konde.co's banner
konde.co's profile picture

konde.co

@konde_co • 36,888 subscribers

Bergerak menyuarakan isu perempuan dan kelompok marginal dengan perspektif interseksional. ✊🏼 https://t.co/Spa4wgYKq3

Shorts

“Saya adalah seorang rakyat dan perempuan yang melihat (dan merasakan) ketidakadilan.” “Bukankah kritik saya seharusnya menjadi refleksi yang digunakan untuk perbaikan sistem bukan malah untuk memenjarakan (kriminalisasi)?” Begitulah tanya Laras yang terucap saat momentum akhir ahli menyampaikan keterangannya, di ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (8/12). Laras bersama para kuasa hukumnya sejak pukul 10.00 WIB hingga lebih dari pukul 15.00 WIB, hadir di PN Jaksel bersama para saksi dan ahli. Saksi berasal dari koordinator aksi pada 29 Agustus 2025 dan ahli kebebasan berekspresi dari Rocky Gerung. #BebaskanKawanKami 📸📹Jurnalis Nurul Nur Azizah, melaporkan dari lokasi.

“Saya adalah seorang rakyat dan perempuan yang melihat (dan merasakan) ketidakadilan.” “Bukankah kritik saya seharusnya menjadi refleksi yang digunakan untuk perbaikan sistem bukan malah untuk memenjarakan (kriminalisasi)?” Begitulah tanya Laras yang terucap saat momentum akhir ahli menyampaikan keterangannya, di ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (8/12). Laras bersama para kuasa hukumnya sejak pukul 10.00 WIB hingga lebih dari pukul 15.00 WIB, hadir di PN Jaksel bersama para saksi dan ahli. Saksi berasal dari koordinator aksi pada 29 Agustus 2025 dan ahli kebebasan berekspresi dari Rocky Gerung. #BebaskanKawanKami 📸📹Jurnalis Nurul Nur Azizah, melaporkan dari lokasi.

1,248,159 views

Tangisan para ibu dan nyawa 12 orang yang meninggal dalam aksi Agustus 2025 lalu seolah tak pernah menjadi prioritas negara. Di tengah gelombang penangkapan yang menyusul peristiwa tersebut, negara terus menorehkan luka. Sementara itu, Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI. Hari ini, Kamis (19/02/2026), majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan pidana terhadap sembilan orang korban kriminalisasi dalam perkara kericuhan di rumah Ahmad Sahroni. Enam terdakwa dijatuhi pidana penjara masing-masing 10 bulan karena dinyatakan terbukti melakukan penyerangan secara bersama-sama. Sementara itu, tiga terdakwa lainnya dijatuhi pidana penjara masing-masing 1 tahun 6 bulan dalam perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Peristiwa di kediaman Ahmad Sahroni tersebut tidak dapat dipersempit semata-mata sebagai tindakan individual yang berdiri sendiri. Tindakan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan dan amarah publik terhadap arah kebijakan negara yang dinilai menjauh dari kepentingan rakyat. Karena itu, keadilan semestinya ditegakkan dengan mempertimbangkan konteks sosial yang melatarbelakangi peristiwa ini, serta berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia. 📸 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co #KamiBerhakProtes #SemakinDitekanSemakinMelawan #LawanKriminalisasi

Tangisan para ibu dan nyawa 12 orang yang meninggal dalam aksi Agustus 2025 lalu seolah tak pernah menjadi prioritas negara. Di tengah gelombang penangkapan yang menyusul peristiwa tersebut, negara terus menorehkan luka. Sementara itu, Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI. Hari ini, Kamis (19/02/2026), majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan pidana terhadap sembilan orang korban kriminalisasi dalam perkara kericuhan di rumah Ahmad Sahroni. Enam terdakwa dijatuhi pidana penjara masing-masing 10 bulan karena dinyatakan terbukti melakukan penyerangan secara bersama-sama. Sementara itu, tiga terdakwa lainnya dijatuhi pidana penjara masing-masing 1 tahun 6 bulan dalam perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Peristiwa di kediaman Ahmad Sahroni tersebut tidak dapat dipersempit semata-mata sebagai tindakan individual yang berdiri sendiri. Tindakan tersebut merupakan akumulasi kekecewaan dan amarah publik terhadap arah kebijakan negara yang dinilai menjauh dari kepentingan rakyat. Karena itu, keadilan semestinya ditegakkan dengan mempertimbangkan konteks sosial yang melatarbelakangi peristiwa ini, serta berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia. 📸 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co #KamiBerhakProtes #SemakinDitekanSemakinMelawan #LawanKriminalisasi

