
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾
@Naz_lira • 59,651 subscribers
-🅽⛔ 🅳🅼-
Shorts
Videos

Pak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, tolong ditindak tegas orang ini. Sumber yang diambil dari Channel YouTube DetikTV ini memuat rekaman Video yang membuat seluruh insan republik yang menghormati institusi Polri menjadi sangat tersinggung. Tolong pak Kapolri agar segera ditindak tegas dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Cc. Humas Polri TMCPoldaMetro Mohon di retweet sampai pelaku diproses hukum..!!!
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾1,143,122 просмотров • 3 лет назад

Heran banget, pada berkisah, 👨⚖️: “Wiih.. IKN megah banget”, 👨🚒: “Sampai tak bisa ber kata2 melihat kemegahan IKN” Tapi tak satupun ada yg pamer liputan, video, penampakan IKN.. yg ada malah bumi perkemahan ditengah hutan.. Goblok rakyat dianggapnya..🤦♀️
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾683,368 просмотров • 2 лет назад

𝗗𝗶 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗗𝗶 𝗕𝗲𝗻𝗮𝗵𝗶 ? Tiga jam ibu itu terpaku di kursi tunggu berbahan logam dingin apotek RS Kramat Jati. Di sekelilingnya banyak sesama pasien atau keluarganya yg senasib, dengan tubuh-tubuh lelah termangu menatap loket kaca yg separuh tertutup. Sementara di tempat lain yg mungkin berjarak hanya beberapa kilometer dari tempat mereka, ada pelayanan kesehatan swasta yg lantainya mengkilap dan udaranya beraroma lavender, di mana nasib pasien tidak ditentukan oleh selembar kertas rujukan yang kusut dan dilayani dalam hitungan menit. Ketika ia protes dan mengeluhkan letih lelahnya pada petugas disana, ia harus rela menerima pandangan sinis dan sorot mata kemarahan yg seolah menghardik dirinya, "Sabar ya, namanya juga pakai BPJS, pasiennya banyak.” Begitu kalimat yg sering terdengar untuk rakyat kecil, seakan waktu milik orang kecil tidak berharga. Seolah-olah biaya pengobatan rakyat kecil ditanggung negara (padahal pajak dan iuran dipungut juga dari mereka). Ibu itu menolak untuk memaklumi karena mungkin rasa lelah di pinggangnya berteriak bahwa itu tidak adil. Keterlambatan ini bukanlah takdir, melainkan kegagalan manajemen. Mari kita bicara jujur. Apoteker di balik loket kaca buram ini dan apoteker di rumah sakit mewah sana, bukankah mereka dididik dengan ilmu yg sama ? Bukankah mereka mengucap sumpah profesi yg sama ? Tangan-tangan yg meracik obat itu memiliki keahlian yg setara. Komputer yg mereka gunakan pun dibuat oleh pabrik yg sama. Jadi, di mana letak perbedaannya ? Perbedaannya ada pada sistem dan kemauan. Pelayanan yg cepat bukanlah sihir yg hanya bisa dibeli dengan uang. Kecepatan adalah hasil dari sistem alur kerja yg efisien, rasio tenaga kerja yg memadai, dan digitalisasi yg terintegrasi. Ketika antrian mengular hingga berjam-jam, itu bukan salah pasien yg sakitnya "terlalu banyak". Itu adalah tanda bahwa sistem di rumah sakit pemerintah tidak didesain untuk menghormati waktu pasiennya. Sumber Daya Manusia (SDM) di sini mungkin lelah, terbebani, dan kurang jumlah, tapi itu bukan alasan untuk menormalisasi pelayanan yg buruk. Itu adalah alasan untuk Kementerian Kesehatan RI berbenah. Jika swasta bisa membangun sistem “supply chain” obat yg cepat, kenapa pemerintah tidak ? Bukankah negara seharusnya menjadi pelayan terbaik bagi rakyatnya ? Menunggu obat selama tiga jam bukanlah sekadar "ujian kesabaran". Itu adalah pencurian waktu produktif rakyat kecil. Itu adalah bentuk ketidakadilan struktural yg terjadi di ruang terang benderang. Ibu itu tidak minta sofa empuk atau ruangan beraroma lavender. Ia hanya menuntut haknya untuk diperlakukan yg efisien, sistem yg manusiawi, dan kesadaran bahwa nyawa dan waktu orang miskin sama mahalnya dengan mereka yg kaya. Pada gilirannya, ibu itu memang membawa obat yg diberikan petugas apotek disana, tapi ia juga sekaligus membawa tanya yg tak kunjung sembuh, “Sampai kapan kami harus memaklumi ketidakadilan ini ?.”
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾176,150 просмотров • 9 месяцев назад

