Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Cemburu dan Cinta Segitiga, Tragedi Berdar4h Gemparkan Cimahi 💔🔪 ​Warga Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Utama, Cimahi Selatan mendadak gempar pada Kamis (13/8/2026) pagi. Dua pria berinisial AN (23) dan DK (28) ditemukan bersimbah dar4h di sebuah kamar kontrakan dengan luka parah. ​Nahas, salah satu dari mereka dilaporkan meningg4l dunia...

78,783 görüntüleme • 20 gün önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Ketahuan Jalan Dengan Oknum Kades, Istri Kena Bogem Suami Media sosial sempat heboh dengan kisah seorang suami yang nekat menghadang mobil yang dikendarai oleh Kades Kampung Sawah berinisial ‘AT’ yang diduga telah membawa jalan istrinya. Sabtu (7/12/2024). Kejadian cegat mobil oleh seorang pria berinisial S alias Marbun suami UM yang mendapati istrinya sedang jalan bareng Kades Kampung Sawah dengan menggunakan mobil, kini telah viral di media sosial. Kasus kades bawa jalan istri orang inipun mendapat ragam tanggapan warganya sendiri dan masih terus menyeruak menjadi perbincangan miring di lingkungan masyarakat setempat dan nitizen, Senin (9/12/2024). Bahkan dalam dua hari ini setelah adanya pemberitaan kades Kampung Sawah Bawa jalan istri orang, membuat warga dan nitizen ikut bersuara soal hubungan keduanya. Dikatakan masyarakat setempat, Rara (nama samaran) isu dugaan perselingkuhan Kades dengan warganya sendiri itu kabarnya sudah lama terjadi, dan kini telah kedapatan oleh suaminya, ini tentu memilukan dan sangat memalukan. “Mereka ini udah lama pacaran, kades sama UM cinta lama bersemi kembali, namun yang memalukan UM udah punya anak lima dan kadesnya juga begitu, “tulis Rara yang diterima lewat pesan WhatsApp. Komentar warga lain, “Nggak ada akhlak dan otak keduanya, Nggak mikir mereka punya anak perempuan. seharusnya kades yang kedapatan selingkuh langsung di pecat secara tidak hormat, “tulis Fernando Ros Siregar. 📹: visitmadinacom #viral #panyabungan #mandailing #oknumkades #selingkuh

GELORA NEWS

129,488 görüntüleme • 1 yıl önce

Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol dan Mulut Dilakban di Tanggul Hayat Jatiluhur, Diduga Sempat Tegur Pelaku Vandalisme Duka mendalam menyelimuti keluarga dan rekan-rekan sesama petugas keamanan (satpam) setelah seorang anggota satpam ditemukan meninggal dunia di kawasan Tanggul Hayat, Jatiluhur. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol dan mulut dilakban di perairan danau setempat. Jasad korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama aparat kepolisian.Berdasarkan informasi yang beredar dan keterangan dari warga serta rekan-rekan korban, peristiwa ini diduga bermula ketika korban menegur sekelompok remaja berseragam sekolah yang diduga melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di sekitar fasilitas publik. Korban yang saat itu tengah menjalankan tugas menjaga ketertiban kawasan disebut berupaya menegur para pelaku. Namun, teguran tersebut diduga memicu aksi kekerasan yang berujung pada penganiayaan terhadap korban. Korban diduga dianiaya, kedua tangannya diborgol ke belakang, mulutnya dilakban, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di perairan danau. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban dan kronologi lengkap kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Identitas serta jumlah pelaku juga masih didalami oleh aparat penegak hukum. Kasus ini menyita perhatian publik dan menuai keprihatinan mendalam. Keluarga serta rekan-rekan korban berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memberikan keadilan bagi korban.Catatan:Informasi mengenai keterlibatan oknum pelajar dan motif kejadian masih berupa dugaan yang beredar di masyarakat dan belum menjadi keterangan resmi dari pihak kepolisian. Oleh karena itu, seluruh fakta hukum masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
1:00

