Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Claude Code sekarang bisa ngambil data dari 17.000+ saham, harga crypto, sampai laporan keuangan dalam hitungan detik. 🤯 Dan yang bikin menarik: ❌ Nggak perlu API key ❌ Nggak perlu token ❌ Nggak perlu OAuth ❌ Nggak perlu setup yang ribet Langkah 1: Install Zero Mac / Linux curl...

25,174 просмотров • 2 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

🤯 Ini orang lagi ngebahas salah satu workflow Claude yang menurut gue keren banget. Idenya sebenarnya simpel... Berhenti pakai AI cuma buat nulis atau ngoding. Mulai pakai AI buat mengingat semua hal yang pernah lu pelajari. 👀 Workflow-nya juga nggak ribet. Semua artikel, PDF, transcript, atau catatan yang menurut lu penting tinggal masukin ke satu folder. Terus Claude yang baca, ngerangkum, nyambungin ke informasi lain yang udah ada, lalu bikin semacam wiki pribadi yang terus berkembang. 😳 Yang bikin gue tertarik bukan karena ini sekadar aplikasi buat nyatet. Obsidian udah lama bisa dipakai buat itu. Bedanya, sekarang catatan lu nggak cuma disimpan. Tapi juga dipahami. Setiap informasi baru otomatis dikaitkan dengan pengetahuan yang udah lu punya sebelumnya. 🚀 Makin lama dipakai, bukan cuma isi catatannya yang nambah. Cara AI memahami konteks dari semua yang pernah lu simpan juga ikut berkembang. Dan menurut gue, itu jauh lebih menarik daripada sekadar punya ribuan file yang akhirnya nggak pernah dibuka lagi. 😅 Makin ke sini gue ngerasa AI bukan cuma jadi alat buat mencari jawaban. AI mulai berubah jadi "otak kedua" yang bisa membantu kita mengingat, menghubungkan, dan menemukan kembali informasi yang mungkin udah lama kita lupakan. Karena pada akhirnya... Nilai terbesar bukan ada di seberapa banyak informasi yang kita simpan. Tapi seberapa cepat kita bisa menemukan dan menghubungkannya saat benar-benar dibutuhkan. 🔥

stellar protocol

93,466 просмотров • 1 месяц назад

Keputusan & kajian Chromebook dibuat pejabat2 kementerian, yang kemudian "cuci tangan" bilang "dari konsultan" Inilah FAKTA yang terungkap dalam persidangan Ada 100+ jam fakta2 rekaman sidang yang perlu aku analisa, padahal sebulan lagi putusan Saatnya fight bikin AI lagi 👇🏼 Seminggu terakhir ngga ada sidang karena pengadilan libur lebaran. Tapi bukan berarti aku bisa libur juga. Tinggal 35 hari lagi menuju sidang putusan, perkiraannya di 30 April 2026. ✍️ Dari menjalani sidang sebagai terdakwa, aku belajar bahwa fakta yang punya kekuatan hukum hanyalah yang diucapkan di bawah sumpah. Banyak pernyataan di BAP yang tidak bernilai kecuali diulang di bawah sumpah sidang. Ini kenapa dalam sidang terbuka seperti perkaraku, advokat biasa rekam seluruh dialog persidangan. Supaya pas susun pledoi, bisa cek ulang apa yang saksi sebenarnya katakan. 🧐 Total rekaman sidangku sudah lebih dari 100 jam. 🤯 Masalahnya, banyak fakta penting terpendam di dalamnya, dan selama ini kita hanya bisa bergantung pada ingatan dan catatan sendiri untuk menebak di rekaman mana fakta tersebut terungkap. Awalnya aku coba unggah rekaman2 itu ke aplikasi seperti NotebookLM, tapi volumenya terlalu besar, beberapa unggahan bahkan ditolak. Yang lebih mengkuatirkan, hasilnya sering halusinasi dan AI-nya tertukar siapa yang bicara apa. Hal seperti ini bisa fatal untuk pembelaan. 😔 Situasi ini mirip dengan beberapa bulan lalu, ketika aku terima dokumen 4.500+ halaman persiapan sidang. Mustahil bisa baca dan ingat semuanya dalam waktu memadai. Ketika aku diskusi AI yang aku bangun dengan Pak Bambang Harymurti, mantan pemred Tempo, beliau cerita bahwa information overload seperti ini sangat dirasakan juga oleh hakim. ⚠️ Beliau cerita kalau majelis hakim sampai tingkat Mahkamah Agung bisa menghadapi ribuan kasus per tahun, setiap sidang bisa berlangsung dari pagi sampai malam, dan tidak semua dialog dalam sidang bisa dicatat rapi oleh panitera. Di sini AI bisa bantu. Bukan hanya untuk advokat dan terdakwa, tapi juga berguna untuk meringankan beban majelis hakim dan penuntut umum sekalipun. Agar berguna dan dapat digunakan semua pihak dalam persidangan, AI-nya butuh tiga kemampuan berikut: 1. Bikin transkrip yang cukup akurat dari rekaman Bahasa Indonesia, sampai ke level menit dan detik untuk setiap kata. ⏱️ 2. Deteksi ketika pembicara berganti, misalnya dari perubahan nada suara. 💬 3. Identifikasi siapa yang sedang bicara, misalnya apakah yang sedang bertanya kepada para saksi adalah hakim atau advokat, dan saksi siapa yang menjawab. 🗣️ Kalau ketiga tahap itu terpenuhi, datanya tinggal diintegrasikan dengan AI yang pakai jaringan pengetahuan perkara yang sudah aku buat. Jadinya kita bisa langsung tanya apa yang terjadi di setiap persidangan, dan bahkan minta dibandingkan dengan isi BAP seluruh saksi. Tapi permasalahan ini ngga mudah dan ngga murah. Salah satu tim advokatku bahkan sampai keluar Rp7 juta untuk alat rekam dan transkrip otomatis 😱 Namun sayangnya, banyak alat seperti itu yang akurasinya kurang bagus untuk Bahasa Indonesia. Jadinya aku mulai eksplorasi, pertama-tama lewat instruksi ke AI coding assistant untuk riset berbagai model dari berbagai provider, pakai sampel rekaman persidanganku sendiri. Tapi setelah aku tinggal mereka untuk riset semalaman, di pagi hari laporannya mengecewakan: Tidak ada satupun model AI yang bisa memenuhi ketiga kebutuhan di atas untuk Bahasa Indonesia. Di titik ini rasanya ingin mengeluh, kenapa Indonesia banyak hambatan dibanding negara lain. Tapi mengeluh ngga bakal bantu pembelaanku 😅 Karena taruhannya meluruskan tuduhan dan mengembalikan kebebasanku, mau ngga mau solusinya harus dicari. Akhirnya solusiku adalah: AI-nya dipecah jadi tiga tahap dengan tiga model berbeda. Salah satu keuntungan bangun AI sendiri, kita bebas pilih model terbaik untuk setiap kebutuhan, dan AI yang aku bangun bisa jadi koordinator agar model2 tersebut saling gotong royong bangun hasil terbaik. Sekarang alurnya jauh lebih enak 👇🏼 Tinggal daftarkan sidangnya, pilih nama2 saksi yang sudah terdeteksi dari BAP, dan unggah semua rekaman persidangan. Transkrip otomatis dibuat, lengkap dengan penanda waktu dan sudah dikelompokkan per pembicara.

Ibrahim Arief

121,658 просмотров • 4 месяцев назад

Q: Lulus kuliah dan sudah hampir setahun nganggur. Sekarang udah mulai hopeless. Harus gimana ya? Sebenarnya, yang berbahaya dari nganggur – selama kamu masih bisa bertahan hidup – menurut gw bukanlah belum mendapat pekerjaan. Tapi saat kamu merasa stuck, males melakukan apa-apa, hopeless, gak ada semangat hidup, atau burnout. Itu lebih bahaya. Dan ini biasanya karena nggak terjadi feedback loop dari cara kamu berproses. Kalau kamu masih muda banget (baru lulus) dan belum ada tanggungan, sadari bahwa kamu punya unfair advantage yg gak semua orang punya: energi, waktu, dan gak ada resiko finansial yang fatal. Sadari itu dulu, dan coba bersyukurlah. Dengan bersyukur kamu bisa lebih tenang dan siapa tau dimudahkan juga rezekinya. Nah kalau kamu udah coba apply ke ratusan lamaran di berbagai job portal dan belum ada feedback apa2, menurut gw cukup jelas ada pada strategi. Kamu mungkin tetap melakukan satu hal yang sama berulang2 walau hasilnya nggak optimal. Ini juga membantu kamu agar gak terjebak di situasi yang sama. Sadari bahwa ada hal2 yang di dalam dan di luar kontrol kamu. Jumlah job opportunity yang adam, dapet offer letter dari perusahaan juga gak bisa kamu kontrol. Yang dalam kontrol kamu adalah usaha untuk meningkatkan keahlian, dan bersiap yang terbaik kalau opportunity datang. Posisikan diri untuk bisa semudah mungkin keberuntungan menemukan kamu. Pelajari hal2 yang perlu seperti bikin CV dengan format yang bagus dan bisa memperlihatkan keahlian kamu dengan baik. Tapi isi CV-nya juga harus berkualitas, dan itu hanya bisa dicapai dengan bikin pencapaian yg didapat dengan skill. Kalau belum punya skillnya, belajar. Share juga prosesnya di blog, linkedin, atau social media apapun. Buat project sendiri, lalu bagikan lagi ke publik dan masukkan itu di CV. Jadi selama kamu masih mencari pekerjaan, yang kamu lakukan bukan cuman apply di job portal dan menunggu. Kamu bakal selalu sibuk. Walau belum dapet kerja dan dapet panggilan interview, anggep cari kerja dan upskilling itu fulltime job kamu sekarang. Bangun pagi, ganti baju saat working hours, pergi ke perpustakaan, pulang saat jam kerja selesai. Lakukan hal2 yang membuat keberuntungan itu mudah untuk kamu dapatkan. And lastly, don’t end the week with nothing. Usahakan sekuat tenaga, di akhir minggu ini kamu akan sedikit lebih baik dari pada kamu di minggu lalu. Dengan belajar hal baru, ikut course, bikin project, reachout leaders di perusahaan yang kamu targetkan pakai linkedin, dokumentasikan perkembangan diri, buat beberapa versi CV untuk versi role yang berbeda, dan lain lain. Apapun. Yang penting jangan biarkan satu minggu berlalu tanpa ada progres. Oh ya, pastikan kamu juga bisa dapet support dari orang tua dan keluarga yang tinggal bareng kamu. Kasih tau plan kamu apa. Soalnya ini juga penting. Gw rekomendasikan sehari2 kegiatan kamu lakukan diluar aja, di perpustakaan misalnya. Biar bisa lebih fokus. Dan siapa tau di perjalanan ini ternyata kamu dapet insight tertentu, yang membuka peluang ke hal2 baru. Jadi pengusaha, bikin toko, freelance, atau penulis webtoon misalnya. Dan itu keren juga kok!

Anas

442,935 просмотров • 2 лет назад

𝗔𝗣𝗔 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗡𝗔𝗥𝗡𝗬𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗔𝗝𝗜𝗞𝗔𝗡 𝗡𝗔𝗞 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗙𝗥𝗘𝗦𝗛 𝗚𝗥𝗔𝗗𝗨𝗔𝗧𝗘 𝗡𝗜? Saya rasa banyak polemik yang berlegar di kalangan orang atas tidak banyak yang menyentuh cabaran seharian yang dihadapi terutamanya Gen Z yang dibawah umur 28 tahun ini. Kita akan selalu dengar pembangkang memainkan isu kos sara hidup. Tiada siapa yang menafikan kos sara hidup adalah isu nombor satu Malaysia, malah di seluruh dunia. Tetapi selain kos sara hidup, bagi Gen Z, cabaran paling besar ialah mendapatkan pekerjaan yang boleh bagi ruang untuk membina kerjaya di masa hadapan. Dengan prospek kerjaya yang baik, ia akan memberi peluang kepada pendapatan yang stabil dan keupayaan mobiliti sosial untuk membina hidup yang lebih baik di masa hadapan. Data-data ekonomi menunjukkan Gen Z berhadapan cabaran besar membina kerjaya, seperti berikut: 1. Pengangguran di kalangan orang muda sebenarnya tinggi, iaitu sekitar 10% bagi tempoh 2024 hingga awal 2025, berbanding pengangguran purata nasional yang hanya 3.2% (dari data DOSM) 2. Ini selari dengan kajian Bank Dunia, yang menunjukkan 13.4% anak muda berumur 16 hingga 24 tahun dalam kategori NEET (Not in employment, education or training). Maksudnya ada 13.4% dari kalangan ini, lepas sekolah, tidak buat apa-apa 3. 33 hingga 37% dari graduan bekerja dalam pekerjaan yang dibawah kelulusan mereka, yang dipanggil under-employment 4. Kita ada fenomena yang dipanggil “wage compression” iaitu gaji bagi pekerja bawahan tanpa kemahiran sebenarnya meningkat jauh lebih laju dari gaji permulaan graduan atau pekerja berpengalaman atau pekerja separa kemahiran. Ini adalah disebabkan oleh gaji minima. Sementara majikan terpaksa menaikkan gaji minima kepada pekerja kurang berkemahiran kerana itu kehendak undang-undang, mereka terpaksa menampung kenaikan itu dengan memperlahankan kenaikan gaji pekerja yang lebih atas 5. Jurang kemahiran antara graduan dan kehendak pasaran masih tinggi, terutamanya dalam sektor yang banyak kekosongan seperti yang berkaitan teknologi dan sains. Contohnya, jurutera perisian untuk rekabentuk cip semikonduktor boleh mencecah RM6,000 sebulan untuk fresh graduate, tetapi kita tidak cukup graduan yang memenuhi kelayakan akademik dan kelulusan untuk mengisinya 6. Ada ketidakpadanan di antara lulusan universiti dalam bidang-bidang yang tidak menawarkan banyak peluang pekerjaan, sedangkan dalam bidang-bidang teknikal tertentu ada kekosongan yang tidak dapat diisi kerana tidak cukup lulusan yang memenuhi kriteria Akhirnya, negara kita berhadapan dengan masalah yang mengundang semua pihak saling menuding jari: Gen Z dan graduan mengeluh susah nak dapat pekerjaan. Ada yang menuding jari kepada majikan atau kerajaan. Majikan mengeluh susah nak cari cari pekerja yang memenuhi kriteria dan kelayakan. Ada yang menuding jari kepada graduan atau kerajaan. Kerajaan? Terpulang nak tuding jari kepada sesiapa pun, tetapi tidak boleh lari dari cuba menyelesaikan masalah ini. Sebahagian dari masalah ini berpunca dari perkara struktur. Contohnya struktur ekonomi yang tidak sampai ke tahap nilai tinggi, maka pekerjaan dalam kategori gaji tinggi tidak banyak berbanding dengan negara-negara maju. Soal struktur ini adalah tanggungjawab kerajaan. Kalau kerajaan berjaya mewujudkan dan membangunkan sektor ekonomi bernilai tinggi, struktur ekonomi itu akan berubah secara berfasa. Tetapi ada perkara di dalam kawalan majikan, graduan dan pekerja. Majikan perlu menerima hakikat bahawa graduan dan pekerja perlu dilatih secara berterusan, terutamanya dalam bidang-bidang yang lebih teknikal. Majikan juga perlu tahu bahawa jika gaji yang dibayar tidak berpadanan dengan kelayakan, pekerja akan selalu lari yang mengganggu operasi perniagaan. Majikan juga perlu terbuka untuk mengambil fresh graduate yang tidak semestinya keluar universiti dengan kelulusan yang diiklankan, tetapi dalam bidang teknikal yang hampir sama tetapi boleh dilatih. Banyak majikan akan kata: kami dah buat semua ini tetapi masih bermasalah. Jadi apa yang majikan nak sebenarnya dari fresh graduate ni? Oleh kerana majikan tahu hampir semua fresh graduate perlu dilatih semula, dari pengalaman saya, majikan tidak melihat kepada kelayakan akademik semata-mata. Mereka melihat kepada potensi dan sikap calon yang ditemuduga. Oleh itu, kepada fresh graduate, ini kualiti yang dicari oleh majikan: 1. Prestasi akademik yang stabil. Tidaklah perlu mendapat ijazah kelas pertama, tetapi ada konsistensi akademik dari SPM hingga habis ijazah. Sebaiknya dalam quartile pertama dan kedua. 2. Paling penting, keupayaan untuk terus belajar. Bukanlah tahu semua perkara, tetapi ada keinginan dan curiosity untuk belajar perkara baru. 3. Self-starter, dalam bahasa mudah tidak perlu disuruh. Tahu apa yang dia tahu, tahu apa yang dia tak tahu. Untuk laksanakan tugas dia, kalau dia tak tahu, dia usaha untuk tahu, sama ada belajar dari senior, Google or ChatGPT. 4. Berdisiplin dan matang. Tahu membezakan tanggungjawab kepada syarikat dan rakan kerja, dengan keperluan dan keinginan peribadi. Tahu sumbangan yang perlu dibuat agar pasukan atau syarikat dapat bertahan. Tahu tanggungjawab minima yang perlu dilaksanakan. Mesti kena kecam dengan Gen Z lepas ni. Tapi jangan hanya kecam, kalau tak setuju bagi hujah kenapa tidak setuju.

