正在加载视频...

视频加载失败

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙤𝙗𝙖𝙩 𝙎𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙝𝙩𝙚𝙧𝙖 𝙈𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙖𝙩𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 "𝘽𝙖𝙟𝙞𝙣𝙜𝙖𝙣 " 𝙃𝘼𝙆𝙀𝙆𝘼𝙏 𝘽𝙀𝙇𝘼𝙅𝘼𝙍 Belajar itu .... Tak hanya membaca buku atau mendengar hal-hal yang baru. Namun juga memperbaiki kesalahan yang kita lakukan, ditegur setelah kita keliru Belajar itu, tak hanya ketika...

29,323 次观看 • 2 个月前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

HANYA SUARA YANG KITA PUNYA ☝🏻 Jangan pernah anggap enteng suara. Karena lewat suara, kita bisa didengarkan dan kita bisa memaksa penguasa untuk menuruti apa kehendak rakyatnya. Jangan mau suara kita hanya dihargai 5 tahun sekali, dibilik suara doang atau pada saat pilkada. Jangan mau suara kita hanya dianggap berharga 100 atau 200 ribu atau dapat jilbab pada saat kampanye. Biasanya modusnya itu kan bagi-bagi kaos partai atau bagi-bagi jilbab bagi yang perempuan. Jangan mau kita hanya dikerdilkan sebatas fans yang bisa berbaris seperti itik. Hati-hati sebentar lagi pemilu, suara kita akan diperebutkan dengan berbagai macam cara. Mari ingat pengalaman yang dulu. Untuk apa mati-matian membela satu atau dua ketika akhirnya berkumpul juga. Buat apa musuh-musuhan sampai seolah-olah dunia akan berhenti, kalau yang kalah dengan yang menang akan bergabung atas nama demi bangsa. Jadi ngga usah, ngga usah terlalu baper atau terlalu mati-matian membela tokoh idola. Karena sekali lagi, hitung-hitungan mereka terkadang bukan kita hitung-hitungan untung rugi pak. Untung rugi kalkulasi politik aja, karenanya jangan mau dimanfaatkan hanya suara di 5 tahun sekali, tetapi gunakan suara terutama itu di hari-hari ini. Ketika ancaman kita untuk bersuara, mungkin saja akan dibatasi lewat rancangan undang-undang hukum pidana, dimana semua bisa kena. Terlalu berharga suara kita dan saya selalu bilang, cuma itu yang kita punya. Negara punya yang lain, negara punya kuasa, negara punya tentara, negara punya uang, kita punya apa? Kita punya suara dan yang harus kita waspadai adalah ketika kita terlalu takut dan berusaha mengecilkan suara kita, padahal yang kita butuhkan justru teriakan-teriakan. Jadi ya menjadi pemimpin, menjadi presiden itu bagus, niat mulia. Tetapi perhatikan suara-suara orang yang juga tidak punya kuasa, tetapi yang kalau berkumpul bisa berdaya. Jadi mari, mari rapatkan barisan, mari rapatkan barisan. Dan jangan mau ditipu tipu! Jangan mau dipergunakan hanya suaranya, tetapi ketika kita menuntut hak-hak kita yang paling dasar, sedasar kebebasan berekspresi dan berbicara itu kita tidak didengarkan. Tetapi kakak mau menegaskan ini adik-adik... Pergerakan jangan hanya sebatas kerumunan, pergerakan terutama gerak mahasiswa, jangan hanya sebatas kumpul-kumpul berkerumun. Ya demonstrasi perlu dan harus terus dilakukan kalau memang strateginya seperti itu. Anak muda hari-hari ini adalah anak muda yang seharusnya pintar memilih dan memilah informasi mana yang sampah. Banyak sampah sekarang di dunia maya dan mana yang fakta, mana yang berita, mana yang opini, dan hati-hati mana yang propaganda. Dan kalau sudah yakin, sampaikan itu dengan lantang, jangan mau ditakut-takuti! Polisi suruh urus dulu tuh Ferdy sambo. Sepanjang kita tahu apa yang kita lakukan benar, kita tidak merugikan orang lain, jangan mau ditakut-takuti dengan pasal. Kita juga bisa belajar pasal, kita juga tahu apa hak kita sebagai warga negara, kalau tidak tahu ya cari tahu. Jadi jangan mau gampang ditakut-takuti dengan cara itu, kita bisa berdaya dan kita bisa memberdayakan orang lain. Dan harusnya itu ultimate goals kita dalam hidup, bukan hanya memperbaiki kualitas hidup kita sendiri, tetapi bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas hidup orang lain. Dan itu bisa dilakukan tanpa jabatan formal, tanpa jadi presiden, tanpa jadi menteri, tanpa jadi anggota DPR, tanpa perlu pangkat yang tinggi. Kita bisa melakukan itu dalam tindakan kecil seharian sekalipun, karena kuncinya sebetulnya peduli dan bersatu. Kutipan yang selalu saya tunjukkan ke setiap mahasiswa ketika Bung Hatta bilang seperti ini, "Peduli dan bersatu itu adalah kunci, karena kalau tidak, Indonesia hanya seperti seuntaian gambar di peta". #TolakPartaiPendukungRUUKesehatan #TolakUUKesehatan

