Bambang's banner
Bambang's profile picture

Bambang

@sibambaang8,486 subscribers

Penulis, Pengajar, Bussines Management, Village Tourism, Contributor Microstock

Videos

sibambaang's profile picture

Ingat dulu pas debat capres, ada sesi di mana para calon diminta untuk bicara di depan cermin? Ganjar dan Anies mau, tapi Prabowo tidak. Banyak yang menilai, Prabowo tidak mampu untuk mengevaluasi diri. Pemimpin yang tidak bisa atau tidak mau melakukan evaluasi diri biasanya memiliki ego yang sangat rapuh, meskipun dari luar terlihat tangguh atau otoriter. Menolak melihat cermin adalah cara fisik untuk "menutup mata" terhadap realitas. Jika mereka melihat cermin (atau melakukan muhasabah), mereka akan dipaksa melihat kekurangan, penuaan, kelelahan, atau kesalahan yang telah mereka perbuat. Untuk melindungi egonya dari rasa bersalah atau perasaan gagal, otak mereka menolak segala bentuk refleksi, baik refleksi visual di cermin maupun refleksi moral dalam pikiran. Muhasabah diri menuntut seseorang untuk jujur dan bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya. Bagi seorang pemimpin yang anti-kritik atau tidak bisa mengevaluasi diri, kejujuran ini adalah ancaman. Menatap mata sendiri di cermin adalah salah satu tindakan psikologis yang paling intim. Saat seseorang menatap matanya sendiri, sulit untuk membohongi diri sendiri. Pemimpin yang menghindari cermin sering kali takut menghadapi "hakim" yang ada di dalam dirinya sendiri. Dalam psikologi kepemimpinan, ada yang disebut dengan Hubris Syndrome, kondisi di mana seorang pemimpin memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, merasa selalu benar, dan memandang rendah pendapat orang lain. Sekilas, orang narsis dianggap suka melihat cermin. Namun, ada jenis narsisisme defensif di mana orang tersebut sebenarnya sangat rapuh. Mereka tidak mau mengevaluasi diri karena menganggap diri mereka sudah di atas angin. Menghindari cermin atau menghindari muhasabah adalah cara mereka mempertahankan ilusi kesempurnaan tersebut agar tidak runtuh. Ketika seorang pemimpin mengambil keputusan yang buruk atau merugikan orang lain, terjadi konflik batin antara tindakan mereka dengan nurani mereka. Jika mereka tidak mampu mengevaluasi diri secara sehat, mereka akan mengalami disonansi kognitif yang parah. Daripada memperbaiki diri (muhasabah), mereka memilih untuk memutus jalur komunikasi dengan diri mereka sendiri. Menghindari cermin adalah simbol dari putusnya hubungan antara ego (pencitraan luar) dengan alter-ego atau nurani mereka.

Bambang

136,387 views • 1 month ago

No more content to load