Rafizi Ramli

22,903 просмотров • 10 месяцев назад

Guys, ini video YouTube Short yang bikin gue langsung pause dan mikir: "Ini serius atau cuma prank gila aja?" Ada akun yang lagi viral di Tiktok gara-gara training sekumpulan gagak liar supaya tiap hari bawa duit buat dia. Bukan main-main, dia beneran mau ngumpulin uang lewat burung-burung pintar ini. Coba baca kronologisnya dibawah: Awalnya dia cuma temenan sama gagak-gagak liar. Kasih makan tiap kali mereka sentuh uang. Minggu pertama, gagak-gagak ini mulai ngerti: "Sentuh uang = dapet makanan enak." Beberapa hari kemudian? Mereka udah mulai nyolong dollar dari dia sendiri, lalu dikasih lagi demi dapet makanan Minggu berikutnya, dia ajarin mereka masukin koin ke gelas. Polanya sama, masukin koin = dapet makan. Langkah akhir? Dia kirim sekumpulan gagak ini keluar berburu duit ke mana-mana dengan harapan gagak ini kembali membawa dollar dan bawa pulang ke dia. Tapi ini bukan cuma konten lucu soal burung pintar. Ini cerminan ambisi manusia yang gila-gilaan plus kecerdasan gagak yang underrated banget. Gagak itu binatang paling pintar di dunia — mereka bisa ingat muka orang, ngajarin anaknya, bahkan bikin tools. Gagak itu bukan burung biasa. Mereka punya otak selevel primata, ingatan jangka panjang gila-gilaan, dan watak yang super hitam-putih soal manusia. Kalau lo kasih makan? Mereka bisa jadi temen setia seumur hidup. Gagak nggak cuma dateng tiap hari. Mereka nginget muka lo selamanya. Mereka anggap lo bagian dari “keluarga” mereka. Banyak kasus dokumentasi di mana gagak balas kasih “hadiah” — kancing, manik-manik, kunci rumah, pecahan kaca mengkilap, bahkan separuh kalung hati. Kalau lo melukai atau bikin mereka kesel? Entah ngejar, nembak, nangkep, atau bahkan cuma bikin mereka takut sekali — mereka nginget muka lo selamanya. Bukan cuma dia, tapi seluruh kawanan. Bahkan anak-anaknya yang belum lahir waktu kejadian pun bakal diajarin untuk langsung nyerang: jerit-jerit, mobbing, dive-bombing ke orang yg melukai mereka. Ini hasil penelitian ilmiah John Marzluff dari University of Washington yang udah puluhan tahun ngulik gagak. Kembali ke konteks video, cowok ini ngajarin mereka "touch money = reward". Bayangin kalau sistem ini works beneran? Dia bakal punya pasukan gagak yang terbang ke seluruh kota, ngambil koin, uang jatuh, bahkan duit di ATM yang lupa ditutup orang? Apa yang bakal terjadi selanjutnya kalau ini beneran lepas kendali? Pertama, duit yang mereka bawa pasti bukan cuma "uang jatuh di jalan". Gagak liar ini bisa nyolong dari dompet orang, dari meja kafe, dari mobil yang kaca setengah turun. Bayangin lo lagi duduk di warung kopi, tiba-tiba gagak mendarat, ambil recehan lo, dan terbang pergi. Thats why its illegal to pet crow in certain country Kedua, yang paling bikin gue merinding: efek domino ke gagak-gagak itu sendiri. Mereka udah belajar "uang = makanan". Kalau si cowok berhenti kasih reward? Mereka bakal tetap nyari duit sendiri. Bahkan ngajarin anak-anak gagaknya. Generasi maling berbulu hitam yang turun-temurun. Kota bakal punya "crow mafia" kecil-kecilan. Dan yang paling seru sekaligus bahaya: ini bukti manusia selalu cari jalan pintas buat kaya cepet. Bukan kerja keras, bukan usaha biasa — tapi manfaatin kecerdasan hewan buat kerja kotor. Lucu di video, tapi di dunia nyata? Bisa jadi inspirasi buat orang lain yang lebih nekat. "Kalau gagak bisa, kenapa nggak monyet atau anjing liar?" Gagak yang dia latih bisa ingat muka. Kalau suatu hari dia nggak kasih makan lagi, atau dia pindah rumah… burung-burung itu tahu di mana dia tinggal. Balas dendam ala gagak? Bisa jadi horor ringan. Intinya, video ini bukan cuma hiburan 60 detik. Ini gambaran kecil dari sifat manusia: kreatif, nekat, bodoh, dan tidak berpikir konsekuensi kedepan.

goods stuff

49,554 просмотров • 3 месяцев назад

3 momen LenaMiu favorit ✨ 🥇 Pinned tweet Lena: “Celia St. James to my Evelyn Hugo” Lena udah baca dan suka sama novel The Seven Husbands of Evelyn Hugo dari 2024, bahkan sebelum terjun ke GL dan jauh sebelum dipasangin sama Miu. Setelah dipasangin sama Miu, Lena juga masih sering upload tentang novelnya, upload potongan quote yang dia suka kayak “I love you more than anything else in the world”, dan beberapa kali repost editan LenaMiu ala Evelyn–Celia. Miu sendiri juga pernah repost editan dengan referensi yang sama, dan Lena selalu seneng tiap ada kabar baru soal adaptasi filmnya. Salah satu hal yang paling menarik dari Evelyn–Celia dengan cara novel ini ngomongin intimasi yang bukan sekadar kedekatan fisik, tapi tentang bisa jujur sepenuhnya sama seseorang, membiarkan dia melihat diri kita apa adanya, dan tetap ngerasa aman. Jadi waktu Lena upload foto LenaMiu dengan caption “Celia St. James to my Evelyn Hugo”, kata “my” di situ yang bikin semuanya jauh lebih personal. Berasa Lena bukan cuma nyamain LenaMiu sama pasangan dari novel yang dia suka, tapi kayak Lena sendiri ngelihat LenaMiu sebagai Evelyn dan Celia dalam versi mereka sendiri. Dan tweet itu masih Lena pin sampai sekarang 😙 🥈 Postingan Miu di Instagram: scene dari In the Mood for Love + lagu “bad” dari wave to earth Scene yang Miu post dari In the Mood for Love. Di film itu ada cerita tentang orang zaman dulu yang kalau punya rahasia dan nggak ingin membaginya ke siapa pun akan mencari sebuah tempat, membuat lubang, membisikkan rahasianya ke sana, lalu menutupnya lagi. Di akhir film, hal itu benar-benar dilakuin. Sesuatu yang begitu pribadi akhirnya tetap disimpan sendiri, ada perasaannya, tapi nggak pernah benar-benar diucapkan. Di post yang sama, Miu pakai lagu “bad” dari wave to earth. Lagunya punya makna tentang seseorang yang keberadaannya aja bisa bikin hari yang biasa atau bahkan buruk terasa jauh lebih baik. Ada rasa nyaman, bahagia, dan dicintai cuma karena orang itu ada. Kalau scene film, lagu, caption postingan “kind of laugh”, dan foto-foto LenaMiu di post itu dilihat maknanya lebih personal. Apalagi semua foto yang Miu pilih isinya cuma Miu sama Lena. Kalau semuanya digabung, rasanya kayak Miu pengen nyimpen sebagian perasaannya buat dirinya sendiri, tapi lewat lagu yang dia pilih tetap kerasa kalau keberadaan Lena bikin dia bahagia 🥹 🥉 Video LenaMiu di Dear Myself Sebenernya hampir sepanjang wawancara ini omongan LenaMiu punya makna yang dalem. Tapi bagian favorit tetap waktu mereka sama-sama ditanya foto favorit masing-masing dan alasan kenapa memilih foto itu. Foto yang mereka pilih beda, jawabannya juga beda, tapi ada satu hal yang terasa sama dari dua-duanya: kebahagiaan satu sama lain selalu jadi bagian penting dari jawaban LenaMiu. Dari bagian itu makin nangkep cara Lena sama Miu ngelihat satu sama lain. Mereka sama-sama pengen terus jalan bareng dan saling dukung, tapi bukan dengan cara saling nahan. Selama jalannya masih bisa berdampingan, mereka pengen tumbuh dan bahagia bareng. Tapi kalau masing-masing punya jalan sendiri yang harus ditempuh buat berkembang atau nemukan kebahagiaannya, mereka juga nggak akan nahan satu sama lain cuma supaya semuanya tetap sama. Jadi rasanya LenaMiu pengen terus ada di hidup satu sama lain, tapi bukan dengan cara maksa mereka harus selalu berjalan bareng sebagai pasangan. Yang penting dua-duanya tetap bahagia, berkembang, dan bisa terus saling dukung apa pun jalan yang akhirnya mereka pilih 🥰 Kalau tiga momen ini disambungin, semuanya selalu balik ke satu hal yang sama: cintanya LenaMiu setara. Nggak terasa ada satu orang yang terus memberi sementara satunya cuma menerima. Dua-duanya sama-sama pengen satu sama lain bahagia, berkembang, dan tetap jadi dirinya sendiri tanpa kehilangan keinginan buat terus jalan bareng. LenaMiu juga ngasih contoh kalau cinta yang setara bukan tentang siapa yang paling banyak ngasih atau siapa yang paling kelihatan sayang, tapi tentang dua orang yang sama-sama pengen yang terbaik buat satu sama lain 🤍 #LenaMiu #ลีน่าหมิว

