Video yรผkleniyor...

Video Yรผklenemedi

. ๐™ˆ๐™š๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ ๐™™๐™ž ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™– ๐™†๐™š๐™—๐™ž๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ Bekerja tanpa Drama 1.138 Praja IPDN diterjunkan sebagai Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang. Empati tak dapat kalah oleh engagement Bukan kebencian yang menghisap derita, tapi ketidakpedulian .

18,594 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce โ€ขvia X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gรถnderinin yorumlarฤฑ burada gรถrรผnecek

Benzer Videolar

๐ŸšจKEPEDULIAN ANIES TERHADAP ACEH TANPA JABATAN, DIA DATANG KE TITIK TERPARAH BENCANA! Anies Baswedan bukan Presiden. Dia bukan pejabat, bukan Menko, dan tak punya kekuasaan formal wak. Dia tidak obral janji manis mau bangun ribuan jembatan atau jalan tol. Tapi saat Aceh dilanda musibah dan rakyatnya menderita, jiwa dan raganya selalu HDIR di sana! โค๏ธโ€๐Ÿ”ฅ Bandingkan dengan Prabowo dan pejabat pusat wak. ๐Ÿ’ฌ Pidato berbusa-busa membanggakan proyek dan ribuan jembatan, tapi nyatanya cuma megah DI ATAS KERTAS! Apa gunanya angka-angka itu kalau rakyat di lapangan masih terisolasi?! ๐Ÿ’ฌHadir langsung di titik terparah dan merangkul rakyat yang berduka adalah nilai empati yang TAK TERHINGGA, hal yang gagal ditunjukkan oleh para pemegang kekuasaan. Pertanyaan mendasar untuk Prabowo 1. KAPAN LAGI ANDA BERKUNJUNG DAN MELIHAT LANGSUNG KONDISI ACEH?! Atau Aceh memang sudah mulai dilupakan? 2. Bencana sudah berlalu berbulan-bulan, tapi Aceh MASIH JAUH DARI KATA PULIH. Di mana prioritas dan kepedulian Anda untuk Serambi Mekah?! 3. Apakah Aceh cuma diingat saat pengerukan hasil bumi dan migasnya, tapi dicampakkan saat rakyatnya butuh uluran tangan? Rakyat Aceh tidak butuh retorika dan janji yang diulang-ulang dari balik podium Jakarta. Mereka butuh aksi nyata, empati, dan keadilan! Negara harus malu pada seorang Anies Baswedan yang datang tanpa selembar pun surat jabatan, tapi membawa kepedulian penuh untuk rakyat Aceh! ๐Ÿ’”๐Ÿ”ฅ Suarakan! ๐Ÿ”ฅ

Sumatera Adil & Federal

18,662 gรถrรผntรผleme โ€ข 27 gรผn รถnce

Situasi Terkini! RSUD Aceh Tamiang Sudah Bersih, Rapi, dan Bersiap Aktif Kembali Aceh Tamiang โ€” RSUD Aceh Tamiang yang sebelumnya lumpuh total akibat banjir bandang kini sudah kembali bersih, rapi, dan siap beroperasi bertahap. Pemulihan cepat ini berlangsung berkat pengerahan puluhan prajurit TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang dan dukungan lintas instansi kesehatan yang bekerja intensif sejak beberapa hari terakhir. RSUD Tamiang adalah fasilitas yang paling parah terdampak pasca banjir bandang. Layanan sempat lumpuh total. Lalu pada 4 Desember 2025, 35 prajurit TNI diterjunkan untuk membuka akses rumah sakit yang terhalang puluhan kendaraan terseret banjir. Setelah akses terbuka, prajurit mendapati kondisi seluruh ruangan dipenuhi lumpur setinggi sekitar 40 cm. Kodim kemudian menambah kekuatan menjadi 80 personel pada 5 Desember serta mengerahkan satu unit mobil damkar guna mempercepat pembersihan. *IGD dan Farmasi Kembali Aman Digunakan* Kementerian Kesehatan melaporkan perkembangan signifikan. โ€œFarmasi, IGD, dan koridor kembali rapi dan aman digunakan,โ€ demikian dikutip dari laporan Kemenkes, Senin (8/12). Seluruh ruang utama juga disterilkan, lantai dan dinding dibersihkan, serta peralatan diselamatkan. Selain TNI, dukungan juga datang dari unsur pendidikan kesehatan. Mahasiswa Poltekkes Medan dikerahkan untuk melakukan pembersihan khusus pada ruang operasi RSUD Tamiang, memastikan sterilitas ruangan kembali terjaga sebelum digunakan kembali untuk tindakan medis. Kesiapan teknis alat kesehatan turut dipulihkan oleh tenaga profesional. Tim Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan melakukan pengecekan alkes satu per satu di RSUD Kabupaten Tamiang guna memastikan semua peralatan yang terdampak banjir dapat difungsikan dengan aman atau diidentifikasi untuk perbaikan/penggantian. *Tim RSUP H. Adam Malik Masih Bertugas di RSUD Tamiang* Tim medis dan teknis dari RSUP H. Adam Malik Medan masih berada di RSUD Tamiang hingga hari ini. Mereka fokus pada persiapan pembukaan kembali IGD dalam waktu dekat. Kemenkes menyebut, โ€œLayanan IGD siap kembali berjalan. Sebagian pasien dialihkan sementara selama proses pemulihan.โ€ Kemenkes memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang bekerja tanpa henti. โ€œTerima kasih khususnya kepada TNI, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang bergotong royong memulihkan layanan untuk warga Aceh Tamiang.โ€ #AcehTamiang #RSUDTamiang #PemulihanBencana #TNI #Kemenkes #BantuanKemanusiaan #ElshintaNews Prabowo Subianto

