
goods stuff
@dxrkchocolx • 60,359 subscribers
post everything informative, funny, & sometimes random. check highlights! #YNWA
Shorts
Videos

Gambaran Amerika yang sebenarnya... Ketika jalan kaki di Kensington, Philadelphia — daerah yang sekarang udah kayak zona zombie apocalypse. Kamera goyang, langkahnya pelan, suasananya sepi mencekam. Di pinggir jalan, trotoar, bahkan di tengah trotoar... manusia-manusia tergeletak kayak mayat hidup. Badan kaku, mata kosong, mulut menganga, tangan bengkok aneh. Mereka bukan lagi “orang miskin”, mereka udah jadi korban “zombie drug” — campuran fentanyl sama xylazine (tranq) yang bikin daging busuk dan otak mati pelan-pelan. Yang ngevideoin, namanya Jashon nggak cuma lewat sambil rekam doang. Dia mendekat satu-satu. Dekat satu orang yang lagi ambruk, dia jongkok, sentuh badannya pelan, cek napasnya... “Still breathing?” Lalu dia kasih botol air, pelan-pelan tolong orang itu minum. Pindah ke orang berikutnya, yang badannya udah miring gila di trotoar. Lagi. Cek napas. Kasih air. Kasih suara. Kasih perhatian yang mungkin udah bertahun-tahun nggak mereka dapat dari siapa pun. Tiap langkah dia, bikin kalian merinding. Karena ini bukan satu-dua orang. Ini puluhan. Ratusan. Di siang bolong. Di negara paling kaya di dunia. Sementara Amerika kirim miliaran dolar ke Israel buat “bantu” orang lain, di sini anak-anak mereka, saudara mereka, tetangga mereka lagi mati perlahan di pinggir jalan... dan masyarakat pada pura-pura nggak liat. Ini bukan “homeless problem”. Ini kegagalan total sistem. Ini akibat narkoba yang masuk deras, pemerintah yang kewalahan, dan masyarakat yang terlalu sibuk flexing di sosmed sampe lupa ada “yang dilupakan” di belakang gedung-gedung mewah. Jashon cuma jalan, cek napas, kasih air, dan kasih mereka “suara”. Tapi di balik itu, dia lagi nunjukin ke kita semua: “Ini adalah Amerika yang sebenarnya.”
goods stuff2,346,669 Aufrufe • vor 12 Tagen
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

WARNING KDRT Oknum Polisi di Malolos lakukan KDRT, kini terancam jabatannya dicabut
goods stuff487,048 Aufrufe • vor 23 Tagen
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Infonya kasus sudah terjadi sejak tahun 2022, tapi karna kurang viral, jadinya diabaikan oleh pihak kampus. Dosen yg dinonaktifkan: 3 dosen Fak Pertanian, 1 dosen Fak TME, 2 dosen FISIP, 1 dosen FEB, dan 1 dosen lain Ratusan mahasiswa sudah menggeruduk gedung rektorat, menuntut hukuman kepada para pelaku
goods stuff157,704 Aufrufe • vor 14 Tagen
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

nancep tapi tak berdarah selagi bukan demam, lelaki selalu kuat 💪
goods stuff70,074 Aufrufe • vor 7 Tagen
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Ada customer coli diatas motor saat diantar oleh driver ojek online 😭 Malam itu, seorang pengemudi ojek online pria seperti biasa menerima order dari seorang pelanggan di kawasan Jembatan Kembar 1, Balikpapan. la mengira pesanan tersebut akan berjalan seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Di tengah perjalanan, pelanggan yang dibawanya diduga melakukan tindakan tidak senonoh. Tak hanya itu, pelaku disebut sampai mengeluarkan cairan yang mengenai jaket sang driver. Korban pun sontak syok. Rasa tidak nyaman dan jiik bercampur menjadi satu. Di saat ia hanya berusaha mencari nafkah, justru perlakuan tak pantas harus diterimanya. Kisah ini kemudian menyebar di media sosial dan memicu perhatian warga. Banyak yang mengecam tindakan tersebut karena dinilai sangat meresahkan dan tidak menghormati para pekerja transportasi online yang setiap hari bekerja melayan masyarakat. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa siapa pun berhak merasa aman dan dihormati, termasuk para pengemudi ojol yang sedang menjalankan pekerjaannya,
goods stuff99,108 Aufrufe • vor 14 Tagen

🇰🇿 Kazakhstan >> Seorang dokter gigi melakukan prosedur tindakan pada 18 gigi seorang gadis berusia 4 tahun >> Tetapi gadis kecil yang telah dibius itu tidak dapat menahan prosedur tindakan tsb >> Akibatnya meskipun telah dilakukan CPR, gadis kecil itu tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. >> Karna diduga tubuhnya tidak kuat menahan dosis bius
goods stuff286,951 Aufrufe • vor 1 Monat

