Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

โ€œ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ดโ€. Mengapa bukan Kaleng sembarang Kaleng, karena ada satu Mantera yang dimiliki oleh Ndoro Sepuh yang tak dimiliki siapapun dan tak akan pernah bisa ditemukan dibangku universitas mana pun di dunia. Dengan Mantera itu, jangankan sebatang Keris, sebuah Kardus atau pun Kaleng bisa saja disulap...

13,763 views โ€ข 3 years ago โ€ขvia X (Twitter)

8 Comments

Pani Artub's profile picture
Pani Artub3 years ago

Mengajak untuk umat muslim tenggelamkan kaleng" itu untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya komunisme...di negeri ini, dari kaleng kaleng itu mereka bersemayam dan menetaskan bibit bibit selanjutnya sadar atau tidak sadar mereka terus bergerak untuk mencapai misinya.

SUTAN TUNARO's profile picture
SUTAN TUNARO3 years ago

pagi tadi dengar obrolan emak2 komplek dengan abang gerobak sayur , sumpah deh bahasanya jauh lebih intelek dari pidato ini

mulatt's profile picture
mulatt3 years ago

Tapi simantra kaleng penyok sama SBY sampai2 ngambek puluhan tahun๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

aries checky's profile picture
aries checky3 years ago

Kemaruk kekuasaan #๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

ondemande's profile picture
ondemande3 years ago

Emg klu dongeng sm mewek jagony megawati. ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

#Tuanโ“‚udaโ„ข's profile picture
#Tuanโ“‚udaโ„ข3 years ago

Idih Najis.. Sok di butuhin banget nih nenek nenek...

Rachmalee's profile picture
Rachmalee3 years ago

ada kalanya memang kaleng penyok pun msh bs terpakai trkecuali sdh berubah bentuk krn hbs terinjak-injak.

Kanjeng Gustie's profile picture
Kanjeng Gustie3 years ago

musang berbulu domba omongan gk sjlan dengan perbuatan

Related Videos

Kalau orang Batak sudah bilang begini Apalagi Batak satu ini sungguh tidak kaleng kaleng Pakar Teknologi Digital kelas Internasional Jadi kita ikut saja apa kata si Abang Rismon Rismon Hasiholan Sianipar ini atas hasil risetnya. Apalagi tambah pakar Telematika mas Doktor KRMT Roy Suryo Saya menambahi dari analisis berdasar domain Kedokteran Anatomi Fisiologi dan Behavior Neuroscience Epidemiologi. Jadi saya kebagian menganalisis jarak antar mata, tulang hidung, gigi, rahang, telinga, miopia kacamata, dan garis kumis, dan tentu saja perilaku psikopatologinya. Satu lagi dalam Ilmu saya, ada namanya Gene -Environment Interaction Jadi jika behavior atau perilaku seorang Pemimpin itu mencerminkan kepengecutan, kebiasaan berbohong kronis atau Mythomania, maka jika tidak segera dihentikan, masyarakat banyak akan mengikuti perilaku tersebut, dan cacat moral seperti ini akan menghancurkan bangsa di kemudian harim Apa jadinya, jika negara ini dibangun atas dasar kebohongan pemimpin yang kemudian menerus kepada rakyatnya, yang membuat rakyatnya menerima kebohongan sebagai hal yang oke oke saja bahkan menjadi sebuah nilai baru? Negara ini akan hancur tak bersisa! Inilah yang membuat kita terus bicara kebenaran. Karena rasa cinta kita kepada bangsa dan negara ini! Horas! Kata orang Batak. Monggo sami kita mlampah majeng kanthi leres! Kata orang Jawa, hehehe. Kelamaan kan kalo orang Jawa yang pimpin. Dah lah orang Batak ini saja. Senang banget punya sahabat baru kayak dia ini. Yang sekali maju pantang surut kembali!