Sensitive content

Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol dan Mulut Dilakban di Tanggul Hayat Jatiluhur, Diduga Sempat Tegur Pelaku Vandalisme Duka mendalam menyelimuti keluarga dan rekan-rekan sesama petugas keamanan (satpam) setelah seorang anggota satpam ditemukan meninggal dunia di kawasan Tanggul Hayat, Jatiluhur. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kedua tangan terborgol dan mulut dilakban di perairan danau setempat. Jasad korban kemudian dievakuasi oleh warga bersama aparat kepolisian.Berdasarkan informasi yang beredar dan keterangan dari warga serta rekan-rekan korban, peristiwa ini diduga bermula ketika korban menegur sekelompok remaja berseragam sekolah yang diduga melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di sekitar fasilitas publik. Korban yang saat itu tengah menjalankan tugas menjaga ketertiban kawasan disebut berupaya menegur para pelaku. Namun, teguran tersebut diduga memicu aksi kekerasan yang berujung pada penganiayaan terhadap korban. Korban diduga dianiaya, kedua tangannya diborgol ke belakang, mulutnya dilakban, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di perairan danau. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban dan kronologi lengkap kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Identitas serta jumlah pelaku juga masih didalami oleh aparat penegak hukum. Kasus ini menyita perhatian publik dan menuai keprihatinan mendalam. Keluarga serta rekan-rekan korban berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memberikan keadilan bagi korban.Catatan:Informasi mengenai keterlibatan oknum pelajar dan motif kejadian masih berupa dugaan yang beredar di masyarakat dan belum menjadi keterangan resmi dari pihak kepolisian. Oleh karena itu, seluruh fakta hukum masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

sosmed keras

316,644 görüntüleme • 1 ay önce

Bengkulu- Dugaan tindak pidana pemerk0saan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Seluma. Korban merupakan seorang remaja putri berinisial CS (14) siswi kelas III SMP asal salah satu desa di Kecamatan Seluma Timur. Saat ini, korban dilaporkan mengalami trauma berat setelah diduga disekap dan diperk*sa di sebuah pondok kebun kelapa sawit. Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Seluma. Korban datang melapor dengan didampingi kedua orang tuanya untuk meminta perlindungan dan penanganan hukum atas kejadian yang dialaminya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 malam yang lalu. Saat itu, korban tengah berada di rumah temannya di wilayah Kecamatan Seluma Selatan. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban dijemput oleh teman perempuannya berinisial AJ yang datang bersama dua pria berinisial ME dan YE. Dengan alasan hendak diajak jalan-jalan berkeliling Kota Tais, korban pun bersedia ikut. Saat itu korban dibonceng menggunakan sepeda motor bersama dua pria yang baru dikenalnya tersebut. Namun setelah berkeliling, korban justru dibawa menuju sebuah anjung atau pondok di area perkebunan kelapa sawit yang berada di dekat balai adat dan jauh dari permukiman warga. Setibanya di lokasi, korban dan teman perempuannya dipisahkan ke pondok yang berbeda namun berdekatan. Di dalam pondok itulah korban mengaku mengalami tindakan keker*san seksval. Korban menyebut dirinya berada dalam tekanan dan ancaman dari salah satu terduga pelaku berinisial YE. Sehingga tidak berani melawan ataupun berteriak meminta pertolongan. Usai kejadian, korban baru pulang ke rumah pada keesokan harinya. Awalnya korban memilih diam dan menyimpan peristiwa tersebut seorang diri. Namun setelah didesak ayahnya karena melihat perubahan sikap korban, akhirnya korban menceritakan kejadian tersebut kepada neneknya, yang kemudian diteruskan kepada pihak keluarga lainnya hingga akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi. Akibat peristiwa itu, kondisi psikologis korban terguncang. Koranradarseluma. Net

