Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Diskak Mat Chatib Basri, Prabowo Kelabakan dan Minta Break.. Lagian kok perhitungan ekonomi berharap pada leaked atau kebocoran yang didapatkan atau dicegah?! Mana pemahaman Tax Ratio juga ngawur..

213,496 Aufrufe • vor 4 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Joke Presiden Prabowo di Tanwir Muhammadiyah ”Kalau saya undang partai untuk koalisi, saya minta calon terbaik mereka, gak tanya-tanya itu Muhammadiyah atau bukan. Tapi sesudah dilantik ada yang bisik-bisik itu Muhammadiyah, Pak,” kata Prabowo saat berbicara di Tanwir bertempat di Universitas Muhammadiyah Kupang. ”Hari ini saya hitung… wow.. Muhammadiyahnya… saya juga baru tahu Budiman Sujatmiko ini alumni SMA Muhammadiyah Yogyakarta,” serunya yang membuat hadirin tertawa. Dia mengatakan, memang Muhammadiyah ada di mana-mana. ”Ada yang di kiri, ada yang di kanan, ada yang di tengah…” gurauan Presiden Prabowo keluar lagi mengundang tawa hadirin. Menurut dia, pemimpin Muhammadiyah kreatif mengundang tokoh dan pejabat dan tadi diumumkan baru saja groundbreaking rumah sakit (RS Muhammadiyah di Kupang). ”Waduh PR lagi untuk aku ini…” ujarnya. ”Tapi kita mendukung. Karena pendidikan dan kesehatan kunci kebangkitan suatu bangsa. Peran Muhammadiyah sangat tepat. Kalau tidak salah, hitungan terakhir memiliki 167 perguruan tinggi, 126 rumah sakit, 231 klinik, 5.345 sekolah/madrasah, 440 pesantren, dan jaringan organisasi,” tuturnya. ”Dan membeli gedung di Spanyol…. di Madrid… diubah jadi masjid. Luar biasa,” tandas Presiden Prabowo. Banyak tokoh, banyak sekali di antara mereka yang berhubungan dekat dengan Muhammadiyah. Apakah pengurus atau lulusan universitas atau SMA Muhammadiyah. ”Ini bukti keberhasilan organisasi Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan organisasi pendidikan dan kesehatan,” katanya. Dia menuturkan, presiden RI pertama dan kedua juga warga Muhammadiyah. Presiden Sukarno pernah jadi pengurus Muhammadiyah, Ibu Fatmawati juga keluarga pimpinan Muhammadiyah Bengkulu. Pak Harto juga warga Muhammadiyah. Lulus SD dan SMP Muhammadiyah. ”Waktu beliau presiden membentuk kabinet banyak kawan-kawan mengeluhkan kok Pak Harto memilih Muhammadiyah banyak sekali. Saya juga begitu dituduh milih Muhammadiyah banyak sekali,” gurauan Presiden Prabowo mengundang tawa lagi. Ini keberhasilan Muhammadiyah mendidik kader-kader sehingga ada di mana-mana. Dikatakan, kami di TNI tidak lupa Panglima Besar TNI pertama seorang kepala sekolah SMA Muhammadiyah Purwokerto. ”Berarti pengaruh Muhammadiyah selain dakwah, juga menanamkan cinta tanah air. Jenderal Sudirman bukan lulusan akademi militer, tidak ikut Sesko di mana pun, tapi berhasil memimpin perang kemerdekaan, dan menang,” tandasnya. Presiden Prabowo melihat ucapan, pidato Jenderal Sudirman adalah ungkapan dan pemikiran seorang pemimpin militer yang tak kalah dengan pemimpin militer dunia sepanjang sejarah. ”Meskipun hanya kepala sekolah tapi pasti mendalami, belajar, membaca, secara otodidak sehingga mampu memimpin perjuangan,” ujarnya. Menjadi pemimpin dalam kancah krisis, perang, sambung Prabowo, itu masalah hidup dan mati. Kalah itu mati atau dipermalukan atau dijajah. ”Kita tidak menghendaki perang. Saya mantan jenderal mengerti apa itu pertempuran. Perang itu destruktif. Ibarat pohon butuh waktu 20 tahun untuk tumbuh, hanya 15 menit untuk ditumbangkan,” terangnya. Dijelaskan, negara, masyarakat, desa, kota, provinsi butuh ratusan tahun untuk berdiri, berkembang, hancur dalam beberapa saat dalam perang. Karena itu dia meminta terus berjuang, memimpin dengan mengajak, mari kita belajar dari sejarah, waspada, mari kita galang persatuan, hindari perpecahan, konflik. ”Saya yang berterima kasih diundang di sini karena saya merasa bukan hanya kehormatan tapi penting berbicara kepada tokoh Muhammadiyah,” tuturnya. (#) Source: Tagar Co