Dokter Tifa

199,626 views โ€ข 1 year ago

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut๐Ÿ‘‡-

Hasyim Muhammad

371,704 views โ€ข 2 years ago

HANYA SUARA YANG KITA PUNYA โ˜๐Ÿป Jangan pernah anggap enteng suara. Karena lewat suara, kita bisa didengarkan dan kita bisa memaksa penguasa untuk menuruti apa kehendak rakyatnya. Jangan mau suara kita hanya dihargai 5 tahun sekali, dibilik suara doang atau pada saat pilkada. Jangan mau suara kita hanya dianggap berharga 100 atau 200 ribu atau dapat jilbab pada saat kampanye. Biasanya modusnya itu kan bagi-bagi kaos partai atau bagi-bagi jilbab bagi yang perempuan. Jangan mau kita hanya dikerdilkan sebatas fans yang bisa berbaris seperti itik. Hati-hati sebentar lagi pemilu, suara kita akan diperebutkan dengan berbagai macam cara. Mari ingat pengalaman yang dulu. Untuk apa mati-matian membela satu atau dua ketika akhirnya berkumpul juga. Buat apa musuh-musuhan sampai seolah-olah dunia akan berhenti, kalau yang kalah dengan yang menang akan bergabung atas nama demi bangsa. Jadi ngga usah, ngga usah terlalu baper atau terlalu mati-matian membela tokoh idola. Karena sekali lagi, hitung-hitungan mereka terkadang bukan kita hitung-hitungan untung rugi pak. Untung rugi kalkulasi politik aja, karenanya jangan mau dimanfaatkan hanya suara di 5 tahun sekali, tetapi gunakan suara terutama itu di hari-hari ini. Ketika ancaman kita untuk bersuara, mungkin saja akan dibatasi lewat rancangan undang-undang hukum pidana, dimana semua bisa kena. Terlalu berharga suara kita dan saya selalu bilang, cuma itu yang kita punya. Negara punya yang lain, negara punya kuasa, negara punya tentara, negara punya uang, kita punya apa? Kita punya suara dan yang harus kita waspadai adalah ketika kita terlalu takut dan berusaha mengecilkan suara kita, padahal yang kita butuhkan justru teriakan-teriakan. Jadi ya menjadi pemimpin, menjadi presiden itu bagus, niat mulia. Tetapi perhatikan suara-suara orang yang juga tidak punya kuasa, tetapi yang kalau berkumpul bisa berdaya. Jadi mari, mari rapatkan barisan, mari rapatkan barisan. Dan jangan mau ditipu tipu! Jangan mau dipergunakan hanya suaranya, tetapi ketika kita menuntut hak-hak kita yang paling dasar, sedasar kebebasan berekspresi dan berbicara itu kita tidak didengarkan. Tetapi kakak mau menegaskan ini adik-adik... Pergerakan jangan hanya sebatas kerumunan, pergerakan terutama gerak mahasiswa, jangan hanya sebatas kumpul-kumpul berkerumun. Ya demonstrasi perlu dan harus terus dilakukan kalau memang strateginya seperti itu. Anak muda hari-hari ini adalah anak muda yang seharusnya pintar memilih dan memilah informasi mana yang sampah. Banyak sampah sekarang di dunia maya dan mana yang fakta, mana yang berita, mana yang opini, dan hati-hati mana yang propaganda. Dan kalau sudah yakin, sampaikan itu dengan lantang, jangan mau ditakut-takuti! Polisi suruh urus dulu tuh Ferdy sambo. Sepanjang kita tahu apa yang kita lakukan benar, kita tidak merugikan orang lain, jangan mau ditakut-takuti dengan pasal. Kita juga bisa belajar pasal, kita juga tahu apa hak kita sebagai warga negara, kalau tidak tahu ya cari tahu. Jadi jangan mau gampang ditakut-takuti dengan cara itu, kita bisa berdaya dan kita bisa memberdayakan orang lain. Dan harusnya itu ultimate goals kita dalam hidup, bukan hanya memperbaiki kualitas hidup kita sendiri, tetapi bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas hidup orang lain. Dan itu bisa dilakukan tanpa jabatan formal, tanpa jadi presiden, tanpa jadi menteri, tanpa jadi anggota DPR, tanpa perlu pangkat yang tinggi. Kita bisa melakukan itu dalam tindakan kecil seharian sekalipun, karena kuncinya sebetulnya peduli dan bersatu. Kutipan yang selalu saya tunjukkan ke setiap mahasiswa ketika Bung Hatta bilang seperti ini, "Peduli dan bersatu itu adalah kunci, karena kalau tidak, Indonesia hanya seperti seuntaian gambar di peta". #TolakPartaiPendukungRUUKesehatan #TolakUUKesehatan

Eva Sri Diana Chaniago

26,055 views โ€ข 3 years ago

Bila ceplos-ceplos ni pandai-pandai buat cerita kata saya ambil rasuah daripada ARM, saya tahu sebenarnya bukan saya saja yang mereka tuduh, mereka juga sedang menuduh ARM, dan secara tak langsung, kerajaan Malaysia sendiri. Dalam klip ini saya terangkan: 1) Perjanjian Malaysiaโ€“ARM ini adalah yang pertama seumpamanya di dunia, ARM tak pernah buat perjanjian macam ini dengan mana-mana kerajaan lain. 2) ARM sekarang monopoli IP untuk lebih 90% cip dalam telefon, kereta dan macam-macam gadget. Negara lain berebut nak dapat akses; Malaysia antara yang pertama diberi kepercayaan. 3) Bila cybertrooper berbayar fitnah kononnya ada rasuah dalam perjanjian ini, mereka bukan saja serang nama saya, mereka jadikan Malaysia nampak bodoh di mata dunia. Kalau saya saman, kes itu akan membawa masuk ARM sendiri ke mahkamah, pegawai-pegawai PMO, MITI, MIDA, dan Perdana Menteri serta menteri-menteri utama sebagai saksi. Malaysia akan jadi โ€œpopular for the wrong reasonโ€, negara pertama yang dapat akses IP ARM, tapi sibuk bergaduh dengan cybertrooper sendiri di mahkamah terbuka. Sebab itu saya kata saya akan tulis nota kepada PMX untuk pesan supaya kawal cybertrooper berbayar, jangan benarkan maklumat dalaman kerajaan disalahguna untuk fitnah, dan jangan gadaikan reputasi negara hanya kerana politik dalam parti. Tonton Yang Berhenti Menteri Episod 23 di saluran YouTube saya, di mana saya huraikan Vision Silicon, ARM dan bagaimana isu ini boleh sabotaj masa depan ekonomi Malaysia.