Radio Elshinta

52,908 gรถrรผntรผleme โ€ข 8 ay รถnce

๐ŸŒ JANGAN TERKEJUT KALAU ACEH ANGKAT KAKI DARI INDONESIA Tanpa Aceh, Indonesia TIDAK AKAN PERNAH ADA. Itu fakta sejarah, bukan opini wak. Tapi apa untungnya Aceh bertahan di Republik ini kalau cuma dijadikan anak tiri? ๐Ÿงต Di Aceh, anak-anak muda mulai lelah wak. Percakapan soal referendum bukan lagi sekadar nostalgia wak, tapi mulai terdengar sayup sayup, pemuda aceh mulai tersadarkan. Sebelum kalian sok nasionalis wak dan menyerang mereka, coba buka mata kalian lebar-lebar wak. 1. Bencana sudah 8 bulan, tapi pemulihan? SETENGAH HATI! 2. Aceh mau bangun port hub untuk saingi Port Klang & Singapura? DILARANG pempus! 3. Aceh mau buka rute penyeberangan Aceh-Melaka? TIDAK DIDUKUNG! Alasan pempus selalu sama wak, KETAKUTAN DAN KECURIGAAN konyol. Takut Aceh selundupkan senjata? Helo! Kalau Aceh mau berontak lagi, mereka tak perlu impor senjata wak. Cukup gali tanah Aceh, senjata peninggalan konflik masih menumpuk! 20+ tahun Aceh setia pada Perjanjian Helsinki. Tapi apa balasan Republik? Ingkar janji wak! Banyak poin Helsinki cuma jadi kertas sampah di mata pusat. Kalian pikir aja wak, Indonesia pernah jadi eksportir LNG nomor 1 di dunia karena siapa? ACEH! Ribuan triliun Aceh sumbang untuk Republik ini. Aceh dapat apa? KEMISKINAN! Sekarang ditemukan lagi cadangan gas raksasa di Blok Andaman. Dan tebak apa yang mau dilakukan pempus? Langsung mau tarik pipa gas dari Aceh sampai ke Jawa wak! Gila gak tuh๐Ÿฅบ, terus Aceh dapat apa lagi? Kosong! Cuma dapat ampasnya lagi wak! Jangan bawa-bawa argumen KAN SUDAH KASIH DANA OTSUS. Otsus itu TIDAK ADA APA-APANYA wak dibanding ratusan ribu triliun yang dikuras dari tanah Aceh. Ini bukan kemitraan, ini pemerasan wak! Awak BUKAN orang Aceh. Tapi melihat daerah yang jadi MODAL AWAL lahirnya bangsa ini dikuras, diperkosa sumber daya alamnya, dan dianaktirikan... jujur awak muak! Jangan kaliankaget wak, kalau suatu hari nanti Aceh angkat senjata atau angkat kaki dari Indonesia. Mereka bukan pembangkang, mereka cuma manusia yang sudah lelah dan sudah habis kesabarannya wak.๐Ÿ˜ญ

Sumatera Adil & Federal

26,300 gรถrรผntรผleme โ€ข 28 gรผn รถnce

21 Tahun Damai Aceh, Tiga Tuntutan Masyarakat: Tuntaskan MoU Helsinki, Percepat Rehabilitasi Bencana, dan Perpanjang Dana Otsus BANDA ACEH, 15 Agustus 2026 โ€” Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), kembali memunculkan perdebatan mengenai implementasi MoU Helsinki. Kericuhan terjadi setelah aparat keamanan melarang pengibaran Bendera Aceh, yang kemudian dilaporkan sempat dikibarkan oleh sebagian peserta. Bagi sebagian masyarakat Aceh, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai simbol, tetapi menyangkut sejauh mana komitmen perdamaian yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 telah dilaksanakan. Setelah 21 tahun, masyarakat Aceh kembali menyuarakan sejumlah tuntutan agar perdamaian tidak berhenti pada penghentian konflik bersenjata, tetapi diwujudkan melalui pemenuhan seluruh komitmen yang telah disepakati. 1. Tuntaskan seluruh komitmen MoU Helsinki Pemerintah diminta menyelesaikan seluruh persoalan yang masih tertunda dalam implementasi MoU Helsinki, termasuk persoalan Bendera dan Lambang Aceh. Bagi masyarakat Aceh, legalisasi dan penggunaan simbol daerah merupakan bagian penting dari penghormatan terhadap kekhususan Aceh dan komitmen perdamaian. Persoalan tersebut diharapkan diselesaikan melalui dialog politik dan mekanisme hukum, bukan melalui tindakan yang dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat. Selain persoalan simbol, masyarakat juga menuntut agar kewenangan Aceh dalam bidang ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam sebagaimana menjadi bagian dari kesepakatan damai dapat diwujudkan secara lebih nyata. 2. Pemerintah diminta lebih serius dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Masyarakat juga meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh mempercepat serta memperkuat program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar yang berdampak luas di Sumatra. Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan bantuan tanggap darurat. Masyarakat membutuhkan pembangunan kembali infrastruktur, rumah, fasilitas umum, jalan, jembatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak. 3. Dana Otsus diminta diperpanjang secara permanen Masyarakat Aceh juga meminta agar Dana Otonomi Khusus (Otsus) diperpanjang secara permanen. Dana Otsus dinilai memiliki peran penting dalam mengejar ketertinggalan pembangunan Aceh. Namun, berbagai regulasi dan persoalan implementasi dinilai masih menghambat optimalisasi manfaat Otsus bagi masyarakat. Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Pusat memberikan kepastian jangka panjang mengenai Dana Otsus sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan Aceh. Perdamaian Harus Menghasilkan Kesejahteraan 21 tahun setelah MoU Helsinki, pertanyaan yang semakin kuat di tengah masyarakat bukan lagi sekadar apakah Aceh telah damai, tetapi apakah perdamaian tersebut telah menghasilkan keadilan, kesejahteraan, dan terpenuhinya seluruh komitmen yang disepakati. Persoalan bendera yang kembali muncul pada peringatan Hari Damai Aceh menjadi pengingat bahwa masih terdapat persoalan yang membutuhkan penyelesaian politik dan hukum secara serius. Perdamaian bukan hanya tentang berhentinya konflik bersenjata. Perdamaian juga tentang menepati kesepakatan. Aceh telah memilih jalan damai. Kini, yang dibutuhkan adalah keseriusan semua pihak untuk memastikan seluruh komitmen perdamaian dihormati, dilaksanakan secara adil, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat Aceh. Tiga tuntutan utama masyarakat Aceh: tuntaskan MoU Helsinki, percepat rehab-rekon pascabencana, dan berikan kepastian Dana Otsus untuk masa depan Aceh.