Asyik banget kalau denger pak Prabowo bicara, visi dan analisisnya sangat tajam. “Kita yang nggak punya nuklir akan mati juga, cuma matinya agak lamaan..”. Udah coba ngelongok jauhan dikit lewat jendela istana pak ? Karena sebenarnya kita juga sudah ada yg mulai mati duluan, akibat banyak yg gak mampu beli obat, sulit mendapatkan pelayanan kesehatan, dan sebagian stres terjerat pinjol karena kena PHK.
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾203,668 просмотров • 1 год назад

Jika Iran membalas serangan Amerika dengan menyerang pangkalan militer US di Timur Tengah dan meningkatkan serangannya ke Israel, banyak yang memperkirakan Trump nasibnya akan berakhir seperti John F Kennedy. Dibunuh CIA, keluarga tentara korban serangan Iran atau Yahudi Amerika Serikat. Silahkan dengar paparan Teuku Reza Syah, pakar Hubungan Internasional dari Unpad Bandung. Sangat menarik sekali untuk disimak.
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾202,811 просмотров • 1 год назад

𝘽𝙍𝙀𝘼𝙆𝙄𝙉𝙂 𝙉𝙀𝙒𝙎…!!! Seorang Jurnalis Senior langsung mengirimkan ke saya via WhatsApp rekaman pembicaraannya dng Budi Arie. Dalam rekaman, Budi Arie secara terbuka dan murka menuding Budi Gunawan dan PDIP sbg sosok dibalik isue keterlibatannya dengan JUDI ONLINE.
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾206,651 просмотров • 1 год назад

Saat mendengar apa yang dipaparkan oleh dokter muda ini, gw semakin sadar dan mengerti, mengapa gw begitu menaruh rasa hormat yg luar biasa terhadap kakak gw uni dokter Eva Sri Diana Chaniago. Bisa dibayangkan gasih gimana beratnya, doi harus bersikap jujur, lurus dan kritis, tapi sekaligus hari-harinya harus beraktivitas dibawah rumah sakit yg ‘stake holder’nya adalah pemerintah. Buat kebanyakan orang, mungkin akan berpikir 100x untuk berani melawan arus yg begitu keras benturannya, mengingat untuk sampai diposisi dokter Eva skrg, dokter-dokter baru pasti harus melewati terjalnya rintangan yg berat, waktu, biaya, bahkan umur pun dipertaruhkan. Banyak orang yg lebih memilih utk ‘stay cool’ di zona nyaman saat sudah berada di level beliau lantaran berpikir pragmatis, “ngapain juga berjuang buat orang lain yg jangankan akan berterima kasih, tau nasibnya diperjuangkan pun tidak, mending mikir nasib diri sendiri..”. Gw tau beratnya perjuangan dr.Eva karena gw sendiri dalam satu kesempatan pernah menjadi teman diskusi beliau dalam persoalan tertentu yg gw yakin hanya bagian kecil saja dari banyaknya persoalan dan tekanan yg beliau hadapi, baik dalam menjalankan tugas profesi, mau pun saat beliau memperjuangkan nasib banyak orang. Sumpah, kadang gw mau nangis saat lihat beliau ada diatas podium, saat beliau berorasi ditengah panas terik matahari, kebayang capek dan letihnya. Belum lagi saat beliau gigih membela kepenting pasien dan para medis di talk show media televisi sih sudah nggak ke hitung lagi seringnya. Dan yg buat gw sedih, gw cuma sekedar bisa bantu doa aja dari jauh, nggak lebih!. Sedang disaat yg sama, gw tau betul, mereka yg seprofesi dan dibawah kualifikasi beliau tak sedikit yg komersilkan ilmu dan hanya ambil job melayani orang-orang kaya. Apalagi mau menjilat penguasa, pejabat Dinkes atau pejabat Kemenkes, bungkam dari sikap kritis ngurusi nasib rakyat kecil, pasti jabatan dan imbalan tinggi menanti dalam genggaman tangan. Jadi, di kesempatan akhir Ramadhan dan menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1445H ini, lewat te-el ini secara khusus gw mau mengucapkan, “Selamat menyambut hari kemenangan dr.Eva Chaniago, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah mu, meridhoi perjuangan mu, dilimpahkan kesehatan lahir batin, diberkahi umur panjang, dikaruniai rezeki yg halalan toyiban, anak-anak dan keluarga yg soleh solehah…., Aamiin Yra.”🤲🤲 Maafkan adinda mu yg tak mempu memberi kontribusi yg layak dalam perjuangan mu.🙏
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾294,344 просмотров • 2 лет назад

