Hasyim Muhammad's banner
Hasyim Muhammad's profile picture

Hasyim Muhammad

@hasyimmah30,158 subscribers

Islam adalah caraku bagaimana aku merespons dunia, bukan bagaimana aku ingin dunia merespons aku. #islammasadepan

Shorts

Gus Miftah terlihat ingin "menguasai" dan "mengatur" Pak Sun. Dan tampaknya dia ingin memonopoli. Potongan video 1: Bibirnya bilang, "Terima kasih", tapi gestur tubuhnya bilang, "Kamu itu di bawah kendaliku." Potongan video 2: Tawaran umrah dari pihak lain disuruh menolak dengan cara "melipat tiga-kan" tawaran umrah. Jika memilih diberangkatkan GM, maka yang berangkat 3 orang (Pak Sun, istri, dan ortu). Potongan video 3: Kelihatan banget maksanya. Betul kata orang-orang, GM tidak menyesali perbuatannya. Tapi melakukan itu karena terlanjur viral.

Gus Miftah terlihat ingin "menguasai" dan "mengatur" Pak Sun. Dan tampaknya dia ingin memonopoli. Potongan video 1: Bibirnya bilang, "Terima kasih", tapi gestur tubuhnya bilang, "Kamu itu di bawah kendaliku." Potongan video 2: Tawaran umrah dari pihak lain disuruh menolak dengan cara "melipat tiga-kan" tawaran umrah. Jika memilih diberangkatkan GM, maka yang berangkat 3 orang (Pak Sun, istri, dan ortu). Potongan video 3: Kelihatan banget maksanya. Betul kata orang-orang, GM tidak menyesali perbuatannya. Tapi melakukan itu karena terlanjur viral.

317,237 görüntüleme

Pasar Kertek Wonosobo pagi ini. Mengerikan sekali. Sampai kapan kita "membiarkan" truk rem blong mengancam nyawa kita? Tak ada pencegahan bagaimana kecelakaan seperti ini tak terjadi lagi.

Pasar Kertek Wonosobo pagi ini. Mengerikan sekali. Sampai kapan kita "membiarkan" truk rem blong mengancam nyawa kita? Tak ada pencegahan bagaimana kecelakaan seperti ini tak terjadi lagi.

39,736 görüntüleme

Berdasarkan video di bawah, mana pernyataan berikut yang benar? a. Presiden harus netral. Tapi kalau Wapres boleh mendukung secara terbuka salah satu paslon. b. Pejabat tidak boleh mendukung 02. Tapi boleh kalau mendukung 03. c. Kedua pernyataan di atas benar. d. Saya pusing. Males jawab.

Berdasarkan video di bawah, mana pernyataan berikut yang benar? a. Presiden harus netral. Tapi kalau Wapres boleh mendukung secara terbuka salah satu paslon. b. Pejabat tidak boleh mendukung 02. Tapi boleh kalau mendukung 03. c. Kedua pernyataan di atas benar. d. Saya pusing. Males jawab.

135,199 görüntüleme

Apa yang dilakukan pemerintah -memanfaatkan viralnya video ini- untuk mendatangkan wisatawan asing ke Riau? Tidak ada. Yang ada pejabatnya cuma riding the wave untuk dirinya sendiri. Kalau pemerintahannya kreatif, pasti memanfaatkan dengan baik agar seluruh dunia datang melihat Pacu Jalur. Langsung bikin logo Pacu Jalur. Naikkan brandingnya. Buat paket wisata. Siapkan infrastruktur ke lokasi. Promokan ke semua media di dunia. Lha kok malah sibuk sama anak yang viral? Dampak berikutnya dari anak itu tentu tidak terlalu banyak jika pemerintah tak memanfaatkan momentum ini untuk promosi wisata ke Riau. Bangsa kita itu kaya dengan kebudayaan yang menarik. Sayangnya kita terlalu bodoh untuk bisa memanfaatkan itu. Entar dimanfaatkan Malaysia, kita ngamuk. Tapi kita yang punya diem aja.