Ismail Fahmi

95,631 Aufrufe • vor 1 Jahr

Tiba di Tanah Air Dini Hari, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja resmi kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Prabowo beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Kamis (2/4), dini hari. Kedatangan Prabowo di Tanah Air disambut langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra. Selama berada di Jepang, Prabowo melaksanakan sejumlah agenda penting, di antaranya pertemuan dengan Kaisar Jepang serta pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang. Dalam kesempatan tersebut, kedua negara membahas penguatan kemitraan strategis dan peningkatan kerja sama di berbagai sektor prioritas, termasuk investasi, energi, dan ekonomi digital. Selain itu, Prabowo juga menghadiri forum bisnis Indonesia–Jepang yang mempertemukan pemerintah Indonesia dengan para pelaku industri dan investor Jepang. Di sini, Prabowo juga menyaksikan sejumlah komitmen bisnis yang nilainya USD 23,63 miliar atau mencapai Rp 401,7 triliun. Selanjutnya, di Korea Selatan, Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Prabowo juga menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang dan berorientasi jangka panjang, mencakup sektor-sektor prioritas seperti ekonomi, digital, energi, hingga industri masa depan. Adapun total komitmen bisnis tersebut mencapai USD 10,2 miliar atau setara Rp 174 triliun. "Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kamis (2/4). Selanjutnya, pemerintah akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk semakin memperkuat hubungan bilateral serta mendorong peningkatan kerja sama strategis di berbagai bidang. #Prabowo #InvestasiIndonesia #EkonomiIndonesia #IndonesiaJepang #IndonesiaKorea #KerjaSamaStrategis #PertumbuhanEkonomi #DiplomasiEkonomi #IndonesiaMaju Prabowo Subianto

Radio Elshinta

37,550 Aufrufe • vor 4 Monaten

Fans Ronaldo bilang coba kasih respect ke Ronaldo “karena mau gimanapun ini Piala Dunia terakhir dia”. Tapi mereka juga lupa kalo hujatan mereka ke Messi waktu 2016-2020 itu lebih parah dan sering toxic. Waktu itu emang bagian dari rivalitas besar antara fans Real Madrid dan Barcelona, yang dimana dua pemain ini masih di La Liga. Musim 2014-2020 adalah puncak perbandingan GOAT. Messi udah mendominasi Ballon d'Or awal sampai 2015, dan Ronaldo balik kejar dengan three-peat UCL, juara Euro, dan rekor gol. Fans Ronaldo disitu udah sering respons kekalahan atau kegagalan Messi dengan hate. Dan hatenya juga kaya komparasi, penghinaan fisik, bilang Messi pengecut atau bottler, dan serangan personal. Messi sering disebut gagal bawa tim juara di final atau knockout, padahal faktanya dia juga udah sukses besar. Contoh kaya: Piala Dunia 2014 kalah final vs Jerman, Copa America 2015 & 2016 kalah penalti vs Chile, Dan ada juga waktu itu Barca kalah dari Atletico di Supercopa 2020, fans Ronaldo langsung hate kaya "Messi can't even make the final". Penghinaan Fisik (Dwarf, Short, Pessi) Messi sering dipanggil dwarf (kerdil) atau diejek pendek. Ini hate fans Ronaldo untuk mengecilkan prestasinya. Ada juga Pessi buat ejek penalti yang gagal. Tax Fraud / Penipu Pajak atau Isu Pribadi Fans Ronaldo suka angkat kasus pajak Messi atau tuduhan lain untuk serang personal. "Messi cuman bergantung tim sedangkan Ronaldo carry tim. Ada argumen klasik, Messi dianggap cuman unggul karena tim Barca yang kuat, sementara Ronaldo Kerja keras sendiri. Pada saat itu juga fans Ronaldo pakai ini untuk klaim CR7 > Messi di debat GOAT. Setelah Messi juara Copa America 2021 & World Cup 2022, narasi ini langsung berbalik total, tapi sebelum itu, ini adalah era paling toxic buat Messi dari fans Ronaldo. Ya jadi jangan pernah berharap fans Messi bisa respect sama Ronaldo, karena mau sampai kapanpun enggak akan pernah bisa.