Guys, ada berita dan video horor yang bikin lo bakal mikir dua kali sebelum nekat main wahana ekstrem. Satu turis perempuan bernama Liu mati sia-sia karena kelalaian petugas. Kasusnya terjadi di Taman Petualangan Air Terjun Maliuyan, Kota Huaying, Provinsi Sichuan, China—3 Mei 2026. Awalnya, cuaca cerah, suasana ramai di taman petualangan waktu weekend. Cewek ini lagi antusias mau coba wahana “waterfall swing”—ayunan gantung di atas tebing curam yang nempel di air terjun. Dia naik, dipasangin safety harness (pengaman tali), terus duduk di ayunan. Tapi pas dicek, dia langsung ngerasa ada yang aneh. Dia bilang keras-keras, dua kali: “Tidak diikat erat! Tidak aman!” (沒有栓緊!) Suaranya jelas di video, nada panik tapi masih sopan. Lo bisa denger dia ulang-ulang, matanya melotot ke arah staff. Tapi apa responsnya? Staff cuek bebek. Malah ada yang ketawa kecil, seolah-olah cewek ini cuma lagi lebay atau takut berlebihan. Mereka nggak ngecek ulang, nggak tarik tali, nggak ada double-check safety. Langsung: “Yaudah, gas aja!”Dan… begitu dilepas, baru beberapa detik, harness-nya lepas. Tali yang keliatan udah mulai aus dan tipis itu nggak kuat. Cewek ini langsung jatuh bebas, nabrak tebing batu keras, lalu ambruk ke bawah. Bukan jatuh mulus ke air—langsung hantam kebawah. Dia masih sadar sebentar, tapi lukanya parah banget. Dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya nggak tertolong. Mati di perjalanan. Yang bikin tambah dramatis: ada foto setelah kejadian yang beredar. Faktanya, itu karena benturan keras ke tebing—bukan jatuh biasa. Staff bahkan katanya terlalu cepat lepas tali, jadi dia nggak cuma jatuh, tapi “dilempar” ke dinding batu. Bukan kecelakaan biasa, ini kelalaian murni. Ini bukan “nasib sial” atau “kecelakaan kerja”. Ini pembunuhan oleh ketidakpedulian. Cewek itu udah kasih warning dua kali—jelas banget dia ngerasa tali longgar. Tapi staff lebih sibuk pengen cepet-cepet selesai shift daripada nyawa orang. Nggak ada HSE (Health Safety Environment) yang beneran, nggak ada prosedur darurat, nggak ada yang berani bilang “Stop! Cek dulu!” Padahal wahana ini high-risk, tinggi banget, tebing curam, tali harus 100% aman. Satu kesalahan kecil = mati. Pihak taman langsung ditutup buat “perbaikan”. Tapi lo tau sendiri, di balik kata-kata itu ada kelalaian sistemik: wahana ekstrem di China sering diprioritaskan untung cepet, turis banyak, tapi maintenance ala kadarnya. Ekonomi lagi lesu, tiap tempat wisata berlomba bikin atraksi gila-gilaan buat narik pengunjung—tapi keselamatan? “Ah, nanti aja.” Yang bikin makin penasaran dan marah: cewek ini bukan orang sembarangan yang nekat. Dia turis biasa yang cuma mau seru-seruan. Bayangin, dia lagi liburan, lagi happy, tapi dalam hitungan detik hidupnya tamat karena orang lain males ngecek. Keluarganya pasti hancur. Netizen China sendiri pada ribut: “Ini pembunuhan!” “Staff-nya harus dihukum berat!” “Jangan main wahana gini lagi, nyawa lo jadi taruhan.” Intinya, guys… kasus ini reminder keras buat semua kita. Jangan pernah percaya 100% sama orang lain soal keselamatan lo. Kalau lo ngerasa ada yang nggak beres—teriak keras, tolak, turun. Jangan dipaksa “ah santai aja”. Karena sekali tali lepas, nggak ada yang bisa balikin. RIP Mbak Liu. Udah kasih warning, tapi mereka tuli. Semoga ini jadi pelajaran buat semua taman petualangan di dunia—jangan sampe nyawa manusia cuma dianggap konten viral doang. Kalian berani coba wahana kayak gini lagi nggak, setelah liat ini?
goods stuff198,894 Aufrufe • vor 29 Tagen
Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Awalnya cuma niat ngasih pelajaran, malah tidak sengaja terbunuh >> Pada Oktober 2024, di Antalya, Turki, Kivanç Şensöz (31 tahun, mantan petinju dan coach) secara brutal menyerang seorang penjual bunga berusia 29 tahun, Esref Yunus Yildirici. >> Alasannya: penjual bunga tersebut mengunggah foto di media sosial tentang buket bunga yang telah ia jual kepada istri Şensöz, dengan niat untuk mempromosikan bisnisnya. >> Şensöz tiba di toko bunga, menyerangnya dengan pukulan keras dan tendangan ke kepala. >> Pemuda itu menderita patah tulang tengkorak dan pendarahan otak, menderita koma lalu tak lama meninggal dunia. >>Di pertengahan video, bisa dilihat dari tingkah laku si pelaku sepertinya tidak berniat untuk menghabisi nyawanya. >> Pelaku dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena pembunuhan.
goods stuff162,039 Aufrufe • vor 1 Monat
Sensitive content
This media may contain sensitive content.