Eva Sri Diana Chaniago

26,077 次观看 • 3 年前

Cinta Laura dalam sesi TEDxUPH ungkap jika saat ini dengan kemajuan teknologi, justru rasa "bosan" yang dulu ada di diri manusia kian tergerus, "Kalau ada satu hal yang ingin aku bawa kembali ke hidup kita, itu bukan productivity hack, bukan morning routine yang baru, tapi rasa "bosan". Teknologi telah menghapus rasa bosan dari hidup kita. dan aku rasa kita tidak sepenuhnya memahami apa yang telah hilang dari diri kita. Coba pikirkan kapan terakhir kali kamu duduk dalam diam dan benar-benar tidak melakukan apa-apa. Aku pikir, banyak dari kita yang kesulitan untuk mengingatnya.Neurosains modern juga mendukung hal ini. Saat otak tidak terus-menerus dibanjiri informasi baru ia masuk ke kondisi yang berkaitan dengan kreatifitas, memori dan kemampuan menghubungkan berbagai ide. Namun saat ini kita menjadi begitu tidak nyaman dengan ketenangan hingga kita keliru menganggap stimulasi sebagai produktifitas dan distraksi adalah istirahat Mungkin itu alasannya kita tahu begitu banyak tentang hidup orang lain, tetapi justru kesulitan untuk mendengar pikiran kita sendiri. Oleh karena itu sekarang aku selalu menanyakan tiga hal pada diriku sebelum mengambil keputusan besar Apa yang akan tetap aku kejar kalau tidak ada seorang pun yang melihat? Apa yang rela aku jalani, meski aku harus buruk dalam hal itu untuk waktu yang sangat lama? Karena yang terbaik, pasti membutuhkan waktu yang lama. Dan terakhir, siapa lagi yang akan ikut merasakan manfaatnya kalau aku menjadi versi terbaik dari diriku. Ini adalah pertanyaan yang mengubah segalanya. Karena ketika tujuanmu hanya tentang dirimu sendiri pada akhirnya semuanya akan terasa hampa. Ego membuat kita terpisah, tujuan mengubungkan kita"

folkative

33,755 次观看 • 3 个月前

Rasa Sakit Rasa sakit tidak selalu berupa luka di tubuh. Kadang ia hadir lebih halus, lebih menusuk, karena merenggut sesuatu yang kita cintai. Jon Bongiovi, vokalis Bon Jovi, merasakannya ketika suara emasnya perlahan melemah. Nada tinggi yang dulu ia panjat dengan gagah kini terasa berat, bahkan mustahil. Kabarnya karena tahunan menyanyi dengan teknik keliru. Namun ia tak berhenti. Ia beradaptasi, mengubah aransemen, membiarkan band-nya tumbuh bersama keterbatasannya. Kuncinya: berdamai dan beradaptasi. Whitney Houston pernah menjadi lambang keindahan suara. Namun menjelang akhir hidupnya, ia ditinggalkan penonton kecewa karena suaranya porak-poranda. Penyebabnya bukan sekadar waktu, melainkan jeratan drugs yang merusak. Dari Whitney kita belajar pahitnya kenyataan: anugerah sehebat apa pun bisa runtuh bila tak dijaga. Ini adalah luka yang lahir dari tangan sendiri. WS Rendra, sang Burung Merak, menghadapi rasa sakit lain. Ia berkata bahwa yang hilang darinya bukan tenaga atau suara, melainkan rasa keindahan. Bayangkan, seorang penyair yang tak lagi mampu merasakan indahnya kata-kata. Itu lebih pedih dari sekadar demam. Ia pulih setelah meneguk air putih yang difatehahi. Dari Rendra kita belajar: ada sakit yang hanya bisa disembuhkan oleh doa, oleh keyakinan, oleh hubungan dengan Yang Maha Indah. Rasa sakit punya wajah beragam. Ada yang lahir dari tubuh, ada dari kelalaian, ada dari jiwa yang kehilangan arah. Namun semua sakit punya benang merah: mengingatkan kita akan rapuhnya manusia, dan betapa berharganya anugerah yang masih kita miliki. Jangan remehkan apa yang ada pada diri hari ini. Do not underestimate what you already have. Semuanya bisa hilang dalam sekejap. Yang tak boleh hilang adalah rasa syukur. اللَّهُمَّ اشْفِ صُدُوْرَنَا مِنْ كُلِّ وَجَعٍ، وَأَلْهِمْ قُلُوْبَنَا صَبْرًا جَمِيْلًا، وَارْزُقْنَا شُكْرَ النِّعْمَةِ قَبْلَ أَنْ تَزُوْلَ. Ya Allah, sembuhkanlah dada kami dari segala sakit, ilhamkanlah hati kami dengan kesabaran indah, dan anugerahkanlah kami rasa syukur sebelum nikmat itu Engkau cabut. Tabik, Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

