Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

๐™†๐™ค๐™ง๐™š๐™ค ๐™ ๐™š๐™ง๐™š๐™ฃ! ๐Ÿ™Œ Suporter PSS Sleman kembali memamerkan aksi terbaiknya dalam laga kandang perdana mereka di Liga 1 2023/24 saat menjamu Persis Solo. ๐Ÿ˜ #Fans #Liga1 #PSS #Persis

809,849 Aufrufe โ€ข vor 3 Jahren โ€ขvia X (Twitter)

10 Kommentare

Profilbild von Hayden
Haydenvor 3 Jahren

Meski tergolong muda,BCS sangat2 terbaik diantara lainnya

Profilbild von iskandar shodik
iskandar shodikvor 3 Jahren

Keren banget sumpah,semoga suporter tim indo bisa kompak dan ngga ada lagi insiden apapun

Profilbild von Indradi
Indradivor 3 Jahren

Kayaknya koordinatornya alumni acara sama perkab sub ceremony ppsmb palapa ini mah

Profilbild von -
-vor 3 Jahren

Kowe i nek Ono sek apik ngene ki mbok post , nek Ono babagan flare mbok cacat . Jembut

Profilbild von Prasetyo
Prasetyovor 3 Jahren

Sik wenge ngeloke suporter kampungan suporter perusak liga suporter sdm rendah kok ra do jedul ya

Profilbild von JoniJunior
JoniJuniorvor 3 Jahren

BCS elek apik PSS๐Ÿคช

Profilbild von Jacky F Alex
Jacky F Alexvor 3 Jahren

Harusnya ada lomba suporter kali ya. Di akhir kompetisi ada tambahan award suporter terbaik. Biar berkurang rusuhnya, teriak2 rasisnya, ma lempar2 ke lapangan.

Profilbild von Ashafahruddin
Ashafahruddinvor 3 Jahren

Oh iki seng jarene suporter sdm rendah wingi yo ?

Profilbild von muggle๐Ÿ™‚
muggle๐Ÿ™‚vor 3 Jahren

Berasa liat suporter bundes

Profilbild von Edgar
Edgarvor 3 Jahren

ini yg kemarin ngefler ngefler ga jelas itu ya! pantes pssi ga pernah masuk piala dunia!

ร„hnliche Videos

Gema Magis di Gelora Delta: BCS PSS Sleman Menggetarkan Sidoarjo! SIDOARJO โ€“ Stadion Gelora Delta Sidoarjo menjadi saksi bisu dukungan luar biasa dari suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS), dalam laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup B, Sabtu (22/11/2025) malam. Ribuan suporter Elang Jawa membanjiri tribun untuk mendukung tim kesayangan mereka dalam laga tandang yang penting melawan Deltras FC. Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan pemandangan yang memukau: lautan manusia berbaju hitam dan hijau memenuhi satu sektor tribun, menyanyikan chants dan meneriakkan dukungan tanpa henti. Aksi ini merupakan bagian dari tradisi away day BCS, di mana mereka rela menempuh jarak jauh demi mengawal tim kebanggaan. Dukungan Sepanjang Laga Meski Hasil Imbang Meskipun PSS Sleman harus puas bermain imbang 1-1 melawan Deltras FC, semangat yang ditunjukkan oleh BCS di Sidoarjo tak pernah padam. Sepanjang 90 menit, kelompok suporter ini tidak berhenti bernyanyi, menciptakan atmosfer yang menyerupai laga kandang. Dalam momen yang terekam di video, terlihat ribuan BCS bersorak serempak, dengan bendera dan syal PSS Sleman berkibar, seolah menjadi "pemain ke-12" yang memberikan energi tambahan di lapangan. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, sebelumnya telah menekankan pentingnya dukungan suporter sebagai motivasi besar bagi para pemain. "Yang pasti kita memohon doa dari seluruh suporter PSS Sleman agar diberikan kemudahan dan kemenangan," tuturnya jelang laga. Walaupun hasil akhir adalah imbang, aksi militan BCS ini membuktikan loyalitas tanpa batas mereka. (Pekalongan.conection)