872,609 views

📢Setelah 22 Tahun, RUU Perlindungan PRT Resmi Disahkan Menjadi Undang-Undang di Hari Kartini!✊🏼 Dua dekade lebih rakyat berjuang, mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU PPRT. Setelah 22 tahun berlalu, Pemerintah secara resmi mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang di Hari Kartini, 21 April 2026, pukul 11.28, hari ini. Ketua DPR RI, Puan Maharani hari ini bersama pemerintah mengesahkannya dalam Rapat Paripurna Tingkat 1 DPR RI. “RUU PPRT mulai hari ini sah menjadi UU.” Sejak 20 April 2026 kemarin, Panja DPR RI menggelar pleno rapat kerja pengambilan keputusan Tingkat 1 rencana pengesahan RUU PPRT secara maraton. Ketua Panja RUU PPRT yang dipimpin Bob Hasan, selanjutnya membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diajukan pemerintah kepada DPR, yaitu sebanyak 409 pasal DIM pada DPR RI. Sejumlah materi yang terdapat dalam UU PPRT yang disahkan hari ini ini memuat 12 bab dan 37 pasal, yang di dalamnya juga mengatur hak dan jaminan kepastian hukum negara mengakui PRT sebagai pekerja. Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan, bahwa UU PPRT ini selain memperjuangkan pengakuan, juga menjadi langkah penting perlindungan bagi para PRT untuk menuju situasi kemanusiaan yang beradab. Momen ini menjadi sejarah baru bagi para pekerja rumah tangga. Namun, perjuangan belum usai. Setelah UU ini disahkan, tahap selanjutnya adalah membuat peraturan di bawah UU. DPR RI memberikan waktu selama setahun dalam menyusun peraturan di bawah UU. Terus kawal! Sebab, implementasi UU PPRT harus berpihak pada para PRT dan benar-benar menjamin hak-hak dengan berlandaskan keadilan. 📷 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co #KawalSampaiLegal #RUUPPRT #UUPPRT

📢Setelah 22 Tahun, RUU Perlindungan PRT Resmi Disahkan Menjadi Undang-Undang di Hari Kartini!✊🏼 Dua dekade lebih rakyat berjuang, mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU PPRT. Setelah 22 tahun berlalu, Pemerintah secara resmi mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang di Hari Kartini, 21 April 2026, pukul 11.28, hari ini. Ketua DPR RI, Puan Maharani hari ini bersama pemerintah mengesahkannya dalam Rapat Paripurna Tingkat 1 DPR RI. “RUU PPRT mulai hari ini sah menjadi UU.” Sejak 20 April 2026 kemarin, Panja DPR RI menggelar pleno rapat kerja pengambilan keputusan Tingkat 1 rencana pengesahan RUU PPRT secara maraton. Ketua Panja RUU PPRT yang dipimpin Bob Hasan, selanjutnya membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diajukan pemerintah kepada DPR, yaitu sebanyak 409 pasal DIM pada DPR RI. Sejumlah materi yang terdapat dalam UU PPRT yang disahkan hari ini ini memuat 12 bab dan 37 pasal, yang di dalamnya juga mengatur hak dan jaminan kepastian hukum negara mengakui PRT sebagai pekerja. Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan, bahwa UU PPRT ini selain memperjuangkan pengakuan, juga menjadi langkah penting perlindungan bagi para PRT untuk menuju situasi kemanusiaan yang beradab. Momen ini menjadi sejarah baru bagi para pekerja rumah tangga. Namun, perjuangan belum usai. Setelah UU ini disahkan, tahap selanjutnya adalah membuat peraturan di bawah UU. DPR RI memberikan waktu selama setahun dalam menyusun peraturan di bawah UU. Terus kawal! Sebab, implementasi UU PPRT harus berpihak pada para PRT dan benar-benar menjamin hak-hak dengan berlandaskan keadilan. 📷 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co #KawalSampaiLegal #RUUPPRT #UUPPRT

