PANDUGA.ID's banner
PANDUGA.ID's profile picture

PANDUGA.ID

@Pandugaid6,707 subscribers

⚡️Berita Cepat & Kronologi Viral 🇮🇩Update Nasional Setiap Hari 📥DM Buat Informasi Warga

Shorts

Inilah wajah Kopka Basar anggota TNI yang diduga tembak Kapolsek Negara Batin, Way Kanan, Lampung bersama 2 anggotanya hingga meninggal dunia saat gerebek tempat judi sabung ayam di kampung Karangmanik, Senin (17/3/2025) petang.

Inilah wajah Kopka Basar anggota TNI yang diduga tembak Kapolsek Negara Batin, Way Kanan, Lampung bersama 2 anggotanya hingga meninggal dunia saat gerebek tempat judi sabung ayam di kampung Karangmanik, Senin (17/3/2025) petang.

4,357,748 Aufrufe

KA Jarak Jauh dan KRL Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur Kereta jarak jauh (KAJJ) dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam. Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB.

Sensitive content

KA Jarak Jauh dan KRL Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur Kereta jarak jauh (KAJJ) dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam. Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB.

34,680 Aufrufe

Videos

Kesaksian Orangtua Korban Daycare di Jogja: Anak-anak Diikat Tak Pakai Baju
4:53

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Pandugaid's profile picture

Keseharian Alvi Maulana Bersama Tiara Angelina Selama Pacaran 5 Tahun Sebelum Akhirnya Dibunuh Alvi Maulana, 24, pelaku pembunuhan dan mutilasi kekasihnya Tiara Angelina Saraswati, 25, ternyata tinggal satu rumah di sebuah kos Lidah Wetan RT 01 RW 01, Lidah Wetan sekitar lima bulan. Dia dan korban tidak banyak berinteraksi dengan warga sekitar. Alvi sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online dan pacarnya hanya berada di dalam kos-kosan. Mereka dikenal sosok pendiam dan tertutup. "Sehari-hari kerja driver ojek online yang cowok. Kalau yang cewek kayaknya nggak kerja. Di dalam kamar terus. Yang cewek tertutup banget," ujar salah satu tetangga kos korban Mely, Rabu (10/9) Mely menambahkan, keduanya tinggal di kamar kos berlantai dua. Di ruangan kamar bawah dipakai memasak. Sedangkan kamar di lantai dua digunakan tempat tidur. "Yang lantai dua cuma kosnya (dihuni pelaku dan korban)," ungkapnya. Mely menuturkan sebelum ditangkap, terakhir melihat Alvi pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 16.00. Saat itu Alvi tak seperti biasanya. Dia terlihat membersihkan kamar di lantai bawah dengan posisi pintu kamar terbuka. "Dia mungkin bersihin kamar. Pas saya lewat dia tutup pintu. Kemarin motornya (Yamah Nmax) juga dimasukkan kamar, biasanya di depan," bebernya. Sementara untuk yang cewek terakhir terlihat pada Rabu (3/9) lalu. Menurut Mely, dirinya melihat saat itu keduanya berada di depan kamar seperti membetulkan kunci ganda pintu kamar kos."Mereka diluar pintu kayak benerin gembok kunci pintu. Setelah itu gak pernah lihat," bebernya.

