
| A K |
@__AnakKolong • 93,926 subscribers
I'm not right wing, I'm human wing
Shorts
Videos
0:59
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

𝗚𝗔𝗡𝗝𝗔 𝗙𝗨𝗙𝗨𝗙𝗔𝗙𝗔 | Setiap ada "temuan" ladang ganja, ada beberapa hal yang khas, dan kecenderungan, yaitu ; 1. 𝘓𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘯𝘫𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘦𝘯, 𝘛𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 "𝘥𝘪𝘴𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯" 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘪𝘭. 𝘒𝘦𝘯𝘥𝘢𝘵𝘪, 𝘭𝘰𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘭𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘬 𝘬𝘰𝘰𝘳𝘥𝘪𝘯𝘢𝘵 𝘺𝘨 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘥𝘪𝘫𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶. 2. 𝘗𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘬𝘴𝘪, "𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯", 𝘥𝘢𝘯 "𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘵𝘢". 😁 Akhirnya, saya teringat satu kalimat yang sedikit mengusik nalar saya, yaitu ; 𝗝𝗜𝗞𝗔 𝗔𝗗𝗔 𝗧𝗔𝗡𝗔𝗠𝗔𝗡 𝗚𝗔𝗡𝗝𝗔 𝗗𝗜 𝗧𝗔𝗡𝗔𝗛 𝗠𝗜𝗟𝗜𝗞𝗠𝗨, 𝗠𝗔𝗞𝗔 𝗧𝗔𝗡𝗔̀𝗠𝗔𝗡 𝗚𝗔𝗡𝗝𝗔 𝗜𝗧𝗨 𝗣𝗨𝗡𝗬𝗔 𝗞𝗔𝗠𝗨. 𝗡𝗔𝗠𝗨𝗡, 𝗝𝗜𝗞𝗔 𝗔𝗗𝗔 𝗠𝗜𝗡𝗬𝗔𝗞 𝗕𝗨𝗠𝗜 𝗔𝗧𝗔𝗨 𝗚𝗔𝗦 𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗠𝗨𝗡𝗖𝗨𝗟 𝗗𝗜 𝗧𝗔𝗡𝗔𝗛𝗠𝗨, 𝗠𝗔𝗞𝗔 𝗜𝗧𝗨 𝗠𝗜𝗟𝗜𝗞 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔. . . Sungguh "𝗳𝘂𝗳𝘂𝗳𝗮𝗳𝗮" banget. 😁☕️🚬 #FufufafaAdalahGibran
| A K |840,313 Aufrufe • vor 1 Jahr

DINASTI RUNGKAD | Mereka bisa memiliki apa saja, namun ada satu hal yg tidak akan pernah mereka miliki, yaitu ; D I G N I T Y . Mereka bisa membeli apa saja, tapi ada satu hal yang tidak akan pernah mampu mereka beli, yaitu ; " K E L A S " . . . ( Norak ya norak aja, kampungan ya kampungan aja) . . #FufufafaAibNasional
| A K |339,347 Aufrufe • vor 1 Jahr

Analoginya ngawur, anti kritik pula. Ah dasar ; 𝗠𝗔𝗖𝗔𝗡 𝗖𝗨𝗥𝗖𝗢𝗟 ! . . 😁
| A K |70,982 Aufrufe • vor 3 Monaten

"Rajin membaca jadi pintar, malas membaca jadi Wapres," ujarnya. . . 😁 #FufufafaAibNasional
| A K |285,935 Aufrufe • vor 1 Jahr
0:35
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Tadi saya sudah bilang : "𝘐𝘯𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘭𝘶𝘭𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘚𝘔𝘈, '𝘥𝘪𝘱𝘰𝘭𝘦𝘴' 𝘤𝘶𝘮𝘢 5 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘨𝘢𝘮" ____________________ Kalian itu alat negara, dan negara alat rakyat jelata. Kalian Polisi Negara, bukan "onderdil" penguasa. Kalian "Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat", bukan "tukang pukul" raja. . . | Humas Polri
| A K |339,701 Aufrufe • vor 1 Jahr