Apa yang dilakukan pemerintah -memanfaatkan viralnya video ini- untuk mendatangkan wisatawan asing ke Riau? Tidak ada. Yang ada pejabatnya cuma riding the wave untuk dirinya sendiri. Kalau pemerintahannya kreatif, pasti memanfaatkan dengan baik agar seluruh dunia datang melihat Pacu Jalur. Langsung bikin logo Pacu Jalur. Naikkan brandingnya. Buat paket wisata. Siapkan infrastruktur ke lokasi. Promokan ke semua media di dunia. Lha kok malah sibuk sama anak yang viral? Dampak berikutnya dari anak itu tentu tidak terlalu banyak jika pemerintah tak memanfaatkan momentum ini untuk promosi wisata ke Riau. Bangsa kita itu kaya dengan kebudayaan yang menarik. Sayangnya kita terlalu bodoh untuk bisa memanfaatkan itu. Entar dimanfaatkan Malaysia, kita ngamuk. Tapi kita yang punya diem aja.

52,499 görüntüleme

Kalau Anda sudah tidak merasakan kebahagiaan ketika negara ini mendapatkan kemenangan –bahkan Anda berharap sebaliknya–, bolehkah kami memganggap Anda tak punya patriotisme? Bayangkan jika Anda termasuk orang hari ini sedih karena Timnas Indonesia lolos semifinal...

Kalau Anda sudah tidak merasakan kebahagiaan ketika negara ini mendapatkan kemenangan –bahkan Anda berharap sebaliknya–, bolehkah kami memganggap Anda tak punya patriotisme? Bayangkan jika Anda termasuk orang hari ini sedih karena Timnas Indonesia lolos semifinal...

69,413 görüntüleme

"... seharusnya tidak akan terkalahkan jika Pilkada dilakukan secara fair, jujur, dan berkeadilan." PDIP saat kalah Pilpres dan Pilkada, menyebut Pilpres dan Pilkada dicurangi. Tapi di saat yang sama mengakui hasil Pileg yang PDIP menangkan. Menurut saya, praktik money politic (salah satu jenis pelanggaran) itu dilakukan oleh semua pihak. Intinya, semua pihak melakukan kecurangan, termasuk PDIP. Makanya Bambang Pacul lebih memilih untuk mengakui kekalahan. Tapi Megawati memilih untuk menuduh pihak lain curang. Kecuali saat dia yang menang.

"... seharusnya tidak akan terkalahkan jika Pilkada dilakukan secara fair, jujur, dan berkeadilan." PDIP saat kalah Pilpres dan Pilkada, menyebut Pilpres dan Pilkada dicurangi. Tapi di saat yang sama mengakui hasil Pileg yang PDIP menangkan. Menurut saya, praktik money politic (salah satu jenis pelanggaran) itu dilakukan oleh semua pihak. Intinya, semua pihak melakukan kecurangan, termasuk PDIP. Makanya Bambang Pacul lebih memilih untuk mengakui kekalahan. Tapi Megawati memilih untuk menuduh pihak lain curang. Kecuali saat dia yang menang.

43,037 görüntüleme

Sepanjang yang saya tahu, puisi Gus Mus ini adalah puisi lama yang beliau tulis pada saat orba. Makanya saya awalnya curiga tanggal di video ini tidak benar ketika pertama lihat video ini beredar. Namun ketika Gus Ulil memberi info bahwa memang Gus Mus membacakan ulang puisi itu di tanggal 31 Oktober 2023 kemarin, saya akhirnya yakin berarti memang beliau "membacakan ulang" puisi itu. Nggak mungkin Gus Mus membaca ulang puisi itu jika beliau tak ingin menyampaikan sesuatu tentang keadaan sekarang ini. Dan karena kehalusan hati beliau, inilah caranya menyampaikan pendapat. Cukup membacakan ulang puisinya. Nah, kalau beliau sudah "ngendikan" begini, terlalu sulit untuk bisa kita abaikan. Ini bukan pesan sembarangan.

Sepanjang yang saya tahu, puisi Gus Mus ini adalah puisi lama yang beliau tulis pada saat orba. Makanya saya awalnya curiga tanggal di video ini tidak benar ketika pertama lihat video ini beredar. Namun ketika Gus Ulil memberi info bahwa memang Gus Mus membacakan ulang puisi itu di tanggal 31 Oktober 2023 kemarin, saya akhirnya yakin berarti memang beliau "membacakan ulang" puisi itu. Nggak mungkin Gus Mus membaca ulang puisi itu jika beliau tak ingin menyampaikan sesuatu tentang keadaan sekarang ini. Dan karena kehalusan hati beliau, inilah caranya menyampaikan pendapat. Cukup membacakan ulang puisinya. Nah, kalau beliau sudah "ngendikan" begini, terlalu sulit untuk bisa kita abaikan. Ini bukan pesan sembarangan.