ᵖˡˢgumberforlot

20,823 просмотров • 4 дней назад

Bagaimana Platform Mendeteksi Usia Tanpa Verifikasi ID? Saya sangat mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital secara resmi menerbitkan Peraturan Menteri sebagai turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), yang menunda akses anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring. Alasannya sudah disampaikan Menkomdigi. Clear. Itu problem besar kita. Negara lain, spt China, justru jauh lebih ketat dibanding Indonesia dan sudah melakukannya sejak lama. China tidak hanya melarang anak membuat akun medsos, tapi mengatur ekosistem digital anak secara menyeluruh dan berlapis, dari level konten, level platform, hingga level perangkat keras. China sebenarnya model referensi yang lebih relevan secara geopolitik untuk Indonesia dibanding Australia, keduanya negara non-Barat dengan populasi besar dan konteks digital yang mirip. Yang menarik, Indonesia justru melampaui China dalam satu hal, yakni melarang akun medsos secara eksplisit per platform berdasarkan usia, sesuatu yang belum dilakukan China secara langsung. Rencananya, implementasi dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026, mencakup YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Pertanyaan Besar Naaah.... yang jadi pertanyaan banyak netizen adalah: bagaimana teknis deteksi usianya? Pake KTP? Belum punya. Pake form tanggal lahir? Mudah dimanipulasi. TErkait teknis pembatasan, saya pernah bertanya ke perwakilan TikTok Indonesia. Apakah platform sebenarnya bisa mendeteksi usia anak, dari pola akses mereka, misal anak sekolah tidak akses pada jam2 sekolah, konten yang mereka buka, komentar yang mereka tuliskan? Dia bilang, Tiktok bisa tahu dari parameter2 ini. Bagaimana Platform Mendeteksi Usia? 🔴 TikTok — Paling agresif dalam video scanning TikTok telah mengonfirmasi bahwa mereka memindai video publik pengguna untuk menginferensi usia. Salah satu sinyal unik yang digunakan adalah dengan memindai komentar di posting ulang tahun ("Happy Birthday") di mana usia pengguna mungkin tersebut. Sistem TikTok menganalisis profil pengguna, video yang diposting, dan sinyal perilaku untuk memprediksi apakah akun tersebut milik pengguna di bawah umur. Setelah AI menandai akun, moderator manusia mereview akun-akun tersebut sebelum pemblokiran dilakukan — bukan otomatis ban langsung. Sistem ini mengidentifikasi pola yang mungkin mengindikasikan pengguna lebih muda dari yang diklaim, seperti nada video, sifat interaksi, atau sinyal keterlibatan lainnya. Untuk verifikasi lanjutan (saat akun diperdebatkan), TikTok bermitra dengan layanan seperti Yoti untuk estimasi usia berbasis biometrik wajah — sistem menganalisis karakteristik wajah untuk memperkirakan usia, tanpa menyimpan foto secara permanen. 🔵 Instagram/Meta — "Adult Classifier" AI paling canggih Sistem adult classifier Meta menganalisis sinyal perilaku untuk mengkategorikan pengguna sebagai di bawah atau di atas 18 tahun. AI memeriksa profil pengguna, daftar follower, interaksi konten, dan postingan seperti pesan ulang tahun dari teman. Misalnya, profil yang mengikuti influencer bertema remaja atau berinteraksi dengan konten terkait sekolah dapat memicu pemeriksaan lebih lanjut. Meta juga menandai akun yang dibuat dengan email atau device ID yang sama tetapi dengan tanggal lahir berbeda — ini mencegah remaja lolos dengan membuat akun baru. Jika teman pengguna memposting sesuatu seperti "Screaming happy 15th birthday to my best friend", tim evaluasi internal Meta akan melabeli pengguna tersebut sebagai remaja. Instagram juga menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk memindai caption dan pesan terhadap pola bahasa yang khas dari pengguna yang lebih muda. 🔴 YouTube/Google — Berbasis riwayat tontonan Sistem AI YouTube bergantung pada sinyal seperti jenis video yang dicari dan ditonton pengguna, serta sudah berapa lama akun aktif, untuk menentukan apakah mereka berusia di bawah 18 tahun. Pengguna dewasa yang salah diidentifikasi sebagai remaja harus mengunggah KTP, kartu kredit, atau selfie untuk membuktikan usia mereka. Google dan YouTube sangat mengandalkan sinyal perilaku yang terkait dengan riwayat tontonan dan aktivitas akun untuk menginferensi usia — baru kemudian meminta KTP atau kartu kredit ketika sistem merasa tidak yakin. 🟣 Facebook/Threads — Lintas platform Meta Facebook dan Threads menggunakan infrastruktur yang sama dengan Instagram. Instagram menyatakan bahwa mereka mungkin mencoba mencocokkan usia pengguna di Facebook dengan usia yang dinyatakan di Instagram, bersama dengan penggunaan "banyak sinyal lain" yang tidak diungkapkan. 🟡 Roblox — Orientasi pada perilaku anak di bawah umur Roblox secara khusus fokus pada deteksi perilaku anak. Mereka menganalisis pola chat, jenis game yang dimainkan, dan waktu sesi bermain. Perilaku khas anak (bahasa yang digunakan, pola waktu bermain di jam sekolah/malam) menjadi sinyal utama. ⚪ X (Twitter) & Bigo Live X saat ini paling lemah dalam deteksi usia berbasis perilaku — lebih mengandalkan laporan komunitas dan verifikasi manual. Bigo Live menggunakan moderasi konten live streaming secara real-time, termasuk deteksi wajah untuk usia. Keterbatasan Sistem Sistem-sistem ini gagal dengan cara yang dapat diprediksi. False positive sangat umum — platform mengidentifikasi orang dewasa dengan wajah muda, orang dewasa yang berbagi perangkat keluarga, atau memiliki penggunaan yang tidak biasa, sebagai remaja. Sementara false negative juga persisten — remaja dengan cepat belajar cara mengelabui sistem dengan meminjam KTP, berganti akun, atau menggunakan VPN. Bukan Sekadar Pembatasan, Perlu ada Substitusi Menurut saya, ini harus dimulai. Pasti ada kekurangan di awal. Yang penting terus disempurnakan sambil belajar dari yang sudah berhasil seperti China. Poin kunci yang membuat model China berbeda adalah mereka tidak hanya melarang, tapi menyediakan alternatif yang dikurasi secara aktif oleh negara. Douyin "Youth Mode" — fitur-fiturnya sangat spesifik: Fitur Youth Mode Douyin antara lain: jeda wajib lima detik antar video untuk mengurangi risiko adiksi, batas 40 menit per hari hanya antara jam 6 pagi sampai 10 malam, dan konten diganti dengan materi edukatif seperti eksperimen sains, pameran museum, dan penjelasan sejarah. Di sisi konten, mode remaja Douyin melarang berbagai jenis konten ditampilkan, termasuk video prank, "takhayul", dan konten tempat hiburan seperti klub dansa atau karaoke yang memang tidak boleh dimasuki remaja. Setiap akun juga dihubungkan ke identitas asli pengguna, dan teknologi pengenalan wajah digunakan untuk memantau pembuatan konten live streaming. Bahkan ada aplikasi anak tersendiri. ByteDance meluncurkan aplikasi khusus anak bernama Xiao Qu Xing ("Little Fun Star") — seperti Douyin tapi hanya berisi konten edukatif, dibatasi 40 menit per hari dengan default 30 menit di hari kerja, dan orang tua bisa menurunkan batas waktu hingga hanya 15 menit per hari. Kesimpulan Jadi konfirmasi dari perwakilan TikTok itu akurat dan berdasar — platform memang sudah jauh melampaui sekadar mengandalkan tanggal lahir yang diinput. Namun tantangan terbesarnya untuk konteks Indonesia adalah sinyal seperti "cross-platform account matching" dan "device ID linking" akan sangat efektif, tapi sinyal berbasis konten (bahasa, NLP) perlu dilatih ulang untuk Bahasa Indonesia dan dialek lokal agar akurasinya setara dengan deployment di pasar Barat. Harusnya ini ndak jadi masalah, mengingat perkembangan AI yang sudah sangat maju.

Ismail Fahmi

60,735 просмотров • 5 месяцев назад

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

514,483 просмотров • 8 месяцев назад

Ini yang dimaksud bahwa Indonesia "SALAH URUS" hingga Negeri yang KAYA SDA ini hanya jadi PASAR Kalau Bule itu mengatakan Negeri Distributor = Negeri PASAR Global Contoh sejak dulu, Indonesia PASAR bagi MICROSOFT Windows TERBESAR di dunia, Tapi Bisnis Microsoft ada dimana? Di SINGAPORE, karena Indonesia Tidak Menarik bagi INVESTOR karena Negeri ini TIDAK MAMPU MENCIPTAKAN KEPASTIAN HUKUM dan STABILITAS POLITIK nya, Tiap Periode, Tiap Pemimpin BARU Terpilih membawa VISI & MISI nya sendiri karena EGO ke AKU annya yang GEDE BENER daripada Kepentingan BANGSA dan NEGARANYA Begitu juga dengan ELON MUSK / STARLINK Hahahaha dia cuma hire 2 orang untuk Memasarkan Produknya di INDONESIA, Investasinya Hahahaha GA ADA. Apalagi Produk Amerika masuk Negeri ini PAJAKNYA "NOL" Persen !!! Dan Pabrik Jepang yang kemarin TUTUP juga karena KEBIJAKAN YANG SALAH ARAH dan Indonesia tetap jadi PASAR Komponen produksi mereka dari Vietnam Jadi ​Ketika ia menyebut Indonesia hanya menjadi "Negeri Distributor," ini adalah bentuk penyederhanaan yang sangat menyakitkan namun realistis dari kondisi kita saat ini. Jebakan "Kekayaan SDA": Kita memiliki semua sumber daya alam yang dibutuhkan dunia, namun kita tidak memiliki teknologi untuk memprosesnya sendiri menjadi produk akhir. Akhirnya, kita hanya mengeruk bahan mentah, mengirimkannya keluar, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi yang harganya sudah berlipat ganda. Ini adalah definisi klasik dari middle-income trap. Budaya "Cepat Kaya" (Instant Gratification): Poin mengenai "mencari uang instan" sangat krusial. INI YANG GUE PERNAH SAMPAIKAN, TEMPAT PESUGIHAN SEKARANG SEPI, KARENA PARA AUDIENCE PESUGIHAN TELAH MENJADI PEJABAT SEMUA, KARENA DUITNYA LEBIH NYATA dan RESIKONYA LEBIH KECIL. Pemerintahan itu KUIL MAMMON dan Pejabat adalah Pesugihan Modern Sistem bisnis yang ada seringkali lebih mengejar valuation tinggi di atas kertas daripada membangun fundamental bisnis yang nyata. Ini yang ia bandingkan dengan perusahaan teknologi di Amerika (seperti Facebook), di mana para pendirinya tetap berada di perusahaan untuk membangun nilai jangka panjang, bukan sekadar exit strategy untuk mencairkan uang. ​"Negeri Distributor" = "Negeri Pasar": Istilah ini SANGAT AKURAT. Kita adalah target pasar terbesar karena jumlah penduduk kita yang masif dan konsumtif, namun kita tidak memegang kendali atas rantai pasok teknologi. Kita "didistribusikan" barang oleh pemain luar, dan kita "mendistribusikan" sumber daya kita keluar. Kita bukan pemegang kendali, melainkan hanya titik transit dalam perdagangan global. Apa yang ia kritik bukanlah potensi Indonesia, melainkan ARAH orientasi bisnis dan kebijakan INDONESIA. Ketika "inovasi" dianggap tidak "seksi" dibanding "uang instan," maka kita terjebak dalam siklus di mana kita hanya menjadi konsumen dari teknologi yang diciptakan orang lain (Contoh rakyat yang menemukan BIBIT PADI BARU Dipenjara, dan Rakyat yang Memproduksi TV MURAH juga dipenjara) Negeri ini Anti Innovasi. ​Ini adalah cerminan dari kegelisahan gue: Apakah kita akan terus selamanya menjadi penonton di rumah sendiri, ataukah kita mulai berani membangun industri berbasis inovasi dan teknologi yang fundamental? Ketimpangan antara "sumber daya alam yang melimpah" dengan "teknologi yang minim" ini disebabkan oleh kebijakan yang memang sengaja mengarahkan kita untuk menjadi pasar, bukan produsen !! :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

27,645 просмотров • 1 месяц назад

Kalau ada member yang punya tekad kuat menjadi aidoru, saya bisa pastikan Aurhel Alana salah satunya. Pertama notis Alana karena Extra Time Indonesia yang terus-terusan menyamakan dia dengan Kim Min-jeong aka Winter Aespa. Kemudian saat pertama kali dia live sendirian. Saya iseng nonton tanpa ekspektasi apa-apa, tiba-tiba dia srat srot sepanjang live. Itu ikonik bngtt WKWKWKWK Dari live itu saya tau kalau Alana ini sangat ekspresif, lucu, dan punya tingkah-tingkah spontan yang menghibur. Dia tidak butuh banyak adaptasi karena dia benar-benar senang ada di depan kamera dengan menjadi dirinya sendiri. Respons dia menghadapi chaos-nya saat live juga sangat cepat karena dia lah sumber chaos itu ✌️ Sepertinya karena dia terbiasa berhadapan dengan bocil-bocil tetangganya, iykyk. Intinya dia senang sekali menjalani role-nya sebagai aidoru. Yang tidak banyak orang tau, selain fans-fans-nya, eskalasi perjalanan Alana sebagai member JKT48 ini menarik sekali. Di awal debutnya sebagai trainee, Alana jadi member yang "tertinggal". Saat teman yang lainnya sudah show belasan kali, dia baru 2 kali. Bukan tanpa alasan, di setlist Aitakatta, Alana menjadi backup-nya backup member lain. Dia satu blockingan dengan Gendis dan Aralie. Jadi, kemungkinan dia masuk line up lebih kecil dari yang lainnya. Bahkan, sebelum gen 11 naik ke inti, dia hanya mendapatkan 1 kali show Aitakatta (cmiiw 🙏). Kemudian di setlist Pajama, dia satu blockingan dengan Chelsea. Artinya dia mendapatkan kesempatan lebih banyak di setlist ini. Terlebih saat gen 11 dipromosikan menjadi member inti semua. Dia pernah bilang kalau Pajama Drive adalah cinta pertamanya. Hal ini karena Pajama Drive menjadi setlist yang bisa dia kejar agar tidak terlalu jauh dari teman-temannya. Di setlist ini, Alana nyaris setiap minggu masuk line up. Bahkan pernah dalam seminggu dua kali Lana Pajamaan. Di Pajamjam terakhirnya bulan lalu masih ada selisih 20 show antara Alana (43 show) dengan Oline (63 show) yang menjadi member gen 12 dengan jumlah show terbanyak. Dan yap, sepertinya jumlah show bukan satu-satunya indikator trainee dipromosikan. Masih ada parameter lainnya yang hanya diketahui manajemen. Yang berkesan dari Alana tidak hanya bagaimana dia tetap bersemangat mengejar ketertinggalannya, tapi juga bagaimana dia menciptakan hubungan yang genuine dengan fans-fansnya. In case kamu punya mutual Lana oshi, kamu bakal tahu betapa sayangnya mereka ke Lana. Tentu saja ini karena mereka tahu betapa tulusnya Lana sayang ke fansnya. Setiap interaksinya baik di live, VC, dan sosmednya punya sentuhan yang genuine yang membuat fans-nya merasa diperhatikan. Dari beberapa komentar fans yang pernah ada. Setiap interaksi Lana dan fansnya terasa personal dan tidak template. Bahkan dia masih ingat fans-fansnya dahulu. Di live-nya dia juga pernah nangis terharu saat tau ada fans lamanya yang 'hilang' tiba-tiba kembali lagi. Hubungan yang kuat antara Alana dan fansnya ini membuat saya tidak heran lagi kalau dia meraih rangking 15 di SSK kemarin. Artinya Lana ada di barisan depan jajaran Undergirls. Sebuah bargain power yang sangat menjanjikan untuk member trainee. Apalagi momen #UGDarurat dengan tingkat kehebohan yang di luar nalar serta sangat dar der dor itu. Exposure yang dia terima jadi makin lebih besar lagi. Tidak sampai di situ, setelah SSK dia juga pernah dipercayakan menjadi Global Center di Aitakatta. Setlist yang sebelumnya menjadikannya backup-nya backup memberinya kesempatan ada di posisi paling depan. Dengan pencapaian dan pengalaman yang dia dapatkan 1,5 tahun ini, ternyata dia tidak berpuas diri. Alana juga berani keluar dari zona nyamannya untuk eksplor apa saja yang ada dalam dirinya. Awal April lalu dia memberanikan dirinya mengcover lagu SNSD-Into The New World dan mengupload-nya di TikTok-nya. As member yang talent utamanya bukan menyanyi, cover lagu dia tidak jelek, tidak sempurna, tetapi masih enak untuk didengarkan. Yang perlu di-highlight adalah tidak semua member berani melakukan hal itu. Ini semacam kode kalau ada ruang yang terang-terangan dibuka oleh Alana. Ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki dirinya agar bisa menjadi aidoru seutuhnya. Dan yap, kejutan memang datang secara tak terduga. Seminggu setelah dia mengunggah cover menyanyinya, dia dipromosikan menjadi menjadi member inti. Dan tidak butuh satu bulan, Into The New World Alana become Into The New Phase. Tanggal 4 Mei besok dia sonichi sebagai member inti di setlist Ramune. Good job, bravo, well done, Aurhel Alana 🫡👏 Siapa yang menyangka member yang tingkahnya terlihat seperti anak kecil itu ternyata punya ambisi yang besar sekali. Member yang teriakannya paling kencang itu ternyata punya mimpi setinggi bintang. Sekali lagi, selamat Alana 👏 Sudah satu langkah lagi lebih dekat menjadi 1.000% idol. Suka sekali dengan cara kamu berjuang mengejar ketertinggalan, berani keluar dari zona nyaman, menghargai fans yang ada, serta memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan. Yang saya pahami, 'bubble' Alana memang sangat menyenangkan. Hubungannya dengan fans yang saling berusaha dan saling menyemangati itu terasa dekati sekali. Tidak mengherankan jika banyak yang stay untuk menemani dan mendukung kamu growing up sebagai idol yang sejati. Sepertinya semuanya sudah berjalan dengan semestinya. Meski sering terlihat seperti bocil, Lana ini sudah dewasa dan mengerti apa yang dia mau dan apa yang dia perjuangkan. Nikmatin setiap momen proses bertumbuhnya, Lan. Meski kadang terasa tidak nyaman, coba untuk tetap bertahan. Ga perlu buru-buru, oke 🫶💌