Aceh ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ

17,444 gรถrรผntรผleme โ€ข 4 gรผn รถnce

Sebagai orang yang mengikuti Kim Jiwon sejak era The Heirs, tapi secara pribadi lebih aktif dari di era DOTS. Menurutku 2024 adalah salah satu masa emas dan kejayaan Kim Jiwon dalam dunia entertaiment (bukan hanya akting melainkan segalanya). Terasa aneh sejak penayangan QOT hingga detik ini Kim Jiwon tidak menghadiri acara awards satupun, terlebih tidak menang (bahkan ada yang tidak masuk nominasi) acara drama akhir tahunan. Tidak terlalu tahu bagaimana sistem penilaian juri, tetapi sangat terasa aneh untukku. ๐Ÿ™. Karena Queen of Tears pemecah rating TVN dan menjadi drama paling banyak dicari di situs pencarian Korea, serta pemeran utamanya menjadi yang paling dicintai selama 2024. Aku tahu semua ini sudah menjadi takdir. Namun sebagai manusia biasa aku selalu mempertanyakan hal ini. Terlepas dari rasa kecewa pribadiku, aku tidak mengecilkan penghargaan yang sudah diberikan ke artis/drama lain. Kalian semua layak dan sudah memberikan yang terbaik. ๐Ÿ™๐Ÿซถ. Semoga kedepannya Kim Jiwon mendapatkan penghargaan yang sepantasnya dia terima. Dapat banyak project indah dan ga kalah keren lainnya. Tanpa penghargaan sebetulnya kita tahu, kamu sangat layak dinobatkan sebagai "BEST ACTRESS" karena setiap project yang diambil selalu menantang dan explore dirimu sendiri. Sampai berjumpa lagi di tahun 2025 Kim Jiwon dengan karya luar biasa lainnya. ๐Ÿ”ฅ๐ŸŽŠ๐Ÿซ‚. Seperti perkataan Kim Soohyun tempo hari, "To the best who portrayed Hong Haein, Kim Jiwon-ssi, I want to dedicate this honor to you as well." Tidak akan ada yang bisa memerankan Hong Haein selain Kim Jiwon. Love you so much! Sehat dan bahagia selalu, Eonnie. BEST ACTRESS DI HATI KAMI SELALU. ๐Ÿค๐Ÿซถ๐Ÿฅน.

ci โœจ

41,179 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 yฤฑl รถnce

Mohd Ashraf Mustaqim, Adun Kota Siputeh dari @PPBMofficial memilih berpolitik dihadapan Parlimen berbanding kerja penyelesaian sebenar untuk pesawah di negeri sendiri. Video ini bukan pendedahan. Ini persembahan kemarahan yang disengajakan. Gaya2 che'GuBard yang sedang framing bahawa rasuah di ATM harini ialah bawah Kerajaan Madani. Gaya yang sama juga untuk isu sawah padi. Isu pesawah, diesel, MADA, pencucian sawa & kos input bukan masalah baru setahun. Ia masalah berpuluh tahun yang diwarisi oleh kerajaan hari ini termasuk daripada zaman Perikatan Nasional sendiri berada dalam kerajaan. Tapi anehnya, bila PN memerintah isu yang sama tidak dijadikan bahan jeritan. Beliau lupa, waktu Muhyiddin Yassin jadi PM, kita berhadapan isu sama tanpa penyelesaian? Sekarang, apabila kerajaan Madani mula menyusun semula ekosistem pertanian yang rosak, naratif ditukar menjadi seolah-olah kerajaan โ€œtak buat apa-apaโ€. Hakikatnya, kerajaan tidak duduk diam. Dalam tempoh setahun ini: โ€ข audit pengurusan MADA diperkemaskan โ€ข penyelarasan semula pencucian dan saliran dibuat ikut keutamaan sebenar, bukan ikut kawasan โ€œmesra politikโ€ โ€ข subsidi diesel disusun semula supaya bocorannya dikurangkan, walaupun langkah ini tak popular โ€ข harga benih dan kawalan input mula disentuh di peringkat dasar Subsidi diesel tidak ditarik secara membuta tuli. Ia disasar. Harga benih tidak dibiarkan naik sesuka hati. Ia dikawal. Isu MADA tidak dipolitikkan kosong. Ia sedang disusun secara teknikal. Semua ini tidak berlaku di depan kamera. Ia berlaku dalam mesyuarat, pelaksanaan dan peruntukan. Adun Kota Siputeh memilih untuk drama dengan pelakon tambahan Ahli Parlimen Pembangkang, tetapi gagal menjawab satu soalan lebih asas apa peranan kerajaan negeri dan wakil rakyat PN sendiri di kawasan? Kenapa rundingan negeri tidak digerakkan? Kenapa exco berkaitan tidak dibawa ke meja teknikal? Kenapa semuanya disorong ke Putrajaya seolah-olah negeri tidak wujud? Jawapannya mudah sebab menyalahkan kerajaan pusat lebih menguntungkan politik. Lebih malang, kesusahan pesawah warga emas dijadikan alat emosi. Derita mereka dijadikan kandungan. Jerih mereka dijadikan latar drama. Ini bukan pembelaan pesawah. Ini menunggang kesusahan rakyat untuk keuntungan politik. Kerajaan boleh ditegur, dan memang wajar ditegur. Tetapi memutar fakta dan menafikan usaha yang sedang berjalan adalah tidak jujur kepada pesawah sendiri. Pesawah tidak perlukan wakil rakyat yang dramatik untuk likes dan view di Tiktok. Mereka perlukan wakil rakyat yang kuat bekerja. Jeritan mungkin viral. Penyelesaian jarang dapat tepukan. Mohamad Sabu wajar respon.

Rangga Is Back

27,373 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Rabu, 28 Januari 2026, lahan garapan petani seluas 83 hektare di Desa Padang Halaban, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dieksekusi secara paksa. Ratusan aparat bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengawal kepentingan sebuah korporasi, sementara rumah dan tanaman warga diratakan alat berat. Sejak pagi, ribuan warga datang menyaksikan apa yang mereka sebut sebagai โ€œpenggusuran legalโ€. Belasan eskavator milik perusahaan bekerja tanpa jeda, merobohkan rumah kayu, kebun pangan, dan tanaman produktif milik kelompok tani KTPH-S. Dalam hitungan jam, ruang hidup petani lenyapโ€”tanpa kompensasi yang jelas, tanpa kepastian masa depan. Aparat Negara vs Rakyatnya Sendiri Eksekusi dikawal personel gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polres, Polsek, Brimob, Polwan, hingga Satpol PP Pemerintah Kabupaten Labura. Kekuatan negara dikerahkan secara masif, bukan untuk melindungi warga, melainkan memastikan proses penggusuran berjalan mulus. Akibatnya, sedikitnya enam warga dilaporkan diamankan aparat. Sejumlah lansia tumbang akibat trauma. Anak-anak menangis histeris menyaksikan rumah dan tempat bermain mereka hancur. Ambulans mondar-mandir mengangkut korban pingsan. Seorang nenek berlutut di hadapan Kapolres Labuhanbatu, memohon agar rumah dan tanaman tidak dihancurkan. โ€œBiarlah kami bongkar sendiri, supaya sisa bangunannya bisa kami pakai,โ€ pintanya dengan suara gemetar. Permohonan itu tak menghentikan kerja alat berat. Menang Tanpa Kepastian Hukum Eksekusi ini dimenangkan oleh PT Smart. Namun kemenangan tersebut berdiri di atas dasar hukum yang dipertanyakan. Sejumlah pihak menyebut Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan belum sepenuhnya jelas. Ironisnya, di lokasi eksekusi terpampang spanduk bertuliskan: โ€œTanah Ini Milik Negara Eks HGU PT Smart yang Dikuasai Rakyat sebagai Lokasi Reforma Agraria โ€“ Pansus DPR RI.โ€ Tulisan itu justru menegaskan konflik mendasar: jika lahan tersebut merupakan eks HGU dan masuk agenda reforma agraria, mengapa negara justru berdiri di belakang korporasi? Ketika dimintai penjelasan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya menolak memberikan keterangan substansial.