Merapi Uncover

39,063 Aufrufe โ€ข vor 8 Monaten

PSS Sleman Takluk di Final, Semangat "Emak-Emak" Ini Tetap Membara di Jalanan SLEMAN โ€“ Kekalahan PSS Sleman dari Garudayaksa FC dalam laga final yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, memang menyisakan kekecewaan bagi para pendukung setia Laskar Sembada. Namun, hasil pahit tersebut rupanya tak sedikit pun memadamkan antusiasme salah seorang suporter fanatik yang dijuluki "Emak-Emak PSS". Meski tim kebanggaannya harus puas di posisi kedua, sebuah video viral menunjukkan aksi seorang ibu berhijab yang tetap semangat menyambut konvoi para suporter di pinggir jalan pada malam hari. Dengan mengenakan pakaian putih dan hijab merah muda, ia terlihat antusias melambaikan tangan serta mengacungkan jempol kepada setiap pengendara motor yang melintas dengan knalpot brong yang menderu-deru. Dalam suasana malam yang bising oleh suara mesin motor, emak-emak ini tampak tidak merasa terganggu. Sebaliknya, ia justru sesekali merekam momen konvoi tersebut menggunakan ponselnya sambil terus memberikan dukungan moral kepada para suporter muda yang kembali dari stadion. "Biarpun kalah, tetep semangat emak-emak ini," tulis keterangan dalam video tersebut, merujuk pada ketegaran sang ibu dalam menjaga semangat kedaerahan dan kecintaannya pada klub lokal. Aksi ini menuai beragam reaksi positif dari netizen. Banyak yang memuji loyalitasnya yang tidak melulu soal kemenangan, melainkan tentang rasa memiliki terhadap PSS Sleman. Baginya, menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, namun semangat untuk mendukung identitas Sleman tidak boleh luntur. Laga final di Stadion Maguwoharjo sendiri berlangsung sengit, namun efektivitas permainan Garudayaksa FC berhasil mengunci gelar juara. Meski trofi tidak bertahan di Sleman, kehadiran suporter seperti "Emak-Emak" ini membuktikan bahwa cinta terhadap PSS Sleman tetap hidup dan melampaui hasil di papan skor.

Merapi Uncover

52,796 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

Lautan Api di Maguwoharjo: Pyro Show Epik Sleman Fans Tutup Final PSS Sleman vs Garudayaksa FC SLEMAN โ€“ Stadion Maguwoharjo berubah menjadi "lautan api" yang memukau pada malam final kompetisi usia muda antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC. Meski tim kebanggaan Bumi Sembada harus merelakan gelar juara kepada Garudayaksa FC, sportivitas dan militansi yang ditunjukkan oleh Sleman Fans lewat aksi pyro show pasca-pertandingan menjadi sorotan utama. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal ini harus diselesaikan lewat drama yang menguras emosi. Setelah bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu, Garudayaksa FC akhirnya keluar sebagai kampiun melalui babak adu penalti yang dramatis. Penghormatan di Tengah Kekalahan Begitu peluit panjang dibunyikan dan prosesi penyerahan medali dimulai, tribun stadion mulai menyala. Ribuan suporter PSS Sleman secara serentak menyalakan flare, kembang api, dan bom asap berwarna merah serta putih, menciptakan atmosfer yang megah sekaligus mengharukan. Aksi ini bukanlah bentuk protes, melainkan bentuk apresiasi dan penghormatan kepada para pemain muda PSS Sleman yang telah berjuang habis-habisan di lapangan hijau. Suara kembang api yang bersahutan dengan nyanyian chant kesetiaan membuktikan bahwa dukungan Sleman Fans tidak pernah padam, menang ataupun kalah. Momen Emosional di Lapangan Di tengah kepulan asap dan sorotan lampu stadion, para pemain kedua tim tampak terpukau dengan atmosfer yang diciptakan oleh suporter. โ€ข Garudayaksa FC merayakan kemenangan perdana mereka dengan latar belakang kembang api yang meriah. โ€ข Pemain PSS Sleman berkeliling lapangan untuk memberikan penghormatan balik kepada suporter yang tetap bertahan hingga larut malam. "Ini adalah atmosfer yang luar biasa. Meski kami kalah di adu penalti, dukungan dari suporter malam ini membuat kami merasa seperti juara. Pyro show ini adalah bukti cinta mereka," ujar salah satu staf pelatih PSS Sleman di pinggir lapangan. Kemenangan Garudayaksa FC lewat drama adu penalti memang mencatatkan nama mereka di buku sejarah, namun aksi Sleman Fans di Stadion Maguwoharjo malam ini dipastikan akan menjadi momen yang sulit dilupakan oleh siapa pun yang hadir di sana.