Gigiiih 🍀💎🦖

45,430 просмотров • 1 год назад

𝗦𝗘𝗠𝗕𝗢𝗬𝗔𝗡 𝗣𝗔𝗡𝗚𝗚𝗜𝗟 𝗞𝗘𝗥𝗝𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔 𝗗𝗜 𝗣𝗥𝗡 𝗝𝗢𝗛𝗢𝗥: 𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗠𝗘𝗡𝗬𝗘𝗦𝗔𝗟 𝗠𝗔𝗦𝗨𝗞 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔, 𝗦𝗘𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗞𝗘𝗡𝗔 𝗣𝗔𝗦𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗘𝗡𝗗𝗘𝗥𝗔 𝗣𝗔𝗦𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗔𝗡𝗡𝗘𝗥 Bila kami perkenalkan BERSAMA sebagai parti yang flat structure, tidak ada lapisan bahagian, cawangan dan lain-lain, saya faham bila ramai yang mengkritik. Kritikan itu ada asasnya sebab parti politik kena masuk pilihanraya. Bila masuk pilihanraya kena ada jentera. Lapisan bawah macam bahagian dan cawangan inilah yang bawa orang jadi jentera. Kalau tak de lapisan bawah macam bahagian dan cawangan, macam mana nak ada jentera? Tapi kami mahu membina BERSAMA sebagai parti masa hadapan dengan inovasi untuk masa depan yang boleh selesaikan beberapa masalah kronik dalam politik negara. Masalah paling kronik adalah rasuah dan orang politik ialah punca utama rasuah. Bila ada lapisan bawah seperti bahagian dan cawangan, ada kepala. Bila mereka kena gerakkan orang untuk buat tugasan seperti pasang bendera, pasang khemah, dulu-dulu saya ingat semua ni secara percuma. Kemudian belanja minum saja. Lama-lama, jadi berbayar. Budaya ini menyebabkan politik jadi mahal kerana semangat sukarelawan itu telah pupus. Buat kerja bukan sebab niat mahu berjuang, tetapi berju-WANG! Yang dekat atas, mereka turun kempen sebagai bangsa-WANG sahaja. Pengiring ramai, dayang-dayang dan hulubalang ke hulu hilir. Bila turun, semua mesti tersedia. Orang mesti ramai. Mesti jerit-jerit sokong. Siapa yang berjaya tunjukkan dia boleh buat sehebat mungkin, orang seramai mungkin, yang ini ada kabel besar dengan pemimpin di atas. Semua ni perlukan wang. Budaya ini melahirkan warlords politik di setiap lapisan yang perlukan duit. Sebab itu kena jadi kerajaan dan wakil rakyat, untuk bayar balik pelaburan berbelanja masa kempen. Atau untuk terus kekal berpengaruh di peringkat masing-masing, perlu duit untuk bayar warlords di setiap lapis. Ini isu utama saya dalam politik. Saya menentang budaya ini dari hari pertama. Saya pun bendul masa muda-muda, saya ingat dah nama reformasi budaya ini mesti dikekang lah. Tapi orang akan beritahu saya, kau ingat kau sorang saja cerdik. Ini cara politik di Malaysia, memang perlukan duit. Cuma yang tak diberitahu kepada saya awal-awal dulu - orang lain buat tak boleh, kita buat tak apa. Sebelum saya mati, saya berharap Nik dan rakan-rakan lain dalam BERSAMA boleh buktikan bahawa kita mampu hapuskan budaya rasuah dalam politik ini. Tapi kita mesti berani ambil risiko. Kita perlu yakinkan ahli parti dan orang ramai bahawa kita perlu kembali kepada semangat gotong royong, jiwa sukarela. Kalau kita percaya kepada sesuatu perjuangan, kita sanggup menyumbang masa, tenaga dan wang kita, tanpa berharap habuan sebab habuan itu datang dalam bentuk pahala. Itu misi BERSAMA dan sekarang kami diuji dalam PRN Johor yang dipanggil sebulan selepas kami lahir. Jadi siapa yang akan pasang bendera, pasang banner bila kita tak bayar jentera? Tak de duit minyak. Semua kena sukarela atas dasar berjuang. Jawapannya: kita semua. Cuma kita nak kena susun secara bersistem, supaya yang sanggup luangkan masa tahu dekat mana nak kutip bendera, jumpa sapa, di mana nak pasang. Tahu dekat mana nak berkumpul, pakai baju apa. Kalau kempen, nak buat apa. Kita tidak perlukan ketua besar nak arahkan semua dan nak bayar kita. Kita semua ketua dan bergotong royong dalam kumpulan kecil kita bila arahan dan maklumat itu jelas. Konsep cantik, sekarang nak diuji dalam PRN Johor. Ada 2 tugas besar yang perlu dipikul oleh kita semua yang bencikan budaya rasuah dalam politik. Ini tanggungjawab saya, Nik, ahli-ahli BERSAMA dan penyokong di seluruh Malaysia. Satu, kita perlu mengiringi calon-calon kita pada hari penamaan calon. Ada 15 calon di 15 pusat penamaan calon. 2 calon di Johor Bahru, 2 di Pulai, 2 di Tebrau, 2 di Pasir Gudang, 2 di Iskandar Puteri, 3 di Kulai, 1 di Kluang dan 1 di Muar. Dua, kita kena pasang bendera cepat-cepat di semua kerusi yang kita bertanding. Setiap satu DUN dalam 8,000 bendera - pusingan pertama pasang bendera mesti bermula sebaik selesai penamaan calon, kemudian pusingan kedua dalam beberapa hari selepas itu. Jadi rancangannya begini: Saya mohon bantuan masa, tenaga dan wang (sebab kena bayar sendiri) ahli-ahli BERSAMA dan penyokong dari seluruh negara untuk hadir ramai-ramai di majlis pelancaran Trak Kancil dan pengumuman calon pada Jumaat malam, 26 Jun di Paragon Market Place, Kampung Baru Majidee, JB. Daftar kehadiran anda dengan imbas kod QR ini atau lawati klik “Acara”. Esoknya, kita akan sama-sama iringi calon-calon BERSAMA ke pusat-pusat penamaan calon di sekitar JB, Tebrau, Pasir Gudang, Pulai, Kota Iskandar, Kulai, Kluang dan Muar. Untuk memastikan agihan yang baik di setiap pusat penamaan calon, anda boleh pilih pusat penamaan calon mana yang anda akan hadir. Kita susun semua ini melalui sistem Kancil yang sekarang ini beroperasi secara web sementara menunggu Apple dan Android Store meluluskan permohonan aplikasi. Ikut langkah-langkah ini. 1. Klik 2. Klik “Sertai Kempen” 3. Anda akan lihat laman log masuk ke Komuniti BERSAMA. Jika anda sudah menjadi ahli, klik Ahli. Jika mahu membantu tanpa menjadi ahli BERSAMA, klik Sukarelawan. 4. Masukkan nombor kad pengenalan. Anda akan mendapat OTP di email yang didaftarkan. Jika anda mahu mendapat OTP di telefon pintar, klik “Hantar kod melalui SMS” 5. Selepas itu anda akan log masuk ke sistem kempen bersepadu Kancil dan landing page adalah untuk menjadi ejen kira undi atau PACA. Jika anda mahu menjadi PACA, daftar di sini. Semua sumber mengenai PACA ada di sini - video latihan, undang-undang, borang-borang dan dokumen yang perlu dikemukakan untuk kami daftarkan nama anda dengan SPR. 6. Klik “Aktiviti” dan anda akan dapat lihat senarai aktiviti kempen pilihanraya. 7. HQ BERSAMA telah senaraikan setiap penamaan calon sebagai satu aktiviti. Anda boleh pilih yang mana anda ingin sertai. Bila kami sudah dapat maklumat di mana pusat penamaan calon bagi setiap kerusi DUN, maklumat ini akan dikemaskini dan anda akan tahu butirannya. Sila sentiasa semak sistem Kancil untuk maklumat terkini. Selepas kita mengiringi calon-calon BERSAMA untuk penamaan calon, aktiviti kempen seterusnya ialah taklimat dan susunan memasang bendera dan bahan kempen untuk DUN itu. Sama juga - setiap aktiviti ini akan terpampang di skrin sistem kempen bersepadu Kancil. Anda boleh pilih untuk sertai dan maklumat - di mana, siapa yang bertanggungjawab dan lain-lain - ada di situ. Setiap sumbangan masa dan tenaga anda akan direkod dan diberikan mata. Setiap bulan, ahli BERSAMA yang paling tinggi mata aktiviti, Insya-Allah saya dan Nik akan raikan. Bila sampai untuk mengundi pimpinan BERSAMA selepas ini, setiap ahli boleh lihat rekod khidmat - baik dari segi aktiviti kempen, jumlah ahli baru yang didaftarkan, capaian content di media sosial dan lain-lain - untuk setiap calon yang bertanding. Dengan cara ini, ahli-ahli BERSAMA ada maklumat yang telus siapa di kalangan kita yang benar-benar bekerja, bukan lagi budaya membodek ketua dan memetik nama ketua untuk naik dalam parti politik. Tapi semua ini yang kita bangunkan untuk melawan budaya rasuah dalam politik, hanya berkesan bila kita dapat buktikannya di PRN Johor. Jadi kita mulakan dengan tiga langkah berikut: 1. Daftar untuk hadir di pelancaran Trak Kancil di Paragon Market Place, Jumaat ini. Jangan daftar saja, make sure hadir juga. 2. Daftar di Komuniti Kancil untuk hadir ke penamaan calon, pilih DUN yang anda akan hadir. 3. Daftar untuk memasang bendera selepas itu. Jika kita berjaya laksanakan perkara ini walaupun BERSAMA tidak ada bahagian atau cawangan, itu petanda awal struktur BERSAMA yang tidak berlapis mampu mencabar struktur warlord parti-parti lain. Insya-Allah, itu sudah jadi satu kejayaan kecil dalam usaha membawa politik yang bersih dari rasuah.

Rafizi Ramli

26,730 просмотров • 1 месяц назад

𝗠𝗘𝗡𝗝𝗔𝗪𝗔𝗕 𝗥𝗔𝗠𝗔𝗡𝗔𝗡: 𝗦𝗜𝗔𝗣𝗔 𝗠𝗥 𝗥? 𝗔𝗛𝗟𝗜 𝗣𝗔𝗥𝗟𝗜𝗠𝗘𝗡 𝗣𝗞𝗥 𝗗𝗜𝗧𝗨𝗗𝗨𝗛 𝗧𝗘𝗥𝗜𝗠𝗔 𝗥𝗔𝗦𝗨𝗔𝗛 𝗥𝗠𝟵.𝟱 𝗝𝗨𝗧𝗔? 𝗥𝗔𝗙𝗜𝗭𝗜 𝗠𝗘𝗡𝗧𝗘𝗥𝗜 𝗧𝗘𝗥𝗣𝗔𝗟𝗜𝗡𝗚 𝗚𝗔𝗚𝗔𝗟 Petang tadi, Naib Presiden PKR dan Ahli Parlimen Sungai Buloh memanggil satu sidang media. Ia ekoran spekulasi yang timbul setelah Victor Chin, salah seorang yang dinamakan di dalam laporan Bloomberg mengenai mafia korporat, mendakwa dia telah membayar RM9.5 juta kepada seorang Ahli Parlimen PKR untuk menyelesaikan kes itu. Sidang media itu lebih kurang 25 minit. 10 minit mengenai Victor Chin, yang selebihnya Ramanan maki saya. Antara lain, dia tuduh: 1 - Saya menggerakkan cyber trooper untuk mengaitkannya sebagai Mr R yang dirujuk oleh Victor Chin 2 - Saya seorang menteri yang gagal dan penakut Kalau nak tahu siapa Mr R, jangan skip content. Tunggu sampai habis sebab saya akan tunjukkan siapa Mr R. Kita mula dengan latar belakang drama politik terbaru ini. Semalam, 24 Mac, Victor Chin menghantar satu dokumen 40 mukasurat dan dokumen-dokumen sokongan. Dokumen itu memperincikan secara kronologi bagaimana krisis perebutan NexG bermula, nama-nama yang terlibat dan dakwaannya tentang bagaimana institusi penguatkuasaan iaitu PDRM, Suruhanjaya Sekuriti dan Bursa telah disalahgunakan untuk merampas NexG oleh satu kumpulan yang dipanggil mafia korporat. Media tidak melaporkan secara terperinci apa yang didakwa, sebaliknya memberikan tumpuan kepada 2 isu: 1 - Seorang yang bernama Mr R yang sentiasa berhubung dengan Victor Chin bagi pihak “boss” nya di pihak mafia korporat, yang mengikut Victor Chin, menggunakan agensi penguatkuasa untuk menekan pemegang saham 2 - Victor Chin membayar RM9.5 juta kepada seorang Ahli Parlimen PKR dalam bulan Oktober 2025 kerana Ahli Parlimen itu berjanji boleh “kawtim” dan menyelesaikan masalahnya yang ditekan agensi penguatkuasa, termasuk akaun-akaun bank dan saham yang dibekukan Walau bagaimana pun, oleh kerana netizen tidak ada akses kepada dokumen 40 muka surat itu, ramai yang terkeliru bahawa Mr R itulah Ahli Parlimen PKR yang didakwa menerima rasuah RM9.5 juta dari Victor Chin. Ada beberapa orang ahli parlimen PKR yang namanya bermula dengan R. Saya sendiri, Rodziah Ismail, R Yuneswaran dan sudah tentu Ramanan. Saya dan YB Rodziah hanya tweet secara berseloroh yang R itu bukan kami. Ramanan memangil sidang media terus dan kita lihat sendiri emosinya dalam sidang media, semua perkataan keluar - syaitan, fail, coward, Eskimo pun keluar. Padahal Mr R tidak pun merujuk kepada mana-mana ahli parlimen PKR kerana ia dua perkara yang berbeza. Saya boleh namakan terus siapa Mr R berdasarkan maklumat yang didakwa oleh Victor Chin, tapi tunggu di hujung video. Sebab bagi saya isu yang sama besar ialah dakwaan Victor Chin membayar RM9.5 juta kepada seorang ahli parlimen PKR untuk menyelesaikan kes mafia korporat ini bagi pihaknya. Bila ia telah dilaporkan, netizen akan berteka-teka. Sebab itu saya dan YB Rodziah awal-awal lagi menafikan. Tetapi netizen pun pandai buat siasatan ala CSI mereka sendiri. Untuk Victor Chin yakin dan membayar sehingga RM9.5 juta untuk menyelesaikan masalah mafia korporat ini kepadanya , ahli parlimen PKR ini mestilah memenuhi ciri-ciri berikut: Pertama, seorang yang kanan dalam PKR dan mempunyai pengaruh besar, akses terus kepada Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri. Kedua, dia mestilah rapat dan tidak bermusuh dengan Farhash, kerana Victor Chin mendakwa perebutan NexG itu melibatkan dia dan pemegang saham NexG sedia ada di satu pihak, dan satu kumpulan lawan yang melibatkan Farhash. Kalau ahli parlimen itu ada pengaruh untuk berunding dan menamatkan perebutan NexG ini, dia mestilah rapat dengan Farhash. Saya dan YB Rodziah, kedua-dua kami jauh panggang dari api ada dua ciri-ciri ini. Dalam PKR, semua orang boleh bersetuju yang ada ciri-ciri itu, dari kalangan ahli parlimen, adalah Ramanan. Tambah pula Ramanan pernah ada kes di Mahkamah Tinggi dalam tahun 2015 dahulu, yang dia diarahkan membayar balik RM5.5 juta kepada seorang pakar sakit jiwa untuk kawtim dengan Kementerian Pertahanan bagi mendapat bayaran dari kerajaan. Kes tidak serupa, tapi reputasi kawtim itu telah lekat dengan sesetengah netizen. Terpulanglah kepada Ramanan dan PKR kalau dia masih mahu memaki hamun saya kononnya saya yang mengaitkan beliau dengan dakwaan Victor Chin itu. Sebenarnya dialah yang perlu meyakinkan netizen dan rakyat, bahawa di sebalik rekod mahkamah yang dia ada, dan kerjaya politiknya yang dibina dengan cepat disebabkan rapatnya dia dengan Perdana Menteri dan Farhash, dia bukan ahli parlimen yang didakwa menerima RM9.5 juta dari Victor Chin. Jadi siapa sebenarnya yang menerima rasuah dari kalangan ahli parlimen PKR ini? Bagi saya, mudah sahaja kerana ini hakikatnya - wang RM9.5 juta itu diberikan secara tunai. Si pelaku yang menerima rasuah itu mungkin boleh mendabik dada dan menafikan terlibat kerana yakin Victor Chin tidak ada bukti. Lagi-lagi, dia juga yakin tidak ada bukti kerana bukan dia sendiri yang sendiri yang mengambil duit tunai itu. Dia juga boleh memberitahu dunia bahawa dia tidak pernah berjumpa Victor Chin. Tetapi kalau Victor Chin berani memberi ultimatum terbuka agar wang RM9.5 juta itu dipulangkan semula sebelum 30 Mac, jika tidak dia akan menamakan ahli parlimen itu, ia bermakna Victor Chin sudah simpan bukti. Bila berhubung dengan Victor Chin di telefon, percakapan itu mungkin direkod. Bila orang yang dipercayai ahli parlimen itu mengambil duit tersebut, bukti video dan gambar juga telah ada. Kalau tidak, Victor Chin tidak berani buat ultimatum sebegitu. Jadi kes ini akan hanya ada 2 pengakhiran - sama ada 30 Mac ini ahli parlimen itu dinamakan secara terbuka, atau ia mati begitu sahaja. Kalau mati begitu sahaja, kita tahu bahawa ahli parlimen itu telah memulangkan RM9.5 juta itu dengan membayar hutang Victor Chin kepada ah long, sebab Victor Chin ambil wang itu dari ah long untuk dibayar. Siapa yang ada kemampuan mencari RM9.5 juta dalam tempoh 5 hari? Kita tunggu la selepas ini. Saya dah jelaskan mengenai RM9.5 juta, seterusnya kepada teka teki nasional - siapa Mr R? Ha3 ingat ahli politik lain saja yang boleh scam orang, saya pun boleh juga. Cuma saya tak scam duit la. Saya scam content saja. Esok saya dedahkan siapa Mr R sebab saya masih dalam mood raya, kena balik beraya jap.