11,920 次观看 • 1 年前

🚨 Thierry Henry di CBS Sports Golazo ⚽️ setelah insiden penghinaan rasial Vinícius Júnior dalam laga Benfica-Real Madrid kemarin: “Dengarkan, saya akan mengatakan sesuatu yang cukup kuat di sini. Saya tidak suka Real Madrid, tetapi saya seorang madridista malam ini. Saya tidak peduli dengan seragam apa yang dikenakan Vinícius Júnior. Saya tidak ingin melihat itu. Saya juga mendengar beberapa orang bilang bahwa itu selalu terjadi padanya… Lalu kenapa? Jadi pertanyaannya, yang ingin kamu ubah itu subjeknya atau situasinya? Mari kembali ke inti persoalannya.” “Apa yang telah dikatakan? Dikatakan bahwa Vinícius Jr. adalah monyet. Kita lagi membicarakan apa? Apa yang harus kita lakukan? Dan di atas itu, dia tidak bisa merayakan golnya? Mengapa kita di sini? Apa yang kita bicarakan?” “Bukan, ini bukan menggeneralisasi tentang Benfica sebagai klub. Tidak ada yang membicarakannya. Kita semua punya rasa hormat terhadap Benfica. Tetapi, individu itu harus bertanggung jawab atas apa yang ia katakan.” “Dia tidak bisa keluar lalu berkata ‘Saya tidak mengatakan apa-apa’, nah kenapa kamu menutup mulutmu saat itu? Saya tidak suka berspekulasi. Saya percaya pernyataan Kylian [yang menyebut bahwa ia mendengar Prestianni memanggil Vini Jr dengan sebutan monyet]. Dia meninggalkan pesan untuk saya, ngomong-ngomong. Saya tidak sabar untuk mendengarnya. Saya biasanya tidak membicarakan apa yang saya lakukan di telepon dan sebagainya, kalian tahu itu, tapi ini penting.” “Saya akan menelponnya [Kylian Mbappé] dan saya ingin tahu apa yang dikatakan orang itu [Prestianni]. Tapi pada saat yang sama kita punya video buktinya. Cukup sudah.” “Ini permainan yang indah. Tapi kadang-kadang aturan yang kita miliki dalam permainan ini jauh dari apa yang orang lihat di dalam permainan. Apa itu? Kita di sini untuk mencetak gol atau membuat orang bahagia, tapi ketika seorang terluka, kita tidak bertindak, kita malah menyalahkan orang itu.” “Serius, apa yang kita bicarakan? Golnya menghentikan permainan ini? Itu yang kita dengar malam ini. Sebenarnya, golnya membuat saya terkejut, itu yang dia lakukan. Gol itu yang ingin saya lihat [bukan insiden rasismenya].”

