Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Hanya bermodalkan surat keterangan dari dirjen pendidikan dasar dan menengah Gibran bisa jadi wapres. Begitu murahnya harga sebuah aturan dinegara ini. Ada dua lembaga yg paling berdosa atas lolosnya Gibran sebagai wapres. 1. MK 2. DPR RI Remot kontrol kedua lembaga ini ketika itu ada ditangan Jokowi.

33,442 Aufrufe • vor 1 Monat •via X (Twitter)

37 Kommentare

Profilbild von Paris Van Java🌷🇮🇩
Paris Van Java🌷🇮🇩vor 1 Monat

Itu dia lagi masih sehat yah belum terkontaminasi

Profilbild von Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regarvor 1 Monat

Iya Sebelum akhirnya gila

Profilbild von Paris Van Java🌷🇮🇩
Paris Van Java🌷🇮🇩vor 1 Monat

Jejak digital dia jangan sampai hilang

Profilbild von nico delanoHenry@P.
nico delanoHenry@P.vor 1 Monat

Baca2 Jokowi sogok 3 juta dolar untuk ketua2 partai. Supaya gibran jadi wapres. Spionase Rusia yang tau. Dan ibu Connie beberkan ke Indonesia. Ibu Connie domisili di Rusia, Sebagai dozen.

Profilbild von WarKesot 🔻
WarKesot 🔻vor 1 Monat

Bapak anak sama saja.

Profilbild von babu_kucing
babu_kucingvor 1 Monat

Saya malah lebih tertarik dan penasaran pada "sesuatu'"yang mengubah seorang Rismon dari seekor srigala menjadi macam tikus tanah gitu. Kasus hukum atau aib? Atau jumlah uang yang luar biasa besar?

Profilbild von galihrakasiwi
galihrakasiwivor 1 Monat

Disinilah letak sistem yg terkontaminan hrs di bersihkan..bagaimanapun klo sistemnya kaya gini rusak oula.

Profilbild von Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regarvor 1 Monat

Betul

Profilbild von ♫ uni Vie 🔉🔉
♫ uni Vie 🔉🔉vor 1 Monat

Aah jika uang sudah berkuasa..apapun bisa dibeli..

Profilbild von SH___05
SH___05vor 1 Monat

Kelihatan bangets dri cara doi berkomunikasi, tpi kita hanya bisa menduga. Semoga ada kejelasan terkait yg bersangkutan

Profilbild von Abu Surojo04
Abu Surojo04vor 1 Monat

Wkwkwkwk....., cangkeme si Omon gen.2.... saat itu benar dia mangap2 dengan kbenaran, sekrang dia mangap dengan tipu daya keselamatan.....

Profilbild von Bevri Alfaruq
Bevri Alfaruqvor 1 Monat

sebenarnya @SianiparRismon ini orang cerdas.. tapi sayangnya si curut ini tersandung kasus juga 😅😅 tapi yang sangat di sayangkan MENJADI PENJILAT TERMUL PULA.. send kanan belok kiri seandainya tidak bergabung ke oslo mungkin namanya akan bersih inilah kehidupan utamakan JUJUR

Profilbild von Dasmondahry
Dasmondahryvor 1 Monat

Hayo Luh Sekarang brani nga lu Rismon

Profilbild von Sutrisno
Sutrisnovor 1 Monat

Itulah DUNGU nya OKNUM PEJABAT yg Saat itu MELOLOSKAN ! LOGIKANYA Pasti Ada SESUATU yg MENGUNTUNGKAN atau MENGANCAM PRIBADI yg BERTUGAS ! Pasti Hanya KEJUJURAN yang Bisa MENJAWAB !

Profilbild von Agung Hikmati
Agung Hikmativor 1 Monat

Sebelum si rismon dapat parcel.. Habis dpt parcel lain lagi omongannya

Profilbild von Kanda
Kandavor 1 Monat

jokowi grilia nya gila gilaan

Profilbild von Ngumbahkucing
Ngumbahkucingvor 1 Monat

rismon bela siapa sih? wkwkwkw

Profilbild von Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regarvor 1 Monat

