kiv z's banner
kiv z's profile picture

kiv z

@triwul82 • 44,436 subscribers

Ìs demum miser est, cuius nobilitas miserias nobiitat. Lucius Accius, Telephus

Shorts

Dharma Pongrekun : " mana lebih kuat Tuhan dng Jokowi " 🤭🤭🤭🤭 Mantabs..... #JakartaNoMulyono

Dharma Pongrekun : " mana lebih kuat Tuhan dng Jokowi " 🤭🤭🤭🤭 Mantabs..... #JakartaNoMulyono

763,017 görüntüleme

Simpan baik2 vidio ini, tunjukan ke anak-cucu kalian, kalau Prabowo memang pernah dipecat dari TNI

Simpan baik2 vidio ini, tunjukan ke anak-cucu kalian, kalau Prabowo memang pernah dipecat dari TNI

54,981 görüntüleme

Videos

triwul82's profile picture

Laporan mendalam tvOne News hari ini menyajikan kenyataan pahit yang makin tak terbantahkan: masyarakat Indonesia resmi bergeser dari fase "Makan Tabungan" menuju taraf yang jauh lebih mengerikan, yaitu "MAKAN UTANG" demi sekadar menyambung hidup sehari-hari. Ketika Istana terus mengagungkan klaim pertumbuhan ekonomi di atas kertas, data riil di lapangan membongkar borok yang menghancurkan kelas menengah-bawah : 1. Utang Konsumtif Tembus Rp156 Triliun. Akumulasi utang rakyat lewat pinjaman online (pinjol) dan paylater melonjak fantastis menembus angka Rp156 Triliun. Ekonom senior INDEF (Tauhid Ahmad) menegaskan ini bukan lagi untuk belanja modal atau gaya hidup, melainkan murni untuk membiayai beras, minyak goreng, dan telur akibat pendapatan riil yang tak lagi cukup. 2. Tabungan Ludes, Terjebak Bom Waktu Bunga Pinjol. Setelah tabungan keluarga terkuras habis selama 2 tahun terakhir dihantam inflasi pangan, rakyat kini dipaksa masuk ke lubang utang ber bunga tinggi dan denda akumulatif yang menciptakan bom waktu finansial massal. 3. Disparitas Upah vs Inflasi Pangan akibat Ugal-ugalan Fiskal. Pemicu utamanya sangat jelas: gaji/upah stagnan, tetapi harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Di saat yang sama, APBN justru dibakar ratusan triliun untuk proyek-proyek sentralistis pemborosan (seperti MBG & Kopdes), sementara kelas menengah dibiarkan terjepit tanpa jaringan pengaman sosial. Vonis untuk Pengelola Negara: Mengelola ekonomi itu diukur dari terisinya piring dan isi dompet rakyat di akar rumput, bukan dari retorika pidato dan manipulasi angka statistik! Ketika rakyat harus berutang pinjol hanya untuk makan beras, di situ rezim telah gagal total menjaga kedaulatan ekonomi warga. Stop pemborosan APBN demi proyek kosmetik, tekan inflasi pangan, dan kembalikan daya beli rakyat sebelum krisis utang konsumtif ini meledak menjadi krisis finansial nasional.

kiv z

208,585 görüntüleme • 27 gün önce

triwul82's profile picture

Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari. ​Ketika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan. 1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun. Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%. 2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang. Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup. 3. Tsunami PHK Sektor Riil Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni). 4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial. Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas. Video ; kompas tv

kiv z

198,940 görüntüleme • 1 ay önce