Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

204,605 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

8 Kommentare

Profilbild von •ᴗ• 🍉
•ᴗ• 🍉vor 1 Jahr

Kukira dia akan sedikit lebih baik, ternyata pidato berapi-apinya omon² belaka

Profilbild von ♡´・ᴗ・`♡
♡´・ᴗ・`♡vor 1 Jahr

Yaelah kocak tau gitu mending lu tunjuk aja gak usah pake pemilihan segala ndut ndut

Profilbild von F A N
F A Nvor 1 Jahr

Belum ada satu bulan ...

Profilbild von 👁
👁vor 1 Jahr

"ikan busuk mulai dari kepalanya." kalau kepala negara sudah tidak netral, sampai ke bawah akan tidak netral. udah percumalah ada pilkada kalau prosesnya busuk begini. 🤦

Profilbild von cing
cingvor 1 Jahr

Jateng 2029 suara harus aman kakanda 🗿

Profilbild von πKardashev
πKardashevvor 1 Jahr

pengen ngomong kasar takut ilang. Padahal kan Gerindra ini sudah jelas mendukung all out, Prabowo ini ketum gerindra. Nggak perlu buat pernyataan memalukan begini!!! nggak ada harga dirinya sumpah!!!

Profilbild von KOMISARIS UTAMA
KOMISARIS UTAMAvor 1 Jahr

Kasian amat nasib presiden RI. Begitu darurat dan takut kalah sama Bang Rambo, sampai² presiden rela 'ngemis suara' warga Jateng. Sebagai salah satu pemilik suara Jateng, saya tegaskan NO ! Jateng Perkasa

Profilbild von 🇮🇩 Yanti 🇮🇩
🇮🇩 Yanti 🇮🇩vor 1 Jahr

Gila, parah.

Ähnliche Videos

Hari ini, Selasa 4 Juli 2023, di Federation Square, Melbourne, Australia, kami melakukan aksi damai membawa bentangan spanduk yang berukuran 3x10 meter, dengan tulisan “Jokowi Don’t Cawe-Cawe Stop Dynasty.” Aksi damai dilakukan hari ini, karena sejak tanggal 3 hingga 5 Juli besok, Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan di Sydney, Australia. Kenapa perlu dilakukan protes ini, karena cawe-cawe Presiden Jokowi itu melanggar demokrasi dan prinsip dasar konstitusi kita, untuk menegakan Pemilu yang jujur dan adil. Cawe-cawe Jokowi bukan untuk kepentingan bangsa dan negara, sebagaimana klaim yang disampaikan beliau. Justru, cawe-cawenya untuk kepentingan pribadi, politik, serta bisnis keluarganya. Sedangkan cawe-cawe yang harusnya dikerjakan Presiden, justru tidak dilakukan. Apa itu, misalnya, mempercepat pembahasan dan penerbitan RUU Perampasan Aset. Dengan kekuatannya di Parlemen, Presiden seharusnya bisa membahas RUU Perampasat Aset secara cepat dan kilat, sebagaimana telah dilakukan untuk percepatan perubahan UU KPK yang justru melumpuhkan KPK, percepatan pembahasan UU IKN, percepatan pembahasan perubahan UU Minerba. Bahkan, untuk UU Cipta Kerja, Presiden menerbitkan Perppu. Jadi, untuk RUU Perampasan Aset, seharusnya Presiden bisa melakukan percepatan untuk penerbitan UU Perampasan Aset. Cawe-cawe juga bisa dilakukan oleh Presiden untuk menghentikan bisnis anak-anaknya yang sifatnya koruptif, karena tidak lain adalah trading in influence atau paling tidak suap dari para oligarki yang diberikan bukan sebagai modal, tetapi sebagai uang suap untuk anak-anak Jokowi. Cawe-cawe juga bisa dilakukan untuk menghentikan Moeldokogate, Presiden harus bertanggung jawab dengan pembegalan dan pencopetan Partai Demokrat yang dilakukan oleh KSP-nya, yang tidak lain adalah pelanggaran hak asasi manusia untuk berserikat, berkumpul, dan berorganisasi. Karena itu adalah cawe-cawe yang sewajibnya dilakukan oleh Presiden Jokowi. Tetapi, semua cawe-cawe itu tidak dilakukan, justru cawe-cawe yang merusak demokrasi dan konstitusi (negative intervention) yang sekarang dikerjakan. Hentikan cawe-cawe itu, dan Stop Dynasty! “Jokowi Don’t Cawe-Cawe! Stop Dynasty!”

Denny Indrayana

141,448 Aufrufe • vor 2 Jahren