Rafizi Ramli

58,570 просмотров • 4 месяцев назад

𝗗𝗨𝗔 𝗠𝗜𝗡𝗚𝗚𝗨 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔, 𝗞𝗘 𝗠𝗔𝗡𝗔 𝗞𝗜𝗧𝗔? Kita dah bersama nak masuk 2 minggu. Macam-macam dah jadi. Saya nak ambik masa 8 minit untuk beri panduan kepada ahli BERSAMA dan mereka yang menyokong - ke mana kita dalam tempoh sebulan dari sekarang. Bab Pertama: Situational Assessment - apa status sekarang dan menjawab pelbagai soalan? 1) Keahlian - kita telah melepasi 20,000 ahli seperti yang dijangka. Saya akan beri kemaskini dari semasa ke semasa 2) Apa ideologi BERSAMA - kita ingin rintis Malaysia yang lebih berdaya maju untuk orang biasa, melawan kelas-kelas berkepentingan. Selama ini, parti politik bertukar ganti tetapi tak ramai yang berani melawan kelas-kelas berkepentingan. Akhirnya, sistem tetap sama. Kalau dulu, rakyat biasa kerja penat untuk hidup lebih baik kerana peluang Insya-Allah ada. Sekarang, rakyat biasa kerja penat hanya untuk dapat peluang, itu pun tak tentu berjaya. 3) Macam mana BERSAMA nak capai cita-cita ini - 12 Agenda BERSAMA bertujuan membina infrastruktur dasar yang mengubah sistem, bukan sekadar meneruskan apa yang ada dengan sedikit penambahbaikan. Perubahan undang-undang, program-program dan pendekatan akan dibentangkan kepada rakyat, lengkap dengan analisa kos-manfaat (cost benefit analysis), analisa pembiayaan dan cara-cara melaksanakan. 4) BERSAMA akan jadi seperti Pejuang, Muda, PSM - menang kalah itu ketentuan Allah. BERSAMA tidak meletakkan kuasa dalam masa terdekat sebagai sasaran. Saya dan Nik buat keputusan lepaskan segala-galanya supaya ada satu platform politik yang sesuai untuk golongan rakyat biasa yang berfokus kepada masa depan. Insya-Allah, kalau kita ikhlas, Allah akan bantu. 5) Saya bayar RM8.5 juta untuk beli BERSAMA - Itu fitnah yang disebarkan oleh cyber trooper kerajaan, turut dijaja oleh Menteri Komunikasi. Jangan bimbang, kita serahkan kepada Allah. Ada lah balasan kepada mereka satu hari nanti. Mr Tan, pengasas BERSAMA menangis masa serahkan parti ini kepada kami. Dia hanya minta jaga BERSAMA baik-baik dan supaya ia boleh bela rakyat biasa lebih baik dari yang dia mampu buat sebelum ini. Bab Kedua: Apa panduan ke medan persaingan untuk sebulan seterusnya? 1) Tumpu kepada perkenalkan BERSAMA dan 12 Agenda kepada seberapa ramai orang. Terima kasih rakyat biasa yang telah mewarnai platform media sosial dengan warna kuning dan Kancil sejak 2 minggu lalu. Terus create content, terus jadi creative. Buat content yang menarik minat anak-anak muda dan pengundi atas pagar. 2) Semak penerangan saya dan Nik mengenai BERSAMA. Bila ada serangan, kami akan jawab. Bila ada isu, kami akan bersuara. Kami akan sentiasa buat penerangan. Hadam dan faham apa yang kami sampaikan, gunakan hujah-hujah itu untuk menjawab di media sosial. 3) Sentiasa komen dengan pautan supaya orang tahu di mana nak jadi ahli BERSAMA. Bila tweet, buat content, komen, menjawab di media sosial atau forward di WhatsApp Telegram, sentiasa ada link 4) Jaga adab dan tata tertib, buang perkara toksik, tumpu kepada yang positif. Jangan taksub dengan saya atau Nik. Saya tak hensem dan gemuk, buang masa taksub dengan saya. Saya tak hebat pun, cuma saya sedikit lebih berani dari ahli politik yang lain. Bila ada ceplos kutuk macam-macam, ikut suka dia. Sekadar kita berikan fakta, terangkan. Dia nak meroyan ikut suka dia, sebab kalau dia meroyan sambil memfitnah, dia dibayar wang di dunia dan dibayar dosa di akhirat. Yakin dengan Allah. Kita tumpu perkara-perkara positif, pasal masa depan negara, pasal anak muda, pasal kesusahan rakyat. Bab Ketiga: Apa milestone penting yang akan berlaku dalam bulan Jun? 1) Insya-Allah, HQ BERSAMA akan siap menjelang akhir Jun. Sekarang tengah renovate, akan ada dewan 400 orang, ruang mesyuarat dan lain-lain. Bila siap, kita lancar jentera pilihanraya di sini. 2) Merchandise baru akan dilancarkan. Tumpuan kepada merchandise yang lebih menarik, mesej yang lebih segar dan ada 2-3 merchandise yang tidak pernah dibuat orang. 3) Kita akan sediakan recruitment kit untuk bantu ahli rekrut ahli baru. Macam MLM sikit la. Kita akan ada referral code, ahli-ahli yang cemerlang rekrut ahli baru kita akan makan BERSAMA dan Insya-Allah Nik yang akan bayar ha3. 4) Saya dan Nik akan turun ke negeri-negeri memperkenalkan BERSAMA dan menghuraikan 12 Agenda BERSAMA. Kalau ada profesor madya dari UUM yang awal-awal hentam, ada baiknya dia ikuti jelajah ini supaya dia boleh bandingkan ketelitian kami membangunkan setiap dasar, banding pula dengan manifesto-manifesto parti lain. Barulah adil dan layak dipanggil profesor madya. 5) App Kancil akan siap menjelang akhir Jun. BERSAMA akan menguruskan ahli dan membina jentera di kerusi parlimen menggunakan app. Dari app ini, kita akan rapatkan kerjasama dan muhibbah ahli-ahli mengikut kerusi parlimen. Kempen PRU di kerusi-kerusi parlimen juga akan bermula. Bab Keempat: Saya nak jadi calon dan JK Penaja 1) Semua ada peluang jadi calon. Permohonan menjadi calon akan dibuka dalam masa terdekat. Kena lalui sedikit proses memperkenalkan diri, bercakap depan skrin. Semua ada peluang yang sama. Tidak perlu kenal saya atau Nik untuk berpeluang jadi calon. Ada JK Calon yang akan tapis dan nilai satu-satu. Saya bukan dalam JK itu, saya dok sibuk jadi jeneral perang di bawah kalau sibuk layan permohonan jadi calon, terburai kita. 2) BERSAMA tidak ada JK Penaja baik di peringkat kerusi parlimen atau negeri. Kita akan terus bina jentera di peringkat kerusi parlimen dari kalangan ahli dan sukarelawan, pengurusan dibuat melalui app Kancil. Kita tidak perlukan JK Penaja di peringkat parlimen atau negeri kerana semua urusan keahlian dibuat melalui dan selepas ini pengurusan kempen pilihanraya dibuat melalui app Kancil. Kita nak mula dari scratch. Kita tak nak bawa budaya dari mana-mana parti lain. Sebab itu kita skip budaya JK penaja untuk mengelakkan lobi melobi untuk jadi JK penaja. Sekali lagi, saya, Nik dan semua yang dibelakang tabir BERSAMA mengucapkan terima kasih kepada semua rakyat Malaysia yang telah bersama setakat ini. Perjalanan kita jauh lagi, tapi kita dah buat langkah pertama. Kancil baru dilahirkan dan baru belajar berdiri, sekarang kita latih kancil ini untuk pandai berlari anak.

Rafizi Ramli

54,410 просмотров • 2 месяцев назад

"Saya cuma mencari keadilan. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif biasa." Sedih banget mendengar cerita Amsal C. Sitepu di RDPU Komisi III DPR RI. Ia harus berhadapan dengan hukum karena proses kreatif yang tidak dianggap bernilai alias nol rupiah dan menyebabkan kerugian negara. Ini kisahnya. ~ Ikhtiar Bertahan Hidup ~ Tahun 2020, Covid melanda. Banyak pekerja kreatif sulit mencari rezeki karena lockdown (keterbatasan interaksi). Ada inisiatif untuk membuat video profil desa dengan harga yang relatif murah. Tujuannya sederhana: bertahan hidup. Mereka sebelumnya punya pengalaman dokumentasi wedding (pernikahan) dan video clip lainnya. Amsal pun akhirnya menyusun proposal video profil desa. Terlebih, ia adalah content creator yang senang membagikan kearifan lokal Tanah Karo di akun media sosialnya. Proposal itu ditawarkan langsung ke Kepala Desa. Nilainya Rp30 juta. Dalam proses itu, ada Kepala Desa yang menerima, ada yang menolak. Proposal itu sudah lengkap; mulai dari apa yang akan dikerjakan hingga isi videonya akan bercerita soal apa. Amsal juga berharap video profil itu bisa jadi salah satu manfaat dari dana desa untuk menunjukkan potensi desa. ~ Proposal Diterima, Pekerjaan Dilakukan ~ Dari situ, semua pekerjaan dilakukan secara profesional. Setelah selesai, video pun disaksikan oleh Kepala Desa. Di sini, ada proses revisi, apa yang dikurangi, ditambah, dsb. Dari situ, ada proses shooting ulang jika diperlukan. Pembayaran pun dilakukan setelah klien (Kepala Desa) benar-benar puas dengan hasilnya alias revisi akhir. Pembayaran diterima Rp30 juta, persis seperti tertera di proposal, persis seperti SPJ yang ditandatangani Amsal. Tahun 2021, ada desa yang juga menginginkan hal serupa. Mungkin karena melihat portofolio sebelumnya. Tahun 2022, ada dua desa yang sebenarnya sudah dikerjakan videonya tahun 2021, tapi karena belum ada anggarannya, baru dibayarkan tahun 2022. Faktanya, ada desa yang videonya sudah selesai, tapi serah terima tidak dilakukan. Karena anggarannya tidak cukup dan akhirnya tidak dibayarkan. Itulah risiko dari pekerja kreatif seperti Amsal. Setelah pandemi mereda, pekerja kreatif pun bekerja seperti semula. Amsal berkata bahwa pekerjaan dengan pemerintah itu sebenarnya berisiko tinggi. Ada jarak jauh yang harus ditempuh ke desa-desa, ada drone yang disambar elang, dsb. Pengerjaan video profil desa adalah pekerjaan pertama dan terakhir dalam bekerja sama dengan pemerintah. ~ Berhadapan dengan Aparat Penegak Hukum ~ Tahun 2025, Amsal dipanggil sebagai saksi atas projek pengerjaan video profil desa. Setelah itu, Amsal ditetapkan sebagai tersangka. Inspektorat menyatakan ada kerugian negara. Amsal menegaskan ia tidak pernah dipanggil atau diperiksa sekalipun oleh Inspektorat. Ternyata, satu tahun setelah projek selesai, Kepala Desa dipanggil dan diperiksa oleh Inspektorat, tetapi ternyata tidak ditemui masalah. Di fakta persidangan, Kepala Desa yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (yang seharusnya pihak yang memberatkan) justru mendukung Amsal. Mereka puas dengan pekerjaan Amsal. Apalagi, Amsal itu selalu ikut turun langsung untuk setiap pengerjaan video. ~ Momen Menarik di Persidangan ~ Dalam salah satu persidangan, ada dialog menarik antara Hakim dan Kepala Desa Hakim: Kenapa ia bisa dipenjara? Kepala Desa: Tidak tahu. Hakim: Ada proposal yang ia tawarkan? Kepala Desa: Ada Hakim: Berapa nilai proposal yang ia tawarkan? Kepala Desa: 30 juta Hakim: Berapa yang kalian bayarkan Kepala Desa: 30 juta Hakim: Terus kenapa dia bisa dipenjara Kepala Desa: Enggak tahu, Yang Mulia ~ Moment of Truth ~ Mark up itu dimunculkan karena ada beberapa item yang dinolkan oleh Auditor dan diamini oleh Jaksa Penuntut Umum. Ada ide, ada editing, cutting, dubbing, clip on (microphone). Semuanya dianggap nol oleh Auditor dan Jaksa Penuntut Umum. Nilai yang tertera di proposal dan akhirnya dibayarkan itulah kemudian dianggap sebagai Mark Up dan merugikan negara ~ Suara Hati dan Isak Tangis Amsal ~ Saya hari ini hanya mencari keadilan. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif. Yang saya takutkan jika hal ini terjadi, kami anak-anak muda pekerja ekonomi kreatif di Indonesia akan takut bekerja sama dengan pemerintah. Saya cuma mencari keadilan. Saya hanya pekerja ekonomi kreatif biasa. Saya tidak punya wewenang dalam anggaran. Sederhananya, saya hanya menjual. Kalau memang harganya kemahalan, kenapa tidak ditolak saja? Atau kalau tidak sesuai, kenapa harus dibayarkan? Tidak perlu saya dipenjarakan. Karena pekerjaan ini kami lakukan tahun 2020 juga saat pandemi. Hanya untuk bertahan hidup dan untuk mempromosikan Kabupaten Karo. Bisa dilihat di sosial media saya. Dari dulu, saya selalu mengangkat konten-konten kearifan lokal di Tanah Karo. Saya cinta sekali dengan Tanah Karo. Walaupun dengan kejadian ini, saya akan tetap mencintai Tanah Karo.

