Video yรผkleniyor...

Video Yรผklenemedi

๐——๐—ถ ๐—ก๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐——๐—ถ ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ต๐—ถ ? Tiga jam ibu itu terpaku di kursi tunggu berbahan logam dingin apotek RS Kramat Jati. Di sekelilingnya banyak sesama pasien atau keluarganya yg senasib, dengan tubuh-tubuh lelah termangu menatap loket kaca yg separuh tertutup. Sementara di tempat lain yg mungkin berjarak hanya beberapa...

176,150 gรถrรผntรผleme โ€ข 8 ay รถnce โ€ขvia X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gรถnderinin yorumlarฤฑ burada gรถrรผnecek

Benzer Videolar

Saya bersyukur bisa kembali ke Kampus, kembali ke dunia akademik yang lebih merdeka dan tidak harus mengikuti kehendak para politisi yg memerintah negeri ini. Di Kampus kami memiliki keleluasaan dan kemerdekaan berpikir serta berpendapat. Sedangkan dulu di pemerintah, saya harus menyesuaikan diri dengan visi misi Presiden atau Pemerintah yg terkadang lebih sulit diberi masukan. Ukuran keberhasilan di Pemerintah menjadi samar, karena peran intelektual di sistem pemerintaan yg besar hanya jadi skrup kecil yg kadang tak diperhatikan oleh para politisi yg rata rata punya agenda dan kepentingan tersendiri. Beda dengan di Kampus, saat kita mengajar dan ceramah serta membimbing mahasiswa, ada ukuran yg lbh jelas, terkait berapa jumlah mahasiswa yg lulus di bawah bimbingan kita. Berapa yg terserap di dunia kerja, hingga berapa yg sukses di bidangnya. Belakangan ini saya banyak membimbing mahasiswa S3 dan S2. Mereka sangat intens mengikuti bimbingan dan kuliah. Ada sekitar 10 mahasiswa S3 di bawah bimbingan saya. Di antaranya dua bulan awal 2026 ini, sudah meluluskan 3 doktor dan 3 Master di bawah promotor dan bimbingan saya. Alhamdulillah mereka para lulusan tersebut bisa langsung kembali berkiprah dan berkarir di masyarakat dan di dunia kerja. Kami berharap ilmu yg mereka dapatkan dan kembangkan bisa menjadi bagian dari โ€œIlmun Yuntafaโ€™u bihiโ€ yaitu ilmu yg bermanfaat dan membawa kebaikan yg terus mengalir. Harapan itu logis mengingat mahasiswa kami rata-rata tak hanya pintar tapi juga berkualitas tinggi dan kuliahnya dibiayai scholarship atau bea siswa dari berbagai sumber. Ada yg dari kementerian, ada yang dari swasta, bahkan ada juga yg berlatar belakang dari pesantren. Ini video di antaranya. Ada yg kenal? Mereka itu ada yg dari UB, dari UWM, Universitas Telkom Bandung, Universitas Islam Internasional, dan ada juga dari Kalimantan. Biasanya ada juga dari negara negara sahabat yg berasal dari negara negara Asia Tengah hingga Afrika yang dapat beasiswa kuliah di Indonesia.

Henri Subiakto

15,582 gรถrรผntรผleme โ€ข 5 ay รถnce

KEJAHATAN YG TAK TERLIHAT Kejahatan yg paling kejam, bukan hanya merampas yg telah berada di tangan, tetapi mengambil apa yg seharusnya menjadi bagian, dari tanah yg dipijak, dari laut yg diwarisi, dari hutan yg dititipkan, dari bumi yg sejak dahulu menyimpan kekayaan untuk kehidupan. Yg dirampas bukan sekadar apa yg sudah digenggam ditangan, melainkan hak yg seharusnya diberikan. Bukan sekadar hasil bumi, melainkan masa depan anak negeri. Bukan sekadar kekayaan alam, melainkan kesempatan rakyat untuk hidup lebih layak dan bermartabat. Namun ada kebodohan yg tak lagi tertandingkan, yakni ketika tangan dikosongkan, tapi mereka tak pernah merasa kehilangan. Sebab kebodohan yg paling hakiki bukanlah tdk mengetahui bhw dirinya dirampok, melainkan mengetahui ada yg telah dirampas darinya, namun tdk merasa teraniaya, hanya karena yg dirampas itu belum sempat diterima. Bagaimana mungkin merasa kehilangan, jika sejak lahir tak pernah diberi..? Bagaimana mungkin menuntut kembali, jika hak itu tak pernah diperlihatkan..? Bagaimana mungkin marah kepada pencuri, jika kita diajarkan bhw yg diambil itu memang bukan milik kita..? Padahal kekayaan negeri bukanlah milik segelintir tangan, bukan warisan untuk mereka yg berkuasa, bukan pula hadiah bagi mereka yg paling pandai mengambil kesempatan. Ia adalah amanah yg seharusnya kembali kepada rakyat, kembali dalam bentuk pendidikan yg bermutu, kembali dalam bentuk kesehatan yg layak, kembali dalam bentuk pekerjaan yg bermartabat, kembali dalam bentuk keadilan yg tegak, dan kembali dalam bentuk kehidupan yg lebih sejahtera. Maka jangan hanya bertanya, โ€œApa yg telah dirampas dariku..?โ€ Tanyakan pula: โ€œApa yg seharusnya menjadi milikku, tetapi tak pernah sampai ke tanganku..?โ€ Karena terkadang, perampokan terbesar dalam sejarah bukanlah ketika seseorang mengambil apa yg telah kita miliki, melainkan ketika seseorang mengambil apa yg seharusnya menjadi milik kita, sebelum kita pernah memilikinya. Dan tragedi terbesar sebuah bangsa bukan hanya ketika kekayaannya dirampok, tetapi ketika rakyatnya menyaksikan perampokan itu, mengenal siapa yg merampoknya, namun tetap berkata: โ€œAku tdk kehilangan apa-apa.โ€ Sebab pada saat itu, yg telah dimutilasi dan diamputasi bukan hanya kekayaan negeri, tetapi juga, intelektual, mental, integritas dan kesadaran rakyat atas haknya sendiri.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

22,661 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 ay รถnce

โ€œSatu solusi kesehatan yg disampaikan Pak Prabowo adalah dengan mengirim banyak dokter ke LN utk belajar ilmu & tekhnologi lebih banyak lagiโ€ Ini juga bukan solusi kesehatan yg harus jadi target saat ini, suai dg yg dikatakan Pak Anies Rasyid Baswedan Selagi aturan sistem BPJS yg dipakai saat ini masih berlaku, setinggi apapun ilmu seorang dokter tidak akan ada gunanya Mengapa ? Karena dokter saat ini tidak lagi melayani pasien suai sumpahnya Dokter hanya boleh memberikan terapi dengan tindakan & obat-obat yg sudah ditentukan oleh BPJS saja Semua obat & tindakan ada Codingnya sendiri di sistem BPJS, diluar coding, maka tidak bisa diberikan pada pasien. Kami dulu sering ke LN untuk memperdalam ilmu, di luar negeri banyak ilmu baru dg tekhnologi canggih, tapi begitu sampai kembali ke tanah air jadi patah hati, karena tekhnik & obat baru itu tidak ada codingnya dalam sistem BPJS, jadi tidak bisa dikerjakan Kalaupun kami punya alat, jika pembayaran klaim nya kecil, pasien juga tidak bisa dilayani, harus di rujuk ke RS dg tipe lebih besar, agar klaimnya mencukupi Jadi pembelian alat tekhnologi canggih spt yg disampaikan Pak Prabowo juga bukan solusi, selama sistem BPJS membatasi Dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan Solusi semua ini adalah, kembalikan ke sistem seperti dulu, dokter boleh melayani pasien sesuai kompetensinya, sesuai SOAP yg sudah dibuat, tidak dibatasi dg aturan yg menyulitkan, terutama soal pembayaran klaim Jadi pasien tidak perlu dirujuk-rujuk hanya krn klaimnya kurang Tidak semua manusia dg penyakit yg sama mengalami lama & hasil penyembuhan yg sama Jadi jangan batasi klaim, tapi tetap dikontrol dg standar pengobatan yg sesuai โ€œBiarkan dokter bekerja sesuai sumpahnya, bukan sesuai aturan BPJS..krn BPJS kesehatan yg seharusnya dibuat sbg jaminan sosial, untuk menjamin semua rakyat yg sakit terlayani,namun fakta dalam pelaksanaannya lebih sebagai asuransi kesehatan yg berbisnis dg Rakyatโ€ #AMINAjaDulu