Never

884,954 gรถrรผntรผleme โ€ข 6 ay รถnce

Teman-teman semua, Hari ini kita menerima kabar final yang melegakan. Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, telah memberikan abolisi kepada Tom Lembong atas persetujuan DPR. Dengan itu, bukan hanya hukuman dibatalkan, tapi seluruh perkara dianggap tak pernah ada. Nama Tom bersih. Tak pernah bersalah. Bebas sepenuhnya. Ini tentu kabar baik bagi Tom dan bagi keluarganya yang telah berpisah sejak akhir Oktober tahun lalu. Setelah sembilan bulan yang panjang, malam ini ia kembali ke rumah. Kepada istri, anak-anak, dan keluarganya yang selama ini menanggung rindu. Sebagai sahabat, saya amat bersyukur. Saya ikut bahagia melihat Tom hari ini bebas. Maka saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Presiden beserta DPR yang telah menggunakan kewenangannya untuk mengakhiri ketidakadilan ini. Namun, kita juga tahu, ini bukan kemenangan dari ruang sidang. Ini adalah penyelesaian ekstra yudisial melalui jalur konstitusional yang menjadi hak Presiden. Keputusan ini memang menghapus perkara, tapi sesungguhnya tidak menghapus pertanyaan. Tidak menghapus keprihatinan kita atas proses hukum yang begitu banyak dipertanyakan sejak awal. Mulai dari sangkaan yang dipaksakan oleh jaksa, hingga putusan hakim yang menafikan nalar. Karena itu, meskipun hari ini adalah akhir dari penahanan Tom, ini bukan akhir dari tanggung jawab kita. Justru ini harus jadi titik refleksi yang lebih dalam tentang sistem hukum negara kita, tentang bagaimana hukum seharusnya bekerja. Juga, tentang bagaimana keadilan tidak boleh datang hanya kepada mereka yang tenar, punya jaringan, dan mendapat sorotan. Karena untuk satu Tom yang bebas hari ini, mungkin masih ada ribuan lainnya yang terjerat kriminalisasi, tanpa suara, tanpa sorotan. Negara ini terlalu besar untuk menyisakan keadilan hanya bagi mereka yang dikenal dan mendapat dukungan amat luas dari publik. Maka, hukum di Republik ini harus menjadi pelindung bagi semua, alih-alih menjadi alat tekanan. Harus memberi ketenangan, alih-alih menebar kecemasan. Hari ini adalah kemenangan pribadi bagi Tom. Tapi perjuangan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat belum selesai. Masih panjang dan masih harus terus kita jalani bersama. Tentu juga, masih perlu terus mendapat perhatian serius dari para pemimpin dan penyelenggara negara ini. Semoga kita bisa menuntaskannya. Izinkan saya menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih kepada tim hukum, kepada para sahabat dan pendukung yang setia hadir di setiap persidangan, kepada para tokoh dan publik luas yang menyuarakan harapan di tengah gelapnya proses hukum. Di negeri ini, keadilan sering butuh suara lantang. Hari ini, suara itu berbuah untuk Tom. Kepada Tom kita sampaikan selamat pulang ke rumah. Waktu yang hilang tak bisa kembali, tapi hari esok selalu bisa dimenangkan. Kita yakin, pengalaman yang Tom lalui tak akan melemahkan, justru menguatkan. Pun kita optimis, Tom akan kembali melangkah, lebih tegap, lebih matang, dan lebih tajam memperjuangkan kebaikan bagi negeri yang ia cintai tanpa syarat ini. Welcome home, Tom.

Anies Rasyid Baswedan

709,749 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 yฤฑl รถnce

## Anak Abah di Pilkada Jakarta, dan Pendukung Kotak Kosong di Surabaya, mbok Mikir ## Aneh anak2 Abah ini. Kenapa malah teriakan nama Anies? Padahal Anies kan tak diusung satu parpol pun, di Pilkada Jakarta. Saya paham di pasar Cipulir itu banyak urang awak, yg condong ke Anies saat Pilpres lalu. Tapi apa guna teriakan nama Anies? Mau permalukan Ridwan Kamil? Apa gunanya? Tak akan juga RK kalah hanya karena Anak Abah teriak-teriak nama Anies saat berkunjung ke pasar Cipulir tsb. Kalau teriak nama Pramono-Rano, baru ada dampaknya. Atau teriak nama Dharma. Artinya kalian mendukung Pram atau Dharma, bukan RK. Nanti salurkan suara ke mereka. Lha teriak Anies, buat apa? Tak ada pun namanya di kertas suara. Mau mempermalukan? Bagaimana kalau nanti Ridwan-Suswono yg menang? Siapa yg akan susah? Padahal pasar Cipulir itu milik Pemprov Jakarta lewat PD Pasar Jaya. Artinya apa? Artinya apa yg jadi aspirasi pedagang untuk pasar dan kemajuannya nanti, disalurkan ke Gubernur Jakarta, lewat kebijakannya. Tangan Gubernur Jakarta sangat diperlukan oleh para pedagang untuk kepentingan mereka. Sehingga aspirasi mereka harus disampaikan ke calon-calon Gubernur yg berlaga saat ini. Tak mau RK, ada Pramono atau calon independen, Dharma-Kun. Meneriakan Anies, apa gunanya? Apa dipikir Anies bisa memperjuangkan nasib pedagang Cipulir nanti. Gubernur bukan, menteri tidak, hanya narasumber dari seminar satu ke yang lain. ==== Sama dengan di Surabaya, ada gerakan menangkan kotak kosong, hanya karena calon Walkot-wawali Surabaya cuma Eri-Armuji. Lha, ndak salah ta? Kalian pikir Pilkada itu tujuan kita berdemokrasi? Bukan cak, tujuan berdemokrasi itu tak sekedar Pilkada dgn calon2 yg lebih dari satu. Pilkada itu hanya salah satu alat berdemokrasi, untuk rakyat memilih pemimpinnya, yg akan memperjuangkan nasib nya. Jika memang calonnya hanya satu, dan memang selama menjabat berkinerja baik, rakyat puas, parpol pun nilai demikian, kenapa ngotot harus ada calon lain? Kenapa gara2 calonnya hanya Eri lantas kalian hakimi bahwa dia buruk, maka yg harus dimenangkan kotak kosong. Apa tak salah cara pikirnya? Lain hal jika memang kinerja Eri buruk. Ya lawan. Dan tak ada juga Parpol yg tak akan usung calon lain jika kinerja Eri buruk. Kasus Surabaya ini memang harus diakui, pemimpin kota kita ini perfomnya baik selama menjabat. Tak kalah dengan Risma. Armuji sebagai wakil pun apik, suka turun ke bawah. Lha, siapa yg berani lawan pemimpin yg memang sudah dekat di hati rakyatnya? Buang2 uang, cak. Lagipula, andai kalian kampanyekan kotak kosong, jika menang? Apa kalian yakin Pejabat Walikota yg diusulkan Gubernur dan disetujui pemerintah pusat nanti, akan lebih baik kinerjanya dari Eri-Armuji? Apa kalian mau, selama 5 tahun, Suroboyo dipimpin oleh Wali yg bukan pilihan rakyat, tapi walikota rekom Gubernur. ----- Mikir, ojo jadikan Pilkada sebagai tujuan berdemokrasi. Jadikanlah sebagai alat semata untuk menghasilkan pemimpin yg dikehendaki rakyat, yg bisa bekerja untuk rakyat. Hemat ku.