M. Ridha Intifadha

19,236 просмотров • 4 месяцев назад

Konpres Gub BI, Pimpinan DPR, Menkeu dan Mensetneg. Overall, pernyataan resmi mrk sangat defensif dan normatif Mari bahas satu per satu.. 1. Pembukaan Pimpinan DPR (Prof. H. Sufmi Dasco Ahmad ) Pokok pernyataan: DPR mengundang BI dan Menkeu untuk “evaluasi perkembangan ekonomi” dan “koordinasi fiskal–moneter” demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Disebut ada “beberapa kesepakatan” yang akan dijelaskan masing‑masing pihak. 1.1. DPR tampil sebagai fasilitator, bukan pengawas. Ucapannya menekankan “koordinasi” dan “sinergi” tetapi tidak sekalipun menyebut fungsi pengawasan, check and balance, atau mandat konstitusional DPR terhadap pemerintah dan BI. Dengan konteks kritik publik bahwa DPR sering lebih jadi “humas presiden/pemerintah” daripada pengawas, ini mengaatakan citra DPR sebagai bagian dari eksekutif, bukan lembaga kontrol. 1.2. “Evaluasi” tanpa metrik dan tanpa pengakuan masalah. Dasco menyebut “evaluasi perkembangan ekonomi” tetapi tidak ada satu angka pun: kurs rupiah di level berapa, volatilitas apa, tekanan apa di pasar, atau indikator kerentanan (CAD, debt service, dsb). Ini membuat istilah “evaluasi” tampak kosmetik, bukan proses kebijakan berbasis data. 1.3. “Beberapa kesepakatan” tidak dijelaskan oleh DPR, langsung menyerahkan panggung ke BI dan Menkeu. DPR tidak mengklaim posisi politiknya, seolah hanya meminjam otoritas teknokrat untuk menenangkan pasar, bukan menyatakan sikap mewakili rakyat. 1.4. Tidak ada rujukan pada dampak sosial. Dari DPR, tidak terdengar satu kalipun menyebut pekerja, UMKM, buruh, atau rumah tangga rentan. Fokusnya teknokratis, koordinasi lembaga. Ini membuka narasi bahwa DPR lebih sibuk mengamankan persepsi pasar daripada melindungi konstituen. 1.5. Pimpinan DPR tampak lebih nyaman menjadi moderator konferensi pers pemerintah ketimbang menjalankan fungsi pengawasan dan menyuarakan keresahan warga yang paling terdampak pelemahan rupiah. 2. Pernyataan Gubernur BI Pokok pernyataan: Koordinasi fiskal moneter “sangat-sangat erat”, difokuskan menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan. Dua langkah utama: 1). Meningkatkan daya tarik/imbal hasil agar capital inflow kembali masuk, setelah sebelumnya ada outflow akibat kenaikan bunga luar negeri. 2). Menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan lewat penempatan kas pemerintah di BI dengan remunerasi (bunga) yang ditingkatkan. Mengulang keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia “bagus”. 2.1. Koordinasi “erat” vs hasil di lapangan. Klaim “koordinasi sangat-sangat erat” tetapi realitas rupiah melemah cukup dalam dan memicu keresahan pedagang, impor naik, dan tekanan harga. Jika koordinasi sudah “erat”, kenapa responsnya terkesan terlambat dan reaktif? 2.2. Strategi high interest trap. - Fokus pada menaikkan daya tarik imbal hasil untuk menarik portfolio inflow berarti bergantung pada hot money jangka pendek dan instrumen portofolio (saham, SBN). Itu rentan sudden stop. - kebijakan ini bisa menekan sektor riil melalui suku bunga yang lebih tinggi, memukul kredit produktif, dan dalam jangka menengah justru mengerem pertumbuhan yang mereka klaim ingin dijaga. 2.3. Likuiditas lewat kas pemerintah di BI - Menjaga kas pemerintah tetap di BI dengan bunga lebih tinggi artinya Pemerintah mendapat insentif finansial untuk menahan belanja (karena kas mengendap diberi bunga). - Ini bisa kontra‑siklis terhadap ekonomi di saat ekonomi butuh stimulus fiskal (belanja infrastruktur, bantuan sosial, dsb), APBN justru “betah parkir” di BI demi bunga, bukan mengalir ke rakyat. - Pemerintah diinsentifkan menyimpan uang di bank sentral, bukan mengucurkannya ke dapur rumah tangga dan pelaku usaha 2.4. “Fundamental bagus” tanpa transparansi indikator. Klaim “fundamental ekonomi kita bagus” tanpa menyebut indikator sprt pertumbuhan PDB, defisit, current account, posisi cadangan devisa, atau debt ratio membuat pernyataan ini terdengar sloganis, bukan diagnosis. Setiap krisis di masa lalu juga diawali dengan mantra “fundamental kita kuat”. 2.5. Tidak menyentuh akar struktur eksternal. - BI menyebut kenaikan suku bunga luar negeri sebagai penyebab outflow, tetapi tidak menjelaskan bagaimana strategi diversifikasi sumber devisa, pengurangan ketergantungan impor pangan/energi, atau reform struktural lainnya. - Terlalu fokus pada manajemen portofolio jangka pendek, bukan memperkuat struktur neraca pembayaran dan basis industri. 3. Pernyataan Menteri Keuangan Pokok pernyataan: Menyebut RAPBN/pertemuan APBN menunjukkan fundamental dan fiskal “amat baik”. Fokus ke depan memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik agar pertumbuhan makin cepat dan memperkuat koordinasi dengan bank sentral. Sinergi fiskal–moneter diharapkan mengembalikan kepercayaan pasar dan memperbaiki nilai tukar rupiah. Contoh mikro, pedagang tahu/tempe tergerus margin karena bahan baku impor dengan kebijakan yang lebih baik, rupiah stabil dan beban hidup tidak naik signifikan. 3.1. “Fiskal amat baik” vs kenyataan beban hidup. - Klaim bahwa fiskal “amat baik” akan terlihat sinis bagi publik yang menghadapi harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang membengkak. - Menkeu bicara sehatnya spreadsheet APBN, tapi mengabaikan “defisit kesejahteraan” di rumah tangga. 3.2. Ketergantungan impor diakui, solusi struktural tidak jelas. - Menkeu mengakui tahu/tempe terganggu karena bahan baku impor. Ini sebenarnya pengakuan kelemahan struktur pangan, ketergantungan kedelai impor. - Tapi solusi yang ditawarkan hanya “menstabilkan rupiah”, bukan reform ketahanan pangan (diversifikasi sumber kedelai lokal, kontrak jangka panjang, dsb). Ini solusi kurs sentris, bukan reform sektor riil. 3.3. Mantra “kebijakan menyatu = kurs membaik”. - Ada asumsi linear, begitu fiskal moneter sinkron, kurs otomatis menguat dan masalah selesai. Padahal, ekspektasi pasar ditentukan juga oleh kredibilitas politik, risiko stability, dan konsistensi jangka panjang. Narasi ini oversimplified dan tidak menyentuh faktor governance, korupsi, dan kualitas belanja. - Contoh persoalan mikro yang diberikan digunakan sebagai token empati. Menyebut penjual tahu/tempe dan ibu rumah tangga tanpa menyajikan kebijakan konkret (bansos adaptif harga, subsidi targeted, skema lindung nilai bahan baku impor) cenderung menjadi “storytelling” kosong. Empati suku bunga menjadikan rakyat kecil sekadar “ilustrasi pers” bukan subjek kebijakan. 3.3. Tidak ada komitmen transparansi dan timeline. - Tidak ada target. Kapan rupiah distabilkan di kisaran berapa, bagaimana batas toleransi depresiasi, atau timeline eksekusi kebijakan yang disepakati dengan BI? - Pernyataan ini lebih mirip “press release moral” daripada rencana kerja yang bisa diukur dan dipertanggungjawabkan. 4. Pernyataan Metsetneg Pokok pernyataan: Mengucapkan terima kasih ke pimpinan DPR yang memfasilitasi. Menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara pemangku kepentingan ekonomi demi menjaga moneter dan fiskal di posisi yang kita harapkan. Mengatakan fundamental ekonomi cukup kuat, tapi pemerintah harus mendorong pertumbuhan sektor riil: pangan, energi, perikanan, industrialisasi dan hilirisasi. Mengajak tetap optimis, berharap nilai tukar segera kembali ke level yang diharapkan. 4.1 Koordinasi sebagai “sinyal”, bukan substansi. - Pemerintah memuja momen ini sebagai “gambaran sinyal koordinasi”. Itu jelas framing komunikasi, bukan substansi kebijakan. - Pemerintah lebih fokus pada mengirim sinyal ke pasar dan media daripada menyajikan detail program. 4.2. Daftar sektor (pangan, energi, perikanan, hilirisasi) sangat generik. - Hampir tidak ada yang baru. Itu daftar jargon program pemerintah beberapa tahun terakhir. Disebut sebagai “shopping list” sektor tanpa penjelasan bagaimana pelemahan rupiah mengubah prioritas, desain insentif, atau realokasi anggaran di sektor tersebut. 4.3. Optimisme tanpa mitigasi risiko. - Ajakan tetap optimis tidak diikuti penjelasan scenario planning. Kalau rupiah melemah lebih dalam, cadangan devisa turun, atau terjadi capital flight, apa opsi kebijakan yang sudah disiapkan? Narasi tunggal “optimis” rawan dilihat sebagai denial atas potensi krisis. 4.4 Ketiadaan dimensi politik dan tata kelola. - Tidak ada pembahasan soal bagaimana politik anggaran, lobi sektor, atau governance akan diperbaiki untuk mengakselerasi program pangan, energi dsb. - Krisis kurs tidak hanya soal teknis ekonomi, tetapi juga soal trust terhadap pemerintahan dan elite politik yang justru tidak disentuh.