Rafizi Ramli

127,161 views โ€ข 8 months ago

โ€œPOLA YANG TERBACAโ€ Persuasi Ancaman - Risakan (Character Assassination) Ada satu pola yang selalu berulang dalam sejarah pertarungan kebenaran vs kebohongan penguasa. Bukan hanya di satu negara. Bukan hanya di satu zaman. Pola itu sederhana: Ketika pengungkapan kebenaran menyentuh titik kritis, yang diserang bukan substansinya, tapi ORANG yang berani mengajukannya. Tahapannya hampir selalu sama. Pertama, dipersuasi. Dibujuk. Kedua, diancam, dengan berbagai ancaman langsung maupun tidak, fisik, non fisik, hingga metafisik Ketiga, masuk ke tahap berikutnya: Risakan atau penghancuran kredibilitas Melalui kelemahan atau kesalahan di masa lalu (siapa sih orang yang tidak punya kesalahan masa lalu?) Dan jika tidak ada, maka dibentuklah fitnah-fitnah dan pembunuhan karakter (character Assassination). Karena jika publik sudah tidak percaya pada orangnya, maka mereka tidak perlu lagi mengamanka kebohongannya. Ini bukan teori. Ini pola. Hari ini, melalui apa yang terjadi pada Rismon, kemudian apa yang terjadi pada dr Tifa dan Roy Suryo, kita melihat pola itu lagi. Bukan tentang siapa yang benar. Bukan tentang data apa yang valid. Tapi tentang bagaimana perhatian publik digeser: Dari hukumโ†’ ke pribadi Dari substansi โ†’ ke sensasi Dari kebenaran โ†’ ke persepsi Isu-isu personal mulai dimunculkan. Label dilemparkan. Cerita dibangun. Dengan berbagai macam cerita dan fitnah yang dibangun dan terus-meneruskan dijejalkan kepada mindset publik. Bukan untuk menjelaskan. Tapi untuk mengaburkan. Saya ingin kita semua berhenti sejenak, dan bertanya dengan jujur: Kalau semua sudah jelas dan kuat, kenapa tidak dijawab saja jika memang masih ada pembelaan? Tidak cukup 22 Ahli, 127 Saksi, 709 dokumen pendukung untuk pembelaan atas 1 lembar ijazah? Masih perlu dibangun framing dan fitnahan? Kenapa harus berputar ke arah lain? Di titik ini, ini bukan lagi soal satu orang. Bukan soal nama tertentu. Ini soal sesuatu yang lebih besar: Apakah kita masih hidup dalam ruang di mana kebenaran boleh diajukan, dan dijawab dengan data? Atau kita sudah masuk ke fase di mana kebenaran dijawab dengan serangan? Saya tidak meminta Anda percaya pada saya. Walaupun Ilmuwan kelas dunia sekaliber Dr Ing Ridho Rahmadi, sudah memberikan keahlian dan pernyataan sevalid dan sekredibel ini. Saya hanya mengajak Anda menggunakan akal sehat. Lihat polanya. Nilai sendiri. Karena kebenaran tidak pernah takut pada pertanyaan. Yang takut biasanya adalah sesuatu yang berusaha disembunyikan. Dan jika hari ini yang diserang adalah orangnya, bukan pada kebenaran yang diungkapkan, Maka justru di situlah kita harus semakin fokus pada apa yang disampaikan. Saya, dr Tifa akan tetap di sana. Di titik kebenaran itu diletakkan. Tenang. konsisten. Dan tidak bergeser. Karena pada akhirnya, yang akan bertahan bukan suara paling keras, dan tindakan paling kejam. Yang akan bertahan adalah kebenaran yang diridhai Tuhan. Hasbunallah wanikmal wakil, nakmal maula wanikman Nashir La haula wala quwwata ila billahil aliyyil adziim.