40,762 görüntüleme

Videos

hasyimmah's profile picture

"Bodohnya Kroco Ijazah Palsu" Nunjukin ijazah yang diminta itu nunjukin ke siapa sih maksudnya? Nunjukin ijazah di alun-alun? Atau harus dipajang di Monas? Atau harus diteliti PBB, CIA, KGB, MI6, Interpol, FBI, NYPD? Jokowi itu proletar yang bisa jadi presiden tanpa darah biru. Memangnya orang seperti itu (yang bukan siapa-siapa), untuk mengaku lulusan S1 saja harus pakai ijazah palsu? Orang pakai ijazah palsu UGM, bisa jadi karyawan Pertamina saja sudah super-superhebat. Lha ini bisa jadi Wali Kota, Gubernur, Presiden, apa ya mungkin ijazah S1 saja, palsu? Ijazah S1 lho!!!! Misalnya dia nggak lulus S1 dan mau memalsu ijazah, ngapain nggak beli saja di perguruan tinggi swasta ecek-ecek di Solo yang memang bisa dibeli. Bisa aja sambil jualan mebel tiba-tiba dapat ijazah Sarjana Hukum dari kampus ecek-ecek. Lha ngapain orang baru bangun karir politik, kok memalsu ijazah UGM?? Bodoh sekali yang bisa mengira bisa memalsu ijazah UGM dan berpikir bahwa UGM nantinya bakal mengakui ijazah palsu itu. Serius, hanya orang yang SANGAT BODOH yang percaya itu. Sekali lagi: SANGAT BODOH. Kenapa? Karena orang pintar pun yang berseberangan dengan Jokowi pun nggak akan percaya itu. Coba tanya Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Tak mungkin mereka ikut bahas ijazah ini. Hanya pembenci di level kroco yang terus menuduh ijazah palsu ini. Karena kalau memang palsu, Harian Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, akan membahas itu di halaman pertama. Karena kalau memang palsu, anggota DPR RI dari partai oposisi ya pasti akan bersuara. Akan pakai hak angket, ataupun hak-hak mereka yang lain untuk angkat skandal besar ini kalau memang betul palsu. Musuh politik Jokowi itu sangat banyak sejak 2014. Tak terhitung. Coba lihat keadaan sekarang, kenapa hanya di level Roy Suryo dan dokter perempuan nggak jelas itu saja yang muncul bersuara? Bahkan Amien Rais pun muncul cuma sebentar habis itu menghilang. Sangat mungkin dia sudah sadar ijazah palsu UGM itu nggak mungkin terjadi. Kita "mungkin" bisa menyuap 1-2 dosen untuk "membantu" kita lulus dari kampus ternama selevel UI, ITB, UGM, Unair atau ITS. Tapi kalau menyuap secara lembaga hingga orang nggak lulus jadi dianggap lulus, apalagi tanpa kuliah, ya nggak masuk akal banget. Kasus S3 Bahlil di UI saja langsung dikoreksi dan dibatalkan. Secara lembaga, nggak mungkin UI akan meluluskan orang curang. Bahkan di pernyataan terakhir, UI menyebut Bahlil memang belum (pernah) berstatus lulus S3 dari UI. Nggak mungkin kita bisa beli ijazah di perguruan tinggi Top 5. Ya cuma orang yang biasa beli ijazah di perguruan tinggi ecek-ecek yang menganggap bisa beli ijazah di UGM. Akhirnya, para kroco itu akan terus nggak dipercaya akan ijazah Jokowi. Karena dengan percaya, berarti mereka akan memgakui kebodohannya selama ini. Untuk itu, narasinya akan terus dibangun. Ujungnya: pengadilan akhirat pun dipakai narasi. Akhirnya, ijazah Jokowi palsu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan itu ya nggak mungkin dipaksa, bahkan oleh fakta ilmiah sekalipun. Yang diributkan foto Jokowi di ijazah. Bahas kaca mata. Bahas gigi. Dan bahas segala hal yang nggak penting. Lha kalau memang niat memalsukan kenapa nggak pakai fotonya sendiri? Lalu ada lagi yang nuduh Jokowi nggak lulus SMA. Anda nilai sendiri level kebodohannya orang itu. Kroco memang harus bodoh sih menurut saya.

