
Hasyim Muhammad
@hasyimmah • 30,158 subscribers
Islam adalah caraku bagaimana aku merespons dunia, bukan bagaimana aku ingin dunia merespons aku. #islammasadepan
Shorts
Videos

- Menjarah rame-rame - Korupsi rame-rame - Bersama-sama melarang orang lain beribadah - Rombongan motor lawan arus lalu lintas - Main hakim sendiri, aniaya orang rame-rame, bakar rumah orang, bakar mobil/motor orang - Menutup jalan suka-suka - Tawuran adalah contoh-contoh bahwa di negara ini yang salah bisa menjadi (terlihat) benar hanya karena pelakunya banyak dan melakukan secara bersama-sama. Dan kejadian seperti ini terus terjadi. Mengambil sesuatu yang bukan haknya itu dianggap wajar. Merasa benar. Tak ada lagi rasa malu.
Hasyim Muhammad4,079,786 просмотров • 2 лет назад

Caranya Gibran menyikapi pertemuan dengan Rismon: itu JOKOWI BANGET.
Hasyim Muhammad234,655 просмотров • 2 месяцев назад

Polisi 1: Teddy Minahasa Iblis aja sampai istighfar. #MensRea
Hasyim Muhammad230,077 просмотров • 5 месяцев назад

Saya kan selalu bilang bahwa hanya KROCO yang mempermasalahkan ijazah Jokowi. Yaitu mereka yang anti-Jokowi tapi di level kroco. Orang-orang anti-Jokowi yang pinter-pinter dan di level tinggi, ya nggak mungkin mereka menyerang Jokowi soal ijazah. Bagi Anda yang nggak percaya bahwa Jokowi lulusan UGM, coba cek orang-orang hebat yang Anda percaya, apakah semua bahas ijazah Jokowi? Jelas tidak.
Hasyim Muhammad280,110 просмотров • 1 год назад

"Bodohnya Kroco Ijazah Palsu" Nunjukin ijazah yang diminta itu nunjukin ke siapa sih maksudnya? Nunjukin ijazah di alun-alun? Atau harus dipajang di Monas? Atau harus diteliti PBB, CIA, KGB, MI6, Interpol, FBI, NYPD? Jokowi itu proletar yang bisa jadi presiden tanpa darah biru. Memangnya orang seperti itu (yang bukan siapa-siapa), untuk mengaku lulusan S1 saja harus pakai ijazah palsu? Orang pakai ijazah palsu UGM, bisa jadi karyawan Pertamina saja sudah super-superhebat. Lha ini bisa jadi Wali Kota, Gubernur, Presiden, apa ya mungkin ijazah S1 saja, palsu? Ijazah S1 lho!!!! Misalnya dia nggak lulus S1 dan mau memalsu ijazah, ngapain nggak beli saja di perguruan tinggi swasta ecek-ecek di Solo yang memang bisa dibeli. Bisa aja sambil jualan mebel tiba-tiba dapat ijazah Sarjana Hukum dari kampus ecek-ecek. Lha ngapain orang baru bangun karir politik, kok memalsu ijazah UGM?? Bodoh sekali yang bisa mengira bisa memalsu ijazah UGM dan berpikir bahwa UGM nantinya bakal mengakui ijazah palsu itu. Serius, hanya orang yang SANGAT BODOH yang percaya itu. Sekali lagi: SANGAT BODOH. Kenapa? Karena orang pintar pun yang berseberangan dengan Jokowi pun nggak akan percaya itu. Coba tanya Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Tak mungkin mereka ikut bahas ijazah ini. Hanya pembenci di level kroco yang terus menuduh ijazah palsu ini. Karena kalau memang palsu, Harian Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, akan membahas itu di halaman pertama. Karena kalau memang palsu, anggota DPR RI dari partai oposisi ya pasti akan bersuara. Akan pakai hak angket, ataupun hak-hak mereka yang lain untuk angkat skandal besar ini kalau memang betul palsu. Musuh politik Jokowi itu sangat banyak sejak 2014. Tak terhitung. Coba lihat keadaan sekarang, kenapa hanya di level Roy Suryo dan dokter perempuan nggak jelas itu saja yang muncul bersuara? Bahkan Amien Rais pun muncul cuma sebentar habis itu menghilang. Sangat mungkin dia sudah sadar ijazah palsu UGM itu nggak mungkin terjadi. Kita "mungkin" bisa menyuap 1-2 dosen untuk "membantu" kita lulus dari kampus ternama selevel UI, ITB, UGM, Unair atau ITS. Tapi kalau menyuap secara lembaga hingga orang nggak lulus jadi dianggap lulus, apalagi tanpa kuliah, ya nggak masuk akal banget. Kasus S3 Bahlil di UI saja langsung dikoreksi dan dibatalkan. Secara lembaga, nggak mungkin UI akan meluluskan orang curang. Bahkan di pernyataan terakhir, UI menyebut Bahlil memang belum (pernah) berstatus lulus S3 dari UI. Nggak mungkin kita bisa beli ijazah di perguruan tinggi Top 5. Ya cuma orang yang biasa beli ijazah di perguruan tinggi ecek-ecek yang menganggap bisa beli ijazah di UGM. Akhirnya, para kroco itu akan terus nggak dipercaya akan ijazah Jokowi. Karena dengan percaya, berarti mereka akan memgakui kebodohannya selama ini. Untuk itu, narasinya akan terus dibangun. Ujungnya: pengadilan akhirat pun dipakai narasi. Akhirnya, ijazah Jokowi palsu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan itu ya nggak mungkin dipaksa, bahkan oleh fakta ilmiah sekalipun. Yang diributkan foto Jokowi di ijazah. Bahas kaca mata. Bahas gigi. Dan bahas segala hal yang nggak penting. Lha kalau memang niat memalsukan kenapa nggak pakai fotonya sendiri? Lalu ada lagi yang nuduh Jokowi nggak lulus SMA. Anda nilai sendiri level kebodohannya orang itu. Kroco memang harus bodoh sih menurut saya.
Hasyim Muhammad229,774 просмотров • 1 год назад