124,821 views

[Bebas dari Penjara, Lalu Ditangkap Lagi] Ainunkomarullah Black Bloc Zone sudah bebas dari rumah tahanan Kota Bandung pada 09/3/2026 lalu atas tuduhan penghasutan. Namun, ia justru ditangkap lagi oleh Polrestabes Surabaya atas tuduhan yang sama dengan berkas berbeda untuk peristiwa aksi Agustus–September wilayah Surabaya. Padahal selama persidangan di Bandung, Ainunkomaruallah sudah mengungkapkan fakta bahwa unggahannya tidak termasuk unsur pidana. Penahanan kembali Ainunkomarullah mencerminkan kriminalisasi dan represi berlapis yang dialami para tahanan politik. Protes dan bersuara adalah hak! Stop kriminalisasi orang muda yang kritis! #BebaskanKawanKami #BebaskanSeluruhTapol #SemakinDitekanSemakinMelawan 📸AksiKamisanBandung

[Bebas dari Penjara, Lalu Ditangkap Lagi] Ainunkomarullah Black Bloc Zone sudah bebas dari rumah tahanan Kota Bandung pada 09/3/2026 lalu atas tuduhan penghasutan. Namun, ia justru ditangkap lagi oleh Polrestabes Surabaya atas tuduhan yang sama dengan berkas berbeda untuk peristiwa aksi Agustus–September wilayah Surabaya. Padahal selama persidangan di Bandung, Ainunkomaruallah sudah mengungkapkan fakta bahwa unggahannya tidak termasuk unsur pidana. Penahanan kembali Ainunkomarullah mencerminkan kriminalisasi dan represi berlapis yang dialami para tahanan politik. Protes dan bersuara adalah hak! Stop kriminalisasi orang muda yang kritis! #BebaskanKawanKami #BebaskanSeluruhTapol #SemakinDitekanSemakinMelawan 📸AksiKamisanBandung

116,983 views

Kamis (27/3/2025), masyarakat sipil di Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia kembali menggelar aksi demonstrasi #CabutUUTNI #TolakRUUPolri. Aksi di Jakarta berlangsung di depan Gedung DPR-RI. Sejak sebelum aksi dimulai, polisi telah merepresi tim medis dengan menggeledah tas dan membubarkan paksa posko medis dari paramedis jalanan. Mereka juga menembakkan water cannon ke massa yang sedang menggelar aksi pembacaan puisi dan tuntutan sekitar pukul 17:00 WIB. Selain itu, menurut peserta aksi, ada temuan intel yang membawa senjata api berupa pistol. Situasi menjadi semakin tidak kondusif ketika pukul 18:30 WIB polisi tiba-tiba memukul mundur massa aksi. Tas tim medis kembali digeledah dan beberapa peserta aksi ditangkap. Hingga berita ini diturunkan, polisi juga mengepung posko medis, merusak tas tim medis berisi peralatan dan obat-obatan, serta memukuli sejumlah demonstran. 📸: Perempuan Mahardhika / Bareng Warga / Neo Historia

Kamis (27/3/2025), masyarakat sipil di Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia kembali menggelar aksi demonstrasi #CabutUUTNI #TolakRUUPolri. Aksi di Jakarta berlangsung di depan Gedung DPR-RI. Sejak sebelum aksi dimulai, polisi telah merepresi tim medis dengan menggeledah tas dan membubarkan paksa posko medis dari paramedis jalanan. Mereka juga menembakkan water cannon ke massa yang sedang menggelar aksi pembacaan puisi dan tuntutan sekitar pukul 17:00 WIB. Selain itu, menurut peserta aksi, ada temuan intel yang membawa senjata api berupa pistol. Situasi menjadi semakin tidak kondusif ketika pukul 18:30 WIB polisi tiba-tiba memukul mundur massa aksi. Tas tim medis kembali digeledah dan beberapa peserta aksi ditangkap. Hingga berita ini diturunkan, polisi juga mengepung posko medis, merusak tas tim medis berisi peralatan dan obat-obatan, serta memukuli sejumlah demonstran. 📸: Perempuan Mahardhika / Bareng Warga / Neo Historia

95,683 views

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) baru saja membubarkan diri usai menggelar aksi hari ini, Kamis (27/8) di depan gerbang utama DPR RI. Menurut kabar, massa aksi bubar setelah perwakilan mengikuti audiensi di Gedung DPR RI. Beberapa tuntutan AMPB antara lain sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukum Mati Koruptor. 📸Salsabila Putri/Konde.co, melaporkan langsung dari lapangan.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) baru saja membubarkan diri usai menggelar aksi hari ini, Kamis (27/8) di depan gerbang utama DPR RI. Menurut kabar, massa aksi bubar setelah perwakilan mengikuti audiensi di Gedung DPR RI. Beberapa tuntutan AMPB antara lain sahkan RUU Perampasan Aset dan Hukum Mati Koruptor. 📸Salsabila Putri/Konde.co, melaporkan langsung dari lapangan.

