ARRAHMAH.ID's banner
ARRAHMAH.ID's profile picture

ARRAHMAH.ID

@arrahmah73,361 subscribers

https://t.co/YLBvWpupig | Official Account | Portal Berita Dunia Islam & Geopolitik Global News • Analisis • Perspektif Umat | Backup: @arrahmahdotcom

Shorts

GAZA ( - Di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlangsung, sejumlah tentara 'Israel' terus mengunggah konten kontroversial ke media sosial yang menunjukkan aksi penembakan dan pengakuan pelanggaran berat di Jalur Gaza. Berdasarkan pantauan di platform Instagram dan TikTok, para prajurit terlihat memamerkan keterampilan menembak, baik secara terarah maupun acak, yang sering kali berujung pada jatuhnya korban warga sipil Palestina. Aktivis media sosial, Tamer, yang memantau akun-akun tentara pendudukan, mengungkapkan bahwa konten "pamer" ini menjadi rutinitas harian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa baru. Hal ini menambah daftar panjang pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober lalu. Meski militer 'Israel' secara resmi melarang prajuritnya mendokumentasikan operasi militer guna menghindari kritik hukum, video-video tersebut terus muncul dan mencerminkan adanya perasaan kebal hukum di kalangan personel militer. Kehebohan besar juga dipicu oleh sebuah video yang melibatkan konten kreator AS, Jeff Davidson. Dalam video tersebut, seorang tentara 'Israel' dengan bangga mengaku telah menghancurkan rumah-rumah dan membunuh warga Palestina, termasuk anak-anak. Pengakuan tersebut bahkan meluas hingga tindakan asusila terhadap perempuan dan anak-anak, yang memicu gelombang kecaman global. Organisasi hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch (HRW), dalam laporan tahunan 2025 menyebutkan bahwa 'Israel' melakukan kejahatan perang, pembersihan etnis, dan tindakan genosida dengan skala yang tidak pernah terjadi dalam sejarah modern kawasan tersebut. Baca berita selengkapnya di Follow us : @arrahmahdotid @arrahmah_id 🔗Telegram : | 🔗Twitter: 🔗 WhatsApp Channel: 🔗 Tiktok : 🔗 Youtube : Raih amal shalih, sebarkan!

GAZA ( - Di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlangsung, sejumlah tentara 'Israel' terus mengunggah konten kontroversial ke media sosial yang menunjukkan aksi penembakan dan pengakuan pelanggaran berat di Jalur Gaza. Berdasarkan pantauan di platform Instagram dan TikTok, para prajurit terlihat memamerkan keterampilan menembak, baik secara terarah maupun acak, yang sering kali berujung pada jatuhnya korban warga sipil Palestina. Aktivis media sosial, Tamer, yang memantau akun-akun tentara pendudukan, mengungkapkan bahwa konten "pamer" ini menjadi rutinitas harian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa baru. Hal ini menambah daftar panjang pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober lalu. Meski militer 'Israel' secara resmi melarang prajuritnya mendokumentasikan operasi militer guna menghindari kritik hukum, video-video tersebut terus muncul dan mencerminkan adanya perasaan kebal hukum di kalangan personel militer. Kehebohan besar juga dipicu oleh sebuah video yang melibatkan konten kreator AS, Jeff Davidson. Dalam video tersebut, seorang tentara 'Israel' dengan bangga mengaku telah menghancurkan rumah-rumah dan membunuh warga Palestina, termasuk anak-anak. Pengakuan tersebut bahkan meluas hingga tindakan asusila terhadap perempuan dan anak-anak, yang memicu gelombang kecaman global. Organisasi hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch (HRW), dalam laporan tahunan 2025 menyebutkan bahwa 'Israel' melakukan kejahatan perang, pembersihan etnis, dan tindakan genosida dengan skala yang tidak pernah terjadi dalam sejarah modern kawasan tersebut. Baca berita selengkapnya di Follow us : @arrahmahdotid @arrahmah_id 🔗Telegram : | 🔗Twitter: 🔗 WhatsApp Channel: 🔗 Tiktok : 🔗 Youtube : Raih amal shalih, sebarkan!