Seputar Real Madrid

32,106 次观看 • 7 个月前

Ketika Allah yang Mencari “Akulah para pencari-Mu, ya Allah” — lirik lagu Ungu itu menggema di hati banyak orang. Betapa indah membayangkan diri sebagai musafir yang berjalan di padang luas kehidupan, menelusuri jejak menuju Sang Kekasih. Kita memohon, kita mengetuk, kita berlari, berharap menemukan Dia di balik kabut takdir. Namun, pernahkah kita merenung bahwa ada kisah yang lebih dahsyat dari sekadar manusia mencari Tuhan? Bahwa ada hamba-hamba tertentu yang justru Allah-lah yang mencari mereka. Para pecinta biasanya mencari yang dicinta, tapi dalam cinta Ilahi, terkadang Sang Kekasih yang lebih dahulu mendekat, mengetuk hati, dan menyingkap tabir rahasia. Ibn ‘Aṭā’illāh as-Sakandarī mengajarkan, إِذَا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلَا تُبَالِ مَعَهَا أَنْ قَلَّ عَمَلُكَ، فَإِنَّهُ مَا فَتَحَهَا لَكَ إِلَّا وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ إِلَيْكَ Jika Allah membukakan bagimu satu jalan untuk mengenal-Nya, maka janganlah resah jika amalmu terasa sedikit. Sebab, Dia tidak membukanya kecuali karena Dia ingin memperkenalkan diri-Nya kepadamu Kalimat ini mengguncang kesadaran. Betapa sering kita mengukur hubungan dengan Allah lewat hitungan amal, jumlah rakaat, panjang wirid, atau banyaknya sedekah. Padahal, di balik segala hitungan itu, ada satu rahmat agung yang tidak pernah bisa kita pesan atau rencanakan: dibukanya pintu ma‘rifat. Itu adalah undangan langsung dari-Nya. Bukan hasil tawar-menawar, bukan sekadar upah dari jerih payah. Ada hamba yang tak menonjol di mata manusia, amalnya sederhana, doanya lirih, tapi hatinya tiba-tiba tercerahkan — karena Allah ingin dikenal olehnya. Maka, jika suatu hari dada terasa lapang saat mengingat-Nya, air mata menetes tanpa sebab ketika nama-Nya disebut, atau hati tenang meski dunia berguncang, ketahuilah: itu bukan kebetulan. Itu tanda Dia sedang mendekat. Itu pesan cinta yang dibisikkan ke relung jiwa: Aku mencarimu Dan di titik itu, kita belajar bahwa perjalanan menuju Allah bukan hanya soal kaki yang melangkah, tapi hati yang dijemput. Bukan hanya soal kita mencari, tapi soal merasakan ketika Dia sendiri yang mendatangi Allah Karim 🙏🏻 Tabik, Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

11,490 次观看 • 1 年前

Panutan Kita sering mengidolakan seseorang sebagai panutan. Tetapi ketika satu tindakannya tidak sesuai harapan, kita langsung meradang, seolah keteladanan yang kita bayangkan runtuh seketika. Padahal hidup adalah soal pilihan, termasuk memilih sisi mana yang ingin kita kenang dari seseorang: pencapaiannya yang menginspirasi, atau kekurangannya yang membuatnya tampak jatuh di mata kita. Ambil contoh Diego Maradona. Kita bisa memilih mengingatnya sebagai pencipta “Gol Tangan Tuhan”, ketika ia dengan sadar melakukan kecurangan di Piala Dunia 1986. Ia merayakan kecurangan itu, wasit mengesahkannya, dan rakyat Inggris tentu punya alasan kuat untuk mengingat sisi buruk tersebut. Gol curang Maradona membuat tim Inggris tersingkir. Namun dunia lebih memilih untuk mengingat gol keduanya pada pertandingan yang sama, gol yang sering disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola. Maradona menggiring bola melewati lima atau enam pemain Inggris dengan kelincahan dan kontrol yang nyaris tak masuk akal. Pada momen itu, ia tampil sebagai seorang jenius sepak bola. Satu pertandingan, dua sisi: sebuah kesalahan dan sebuah kejayaan. Lalu, yang mana yang ingin kita kenang? Mungkin yang keliru bukan Maradona, tetapi cara kita membingkai kebesaran seorang panutan. Kita kerap lupa bahwa mereka juga manusia, memiliki potensi untuk tergelincir, sekaligus kemampuan untuk bangkit dan menciptakan kebaikan. Itu sebabnya salah satu tafsir terhadap firman Allah QS Baqarah: 222 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang terus-menerus bertaubat”—adalah bahwa Allah menyukai hamba yang pernah melakukan kesalahan, tetapi tidak berhenti kembali, yang taubatnya berulang-ulang karena ia sadar bahwa dirinya manusia yang mudah jatuh tetapi tak pernah menyerah untuk bangkit. Dengan kata lain, kebesaran itu bukan milik yang tidak pernah salah, tetapi milik mereka yang tidak berhenti memperbaiki diri.

Nadirsyah Hosen

20,163 次观看 • 10 个月前

SUDAH TAU BELUM…? Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata mash hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. Hal ini sudah dijelaskan dalam al-Qur'an : “Andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan”.. Sudah Tau Belum....? bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita. Sudah Tau Belum.....? di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita. Sudah Tau Belum.....? menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen Sudah Tau Belum.....? bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat. Sudah Tau Belum....? bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa… Sudah Tau Belum.....? bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Sudah Tau Belum.....? di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat? Nabi Muhammad saw bersabda: "sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundanya, maka ketika tiap kali ia ruku' atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut". Wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah... dan tahanlah lebih lama ruku' dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu. Sudah Tau Belum.....? diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya it semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur.. sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur. Sudah Tau Belum.....? ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut. Sudah Tau Belum.....? bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita. Ini imu agama... Silakan Share sebanyak-banyaknya untuk diketahui yang lain, semoga menjadi ladang amal jariah, fastabiqul khairat…!!🤲