"Sekali lagi, apakah Jokowi berutang pada PDIP? Tidak!" Pendukung PDIP terus menyatakan bahwa Jokowi itu berutang ke PDIP karena Jokowi dan anak-anaknya bisa menang pilkada hingga pilpres berkat PDIP. Termasuk disebarkannya video ini. Panda Nababan pada video ini mem-framing bahwa naiknya Gibran jadi Walikota Solo itu karena "Megawati sayang Jokowi." What the hell...- Coba perhatikan ucapan Panda pada bagian ini: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega. Mau minta supaya Gibran (yang maju). Mega karena sayangnya sama Jokowi, yang sudah diproses ini dibatalkan. Untuk Gibran." Misal ucapan itu dibuat versi lain: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega dan bilang bahwa Teguh dan Sugeng masih kurang bisa memastikan kemenangan PDIP. Jokowi karena sayangnya sama PDIP, ingin memberikan kemenangan mutlak ke PDIP dengan mencalonkan Gibran." Ini soal presepsi dari sudut mana kita memandang. Pilkada itu soal elektabilitas. Semua ingin bisa memastikan kemenangan. Apakah dengan kemenangan Gibran di Solo kemarin tidak menguntungkan PDIP Solo? Ya jelas juga diuntungkan. Jangan merasa Gibran punya utang ke PDIP. Harus diingat bahwa PDIP juga sudah diuntungkan selama Gibran menjabat (baca twit saya di bawah). Pemikiran ini sama dengan ketika pendukung PDIP bilang: "Megawati bisa saja mencalonkan Puan. Tapi dia lebih mencalonkan Ganjar untuk kepentingan bangsa dan negara." Preketek itu namanya. Siapa yang bakal memilih Puan? Puan tidak dicalonkan ya karena tidak punya elektabilitas. Memilih Ganjar (dan juga Mahfud), itu untuk kepentingan PDIP karena Ganjar-Mahfud punya elektabilitas sangat bagus. PDIP secara partai sangat diuntungkan ketika capresnya menang. Begitupun ketika cawali, cabup hingga cagubnya menang. Jangan mengungkit-ungkit jasa PDIP ketika memilih kandidat. Kan PDIP juga sudah dapat banyak keuntungan ketika kandidatnya menang. Masih saja mau bilang Jokowi punya utang ke PDIP?
Hasyim Muhammad517,559 просмотров • 2 лет назад