Eva Sri Diana Chaniago

33,527 gรถrรผntรผleme โ€ข 2 yฤฑl รถnce

๐— ๐—”๐—ง๐—œ๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—ก๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ฅ & ๐— ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—Ÿ ๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐—๐—”๐—›๐—”๐—ก. Pernyataan Prabowo bahwa โ€œperdamaian hanya tercipta jika semua orang menjamin keamanan Israelโ€ bukan sekadar kekeliruan diplomatik, itu adalah kebangkrutan moral yg paripurna. Ini adalah sebuah lelucon gelap dalam panggung sejarah kemanusiaan, di mana logika diputarbalikkan hingga patah, dan akal sehat dipaksa berlutut di hadapan arogansi kekuasaan. Meminta dunia, dan lebih parah lagi, meminta bangsa Palestina untuk menjamin โ€œrasa amanโ€ bagi Israel adalah sebuah paradoks yg menjijikkan. Bagaimana mungkin sebuah bangsa yg tanahnya dirampas, rumahnya dibuldoser, dan anak-anaknya dibantai, kini dituntut untuk menjadi penjamin tidur nyenyak bagi si perampokโ€ฆ? Ini sama halnya dengan menuntut leher yg tercekik untuk meminta maaf kepada tangan yg mencekik karena telah membuat jemarinya lelah. Logika ini adalah sebuah anomali yg cacat dan konyol. Jika kita menggunakan standar nalar yg sama, mari kita putar waktu ke masa revolusi fisik Indonesia. Bayangkan jika Bung Karno, Sang Putra Fajar, berdiri di hadapan ribuan rakyat jelata yg lapar dan tertindas, lalu berteriak lantang, โ€œSaudara-saudara!, Kita baru bisa damai jika kita menjamin NICA tidur nyenyak!. Kita harus akui kedaulatan Belanda agar mereka merasa aman menjajah kita!โ€. Jika itu yang keluar dari mulut Soekarno, maka ia bukan pahlawan proklamator, ia akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat yg meludahi penderitaan rakyatnya sendiri. Kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan menjamin kenyamanan Westerling, tapi dengan mengusir kebiadaban mereka. Menyamakan posisi penindas (okupator) dengan yg tertindas (okupied) dalam satu meja negosiasi yg menuntut jaminan keamanan bagi si kuat, adalah pengkhianatan terhadap konstitusi anti-penjajahan. Pernyataan Prabowo dalam forum internasional adalah bentuk diplomasi yg tidak membumi, yg seolah lupa siapa yg memegang senjata laras panjang dan siapa yg hanya memegang batu. Pemikiran dan logika absurd Prabowo ini merusak tatanan keadilan. Perdamaian tidak akan pernah lahir dari rahim ketidakadilan yg dipoles dengan kata-kata manis. Menuntut jaminan keamanan bagi penjajah sebelum memberikan hak hidup bagi yg dijajah adalah sesat pikir yang fatal. Itu bukan jalan menuju damai, itu adalah jalan menuju perbudakan yang dilegalisasi atas nama โ€œ๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€.โ€ Sejarah tidak akan buta. Menjamin keamanan penjajah di atas tangisan korban jajahan adalah titik nadir di mana kemanusiaan kita telah resmi mati suri. Dengan sikap dan pemikirannya, Prabowo bukan hanya telah menyakiti perasaan bangsanya sendiri, namun melukai nilai-nilai kemanusiaan dan moral seluruh insan waras di muka bumi ini.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

43,829 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Bagi saya, PIK2 adalah monumen kerja nyata (sekalipun digarap oleh imperialis oligarki swasta), tapi (saat ini) bukan negara dalam negara. Ada batasan tafsir antara โ€œKenyamananโ€ dengan โ€œKedaulatan.โ€ Narasi โ€œNegara dalam Negaraโ€ hanyalah opini subyektif yg dipicu oleh emosional spontan saat melihat keteraturan yg gagal diciptakan oleh birokrasi pemerintah, namun berhasil diwujudkan oleh tangan swasta. Faktanya, secara hukum (de jure) dan fakta (de facto), PIK2 masih di bawah bendera Indonesia. Polisi, pajak, dan izinnya masih produk pemerintah. Jika di sana lebih teratur, lebih mewah, dan lebih disiplin, itu adalah manajemen kawasan komunitas, bukan pemisahan kedaulatan. Sebuah pandangan absurd menganggap keteraturan sebagai pengkhianatan nasional hanya karena sebagian besar orang terbiasa dengan kesemrawutan. PIK2 adalah manifestasi dari โ€œPerjuangan Mewujudkan Impianโ€ oleh sekelompok orang yg bergerak membangunnya sendiri, disaat negara dianggap lambat menyediakan standar hidup yang ideal. Mereka bahkan sama sekali tidak protes, tapi mereka membangun impian. Bahwa didalamnya ada misi jangka panjang, menengah, pendek, keuntungan ekonomi yg besar, rencana politik tersembunyi dan lain sebagainya, itu mungkin-mungkin saja. Tapi perkara PIK2 pada akhirnya terwujud sebagai sebuah โ€œKarya Nyataโ€, itu merupakan kerja real dari pihak-pihak yg mewujudkan impiannya. Bukankah hal yg sama pula yg kini hendak dilakukan Amerika dan Israel terhadap โ€œNew Gazaโ€ melalui konsorsium BoP-nya..? Jadi point pentingnya adalah sebuah โ€œKesadaranโ€. Yakni sadar bahwa โ€œKeteraturanโ€ itu mahal harganya, butuh kerja keras dan pengorbanan. Dalam kasus PIK2, pengorbanan oligarki itu adalah IKN yg dibayar dengan PSN (walaupun pada akhirnya dicabut di era pemerintah Presiden Prabowo), bukan hasil dari rapat-rapat retorik tanpa aksi. Dalam banyak hal, โ€œImpianโ€ dapat diwujudkan dengan spirit berjuang dengan keras dan sungguh-sungguh, termasuk hal-hal yg menyangkut impian membangun hukum, konstitusi, demokrasi serta ekonomi yg madani. Fakta hari ini, PIK2 merupakan produk dari hasil โ€œPerjuangan Mewujudkan Impianโ€ dalam โ€œKeteraturan dan Kemewahanโ€ didalamnya. Ia adalah prasasti fisik yang menampar wajah para pemimpi di siang bolong. Jika pun kelak dikemudian hari impian itu menuju kepada โ€œKedaulatan dan Otoritas Pemerintah Eksklusifโ€, boleh jadi juga akan terwujud, sepanjang intensitas kekuatan semangat yg sama dalam โ€œPerjuangan Mewujudkan Impianโ€ tersebut dengan segala pengorbanannya ditunaikan oleh para pihak yg hendak mewujudkannya. Intinya tidak ada perwujudan impian yg gratis, kecuali impian โ€œbunga tidurโ€ dari para pecundang yg ngelindur. PIK2 sejatinya adalah monumen yang dapat dijadikan tonggak pengingat, bahwa Impian hanya bisa diwujudkan dengan โ€œPerjuangan dan Pengorbananโ€, bukan sekedar omon omon dan omon di medsos, namun enol kosong didunia nyata. Ingat, kekalahan dan keterpurukan itu bukan karena orang jahat itu hebat dan kuat, tapi karena orang baik tidak mau bangkit, kompak, berjuang dan berkorban mewujudkan impiannya.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

