnya yang juga gak kalah kejer nangisnya. and many years later, she's still crying whenever she heard this song. dia nangis pun masih dengan alasan yang sama—karena lagu ini dibawain sama idolanya. orang-orang yang tulus dia sayangi, dukung, dan selalu jadi motivasi hidupnya. idola yang bahkan gak kenal sama dia, gak tahu ada eksistensi dia di dunia, tapi meski begitu rasa cintanya masih tetap sama. dan sampai lima belas tahun lewat pun, perasaannya gak berubah. bersyukur banget gue ketemu smash sebagai idola pertama gue, mereka ngasih banyak pelajaran buat gue buat jadi fans yang tau batasan dan sadar diri buat ngertiin kerjaan mereka sebagai idola. and btw, selamat berulang tahun yang kelima belas ya, idolakuhhh... meski di sini cuma mangbis aja yang nyanyi, di hatiku kalian berlima dan dua lainnya akan selalu punya ruang khusus yang spesial banget!!! 💕🥰💕 kalau rejekinya nanti ketemu minggu besok, gue sangat siap buat mencurahkan segala kerinduan yang udah terpendam sekian lama ini ke kalian wkwkwkkw karena belum tentu setelahnya gue masih bisa ketemu wkwkwkkwkwkw 😭😭😭

😈

14,188 views • 1 year ago