Itulah hebatnya Bung Karno, bukan kalian. . . Dan satu hal ; ● Ketika beliau diwawancarai wartawan Jerman pada September 1965, Bung Karno menegaskan bahwa namanya tak lagi ditulis dengan ejaan lama. Setelah Indonesia merdeka, ejaan namanya ganti “SU”. “Tapi nama saya ejaannya dengan ‘SU’,” katanya kepada wartawan itu. Bahkan Bung Karno menekankan kata “SU” itu dengan raut serius. “Ini yang benar !, kata Bung Karno sembari mengetuk sampul buku yang kemungkinan bertuliskan namanya dengan ejaan “Su”. Kemudian Sukarno mengetuk sampul buku lain yang mungkin ejaan namanya bertuliskan Soekarno. “Ini tidak benar !, tegasnya. ● Pun, dalam wawancara dengan Cindy Adams, Bung Karno mengungkapkan alasan mengubah ejaan namanya. Pernyataan itu Cindy ungkap dalam buku biografi, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Menurut Sukarno, ejaan “oe” adalah peninggalan Belanda. Sebab itu, ia tak mau lagi menggunakan setelah Indonesia merdeka. “Karena itulah maka Sukarno menjadi namaku yang sebenarnya dan satu-satunya,” kata Bung Karno. . . . Bung Karno saja, tidak mau menuliskan namanya dgn ejaan lama dgn sebutan "Soekarno", kalian yang katanya anak - anak Ideologisnya malah "memunggungi" sikapnya. Kalau hal yg kecil - kecil saja kalian lupakan, apa artinya jargon "JASMERAH" kalian ?! . . INI MASUKAN, BUKAN SUARA KEBENCIAN !
| A K |506,850 Aufrufe • vor 3 Jahren

MENDADAK "PARJO" BERJEMAAH | Saya memilih akronim "Parjo", utk menghindari sebutan "Laler Ijo". ___________ Namun demikian, pandangan saya belum berubah, bhw ; "Hama itu (umumnya) di darat, bukan di laut, pun bukan di udara". . . 😁☕️🚬 #IndonesiaGelap #FufufafaAibNasional
| A K |211,246 Aufrufe • vor 1 Jahr

Presiden Republik Metaverse bertanya kepada Menhan-nya, sembari ngopi di area kebun singkong di bukit algoritma ; . . "Pak, Menhan siapa yang mengusulkan impor seragam tentara dan belanja alutsista ke Amerika ? Dan siapa "makelar" nya ? Lalu Pak Menhan menjawab ; "Maaf Pak Presiden, itu rahasia negara" . . 😁😁😁
| A K |354,076 Aufrufe • vor 2 Jahren

𝗗𝗘𝗟𝗜𝗥𝗜𝗨𝗠 | 𝐶𝑎𝑡𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑧𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑖𝑘𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑦𝑒𝑘² 𝑎𝑏𝑠𝑢𝑟𝑑 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑦𝑎𝑎𝑛, & 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑖𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑟𝑖𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑟, 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑑𝑖𝑎𝑙𝑜𝑔 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑝𝑢𝑘 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔. ________________________ Ketika proyek² "megalomania" yg menyedot uang rakyat dari brankas APBN dijalankan, mulai dari MBG, KDMP, hingga rencana pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) per tahun dgn target total 514 batalyon di seluruh kabupaten/ kota ; 𝗗𝗜𝗔𝗟𝗢𝗚 𝗧𝗔𝗞 𝗧𝗘𝗥𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗥. Namun, ketika kritik publik memekakkan telinga & mengusik ego penguasa, pun beberapa "𝙗𝙤𝙤𝙩𝙡𝙞𝙘𝙠𝙚𝙧" kekuasaan diusir mahasiswa dari panggung propaganda yg mereka bangun sendiri, tiba² kata "dialog" seolah - olah menjadi sedemikian penting. Ironisnya, jika Bundaran HI dianggap bukan tempat yg tepat bagi massa aksi mahasiswa, maka dapur MBG dan KDMP juga bukan tempat bagi TNI pun POLRI utk menjalankan tupoksi utamanya. 𝗟𝗮𝗹𝘂, 𝘂𝘁𝗸 𝗮𝗽𝗮 𝗿𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗹𝘆𝗼𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗶𝘁𝗼𝗿𝗶𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸 ? Padahal, Indonesia bukan hamparan daratan yg dikelilingi lautan, melainkan hamparan laut yg ditaburi pulau². Maka, logika pertahanannya bertumpu pada laut & udara, bukan pada obsesi memperbanyak struktur teritorial di "𝗱𝗮𝗿𝗮𝘁"-an. Sebab ancaman strategis Indonesia tak datang dari sawah, kebun sawit, dapur, atau ruang kelas, melainkan dari tantangan menjaga kedaulatan wilayah laut & ruang udara yg jauh lebih luas dari "𝗱𝗮𝗿𝗮𝘁"-an. Tidak semua yg bisa dibangun, perlu dibangun, & tidak semua yg dilegalkan UU otomatis jd prioritas yg di-"tuhan"-kan. . . . #cenasuwok
| A K |19,254 Aufrufe • vor 1 Monat