28,527 gรถrรผntรผleme โ€ข 5 ay รถnce

๐—ฅ๐—ฎ๐—ธ๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐——๐—ถ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐˜‚๐—บ๐˜‚๐˜€ ๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐˜„๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป, ๐—Ÿ๐—ถ๐—บ๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ฉ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐˜‚๐˜€ ๐—ฆ๐—ฒ๐˜‚๐—บ๐˜‚๐—ฟ ๐—›๐—ถ๐—ฑ๐˜‚๐—ฝ. Ada sebuah keajaiban hitung-hitungan di negeri ini yg tidak akan pernah bisa dijawab oleh guru matematika mana pun, bahkan oleh mereka yg telah mengabdi puluhan tahun hingga rambutnya memutih dimakan kapur tulis. Rumusnya sederhana namun menyayat hati, โ€œLima tahun duduk equivalent seumur hidup kenyang.โ€ Teori formulasi yg ditemukan oleh sekumpulan manusia terpilih yg menyebut diri mereka โ€œWakil Rakyatโ€ itu bahkan tak mampu dipecahkan otak sejenius Albert Einstein sekalipun. Masa kerja mereka singkat, hanya satu periode jari tangan, 5 tahun. Yang disebut kerja itu pun adalah duduk di ruang berpendingin udara yg sejuk, di atas kursi empuk yg harganya mungkin setara gaji setahun 10 orang buruh pabrik. Di sanalah mereka duduk rapat, atau terkadang juga terlelap. Tugas mereka mulia di atas kertas, namun ajaib di rekening. Hanya dengan modal lima tahun โ€œbersuaraโ€(atau diam), negara dengan sukarela mengikatkan diri untuk menanggung hajat mereka sampai liang lahat. Seolah-olah keringat lima tahun mereka adalah elixir suci yg nilainya tak terhingga. Pensiun seumur hidup untuk kerja seumur jagung. Sebuah warisan feodal yg dibungkus rapi dengan pita demokrasi. Di sisi lain, lihatlah ke bangunan sekolah yg atapnya bocor itu. Di sana ada seorang guru honorer. Gajinya sering dirapel tiga bulan sekali, nominalnya pun seringkali lebih kecil dari struk satu kali makan siang sang "Wakil Rakyat" tadi. Ia tidak duduk lima tahun, tapi berdiri dua puluh hingga tiga puluh tahun. Kakinya bengkak menahan lelah, suaranya serak mendidik anak-anak bangsa agar tidak bodoh, agar kelak bisa memilih wakil yg benar. Apakah ia mendapat pensiunโ€ฆ? Jangankan pensiun, bermimpi untuk diangkat menjadi pegawai tetap saja seringkali dilarang. Komplain sedikit soal MBG saja bisa dipecat. Ketika masa baktinya habis dan tubuhnya renta, negara memberinya ucapan terima kasih berupa selembar piagam kertas, lalu membiarkannya mati perlahan dalam kemiskinan. Tidak ada tunjangan hari tua, tidak ada jaminan kesehatan VIP. Pengabdian mencerdaskan kehidupan bangsa puluhan tahun ternyata harganya jauh lebih murah dibandingkan keahlian mengangkat jari tangan (yg lebih sering dipakai buat ngupil dari pada kunjungan ke dapil) dalam sidang paripurna. Sungguh sebuah komedi tragis. Kita dicekoki dan dipaksa menelan mentah-mentah โ€œUndang-Undangโ€ yg isinya membuat kaya raya si pembuatnya, membiayai hari tua mereka yg bekerja hanya sekejap, sementara kita membiarkan pahlawan yg membangun fondasi negara ini mengais remah-remah di masa senjanya. Hati nurani macam apa yg dipakai untuk mengetuk palu aturan itu..?Bagaimana mungkin kalian bisa menikmati uang pensiun itu dengan tenang, sementara guru yg dulu mengajari kalian mengeja kata โ€œKEADILANโ€ itu kini sedang bingung mencari uang untuk makan..? Di negeri ini, โ€œPengabdianโ€ rupanya diukur bukan dari seberapa besar jasamu pada bangsa dan negara, melainkan seberapa dekat pantat busuk mu dengan kursi kekuasaan. Bajingan kalian semuaโ€ฆ!!!

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

23,089 gรถrรผntรผleme โ€ข 8 ay รถnce

Pendukung sebelah bilang ke saya, kenapa dukung yg pasti kalah Jawab saya Pertama, jangan sombong mendahului Allah, krn bahkan Firโ€™aun pun tenggelam Kedua, Kita tidak sedang taruhan bola, sabung ayam atau apapun yg harus cari siapa yg terkuat & mungkin menang Tapi kita sedang taruhan nasib bangsa & negara, nasib anak cucu & rakyat Indonesia, yg harus diperjuangkan dg serius, krn bisa saja kita akan terlambat memperbaiki semua kerusakan yg ada Ketiga, dalam hidup Allah perintahkan kita untuk ikhtiar & berdoa untuk mencapai tujuan Dan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika bukan kita yg merubahnya Jadi ini adalah bentuk ikhtiar saya untuk sumbangsih memperbaiki kondisi bangsa & negara kita yg sedang tidak baik-baik saja Selanjutnya saya berdoa pada Allah, agar diberikan pilihan yg terbaik bagi bangsa & negara ini Jadi bukan soal hasil yang harus saya risaukan, karena apapun nanti yg terjadi, siapapun nanti yg terpilih, itu adalah atas kehendak Allah SWT, Tuhan YME Karena saya percaya โ€œBoleh jadi apa yg kita tidak inginkan tapi itu yg diberikan Allah & itulah pilihan yg terbaik, karena kita tidak pernah tahu rencana Allah dibalik semuaโ€ Tugas kita hanya melakukan kebaikan, berjuang untuk yg terbaik, agar bisa dipertanggungjawabkan di akhirat kelak Bismillah, kita semua sudah berjuang mendukung & melakukan yg terbaik Saatnya kita berdoa agar Allah ridhoi dan berkahi perjuangan kita semua Semoga di Pilpres 2024 ini Allah berikan kita Pemimpin yg terbaik, yg cerdas, amanah, adil & membawa Indonesia menjadi negara yg kembali berdaulat, bermartabat, aman damai dan sejahtera Aamiin ya Allah aamiin ๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿ˜ญ NB : Video di ambil dari tengah malam, subuh, pagi sampai jam 12 siang lewat, tapi masih ramai rakyat yg hadir ๐Ÿ˜ญ Untuk membantah sebelah yg coba fitnah JIS hanya sedikit orang Sengaja yg ada saya, agar tidak difitnah video comotan