Dokter Tifa

19,098 views โ€ข 4 months ago

Sebagai seorang Muslim, saya terima kenyataan maaf pemilik KK Mart dan pembekal stokin yang tertulis kalimah Allah. Tetapi jangan menuntut saya untuk โ€œlupakan sahajaโ€ insiden ini. Hak saya untuk memilih mahu ke kedai Ali, Muthu atau Ah Hock. Seperti mana juga hak saudara untuk membeli atau tidak membeli daripada Melayu, India atau Cina. Yang boikot secara senyap senyap dah lama berlaku dalam negara kita. Tak percaya tanyalah mereka yang berniaga. Kedai yang seakan muhibbah pun sebenarnya dimiliki satu bangsa sahaja. Sebagai contoh tengok Ali, Muthu & Ah Hock. Yang punya Ernest Ong, Colin Soh & Bruce Wong. Tak pernah pun Melayu boikot sebab makanannya sedap dan mereka tak buat hal. Bungkus Kaw Kaw, Tealive, The Chicken Rice Shop pun sama. Pelanggan utama mereka Melayu. Adakah sikap muhibbah yang sama berlaku sebaliknya? Cuba tanya Khairulaming berapa ramai pembeli sambal dan dendengnya orang bukan Melayu Islam. Kalau orang Melayu bukan bersikap orang Melayu, sudah lama kedai KK Mart dibakar seluruh negara. Bayangkan kalau dewa Hindu dicetak di stokin dan dijual di pasaraya di negara India๐Ÿ”ฅ. Maka dengan itu, terimalah tindakan boikot orang Muslim dengan akal yang terbuka asalkan tidak ada yang melanggar undang-undang. Kepada mereka yang memomok katanya perkara stokin ini perkara kecil dan kemaafan itu seolah wajib diterima bulat bulat, saya nasihatkan waspada. Pemahaman cetek sebegini harus diperbetulkan oleh pemerintah. Baik kepada Muslim yang kurang ilmu agama mahupun non Muslim yang tidak tahu atau tidak peduli selama ini. Cari jalan terbaik untuk merapatkan jurang yang semakin meluas. Kalau tidak, bahang cetusan yang mahu diperkecilkan ini sebaliknya akan terus merebak dan akhirnya menghancurkan negara.

Datuk Omar Mustapha

94,834 views โ€ข 2 years ago

๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ž๐—˜๐— ๐—•๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—•๐—”๐—ฅ๐—จ ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฆ๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ž๐—˜ ๐—”๐—ง๐—”๐—ฆ ๐—”๐—ก๐—”๐—ž ๐—ฆ๐—”๐—ฌ๐—” Bulan Ogos 2025, ada serangan ke atas anak saya dan ugutan kepada isteri saya. Mesejnya simple: kalau saya terus bersuara, mereka nak cucuk AIDS. Saya tidak pernah menulis surat, atau tanya perkembangan siasatan secara terbuka. Saya serah kepada Menteri Dalam Negeri yang bertanggungjawab mengawal selia PDRM, badan yang menyiasat. Lagi pun Menteri Dalam Negeri, Saudara Saifuddin Nasution Ismail, adalah kawan lama yang saya dah kenal sejak 1998 lagi. Untuk tempoh masa yang lama, saya panggil dia โ€œabangโ€. Saya kenal rapat keluarga beliau dan beliau kenal isteri dan anak saya. Jadi saya serah amanah itu kepada beliau. Memang saya tidak pernah dapat apa-apa maklumbalas, secara rasmi atau tidak rasmi. Kalau ada kemaskini siasatan pun, itu dari media saja. Saya membaca laporan sama macam rakyat yang lain. Akhir November 2025, Saudara Saifuddin minta untuk adakan pertemuan. Kami pun jumpa di parlimen pada 1 Disember 2025. Lebih sejam kami berjumpa, bincang macam-macam. Saya lagi banyak dengar dari bercakap, seperti biasa bila saya jumpa pimpinan PKR ha3. Saya ingat sebab dia tak sampai hati dah berbulan-bulan tak de maklumat atau hasil siasatan mengenai kejadian serangan, dia ada berkongsi beberapa perkembangan dan sudut-sudut siasatan. Saya pun masukkan soalan di parlimen untuk beliau sahkan secara rasmi di Dewan Rakyat maklumat-maklumat yang dia kongsi dengan saya pada 1 Disember 2025 itu. Minggu ini, beliau jawab dan seperti yang saya dah agak, beliau kena bagi jawapan pentadbiran lah, iaitu tak boleh dedah takut ganggu siasatan. Saya pun tak ambik hati. Sebab anak kita yang kena, takkan orang lain faham perasaan kita. Malah saya berterima kasih kerana jawapan Menteri Dalam Negeri itu mengesahkan dua perkara: Pertama, perjumpaan dengan saya pada 1 Disember itu benar-benar berlaku. Ya lah takkan dia nak menafikan CCTV kat Parlimen semua ada. Kedua, bahawa memang beliau berkongsi maklumat mengenai perkembangan dan sudut siasatan kes itu dalam pertemuan dengan saya pada 1 Disember 2025. Cuma dia tak leh kongsi secara terbuka saja. Itu saja yang saya nak sebenarnya. Saya pun realistik takkan lah beliau akan kongsi apa yang beliau beritahu kepada saya. Sebab saya pun faham dalam sistem kita, kalau tidak ada kuasa, proses nak cari dalang kes macam ini memang jadi lama. Silap-silap hari senyap begitu saja bila dirasakan orang sudah lupa. Nanti saya tunggu lagi, kalau dirasakan siasatan tak ke mana, saya sendiri akan tulis surat kepada Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri dan PDRM mengusulkan supaya siasatan dihentikan dan NFA saja kes ini. Jangan buang masa anggota polis kat bawah yang hanya menurut perintah. Lagi pun, Perdana Menteri juga yang beriya-iya keluar kenyataan cepat-cepat suruh siasatan dibuat secara telus. Kalau dah lebih 6 bulan tapi tak ke mana, malu lah PMX. Baik saya yang volunteer suruh tutup saja siasatan untuk jaga air muka PMX. Apa yang dah jadi tu dah jadi. Saya redha dan Insya Allah, kami sekeluarga lebih yakin dengan doa dari bergantung kepada budi bicara manusia, agar perkara sebegini tidak akan berulang lagi kepada sesiapa pun di negara ini. Yang nak kena pertahan reputasi di mata rakyat ni bukan anak saya yang kena serang. Yang nak kena jawab dengan rakyat nanti adalah orang-orang besar belaka, mereka tahulah apa jawapan nak diberi satu hari nanti.