13,319 views

HIDUP BURUH, HIDUP PEREMPUAN PEKERJA INDONESIA! Peringatan May Day bukan Merayakan, Melainkan Menggugat Negara! Selamat merayakan Hari Buruh Sedunia!🔥✊🏼🩷 #MeiMenggugat2026: Perempuan Pekerja Menggugat Negara! Aliansi Perempuan Indonesia, melangsungkan aksi dalam rangka merayakan May Day 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026. Para perempuan menggunakan dresscode warna pink dan merah sambil beryel-yel membawa poster menuntut negara. Aksi dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute dari Dukuh Atas. Aksi diisi dengan orasi, aksi simbolik, dan berbagai bentuk pentas seni. Kesejahteraan buruh yang belum juga terwujud, ketidakadilan, diskriminasi yang semakin terasa, upah dan hak-hak buruh yang belum merata menjadi refleksi atas kondisi buruh hari ini. 📸Khoirunnisa NF & Luthfi MA/Konde.co #MayDay2026 #MeiMenggugat2026 #HariBuruh

HIDUP BURUH, HIDUP PEREMPUAN PEKERJA INDONESIA! Peringatan May Day bukan Merayakan, Melainkan Menggugat Negara! Selamat merayakan Hari Buruh Sedunia!🔥✊🏼🩷 #MeiMenggugat2026: Perempuan Pekerja Menggugat Negara! Aliansi Perempuan Indonesia, melangsungkan aksi dalam rangka merayakan May Day 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026. Para perempuan menggunakan dresscode warna pink dan merah sambil beryel-yel membawa poster menuntut negara. Aksi dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute dari Dukuh Atas. Aksi diisi dengan orasi, aksi simbolik, dan berbagai bentuk pentas seni. Kesejahteraan buruh yang belum juga terwujud, ketidakadilan, diskriminasi yang semakin terasa, upah dan hak-hak buruh yang belum merata menjadi refleksi atas kondisi buruh hari ini. 📸Khoirunnisa NF & Luthfi MA/Konde.co #MayDay2026 #MeiMenggugat2026 #HariBuruh

29,359 views

Tenaga pendidik kita, dosen-dosen kita, hari ini, Senin (3/2), bersatu turun langsung ke jalan. Cuaca mendung dan udara yang cukup panas tidak menyurutkan semangat para dosen untuk menyuarakan hak-hak mereka yang belum kunjung dipenuhi oleh pemerintah. Pagi ini, semua mata tertuju pada poster-poster yang dibawa oleh teman-teman dosen dari Aliansi Dosen ASN Kemendikti Saintek (Adaksi). Sejak pukul 09.00 pagi, sambil berjalan kaki dari depan Istana Kepresidenan menuju Patung Kuda, lalu ke depan Monas, mereka menyuarakan tuntutan dengan lantang, “Cair, cair, cair!” untuk tunjangan kinerja (tukin) mereka yang belum dibayarkan sejak 2020.

Tenaga pendidik kita, dosen-dosen kita, hari ini, Senin (3/2), bersatu turun langsung ke jalan. Cuaca mendung dan udara yang cukup panas tidak menyurutkan semangat para dosen untuk menyuarakan hak-hak mereka yang belum kunjung dipenuhi oleh pemerintah. Pagi ini, semua mata tertuju pada poster-poster yang dibawa oleh teman-teman dosen dari Aliansi Dosen ASN Kemendikti Saintek (Adaksi). Sejak pukul 09.00 pagi, sambil berjalan kaki dari depan Istana Kepresidenan menuju Patung Kuda, lalu ke depan Monas, mereka menyuarakan tuntutan dengan lantang, “Cair, cair, cair!” untuk tunjangan kinerja (tukin) mereka yang belum dibayarkan sejak 2020.