Ferry Koto

89,973 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 yฤฑl รถnce

GUBERNUR KONTEN, MISKIN EMPATI Etika seorang Gubernur mempermalukan rakyatnya sendiri demi konten? Bayangkan wak, Beliau bikin konten menggunakan warga kelas bawah dengan cara dipermalukan di depan umum. Video itu diunggah, dimonetisasi, dan yang paling parah orang yang dijadikan objek konten tidak pernah sekalipun dimintai izin untuk diunggah. Apakah bisa di tuntut tuh gubernur konten? Ini bukan sekadar buruknya komunikasi publik, tapi bentuk degradasi moral kepemimpinan wak. Pemimpin yang baik tidak akan pernah menginjak atau menelanjangi martabat rakyat kecil di depan umum. Kalaupun ada pelanggaran aturan atau perlunya penertiban, seorang kepala daerah punya seluruh instrumen kekuasaan untuk menyelesaikan masalah secara beradab: - Diundang secara manusiawi. - Diberikan pemahaman dan edukasi. - Dicarikan solusi konkret dan jalan keluar atas penghidupan mereka. Tapi pertanyaannya wak, Kenapa cara beradab itu jarang dipakai? Jawabannya sederhana. Cara beradab tidak menghasilkan drama, tidak bikin viral, dan tidak ada bahan untuk dijadikan konten. Hal yang paling menggelitik adalah standar ganda ketegasannya wak. - Kepada rakyat kecil, bertindak garang, marah-marah, dan sigap kamera. - Kepada oligarki dan pemilik modal dengan bekingan kuat? Hening dan kompromistis. KAN PAOK Lihat bagaimana ketimpangan keberpihakan itu nyata. Di bawah kaki Gunung Salak, saat rakyat dan petani diintimidasi oleh ormas yang membawa ratusan orang, di mana kehadiran beliau untuk berdiri membela rakyatnya? Apakah ada ketegasan yang sama seperti saat beliau memarahi warga kecil di depan kamera? Sama sekali tidak ada. Seorang pejabat yang hanya berani menindas warga lemah demi panggung citra, tetapi ciut saat berhadapan dengan kekuatan modal, sejatinya telah kehilangan legitimasi moralnya sebagai pemimpin. inilah yang dikatakan MUSIBAH PUNYA PEMIMPIN BRENGS*K Masyarakat tidak butuh Gubernur yang bertindak seperti INFLUENCER PENCARI ENGAGEMENT. Rakyat butuh Pemimpin yang punya nurani, keberanian membela yang lemah, dan menghormati martabat manusia. Gimana pandangan kalian wak? Apakah gaya kepemimpinan MARAH-MARAH demi KONTEN ini masih layak diberi PANGGUNG?

Sumatera Adil & Federal

189,999 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 gรผn รถnce

#DukungPresidenPrabowoSaveRajaAmpat #SaveKonstitusi #SaveIndonesia #SaveSerambiMekkah Release Dr. RiekeDiahPitaloka Selasa, 10 Juni 2025 Dari Raja Ampat ke Serambi Mekkah Saya mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo membatalkan izin tambang di gugus pulau Raja Ampat (Selasa, 10 Juni 2025). Keputusan ini sejalan dengan semangat menjaga kedaulatan negara maritim kita. Pulau-pulau kecil bukan sekadar potensi mineral, tetapi benteng pertahanan, ruang hidup, dan bagian tak terpisahkan dari sejarah serta budaya Indonesia. Saya yakin, sebagai prajurit TNI, Presiden Prabowo memahami arti strategis gugus pulau bagi pertahanan dan kedaulatan NKRI. Namun, apakah pemahaman ini juga dimiliki oleh para Menteri, khususnya ESDM dan KLHK? Sumpah jabatan bukan formalitas. Semua pejabat negara bersumpah atas nama Tuhan untuk setia pada UUD 1945 dan menjalankan hukum. Jangan kufur nikmat dan lupakan amanat konstitusi! #SaveRajaAmpat bukan sekadar soal 5 pulau, tapi soal menyelamatkan konstitusi dan masa depan Indonesia. Saya percaya Presiden Prabowo akan melanjutkan langkah ini dengan meminta BUMN dan swasta bertanggung jawab dalam konservasi bekas tambang nikel Raja Ampat. Kini, perhatian kita beralih ke Aceh. Empat pulau di Serambi Mekkah (Panjang, Lipan, Mangkir Ketek, Mangkir Gadang) sedang diincar atas nama peningkatan PAD. Kita harus waspada terhadap keserakahan yang berkedok pembangunan. Dukung Presiden Prabowo untuk evaluasi menyeluruh izin tambang di seluruh gugus pulau NKRI, khususnya pulau kecil yang menurut UU hanya seluas โ‰ค 2000 kmยฒ. Putusan MK No.35/PUU/XXI/2023 sudah jelas: dilarang menambang di pulau kecil. Tindakan negara harus berdasarkan hukum dan sumpah jabatan. Kesimpulan: 1.Tambang di pulau kecil melanggar UUD 1945 dan hukum yang berlaku. 2.IUP yang diterbitkan untuk pulau kecil cacat hukum. 3.Pejabat yang mendukung tambang di pulau kecil berarti melawan Presiden dan mengkhianati konstitusi. Rekomendasi: Dukung Presiden Prabowo #SaveGugusPulauNKRI: 1.Evaluasi dan batalkan seluruh IUP di pulau kecil. 2.Bongkar dan adili mafia IUP tanpa pandang bulu, termasuk di pusat dan daerah. Salam Sopan Indonesia, Dr. Rieke Diah Pitaloka