Rafizi Ramli

131,481 views โ€ข 6 months ago

lagi dan lagi kisah perselingkuh4n k3mbali viral di media sosial .. video tang diunggah oleh akun heyboy619 banyak jadi pembahasan Netizen didunia maya. "11 Tahun Tak Pernah Berubah" Malam itu aku memberanikan diri datang ke sebuah tempat karaoke. Bukan untuk mencari keributan, melainkan mencari jawaban yang selama sebelas tahun tak pernah kudapatkan. Di sana, aku melihatnya duduk bersama perempuan yang selama ini menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mertua kami. Yang lebih menyakitkan, mertuaku juga ada di tempat itu, seolah semua yang terjadi dianggap biasa. Aku berdiri dengan hati yang hancur. Bukan karena cemburu lagi, tetapi karena lelah. Sebelas tahun berlalu, namun tak ada sedikit pun rasa kapok. Berkali-kali diberi kesempatan, berkali-kali pula kepercayaan itu dihancurkan. Yang paling sesak bukan hanya pengkhianatan, melainkan kenyataan bahwa ia begitu jarang pulang. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali justru ditinggalkan. Hingga akhirnya, anaknya sendiri berpulang (meninggal dunia). Sebuah kehilangan yang tak akan pernah bisa ditebus dengan penyesalan. Malam itu aku tidak datang untuk berteriak atau membalas dendam. Aku hanya ingin semua orang yang ada di sana melihat bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Kesetiaan adalah tentang tindakan, bukan sekadar ucapan. Semoga tidak ada lagi keluarga yang harus hancur karena perselingkuhan, dan semoga setiap orang yang masih memiliki keluarga menyadari bahwa waktu bersama orang-orang tercinta adalah anugerah yang tidak akan pernah bisa dibeli kembali. NOTE!! SI PELAKOR YANG RAMBUT NYA PIRANG PANJANG YA GUYS !!! YANG LAINNYA 2 PELAKU YANG TAU SEJAK DULU DAN MENUTUPI PERSELINGKUHAN TEREBUT!!!
1:49