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

245,697 次观看 • 2 年前

Tanda Ilahi Menunggu tanda dari Allah adalah bagian paling sunyi dari iman. Saat usaha sudah kita kerahkan, doa tak pernah absen, tetapi jawaban belum juga menampakkan diri. Di fase ini, kita tidak lagi bersandar pada kepastian apa pun, selain keyakinan sederhana: Allah tidak pernah lalai akan permohonan hambaNya. Diam bukan hampa, sering kali ia adalah ruang tempat Allah merapikan hati kita sebelum Dia menunjukkan arah. Dalam hidup, tanda itu jarang datang dengan suara keras. Ia bisa berupa pertemuan singkat yang membuka cara pandang baru, kegagalan yang memaksa kita berhenti lalu berbelok, atau rasa tenang yang turun tiba-tiba saat tubuh dan jiwa sama-sama lelah. Bahasa Allah sering samar, tapi bagi hati yang jujur, ia terasa nyata. Tanda ilahi juga tidak selalu dramatis. Kadang ia hadir setelah shalat, dalam ketenangan yang tak bisa dijelaskan. Kadang lewat jalan yang sengaja dimacetkan, agar kita tidak sampai ke tujuan yang salah. “Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat” (QS. Al-Baqarah [2]: 45). Seolah Allah berkata: menunggu tanda ilahi dengan sabar pun adalah ibadah. Menunggu tanda berarti belajar berhenti memaksa hasil. Belajar percaya bahwa Allah tahu kapan kita siap. Bukan hanya kapan kita ingin. Pada akhirnya, tanda dari Allah bukan sekadar jawaban. Ia adalah cara-Nya membesarkan jiwa, melapangkan dada, dan menjaga harapan tetap hidup, bahkan ketika segalanya terasa diam dan kelam. Terima kasih, Yura, untuk lagu yang menemani penantian tanda-tanda ilahi ini. 🙏🏻 Tabik, Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

99,802 次观看 • 8 个月前

Menolak naturalisasi ketika pemain membela Timnas di panggung yang lebih tinggi, tetapi menerimanya ketika mereka bermain untuk klub sendiri, adalah ironi yang layak kita renungkan. Renungan si Paling #TimnasDay DARAH INDONESIA MENGALIR KE SELURUH PELOSOK BUMI, TAPI SEBAGIAN RAKYATNYA MENOLAK MENJADI PENGUASA PLANET INI, DAN LEBIH MEMILIH MENJADI JAGOAN KAMPUNG Jangan-jangan, warisan paling panjang dari ratusan tahun kolonialisme bukan hanya soal ekonomi yang pernah dieksploitasi, tetapi juga mentalitas bangsa yang mudah terkotak-kotak, mudah membedakan “kita” dan “mereka”, lalu mudah diadu domba. Dari sanalah lahir mentalitas jago kampung,petantang-petenteng di lingkungan sendiri, merasa paling hebat di level RT/RW, tetapi begitu keluar dari wilayahnya, nyalinya mengecil,seperti ayam sayur. Padahal dunia sudah bergerak jauh. Sepak bola tidak mengenal batas ras, warna kulit, atau tempat lahir. Yang seharusnya kita lihat adalah siapa yang memilih berdiri bersama Indonesia, berjuang untuk Merah Putih, dan menyanyikan Indonesia Raya. Mungkin masalahnya bukan pada naturalisasinya, tetapi pada cara pandang kita yang belum cukup luas untuk melihat dunia. Sebagai bangsa, kita kadang masih hidup seperti katak dalam tempurung. Ras, warna kulit, suku, bahkan agama masih saja dijadikan alasan untuk membedakan siapa yang dianggap “lebih Indonesia”. Ideologis jago kandang, memandang dunia begitu sempit seolah manusia hebat hanya lahir dari satu tempat dan satu garis keturunan. Padahal, mungkin bukan dunianya yang kecil—jarak jelajah pikirannya saja yang belum cukup jauh. Naturalisasi justru bisa dilihat dari sisi lain: ketika orang dari berbagai belahan dunia memilih menjadi bagian dari Indonesia, memakai lambang yang sama, berjuang untuk Merah Putih, dan menyanyikan Indonesia Raya, bukankah itu juga bentuk pengakuan terhadap Indonesia? Jangan sampai nasionalisme berubah menjadi rasa memiliki yang eksklusif. Indonesia seharusnya cukup percaya diri untuk menerima siapa pun yang sungguh-sungguh memilih menjadi bagian dari bangsa ini. Bola memang bahasa universal. Dan mungkin sudah waktunya cara pandang kita terhadap manusia juga ikut menjadi lebih universal. Catatan Buruk Timnas kita hanya satu, masih dijadikan alat politik , pembinaan mengikuti musim hajatan politik, setelah itu melempem kek krupuk kesiram aer 📹: ilustrasi hanya pemanis , tidak ada hubungannya dengan tulisan