Rieke Diah Pitaloka

12,301 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 yฤฑl รถnce

Umar (63), menikmati masa tuanya di RUKUN Senior Living Sentul, sebuah hunian lansia dengan fasilitas setara hotel mewah. Mantan pekerja di sektor pertambangan itu sudah empat tahun tinggal di sana. Awalnya, Umar memutuskan tinggal di sana setelah terkena stroke dan membutuhkan perawatan, karena ia tak ingin merepotkan anak-anaknya. Kini dalam kondisi sehat, Umar menjalani hari-harinya dengan beragam aktivitas seperti bermain mahjong, menonton Netflix, hingga ikut kegiatan rutin โ€œGo to Mallโ€ bersama para penghuni lain. "Saya tuh hobi nonton, di kamar ada Netflix, tapi bawa laptop sendiri. Di sini (game room) juga ada Netflix," ujarnya. Ia dikenal sebagai salah satu penghuni yang aktif dan mandiri, bahkan masih sering keluar untuk urusan pribadi dengan izin dari pihak pengelola. Meski awalnya ragu, Umar kini mengaku betah dan justru merasa lebih bahagia dibanding tinggal sendiri di rumah. Ia pun kerap menenangkan penghuni baru yang merasa seperti โ€œdibuangโ€ oleh keluarga. Menurutnya, tinggal di senior living bukan berarti ditinggalkan, melainkan kesempatan untuk hidup nyaman dan mandiri. โ€œKalau saya bilang, coba dulu di sini. Pasti kerasan,โ€ ujarnya. ๐Ÿ“ธ: Dok. kumparan/Aurelia Lucretie. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #pantijompopremium #news #videonews #pantijompo #lansia #layananmasyarakat #daycare #jabodetabek #daycarelansia #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

60,580 gรถrรผntรผleme โ€ข 10 ay รถnce

๐—ฃ๐—”๐—›๐—”๐— ๐—œ ๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐——๐—˜๐—ก ๐—ฃ๐—ฅ๐—”๐—•๐—ข๐—ช๐—ข. Presiden Prabowo sudah persilahkan rakyat untuk berekspresi secara serius, tapi sayang, rakyatnya banyak yang tidak juga paham. Tiap kali rakyat teriak minta Prabowo makzulkan Gibran, adili Jokowi dan antek-anteknya, seakan Presiden dapat seperti membalikkan telapak tangan untuk memenuhi tuntutan mereka, โ€œtidak begitu aturan mainnyaโ€ฆโ€. Jika rakyat jeli, maka mereka akan paham dengan apa yg terlihat dari dicokoknya Noel oleh KPK. Apakah ketika Prabowo berkuasa sebagai Presiden lalu serta merta Prabowo memerintahkan aparat langsung menangkap Noel lantaran dulu Noel pernah ngotot agar Polisi tangkap Prabowo dalam kasus Ratna Sarumpaetโ€ฆ? Tentunya tidak. Prabowo justru malah naikan Noel jadi Wamen hingga sampai-sampai orang mengira Prabowo berhati malaikat yg tak pernah menyimpan dendam. Padahal, semua diputuskan Prabowo karena moralnya Noel sudah sangat mudah dibaca. Hasilnya, dalam hitungan bulan, Noel pun dicokok KPK. Itu satu hal..!!. Hal kedua. Apa yg terlihat dari โ€œtak tersentuhnyaโ€ Rismon Sang Pembuka Misteri Ijazah Jokowi oleh aparat hukum..? siapa yang tak kenal Rismon..? Kurang โ€œgilaโ€ dan nekat bagaimana Rismon dalam membuat pernyataan di media. Tito, Khrisna Murti, M.Nur Azhar, semuanya Jenderal Polisi, habis โ€œdi setan-setaninโ€ oleh Rismon didepan media. Bukan hanya personal Polrinya, namun juga institusi Polri dikritik habis-habisan. Hercules pun ditantang jika ingin menggunakan kekerasan untuk menghadapi dirinya. Rismon bahkan mempersilakan aparat untuk menangkap dirinya. Siapa yg tidak tau Ketum Partai Coklat..? Dengan kekuasaannya, Ketum Parcok pasti dengan mudah dapat membuat Rismon dipenjara. Siapa yg tidak kenal HERCULES..? Panglima GRIB yang memiliki ratusan ribu preman sebagai anak buahnya. Tapi nyatanyaโ€ฆ..? apakah Rismon ditangkap aparat..? Apakah Rismon dibunuh Preman..? TIDAK..!! Rismon aman dan baik-baik saja..!!. Jadi siapa yg bisa melindungi Rismon dari dicokok aparat hukum dan dipersekusi preman..? Mikiiirrrโ€ฆ.!!!. Hal ketiga. Dulu ketika massa 212 bergerak menuju Monas, berapa banyak pasukan yg dikerahkan untuk menghalangi rakyat dari berbagai wilayah masuk menuju Jakarta. Dari stasiun kereta dihalangi masuk, dari Bus dan Truk disuruh putar balik. Lalu mengapa pada rencana tanggal 25 Agustus 2025 besok rakyat begitu lancar dan mudahnya bergerak berkumpul di Jakarta tanpa ada yang menghalang-halangiโ€ฆ? Memangnya siapa yg mampu melarang pasukan keamanan untuk tidak menghalangi RAKYAT BEREKSPRESIโ€ฆ.? Please, cerdaslah sedikit dalam memahami setiap kejadian. Jadi, jika pintu ruang pesta sudah dibuka, tuan rumah sudah mempersilahkan masuk, musik telah dilantunkan dan suguhan telah siapkan dengan begitu lengkapnya, maka cara menghormatinya adalah dengan BERDANSA & MENIKMATI HIDANGAN yang telah disajikan. Selamat berdansa dan bergembira di Pesta Rakyat untuk menyongsong perubahan masa depan yang lebih baik, karena setelahnya Indonesia Akan Terang tanpa antek-antek dan dinasti Mulyono.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

