Search results for "ghea+youbi+bugil+bikin+hati"
Shorts
Videos

ANJIRR GA KEBAYANG ginjalnya si rey dipaksa grinding segitunya 😭😭😭11 suplemen langsung gas sekali telen, minumnya aja kagak proper, ya kalo emang mau fast track alam lain silahkan aja. Lucunya udah ada dokter nge stitch ngasih warning bahaya konsumsi suplemen barbar begitu, malah dokternya diblock 😭 influencer boti bego bikin konten ngawur kek gini tapi fans garis kerasnya di TikTok banyak banget njir
elzgatza10,343,096 views • 12 days ago

loveeee indonesia dub karna punch linenya selalu bikin cekikikan sampe ngik ngik
elly920,124 views • 3 days ago
0:42
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Temen temen bantu doakan Semoga segera mendapatkan keadilan untuk anak nya 🤲😭 Bikin sesak napas baca isi curhatan si ibu : Bagi mereka yang punya kuasa, kasus ini mungkin bisa ditepis begitu saja dengan alasan 'tidak ada bukti digital'. Tapi bagi kami keluarga miskin, derita fisik dan batin yang dialami Rahma (kejadian di Kab. INHIL) adalah kenyataan pahit yang nyata. Rahma sudah mengadu ke guru sambil menangis saat kakinya diinjak dan perutnya dipukul dengan gagang sapu. Namun perlindungan yang didapat hanya sebatas kata 'nanti'. Sebulan terbaring dengan kaki membengkak dan menghitam hingga pembuluh darahnya tersumbat, pihak sekolah bahkan tidak pernah datang menjenguk. Dokter mendiagnosis adanya cedera trauma/memar akibat benturan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Kini, setelah 1 tahun lebih berjuang, penyakitnya menjalar hingga ke jari tangan. Bagi kalian yang menuduh kami mengarang cerita demi donasi: kejam sekali kalian! Kami tidak minta musibah ini, kami hanya ingin Rahma sembuh kembali. Kami bersuara karena keadilan tidak boleh hanya tajam ke bawah!
𝐄𝐙𝐀_ 😎1,507,639 views • 8 days ago

Gambaran Amerika yang sebenarnya... Ketika jalan kaki di Kensington, Philadelphia — daerah yang sekarang udah kayak zona zombie apocalypse. Kamera goyang, langkahnya pelan, suasananya sepi mencekam. Di pinggir jalan, trotoar, bahkan di tengah trotoar... manusia-manusia tergeletak kayak mayat hidup. Badan kaku, mata kosong, mulut menganga, tangan bengkok aneh. Mereka bukan lagi “orang miskin”, mereka udah jadi korban “zombie drug” — campuran fentanyl sama xylazine (tranq) yang bikin daging busuk dan otak mati pelan-pelan. Yang ngevideoin, namanya Jashon nggak cuma lewat sambil rekam doang. Dia mendekat satu-satu. Dekat satu orang yang lagi ambruk, dia jongkok, sentuh badannya pelan, cek napasnya... “Still breathing?” Lalu dia kasih botol air, pelan-pelan tolong orang itu minum. Pindah ke orang berikutnya, yang badannya udah miring gila di trotoar. Lagi. Cek napas. Kasih air. Kasih suara. Kasih perhatian yang mungkin udah bertahun-tahun nggak mereka dapat dari siapa pun. Tiap langkah dia, bikin kalian merinding. Karena ini bukan satu-dua orang. Ini puluhan. Ratusan. Di siang bolong. Di negara paling kaya di dunia. Sementara Amerika kirim miliaran dolar ke Israel buat “bantu” orang lain, di sini anak-anak mereka, saudara mereka, tetangga mereka lagi mati perlahan di pinggir jalan... dan masyarakat pada pura-pura nggak liat. Ini bukan “homeless problem”. Ini kegagalan total sistem. Ini akibat narkoba yang masuk deras, pemerintah yang kewalahan, dan masyarakat yang terlalu sibuk flexing di sosmed sampe lupa ada “yang dilupakan” di belakang gedung-gedung mewah. Jashon cuma jalan, cek napas, kasih air, dan kasih mereka “suara”. Tapi di balik itu, dia lagi nunjukin ke kita semua: “Ini adalah Amerika yang sebenarnya.”
goods stuff2,346,404 views • 12 days ago
1:11
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Koleksi Pribadi Berujung Zonk: Niat Cari Cuan Rp220 Juta, Malah Berakhir di Pelaminan! 😱👇 Dunia digital lagi dihebohkan sama kasus video viral "Bandar Membara" atau "Bandar Bergetar" yang menimpa sepasang kekasih asal Batang, Jawa Tengah. Niat hati pengen dapet uang instan, si pria (SE, 26) nekat merekam video liburan mereka diam-diam di penginapan tanpa izin pacarnya (T, 19). Rencananya, video itu mau dijual ke akun Telegram seharga Rp220 Juta! 💸 Tapi bukannya untung, malah berujung buntung: ZONK TOTAL: Belum sempat dapet uang sepeser pun, videonya udah bocor duluan dan viral di X (Twitter) & Facebook. Satu Kampung Geger: Karena bikin gaduh, pihak kepolisian langsung turun tangan. Endingnya? Esok harinya, pasangan ini langsung dinikahkan secara kekeluargaan demi meredam kegaduhan. Reminder keras buat kita semua! ⚠️ Hati-hati dengan digital crime. Jangan pernah percaya untuk bikin atau menyimpan konten sensitif, karena sekali masuk dunia digital, jejaknya sulit dihapus. Yuk, lebih bijak lagi bermedia sosial! Bagaimana pendapat kalian soal kasus ini? Tulis di kolom komentar!
125Japstyle 🇮🇩1,116,193 views • 7 days ago
0:58
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
Kalanara Mahardika 🎬✨155,709 views • 1 day ago