Miss tweet

65,626 次观看 • 18 天前

𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗟𝗔𝗜𝗡 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗡𝗔𝗦𝗜𝗛𝗔𝗧 𝗞𝗔𝗧 𝗚𝗘𝗡𝗭, 𝗗𝗜𝗔 𝗣𝗨𝗡 𝗡𝗔𝗞 𝗕𝗔𝗚𝗜 𝗡𝗔𝗦𝗜𝗛𝗔𝗧 𝗝𝗨𝗚𝗔𝗞 Saya kena serang dengan siswa dari Fakulti Ekonomi, Universiti Malaya minggu lepas. Bertalu-talu soalan sehingga tak sempat menepis. Kena serang dengan ceplos pun tak seteruk ni. Saya nampak adik-adik siswa ni cerdik-cerdik, baik-baik, selalu hadir ke kuliah, besar kemungkinan lebih tinggi kehadiran ke kuliah berbanding saya di uni dulu. Soalan wajib yang mesti ditanya oleh siswa-siswa bila serbu Ahli Parlimen: 𝗔𝗽𝗮 𝗻𝗮𝘀𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗮𝗺𝗶 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘂𝗺𝘂𝗿 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴? Saya bagi dua nasihat sahaja yang sempat tadi: 𝘕𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢: Apa yang kita susah payah belajar di universiti tidak semuanya akan dipraktikan bila mula bekerja. Memang nak lulus cemerlang kena mahir semua, segala teori, formula, campur kira, fakta nak kena tahu. Tapi yang lebih penting ialah kemahiran berfikir dan kemahiran menyelesaikan sesuatu masalah. Di tempat kerja, masalah yang perlu diselesaikan bukanlah seperti yang ada dalam buku teks. Kadang-kadang masalah staf sama staf bermasam muka, tak de dalam buku teks ni. Tetapi universiti dan ijazah mengajar kita kemahiran berfikir. Dari kemahiran itu kita tahu punca, apa teknik, tools dan ilmu yang kita ada untuk menyelesaikan masalah. Perkara terperinci itu selalunya ada saja rujukan - dalam buku, tanya senior, Google, ChatGPT dan macam-macam. 𝘕𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢: Lebih banyak bergaul dengan orang yang lebih berumur dari kita, walaupun mereka ni bosan di mata kita. Kita rasa mereka ketinggalan zaman, semua tak boleh, baju pun out of fashion. Tetapi bila mula-mula masuk kerja, kita akan bersaing dengan ratusan lagi graduan yang masuk kerja dengan kita, ijazah semua sama hebat macam kita. Kalau boss nak kenal pasti potensi semata-mata dari latar belakang akademik atau hasil kerja, semua nampak hampir sama. Pada umur 25 tahun, kita akan menonjol apabila kita nampak lebih matang dari umur 25 tahun. Matang tu bukan bermaksud rambut dah beruban atau dah botak macam saya. Matang maksudnya gaya percakapan, isi percakapan, lontaran idea, mutu kerja itu macam budak ni dah kerja 5 tahun, setanding dengan yang umur 30an. Jenis macam ini akan menonjol serta merta dan dilihat ada potensi besar. Macam mana nak nampak macam dah kerja 5 tahun padahal baru keluar universiti 6 bulan? Sebab itu bergaul dengan orang yang lebih tua, lebih berpengalaman akan memberi peluang kita mencedok ilmu mereka dan pengalaman mereka. Lama-lama kita pun bunyi tua dan berpengalaman macam mereka. Budak-budak universiti yang nak lepak dan sembang benda-benda macam ni, bolehlah cuba contact saya. Macam mana nak contact saya - ha3 yang tu universiti tak ajar.