Leogoodman

77,053 Aufrufe • vor 1 Monat

Ada dua detail menarik dalam Film Dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono Watchdoc Documentary dkk, yaitu Lukisan Kerahiman Ilahi dan juga Ensiklik Laudato Si’ yang dibentangkan bersama pendirian Salib Merah tanpa perlawanan. Paus Fransiskus melalui ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa bumi bukan sekadar sumber daya untuk dieksploitasi, melainkan “rumah bersama” yang dipercayakan Tuhan kepada manusia untuk dirawat. Implikasinya adalah, ketika hutan dirusak, tanah adat dirampas, sungai dicemari, dan masyarakat adat dipaksa kehilangan ruang hidup demi proyek atau kepentingan ekonomi, yang terluka adalah seluruh ciptaan, bukan hanya manusia saja. Laudato Si’ menegaskan bahwa jeritan bumi dan jeritan orang miskin adalah jeritan yang sama. Masyarakat adat sering menjadi pihak pertama yang merasakan luka itu, di mana mereka kehilangan tanah leluhur, budaya, bahkan masa depan, sementara ekosistem di sekitar perlahan mati demi keuntungan segelintir pihak. Tindakan semacam itu bukan lagi hanya menyinggung persoalan politik atau pembangunan, tetapi juga kaitannya dengan persoalan moral, sebab manusia sedang gagal melihat ciptaan sebagai anugerah Allah. Kita juga melihat bahwa berdiri juga lukisan Kerahiman Ilahi yang begitu kuat dalam penggalan video tersebut, di mana dari hati Kristus mengalir darah dan air, tanda kasih dan belas kasih Allah bagi dunia. Namun, bagaimana mungkin manusia mengaku menghormati Kerahiman Ilahi sambil membiarkan sesama diinjak dan alam dihancurkan? Kerahiman tidak berhenti pada doa atau devosi pribadi, tetapi ia harus hadir dalam keberpihakan kepada yang lemah, termasuk masyarakat adat dan ciptaan yang terancam. Tragisnya, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak sedikit pemuka agama justru memilih diam, bahkan berpihak kepada kekuasaan yang menindas. Ketika suara kenabian dibungkam demi kedekatan dengan penguasa, di situlah agama kehilangan rohnya. Seperti Yudas yang menjual Gurunya sendiri, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari musuh, tetapi justru dari mereka yang seharusnya menjaga dan menggembalakan umat.