Eva Sri Diana Chaniago

107,627 gรถrรผntรผleme โ€ข 2 yฤฑl รถnce

#WoodyInterview #Thanapob_Lee P'Woody: ketika kamu masih di Nadao dan kemudian Nadao tutup, bagaimana hidupmu setelah itu? Tor: sakit. aku merasa seperti orang yg sakit hati. aku merasa sudah lama tidak merasa sakit seperti ini. dan hal buruknya lagi adalah karena aku tau terlebih dahulu, aku tidak mau orang yg dengar ini adalah hal yg ditutup-tutupi, tp saat itu ada banyak hal yg confidential yg kita tidak bisa dengan asal mengumumkan "iya, agensiku udah mau tutup sebentar lagi" dan sebenarnya aku selalu merasa agensi yg kutinggali tidak ada buruknya sama sekali. mereka menjagaku dengan baik. mereka memberikan dorongan untukku dengan maksimal. dan mereka memberikan banyak sekali pengalaman. yang membuat aku sadar ketika aku benar2 harus menginjakkan dunia luar dengan kakiku sendiri "wow, ternyata apa yang mereka berikan kepadaku sangatlah besar, bahkan aku tidak menyadarinya ketika aku masih disana" jadi bisa dibilang aku tidak bisa menerima bahwa Nadao akan bubar. aku tidak mau Nadao bubar. aku merasa saat itu, menurut pengelihatanku, tidak ada masalah apapun dengan agensi ini. kenapa harus tutup? apa masalahnya? saat itu aku baru mulai tumbuh dewasa, aku sudah mau memasuki kepala 3, mulai benar2 dewasa, dan aku ingat alasan aku mulai menerima kenyataan, adalah ketika aku mendengar alasan P'Yong bahwa passionnya sekarang sudah berubah. dan ini langsung menamparku karena aku sendiri adalah orang yg melakukan apapun dengan passion. aku paham betapa pentingnya passion dalam hidup. ketika ada orang yang sangat aku sayang datang ke aku dan bilang "passionku sudah berubah" aku merasa dia tidak pernah menolak/meremehkan passionku, aku tidak punya hak untuk menolak passionnya. maka dari itu aku mulai menerima. dan aku memutuskan untuk tetap tinggal sampai di hari terakhir, menit terakhir, dimana aku sama sekali tidak berusaha mencari2 agensi lain, tidak berusaha apapun. aku hanya mau tetap berada disana dari awal, mungkin aku tidak ada sejak awal agensi ini dibentuk, tp aku mau berada disini sampai detik terakhir sampai kata "Nadao" sudah tidak bisa digunakan lagi.

inn

24,769 gรถrรผntรผleme โ€ข 1 yฤฑl รถnce

๐Œ๐๐†, ๐Œ๐ž๐ง๐œ๐ž๐ ๐š๐ก ๐’๐ญ๐ฎ๐ง๐ญ๐ข๐ง๐  ๐†๐ข๐ณ๐ข & ๐ƒ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐จ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ค. Kalau tadi siang kita mengulas tentang MBK, maka sebelum malam berganti hari, mari sedikit kita intip tentang MBG. Bayangkan, jumlah 32.000 orang, di atas kertas mereka adalah laskar gizi, juru masak garda depan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di mata para perancang strategi, mereka adalah investasi. Karena di balik uap nasi dan seragam dapur, ada uniform politik. Di dapur-dapur raksasa itu, aroma yg tercium bukan hanya bawang goreng atau nasi yg baru matang. Ada aroma lain yang lebih pekat, lebih politis yg menyelinap di antara desis kompor dan denting panci. Tiba-tiba, label "pegawai honorer" atau "pekerja kontrak" dirasa tak cukup. Mereka harus dibalut dengan seragam khusus, disematkan lencana Korpri, dan diberi "takhta" bernama ASN. Sebuah lompatan status sosial yg di negeri ini setara dengan memenangkan lotre kehidupan. Siapa yg akan menolak jaminan pensiun dan gaji tetap di tengah ekonomi yg serba tak pasti..?, tidak ada. Dan di situlah letak jeniusnya (atau mungkin liciknya). Sebab dalam kalkulator kekuasaan, angka 32.000 itu tidak pernah berdiri sendiri. Ia adalah hulu ledak dengan daya ganda. Satu seragam ASN bukan hanya mengikat satu jiwa, tapi menyandera satu meja makan keluarga. Asumsikan satu pekerja menanggung atau mempengaruhi empat kepala, ada istri, suami, anak yg baru cukup umur, atau orang tua yg menumpang hidup. Dalam sekejap mata, 32.000 berubah menjadi 128.000 loyalitas yg terkunci. Bukan dengan paksaan senjata, tapi dengan rasa โ€œberutang budiโ€ dan ketakutan klasik akan hilangnya periuk nasi. Namun, jaring laba-laba ini tak berhenti hanya disitu, ia melebar lebih jauh dari sekadar ruang keluarga. Lihatlah ke pasar, ke pengepul telur, ke petani sayur, hingga ke supir boks pengantar katering. Mereka semua kini menjadi gerbong yg ditarik oleh lokomotif yg bernama MBG. Ketika status para juru masak ini dipermanenkan, maka status para vendor dan supplier pun ikut dipatenkan, apalagi tidak ada aturan tender disitu. Para supplier bahan pangan kini paham satu hal, bahwa kelangsungan bisnis mereka bergantung pada kelangsungan program ini. Dan kelangsungan program ini bergantung pada siapa yang duduk di singgasana. Rantai pasok ini tidak lagi sekadar urusan logistik, ia telah bermutasi menjadi rantai komando politik. Pada akhirnya, kita diajak melihat sebuah pertunjukan sulap yg memukau. Di satu tangan, mereka menyuapkan gizi untuk mencegah stunting anak bangsa. Namun di tangan lain, di bawah meja, mereka sedang sibuk merajut jaring pengaman suara untuk mencegah stunting dukungan politik. Di negeri ini, pepatah lama itu menemukan bentuk paling harfiahnya, โ€œTidak ada makan siang yg benar-benar gratisโ€. Karena tagihannya akan selalu datang lima tahun sekali, di bilik suara.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