Merapi Uncover

59,462 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

PSS Sleman Resmi Naik Kasta ke Liga 1: Stadion Maguwoharjo Bergemuruh dalam Isak Tangis dan Anthem 'Sampai Kau Bisa' SLEMAN โ€“ Sejarah baru tercipta di Bumi Sembada. PSS Sleman resmi memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, setelah menumbangkan tamunya PSIS Semarang dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini disambut haru biru oleh ribuan pendukung setia Laskar Sembada yang memadati Stadion Maguwoharjo. Sejak peluit pertama dibunyikan, PSS Sleman tampil menekan. Didorong oleh ambisi besar untuk kembali ke kasta tertinggi, anak-anak asuh PSS bermain taktis dan agresif. Tiga gol tanpa balas bersarang di gawang PSIS Semarang, sekaligus mengunci tiket otomatis menuju Liga 1. Kemenangan ini bukan sekadar raihan poin, melainkan pembuktian dari perjuangan panjang klub kebanggaan warga Sleman tersebut. Momen Paling Emosional: Anthem yang Menggetarkan Jiwa Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, suasana stadion yang semula bising dengan sorak-sorai mendadak berubah menjadi sakral. Para pemain, staf pelatih, dan ribuan suporter berdiri bersama untuk menyanyikan anthem kebanggaan, "Sampai Kau Bisa". Momen ini menjadi puncak emosi dari seluruh rangkaian pertandingan. Dalam video yang beredar, terlihat para pemain melingkar di tengah lapangan sambil merangkul satu sama lain. Ribuan flare dan lampu ponsel dari tribun penonton menciptakan pemandangan yang magis di bawah langit malam Sleman yang syahdu. Suara ribuan orang yang menyanyikan lirik "Sampai kau bisa, sampai kau bisa... menggapai mimpi di angkasa" terdengar menggema hingga ke luar stadion. Tak sedikit suporter dan pemain yang meneteskan air mata haru, menyadari bahwa penantian panjang untuk melihat PSS Sleman berlaga di Liga 1 akhirnya terwujud. Dengan hasil ini, PSS Sleman dipastikan akan bersaing dengan klub-klub elit tanah air musim depan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi sepak bola Yogyakarta untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional. Malam ini, Sleman tidak tidur. Perayaan kemenangan dan keberhasilan promosi ini akan terus dikenang sebagai salah satu malam paling bersejarah bagi seluruh pecinta PSS Sleman. Ale!

Merapi Uncover

19,338 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

โ€œThis Is Us!โ€: Pesan Cinta BCS Warnai Laga Alot PSS Sleman vs Barito Putera SLEMAN โ€“ Stadion Maguwoharjo kembali menjadi saksi kreativitas tanpa batas dari Brigata Curva Sud (BCS). Dalam laga krusial pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025/2026 yang mempertemukan PSS Sleman melawan Barito Putera, Sabtu (31/1/2026) malam, sebuah koreografi megah bertajuk โ€œTHIS IS US!โ€ membentang gagah di tribun selatan. Koreo Penuh Makna Sesaat sebelum kick-off dimulai, ribuan suporter yang memadati tribun selatan mengangkat kertas dan spanduk raksasa. Koreo tersebut menampilkan sosok seorang pria yang tengah memeluk erat logo PSS Sleman, diiringi tulisan besar โ€œTHIS IS US!โ€ di bagian bawah. Pesan ini seolah menegaskan identitas dan kesetiaan suporter yang tetap berdiri teguh di belakang tim โ€œLaskar Sembadaโ€, apa pun kondisinya. Atmosfer Stadion Maguwoharjo kian membara dengan nyanyian tanpa henti yang membakar semangat para pemain di lapangan. Jalannya Pertandingan: Duel Sengit di Lini Tengah Pertandingan sendiri berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal. PSS Sleman yang tampil agresif mencoba membongkar pertahanan rapat Laskar Antasari. Sejumlah peluang emas tercipta, namun solidnya barisan belakang Barito Putera membuat skor kacamata bertahan cukup lama. Momen menarik terjadi ketika pertandingan sempat dihentikan sejenak akibat kepulan asap dari flare yang menyala di beberapa sudut tribun, menambah dramatis suasana pertandingan malam itu. Skor Akhir: Berbagi Angka Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0. Meski mendominasi penguasaan bola, PSS Sleman harus puas berbagi satu poin dengan tim tamu. Hasil imbang ini membuat klasemen Barito Putera tetap diatas PSS dengan 37 poin, ditempel ketat oleh PSS Sleman dengan 36 poin. Persaingan memperebutkan tiket otomatis ke Super League pun diprediksi akan semakin panas di pekan-pekan mendatang. ๐ŸŽฅ: pekalongan.conection