krestenisasi terselubung

45,199 Aufrufe • vor 2 Monaten

✍🏻 𝐌𝐮𝐝𝐚 𝐁𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐞𝐧, 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐏𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐊𝐚𝐩𝐚𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬, 𝐊𝐫𝐞𝐝𝐢𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐥𝐞𝐤𝐭𝐮𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚𝐬, 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐥𝐨𝐥!. Saya ingin mengulas sedikit soal Presiden muda berusia 37 tahun, Ibrahim Traore. Hari ini ia menjadi pemimpin tertinggi negara Burkina Faso. Di usia semuda itu, Traore telah memiliki kharisma yang jarang dimiliki kebanyakan Presiden usia muda. Ia tak sungkan menggunakan uniform militer, (jati diri dari mana dirinya berasal dan dibesarkan), bahkan ketika bertemu dengan pemimpin negara sebesar Rusia atau Pangeran Kerajaan sebesar Saudi Arabia. Traore pemimpin negara yang tidak perlu pencitraan. Ia bahkan tak segan menolak tawaran dana pembangunan 1000 masjid untuk Burkina Faso dari Pangeran Muhammad bin Salman. Dengan tegas namun santun ia berkata, bahwa rakyatnya telah memiliki cukup banyak masjid untuk berdoa, ia berharap Saudi Arabia memberikan dana itu untuk membantu penduduk Palestina yang sangat membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. Soal keberanian Ibrahim Traore dalam membawa reformasi di Burkina Faso untuk kesejahteraan rakyatnya jangan ditanya. Kursi Presiden Negaranya bahkan diambil paksa alias direbut lewat kudeta hanya karena Presiden sebelumnya (yang bekas komandannya) suka ngibul dan tidak menepati janjinya. Traore tak sedikit pun ragu mengusir sekutu Amerika Serikat, Prancis dan memilih untuk lebih menjalin hubungan erat dengan Turki dan Rusia ketimbang sekutu Amerika Serikat. Ibrahim Traore menggulirkan revolusi dalam pengelolaan sumber daya alam Burkina Faso yang disebutnya selama ini hanya menguntungkan kepentingan negara asing dan menjadi ladang korupsi para elit pejabat Burkina Faso dalam memperkaya diri serta keluarga mereka sendiri. Alih-alih menyebarkan Bansos atau makan siang gratis, Traore telah mengumumkan tekadnya untuk menjadikan hasil tambang kobalt, uranium, berlian, emas dan batu mulia dari bumi Burkina Faso sebagai kekayaan negara yang akan mengubah kesejahteraan rakyat Burkina Faso. Setelah pidato tanpa teks atau teleprompter, di mana Ibrahim Traore menyampaikan tekadnya kepada seluruhnya rakyat Burkina Faso akan membawa kekayaan sumber daya alam negara untuk kesejahteraan rakyatnya, ia langsung menasionalisasi Tambang Emas dan Pembangunan Kilang Emas. Tanpa ba bi bu be bo berulang-ulang menyebut “hilirisasi”, AI, Blokchain, Robotik, “Pemerataan” atau “luar biasa”, Traore langsung menasionalisasi dua tambang emas yang sebelumnya dikuasai oleh perusahaan asing, termasuk yang dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di London. Ia juga menghentikan ekspor emas mentah ke Eropa dan meresmikan kilang emas nasional pada November 2023, yang mampu memproses 150 ton emas per tahun. Untuk kepentingan Peningkatan Produksi Pertanian untuk Ketahanan Pangan, Traore menyediakan 400 traktor gratis untuk petani, bukan diserahkan lalu ditarik lagi sekedar untuk pencitraan seperti dilakukan oleh seorang Presiden salah satu negara di Asia Tenggara. Ia juga mendirikan dua pabrik pengolahan tomat, dan pusat pendukung pengolahan kapas artisanal. Produksi sereal mencapai hampir 6 juta ton pada 2024. Banyak lagi yang telah dilakukan Ibrahim Traore untuk kesejahteraan rakyat dan negerinya, yang akan menjadi catatan panjang jika dituliskan satu persatu dalam artikel ini. Kesimpulannya, tak peduli dengan usia muda atau tua untuk menjadi pemimpin suatu negara, yang penting memiliki kejujuran dan ketulusan untuk mensejahterakan rakyat dan negerinya. Namun tentu saja pinter dan berpendidikan juga perlu. Jangankan jadi Presiden, jadi Wakil Presiden pun kalau bego, kan rakyat juga yang malu!.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