66,833 views

Sejumlah mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, Universitas Veteran Jakarta, dan beberapa sipil melakukan aksi demonstrasi #AparatKeparat di depan Mabes Polri, Jakarta pada Jumat (27/2). Beberapa tuntutan yang disuarakan: 1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represi. 2. Mendesak pencopotan Listyo Sigit dan jabatan KAPOLRI don Dadang Hartanto dari jabatan KAPOLDA Maluku. 3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi. 4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan POLRI dari jabatan sipil. 5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri. Massa aksi membawa poster, melakukan orasi, sambil menyuarakan tuntutan mereka, menanggapi situasi demokrasi negara yang kian carut marut. 📸Luthfi Maulana A/Konde.co #ReformasiPolri

Sejumlah mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, Universitas Veteran Jakarta, dan beberapa sipil melakukan aksi demonstrasi #AparatKeparat di depan Mabes Polri, Jakarta pada Jumat (27/2). Beberapa tuntutan yang disuarakan: 1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represi. 2. Mendesak pencopotan Listyo Sigit dan jabatan KAPOLRI don Dadang Hartanto dari jabatan KAPOLDA Maluku. 3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi. 4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan POLRI dari jabatan sipil. 5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri. Massa aksi membawa poster, melakukan orasi, sambil menyuarakan tuntutan mereka, menanggapi situasi demokrasi negara yang kian carut marut. 📸Luthfi Maulana A/Konde.co #ReformasiPolri

31,437 views

⚠️ Satpol PP dan Polisi Gusur Paksa Kantor PKBI Hang Jebat Atas Perintah Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Kementerian Kesehatan ⚠️ Hari ini, 10 Juli 2024 pukul 07.00 WIB, sekitar 100 personil Satpol PP yang disokong aparat kepolisian dan TNI melakukan penggusuran paksa di Kantor PKBI, Jl. Hang Jebat III/F3, Jakarta Selatan. Barang-barang milik PKBI dikeluarkan secara paksa oleh para personil Satpol PP. Lahan ini sebelumnya dihibahkan oleh Eks-Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk PKBI pada 1957. Mereka lalu membangun sendiri gedung yang sekarang digunakan sebagai kantor pusat itu. Reporter Luviana, melaporkan dari lokasi kejadian.

⚠️ Satpol PP dan Polisi Gusur Paksa Kantor PKBI Hang Jebat Atas Perintah Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Kementerian Kesehatan ⚠️ Hari ini, 10 Juli 2024 pukul 07.00 WIB, sekitar 100 personil Satpol PP yang disokong aparat kepolisian dan TNI melakukan penggusuran paksa di Kantor PKBI, Jl. Hang Jebat III/F3, Jakarta Selatan. Barang-barang milik PKBI dikeluarkan secara paksa oleh para personil Satpol PP. Lahan ini sebelumnya dihibahkan oleh Eks-Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk PKBI pada 1957. Mereka lalu membangun sendiri gedung yang sekarang digunakan sebagai kantor pusat itu. Reporter Luviana, melaporkan dari lokasi kejadian.

12,371 views

Videos

konde_co's profile picture

“Permintaan yang paling masuk akal sekarang adalah meminta Prabowo mundur!” —Tunggal Pawestri Ratusan lilin menyala di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, dalam doa bersama lintas iman, keyakinan, dan budaya untuk para korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (19/10/2026). Pemuka agama memimpin doa secara bergiliran. Namun, malam itu tak berhenti pada rapalan doa. Pekikan “Hidup Korban! Jangan Diam! Lawan!” menggema, disusul orasi yang menuntut pertanggungjawaban korporasi dan negara, termasuk desakan agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hingga Presiden Prabowo Subianto mundur. Pemantauan periode 1 Januari–6 September 2026, WALHI mengidentifikasi 372 entitas perusahaan yang terindikasi memiliki areal konsesi terbakar di delapan provinsi. Jumlah itu terdiri atas 223 pemegang Hak Guna Usaha (HGU), 148 pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), dan satu pemegang izin pertambangan. Di Merauke, WALHI juga mencatat 807 titik panas sepanjang Januari–Agustus 2026 di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pangan dan Energi. Sebanyak 674 titik berada di area yang diampu pemerintah. Dampak karhutla juga tidak dirasakan secara setara. Perempuan yang bergantung pada hutan dan lahan untuk penghidupan, perempuan adat, serta mereka yang memikul tanggung jawab pengasuhan menghadapi risiko kehilangan sumber pendapatan, gangguan kesehatan, dan bertambahnya beban kerja perawatan di tengah krisis. Doa merawat solidaritas. Perlawanan menuntut keadilan. Korban tidak cukup hanya didoakan. Hentikan karhutla, usut korporasi, dan tuntut pertanggungjawaban negara. 📸Luthfi Maulana Adhari/Konde.co #DuaTahunPrabowoGibran #2TahunPemerintahPrabowo #Karhutla #PembakaranHutandanLahan

