
Dee
@akardandaun • 6,065 subscribers
Hari-hari random anak kabupaten | nature enthusiast 🌱🌹🍁🍂| silver-tongue narrator | environmental engineer
Shorts
Videos

Buat yang jomblo, ini namanya sleepcall ya Ngasih tau diri sendiri 😭
Dee125,234 görüntüleme • 5 gün önce

Baru kali ini ngerasain kecewa bgt 😭😭 Kapan jadinya es ini Keburu diangkat saber 😂🤣🤣
Dee62,841 görüntüleme • 9 gün önce

Kronologi nya gini “Aku seorang new mom yang baru punya bayi usia satu bulan lebih. Sebelumnya, bayiku sempat dirawat di NICU karena mengalami infeksi paru-paru. Jadi, sebagai ibu, aku memang cukup sensitif dengan hal-hal yang berhubungan dengan asap dan kondisi udara di sekitar rumah. Kejadian ini terjadi sore tadi di rumah. Awalnya aku melihat tetangga yang memakai baju hitam sedang membakar sesuatu di kebunnya, yang posisinya tepat di bawah jendela kamar. Aku kemudian menegurnya dengan baik-baik, “Mas, tolong dimatikan bisa? Soalnya saya punya bayi.” Dia menjawab, “Iya,” meskipun ekspresinya menurutku kurang mengenakkan. Karena setelah itu aku masih melihat dia berdiri di dekat bakaran dan asapnya masih masuk ke arah rumah, aku keluar lagi dan kembali meminta dengan baik-baik agar apinya dimatikan. Aku bilang, “Mas, tolong dimatikan ya, soalnya bayiku habis masuk rumah sakit.” Namun responsnya justru ketus. Dia mengatakan kurang lebih, “Wong sampah plastik mariki yo mari ae, Mbak,” seolah-olah aku yang bermasalah karena mempersoalkan asap tersebut. Dia bahkan mengatakan, “Kenapa nggak kamu saja yang pindah ruangan? Ini juga lahanku.” Padahal rumahku hanya memiliki dua kamar yang berada di lantai atas. Kalau aku pindah kamar pun, asap dari pembakaran tetap berpotensi masuk ke dalam rumah. Awalnya aku masih berusaha menahan diri dan berbicara baik-baik. Tapi karena responsnya semakin membuatku emosi, akhirnya terjadi perdebatan yang cukup panjang. Saat itu suamiku kebetulan sedang keluar membeli makanan, jadi aku menghadapi situasi tersebut sendirian. Setelah aku merekam kejadian itu, sebenarnya dia sempat terlihat seperti berniat mematikan bakarannya. Namun tiba-tiba ada seorang perempuan yang datang dan ikut menyela tanpa mengetahui persoalan dari awal. Dia malah berkata, “Wes jarno, gausah dipateni. Cek di pateni arek iku ae,” yang intinya menyuruh agar bakaran tersebut tidak perlu dimatikan. Situasi akhirnya semakin panas. Karena sudah terbawa emosi, aku sampai mengeluarkan kata-kata kasar dan mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu aku ucapkan. Aku sendiri sebenarnya paham bahwa lahan tersebut memang milik dia dan dia berhak melakukan berbagai aktivitas di sana. Aku juga tidak pernah mempermasalahkan kalau dia ingin membakar sesuatu. Yang aku minta sejak awal sebenarnya sederhana: tolong matikan dulu karena asapnya masuk ke rumah dan aku punya bayi yang baru saja pulang dari rumah sakit. Yang membuatku kecewa bukan hanya soal bakarannya, tetapi cara aku diperlakukan ketika sudah menyampaikan permintaan dengan baik-baik. Kalau sejak awal dibicarakan dengan kepala dingin, mungkin masalah ini tidak perlu sampai menjadi pertengkaran. Aku jadi bertanya-tanya, apakah dalam hidup bertetangga memang harus selalu dianggap wajar kalau ada aktivitas yang mengganggu orang lain hanya karena dilakukan di lahan sendiri? Menurutku, punya hak atas tanah sendiri tetap bukan berarti kita bebas mengabaikan kenyamanan dan kondisi orang di sekitar.”
Dee72,955 görüntüleme • 12 gün önce
Daha fazla içerik yok.