Never

32,470 görüntüleme • 6 ay önce

Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan tersebut pada Kamis pagi (23/4/2026), diduga setelah terjatuh dari ketinggian. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama sekitar satu bulan lalu, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat terlihat berdiri di sisi kiri jembatan yang berada di jalur provinsi penghubung Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Dalam sebuah video yang beredar, dua pengendara sepeda motor perempuan sempat menegur pria tersebut yang mengenakan jaket putih dan tampak berdiri dengan tatapan kosong. “Mas, ngapain?” terdengar salah satu pengendara dalam rekaman tersebut. (Lihat di rekaman video ke 2) Setelah kedua pengendara itu melanjutkan perjalanan dan kondisi jalan kembali sepi, korban diduga terjatuh ke bawah jembatan. Tubuhnya kemudian ditemukan di aliran sungai dengan kedalaman lebih dari 15 meter. Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendri Subagijo, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi terkait penemuan pria di bawah Jembatan Cangar sekitar pukul 10.00 WIB. “Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya pria yang terjatuh di bawah Jembatan Cangar,” ujarnya saat dikonfirmasi. Hasil penyelidikan awal mengungkap identitas korban berinisial DPW (24), warga Candipuro, Kabupaten Lumajang. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor serta sandal yang diduga milik korban di tepi jembatan. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. “Kami masih mendalami motif kejadian ini,” tambah Anton. Peristiwa ini kembali menyoroti Jembatan Cangar sebagai lokasi yang beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Mojokerto juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kejadian di tempat yang sama. ㅤ

CREEPY ROOM

166,913 görüntüleme • 4 ay önce

UPDATE Dua Pelaku Pembunuhan Siswa SMP Ditangkap di Eks Kampung Gajah, Terancam Hukuman Berat Meski Masih di Bawah Umur CIMAHI – Minggu, 15 Februari 2026 Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang siswa SMP di kawasan eks objek wisata Kampung Gajah akhirnya terungkap. Dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) berhasil diringkus aparat kepolisian dan kini menjalani proses hukum. Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa motif utama kasus ini diduga dipicu sakit hati akibat persoalan pertemanan. Korban disebut ingin memutus hubungan dengan salah satu pelaku, yang kemudian memicu dendam hingga berujung aksi pembunuhan. Korban ZAAQ (14), yang merupakan siswa SMP Negeri 26 Bandung, diketahui dihabisi pada Senin (9/2/2026) di area eks Kampung Gajah. Namun, jasad korban baru ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam oleh saksi yang saat itu sedang melakukan siaran langsung di media sosial. Kedua pelaku ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi di kediaman mereka di wilayah Garut. Sebelumnya, pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut dan berhasil diamankan. Diketahui, YA masih berstatus pelajar SMK, sedangkan AP sudah tidak bersekolah dan bekerja sebagai tukang dekorasi pernikahan. Polisi juga mengungkap bahwa informasi soal korban diduga diculik merupakan rekayasa pelaku. Saat itu, ponsel korban berada dalam penguasaan pelaku sehingga digunakan untuk mengelabui pihak keluarga. Dalam kasus ini, kedua pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 80 Ayat 3 UU Perlindungan Anak serta Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana atau Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023. Meski masih berstatus di bawah umur, keduanya tetap terancam hukuman berat berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara maksimal 20 tahun, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan motif lain serta rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