Karena KASAD Maruli Simanjuntak sewot dan bertanya, “siapa sih yang pernah perang betulan..?”. Nah, boleh dong kita sebut nama Letnan Jenderal TNI Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte. Ini Jenderal Bintang ⭐️ ⭐️ ⭐️ tanpa kenaikan pangkat istimewa, jangan tanya pengalaman perang, Jenderal muda yang produktif ini penerima Tanda Jasa Bintang Seroja, cuma tidak banyak sesumbar. Pendidikan Kesarjanaan ditempuh di Akademi Militer (1993), S2 International Relations Webster University, S3 Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Dik Gultor, Diklapa I, Selapa II, Seskoad LN (US Army Command General and Staff College/CGSC) Fort Leavenworth, Kansas, Dikreg Sesko TNI, kurang apa lagi coba…? Mereka yg berasal dari KBT (Keluarga Besar TNI), pasti tau persis bahwa jika posisi Sekretaris Kabinet atau jabatan lain setingkat Menteri dibolehkan bagi perwira TNI aktif, maka lazimnya hanya perwira dengan kualifikasi tertentu saja yg diambil sebagai kandidat dari institusi TNI. Sebenarnya agak janggal jika harus ambil Lulusan Akmil 2011 sebagai pejabat Sekretaris Kabinet sementara tidak melirik Akmil 1993, Kopassus, memiliki kualitas cemerlang seperti Letnan Jenderal TNI Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte untuk mengemban posisi pejabat setingkat menteri negara (beliau saat ini mengemban amanat sebagai Irjen Kemenhan RI. Dilihat dari segi Pangkat, Pendidikan dan karier, Rui Fernando kualitasnya melampaui kelayakan untuk posisi Sekretaris Kabinet, malah Jabatan Sekretaris Kabinet lah yang harus dikembalikan menjadi setingkat Menteri jika dipercayakan kepada Letjend Rui Fernando. Rui ini Letnan Jenderal dari proses pencapaian meritokrasi murni, bukan karena nepotism. Jasa dan Dedikasi Rui sebagai tentara telah teruji, ia pernah menjabat sebagai perwakilan atase militer di Washington-Amerika Serikat juga London,-Inggris, ia juga seorang dosen di UNHAN, apalagi dibidang manajemen pengawasan, tak perlu disangsikan lagi kualifikasinya, karena sampai saat ini Jenderal Rui masih menjabat sebagai Irjen Kemenhan RI. Sayang, jika Presiden Prabowo Subianto tidak mempertimbangkan putra terbaik TNI seperti Letjend Rui Fernando untuk dimanfaatkan pada posisi yang tepat bagi perbaikan negara yang tengah krisis akibat kekurangan pejabat pemerintahan terbaik untuk menjaga negeri ini. Orang-orang berjiwa patriot setelah mumpuni ditempa dalam kawah candradimuka lembaga Tentara Nasional Indonesia pasti tak akan ragu mundur dari kedinasan TNI jika negara memanggil dan membutuhkan darmabaktinya.
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾184,208 просмотров • 1 год назад

Seringkali ujungnya di undang di acara “Lapor Pak!” (Trans7), Main “Hakim Sendiri” (Net) atau “Arisan” (Trans7). Berlanjut jadi “Duta Tampol”, hadir di acara talk show, dan diajak main Film. Kalau begitu yg salah siapa ? Orang berbuat hina, tapi sering diberi panggung tenar 🤦♀️
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾46,005 просмотров • 3 месяцев назад

Di jalan protokol perkotaan galak memang banyak yang ngalah, di jalan tol pakai strobo memang banyak yg minggir, tapi di hadapan banjir bandang jangan coba-coba lah… Pelajaran berharga bagi siapapun, jangan sok dan petantang-petenteng, apalagi terhadap alam..!!
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾192,979 просмотров • 2 лет назад