King Purwa

11,807 просмотров • 2 месяцев назад

Prof Mahfud, Prof Rhenald, dan Ketakutan PSI pada Kuasa Jokowi Pagi ini seorang teman mengirimkan video podcast Prof Mahfud MD dengan Prof Rhenald Kasali. Ada beberapa menit yang membicarakan soal saya. Karenanya, saya memutuskan untuk memberikan klarifikasi. Sebenarnya, saya menghindar untuk fokus ke persoalan saya pribadi. Karena, saya ingin kita lebih ke isu-isu publik, bukan isu private pribadi. Akhir-akhir, ini saya mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran, termasuk akun media sosial saya untuk mengadvokasi agar pemilu 2024, termasuk Pilpres, berjalan jujur, adil, dan demokratis. Kenapa? Karena secara hukum tata negara, ilmu yang saya pelajari, itulah satu-satunya jalan terbaik untuk menyelematkan perjalanan bangsa Indonesia ke depan, terlepas dari keterpurukan. Yaitu, melalui pemilu yang berjalan jujur, adil, demokratis, dan berhasil memilih pemimpin eksekutif (presiden) dan anggota legislatif terbaik yang amanah dan antikorupsi. Kalau pemilu kita hanya "festivalisasi" atau "sensasionalisasi", tanpa "intelektualisasi", tanpa pertarungan visi-misi, lebih ke arah survei "elektabilitas", "popularitas", tapi melupakan "kapasitas" dan "intregritas", maka anggota parlemen bahkan presiden kita akan ditentukan oleh "DUITokrasi", daulat duit. Presiden pilihan uang, bukan rakyat! Karena itu, saya cenderung membiarkan saja serangan-serangan ke pribadi saya. Argumentasi ad hominem. Menyerang pribadi, bukan ke substansi masalah. Tetapi, karena bagaimanapun ini sudah masuk wilayah politik, yang sangat dipengaruhi "persepsi", maka sekali-kali saya memutuskan tetap penting untuk melakukan klarifikasi (tabayyun). Karena, kalau disinformasi soal pribadi saya terus dibiarkan, pesan-pesan perjuangan saya untuk menjaga pemilu 2024 – termasuk Pilpres – berjalan jujur, adil, dan demokratis juga akan terkena imbas negatifnya. Kali ini, saya akan fokus pada tiga disinformasi: 1) Tuduhan korupsi di kasus "Payment Gateway"; 2) Tuduhan menyebarkan hoax di soal putusan MK soal sistem pemilu legislatif; dan 3) Tuduhan "takut", karena tidak menghadapi masalah hukum di tanah air. SATU, soal payment gateway, saya berterima kasih, di podcast dengan Rhenald Kasali, Prof Mahfud menyatakan tidak ada korupsi. Yang terjadi adalah "salah prosedur", tidak ada korupsi karena saya "bukan makan uangnya". Saya tentu punya banyak argumen bahwa kesalahan prosedur pun senyatanya tidak ada. Yang tidak dijelaskan Prof. Mahfud, bahwa saya dikasuskan karena mengadvokasi proses pemilihan Kapolri saat itu. Di awal pemerintahan Jokowi, Beliau menominasikan Budi Gunawan menjadi Kapolri. Kami menolaknya karena tidak percaya dengan integritasnya. Masih ingat laporan utama Majalah Tempo soal "Rekening Gendut" para petinggi kepolisian saat itu? Maka, terjadilah gonjang-ganjing politik hukum. Beberapa pimpinan dan pegawai KPK di tersangkakan kepolisian, di antaranya Abrahan Samad, Bambang Widjojanto, dan Novel Baswedan. Di luar KPK, sahabat Prof. Mahfud, Ketua Komisi Yudisial masa itu Suparman Marzuki, juga di tersangkakan. Karena advokasi pemilihan Kapolri itulah, saya pun ikut ditersangkakan Bareskrim Polri, pada awal 2015. Dimunculkan kasus "payment gateway", upaya saya memperbaiki sistem pembayaran paspor secara online, agar menghilangkan praktik percaloan. Sudah 8 tahun lebih, kasus itu masih digantung. Kalau saya mengkritisi kekuasaan, kasus itu dimunculkan dan diberitakan lagi ke publik. Kasus "payment gateway" nyata-nyata dijadikan alat sandera politik. Namun, saya menolak untuk tunduk. Saya menolak untuk takut, dan tetap bersuara kritis sesuai pilihan idealisme yang saya yakini kebenarannya. Siapapun yang merasa kasus itu bukan kriminalisasi, itu hak anda. Meski ada baiknya, anda berpikir ulang, dan bersikap lebih membuka mata-hati, dan berpikir tidak semua kasus hukum di negeri ini murni penegakan hukum, apalagi kalau kita berhadapan dengan kekuasaan, oligarki, dan mafia hukum yang koruptif. Lebih jauh soal kasus "payment gateway" silakan klik: Ada satu lagi, yang ingin saya luruskan, dari pernyataan Prof Mahfud, bahwa saya diberhentikan dari UGM. Lebih tepatnya, saya yang minta berhenti secara terhormat, tanpa hak pensiun. Karena, setelah dikasuskan, saya mengalami "kematian perdata". Imbasnya, rezeki berkurang. Maka, saya berpikir untuk membuka kantor hukum. Agar tidak terjadi benturan kepentingan dan pelanggaran aturan—karena saya meyakini PNS tidak boleh membuka kantor hukum, meskipun tidak sedikit yang diam-diam melakukannya, maka dengan berat hati saya memilih untuk mundur dari UGM. Lagi-lagi, saya ingin bersikap konsisten dengan prinsip antikorupsi, termasuk tidak berstatus PNS saat membuka firma hukum INTEGRITY. DUA, Rhenald Kasali dalam podcast tersebut, beberapa politisi PSI, dan mereka yang punya pemahaman politik cenderung sealiran, masih saja menyatakan saya menyebar "hoax" terkait putusan MK soal sistem pemilu. Ayo, mari kita luruskan logika amat-sangat sederhana (simple logic). Bahwasanya saya mengatakan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, dan ternyata putusannya terbuka, tidak boleh dong serta-merta disimpulkan saya menyebarkan hoax. Kenapa sulit sekali memahami adanya kemungkinan pergeseran putusan di MK, dari awalnya berencana memutuskan tertutup lalu bergeser menjadi terbuka? Tanyakan kepada beberapa pemohon ataupun saksi di persidangan, apa yang mereka dengar dan ketahui. Tidak sedikit yang akan mengkonfirmasi, bahwa mereka juga berkeyakinan MK akan memutuskan sistem proporsional tertutup, meskipun lalu berubah. Prof Mahfud menyatakan yang kredibel hanya sumber di MK. Saya berbeda pendapat. Sumber kredibel bisa pihak lain yang punya kapasitas dan integritas tak terbeli, di luar MK, yang paham dan mengerti situasi dan punya ilmu pengetahuan terkait kecenderungan putusan MK. Misalnya, sekali lagi hanya misalnya, kalau sumber saya adalah Prof. Mahfud MD, mantan Ketua MK, Menkopolhukam, Guru Besar Hukum Tata Negara, mosok salah jika saya menyebut beliau adalah sumber yang kredibel, meskipun Prof Mahfud tidak lagi di MK? Info saya valid! MK akan memutuskan sistem pileg proporsional tertutup. Saya tidak bisa membuka siapa sumbernya. Bukan karena takut. Justru karena saya bertanggung jawab. Justru karena saya memegang komitmen dan janji untuk tidak melibatkan sang sumber. Saya akan hadapi pengkasusan ini sebagai risiko perjuangan menegakkan daulat suara rakyat melalui proporsional terbuka yang didukung 80% pemilih, menurut survei INDIKATOR pimpinan Burhanuddin Muhtadi, salah satu lembaga survei yang masih saya yakini kredibilitasnya. Dikasuskan, dipidanakan, dan diancam penjarakan karena memperjuangkan hak politik rakyat melalui satu twit, adalah jelas-jelas absurd! Tetapi kalau Profesor Rhenald, beberapa politisi PSI, tidak bisa melihat twit saya sebagai perjuangan menegakkan suara rakyat; sebagai bentuk advokasi publik untuk mengawal MK agar menegakkan keadilan konstitusional; serta pengkasusan saya sebagai absurditas penegakan hukum, ya itulah hak dan cara pandang mereka. Saya hanya bisa mengelus dada dan menyayangkan saja. Bahkan, sebenarnya twit saya bisa dilihat sebagai bantuan kepada Prof. Mahfud, agar pemilu 2024 tidak ditunda. Kalau MK memutuskan sistem proporsional tertutup, 8 parpol di DPR memboikot pemilu, tidak menyetujui aturan KPU yang terkait perubahan sistem pemilu itu, maka pemilu 2024 terancam tidak terlaksana tepat waktu. TIGA, beberapa politisi PSI dan buzzerRp Jokowi tentu senada menganggap saya takut, "tidak jantan" karena tidak kembali ke tanah air menghadapi kasus hukum payment gateway dan perkara terkait putusan MK. Jadi, saya bukan lama di Australia dan tidak pulang ke tanah air. Saya bolak-balik Indonesia-Australia. Akhir tahun lalu sampai Februari saya di Indonesia. Lebaran kemarin pun saya di Indonesia. Saya punya kantor hukum INTEGRITY di Jakarta dan Melbourne. Kalaupun saya 2016—2019 agak lama di Melbourne, karena diberi kehormatan menjadi Profesor tamu di Melbourne Law School. Universitas Melbourne tidak peduli, dan sangat paham kriminalisasi kasus payment gateway saya di tanah air. Jadi, kalau PSI dan BuzzerRp sulit paham, lagi-lagi saya ingin sampaikan logika sederhana saja (simple logic). Orang yang takut biasanya tidak akan menentang arus, melawan, dan mengkritisi kekuasaan. Orang yang takut akan lebih memilih diam, mencari aman, tidak ambil risiko, sehingga mengekor saja semua agenda politik pemegang kekuasaan. Saya sama seperti anda rekan-rekan PSI, di 2014 memilih Jokowi. Tetapi ketika makin kelihatan Jokowi melumpuhkan KPK; Jokowi membangun dinasti kekuasaan keluarganya; Jokowi membiarkan bisnis anaknya menerima suntikan modal yang senyatanya patut diduga suap dari para pebisnis yang ingin dekat dengan kekuasaan istana dll; maka saya memilih bersikap tegas melawan kekuasaan Jokowi yang cenderung koruptif dan represif. Maka, ketika misalnya Grace Natalie, dan rekan-rekan PSI mengatakan, di satu sisi, memperjuangkan hak orang muda melalui uji materi syarat umur capres-cawapres di MK, saya tentu sulit percaya. Politik itu adalah rekam jejak. Karena di sisi lain, PSI pernah menyatakan mendukung Jokowi untuk menjabat tiga periode. Dari segi umur, dimana perjuangan aspirasi usia muda, kalau masih mendukung Jokowi yang sudah jelas-jelas tidak lagi muda? Belum lagi dukungan pada Kaesang di Depok, Bobby Nasution di Sumut, ataupun Gibran di Solo dan bisa ditebak di Pilpres 2024—jika MK mengubah syarat umur, nyata-nyata bertentangan dengan statemen politik Sekjen PSI soal menolak dinasti, di tahun 2015. Sudah lama memang, tapi masih tersimpan aman dalam jejak digital, sehingga bisa kita gunakan untuk menyoal konsistensi PSI. Siapa yang penakut? Saya yang siap dikasuskan dan melawan dengan terus bersuara lantang dan mengkritisi kekuasaan Jokowi yang koruptif? Atau, rekan-rekan PSI yang dengan gagah mengatakan "Tegak Lurus Pada Jokowi", alias "manut" atau ikut apa saja, apapun sikap politik Jokowi. Dalam pandangan saya, "kemanutan" politik pada kekuasaan, adalah ciri-ciri nyata dari berpolitik dengan penuh "ketakutan". Maaf, karena itu, bagi saya PSI bukan partai. Bagi saya PSI adalah semata-mata relawan Jokowi, Gibran, Kaesang, Bob Nasution. Jangan katakan anda memperjuangkan hak orang muda di MK, karena sebenarnya PSI sedang menjadi relawan Jokowi, dan takut melakukan perlawanan pada kekuasaan yang sedang membangun oligarki dan dinastinya yang cenderung koruptif!

Denny Indrayana

269,462 просмотров • 3 лет назад

𝗠𝗘𝗡𝗧𝗘𝗥𝗜 𝗘𝗞𝗢𝗡𝗢𝗠𝗜 𝗧𝗔𝗞 𝗚𝗨𝗡𝗔, 𝗛𝗔𝗕𝗜𝗦 𝗥𝗠𝟳𝟱𝟬 𝗝𝗨𝗧𝗔 𝗕𝗨𝗔𝗧 𝗩𝗘𝗡𝗗𝗜𝗡𝗚 𝗠𝗔𝗖𝗛𝗜𝗡𝗘 𝗠𝗔𝗦𝗔 𝗞𝗘𝗥𝗔𝗝𝗔𝗔𝗡 𝗦𝗨𝗦𝗔𝗛 Naib Presiden PKR, R Ramanan menegur Perdana Menteri, Dato’ Seri Anwar Ibrahim secara live di depan rakyat Malaysia. Isunya mengenai satu projek membasmi kemiskinan, iaitu Inisiatif Pendapatan Rakyat (IPR). Boleh tonton teguran Ramanan kepada Dato’ Seri Anwar di video ini. Serangan politik Ramanan menggunakan isu IPR dan vending machine ini tidak cerdik dari beberapa sudut. Pertama - faktanya salah. Saya boleh saman terus dan menang. Tapi takkan la hidup kita ini kerja turun naik mahkamah bila ada orang yang secara berterusan menyerang kita. Kedua - dari pengalaman saya, Inisiatif Pendapatan Rakyat ini agak popular dengan rakyat biasa. Menyerang IPR mengundang cemuhan. Awal-awal dulu bila Dato’ Seri Sanusi MB Kedah menyerang IPR dengan ceramah “gedegum”, berbulan-bulan dia kena troll. Ketiga - ini program awal Kerajaan Madani yang mendapat pujian dari Perdana Menteri sendiri, sehingga dimasukkan dalam ucapan belanjawan dan ucapan-ucapan dasar yang lain. Menyerang IPR sama seperti memperlekehkan penilaian Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Faktanya begini: Dalam Rancangan Malaysia Ke-12 (RMK12) yang dilancarkan dalam tahun 2021, kerajaan pada masa itu memperuntukkan RM1.5 billion sehingga 2025 untuk membasmi kemiskinan. Disember 2022, saya dilantik menjadi Menteri Ekonomi. Dari zaman Dato’ Seri Ismail Sabri Yaakob, tanggungjawab membasmi kemiskinan diletakkan di bawah Unit Perancang Ekonomi (atau EPU) yang kemudiannya menjadi Kementerian Ekonomi. Saya pun gembira sebab saya datang dari keluarga susah, jadi usaha basmi kemiskinan ini memang dekat dengan jiwa saya. Cuma bila saya semak, pelaksanaan dasar basmi kemiskinan ini masih guna cara yang sama berdekad-dekad. Contohnya: bagi duit berpuluh ribu untuk kelengkapan berniaga. Beli gerai berniaga, kelengkapan dan sebagainya. Tapi hasil itu belakang kira. Tanggungjawab kerajaan hanyalah bagi bantuan, apa nak jadi lepas itu nasib penerima. Bila kami kaji kenapa program-program seperti ini, contohnya 1Azam yang dibuat semasa Dato’ Seri Najib dahulu tidak mencapai sasaran yang lebih tinggi, ada beberapa diagnosis: 1 - Matlamat program adalah bantuan yang diberikan supaya kerajaan kata kerajaan dah tolong. Kerajaan boleh umum kami dah agihkan RM1.5 billion kepada orang miskin, tetapi matlamat utama memberikan pendapatan yang stabil untuk tempoh masa yang panjang tidak tercapai 2 - Semua risiko perniagaan ditanggung oleh penerima yang memang miskin. Dia kena cari tempat berniaga, dia kena tanggung risiko pemasaran, semua risiko perniagaan dia tanggung. Akhirnya, puluhan ribu yang diberikan untuk memulakan perniagaan banyak berakhir dengan kegagalan dan duit rakyat hangus. 5 tahun kemudian, kerajaan akan umum lagi RM1.5 billion untuk bantu orang miskin. Ini masalah biasa dalam kerajaan. Niatnya betul, dasarnya betul tetapi pelaksanaan tidak berkesan. Pelaksaan tersasar dari matlamat kerana program design yang dipilih itu tidak mengambil kira semua perkara seperti risiko mengusahakan perniagaan kecil. Dari situlah, konsep Inisiatif Pendapatan Rakyat dibangunkan dan ia adalah salah satu dari program terawal kerajaan yang dilancarkan pada bulan Februari 2023, sebelum pun jenama Madani dilancarkan. Pendekatan berbeza: daripada matlamat mengagihkan wang semata-mata, IPR mesti memenuhi beberapa matlamat struktur: 1 - Aset itu mestilah kekal aset kerajaan supaya penerima hanya kekal dalam program selama 2 tahun, selepas itu kumpulan baru akan masuk 2 - Kayu ukur bukanlah dana yang diagihkan tetapi pendapatan yang diperolehi setiap bulan oleh peserta. Sasaran IPR ialah peserta mendapat pendapatan sekurang-kurangnya RM2,000 sebulan 3 - Program berbentuk memberi pekerjaan tetap kepada peserta, bukan memberi wang. Mereka tidak menerima wang dari kerajaan, sebaliknya mendapat gaji atau keuntungan dari mengusahakan aset kerajaan Ada 3 kategori penjanaan pendapatan di bawah IPR, iaitu pertanian berkelompok di bawah INTAN, usahawan makanan di bawah INSAN dan pekerja perkhidmatan di bawah IKHSAN. Strategi IPR juga serampang dua mata, iaitu: Bagi INSAN, selain menambah pendapatan golongan miskin, ia juga membantu kos sara hidup masyarakat setempat dengan makanan dijual mestilah di bawah RM5. Bagi INTAN, tujuannya juga menyediakan infrastruktur pertanian moden berskala besar di tanah-tanah kerajaan untuk meningkatkan keterjaminan makanan dan menarik lebih banyak pelaburan dan teknologi ke sektor pertanian. Jumlah RM750 juta itu adalah bagi tempoh 2023 hingga 2025, iaitu 3 tahun. Pecahan peruntukan ialah sekitar 50% kepada INTAN kerana membuka tanah untuk menyediakan ladang-ladang pertanian moden menelan belanja berjuta ringgit setiap projek, 30% kepada INSAN iaitu sewaan RM700 setiap bulan bagi setiap mesin vending dan 20% untuk IKHSAN. Tuduhan Ramanan bahawa RM750 juta untuk mesin vending itu sudah tentu mengarut. Kiraannya mudah - bagi setiap peserta, kerajaan menanggung RM700 sebulan sebagai sewa. Jumlah sasaran penerima untuk tempoh 3 tahun ialah 4,900 di seluruh negara, jadi jumlah adalah RM82 juta. Tetapi RM82 juta ini akan terus memanfaatkan penerima akan datang kerana mesin itu telah ada disitu di lokasi-lokasi strategik yang menjana ribu ringgit sebulan. Ia sama seperti kerajaan membina kedai-kedai di seluruh negara tetapi pada harga yang lebih murah. Saya tahu saya akan terus diserang selepas ini. Program-program kerajaan Madani yang sebelum ini dilambung akan terus dibakul sampahkan oleh orang kerajaan sendiri, semata-mata kerana mereka tidak selesa dengan kritikan saya mengenai tata kelola, rekod SPRM dan tuduhan seperti mafia korporat. Insya Allah selepas ini, saya akan membentangkan kembali usaha-usaha yang dibuat oleh Kementerian Ekonomi dari dulu hingga sekarang untuk negara dan rakyat. Kalau pun nak burukkan nama saya sebagai menteri terpaling gagal, janganlah sampai nak benamkan sumbangan satu kementerian utama seperti Kementerian Ekonomi.