PANDUGA.ID

240,818 Aufrufe • vor 8 Monaten

Pandugaid's profile picture

Inilah Identitas Anggota Densus 88 Kuntit Jampidsus Kejaksaan Agung, Sempat Ditahan Polisi Militer Anggota Densus 88 atau Pasukan Khusus Anti Terorisme diduga mengikuti Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah saat sedang makan malam di sebuah restoran di Cipete, Jakarta Selatan. Salah satu anggota Densus 88 tertangkap basah saat mengintai makan malam Febrie. Saat dikonfirmasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih belum memberikan penjelasan. “Saya baru saja menyelesaikan pekerjaan saya tentang keamanan WWF di Bali dan pertemuan dengan beberapa kementerian masih berlanjut,” kata Listyo Sigit, Rabu (23/5/2024). Dua orang yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat Febrie Adriansyah mengunjungi restoran yang menyajikan masakan Prancis. Minggu lalu, Febrie tiba di restoran tersebut bersama seorang asisten dan sepeda motor patroli polisi militer. Dua orang yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan Febrie diikuti oleh dua orang yang diduga anggota Densus 88. Mereka berpakaian sederhana dan berjalan seperti biasa. Seorang anggota Densus 88 dikabarkan meminta meja di lantai dua dengan alasan ingin merokok. Namun pria tersebut tetap mengenakan masker. Febrie Ardiansyah berada di ruang VIP lantai dua yang juga berdinding kaca. Pria yang belakangan diketahui anggota Densus 88 itu masih mengenakan masker dan hanya sesekali menghisap rokok. Pria itu kemudian mengarahkan alat perekam ke ruangan tempat Febrie makan. Polisi militer yang menjaga Febrie curiga terhadap pria ini. Febrie baru-baru ini dikawal polisi militer TNI dengan dukungan pengamanan dari Jaksa Agung Muda Bidang Militer. Dukungan pengawalan tersebut usai Jampidsus menangani kasus korupsi besar seperti kasus pertambangan. Selain itu, penyidik Kejaksaan Agung saat melakukan penggeledahan di Bangka Belitung terkait kasus pelat timah juga menjadi korban intimidasi. Berita selengkapnya di #jampidsus #kejagung #kejaksaanagung #febrieardiansyah #polisi #densus88 #kapolri #tambangtimah #timah #arieltatum #magelang #keramas #pegi

PANDUGA.ID

448,832 Aufrufe • vor 2 Jahren

Pandugaid's profile picture

Ayah Prada Lucky Murka ke Pemilik Akun Nafa Arshana, Tuduh Anaknya Punya Penyimpangan Seksual Suasana duka di rumah keluarga Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan seniornya, berubah menjadi tegang setelah beredar sebuah unggahan di media sosial yang dinilai memfitnah almarhum. Unggahan tersebut diduga dibuat oleh istri salah satu anggota TNI. Isinya menuding Prada Lucky memiliki “moral yang tidak ada” dan mengeklaim orientasi seksualnya menyimpang. Meski dalam unggahan itu disebut proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan, pernyataan tersebut memicu kemarahan keluarga. Ayah almarhum, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, menegaskan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar dan sangat melukai hati mereka. “Dia berani bilang anak saya tidak punya moral? Itu fitnah kejam. Saya sebagai ayah memastikan tidak ada penyimpangan seksual pada anak saya. Saya tahu betul bagaimana anak saya dibesarkan,” tegasnya di rumah duka. Christian tak bisa menerima fitnah tersebut muncul di saat keluarga masih berjuang menahan kesedihan. “Sudah meninggal saja masih diperlakukan seperti ini. Tidak cukupkah penderitaan kami? Ini bukan hanya soal nyawa, tetapi juga harga diri dan nama baik keluarga saya,” ujarnya dengan nada penuh amarah. Ia menilai unggahan tersebut bukan hanya menyerang pribadi almarhum, tetapi juga mempermalukan keluarga besar. “Saya punya keluarga besar, saya punya nama baik. Unggahan itu mempermalukan kami di depan banyak orang. Apa tidak ada rasa kemanusiaan sedikit pun?” katanya. Bagi Christian, sekalipun seseorang memiliki perilaku yang dianggap menyimpang, solusinya adalah pembinaan, bukan kekerasan yang merenggut nyawa. “Kalau pun ada yang dianggap tidak benar, harusnya dibimbing, diluruskan. Bukan dihabisi seperti ini. Anak saya mati bukan karena penyakit, tetapi karena penganiayaan,” ujarnya dengan suara bergetar. Ia mendesak pemilik akun untuk segera menghapus unggahan itu dan meminta maaf secara terbuka sebelum pemakaman anaknya.

PANDUGA.ID

44,175 Aufrufe • vor 9 Monaten

Keine weiteren Inhalte verfügbar