Podcast Hasan Nasbi ini dirilis tanggal 26 Oktober 2023. Isinya cukup logis menjelaskan kenapa akhirnya Gibran harus maju. Namun di video itu Hasan Nasbi tidak cukup kasar menyerang PDIP. Kalau saya sih selama ini langsung bilang bahwa tak mau gabungnya Prabowo-Ganjar itu karena PDIP (baca: Megawati) terlalu arogan. Fyi, materi podcast itu juga sejalan dengan apa yang saya twit selama ini. Ada hal yang tidak disebutkan di podcast tersebut adalah ketika Jokowi melobi ketum-ketum parpol untuk masuk ke koalisi Prabowo agar Prabowo lebih pantas jadi capresnya Ganjar. Jumlah koalisi partai pendukung Prabowo jelas lebih besar daripada PDIP dan koalisi partai-partai kecilnya. Namun tetap saja Megawati nggak mau Ganjar jadi cawapres Prabowo. Betul, kali ini jalan mudah sudah tertutup. Dan Jokowi ambil jalan yang sulit. Jokowi ambil risiko diserang dengan isu dinasti. Podcast Hasan Nasbi lengkap:
Hasyim Muhammad430,563 просмотров • 2 лет назад

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut👇-
Hasyim Muhammad371,581 просмотров • 2 лет назад

Lagu ini enak banget. Saya malah baru dengar. Coba kita lihat videonya juga. Betapa kuatnya Jokowi saat itu. Figur orang biasa yang bisa menjadi sekuat itu. Perlahan tapi pasti, semua yang merasa bisa mengendalikan Jokowi -karena menganggap dia bukan siapa-siapa, tersingkir dari circle-nya. Lalu berbalik mencaci maki Jokowi. 10 tahun berkuasa menjadikan dia benar-benar kuat, sebenar-benarnya kuat. Jokowi sendiri, bukan di bawah bayang-bayang siapapun.
Hasyim Muhammad75,275 просмотров • 4 месяцев назад

"Omong Kosong PDIP" Saya mengkritisi hasil MK (yang jadi jalan pintas Gibran) itu karena memang pendapat saya dari dulu. Mau jadi cawapres Prabowo/Ganjar, saya tetap akan anggap langkah Gibran itu "melewati batas". Ini beda dengan PDIP yang pura-pura kaget dengan Putusan MK. Ketika PDIP sekarang "ikut-ikutan" menyerang Gibran dengan sebutan memanipulasi hukum atau politik dinasti, itu sebenarnya lebih dikarenakan mereka nggak dipilih sama Gibran. Jelas-jelas PDIP sempat ingin Gibran menjadi cawapres Ganjar juga. Jelas-jelas PDIP sempat menunggu hasil Putusan MK agar meloloskan Gibran. Lha kok ketika Putusan MK sudah keluar dan Gibran memilih jadi cawapres Prabowo, tiba-tiba menuding ada manipulasi hukum. Andai Gibran jadi cawapres Ganjar, tuduhan manipulasi hukum dan politik dinasti pasti tidak ada. Megawati pun tak akan pidato (pakai teks) tentang manipulasi hukum. Jadi, kalau yang ngomong masalah pelanggaran etika, manipulasi hukum, atau politik dinasti adalah pihak PDIP (termasuk ketumnya), maaf bagi saya itu cuma dagelan saja. Apalagi ada yang pakai akting nangis segala. Itu bukan menangis karena hukum dimanipulasi, tapi karena dia tak menjadi bagian dari yang ikut menikmati hasil manipulasi. Makanya, saya selalu bilang bahwa alasan memilih Ganjar-Mahfud itu sangat banyak, namun sayang seribu sayang: ada PDIP di sana. Saya tetap pada pendirian saya bahwa Putusan MK itu akan jadi akhir buruk bagi pemerintahan Jokowi. Tapi kalau yang ngomong itu orang PDIP atau pendukungnya, menurut saya itu nggak perlu didengerin. Karena itu hanya omong kosong.
Hasyim Muhammad356,580 просмотров • 2 лет назад