20,008 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 yฤฑl รถnce

๐—๐—”๐— ๐—˜๐—ฆ ๐—–๐—›๐—”๐—œ, ๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—๐—”๐— ๐—˜๐—ฆ ๐—•๐—ข๐—ก๐—— Cerita-cerita yang keluar dari SPRM kebelakangan ini seperti episod-episod K-Pop. Sejak Ketua Pesuruhjaya SPRM, Tan Sri Azam Baki dituduh terpalit dengan pelanggaran peraturan kepemilikan saham dan pendedahan hubungan mesra SPRM dengan mafia korporat oleh Bloomberg, saban beberapa hari kita akan didedahkan dengan episod terbaru yang banyak plot twist. Cuma daya khayalan kita tak pernah sampai ke plot twist episod terkini, iaitu kemunculan watak James Chai ala James Bond yang keluar dari Azam Baki. Penulis skrip di belakang tabir patut diberikan duit raya yang lebih tahun ini. Skrip ini mungkin boleh kita pitch kepada Netflix, satu hari nanti jadi siri hebat yang ditonton di seluruh dunia. Ikut naratif yang sedang dibangunkan pencatur-pencatur, James Chai ini adalah seorang anak Cina yang licik sehingga berjaya memperdaya keseluruhan kerajaan di dalam satu skandal penyelewengan berjumlah RM1.1 bilion. Bukan sahaja Amir Hamzah, seorang bekas CEO terpedaya, tokoh perbankan Malaysia yang banyak connection, Tengku Zafrul pun terpedaya. Kalau saya seorang sahaja yang terpedaya, kita boleh terima lagi. Menteri-menteri yang hebat-hebat seperti Gobind Singh Deo, Zambry Abdul Kadir dan Fahmi Fadzil pun turut terpedaya. Hebatnya James Chai ini, bukan sahaja menteri-menteri terpedaya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim, tokoh tersohor dunia juga terpedaya dengannya. Sebab itu dia kini diburu SPRM sebagai person-of-interest utama dalam skandal terbesar selepas 1MDB, iaitu penyelewengan sebanyak RM1.1 bilion. Sejak beberapa minggu lepas, rakyat terpaku dengan cerita skandal ini. Helaian ceritanya diselak satu persatu selang beberapa hari. Kementerian itu diserbu, Ketua Setiausaha itu disoal siasat. Dokumen itu diambil. Setiap kali SPRM bergerak, tindak tanduknya menjadi berita besar di paparan skrin media-media perdana. Tetapi liciknya James Chai ini mengalahkan Jho Low, sehebat James Bond spy ternama itu. Mana tidaknya, walaupun skandal ini dikatakan melibatkan RM1.1 bilion, sehingga sekarang SPRM tidak dapat menjejaki satu sen pun yang kononnya diselewengkan. Tidak seperti Jho Low yang harta dan wang seleweng dikesan di parti-parti mewah, akaun sulit, kondominium mewah di London dan New York, kapal layar mewah; setakat ini satu-satunya harta James Chai yang berjaya dikesan ialah sebuah Proton Persona model 2020. Macam mana dia boleh sembunyikan RM1.1 billion ini sampai tak dapat dikesan? James Chai juga berbisa dan tidak takut berdepan dengan SPRM, tidak seperti Jho Low. SPRM sehingga sekarang tidak dapat mengesan Jho Low. Bukan sahaja Jho Low, menantu Tan Sri Muhyiddin pun tak dapat dikesan. Jadi kita tidak terkejut SPRM tidak dapat mengesan anak Cina selicik James Chai ini. Setelah buntu, SPRM menyiarkan notis dikehendaki untuk mendapat maklumat di mana James Chai ala James Bond ini. Tapi hebatnya James Chai, tidak seperti Jho Low - dia bantu SPRM untuk cari dia dengan memberikan semua maklumat untuk menghubunginya. Di LinkedIn pun boleh, X pun boleh, di Substack pun boleh (malangnya tak ramai pegawai penyiasat yang biasa membaca di Substack!). Siapa James Chai ini? Macam mana anak Cina kurus keding ini berjaya memperdaya dari menteri-menteri hingga ke Perdana Menteri Malaysia yang tersohor itu? Bagaimana Azam Baki yang berjaya menjejaki dan mengesahkan derma diraja Saudi semasa 1MDB dahulu, tiba-tiba hilang punca dan tak jumpa cari James Chai? Manusia jenis apa memperdaya seluruh kerajaan dalam skandal penyelewengan RM1.1 billion tetapi hidup papa kedana? Tidak bernafsukah anak Cina ini? Saya akui jalan ceritanya cukup memukau. Penulis skrip dan pengarahnya mesti berbangga dengan hasil fiksyen ini. Kali terakhir rakyat Malaysia dihidangkan dengan fiksyen ala James Bond ini ialah semasa 1MDB dahulu. Azam Baki juga terlibat di dalam skripnya masa itu, sebab itulah agaknya jalan ceritanya kali ini sama berpusing-pusing seperti drama derma Saudi dahulu. Sebelum fiksyen drama derma Saudi 1MDB yang dibintangi Azam Baki, rakyat yang lebih tua pernah digamit satu lagi fiksyen bersimpang siur. Cuma genre yang lain dan bintang yang lain. Genre ketika itu memaparkan kelucahan melampau dan protagonis pada ketika itu bukan anak Cina kurus keding, tetapi seorang bekas Timbalan Perdana Menteri bernama Anwar Ibrahim. Fiksyen 1998 itu memaparkan tilam-tilam yang diusung untuk menunjukkan bekas air mani, selain dari pelakon-pelakon tambahan yang langsung tidak kena dengan watak dalam cerita itu. Seorang yang dikatakan tampan, langsung tidak tampan. Seorang yang dikatakan menawan, hanya orang sawan yang kata begitu. Maka akhirnya, Malaysia melengkapkan satu kitaran. Kalau fiksyen 1998 menggunakan tilam, fiksyen 2026 memaksa kita menggunakan imaginasi. Bayangkan wang-wang yang dicuri tetapi tidak dapat dibuktikan kecuriannya. Bayangkan pak-pak menteri diperdaya seorang anak Cina kurus keding. Skripnya berbeza, matlamatnya sama. Sekiranya kamu berani mengkritik yang berkuasa, aku akan ajar kamu. Tapi plot twist yang paling besar ialah: Siapa James Chai ini? James dibesarkan di dalam keluarga biasa, pergi ke sekolah menengah kebangsaan, mendapat 12A1 dalam SPM. Fasih berbahasa Melayu, fasih menulis di dalam bahasa Melayu, duduk di taman perumahan majoriti Melayu. Namun dia anak Cina, jadi dia tidak mendapat biasiswa. Keluarganya membayar sendiri yuran pengajian undang-undang yang mahal di UK. James membalasnya dengan mendapat tempat pertama keseluruhan di universitinya dalam jurusan undang-undang. Hasil kecemerlangan itu, James melanjutkan pelajaran di peringkat sarjana ke Universiti Oxford. Bila balik ke Malaysia dan menduduki peperiksaan CLP (Certificate in Legal Practice), sekali lagi James menduduki tempat pertama di seluruh negara. Satu hari dalam tahun 2013, James mengetuk pintu saya. Ketika itu saya baru beberapa bulan menjadi Ahli Parlimen. James mahu menjadi intern saya. Dia tidak pilih ahli parlimen DAP, dia tidak pilih ahli parlimen Cina PKR, dia tidak pilih menteri MCA. Dia pilih ahli parlimen Melayu dari PKR. Sebabnya kerana saya dan James berkongsi satu pandangan yang sama. Bahawa manusia ini dilahirkan baik dan kita wajar saling belajar. Bagi seorang yang berumur 20 tahun pada tahun 2013, selepas keputusan PRU 2013, anak Cina kurus keding ini merasa terpanggil untuk menyumbang membina Malaysia yang saling berkasih sayang, bukan saling bermusuhan. Bila James ke UK dalam tahun 2015, saya galakkan beliau untuk terus mengambil tahu keadaan di Malaysia. Saya selalu sebut kepada anak-anak muda seperti James bahawa โ€œa life without a higher purpose is a life not worth livingโ€. James pun termakan kata-kata saya. Dia dan kawan-kawannya menubuhkan Malaysian Progressive UK (MPUK), seperti juga beberapa orang bekas intern saya menubuhkan Malaysian Progressive Australia (MPOZ). Kumpulan anak muda seperti James inilah yang berdemonstrasi membantah pemenjaraan Anwar Ibrahim kali kedua di London dan Sydney. Mereka juga yang menyertai BERSIH di kota-kota besar di seluruh dunia. Bila James balik ke Malaysia dalam tahun 2018, dia mahu memberikan 3 tahun usia muda menyumbang kepada reformasi dan membina Malaysia yang baru. James tidak bekerja di firma besar atau syarikat antarabangsa, James memilih untuk bekerja di INVOKE bersama-sama anak muda lain, sehinggalah tahun 2021. Saya rasa serba salah untuk mengacau hidup dan kerjayanya apabila saya diberi amanah menjadi Menteri Ekonomi di hujung tahun 2022. Tetapi berkhidmat untuk negara itu adalah dalam darah daging anak Cina kurus keding bernama James Chai ini. Maka sekali lagi dia mengorbankan kerjayanya untuk berkhidmat di pejabat saya. Saya tidak rasa James mahu disanjung. Dia datang berkhidmat atas kerelaan sendiri, dia meletak jawatan bersama-sama saya atas kerelaan sendiri. Tetapi adalah sangat memualkan menjadikan seorang anak Cina yang lebih patriotik berbanding sebahagian besar dari kita, sebagai bola yang boleh disepak-sepak. Sasarannya bukan James. James hanyalah seorang anak Cina kurus keding yang boleh ditendang-tendang. Sasarannya ialah saya. Dan itulah bahagian yang saya paling terkilan. Dalam senario lain, seorang anak Cina yang jiwa kebangsaannya sangat kuat, sangat cemerlang dalam semua yang dia ceburi, fasih berbahasa Melayu, pelajar terbaik di sekolah kebangsaan, lebih ramai kawan Melayu dari bukan Melayu - James sudah menjadi watak yang dikagumi pimpinan Melayu dalam PKR, UMNO, PAS dan BERSATU. Malangnya dalam senario sekarang, James dijaja dan diperagakan sebagai watak jahat demi mencipta satu fiksyen politik dekad ini. Syabas Malaysia!