19,679 gรถrรผntรผleme โ€ข 8 ay รถnce

Tadi sore saya hadir dan memberikan keterangan ahli di PN Jakarta Selatan. Menurutku Pengadilan pada wahyu yg sudah ditahan 5 bulan adalah buah kedzoliman. Setelah melihat video TikTok Wahyu yg katanya dianggap melanggar pasal 28 ayat (2) UU ITE sbg penyebaran informasi untuk membangkitkan kebencian dan permusuhan berdasar SARA itu sama sekali tidak memenuhi unsur2 pidana. Tapi saya heran Wahyu bisa langsung ditahan di Cipinang, seperti seorang penjahat. Sebagai seorang kepala rumah tangga, Wahyu itu berhak membela diri dan keluarganya dari tekanan kelompok yg menyulitkan ekonominya yg telah membuat warungnya tidak laku. Tekanan itu ia kritik dengan cara membuat konten TikTok. Seorang berpendapat tdk setuju, lalu mengkritik kelompok yg merugikannya secara langsung dengan sebuah kritikan itu adalah hak warga negara yg dijamin konstitusi. Bukan malah lalu dibungkam dengan dijebloskan di tahanan oleh aparat hukum. Pasal 28 ayat 2 UU ITE itu norma yg keberadaannya untuk pelaku provokasi SARA. Untuk orang yg melakukan syiar kebencian, adu domba dan mengajak masyarakat memusuhi mrk yg berbeda SARA. Unsur2 yg hrs terpenuhi adalah : 1) Pelaku punya niat jahat, 2) dilakukan secara sadar, mengetahui dan menghendaki perbuatan yang dilakukan. 3) Pelaku tidak punya hak, atau alasan hukum. 4) Pelaku melakukan perbuatan menyebarkan informasi elektronik, dengan tujuan agar orang lain timbul rasa kebencian dan/atau permusuhan thd mereka yang berbeda SARA. 5) Kontennya hrs ada unsur hasutan, mendorong atau ngajak orang lain punya rasa kebencian dan atau permusuhan. Unsur hasutan ini delik materiel, harus dibuktikan. Baik isi informasinya nyata berupa hasutan atau provokasi, lalu wujud efeknya nyata muncul diskriminasi, atau tindak kekerasan, terhadap individu dan/atau kelompok yang berbeda SARA. Wahyu tidak melakukan itu. Isi TikTok Wahyu juga tdk begitu, apalagi dampak konten wahyu justru kebalik. Wahyu adalah korban diskrimasi dan ketidak adilan. Maka wahyu hrs dibebaskan. Wahyu bkn pelaku pelanggar UU ITE. Dia adalah korban kedzoliman. Alhamdulillah saya bisa hadir dan memberi keterangan untuk meluruskan jalannya pengadilan. Mudah2an hakim mendengar dan mau berempati dengan keadaan Wahyu beserta keluarganya yg hanya ingin keadilan. Semoga kasus ini jadi pelajaran dan tidak lagi terulang, serta Wahyu segera bisa dibebaskan, dan tdk muncul Wahyu Wahyu yg lain serta kedzoliman2 yg lain. Aamiin YRA.

Henri Subiakto

26,416 gรถrรผntรผleme โ€ข 3 yฤฑl รถnce

๐——๐—ถ ๐—•๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ธ ๐—•๐—ถ๐˜€๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป, ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐˜๐˜‚ ๐—ง๐—ฎ๐—ธ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฐ๐—ฎ๐—ฝ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฆ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—น. Banyak pengamat yg keliru menafsirkan keheningan Presiden Prabowo atas penolakan Kapolri jika struktur komando institusinya dibawah Kementerian sebagai keraguan, atau bahkan pembiaran. Namun, dalam kalkulasi politik tingkat tinggi, diam adalah sebuah bahasa. Diamnya Prabowo bukanlah tanda ketidaktahuan, melainkan sebuah persetujuan strategis, sebuah โ€œlampu hijauโ€ yg menyala terang dalam gelapnya koridor kekuasaan. Wacana meletakkan Polri di bawah kementerian seringkali melupakan satu hukum besi birokrasi, yakni โ€œKekuasaan tidak pernah dengan sukarela memangkas dirinya sendiri.โ€ Jika Polri dilucuti dari struktur langsung di bawah Presiden dan digeser ke bawah Kementerian Dalam Negeri atau kementerian baru, pihak yg mengalami kerugian administratif terbesar bukanlah Kapolri, melainkan Presiden itu sendiri. Polri, dengan rantai komando vertikal yg menjangkau hingga ke desa-desa, adalah instrumen kekuasaan eksekutif yg paling efektif. Ia adalah โ€œtanganโ€ Presiden untuk (dalam tanda petik) menjaga ketertiban, menegakkan hukum, dan mengamankan stabilitas keaman masyarakat. Mengapa dalam tanda petik ? Karena dalam realitas politik yg tak terkatakan Polri juga menjaga stabilitas politik dan kekuasaan Presiden, dan itu terbukti setidaknya dalam dua periode pemilu terakhir. Menempatkan Polri di bawah menteri berarti menciptakan โ€œPortal Birokrasiโ€ antara Panglima Tertinggi dan pasukannya. Bagi seorang Prabowo yg memahami betul arti komando dan kendali, membiarkan Polri lepas dari genggaman langsungnya adalah sebuah kemunduran strategis. Mengapa seorang Presiden mau menyerahkan pedang tertajamnya kepada seorang menteri, ketika ia bisa memegangnya sendiri..? Kapolri dengan ilusi โ€œPembangkangan-nyaโ€ adalah kecerdikan atau mungkin gimmick politik. Penolakan keras Kapolri terhadap wacana tersebut tampak gagah, seolah-olah institusi Polri sedang bertarung sendirian mempertahankan marwahnya. Namun, mari kita bersikap realistis. Dalam struktur ketatanegaraan dan budaya politik Indonesia yg hierarkis, mustahil seorang Kapolri berani โ€œpasang badanโ€ menolak wacana reformasi yg didorong oleh elemen masyarakat sipil dan sebagian parlemen, tanpa jaminan perlindungan dari atas. Jika Kapolri benar-benar bergerak sendiri, ia sedang melakukan bunuh diri politik. Ia harus berhadapan dengan koalisi gemuk Presiden di parlemen, berhadapan dengan sentimen TNI yg mungkin menginginkan keseimbangan kekuatan, dan berhadapan dengan opini publik. Keberanian Kapolri untuk berkata โ€œTidakโ€ adalah indikator terkuat bahwa di belakang punggungnya, Presiden telah menepuk bahunya. Penolakan itu bukanlah pembangkangan, itu adalah penugasan. Gimmick Politik dan Status Quo Sikap tegas Kapolri hanyalah etalase depan (front-stage) dari sebuah panggung sandiwara. Ini adalah gimmick politik yg dirancang untuk dua tujuan, Pertama sebagai tes ombak, menguji seberapa kuat desakan publik tanpa harus melibatkan Presiden secara langsung. Kedua sebagai penyangga atau buffer, Kapolri menjadi โ€œtamengโ€ yg menyerap kritik, sementara Presiden tetap bersih, menjaga citra sebagai pemimpin yg berada di atas segala polemik, padahal dialah penerima manfaat utama dari status quo tersebut. Pada akhirnya, narasi ini membawa kita pada satu kesimpulan, bahwa keinginan untuk menempatkan Polri di bawah kementerian akan layu sebelum berkembang. Bukan karena Polri terlalu kuat, tetapi karena Presiden tidak memiliki insentif politik sedikit pun untuk melemahkannya. Diamnya Prabowo adalah suara paling lantang yg menegaskan bahwa โ€œReformasi Polri yg menyentuh perubahan struktur komando tidak akan pernah terjadi di dalam saku safarinyaโ€. Reformasi Polri diperkenankan sepenuh hati para cendekiawan, akademis, aktifis, pemikir politik, pengamat birokrasi dan ahli tata negara, asal tak lebih dari setengah hati Presiden.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