18,863 Aufrufe • vor 1 Jahr

Konpres Gub BI, Pimpinan DPR, Menkeu dan Mensetneg. Overall, pernyataan resmi mrk sangat defensif dan normatif Mari bahas satu per satu.. 1. Pembukaan Pimpinan DPR (Prof. H. Sufmi Dasco Ahmad ) Pokok pernyataan: DPR mengundang BI dan Menkeu untuk “evaluasi perkembangan ekonomi” dan “koordinasi fiskal–moneter” demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Disebut ada “beberapa kesepakatan” yang akan dijelaskan masing‑masing pihak. 1.1. DPR tampil sebagai fasilitator, bukan pengawas. Ucapannya menekankan “koordinasi” dan “sinergi” tetapi tidak sekalipun menyebut fungsi pengawasan, check and balance, atau mandat konstitusional DPR terhadap pemerintah dan BI. Dengan konteks kritik publik bahwa DPR sering lebih jadi “humas presiden/pemerintah” daripada pengawas, ini mengaatakan citra DPR sebagai bagian dari eksekutif, bukan lembaga kontrol. 1.2. “Evaluasi” tanpa metrik dan tanpa pengakuan masalah. Dasco menyebut “evaluasi perkembangan ekonomi” tetapi tidak ada satu angka pun: kurs rupiah di level berapa, volatilitas apa, tekanan apa di pasar, atau indikator kerentanan (CAD, debt service, dsb). Ini membuat istilah “evaluasi” tampak kosmetik, bukan proses kebijakan berbasis data. 1.3. “Beberapa kesepakatan” tidak dijelaskan oleh DPR, langsung menyerahkan panggung ke BI dan Menkeu. DPR tidak mengklaim posisi politiknya, seolah hanya meminjam otoritas teknokrat untuk menenangkan pasar, bukan menyatakan sikap mewakili rakyat. 1.4. Tidak ada rujukan pada dampak sosial. Dari DPR, tidak terdengar satu kalipun menyebut pekerja, UMKM, buruh, atau rumah tangga rentan. Fokusnya teknokratis, koordinasi lembaga. Ini membuka narasi bahwa DPR lebih sibuk mengamankan persepsi pasar daripada melindungi konstituen. 1.5. Pimpinan DPR tampak lebih nyaman menjadi moderator konferensi pers pemerintah ketimbang menjalankan fungsi pengawasan dan menyuarakan keresahan warga yang paling terdampak pelemahan rupiah. 2. Pernyataan Gubernur BI Pokok pernyataan: Koordinasi fiskal moneter “sangat-sangat erat”, difokuskan menjaga stabilitas ekonomi dan pertumbuhan. Dua langkah utama: 1). Meningkatkan daya tarik/imbal hasil agar capital inflow kembali masuk, setelah sebelumnya ada outflow akibat kenaikan bunga luar negeri. 2). Menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan lewat penempatan kas pemerintah di BI dengan remunerasi (bunga) yang ditingkatkan. Mengulang keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia “bagus”. 2.1. Koordinasi “erat” vs hasil di lapangan. Klaim “koordinasi sangat-sangat erat” tetapi realitas rupiah melemah cukup dalam dan memicu keresahan pedagang, impor naik, dan tekanan harga. Jika koordinasi sudah “erat”, kenapa responsnya terkesan terlambat dan reaktif? 2.2. Strategi high interest trap. - Fokus pada menaikkan daya tarik imbal hasil untuk menarik portfolio inflow berarti bergantung pada hot money jangka pendek dan instrumen portofolio (saham, SBN). Itu rentan sudden stop. - kebijakan ini bisa menekan sektor riil melalui suku bunga yang lebih tinggi, memukul kredit produktif, dan dalam jangka menengah justru mengerem pertumbuhan yang mereka klaim ingin dijaga. 2.3. Likuiditas lewat kas pemerintah di BI - Menjaga kas pemerintah tetap di BI dengan bunga lebih tinggi artinya Pemerintah mendapat insentif finansial untuk menahan belanja (karena kas mengendap diberi bunga). - Ini bisa kontra‑siklis terhadap ekonomi di saat ekonomi butuh stimulus fiskal (belanja infrastruktur, bantuan sosial, dsb), APBN justru “betah parkir” di BI demi bunga, bukan mengalir ke rakyat. - Pemerintah diinsentifkan menyimpan uang di bank sentral, bukan mengucurkannya ke dapur rumah tangga dan pelaku usaha 2.4. “Fundamental bagus” tanpa transparansi indikator. Klaim “fundamental ekonomi kita bagus” tanpa menyebut indikator sprt pertumbuhan PDB, defisit, current account, posisi cadangan devisa, atau debt ratio membuat pernyataan ini terdengar sloganis, bukan diagnosis. Setiap krisis di masa lalu juga diawali dengan mantra “fundamental kita kuat”. 2.5. Tidak menyentuh akar struktur eksternal. - BI menyebut kenaikan suku bunga luar negeri sebagai penyebab outflow, tetapi tidak menjelaskan bagaimana strategi diversifikasi sumber devisa, pengurangan ketergantungan impor pangan/energi, atau reform struktural lainnya. - Terlalu fokus pada manajemen portofolio jangka pendek, bukan memperkuat struktur neraca pembayaran dan basis industri. 