Arnold Belau's banner
Arnold Belau's profile picture

Arnold Belau

@ArnoldBelau • 28,917 subscribers

Semua tentang #Papua. Tinggal di Jantung Papua dan SUrGAnyaPApua. Tiap tuit = pandangan pribadi, tidak mewakili siapapun. West Papuan. #chelseafc #Persipura.

Shorts

Prabowo ke masyarakat yang antri BBM: Jangan lupa bawa bekal. Presiden macam apa ini? Presiden Prabowo sedang pasang bom waktu, tinggal tunggu satu Indonesia meledak!! Bali, Kalimantan, dan lainnya. Papua dan Aceh sudah pasti

Prabowo ke masyarakat yang antri BBM: Jangan lupa bawa bekal. Presiden macam apa ini? Presiden Prabowo sedang pasang bom waktu, tinggal tunggu satu Indonesia meledak!! Bali, Kalimantan, dan lainnya. Papua dan Aceh sudah pasti

807,492 views

Di kabupaten Puncak Papua, pasien2 di RSUD diungsikan keluar gegara kebakaran dan api sudah mendekat RSUD. Pasien diungsikan keluar untuk hindari gedung RSUD ikut terbakar. #Papua #Puncak #kebakaran

Di kabupaten Puncak Papua, pasien2 di RSUD diungsikan keluar gegara kebakaran dan api sudah mendekat RSUD. Pasien diungsikan keluar untuk hindari gedung RSUD ikut terbakar. #Papua #Puncak #kebakaran

39,835 views

Evakuasi Enam orang warga sipil korban penembakan Militer - TNI Marinir di Kampung Samboga Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo yang terjadi pada 18 September 2026 Enam warga sipil asal Suku Kopkaka yang menjadi korban penembakan brutal oleh Militer Indonesia saat ini sudah di evakuasi oleh para pimpinan gereja dan kepala suku umum Yahukimo bersama tim kemanusiaan lokal yang tiba di kampung Samboga distrik Seredala . Setelah 5 hari berselang usai kejadian penembakan pada 18 September pihak marinir dan brimob tidak memberikan akses evaluasi ke Enam Korban warga sipil tersebut dan baru diketahui informasi dan diminta evakuasi pada 21 kemarin sehingga para korban baru bisa di evakuasi pada 22 september 2026 Sumber : Tim Kemanusiaan via KNPB News

Evakuasi Enam orang warga sipil korban penembakan Militer - TNI Marinir di Kampung Samboga Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo yang terjadi pada 18 September 2026 Enam warga sipil asal Suku Kopkaka yang menjadi korban penembakan brutal oleh Militer Indonesia saat ini sudah di evakuasi oleh para pimpinan gereja dan kepala suku umum Yahukimo bersama tim kemanusiaan lokal yang tiba di kampung Samboga distrik Seredala . Setelah 5 hari berselang usai kejadian penembakan pada 18 September pihak marinir dan brimob tidak memberikan akses evaluasi ke Enam Korban warga sipil tersebut dan baru diketahui informasi dan diminta evakuasi pada 21 kemarin sehingga para korban baru bisa di evakuasi pada 22 september 2026 Sumber : Tim Kemanusiaan via KNPB News

18,498 views

Videos

Lagi dan Lagi, Puncak Berdarah : 8 Nyawa Hilang di Tangan Aparat Peristiwa ini terjadi pada Senin, 14 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIT, di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Wilayah ini bukan lokasi kontak tembak, melainkan zona yang sebelumnya telah disepakati bersama sebagai tempat pengungsian warga sipil yang melarikan diri dari konflik di Distrik Pogoma. Delapan warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Nama-nama mereka yang berhasil diidentifikasi adalah Wundili Kogoya (36), Kikungge Walia (55), Pelen Kogoya (65), Tigiagan Walia (76), Ekimira Kogoya (47), Daremet Telenggen (55), Inikiwewo Walia (52), dan Amer Walia (77). Satu orang lagi, seorang anak berusia lima tahun bernama Para Walia, selamat namun mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan masih menjalani perawatan. Seluruh korban adalah warga sipil pengungsi, bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Operasi dilakukan oleh aparat keamanan TNI menggunakan helikopter dan pasukan darat. Sehari sebelumnya, pada 13 April 2026, operasi serupa lebih dulu dilancarkan di Distrik Pogoma, dengan penggunaan helikopter dan pengeboman yang menyasar markas TPNPB di Kampung Guamo. Warga yang selamat dari operasi itu kemudian mengungsi ke Distrik Kemburudan di sinilah operasi lanjutan diduga menyasar mereka. Konflik bersenjata yang melatarbelakangi peristiwa ini melibatkan TNI di satu sisi dan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di sisi lain. Pusat kontak tembak aktif disebut berada di Distrik Pogoma. Distrik Kemburu sendiri seharusnya steril dari operasi militer karena telah disepakati oleh kedua pihak sebagai zona aman bagi pengungsi. Sumber di lapangan menyebut bahwa operasi di Kemburu dilakukan tanpa membedakan warga sipil dari kombatan. Laporan Tribun Papua Video: masyarakat evakuasi korban yang ditembak mati di TKP #Papua #PapuaTengah #Puncak #TPNPB #TNI #Sinak
0:40

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

ArnoldBelau's profile picture

Lagi dan Lagi, Puncak Berdarah : 8 Nyawa Hilang di Tangan Aparat Peristiwa ini terjadi pada Senin, 14 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIT, di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Wilayah ini bukan lokasi kontak tembak, melainkan zona yang sebelumnya telah disepakati bersama sebagai tempat pengungsian warga sipil yang melarikan diri dari konflik di Distrik Pogoma. Delapan warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Nama-nama mereka yang berhasil diidentifikasi adalah Wundili Kogoya (36), Kikungge Walia (55), Pelen Kogoya (65), Tigiagan Walia (76), Ekimira Kogoya (47), Daremet Telenggen (55), Inikiwewo Walia (52), dan Amer Walia (77). Satu orang lagi, seorang anak berusia lima tahun bernama Para Walia, selamat namun mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan masih menjalani perawatan. Seluruh korban adalah warga sipil pengungsi, bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Operasi dilakukan oleh aparat keamanan TNI menggunakan helikopter dan pasukan darat. Sehari sebelumnya, pada 13 April 2026, operasi serupa lebih dulu dilancarkan di Distrik Pogoma, dengan penggunaan helikopter dan pengeboman yang menyasar markas TPNPB di Kampung Guamo. Warga yang selamat dari operasi itu kemudian mengungsi ke Distrik Kemburudan di sinilah operasi lanjutan diduga menyasar mereka. Konflik bersenjata yang melatarbelakangi peristiwa ini melibatkan TNI di satu sisi dan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di sisi lain. Pusat kontak tembak aktif disebut berada di Distrik Pogoma. Distrik Kemburu sendiri seharusnya steril dari operasi militer karena telah disepakati oleh kedua pihak sebagai zona aman bagi pengungsi. Sumber di lapangan menyebut bahwa operasi di Kemburu dilakukan tanpa membedakan warga sipil dari kombatan. Laporan Tribun Papua Video: masyarakat evakuasi korban yang ditembak mati di TKP #Papua #PapuaTengah #Puncak #TPNPB #TNI #Sinak

Arnold Belau

371,329 views • 6 months ago