31,632 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Sebagai orang awam di Indonesia, melihat semua ini sering kali membuat kita hanya bisa mengelus dada. Kita marah, geram, sedih, dan merasa tidak berdaya. Kutukan demi kutukan dari berbagai negara seolah hanya menjadi angin lalu tanpa bisa menghentikan aksi brutal Zionist Israel. Sebagai warga sipil yg awam, wajar jika masyarakat banyak yg bertanya-tanya, apa yg bisa mereka lakukan ? Sebenarnya emosi tersebut bisa di ubah menjadi energi untuk melakukan tindakan yg terukur dan berdampak. Karena walaupun tidak bisa mengangkat senjata atau pergi ke garis depan, tapi masyarakat punya kekuatan kolektif yg besar jika disatukan. Misalnya, โ€ข Berdonasi lewat jalur yg dipercaya jujur & mampu menyalurkan bantuan bagi penduduk Palestina. โ€ข Boikot cerdas dan terarah terhadap produk atau perusahaan yg secara terang-terangan mendanai atau mendukung agresi militer terbukti memberikan tekanan ekonomi. Jangan kendor kampanyekan aksi boikot. Ikuti panduan gerakan Kampanye BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) yg diakui secara global agar boikot yg dilakukan efektif dan tepat sasaran, bukan sekadar ikut-ikutan. โ€ข Jadilah "Jurnalis Dadakan" di medsos. Jangan biarkan algoritma menenggelamkan isu ini. Terus bagikan berita dari sumber yg valid, edukasi orang-orang di sekitar dan suarakan kebenaran. Tekanan publik global di media sosial sangat ditakuti karena dapat menghancurkan narasi palsu. โ€ข Doa berjamaah menggalang kekuatan langit. Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Di tengah segala keterbatasan kemampuan fisik, doa adalah dukungan spiritual yg menyatukan hati dengan penderitaan mereka. Hal terakhir yg jangan pernah kita lengah dan letih adalah melakukan segala upaya apapun untuk mendorong pemerintah Indonesia melakukan hal-hal berikut, โ€ข Alih-alih bergabung dalam BoP Trump, pemerintah Indonesia harus mendesak PBB dan komunitas internasional agar jangan cuma โ€œOmon-Omonโ€ menetapkan โ€œResolusi Damaiโ€ yg berkali-kali diabaikan Zionist Israel, tetapi mendorong sanksi nyata seperti embargo senjata dan sanksi ekonomi terhadap Israel. โ€ข Mendesak pemerintah untuk terus mendukung dan memperkuat gugatan di Mahkamah Internasional (ICJ) dan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) utk menuntut para pejabat dan komandan militer yg bertanggung jawab atas kejahatan perang dan genosida. Ini bagian dari hukum internasional harus ditegakkan. โ€ข Pemerintah harus didesak utk menggalang "Koalisi Negara Selatan". Sebagai negara besar Indonesia harus memimpin dan menggalang kekuatan negara-negara berkembang (Global South) dan negara mayoritas Muslim untuk bersatu. Jika negara-negara ini memutus hubungan dagang tertentu atau melakukan blokade diplomatik secara serentak, dampaknya akan sangat terasa. โ€ข Meminta pemerintah melakukan aksi Kemanusiaan Internasional sekaligus nendorong pemerintah untuk terus mengirimkan bantuan logistik skala besar, seperti mengirimkan Kapal Rumah Sakit TNI ke perbatasan, atau mengupayakan jalur khusus (airdrop atau jalur darat via Yordania/Mesir) secara berkelanjutan. Perjalanan untuk mencapai keadilan mungkin masih panjang. Namun, masyarakat dunia harus ingat bahwa diamnya orang baik adalah senjata paling mematikan bagi pihak penindas. Ini bukan konflik agama, ini adalah genosida, kejahatan kemanusiaan yg terlalu dahsyat kejamnya. Mari ubah rasa sedih, geram dan marah kita menjadi aksi nyata. Sekecil apa pun langkah kita, baik itu membagikan satu berita, menyumbang sedikit rezeki, atau menyuarakan tuntutan kepada pemerintah, itu adalah bagian dari sejarah yg sedang kita perjuangkan demi kemanusiaan.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

12,127 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Masih di sitkom Bajaj Bajuri. Kali ini kita geser dari ruang tamu Emak ke tempat Ucup dan Said nongkrong. Di permukaan, mereka berdua mungkin terlihat seperti komedian komplek biasa, tapi kalau kita lirik dari aspek visual dan pola dialognya, mereka sebenarnya sedang ceramah tentang krisis identitas dan hegemoni kultural yg mencekik masyarakat kelas bawah. Mari kita lihat dari salah satu detail visual: kebiasaan Ucup yg selalu pakai jersey KW. Pemilihan kostum ini menurutku bukan sebatas kebetulan komedik, melainkan kritik di ranah semiotik. Jersey olahraga pada dasarnya diciptakan sebagai simbol produktivitas fisik, keringat, kedisiplinan, dan kompetisi yg sehat. Tapi di sini, kostum itu justru melekat pada tubuh karakter yg gak "produktif", seorang pengangguran yg menghabiskan waktu luntang-lantung di pos ronda. Menurutku ini adalah bentuk eskapisme. Ketika struktur kapitalisme membuat Ucup gak punya identitas kelas yg bisa dibanggakanโ€”tanpa pekerjaan, uang, dan status sosialโ€”ia meminjam "eksistensi ternama" dari klub-klub bola raksasa. Jersey KW itu menjadi simulakra, sebuah pelarian di mana ia merasa terhubung dengan entitas yg megah, demi menutupi realitasnya sebagai kaum marginal yg nasibnya mentok di gang sempit. Tragedi krisis identitas ini berlanjut pada sosok Said. Kalau Ucup meminjam identitas dari klub bola, Said meminjam identitas dari figur otoritas kulturalnya. Perhatikan betapa Said hampir gak pernah memiliki opini orisinal. Seringkali waktu berdebat, menasihati, atau bahkan menipu, kalimat andalannya "Kata Wan Abud..." atau berlindung di balik nama atau pamannya yang lain. Menurutku ini adalah bukti dari kurangnya agensi diri. Said adl pemuda yg gak punya kapital ekonomi maupun kapital intelektual utk bertahan hidup. Karena gak pny kapasitas utk membangun otoritasnya sendiri, Said secara gak sadar terus-menerus mereduksi eksistensinya menjadi sekadar corong bagi otoritas di atasnya. Ia tidak eksis sebagai individu yg merdeka, melainkan hanya sebagai kepanjangan tangan dari dogma pamannya, mencari validasi dari figur bernama untuk diakui di masyarakat. Keterasingan dan kelumpuhan intelektual ini mencapai puncak ironinya lewat satu adegan komedi ikonik. Adalah momen di mana paman Said, sedang berbicara menggunakan bahasa Arabโ€”entah itu sekadar mengobrol biasa, hingga bahkan marah-marah. Tapi respons warga kampung lainnya (termasuk pak RT) secara refleks tangkupkan tangan dan menyahut khusyuk, "Amiiin... Amiiin." Adegan ini jelas bukan cuma slapstick receh, tapi juga dekonstruksi tentang hegemoni linguistik dan komodifikasi kesakralan. Di masyarakat akar rumput, bahasa Arab telah mengalami objektifikasi sebagai sesuatu yg sakral. Warga mengalami alienasi terhadap substansi teologis; mereka gak sepenuhnya paham makna bahasanya, tapi secara buta tunduk pada bunyi dan simbol. Momen tersebut menyentil fenomena kepatuhan di masyarakat, di mana ketika agama hanya dihayati lewat cangkang luarnya saja, orang bisa dengan mudah dibodohi atau disuruh mengaminkan sumpah serapah murni karena kata-kata itu dibungkus dengan bahasa yang dianggap suci. Semua elemen yang mengalir dari jersey ilusi Ucup, ketiadaan agensi Said, hingga kepatuhan buta warga pada hegemoni bahasa ini merangkum betapa rentannya kelas bawah perkotaan era itu. Mereka gak punya kuasa atas uang, pikiran, dan bahkan pemahaman spiritual mereka sendiri. Semuanya serba meminjam, dan semuanya serba ilusi.