Rafizi Ramli

166,661 gรถrรผntรผleme โ€ข 5 ay รถnce

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini ๐Ÿ™๐Ÿผ Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. ๐Ÿ“ Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allahโ€™s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

514,616 gรถrรผntรผleme โ€ข 8 ay รถnce

โ€˜Bawa Rangka Ke Bankโ€™: Lelaki Gali Kubur Kakak Sendiri Gara-Gara RM850 Oleh Mynewshub KEONJHAR, INDIA โ€“ Tindakan luar biasa seorang lelaki yang menggali kubur kakaknya dan membawa rangka ke sebuah bank demi mengeluarkan wang simpanan mencetuskan kejutan serta perdebatan hangat di media sosial. Kejadian itu dilaporkan berlaku di cawangan Malliposi, Odisha Grameen Bank, pada 27 April lalu, melibatkan seorang lelaki dikenali sebagai Jeetu Munda, 50. Menurut laporan awal, Jeetu dikatakan mahu mengeluarkan kira-kira โ‚น20,000 (sekitar RM850.00) daripada akaun milik kakaknya, Kalara Munda, 56, yang telah meninggal dunia pada Januari lalu. Namun, selepas beberapa kali berurusan, dia mendakwa pihak bank enggan melayan permintaannya dan meminta pemilik akaun hadir sendiri. โ€œSaya sudah berkali-kali ke bankโ€ฆ mereka suruh bawa pemilik akaun. Saya beritahu kakak saya sudah meninggal, tapi mereka tak percaya,โ€ katanya. Disebabkan terlalu kecewa, Jeetu mengambil tindakan drastik dengan menggali kubur kakaknya dan membawa rangka tersebut ke bank sebagai bukti kematian. Bagaimanapun, pihak Odisha Grameen Bank tampil memberikan penjelasan rasmi yang sedikit berbeza daripada naratif tular. Menurut bank: Jeetu hanya datang sekali ke bank untuk membuat pengeluaran Pihak bank telah menjelaskan prosedur sah, termasuk keperluan sijil kematian Pengeluaran oleh pihak ketiga tidak dibenarkan tanpa dokumen sah Jeetu didakwa berada dalam keadaan mabuk dan bertindak agresif Lebih mengejutkan, bank memaklumkan bahawa lelaki itu kemudian kembali dengan membawa rangka manusia yang dipercayai digali dari kubur, lalu meletakkannya di hadapan premis sambil mendesak wang dikeluarkan. Insiden itu mencetuskan suasana panik sebelum pihak polis dipanggil untuk mengawal keadaan. Polis Masuk Campur, Rangka Dikebumikan Semula Pihak polis yang tiba di lokasi kemudiannya menenangkan keadaan dan memberi jaminan bahawa proses tuntutan akan dibantu mengikut prosedur. Rangka tersebut turut dikebumikan semula dengan kehadiran pihak berkuasa. Menurut pegawai polis, kejadian ini berpunca daripada: Kurang kefahaman prosedur perbankan Ketiadaan dokumen rasmi seperti sijil kematian Kegagalan komunikasi yang jelas antara pihak bank dan individu terbabit Kes Jeetu Munda ini bukan sekadar kisah pelik, tetapi mencerminkan jurang antara sistem rasmi dan realiti masyarakat luar bandar. Satu perkara pasti โ€“ tragedi ini membuktikan bahawa komunikasi, pendidikan dan empati sangat penting dalam urusan melibatkan rakyat, terutama golongan kurang berpendidikan. Dan dalam kes ini, RM850 bukan sekadar wangโ€ฆ tetapi menjadi punca kepada satu tindakan yang mengejutkan dunia.

MYNEWSHUB

19,438 gรถrรผntรผleme โ€ข 3 ay รถnce