Merapi Uncover

32,059 Aufrufe โ€ข vor 5 Monaten

Semangat Tak Padam Meski di Luar Stadion SLEMAN, 3 MEI 2026 โ€“ Stadion Maguwoharjo, Sleman, kembali menjadi saksi bisu betapa fanatiknya dukungan para suporter sepak bola tanah air. Pertandingan antara PSS Sleman menjamu PSIS Semarang yang berlangsung hari ini tidak hanya memanaskan atmosfer di dalam lapangan, tetapi juga menciptakan gelombang energi luar biasa di area luar stadion. Ribuan suporter yang tidak mendapatkan tiket atau memilih untuk memberikan dukungan dari luar stadion tampak memadati area parkir dan jalan-jalan di sekitar stadion. Dengan mengenakan atribut kebanggaan berwarna hijau, para pendukung setia Laskar Sembada ini tak henti-hentinya menyanyikan chant penyemangat. Momen Haru: Ibu-Ibu Turut Menjadi "Capo" Ada pemandangan unik dan menyentuh di tengah kerumunan suporter. Seorang ibu paruh baya terlihat berdiri di barisan depan, memimpin sorakan layaknya seorang Capo. Dengan tangan di dada dan suara lantang, ia menyanyikan lagu "Sampai Kau Bisa" dengan penuh penghayatan. "Ini bukan sekadar sepak bola, ini soal kebanggaan daerah. Kami ingin pemain tahu bahwa doa kami menyertai mereka meski kami hanya bisa berdiri di sini," ujar salah satu suporter yang berdiri di dekatnya. Suasana semakin meriah saat ribuan orang secara serempak melompat dan bernyanyi bersama. Suara drum yang berdegup kencang seirama dengan semangat mereka yang ingin melihat tim kesayangannya meraih poin penuh dalam laga krusial ini. Meski kondisi di luar stadion sangat padat, suasana tetap kondusif dan penuh kekeluargaan. Para suporter saling berbagi minuman dan tetap tertib di bawah pengawasan petugas keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Merapi Uncover

25,278 Aufrufe โ€ข vor 2 Monaten

Ada yang spesial dari lagu tribun milik suporter PSS Sleman. Bukan cuma soal nada atau seberapa keras dinyanyikan, tapi tentang makna di tiap liriknya. โ€œSetiap jejak yang kutinggalkan, menapaki harum kemenanganโ€ Kalimat ini bukan cuma tentang kemenangan di papan skor. Tapi tentang perjalanan panjang yang dilalui bersama klub yang dicintai. Tentang ribuan langkah menuju stadion. Tentang perjalanan kandang ataupun tandang yang melelahkan. Tentang hujan di tribun, suara yang habis karena bernyanyi, dan rasa bangga yang selalu dibawa pulang, apa pun hasil akhirnya. Karena bagi suporter, setiap jejak yang ditinggalkan bersama PSS selalu punya cerita. โ€œSuper Elja, lihatlah, kami datang di sini. Menemani, berjanji, kamu takkan sendiriโ€ Mungkin ini bagian yang paling menggambarkan arti loyalitas sebenarnya. Di saat banyak orang hanya datang ketika tim sedang menang, tribun Sleman justru dipenuhi mereka yang memilih bertahan saat keadaan sulit. Tetap hadir meski kecewa. Tetap bernyanyi meski lelah. Tetap berdiri walau klub sedang tidak baik-baik saja. Sebab mendukung klub bukan soal siapa yang paling sering merayakan kemenangan. Tapi siapa yang tetap tinggal ketika semuanya terasa berat. โ€œBersamamu, semangatku tak akan berhentiโ€ Dan itulah yang membuat lagu ini terasa hidup ketika dinyanyikan ribuan orang bersama-sama. Karena itu bukan sekadar chant tribun. Itu janji. Janji kalau sebesar apa pun masalah yang datang, PSS tidak akan pernah berjalan sendiri selama masih ada suara-suara yang setia bernyanyi di tribun. โ€œDan pastikan kami sโ€™lalu datang melihatmu menangโ€ Sesederhana itu harapan seorang suporter. Datang ke stadion. Bernyanyi selama 90 menit. Mendukung tanpa henti. Lalu pulang dengan rasa bangga karena klub yang dicintainya berhasil menang. Karena sejatinya, sepak bola bukan cuma tentang pertandingan. Tapi tentang rasa memiliki yang membuat seseorang terus kembali, lagi dan lagi, untuk satu nama yang sama: Super Elja. #PSS #BCSxPSS