44,941 views

Videos

arrahmah's profile picture

BRUSSELS ( - Gelombang kecaman global menghantam 'Israel' setelah Knesset meloloskan undang-undang hukuman mati bagi tawanan Palestina dengan dukungan 62 suara berbanding 47 suara penolak. Mesir mengutuk keras langkah ini sebagai eskalasi yang merusak jaminan peradilan yang adil dan pelanggaran terang-terangan terhadap Konvensi Jenewa. Al-Azhar asy-Syarif bahkan menyebutnya sebagai tindakan liar dan kegagalan moral sistem internasional dalam membendung legalisasi kriminalitas. Senada dengan Mesir, Yordania menyatakan UU tersebut rasis dan tidak sah secara hukum karena otoritas pendudukan tidak memiliki hak memaksakan kerangka legislatif di wilayah yang mereka duduki. Uni Eropa melalui laporan media 'Israel' (Channel 12) mengancam akan menjatuhkan sanksi jika undang-undang ini mulai diterapkan. Sanksi tersebut mencakup pembatalan perjanjian kemitraan dagang, penangguhan kerja sama teknologi, hingga penghentian dialog politik. Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris merilis pernyataan bersama yang menyebut aturan ini diskriminatif dan merusak nilai-nilai demokrasi. Undang-undang yang baru disahkan ini memuat aturan yang sangat ketat dan mengikat bagi para tawanan Palestina. Memberlakukan hukuman mati dengan cara gantung secara wajib. Aturan ini mencabut hak pemberian pengampunan (amnesty) atau pengurangan masa hukuman di masa depan. Vonis mati harus dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal 90 hari sejak keputusan hukum dikeluarkan. Baca berita selengkapnya di Follow us : @arrahmahdotid @arrahmah_id 🔗Telegram : | 🔗Twitter: 🔗 WhatsApp Channel: 🔗 Tiktok : 🔗 Youtube : Raih amal shalih, sebarkan!

ARRAHMAH.ID

68,366 views • 5 months ago

arrahmah's profile picture

MUMBAI ( -- Ketegangan antarwarga pecah di kawasan Mira Road, Mumbai, India, setelah kelompok Hindu radikal membawa seekor babi ke kompleks perumahan Muslim sebagai bentuk protes terhadap rencana penyembelihan hewan kurban Idul Adha. Insiden itu memicu kecaman luas karena dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap umat Islam menjelang hari raya kurban. Peristiwa tersebut terjadi di Poonam Cluster Society, Mira Road, dekat Mumbai, Maharashtra, pada Selasa (25/5/2026) waktu setempat. Ketegangan bermula ketika sejumlah keluarga Muslim menyimpan kambing kurban di area kompleks perumahan menjelang Bakrid atau Iduladha. Sebagian penghuni Hindu bersama aktivis Hindu radikal menolak keberadaan hewan kurban tersebut dan menggelar aksi protes di depan kompleks. Menurut laporan Maktoob Media dan Times of India (26/5), anggota Vishva Hindu Parishad (VHP) dan Bajrang Dal bahkan mencoba membawa seekor babi masuk ke area permukiman Muslim dengan alasan akan melakukan “Varaha Puja”, ritual terkait inkarnasi babi hutan dalam tradisi Hindu. Namun langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk provokasi karena babi dianggap haram dalam Islam. Situasi sempat memanas ketika dua kelompok warga terlibat adu mulut dan dorong-dorongan. Polisi kemudian dikerahkan untuk mencegah bentrokan lebih besar di kawasan tersebut. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kerumunan massa membawa babi sambil meneriakkan slogan-slogan keagamaan di depan kompleks perumahan. Baca berita selengkapnya di Follow us : @arrahmahdotid @arrahmah_id 🔗Telegram : | 🔗Twitter: 🔗 WhatsApp Channel: 🔗 Tiktok : 🔗 Youtube : Raih amal shalih, sebarkan!