BACOT

2,120,592 görüntüleme • 6 ay önce

DUA REMAJA TEWAS MENGENASKAN, SATU LUKA-LUKA DISERANG KOMPLOTAN BEGAL DI BEKASI BEKASI, 20 Juni 2026 – Aksi kriminalitas jalanan kembali memakan korban jiwa. Dua orang remaja dilaporkan tewas dalam kondisi mengenaskan, sedangkan satu temannya mengalami luka-luka parah setelah diserang secara brutal oleh sekelompok begal yang bersenjata tajam. Peristiwa berdarah ini terjadi di kawasan Jalan Raya Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Jumat dini hari, 19 Juni 2026. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Dua korban yang meninggal dunia diketahui berinisial D (17 tahun) dan K (19 tahun). Jasad keduanya ditemukan tergeletak di dalam selokan milik warga yang berada tidak jauh dari tepi jalan raya. Sementara itu, korban yang berhasil selamat namun menderita luka-luka diidentifikasi berinisial MIA (18 tahun). Menurut keterangan MIA, peristiwa naas bermula sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ketiganya berboncengan menggunakan satu sepeda motor untuk mengantar korban K menuju Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR). Namun, saat melintas di jalan keluar Perumahan Mutiara Gading Timur (MGT), mereka berpapasan dengan komplotan pelaku yang mengendarai dua sepeda motor, salah satunya ditumpangi oleh tiga orang. Tanpa alasan yang jelas, rombongan pelaku langsung berbalik arah dan mengejar korban secara agresif. Begitu berhasil mendekat, para pelaku segera melakukan serangan menggunakan senjata tajam berupa celurit. “Pelaku langsung mengejar sepeda motor kami. Sesampainya di lokasi, kami dibacok menggunakan celurit dan motor kami diambil oleh mereka,” ungkap MIA saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Suasana hening dini hari di sekitar lokasi sempat terpecah oleh suara benturan keras di atas aspal. Salah satu saksi mata bernama Tera yang saat itu sedang berada di dalam warung, awalnya mengira suara tersebut berasal dari kecelakaan lalu lintas biasa. “Saya kira ada kendaraan yang menabrak. Begitu saya tengok ke luar, terlihat ada motor tergeletak di jalan, dan satu motor lagi dinaiki tiga orang sambil memegang celurit yang panjang,” jelas Tera menceritakan apa yang dilihatnya. H

Never

181,063 görüntüleme • 2 ay önce

Viral! Rebutan Duda Juragan Batu Akik, Dua Wanita di Palembang Duel Sengit di Pinggir Jalan ​PALEMBANG – Jagat maya kembali dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian dua orang wanita di pinggir jalan kawasan pasar di Palembang. Mirisnya, pertikaian ini diduga dipicu oleh rasa cemburu akibat memperebutkan cinta seorang duda yang dikenal sebagai juragan batu akik. ​ ​Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak kedua wanita itu saling jambak dan bergulat di aspal, tepat di samping sepeda motor yang terparkir. Suasana pasar yang awalnya tenang mendadak riuh oleh teriakan warga yang mencoba melerai. ​Beberapa pria di lokasi kejadian terlihat kewalahan memisahkan keduanya karena pegangan tangan mereka yang sangat kuat pada rambut satu sama lain. "Jadilah, jadilah! (Sudahlah, sudahlah!)" teriak salah seorang warga yang mencoba menengahi aksi memalukan tersebut. ​Menurut informasi yang beredar di media sosial dan keterangan saksi mata di lokasi, kedua wanita ini diduga memiliki hubungan asmara dengan pria yang sama. Pria tersebut dikabarkan adalah seorang duda mapan yang berprofesi sebagai pedagang atau juragan batu akik di wilayah tersebut. ​Pertemuan yang tidak disengaja di area pasar diduga menjadi pemantik adu mulut yang kemudian berujung pada kontak fisik. Keduanya seolah ingin menunjukkan siapa yang paling kuat untuk mendapatkan perhatian sang juragan. ​ ​Video aksi "adu kekuatan" ini langsung mendapat beragam komentar dari netizen. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut, terlebih dilakukan di tempat umum dan menjadi tontonan anak-anak kecil yang ada di sekitar lokasi. ​"Zaman sekarang kok masih ada yang rebutan laki-laki sampai begini, apalagi di jalanan. Malu dilihat orang," tulis salah satu netizen.
0:51