fillainart

25,159 gรถrรผntรผleme โ€ข 5 ay รถnce

Ini wajib di viralkan agar rakyat paham dan terbuka kesadarannya. Rakyat harus di โ€œCerdaskanโ€, bukan di โ€œGemukkanโ€..!!. Tau kah anda semua, bahwa para pejabat ini sedang โ€œmerampokโ€ kewenangan Presiden, Parlemen, dan Pemilih di masa depan yg berhak mengevaluasi, apakah pada tahun 2041 bangsa ini sudah mampu mengelola tambangnya sendiri secara utuh dan mandiri atau belum. Ini kok sudah dinilai dan diputuskan dari saat iniโ€ฆ? Dalam sistem demokrasi yang sehat, pemerintah adalah penerima titipan mandat 5 tahunan, bukan pemilik mandat. Mandat kekuasaan mereka dicetak dengan tanggal kedaluwarsa yg sangat jelas, 5 tahun. Kocak betul nggak sih, penerima titipan mandat sebuah negara selama lima tahun, tetapi dengan penuh percaya diri menandatangani perjanjian kerjasama atas wilayah dari negara tersebut kepada orang asing selama 35 tahun ke depan..? Kalau pemilik negara (dalam hal ini, rakyat lintas generasi) menyebut tingkah para pejabat itu kehilangan akal sehat alias gila, wajar nggak sih..? Membuat keputusan absolut dan mengikat yg jauh melampaui masa legitimasi kekuasaan itu sendiri bukanlah sebuah langkah waras, melainkan bentuk arogansi tingkat dewa. Ini adalah pengingkaran terhadap prinsip dasar demokrasi bahwa setiap generasi berhak menentukan nasibnya sendiri. Kekuasaan selalu memiliki batas demarkasi, baik secara spasial (wilayah) maupun temporal (waktu). Ketika sebuah rezim secara sengaja melampaui batas temporalnya dan mengambil porsi kewenangan pemerintahan di masa depan, mereka tidak sekadar membuat kebijakan, tapi sedang melakukan โ€œpencurian waktuโ€ (chronological corruption). Kalau anda-anda semua renungkan dengan cermat, anda akan sampai pada kesimpulan bahwa, โ€œMencuri uang dari APBN hari ini merugikan rakyat yang hidup hari ini. Namun, mengunci nasib kekayaan alam hingga tahun 2061 adalah bentuk korupsi atas hak hidup dan kedaulatan warga negara yang hari ini bahkan mungkin belum lahir.โ€ Sejatinya ini adalah โ€œPenjajahan Antar Generasiโ€, yakni sebuah kebijakan yg mengorbankan masa depan generasi mendatang, demi kenyamanan dan kepentingan mereka yg berkuasa hari ini.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

19,641 gรถrรผntรผleme โ€ข 7 ay รถnce

Saat mendengar apa yang dipaparkan oleh dokter muda ini, gw semakin sadar dan mengerti, mengapa gw begitu menaruh rasa hormat yg luar biasa terhadap kakak gw uni dokter Eva Sri Diana Chaniago. Bisa dibayangkan gasih gimana beratnya, doi harus bersikap jujur, lurus dan kritis, tapi sekaligus hari-harinya harus beraktivitas dibawah rumah sakit yg โ€˜stake holderโ€™nya adalah pemerintah. Buat kebanyakan orang, mungkin akan berpikir 100x untuk berani melawan arus yg begitu keras benturannya, mengingat untuk sampai diposisi dokter Eva skrg, dokter-dokter baru pasti harus melewati terjalnya rintangan yg berat, waktu, biaya, bahkan umur pun dipertaruhkan. Banyak orang yg lebih memilih utk โ€˜stay coolโ€™ di zona nyaman saat sudah berada di level beliau lantaran berpikir pragmatis, โ€œngapain juga berjuang buat orang lain yg jangankan akan berterima kasih, tau nasibnya diperjuangkan pun tidak, mending mikir nasib diri sendiri..โ€. Gw tau beratnya perjuangan dr.Eva karena gw sendiri dalam satu kesempatan pernah menjadi teman diskusi beliau dalam persoalan tertentu yg gw yakin hanya bagian kecil saja dari banyaknya persoalan dan tekanan yg beliau hadapi, baik dalam menjalankan tugas profesi, mau pun saat beliau memperjuangkan nasib banyak orang. Sumpah, kadang gw mau nangis saat lihat beliau ada diatas podium, saat beliau berorasi ditengah panas terik matahari, kebayang capek dan letihnya. Belum lagi saat beliau gigih membela kepenting pasien dan para medis di talk show media televisi sih sudah nggak ke hitung lagi seringnya. Dan yg buat gw sedih, gw cuma sekedar bisa bantu doa aja dari jauh, nggak lebih!. Sedang disaat yg sama, gw tau betul, mereka yg seprofesi dan dibawah kualifikasi beliau tak sedikit yg komersilkan ilmu dan hanya ambil job melayani orang-orang kaya. Apalagi mau menjilat penguasa, pejabat Dinkes atau pejabat Kemenkes, bungkam dari sikap kritis ngurusi nasib rakyat kecil, pasti jabatan dan imbalan tinggi menanti dalam genggaman tangan. Jadi, di kesempatan akhir Ramadhan dan menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1445H ini, lewat te-el ini secara khusus gw mau mengucapkan, โ€œSelamat menyambut hari kemenangan dr.Eva Chaniago, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah mu, meridhoi perjuangan mu, dilimpahkan kesehatan lahir batin, diberkahi umur panjang, dikaruniai rezeki yg halalan toyiban, anak-anak dan keluarga yg soleh solehahโ€ฆ., Aamiin Yra.โ€๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ Maafkan adinda mu yg tak mempu memberi kontribusi yg layak dalam perjuangan mu.๐Ÿ™