Sensitive content

lagi dan lagi kisah perselingkuh4n k3mbali viral di media sosial .. video tang diunggah oleh akun heyboy619 banyak jadi pembahasan Netizen didunia maya. "11 Tahun Tak Pernah Berubah" Malam itu aku memberanikan diri datang ke sebuah tempat karaoke. Bukan untuk mencari keributan, melainkan mencari jawaban yang selama sebelas tahun tak pernah kudapatkan. Di sana, aku melihatnya duduk bersama perempuan yang selama ini menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mertua kami. Yang lebih menyakitkan, mertuaku juga ada di tempat itu, seolah semua yang terjadi dianggap biasa. Aku berdiri dengan hati yang hancur. Bukan karena cemburu lagi, tetapi karena lelah. Sebelas tahun berlalu, namun tak ada sedikit pun rasa kapok. Berkali-kali diberi kesempatan, berkali-kali pula kepercayaan itu dihancurkan. Yang paling sesak bukan hanya pengkhianatan, melainkan kenyataan bahwa ia begitu jarang pulang. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali justru ditinggalkan. Hingga akhirnya, anaknya sendiri berpulang (meninggal dunia). Sebuah kehilangan yang tak akan pernah bisa ditebus dengan penyesalan. Malam itu aku tidak datang untuk berteriak atau membalas dendam. Aku hanya ingin semua orang yang ada di sana melihat bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Kesetiaan adalah tentang tindakan, bukan sekadar ucapan. Semoga tidak ada lagi keluarga yang harus hancur karena perselingkuhan, dan semoga setiap orang yang masih memiliki keluarga menyadari bahwa waktu bersama orang-orang tercinta adalah anugerah yang tidak akan pernah bisa dibeli kembali. NOTE!! SI PELAKOR YANG RAMBUT NYA PIRANG PANJANG YA GUYS !!! YANG LAINNYA 2 PELAKU YANG TAU SEJAK DULU DAN MENUTUPI PERSELINGKUHAN TEREBUT!!!

MUDAH TERTAWA

326,009 views โ€ข 4 days ago

โ€œMas, besok aku daripada nganggur abis nyoblos, ikut dong, ke mana kekโ€ฆโ€ Itu pesan singkat saya sehari sebelum pencoblosan pemilu 2014 ke Mas Anies. Beliau dan saya waktu itu adalah relawan Pak Jokowi. Beliau juru bicara resmi, saya mah cuma โ€˜tukang ngontenโ€™ kalau istilah sekarang. Sehabis nyoblos, saya ikut beliau โ€˜ngiderโ€™. Kalau teman2 inget, ada klaim kemenangan quick count dari kubu lawan. Inget insiden sujud syukur? Suasana tegang. โ€œKita mau ke mana?โ€ โ€œKe rumah Ibu Mega. Ada konferensi pers.โ€ Waduh, deg-degan saya. Tapi ya seneng juga. Kapan lagi kan, biasanya ke Taman Anggrek kali ini ke rumah Ibu Megawati? Suasana masuk sesak susah bergerak. Tapi karena saya bareng jubir resmi, ya bisa masuklah. Juga karena bawa-bawa kamera layaknya juru foto resmi juga kali, heheโ€ฆ Kita semua berkumpul di sebuah ruangan yang lebih sesak lagi, penuh dengan relawan dan media. Di ruangan itulah, saya pertama kali melihat Pak Jokowi dengan mata kepala sendiri. Kalau inget sekarang, rasanya terharu. Ini dia sosok yang saya dan teman2 relawan perjuangkan habis-habisan supaya menang. Saya ingat merasa senang, melihat beliau yang gugup dan diam dan kayaknya merasa out of place duduk di meja yang penuh dengan para tokoh negara itu. โ€œIni dia nih, salah satu dari kita.โ€ Ketika sedang bernyanyi Indonesia Raya, saya ingat sungguh-sungguh membisikkan pesan buat beliau dari hati saya, โ€œNitip Pak. Nitip Indonesia.โ€ . . Ini hanya sedikit cerita, dari foto2 yang saya lagi lihat2 di harddisk saya. Saya lirik tanggalnya, 9 Juli 2014, hampir persis 10 tahun lalu. Jujur saya tidak kecewa, atau patah hati sampai gimana2 sama manusianya. Mungkin karena saya sering mengaca juga, dan sering masih merasa malu melihat manusia yang ada di dalam sana. Tapi jujur, ketika titipan harapan saya itu kandas, patah hati juga saya dibuatnya. Walau memang, tidak lama. Karena semakin tua, saya semakin sadar, bahwa yang saya bela, memang bukan manusianya, bukan presidennya, bukan tokohnya. Saya sadar, dalam kekurangan saya, dalam keburukan saya, yang saya selalu cintai, adalah negeri ini. . Terus berjuang. Jangan menyerah untuk masa depan Indonesia. ๐Ÿ’™๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Edward Suhadi