SELAMAT DATANG "1984" | Segala hal yg disampaikan Menkomdigi • Meutya Hafid Ansyah ini, adalah narasi resmi yg memang "manis" & tampak sempurna dipajang di etalase kekuasaan. Tapi, setidaknya ada 5 pertanyaan yg sampai saat ini, sy tak yakin akan dijawab oleh pihak terkait ; 1. Siapa pengelola data wajah ? 2. Apakah dipakai lintas lembaga ? 3. Jika bocor, siapa yg tanggung jawab ? 4. Berapa lama data tsb disimpan ? 5. Apakah kebijakan tsb bisa ditolak rakyat, tanpa kehilangan hak komunikasi ? Misalnya, ini misalnya ya 😁 Kalau toh pihak Kemkomdigi memberi jawaban tp jawabannya kabur, maka dapat dipastikan ini bukan kebijakan keamanan data, melainkan ; EKSPERIMEN KEKUASAAN, ARSITEKTUR PENGAWASAN, & KONTROL POPULASI DIGITAL. Perlu diingat, bhw validasi wajah, bukan soal administrasi biasa, tp loncatan kualitatif. Bro !! Krn yg "dikunci"; bukan nomor loe, tp tubuh loe. bukan identitas legal loe, tp identitas biologis loe, data statis, tp biometrik tak bisa loe ganti. Wajah, lokasi, waktu, komunikasi, jejaring sosial, hingga pola perilaku ada "di layar mata kekuasaan". NOMOR BOCOR BISA GANTI KARTU, KALAU WAJAH BOCOR ?! (Ganti wajah Joko "Jastip - Whoosh" Widodo ?) 😁 ___________ Sejarah selalu konsisten, bhw; kekuasaan tak takut pd orang yg bersenjata, kekuasaan justru paling takut pada orang yg tak bernama, tp bernalar. Anonimitas itu ruang aman berpikir, setidaknya menurut sy, sedangkan biometrik adalah akhir anonimitas. Jadi, registrasi SIM card dgn validasi wajah bukan solusi kejahatan, tp solusi kekuasaan thd rakyat yg suaranya "fals". Sekali lagi, SELAMAT DATANG "1984" Sugeng rawuh distopia permanen !!! . . Damn !!!!
| A K |71,455 Aufrufe • vor 5 Monaten

Mbak Nana benar, "Lebih berbahaya orang bodoh dibandingkan orang jahat" _____________ Sebab, kejahatan bisa dinegosiasikan, kebodohan, tidak. Dari premis itu, maka ketika orang bodoh punya niat jahat, maka, tingkat bahayanya bisa mencapai bentuk yg nyaris sempurna. Sedangkan, orang bodoh yg punya niat jahat, & punya kekuasaan, bukan aja bahaya banget, bahkan tingkat kejahatannya bisa mencapai bentuk yg paripurna, & dampak kerusakannya luar biasa. Dlm praktik kenegaraan, ia menjadi produktif, institusional, & berulang. Kebodohannya menjadi mesin, Niat jahatnya memberi arah, Kekuasaannya melegitimasi. _______________ Jika narasi tsb di atas sy padatkan ke dlm satu album di dunia musikal, ia ngga' lagi berbentuk esai politik, melainkan kolaborasi. ( Yg justru hari² ini masih pentas di panggung Presiden Prabowo) : Maka, albumnya adalah : JOKO "WHOOSH" WIDODO feat. FUFUFAFA | Appendix Jastip | Sebuah duet di mana; kebodohan sbg ritme, niat jahat jadi melodi, & kekuasaan jadi sound horeg yg merusak gendang telinga moral hakim MK. . .
| A K |70,219 Aufrufe • vor 5 Monaten