3. Pernyataan Menteri Keuangan Pokok pernyataan: Menyebut RAPBN/pertemuan APBN menunjukkan fundamental dan fiskal “amat baik”. Fokus ke depan memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik agar pertumbuhan makin cepat dan memperkuat koordinasi dengan bank sentral. Sinergi fiskal–moneter diharapkan mengembalikan kepercayaan pasar dan memperbaiki nilai tukar rupiah. Contoh mikro, pedagang tahu/tempe tergerus margin karena bahan baku impor dengan kebijakan yang lebih baik, rupiah stabil dan beban hidup tidak naik signifikan. 3.1. “Fiskal amat baik” vs kenyataan beban hidup. - Klaim bahwa fiskal “amat baik” akan terlihat sinis bagi publik yang menghadapi harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang membengkak. - Menkeu bicara sehatnya spreadsheet APBN, tapi mengabaikan “defisit kesejahteraan” di rumah tangga. 3.2. Ketergantungan impor diakui, solusi struktural tidak jelas. - Menkeu mengakui tahu/tempe terganggu karena bahan baku impor. Ini sebenarnya pengakuan kelemahan struktur pangan, ketergantungan kedelai impor. - Tapi solusi yang ditawarkan hanya “menstabilkan rupiah”, bukan reform ketahanan pangan (diversifikasi sumber kedelai lokal, kontrak jangka panjang, dsb). Ini solusi kurs sentris, bukan reform sektor riil. 3.3. Mantra “kebijakan menyatu = kurs membaik”. - Ada asumsi linear, begitu fiskal moneter sinkron, kurs otomatis menguat dan masalah selesai. Padahal, ekspektasi pasar ditentukan juga oleh kredibilitas politik, risiko stability, dan konsistensi jangka panjang. Narasi ini oversimplified dan tidak menyentuh faktor governance, korupsi, dan kualitas belanja. - Contoh persoalan mikro yang diberikan digunakan sebagai token empati. Menyebut penjual tahu/tempe dan ibu rumah tangga tanpa menyajikan kebijakan konkret (bansos adaptif harga, subsidi targeted, skema lindung nilai bahan baku impor) cenderung menjadi “storytelling” kosong. Empati suku bunga menjadikan rakyat kecil sekadar “ilustrasi pers” bukan subjek kebijakan. 3.3. Tidak ada komitmen transparansi dan timeline. - Tidak ada target. Kapan rupiah distabilkan di kisaran berapa, bagaimana batas toleransi depresiasi, atau timeline eksekusi kebijakan yang disepakati dengan BI? - Pernyataan ini lebih mirip “press release moral” daripada rencana kerja yang bisa diukur dan dipertanggungjawabkan. 4. Pernyataan Metsetneg Pokok pernyataan: Mengucapkan terima kasih ke pimpinan DPR yang memfasilitasi. Menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara pemangku kepentingan ekonomi demi menjaga moneter dan fiskal di posisi yang kita harapkan. Mengatakan fundamental ekonomi cukup kuat, tapi pemerintah harus mendorong pertumbuhan sektor riil: pangan, energi, perikanan, industrialisasi dan hilirisasi. Mengajak tetap optimis, berharap nilai tukar segera kembali ke level yang diharapkan. 4.1 Koordinasi sebagai “sinyal”, bukan substansi. - Pemerintah memuja momen ini sebagai “gambaran sinyal koordinasi”. Itu jelas framing komunikasi, bukan substansi kebijakan. - Pemerintah lebih fokus pada mengirim sinyal ke pasar dan media daripada menyajikan detail program. 4.2. Daftar sektor (pangan, energi, perikanan, hilirisasi) sangat generik. - Hampir tidak ada yang baru. Itu daftar jargon program pemerintah beberapa tahun terakhir. Disebut sebagai “shopping list” sektor tanpa penjelasan bagaimana pelemahan rupiah mengubah prioritas, desain insentif, atau realokasi anggaran di sektor tersebut. 4.3. Optimisme tanpa mitigasi risiko. - Ajakan tetap optimis tidak diikuti penjelasan scenario planning. Kalau rupiah melemah lebih dalam, cadangan devisa turun, atau terjadi capital flight, apa opsi kebijakan yang sudah disiapkan? Narasi tunggal “optimis” rawan dilihat sebagai denial atas potensi krisis. 4.4 Ketiadaan dimensi politik dan tata kelola. - Tidak ada pembahasan soal bagaimana politik anggaran, lobi sektor, atau governance akan diperbaiki untuk mengakselerasi program pangan, energi dsb. - Krisis kurs tidak hanya soal teknis ekonomi, tetapi juga soal trust terhadap pemerintahan dan elite politik yang justru tidak disentuh.