256,032 views โ€ข 1 year ago

Trump: Saya-lah yang Menempatkan Jolani Di video ini, Trump berkata, "Presiden Suriah, yang pada dasarnya saya tempatkan di sana, melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia orang yang keras; dia bukan anak baik-baik. Anak baik-baik tidak akan bisa melakukannya. Tetapi Suriah sedang bersatu, benar-benar bersatu dengan baik, dan sejauh ini dia sangat baik kepada Kurdi.โ€ Siapa Presiden Suriah? Tak lain eks-ISIS (pernah dipenjara AS di Irak selama 4 tahun), lalu ke Suriah bergabung dengan Al Qaida dalam proyek penggulingan Bashar Assad. Nama aslinya konon Ahmed Al Sharaa, selama "berjihad" ia nama samaran Abu Mohammed al-Jolani. Awalnya, kelompoknya bernama Jabhah Al Nusra (Al Qaida cabang Suriah) dan resmi masuk daftar teroris oleh PBB. Lalu, JN ia ganti nama jadi Hayโ€™at Tahrir al-Sham (HTS). Setelah akhirnya mereka menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, HTS ia bubarkan. Jihad dan khilafah apa kabar? Ya ga ada kabarlah. Dia ganti jubah jihadnya dengan jas dan dasi. Ia bersalaman dengan pemimpin negara-negara Barat. Sikap terhadap Israel? Kadang ngomel-ngomel dikit, karena Israel terus merangsek masuk menguasai sejumlah kawasan di Suriah, termasuk Dataran Tinggi Golan dan Gunung Hermon, dimana jarak tembak Israel dari sana cuma 40 km ke Damaskus. Tapi terhadap Israel, tidak ada jihad. "Suriah tidak bisa perang lagi, dan musuh yang dihadapi saat ini adalah Iran dan Hizbullah," kata Jolani ke wartawan. Saya (dan banyak rekan di medsos) sudah sejak lamaa.. sejak 2012 nulis soal agenda AS menggunakan proxi jihad ini. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Awalnya, karena ada media online pendukung jihad menobatkan saya jadi "tokoh Syiah" dalam semalam, friend FB berkurang nyaris 2000. Lalu berlanjut tekanan dan intimidasi jahat, di dunia nyata maupun maya, bahkan juga kerugian bisnis. Tapi di saat yang sama, saya menemukan teman-teman sejati. Yang tetap setia, tetap mau berteman, dan memberikan dukungan dengan cara mereka masing-masing. Banyak yang bersama saya dan melindungi saya, dengan berani menggelar acara-acara bedah buku Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, meski kemudian digeruduk fans "jihadis." Pernah minta tolong polisi di sebuah daerah, eh malah kami yang disuruh bubar. Untuk mereka semua, saya ucapkan terima kasih banyak. InsyaAllah semua kesulitan yang pernah kita lalu, ga sia-sia, pahalanya dicatat rapi oleh malaikat. Begitu juga, semua fitnah, caci-maki, dan kata-kata jahat kalian para Wahaboy, juga dicatat dan akan ada hitungannya di hari akhir nanti. Saya percaya, kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Sebenarnya sih kebenaran soal Suriah ini sudah lama terungkap, tapi masih banyak yang pura-pura ga tau. Sekarang setelah Trump mengaku, entah apa lagi alasan mereka. Sebenarnya, Trump ini sama saja dengan Bush, Obama & Biden; sama-sama diam-diam memanfaatkan Al Qaida untuk proyek mereka. Bedanya, Trump blak-blakan, sementara yang lain menutup-nutupi dengan jargon HAM & demokrasi. CATATAN: Saya mengungkap siapa yang berada di balik proyek Al Qaida & ISIS ini, tapi di saat yang sama, saya juga menyatakan bahwa MEMANG ADA umat Muslim yang bergabung atau fans organisasi teror berkedok jihad ini. Solusi untuk masalah ini, dalam pandangan saya, ada di dua level ini: kita menyebarluaskan pemahaman antiradikalisme tapi juga memahami peran AS & Israel dalam proyek terorisme ini. Jadi, beda ya, dengan "pejuang antiradikalisme" versi genk Tel Aviv, yang sok iye aja teriak-teriak soal "toleransi," tapi giliran terorisme Israel dikritik, mereka berbalik ngatain saya "pendukung terorisme Hamas." Yang mau mempelajari apa yang terjadi di Suriah, bagaiman peran para "jihadis" dan AS dan Israel, baca buku saya, unduh di