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

294,344 gรถrรผntรผleme โ€ข 2 yฤฑl รถnce

Statementmu ini yg memperumit keadaan, playing victim! Ini pak Ted ngomong di H+23, kalau ucapanmu ini di H+3 tp dinyinyirin masih bisa diterima dan dibela. Seka iler mu di tepi bibir, jijik. Paragraf penutup analogi yg kubuat menggambarkan apa yg kalian sajikan ke publik Ini aku beli centang biru biar counter narasi ibukotamu yg penuh dgn ABS, bagiku langkah bijak utk protes kebijakan dan tingkah polah kalian yg menyoroti kawasan bencana dr menara gading. Inilah sikap paling bijak saat ini untuk bantu SELURUH korban terdampak, bukan sebagian. Ego mas Prabs mu yg bikin ini makin rumit, clear ya kalian gk berhasil bikin ini melandai masih banyak korban yg menjalani hidup di bawah standar. Udah tiga pekan lebih. Hingga sore ini temanku bawa bantuan dari organisasi tidak berhasil tembus ke daerah yg dituju karena terisolir. Dan itu satu titik ya yaitu Tamiang, belum lg Aceh Tengah, Gayo, Nagan, Pijay dan lainnya. (video terakhir Ferry Irwandi lebih komprehensif). Video satu lagi dari komunitas teman ku tembus daerah yg masih ada buayanya, terpaksa diakses krn darat masih putus. Ketika H+5 sorot utama fokus di Tapteng sementara Tamiang tak tersentuh. Begitu jg H+16 semua mata ke Tamiang namun pemberitaan ttg Takengon masih minim (AHY H+6 udah ke sana tp hanya bisa cover bbrp posko saja, efek kunjungannya tdk booming dan fenomena warga jalan kaki berkilometer belum massif terjadi dan belum terekspos). Maka, tervalidasi kali ini Presiden dan kakitangan nya dinobatkan terburuk dalam menangani bencana pasca reformasi. Padahal zamannya teknologi lebih canggih ketimbang pendahulu2nya. Andai H+2 (Jumat) Kepala BNPB mengatakan yg sebenarnya ttg beratnya kondisi lapangan beserta nauzubillah nya skala dampak siklon #Senyar tentu penetapan status #BencanaNasional jd hal yg rasional. Namun gk abis pikir kita sekaliber jenderal gk tau rasio, malah blunder bilang hanya mencekam di sosmed. Jangan menihilkan protes, relawan punya keterbatasan di lapangan. Ada yg pulang dr sana sebagian kecil sakit dan lelah fisik namun sebagian besar lelah psikis krn gk nyangka kawasan yg diabaikan masih sebanyak itu ditambah ucapan para pejabat yg bikin miris mengiris hati. Relawan murni swadaya sendiri2, inisiatif masing-masing, BERDIKARI serta minim info, yg diharap alat negara bisa dimanfaatkan pemerintah malah sebaliknya yg terjadi. Relawan yg bantu pemerintah, bukan pemerintah yg fasilitasi relawan. Kalau dikatakan upaya pemerintah sudah maksimal namun hasilnya masih begini ya artinya butuh bantuan asing! Minimal tetangga terdekat! Contoh ya pak Ted, anandamu punya PR berjumlah 10 mata pelajaran dari sekolahnya namun anandamu hanya mampu kerjakan 4 dari 10. Dibilang gk ngerjain PR kan gk tepat, tp apa 6 sisanya dianggap selesai? Kan tidak, itu nyawa manusia yg dipertaruhkan! Balik ke analogi, apa PR itu gk ada tenggang waktu? Ini yg terjadi, kalian buat H+1 dengan H+5 itu tidak berbeda. Apa pantas PR anandamu di kelas 1 dikumpulkannya di kelas 5?. Udah la gagal maksimal di fase kritis H+0 hingga H+4, fase pemulihan pun tidak serentak. Seolah Tapteng dengan Tamiang berada pada dimensi berbeda. Berikut jg usul temanku yg Medan-Tamiang udah 2x seminggu, perahu karet untuk jembatan yg putus!! Mohon teman2 giatkan lagi donasi, bencana kali ini next level. Semoga diperluas rezeki materi dan imateri kita, pemerintah kita menyedihkan dan bikin malu di mata internasional.

OhKinantan!

29,710 gรถrรผntรผleme โ€ข 9 ay รถnce

๐˜Ž๐˜ข๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜๐˜บ๐˜บ๐˜ข๐˜ด ๐˜š๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข... ๐ˆ๐๐ƒ๐Ž๐๐„๐’๐ˆ๐€ ๐‡๐€๐‘๐”๐’ ๐Œ๐„๐‹๐€๐๐‰๐”๐“๐Š๐€๐ ๐๐”๐๐˜๐€ ๐๐‘๐„๐’๐ˆ๐ƒ๐„๐ ๐˜๐† ๐๐”๐Š๐€๐ ๐๐„๐“๐”๐†๐€๐’ ๐๐€๐‘๐“๐€๐ˆ. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ส€แด‡แดษชษดษขแด›แดษด ๊œฑแด›แด‡แด‡สŸแด‡

83,236 gรถrรผntรผleme โ€ข 2 yฤฑl รถnce

Pernah punya pasien mantan pejabat Ngamuk di UGD krn merasa ribet dgn aturan BPJS Gaya masih sok orang besar, selalu merendahkan orang lain.. Maunya pakai BPJS tapi nda mau ikut aturan BPJS Namanya juga Sistem, ngga kenal mantan pejabat Kalau data nda lengkap, ya sistem tidak akan bisa dibuka, pilihannya bayar pribadi atau harus melengkapi Karena bicaranya sombong & merasa paling benar, kesal juga sayaโ€ฆ Akhirnya saya bilang.. โ€œ Maaf ya Pakโ€ฆterpaksa saya harus katakanโ€ฆ.Inilah fakta keruwetan yg selama ini di alami rakyat & kami nakes, akibat sistem kesehatan yg tidak Pro Rakyat โ€ฆcoba waktu Bapak menjabat dulu, kekuasaan Bapak dipakai untuk membuat aturan yg baik, kan hari ini Bapak tidak akan mengalami hal tidak menyenangkan ini, jadi tolong sabar saja menjalaninya seperti kami selama ini โ€œ Saya berharap dgn cerita ini, para Pejabat & Bapak-Ibu dewan di gedung Rakyat ingat bahwa jabatan tidak akan abadiโ€ฆkebijakan yg Bapak-Ibu buat saat ini, nanti akan berefek pada Bapak-Ibu juga keluarga. Saat ini mungkin Bapak-Ibu masih diatas Kelak jika turun lagi ke Rakyat, belum tentu nasib Bapak-Ibu akan selamanya diatas Roda akan terus berputar Dan setiap kita akan menuai dari apa yg telah kita perbuat Kebaikan yg kita lakukan, kebaikan yg akan kita tuai Juga sebaliknya, keburukan yg kita lakukan, keburukan pula yg akan kita tuai Jadi bijaklah dalam bersikap.. Gunakan hati nurani dalam membuat kebijakan Nasib Bangsa & Negara saat ini ditangan Bapak-Ibu sekalian Ratusan tahun kita di jajah, Banyak darah pejuang yg tumpah demi memperjuangkan kemerdekaan Jangan sampai krn kebijakan yg salah.. Hilang sudah kedaulatan negara Hancur masa depan bangsa Hancur Indonesia Raya Terjajah lagi rakyat Indonesia Tolong demi Ketahanan Nasional Tolak RUU Kesehatan Omnibuslaw yg patut dicurigai, dibuat bukan krn kepentingan Rakyat #TolakRUUKesehatanOmnibuslaw #tolakkapitalisasikesehatan Rakyat & Nakes Bersatu, Pasti Bisa โœŠ๐ŸปโœŠ๐Ÿป Mohon Doa & Dukungan Saudara kami semua, dukung perjuangan ini Demi masa depan kita, anak - cucu dan masa depan Indonesia Demi rakyat Indonesia, kami penerus Boedi Oetomo akan hadir putihkan Jakarta, mengobati kebijakan yg sakit Kami terpaksa kembali turun ke jalan 5 Juni 2023, 5 OP bersatu melawan arogansi kekuasaan..demi Rakyat โœŠ๐Ÿป Panjang Umur Perjuangan โœŠ๐Ÿป

Eva Sri Diana Chaniago

136,128 gรถrรผntรผleme โ€ข 3 yฤฑl รถnce