Rafizi Ramli

24,362 次观看 • 8 个月前

🚨 Vincent Kompany (Kepala pelatih FC Bayern) mendukung Vini Jr. dan mengkritik komentar José Mourinho. “Ini adalah topik yang sulit. Saya menonton pertandingan itu dan benar-benar tertarik dengan apa yang terjadi. Ada dua komponen berbeda dalam cerita ini. Pertama, apa yang terjadi di lapangan... kedua, apa yang terjadi dengan para suporter. Lalu ada juga apa yang terjadi setelah pertandingan. Kita harus memisahkannya.” “Ketika melihat kejadian di lapangan dan bagaimana reaksi Vini, reaksi itu tidak bisa dibuat-buat. Terlihat jelas itu reaksi yang emosional. Saya tidak melihat ada keuntungan baginya untuk mendatangi wasit dan membawa semua beban itu di pundaknya. Pada momen itu dia merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.” “Kylian Mbappé biasanya selalu bersikap diplomatis, tetapi kali ini dia sangat jelas tentang apa yang dia lihat dan dengar.” “Lalu ada pemain Benfica yang menyembunyikan apa yang dia katakan dengan menutup mulutnya menggunakan bajunya. Di stadion juga terlihat ada orang-orang yang melakukan gestur monyet, itu ada di videonya.” “Bagi saya, yang terjadi setelah pertandingan bahkan lebih buruk. José Mourinho pada dasarnya menyerang karakter Vini Jr dengan membawa-bawa gaya selebrasi Vini untuk mendiskreditkan apa yang dia lakukan saat itu. Itu kesalahan besar dari sisi kepemimpinan.” “Selain itu, Mourinho menyebut nama Eusébio. Dia mengatakan Benfica tidak bisa rasis karena pemain terbaik mereka sepanjang masa adalah Eusébio. Tahukah Anda apa yang harus dialami para pemain kulit hitam di era 60-an? Apakah dia ikut bepergian bersama Eusébio di setiap laga tandang dan melihat apa yang dia alami? Menggunakan namanya hari ini untuk menyampaikan argumen tentang Vini Jr adalah hal yang tidak tepat.” “Sejujurnya, saya merasa tidak ingin terjebak dalam kubu mana pun dari berbagai hal yang terjadi saat ini. Saya bertemu dengan banyak orang yang pernah bekerja dengan José Mourinho, dan saya belum pernah mendengar satu pun mengatakan hal buruk tentangnya. Semua pemainnya mencintainya.” “Saya memahami pribadi seperti apa dia, saya tahu dia selalu membela klubnya. Saya yakin jauh di dalam dirinya dia orang yang baik. Saya tidak perlu menghakiminya soal itu.” “Tetapi saya juga tahu apa yang saya dengar. Saya memahami apa yang dia lakukan, tetapi dia membuat kesalahan. Semoga itu tidak terjadi lagi di masa depan, dan kita bisa melangkah maju bersama.” 👏 Bayern & Germany

Seputar Real Madrid

69,651 次观看 • 7 个月前

aku beneran gapernah merasa perlu ngatur siapa yang harus didukung atau gimana seseorang harus memandang semua ini. tapi tolong, jangan sampe pilihan 6 orang ini dianggep sebagai sesuatu yang yaudah aja gitu... mereka juga lagi jalanin keputusan yang mereka ambil sebagai seorang artis, sebagai profesional, dan sebagai orang-orang yang setiap harinya memilih bangun tidur lalu kembali memperjuangkan nama yang sama. kalo dipikir-pikir, mereka sebenernya gapernah juga minta siapapun untuk langsung nerima perubahan ini. mereka juga gapernah maksa orang biar cepet-cepet merasa baik-baik aja. mereka cuma terus kerja. terus latihan. terus perform. terus nunjukin lewat tindakan bahwa mereka masih mau perjuangin nama enhypen. dan itu bikin aku juga mau belajar melakukan hal yang sama... belajar memberi ruang bagi apa yang lagi mereka bangun hingga hari ini. aku berharap, akan semakin banyak orang yang bisa melihat 6 orang ini bukan hanya dari apa yang udah hilang, melainkan dari keberanian mereka untuk tetep menjaga apa yang masih ada. kepercayaan itu juga butuh timbal balik. kalo nanti waktu beneran bisa buktiin bahwa langkah yang mereka pilih berhasil bawa enhypen terus tumbuh, semoga itu bukan jadi kemenangan untuk ngebuktiin siapa yang bener atau salah. semoga itu hanya jadi bukti bahwa orang-orang yang memilih bertahan juga pantes dapetin dukungan, kesempatan, dan kepercayaan yang sama besarnya. hubungan antara artis dan fansnya gak pernah bener-bener berjalan satu arah. mutualisme disini adalah sebuah hubungan yang saling sokong menyokong, supaya rumah yang udah dibangun bareng-bareng selama bertahun-tahun ini bisa tetep jadi tempat untuk kita semua pulang, selama mungkin yang kita bisa.