Hasyim Muhammad

229,774 görüntüleme • 1 yıl önce

hasyimmah's profile picture

"Sekali lagi, apakah Jokowi berutang pada PDIP? Tidak!" Pendukung PDIP terus menyatakan bahwa Jokowi itu berutang ke PDIP karena Jokowi dan anak-anaknya bisa menang pilkada hingga pilpres berkat PDIP. Termasuk disebarkannya video ini. Panda Nababan pada video ini mem-framing bahwa naiknya Gibran jadi Walikota Solo itu karena "Megawati sayang Jokowi." What the hell...- Coba perhatikan ucapan Panda pada bagian ini: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega. Mau minta supaya Gibran (yang maju). Mega karena sayangnya sama Jokowi, yang sudah diproses ini dibatalkan. Untuk Gibran." Misal ucapan itu dibuat versi lain: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega dan bilang bahwa Teguh dan Sugeng masih kurang bisa memastikan kemenangan PDIP. Jokowi karena sayangnya sama PDIP, ingin memberikan kemenangan mutlak ke PDIP dengan mencalonkan Gibran." Ini soal presepsi dari sudut mana kita memandang. Pilkada itu soal elektabilitas. Semua ingin bisa memastikan kemenangan. Apakah dengan kemenangan Gibran di Solo kemarin tidak menguntungkan PDIP Solo? Ya jelas juga diuntungkan. Jangan merasa Gibran punya utang ke PDIP. Harus diingat bahwa PDIP juga sudah diuntungkan selama Gibran menjabat (baca twit saya di bawah). Pemikiran ini sama dengan ketika pendukung PDIP bilang: "Megawati bisa saja mencalonkan Puan. Tapi dia lebih mencalonkan Ganjar untuk kepentingan bangsa dan negara." Preketek itu namanya. Siapa yang bakal memilih Puan? Puan tidak dicalonkan ya karena tidak punya elektabilitas. Memilih Ganjar (dan juga Mahfud), itu untuk kepentingan PDIP karena Ganjar-Mahfud punya elektabilitas sangat bagus. PDIP secara partai sangat diuntungkan ketika capresnya menang. Begitupun ketika cawali, cabup hingga cagubnya menang. Jangan mengungkit-ungkit jasa PDIP ketika memilih kandidat. Kan PDIP juga sudah dapat banyak keuntungan ketika kandidatnya menang. Masih saja mau bilang Jokowi punya utang ke PDIP?

Hasyim Muhammad

517,559 görüntüleme • 2 yıl önce

hasyimmah's profile picture

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut👇-

Hasyim Muhammad

371,581 görüntüleme • 2 yıl önce

hasyimmah's profile picture

"Omong Kosong PDIP" Saya mengkritisi hasil MK (yang jadi jalan pintas Gibran) itu karena memang pendapat saya dari dulu. Mau jadi cawapres Prabowo/Ganjar, saya tetap akan anggap langkah Gibran itu "melewati batas". Ini beda dengan PDIP yang pura-pura kaget dengan Putusan MK. Ketika PDIP sekarang "ikut-ikutan" menyerang Gibran dengan sebutan memanipulasi hukum atau politik dinasti, itu sebenarnya lebih dikarenakan mereka nggak dipilih sama Gibran. Jelas-jelas PDIP sempat ingin Gibran menjadi cawapres Ganjar juga. Jelas-jelas PDIP sempat menunggu hasil Putusan MK agar meloloskan Gibran. Lha kok ketika Putusan MK sudah keluar dan Gibran memilih jadi cawapres Prabowo, tiba-tiba menuding ada manipulasi hukum. Andai Gibran jadi cawapres Ganjar, tuduhan manipulasi hukum dan politik dinasti pasti tidak ada. Megawati pun tak akan pidato (pakai teks) tentang manipulasi hukum. Jadi, kalau yang ngomong masalah pelanggaran etika, manipulasi hukum, atau politik dinasti adalah pihak PDIP (termasuk ketumnya), maaf bagi saya itu cuma dagelan saja. Apalagi ada yang pakai akting nangis segala. Itu bukan menangis karena hukum dimanipulasi, tapi karena dia tak menjadi bagian dari yang ikut menikmati hasil manipulasi. Makanya, saya selalu bilang bahwa alasan memilih Ganjar-Mahfud itu sangat banyak, namun sayang seribu sayang: ada PDIP di sana. Saya tetap pada pendirian saya bahwa Putusan MK itu akan jadi akhir buruk bagi pemerintahan Jokowi. Tapi kalau yang ngomong itu orang PDIP atau pendukungnya, menurut saya itu nggak perlu didengerin. Karena itu hanya omong kosong.

Hasyim Muhammad

356,580 görüntüleme • 2 yıl önce

hasyimmah's profile picture

Ini orang yang kerja sebenar-benarnya.

Hasyim Muhammad

277,447 görüntüleme • 3 yıl önce