Dina Sulaeman

13,338 views โ€ข 5 months ago

TRANS7 MENAMPAR WAJAH SANTRI MENJELANG HARI SANTRI NASIONAL Menjelang Hari Santri Nasional, TRANS7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiaiโ€”khususnya Romo Kiai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Beliau adalah sosok sepuh yang setiap hari masih mengajar dengan penuh kasih dan ketulusan. Dan saya yakin, beliau tidak pernah menyinggung Trans7, apalagi pemiliknya, Bapak Chairul Tanjung. Namun apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar โ€œsalah tayang.โ€ Ini penghinaan. Narasinya ngawur, dibacakan dengan gaya yang merendahkan, disertai visual dan caption yang secara sistematis membangun framing jahat terhadap para kiai. Saya tidak bisa tinggal diam. Saya tumbuh dalam tradisi kritik dan kebebasan berpendapat ala akademik Barat, tetapi yang dilakukan Trans7 bukan kebebasan pers โ€” ini serangan terencana terhadap kehormatan pesantren. Saya menuntut langkah tegas: Produser acara harus dipecat. Pembaca naskah dipecat. Trans7 wajib menayangkan program tandingan yang menampilkan konsep barokah, adab, disiplin, dan pendidikan karakter ala pesantren agar publik memperoleh gambaran yang berimbang. Lihatlah, rumah KH Anwar Manshur begitu sederhanaโ€”jauh dari kemewahan. Tapi Trans7 justru membingkai seolah beliau hidup dari amplop dan kemewahan. Itu fitnah! Itu penghinaan terhadap orang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk ilmu dan umat. Saya menangis menonton tayangan itu. Bukan karena Kiai kami diserang, tapi karena media sebesar Trans7 tega memproduksi penghinaan semacam ini di bulan ketika bangsa ini semestinya menghormati para santri. Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia jangan diam. Ini ujian bagi kredibilitas lembaga Anda. Pak Chairul Tanjung, benahi manajemen Trans7 Anda. Dan kepada para pengiklan, saya menyerukan: jangan pasang iklan di Trans7 sampai lembaga ini bertanggung jawab penuh. Permintaan maaf atau sowan belaka tidak cukup. Luka yang mereka goreskan terlalu dalam. Ini bukan hanya soal satu Kiai โ€” ini soal kehormatan seluruh dunia pesantren. Salam penuh duka dan amarah, Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

393,738 views โ€ข 10 months ago

Andai Bung Tomo hadir ditengah-tengah rakyat Surabaya hari ini, mungkin ia tak mampu untuk kembali membakar semangat arek Suroboyo sebagaimana yang dilakukannya pada November 1945 silam. Andai Hajjah Rangkayo Rasuna Said dan Jenderal Soedirman hidup hari ini, mungkin beliau-beliau pun tak sanggup membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia sebagaimana yang pernah beliau lakukan pada tahun 1930 dan 1948 silam. Bukan karena zamannya tak sama, bukan pula karena penjajahnya berbeda, namun karena mental juang rakyat saat inilah yang sama sekali tak menyerupai mental juang rakyat di zaman mereka hidup kala itu. Di era sekarang ini, siapa yang tak kenal Refly Harun (Refly Harun) ?, ia seorang Profesor, pakar hukum tata negara yang dalam setiap penyampaian pikiran dan orasinya selalu disampaikan secara soft, dan hati-hati, semua orang tau itu. Refly Harun bukan kritikus tipikal Faizal Assegaf (Faizal Assegaf), Prof.Taufik Bahaudin atau Brigjen Kamaruddin Simanjuntak yang pikiran-pikirannya di lontarkan dengan gaya frontal, keras tanpa tedeng aling-aling. Orang-orang seperti Prof.Refly Harun, Prof.Zainul Arifin Mochtar (Zainal Arifin Mochtar), Eep Saefulah Fatah (Eep Saifullah Fatah), Prof.Harkristuti Harkrisnowo adalah jajaran kritikus kalem. Jarang sekali mereka menyampaikan sikap dan pikiran lewat narasi-narasi yang keras. Namun ketika tokoh-tokoh itu mulai menyampaikan pikiran-pikiran dan kritik mereka dengan nada dan gaya yg tidak biasa, mendadak frontal dan keras, maka pastilah ada sesuatu yang sudah kelewat batas telah terjadi di negeri ini. Lalu setelah tokoh-tokoh kalem itu begitu meradang dan bahkan mungkin marah atas kebejatan cara berpolitik penguasa yang curang serta kebobrokan kekuasaan yang dengan brutal merusak sistem ketatanegaraan, konstitusi dan demokrasi, kemana para rakyat pemegang kedaulatan negeri ini..? Apakah telah sirnah para pewaris genetik pejuang-pejuang tangguh yang pernah mengusir tentara Belanda, Inggris dan Jepang di negeri ini..? Come on, jangan pernah mempermalukan para datuk-datuk pendahulu mu wahai rakyat, jangan pernah berkata menginginkan perubahan yang lebih baik bagi negara dan bangsa jika hanya diam menjadi penonton para akademisi dan pakar mengkritisi rezim kekuasaan. Kalianlah rakyat pemegang kedaulatan yang selayaknya meradang, marah dan murka. Ayo bangkitlah, tegaklah, singsingkan lengan baju mu, mari bergandeng tangan bersama-sama turun ke jalan, sambut para tokoh-tokoh yang siap memimpin mu memperbaiki nasib negeri dan bangsa ini. Janganlah kalian mewarisi kepada generasi penerus kalian kelak mental-mental pecundang, mental-mental manusia terjajah, sebagai bangsa yang lemah yang rela menjadi budak di rumah-rumah kalian sendiri..!! Mari hidupkan kembali, ๐Œ๐„๐‘๐ƒ๐„๐Š๐€ ๐€๐“๐€๐” ๐Œ๐€๐“๐ˆโ€ฆ!!!โœŠ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

29,963 views โ€ข 2 years ago