Sensitive content

Viral! Rebutan Duda Juragan Batu Akik, Dua Wanita di Palembang Duel Sengit di Pinggir Jalan ​PALEMBANG – Jagat maya kembali dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan aksi perkelahian dua orang wanita di pinggir jalan kawasan pasar di Palembang. Mirisnya, pertikaian ini diduga dipicu oleh rasa cemburu akibat memperebutkan cinta seorang duda yang dikenal sebagai juragan batu akik. ​ ​Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak kedua wanita itu saling jambak dan bergulat di aspal, tepat di samping sepeda motor yang terparkir. Suasana pasar yang awalnya tenang mendadak riuh oleh teriakan warga yang mencoba melerai. ​Beberapa pria di lokasi kejadian terlihat kewalahan memisahkan keduanya karena pegangan tangan mereka yang sangat kuat pada rambut satu sama lain. "Jadilah, jadilah! (Sudahlah, sudahlah!)" teriak salah seorang warga yang mencoba menengahi aksi memalukan tersebut. ​Menurut informasi yang beredar di media sosial dan keterangan saksi mata di lokasi, kedua wanita ini diduga memiliki hubungan asmara dengan pria yang sama. Pria tersebut dikabarkan adalah seorang duda mapan yang berprofesi sebagai pedagang atau juragan batu akik di wilayah tersebut. ​Pertemuan yang tidak disengaja di area pasar diduga menjadi pemantik adu mulut yang kemudian berujung pada kontak fisik. Keduanya seolah ingin menunjukkan siapa yang paling kuat untuk mendapatkan perhatian sang juragan. ​ ​Video aksi "adu kekuatan" ini langsung mendapat beragam komentar dari netizen. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut, terlebih dilakukan di tempat umum dan menjadi tontonan anak-anak kecil yang ada di sekitar lokasi. ​"Zaman sekarang kok masih ada yang rebutan laki-laki sampai begini, apalagi di jalanan. Malu dilihat orang," tulis salah satu netizen.

Never

72,679 görüntüleme • 5 ay önce

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Seorang Pria Ditemukan Tinggal Kerangka Terbaring di Kasur di HST Warga menemukan kerangka jasad seorang pria terbaring di kasur di dalam rumah kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Benawa Tengah, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. "Jasadnya tinggal tengkorak saja terbaring di kasur dalam rumahnya, informasi warga sudah satu bulan lebih tidak terlihat oleh tetangga," kata Babinsa Barabai Sertu Mulyadi di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), Senin. Seorang warga Abdurahman Halim merupakan orang yang pertama kali menemukan jasad korban diduga bernama Didik Dermawan (38) tersebut pada Minggu (2/3) sore ketika hendak bertamu ke rumahnya, sebab sudah lama tidak bertemu dengan korban. Akan tetapi saat mengucap salam dan mengetuk pintu tak ada jawaban, hingga saksi mengintip dari jendela rumah korban dan melihat ada tengkorak terbaring di kasur. "Saksi saat itu langsung melaporkan ke warga sekitar dan berhasil masuk ke rumah. Setelahnya tengkorak itu langsung dibawa ke RSUD Barabai sekitar pukul 16.00 Wita untuk divisum," ungkap Mulyadi. Dari hasil identifikasi lapangan, ditemukan bahwa barang korban masih aman, seperti sepeda motor Honda PCX, satu buah handphone yang ditemukan di samping kerangka, kabel stop kontak beserta charger gawai yang masih tertancap di kontak listrik. Hingga kini penyebab kejadian korban meninggal dunia belum diketahui, namun menurut keterangan pihak rumah sakit kematian korban tersebut sudah lebih dari satu bulan. Diketahui korban merupakan salah satu pengurus cabang Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten HST dan melatih drum band pada salah satu SMA di HST. Kasi Humas Polres HST Ipda Rusman Taufik memastikan peristiwa penemuan mayat ini sudah ditangani pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kematian korban. Artikel: ANTARA NEWS

CREEPY ROOM

250,503 görüntüleme • 1 yıl önce