404Vids

32,622 Aufrufe โ€ข vor 1 Monat

Pesawat aerobatik TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU pada Rabu lalu, menghadirkan pertunjukan luar biasa. Salah satu manuver andalannya Solo Spin, yang dilakukan oleh Juliter 6, Myr Pnb Ari "Monster" Widodo, sempat mengagetkan warga Jakarta, pesawatpun, diisukan jatuh. Tenang Bro, itu sekadar atraksi manuver solo spin. pesawat dan pilot aman. Manuver Solo Spin dimulai dengan satu pesawat KT-1 Wongbee terbang secara vertikal, naik dari bawah ke atas dengan kecepatan tinggi. Namun, sebelum mencapai ketinggian maksimal, pesawat ini mulai berputar-putar secara dramatis, mengurangi kecepatan hingga mencapai nol atau zero speed. Pada titik ini, pesawat terlihat seolah-olah kehilangan kendali, jatuh bebas ke bawah dengan gerakan yang serba cepat dan tak terduga. Pada aksi luar biasa ini, pesawat KT-1 Wongbee terus merayap ke bawah, seolah-olah akan terus kebawah dan menghujam ke bumi. Pada beberapa saat yang menegangkan tersebut, asap putih mengalir dari pesawat, menciptakan efek visual yang semakin mencemaskan siapa saja yang melihatnya. Namun, seperti ajaib, pesawat ini kembali mendapatkan kendali dan melanjutkan penerbangan normalnya. Manuver solo spin ini sempat viral di media sosial Tik Tok yang direkam oleh salah seorang warga masyarakat kota Jakarta pada Rabu (27/9/2023). Dalam rekaman video tersebut, di narasikan pesawat meledak dan telah jatuh, menghujam ke bumi. Kejadian yang direkam netizen tersebut merupakan aksi JAT dalam misi latihan dan cek lokasi untuk kegiatan demo udara peringatan HUT ke-78 TNI pada 5 Oktober 2023 mendatang. Rekaman video ini, menunjukkan begitu dramatisnya efek manuver Solo Spin bagi siapa saja yang menyaksikannya. "TNI Angkatan Udara - Jauh Dilangit Dekat Dihati" DISPENAU@2023.

TNI Angkatan Udara

69,247 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

UPDATE Dua Pelaku Pembunuhan Siswa SMP Ditangkap di Eks Kampung Gajah, Terancam Hukuman Berat Meski Masih di Bawah Umur CIMAHI โ€“ Minggu, 15 Februari 2026 Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang siswa SMP di kawasan eks objek wisata Kampung Gajah akhirnya terungkap. Dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) berhasil diringkus aparat kepolisian dan kini menjalani proses hukum. Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa motif utama kasus ini diduga dipicu sakit hati akibat persoalan pertemanan. Korban disebut ingin memutus hubungan dengan salah satu pelaku, yang kemudian memicu dendam hingga berujung aksi pembunuhan. Korban ZAAQ (14), yang merupakan siswa SMP Negeri 26 Bandung, diketahui dihabisi pada Senin (9/2/2026) di area eks Kampung Gajah. Namun, jasad korban baru ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam oleh saksi yang saat itu sedang melakukan siaran langsung di media sosial. Kedua pelaku ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di kediaman mereka di wilayah Garut. Sebelumnya, pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut dan berhasil diamankan. Diketahui, YA masih berstatus pelajar SMK, sedangkan AP sudah tidak bersekolah dan bekerja sebagai tukang dekorasi pernikahan. Polisi juga mengungkap bahwa informasi soal korban diduga diculik merupakan rekayasa pelaku. Saat itu, ponsel korban berada dalam penguasaan pelaku sehingga digunakan untuk mengelabui pihak keluarga. Dalam kasus ini, kedua pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 80 Ayat 3 UU Perlindungan Anak serta Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana atau Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023. Meski masih berstatus di bawah umur, keduanya tetap terancam hukuman berat berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan motif lain serta rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