lucky frows ݁˖⚘

15,104 次观看 • 3 个月前

KEJAHATAN YG TAK TERLIHAT Kejahatan yg paling kejam, bukan hanya merampas yg telah berada di tangan, tetapi mengambil apa yg seharusnya menjadi bagian, dari tanah yg dipijak, dari laut yg diwarisi, dari hutan yg dititipkan, dari bumi yg sejak dahulu menyimpan kekayaan untuk kehidupan. Yg dirampas bukan sekadar apa yg sudah digenggam ditangan, melainkan hak yg seharusnya diberikan. Bukan sekadar hasil bumi, melainkan masa depan anak negeri. Bukan sekadar kekayaan alam, melainkan kesempatan rakyat untuk hidup lebih layak dan bermartabat. Namun ada kebodohan yg tak lagi tertandingkan, yakni ketika tangan dikosongkan, tapi mereka tak pernah merasa kehilangan. Sebab kebodohan yg paling hakiki bukanlah tdk mengetahui bhw dirinya dirampok, melainkan mengetahui ada yg telah dirampas darinya, namun tdk merasa teraniaya, hanya karena yg dirampas itu belum sempat diterima. Bagaimana mungkin merasa kehilangan, jika sejak lahir tak pernah diberi..? Bagaimana mungkin menuntut kembali, jika hak itu tak pernah diperlihatkan..? Bagaimana mungkin marah kepada pencuri, jika kita diajarkan bhw yg diambil itu memang bukan milik kita..? Padahal kekayaan negeri bukanlah milik segelintir tangan, bukan warisan untuk mereka yg berkuasa, bukan pula hadiah bagi mereka yg paling pandai mengambil kesempatan. Ia adalah amanah yg seharusnya kembali kepada rakyat, kembali dalam bentuk pendidikan yg bermutu, kembali dalam bentuk kesehatan yg layak, kembali dalam bentuk pekerjaan yg bermartabat, kembali dalam bentuk keadilan yg tegak, dan kembali dalam bentuk kehidupan yg lebih sejahtera. Maka jangan hanya bertanya, “Apa yg telah dirampas dariku..?” Tanyakan pula: “Apa yg seharusnya menjadi milikku, tetapi tak pernah sampai ke tanganku..?” Karena terkadang, perampokan terbesar dalam sejarah bukanlah ketika seseorang mengambil apa yg telah kita miliki, melainkan ketika seseorang mengambil apa yg seharusnya menjadi milik kita, sebelum kita pernah memilikinya. Dan tragedi terbesar sebuah bangsa bukan hanya ketika kekayaannya dirampok, tetapi ketika rakyatnya menyaksikan perampokan itu, mengenal siapa yg merampoknya, namun tetap berkata: “Aku tdk kehilangan apa-apa.” Sebab pada saat itu, yg telah dimutilasi dan diamputasi bukan hanya kekayaan negeri, tetapi juga, intelektual, mental, integritas dan kesadaran rakyat atas haknya sendiri.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

22,661 次观看 • 2 个月前

DUIT ITU SOAL ENERGI DAN VIBRASI Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Dalam hidup ada dua pilihan. Cara Newton atau Tesla. Kalau yang pertama, kita harus mendrive otak kita serba logis, mulai dari kerja keras hingga mengandalkan otak, termasuk tenaga demi memperoleh sesuatu. Nah padahal ada cara Tesla. Bahwa, dalam hidup ini sebetulnya soal energi, vibrasi dan frekuensi. Dalam hal ini agaknya ada ajakan bahwa kita harus mengasah vibrasi dan energi kita, yang mengundang semesta untuk menarik diri kepada pusaran. Atau bahasa kerennya mungkin mengaktifkan terus kesadaran. Jika itu berlangsung mulus, makanya jangan heran jika kita lihat orang yang kelihatan santai aja tapi duitnya rezekinya banyak, dan mengalir terus, bahkan tanpa harus dikejar secara susah payah. Itu sebabnya kadang ada orang yang bilang: "mari kerja cerdas, bukan kerja keras." Tanpa mengurangi rasa hormat, jika ukurannya keras, kurang keras apa orang Indonesia kerja, atau kurang gigih apa kuli panggul mengais rezeki di pasar di mana orang pada umumnya masih terlelap tidur pulas, sementara mereka sudah keluar rumah. Mungkin yang dimaksud di sini, rezeki bukan dikejar terus, melainkan pelan-pelan diundang, atau berusaha secara simultan menyelaraskan vibrasi dan energi dari alam semesta. Makanya pernah lihat kan, banyak kyai atau orang alim, kerjaannya mungkin terkesan hanya doa, sholat, dan wirid-tan tapi duitnya banyak, serta tak jarang yang kaya raya. Ringkasnya, semakin terang kesadaran orang, apa yang kita mau akan datang dengan sendirinya. Pasti. Absolute.

Otskie

19,856 次观看 • 1 个月前