#cenasuwok

LAGI - LAGI DRAMATURGI MUCIKARI AGAMA | ( Penjual es - nya tetap yg dianggap salah ). #cenasuwok Konteks utuhnya adalah; kalian memang cenderung arogan, dalam kemasan keagamaan. Orang - orang seperti kalian hanya "laku" di kelompok masyarakat "tertentu". Fenomena "penjual agama", (Tapi, saya lebih memilih terma "Mucikari Agama"), bisa tumbuh subur, pun bisa bebas gentayangan pada kelompok masyarakat "tertentu", setidaknya karena faktor² berikut ini ; 1. KEMISKINAN. Kemiskinan memang lebih dekat dengan kebodohan. 2. PENDIDIKAN RENDAH. Di negara² yg masyarakatnya memiliki keterbatasan thd akses pendidikan & informasi, adalah lahan subur bagi para mucikari agama yg memiliki kemampuan menjual harapan, "teori" pegangan hidup, janji² langit yg dikaitkan dgn keberuntungan duniawi, seperti misalnya ; keselamatan, kesehatan, hingga kekayaan. 3. ADIKTIF KEPADA SIMBOLISME KEAGAMAAN. Faktor ini membuat masyarakat menjadi "retak nalar" sehingga mudah "menghamba" pada kebenaran otoritatif yg lahir dari rahim otoritas keagamaan. 4. KETIMPANGAN SOSIAL | Faktor ini selalu menjadi "reservoar harapan" (palsu) bagi mereka yg frustasi karena tak memiliki kedaulatan ekonomi. 5. KEMANDULAN REGULASI. Di banyak negara miskin, regulasi terhadap institusi agama cenderung lemah. Sehingga menjadi "pintu masuk" bagi individu atau kelompok "tertentu" melakukan "eksploitasi" berkedok agama. 6. KULTUR PATRONASE. Hubungan antara "Dancuk" (Komandan Pucuk) kelompok keagamaan dengan rakyat jelata, bersifat hierarkis. ________________ Mestinya, jangan menawarkan es teh, tapi ; T A M B A N G . . 😁☕️🚬 #FufufafaAibNasional
| A K |10,454 просмотров • 1 год назад
Больше нет контента для загрузки