King Purwa

11,807 Aufrufe • vor 2 Monaten

Lagi Rame Pembahasan Anggota DPR tentang kripto belakangan ini, tapi kok rasanya... Kelihatan banget kalau beliau masih belum paham industri kripto secara mendalam🤦‍♂️ Hal ini terlihat dari beberapa poin seperti: 🔹 Menggunakan istilah "MAIN" dalam kripto Seolah-olah crypto dianggap seperti bermain game atau judi online. Padahal, industri ini jauh lebih kompleks dan memiliki banyak aspek teknologi serta keuangan yang mendukung inovasi. 🔹 Menganggap kripto sebagai ancaman seperti slot judi online Pernyataan ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang bagaimana aset kripto bekerja. Kripto bukan sekadar spekulasi, tetapi juga memiliki berbagai kasus penggunaan di dunia nyata. 🔹 KOL atau influencer wajib bersertifikasi agar bisa mempromosikan aset kripto Pertanyaannya: ❓ Apa dasar penilaian untuk sertifikasi ini? ❓ Siapa yang berhak memberikan sertifikasi? Pemerintah? ❓ Tujuannya apa? Agar bisa dijadikan sumber pendapatan baru dari biaya sertifikasi? ❓ Atau ada maksud lain? Apa Dampak Negatif nya, jika benar2 dilaksanakan? 📜 Perlu sertifikat → Harus bikin → Harus bayar → Duitnya dikorup lagi? 🤦 Lalu, apakah dengan sertifikasi dijamin 100% cuan? 🤔 Dia kira semua yang masuk ke dunia kripto pasti untung? Bisa jadi dia masih nyangkut di coin yang memang di Call beberapa oknum seperti Manta, Moodeng, dll. 😂 Padahal jelas2 banyak dari mereka yang sudah Disclaimer Not Financial Advice dan DYOR Hal seperti inilah yang membedakan Indonesia dengan negara-negara maju seperti AS, El Salvador, China dan lainnya yang justru mendukung penuh industri kripto sebagai bagian dari inovasi ekonomi digital. Dari beberapa yang di sampaikan, kadang saya menyimpulan jika Pemerintah gak mau rakyatnya kaya? 😤💰 Bagaimana menurutmu atas penyampaian anggota DPR tersebut? 🚀

Rendi Rendika

26,380 Aufrufe • vor 1 Jahr

𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧 𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚! SBY tidak pernah sekali pun mempertanyakan kemampuan dan meragukan kapasitas penggantinya setelah dia selesai menjalankan tugas sebagai presiden walau pada saat yang sama orang yang digadang-gadang menjadi penggantinya bilang,” ndak mikir copras capres, ngurus banjir dan macet Jakarta aja pusing kok.” S. B. Yudhoyono percaya penuh terhadap mekanisme dan sisetem demokrasi yang berjalan. Siapa yang dikehendaki rakyat maka dialah yang dianggap mampu dan punya kapasitas, tidak mendikte harus start dari mana kepada penggantinya. Bahkan sampai sekarang beberapa indikator keberhasilan yang pernah diraihnya tidak bisa dilampaui oleh penggantinya, misal nilai pertumbuhan ekonomi. Lalu, kenapa presiden sekarang punya kekawatiran berlebihan? Pada masanya, tidak seorang pun memikirkan siapa orang yang akan menjadi pengganti Bung Karno. Tapi setelah suksesi, terpilihlah Soeharto. Kehidupan berbangsa dan bernegara pun berlanjut, malah jauh lebih baik dari sisi perekonomian dan dasar-dasar pembangunan lainnya. Sama halnya setelah ketika masa akhir Soeharto, tidak ada desas desus siapa orang yang akan memegang tapuk kepemimpinan selanjutnya. Dan setelah era reformasi, walo sedikit jatuh bangun, tapi kehidupan berbangsa dan bernegara berlanjut normal ketika era SBY. Lantas apa yang menjadi dasar keraguan presiden sekarang, Joko Widodo dengan mempertanyakan kapasitas penerusnya? Apakah dia sendiri menjadi tidak percaya terhadap mekanisme dan sistem demokrasi saat ini? Atau apakah ada tujuan politis mengarahkan kepada salah satu bacapres dengan mendegradasi bacapres lainnya? Semoga pertanyaan yang terakhir itu tidak benar, karena akan menjadi preseden buruk dan noda hitam dalam perjalanan akhir memangang amanah kekuasan yang dipercayakan rakyat kepadanya. Jadilah negarawan sejati, hanya itu legacy terbaik yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin sejati.

King Purwa

126,859 Aufrufe • vor 3 Jahren