ARRAHMAH.ID

48,878 views • 3 months ago

arrahmah's profile picture

TEL AVIV ( - Seorang ayah dari prajurit aktif 'Israel' yang tengah dikerahkan dalam operasi militer di Lebanon Selatan, menggambarkan pertempuran di wilayah tersebut telah berubah menjadi medan perburuan tentara oleh pesawat tanpa awak bunuh diri milik Hizbullah. Berdasarkan laporan Otoritas Penyiaran 'Israel' (Kan) pada Rabu (3/6/2026), situasi ini memicu kecemasan akut di lanskap internal militer menyusul rilis harian mengenai jatuhnya korban jiwa dan luka di pihak 'Israel'. Dalam surat terbuka yang dilayangkan kepada Kepala Staf Angkatan Bersenjata 'Israel', Eyal Zamir, orang tua prajurit yang dirahasiakan identitasnya tersebut menegaskan bahwa para tentara kini menghadapi ancaman konstan yang membuat mereka hanya bisa bergantung pada keberuntungan untuk bertahan hidup. Ia menilai operasi di Lebanon Selatan saat ini bukan lagi sebuah pertempuran militer konvensional, melainkan menyerupai arena latihan tembak di mana anaknya bisa kehilangan nyawa secara sia-sia. Kehadiran drone peledak di udara memicu kepanikan psikologis yang hebat. Penggunaan drone oleh Hizbullah, khususnya yang terintegrasi dengan teknologi kendali kabel serat optik, kian menjadi momok bagi sistem pertahanan udara 'Israel'. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya secara terbuka mengakui bahwa teknologi baru ini merupakan ancaman utama karena karakteristiknya yang sangat sulit dideteksi oleh radar konvensional. Baca berita selengkapnya di Follow us : @arrahmahdotid @arrahmah_id 🔗Telegram : | 🔗Twitter: 🔗 WhatsApp Channel: 🔗 Tiktok : 🔗 Youtube : Raih amal shalih, sebarkan!

ARRAHMAH.ID

30,681 views • 3 months ago

arrahmah's profile picture

TEL AVIV ( - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peluncuran gelombang rudal ke-37 dalam operasi Janji Setia 4 pada Rabu dini hari (11/3/2026). IRGC menyebut serangan ini sebagai yang terdahsyat dan terberat sejak konfrontasi dimulai pada 28 Februari lalu. Rentetan serangan intensif yang berlangsung selama beberapa jam ini menargetkan situs-situs milik Armada Kelima AS dan posisi di Erbil, Irak, serta serangan langsung yang menghantam jantung kota Tel Aviv dan pangkalan udara di dekatnya. Di sisi lain, sirine bahaya meraung di wilayah luas di 'Israel', termasuk kawasan Carmel di selatan Haifa dan wilayah Sharon di utara Tel Aviv, di tengah kondisi siaga keamanan tingkat tinggi. Meski militer 'Israel' (IDF) mengklaim telah mencegat sebagian besar rudal, laporan media menyebutkan adanya jatuhan serpihan di dekat fasilitas vital seperti rumah sakit dan pangkalan militer. 'Israel' hingga kini masih memberlakukan sensor ketat terhadap rincian kerugian yang dialami. IRGC menegaskan bahwa gelombang ini membawa muatan rudal terberat dan jumlah terbanyak dibandingkan enam rentetan serangan yang menyasar 'Israel' sejak Selasa (10/3). Serangan mencakup target lintas batas yang menyasar apa yang disebut Teheran sebagai kepentingan Amerika di Irak (Erbil) dan fasilitas laut yang terkait dengan Armada Kelima AS. Tim medis 'Israel' menangani beberapa korban luka akibat desak-desakan saat warga berlarian menuju bunker perlindungan. Sementara itu, otoritas Israel terus membatasi informasi mengenai titik persis jatuhnya rudal. Baca berita selengkapnya di Follow us : @arrahmahdotid @arrahmah_id 🔗Telegram : | 🔗Twitter: 🔗 WhatsApp Channel: 🔗 Tiktok : 🔗 Youtube : Raih amal shalih, sebarkan!

ARRAHMAH.ID

41,747 views • 6 months ago