BACOT

2,119,158 Aufrufe โ€ข vor 5 Monaten

Gabriel Martinelli: Dijual "Murah" banyak yang ikhlas? Saya tidak tahu sekredibel apa Sky Deutschland. Beberapa jam yang lalu, akun Sky cabang Srengseng Munich membagikan sebuah kabar yang bikin fans Arsenal terbelah. Kata Sky Jerman itu, Bayern Munchen sudah menghubungi Arsenal guna menanyakan ketersediaan Gabriel Martinelli. Dikabarkan oleh Sky, Arsenal "hanya" mematok 50 juta euro kalau Bayern berminat Sontak, timeline jadi riuh. Terutama dengan kekesalan fans Arsenal yang nggak terima kalau harga Gabriel Martinelli "cuma" 50 juta euro. Banyak yang memandang kalau ini terlalu murah. Ada juga yang "ya udahlah" saatnya dijual dan move on. Berapa Gabriel Martinelli seharusnya dibanderol? Kalau kamu jadi Andrea Berta, kamu mau jual berapa itu Gabriel Martinelli? Apakah 80 juta euro seperti harga yang dibayarkan Barcelona untuk Anthony Gordon? Atau malah lebih tinggi sampai 100 juta euro seperti Morgan Rogers? Jangan-jangan malah 50 juta euro itu harga yang pantas? Mari kita realistis dan pakai logika melihat isu ini. Biar nggak terjebak sama "kok murah banget" gitu. 1. Market value Gabriel Martinelli saat ini ada di 45 juta euro (Transfermarkt). Angka ini jauh menurun dari market value dia di 2023 yang mencapai 80 juta euro. Jadi, wajar jika harga Martinelli nggak jauh dari kisaran 50 sampai 60 juta euro? 2. Kenapa cuma 50 juta? Ya mari kita ingat-ingat lagi performa Martinelli musim lalu dan 2 musim ke belakang. Di Liga Inggris, dia main 30 kali dengan catatan SATU GOL SAJA dan 4 asis. Memang, di Liga Champions, dia jadi anomali dengan 6 gol. Namun, melihat catatan di liga, dia tercatat nggak konsisten. Catatan gol musim ini jauh menurun dibandingkan musim lalu (8 gol dan 4 asis). Jumlah laga, nggak beda jauh; 33 ke 30. Artinya, dalam jumlah laga yang hampir sama, Martinelli tidak memberi end product yang menggembirakan. Maka, berkaca dari inkonsistensi ini, lumrah kalau market value Gabriel Martinelli mengalami penurunan. Saatnya dijual, kan? Martinelli adalah salah satu pemain yang bisa membelah opini fans. Banyak yang rela dia segera dijual karena statistik yang saya catat di atas. Di atas lapangan, dia juga sering menyebalkan. Susah dribble, lambat bahkan salah ambil keputusan, nggak efektif memaksimalkan peluang. Di sisi lain, Martinelli juga disayang Gooners karena determinasi, etos kerja, kesetiaan, dan kecintaannya kepada klub. Nggak ada yang salah dengan sebab-sebab itu. Namun, sepak bola industri menuntut keseimbangan. Silakan aja kamu cinta mati sama klub, tapi kamu harus bisa memberi hasil... secara konsisten. Begitulah hukum sepak bola industri. Kalau tidak mampu, akan ada satu titik di mana perpisahan adalah jalan terbaik. Jadi, apakah di harga 50 juta euro Gooners bisa ikhlas melepas Martinelli? Silakan nikmati musim anomali Martinelli di Liga Champions musim ini: #COYG #Arsenal Arsenal

arsenal's kitchen

46,940 Aufrufe โ€ข vor 1 Monat