Saya dari awal nggak setuju dengan MBG. Dan logika seperti di video ini menurut saya tidak benar. Tanpa MBG, uang yang disebutkan ini sudah berputar di masyarakat. Selama ini semua pelajar juga sudah makan siang. MBG hanya mengalihkan omset dari pedagang kecil ke pengusaha MBG yang itu adalah orang-orang di lingkungan kekuasaan. Dulu ibunya masak sendiri. Dulu mereka jajan di kantin, dulu mereka jajan di pedagang makanan bersepeda depan gerbang sekolah. Semua uang itu sudah berputar di situ selama ini. MBG justru menyedot uang yang sudah di masyarakat dan diarahkan ke orang tertentu yaitu pengusaha MBG saja. Ini beda dengan program seperti Dana Desa, atau program pemerintah seperti bangun jalan di daerah. Uang itu "menambah", bukan menggantikan yang sudah ada. Sekarang Dana Desa dipotong. Dana untuk Pemerintah Daerah dikurangi. Untuk apa? Untuk MBG. Di satu sisi, MBG mengurangi uang berputar di pedagang kecil, di sisi lain MBG mengurangi dana yang diterima desa.
Hasyim Muhammad71,602 просмотров • 5 месяцев назад

Berkali-kali saya bilang bahwa orang yang menyerang Jokowi dengan tuduhan ijazah palsu adalah KROCO. Kini, satu persatu kroco tersadarkan. Lawan Jokowi itu banyak. Tapi yang serang pakai isu ijazah, cuma di level kroco. Lawan Jokowi yang level atas, nggak mungkin ikutan. Megawati, SBY, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, atau bahkan Prabowo saat masih bersebarangan, apa pernah menyerang Jokowi dengan isu ini? Lawan Jokowi di level atas sebenarnya tahu bahwa itu isu omong kosong. Tapi mereka diuntungkan ketika masyarakat dibuat bingung tentang keaslian ijazah Jokowi. Makanya mereka diam dan menimmati serangan ke Jokowi. Tuduhan ijazah palsu Jokowi itu adalah isu ecek-ecek seperti isu yang bilang bahwa Jokowi keturunan Tionghoa, Jokowi keturunan PKI, Jokowi aslinya Kristen, dan masih BUWANYAK LAGI isu-isu yang memang dibuat untuk mematikan elektabilitas Jokowi. Dalam Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo itu akan melakukan SEGALA HAL untuk bisa mengalahkan Jokowi. Andai ijazahnya palsu, sudah pasti Jokowi tersisih dari dulu-dulu. Orang waras, ketika menyadari tuduhannya mengarah pada kekalahan, ya pasti nggak mau melanjutkan sidang. Dia pasti memilih mundur. Dan tampaknya, Rismon saat ini sudah waras. Bagi Anda yang masih percaya ijazah Jokowi palsu, berarti Anda korban para kroco itu. Begitu pendapat saya.
Hasyim Muhammad28,648 просмотров • 2 месяцев назад

"Ada yang Salah Dengan Salat Kita" Video ini banyak beredar di timeline. Kejadiannya Selasa (2/1) TAHUN 2024! di Balikpapan. Kabarnya sang imam meninggal dunia. Menyelamatkan nyawa punya skala prioritas lebih tinggi daripada menyelesaikan salat. Setidaknya bagi beberapa jamaah seharusnya menghentikan salatnya dan menolong korban. Mengangkat jamaah ke mobil dan bawa ke RS terdekat. Bahkan karena hujan pun, salat itu jadi boleh di-jama'. Apalagi sekadar menggugurkan salat untuk memberi peluang orang lain hingga bisa terselamatkan jiwanya. Bayangkan jika sang imam itu adalah saudara atau orang tua kita. Bayangkan jika ternyata nyawa beliau punya kesempatan terselamatkan jika kita bisa lebih cepat menolongnya. Salat kita untuk apa jika membuat kita kehilangan kasih sayang kita ke manusia lain? Jelas ada yang salah dengan motivasi yang membuat kita melakukan salat. Motivasi kita salat itu untuk apa? Kita menjalani agama ini untuk apa?
Hasyim Muhammad100,418 просмотров • 2 лет назад