Rafizi Ramli

47,032 просмотров • 4 месяцев назад

𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗙𝗶𝗻𝗮𝗻𝗰𝗲 𝟭𝟬𝟭 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗲𝗽𝘀𝗶 𝗮𝘄𝗮𝗹: “Mosok dia bisnis skincare doang tapi bisa jd kaya cepet sih, apa dia cuci uang? Hmm gue cobain dulu bisnis skincare ah.” 𝗥𝗲𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮: “Lah lah, gua kan ikut2 an bisnis skincare, kok ternyata gua bisa beneran kaya ya?” Kemarin sudah bahas jenis instrumen investasi Wealth Compounder dan Wealth Preservation. Sekarang saya ingin bahas instrumen nya satu per satu agar lebih dalam. Bagi yang belum baca, bisa klik quoted post di bawah. Dimulai dari yang paling agresif dulu ya, yaitu Bisnis dengan Asset Turnover tinggi. Apa itu maksudnya? Bisnis dengan Asset Turnover yg tinggi adalah bisnis yang jumlah revenue tahunan nya itu bisa jauh melampaui total assets yang dia punya. Nggak semua bisnis bisa seperti itu, ciri2 nya: - Bisnis yang by nature bisa menumbuhkan sales sampai > 10x lipat, tanpa harus inject modal tambahan lagi. - Bisnis yang memiliki margin yang tinggi (bisa leluasa untuk mark-up harga produk yang tinggi, bersaing tidak dengan cara banting2 harga, biasanya hrs bikin brand). - Sehingga, dengan kamu inject modal belasan/ratusan juta saja, utk sentuh revenue tahunan sampai puluhan/ratusan miliar itu bukan hal yang mustahil. Contoh: Bisnis parfum, let’s say kamu punya modal Rp 20 jt, dan ingin mulai dari menjual 200 botol parfum dahulu. - Asumsi harga ongkos produksi per parfum itu Rp 80 rb (total ongkos produksi 200 botol parfum: Rp 16 jt). - Sisihkan biaya marketing sebesar Rp 20 rb per parfum agar cepat laku (total biaya marketing 200 botol parfum: Rp 4 jt). - Jadi ongkos produksi + biaya marketing per parfum itu Rp 100 rb (total ongkos produksi + biaya marketing: Rp 20 jt). - Target kamu menjual 200 botol parfum itu dlm sebulan, di harga Rp 200 rb per parfum (total potensi revenue yang km dapatkan: Rp 40 jt). - Jika dalam sebulan parfum kamu laku semua, kamu dapat Rp 40 jt revenue yg bisa kamu putarkan lagi untuk memproduksi dan menjual 400 botol parfum. - Jika kamu berhasil menjual 400 botol parfum di bulan depan, kamu akan dapat revenue sebesar Rp 80 juta. - Bayangin, hanya dalam dua bulan, kamu bisa melipatgandakan uang kamu dari modal awal 20 jt menjadi Rp 80 jt, dan bisa hoping for sustainable growth terus kedepannya. Ini sebagai contoh saja ya, produk nya bisa apapun kok mau jualan baju, tas, skincare, haircare, frozen food (?) apapun yg consumable. Thanks to sosmed and online platform. Kalian harus bersyukur berada di Indonesia, kalau kalian berada di Brunei, kalian akan bingung mau bisnis apa. Jumlah warga disana hanya 450 ribu penduduk vs. Indonesia yg 280 juta penduduk. Nih proyeksi jika kamu bisnis sabun di Brunei: - Warga Brunei 400 ribu penduduk. - Let’s say sabun itu habis 1 bulan sekali. - Harga sabun yang kamu jual itu Rp 5000 per batang. - Kalau skenario optimisnya aja nih SELURUH PENDUDUK BRUNEI pun pakai sabun kamu, kamu cuma dapat revenue sebesar Rp 24 M setahun (450 rb penduduk * 12 bulan * Rp 5000 per batang). - Tapi kalau kamu berhasil jual sabun ke SELURUH PENDUDUK INDONESIA, kamu akan dapat revenue Rp 16.8 T lho (280 jt penduduk * 12 bulan * Rp 5000 per batang). Lihat berapa revenue perusahaan Unilever Indonesia tahun kemarin? Rp 38.6 T lho. Mereka jual produk lain pula selain sabun. Jadi instrumen Wealth Compounder yang paling cepat itu adalah High Asset Turnover Business ya! Benefit/perks: Kalau produk kamu fit the market, revenue kamu bisa grow terus dengan rapid. Jalanin aja 10 tahun, setelah itu tutup gapapa, kamu sudah bisa pensiun dini kok dengan dana yang terkumpul. Harga yang dibayar: - Modal awal (ga banyak). - Waktu 24 jam. - Ilmu yg dituntut utk grow cepat. - Mentalitas jatuh bangun. - Risk taking. Kira2 kamu cocok gak sama instrumen investasi ini? Disclaimer: Bisnis memang beneran ada yg dijadikan sbg proxy cuci uang, tapi itu oknum ya, gasemua. Tapi tetep ada! Semoga kita tidak tergoda ya 🙏🏻. Good Luck, Have Fun.

Kanyo

866,461 просмотров • 2 лет назад

Hahahahaha... Sungguh sebuah pertunjukan sirkus logika yang sangat menghibur dari "pakar ekonomi trotoar" di video tersebut! Mari kita nikmati sejenak bagaimana indahnya dunia jika dikendalikan oleh imajinasi liar para pemburu takhta viewers. ​1. Ilusi "Cetak Duit Murah, Cuma 5 Triliun!" ​"Biaya cetak duit itu gampang, guys, murah 5 triliun nggak ada artinya..." 🤣 ​Luar biasa! Menurut logika die, tantangan redenominasi itu hanya masalah ongkos cetak di Perum Peruri. Dia pikir redenominasi itu seperti mengganti desain kaus partai; tinggal cetak, sebar, dan selesai. Die tampaknya lupa—atau memang tidak tahu—bahwa menghapus tiga angka nol di mata uang itu membutuhkan penyesuaian seluruh sistem akuntansi, IT perbankan, perangkat hukum, hingga kalkulasi psikologis inflasi di pasar tradisional. Jika ongkos cetaknya 5 triliun, dampak sistemik dari kekacauan transisinya bisa memakan biaya ratusan triliun jika tidak dimitigasi. Tapi ya sudahlah, mari kita amin kan saja demi kelancaran kontennya 🤣🤣🤣🤣🤣 ​2. Teori Konspirasi "Koruptor Panik Lalu Borong Emas" ​"Para koruptor bakal pusing... mereka terpaksa belanja, beli emas, beli berlian... perekonomian kita meledak!" ​Ini adalah puncak komedi dari video tersebut 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Bayangkan seorang mafia atau koruptor kakap yang memegang uang tunai ribuan triliun di bawah kasur, tiba-tiba panik karena redenominasi, lalu pergi mengantre di toko emas lokal sambil membawa karung 🤣🤣🤣🤣🤣 ​Lalu solusinya apa? "Bikin aturan wajib sertakan NPWP kalau beli emas di atas 10 gram!" 🤣🤣🤣 ​Logika Konstitusi & Hukum Keuangan: Si abang ini sepertinya hidup di ruang hampa. 🤣🤣🤣 Transaksi mencurigakan atau pembatasan uang tunai (Cash Transaction Limit) itu sudah diatur oleh undang-undang dan dipantau oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Koruptor sejati tidak menyimpan uang tunai ribuan triliun di dalam POT BUNGA HAHAHAHAHAHA... untuk ditukarkan ke emas batangan di toko pasar. Mereka menggunakan smurfing, shell companies di negara tax haven, atau pencucian uang lintas batas yang sangat canggih. ​Mengharapkan ekonomi Indonesia "meledak" karena uang haram dari Pot Bunga yang dipaksa keluar untuk beli emas adalah teori ekonomi pasca-apokaliptik yang sangat menggemaskan. 🤣🤣🤣🤣🤣 ​3. Pedagang Kaki Lima Berpenghasilan 4 Miliar per Bulan? 🤣🤣🤣 ​"Gue udah ketemu banyak pelaku pedagang kaki lima, penghasilannya miliaran per bulan... 3 miliar, 4 miliar... duitnya ditaruh di bawah kasur..." ​Mari kita hitung secara kasar. Jika seorang pedagang nasi goreng di trotoar berpenghasilan Rp 4 Miliar per bulan, artinya dalam satu hari mereka harus menghasilkan sekitar Rp 133 Juta. Jika satu porsi nasi goreng dihargai Rp 20.000, maka abang tersebut harus memasak dan menjual 6.650 porsi nasi goreng setiap hari 🤣🤣🤣 ​Itu bukan pedagang kaki lima lagi, itu pabrik manufaktur nasi goreng berskala internasional 🤣🤣🤣 dengan kecepatan menggoreng melampaui kecepatan suara! Dan hebatnya lagi, menurut video tersebut, uang Rp 4 Miliar tunai setiap bulan itu disimpan di bawah kulkas. Kita butuh kulkas sebesar Monas untuk menampung tumpukan uang kertas sebanyak itu setiap tahunnya. Hahahaha... ​jika prabowo dan purbaya percaya orasi ekonom trotoar ini, Arah Negara ini berantakan 🤣🤣🤣 ​Opini & Kesimpulan: ​Orang-orang ini sama sekali tidak paham konstitusi dan hukum moneter. Mereka menyederhanakan masalah inflasi, shadow economy, dan kebijakan makroekonomi menjadi sekadar skenario drama kriminal yang diselesaikan dengan aturan NPWP toko emas. ​SANGAT MEMPRIHATINKAN jika ruang publik kita dibanjiri oleh "influencer keuangan" yang mengedukasi masyarakat menggunakan data yang bersumber dari imajinasi mereka sendiri. Untungnya, Bank Indonesia dan para ekonom waras masih memegang kendali regulasi, sehingga kita tidak perlu melihat antrean koruptor membawa karung uang di toko emas dalam waktu dekat. Hahahahaha... 🤣🤣😎

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

12,068 просмотров • 2 месяцев назад

Terimakasih OCCRP, Kami Akhirnya Dapat Job Lagi! Pagi itu, kantor kecil di sudut Jakarta tampak lebih sibuk dari biasanya. Bukan karena ada pemilu, bukan pula karena proyek baru dari kementerian. Semua orang di sana sedang sibuk membuka TikTok, mengulang-ulang sebuah video dengan latar belakang berita CNN berjudul: "Jokowi Masuk Daftar Tokoh Dunia Paling Korup 2024 versi OCCRP." Di pojokan, seorang pria dengan kaos putih sambil bolak balik menekan tombol HP, sambil berdiri di depan timnya. Dialah Koordinator Agung (nama samaran), pria yang dikenal sebagai "otak" strategi buzzer. Dengan wajah serius, dia memulai briefing darurat: "Kawan-kawan, ini bahaya besar! OCCRP telah menyerang bos kita. Kita harus bergerak cepat. Apa langkah kita?" Salah satu anggota tim, yang sedang sibuk menyeruput kopi sachet, mengangkat tangan. "Pak, apa itu OCCRP?" "Itu lembaga anti-korupsi internasional. Pokoknya mereka sok-sokan investigasi!" jawab Agung sambil mengibaskan tangan seperti mengusir lalat. "Sekarang, tugas kita: serang balik!" Tiba-tiba, suasana menjadi tegang. Semua anggota tim bersiap mendengar strategi dari sang koordinator. Agung melanjutkan: "Pertama, framing OCCRP sebagai lembaga nggak kredibel. Bilang mereka hanya mencari sensasi dan nggak punya data valid." "Siap, Pak!" jawab tim serempak. "Kedua, bantah berita ini dengan memposting pencapaian bos kita. Ingat, narasi: 'Presiden terbaik sepanjang masa.' Cari foto-foto beliau saat bagi-bagi sembako, peluk sapi kurban, atau naik sepeda bareng rakyat." "Baik, Pak!" lagi-lagi serempak. "Ketiga, kalau ada yang tanya soal data korupsinya, kita jawab begini: 'Mana datanya? Jangan cuma tuduh-tuduh tanpa bukti!' Paham?" Semua mengangguk. Tapi tiba-tiba seorang buzzer pemula angkat tangan lagi, wajahnya agak ragu. "Pak, ini butuh dana tambahan, buat iklan di medsos, buzzer lain, sama bayar pasukan komentar." Agung mengangguk penuh wibawa, lalu menepuk bahu si pemula. "Santai, ini saya tinggal ngomong sama bos. Budget langsung cair. Kita ini tim kepercayaan, paham?" Ruangan pun gegap gempita dengan tepuk tangan. Ada yang sudah sibuk mengetik narasi di laptop, ada yang mulai merekam video TikTok tandingan, bahkan ada yang mengatur strategi serangan komentar ke akun OCCRP. Dalam hati, mereka bersyukur. Bukan karena berita buruk ini, tapi karena akhirnya mereka dapat job baru. Proyek terakhir mereka, "Framing Pemilu Damai 2024," sudah mulai basi dan gaji sempat seret. Kini, OCCRP datang bak penyelamat di tengah kegalauan finansial mereka. Sore itu, setelah briefing selesai, Agung berdiri di depan kantor, memandang langit Jakarta yang cerah. Dengan senyum lebar, ia bergumam: "Terimakasih, OCCRP. Kalian benar-benar lembaga yang memberkati kami. Kalau ada lagi berita serupa, jangan ragu untuk publish, ya!" Sambil bersiul riang, dia kembali bergumam, "Ya Allah, semoga setelah ini ada lagi berita memojokkan bos atau anaknya. Kalau bisa, berita yang lebih heboh lagi. Agar dana selalu mengalir lancar. Amin!" Begitulah, hidup seorang buzzer. Di balik layar perang narasi, selalu ada secangkir kopi sachet, keyboard berisik, dan optimisme bahwa setiap berita buruk bisa jadi peluang emas. OCCRP, kalian mungkin mengekspos korupsi, tapi di sini, kalian justru memperpanjang kontrak kerja kami. Salut!

Maria A. Alkaff

31,895 просмотров • 1 год назад