konde.co

26,973 views • 8 days ago

konde_co's profile picture

📢Setelah 22 Tahun, RUU Perlindungan PRT Resmi Disahkan Menjadi Undang-Undang di Hari Kartini!✊🏼 Dua dekade lebih rakyat berjuang, mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU PPRT. Setelah 22 tahun berlalu, Pemerintah secara resmi mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang di Hari Kartini, 21 April 2026, pukul 11.28, hari ini. Ketua DPR RI, Puan Maharani hari ini bersama pemerintah mengesahkannya dalam Rapat Paripurna Tingkat 1 DPR RI. “RUU PPRT mulai hari ini sah menjadi UU.” Sejak 20 April 2026 kemarin, Panja DPR RI menggelar pleno rapat kerja pengambilan keputusan Tingkat 1 rencana pengesahan RUU PPRT secara maraton. Ketua Panja RUU PPRT yang dipimpin Bob Hasan, selanjutnya membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diajukan pemerintah kepada DPR, yaitu sebanyak 409 pasal DIM pada DPR RI. Sejumlah materi yang terdapat dalam UU PPRT yang disahkan hari ini ini memuat 12 bab dan 37 pasal, yang di dalamnya juga mengatur hak dan jaminan kepastian hukum negara mengakui PRT sebagai pekerja. Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan, bahwa UU PPRT ini selain memperjuangkan pengakuan, juga menjadi langkah penting perlindungan bagi para PRT untuk menuju situasi kemanusiaan yang beradab. Momen ini menjadi sejarah baru bagi para pekerja rumah tangga. Namun, perjuangan belum usai. Setelah UU ini disahkan, tahap selanjutnya adalah membuat peraturan di bawah UU. DPR RI memberikan waktu selama setahun dalam menyusun peraturan di bawah UU. Terus kawal! Sebab, implementasi UU PPRT harus berpihak pada para PRT dan benar-benar menjamin hak-hak dengan berlandaskan keadilan. 📷 Laras Ciptaning Kinasih/Konde.co #KawalSampaiLegal #RUUPPRT #UUPPRT

konde.co

124,821 views • 6 months ago

konde_co's profile picture

Ramainya kasus kekerasan di layanan pengasuhan anak (daycare) di Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari lemahnya peran negara dalam memenuhi hak-hak dasar buruh, khususnya terkait penyediaan fasilitas pengasuhan yang aman dan terjangkau. Keterbatasan akses terhadap daycare yang layak, ditambah dengan rata-rata upah pekerja di Indonesia yang masih berada di kisaran Rp3,3 juta per bulan, membuat banyak pekerja berada dalam posisi serba terpaksa—harus tetap bekerja, namun tanpa dukungan sistem pengasuhan yang memadai. Situasi ini semakin kompleks karena beban pengasuhan masih dilekatkan secara tidak proporsional kepada perempuan. Dalam kondisi minimnya layanan publik, perempuan kerap diposisikan sebagai penanggung jawab utama urusan domestik, sekaligus tetap dituntut untuk berpartisipasi dalam kerja produktif. Akibatnya, perempuan mengalami beban berlapis yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan emosional. Karena itu, pemerintah seharusnya tidak melihat kasus-kasus kekerasan di daycare sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Peristiwa ini perlu dibaca sebagai sinyal mendesak untuk melakukan pembenahan sistemik, terutama dalam penyediaan layanan pengasuhan anak yang aman, terjangkau, dan merata di berbagai daerah—tidak hanya terpusat di kota-kota besar. Penyediaan fasilitas ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar buruh dan upaya menciptakan sistem kerja yang lebih adil dan inklusif. #MayDay #HariBuruh #DayCare

konde.co

75,803 views • 6 months ago