Pernyataan ketika masih waras dia

Profilbild von santo bolone mase
santo bolone masevor 1 Monat

JONGOS YAMAN LEBIH BAIK PERIKSA IJASAH SURYO BANCI..KATANYA PLAGIAT

Profilbild von O’Xitor
O’Xitorvor 1 Monat

Untuk gerombolan TERMUL dan kroninya. Ingat kata kata @SianiparRismon “BERHENTILAH BERBOHONG” @xquitavee @tham878 @romeowalker19 @tekarok007 @mas_veel @DedynurPalakka @Uki23 @BattoAjax @SigitWarsito @KiEdySularno @Franken_blues @kangdede78 @mas_veel @Yattie2023 @rapearlx

Profilbild von Putri Panyalai22
Putri Panyalai22vor 1 Monat

Kasihan kau PARCEL , demi untuk menyelamatkan keluarga kau , rela kau sekarang jadi jongos Sarkowi .

Profilbild von Mas Haji
Mas Hajivor 1 Monat

Ini orang kenapa sih? Kok jd kaya orang gila gitu, ya

Profilbild von Mukidi
Mukidivor 1 Monat

Pemilih juga pastinya gak punya logika akal sehat.... Dah tau orang gak ada isi kepala dan melanggar hukum gitu kq dipilih ?!?!?

Profilbild von Innocent
Innocentvor 1 Monat

Konstitusi kita bukan lagi hukum tertinggi, tapi komedi tertinggi. Murah banget emang

Profilbild von irwan setijono
irwan setijonovor 1 Monat

Manusia hina dina... Haram dilihat

Profilbild von 🚀MAPH1459 📚
🚀MAPH1459 📚vor 1 Monat

Mampus matek para ternak pecundang politik GOBLOKKKK!!

Profilbild von hendro siwidodo
hendro siwidodovor 1 Monat

@gibran_tweet modal Suket dan Bapaknya

Profilbild von Iyan
Iyanvor 1 Monat

Sekolah di dalam laut

Profilbild von penyair
penyairvor 1 Monat

Waktu masih waras si Lae itu ... 😜😁

Profilbild von Dede Darmansyah
Dede Darmansyahvor 1 Monat

Katanya Gibran lebih rendah dari Paket C

Profilbild von Nopri
Noprivor 1 Monat

Emang begitu aturannya

Profilbild von Birahi Sawit
Birahi Sawitvor 1 Monat

mon parcell @SianiparRismon

Profilbild von Brainew
Brainewvor 1 Monat

Kemana tokoh pahlawan yg di videos it, jantan, tegas berwibawa,tamban nan rupawan dan by data, ciri khas Batak yg keras tp on point......mirip Lae @SianiparRismon bukan c itu🤣🤣😆😆

Profilbild von troy oeija
troy oeijavor 1 Monat

Itu si koplok rismon msh sober ,abis di ksh parcel lgsg PE'A

Profilbild von Ayub Toding Allo
Ayub Toding Allovor 1 Monat

Tdk ada yg bisa dipercaya dari org munafik/ penjilat ludah sendiri

Profilbild von Habieb Falsu
Habieb Falsuvor 1 Monat

Negara kebanyakan partai jadi lahan bancakan

Profilbild von Adhink Fadillah
Adhink Fadillahvor 1 Monat

DIA LAGI MASIH WARAS!!

Ähnliche Videos

Pakar Pemilu: KPU sampai Ganti Status Pendidikan Wapres Gibran, Ini Berarti Skandal Besar dan Serius Pengamat pemilu menyoroti perubaan pendidikan terakhir Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di laman resmi KPU. Menurutnya, jika sampai KPU mengganti status pendidikan terakhir Gibran, maka persoalan ijazah bukanlah masalah sepele. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow dalam keterangannya Senin (22/9/2025). Jeirry menuturkan bahwa perubahan apapun di situs resmi KPU apalagi menyangkut calon presiden atau wakilnya bisa mengindikasikan adanya skandal besar. “Ini persoalan yang sangat serius, bahkan merupakan skandal besar. Apalagi melibatkan nama wakil presiden yang sedang menjabat,” kata Jeirry, Senin (22/9/2025). Jeirry mengatakan bahwa KPU harus kredibel dan transparan untuk menjaga kepercayaan publik dalam kasus ini. Dugaan adanya perubahan data yang diduga dilakukan KPU sebelumnya disampaikan oleh penggugat Wapres Gibran, Subhan Palal dalam sidang di PN Jakarta Pusat. Disampaikan oleh Subhan bahwa KPU sudah mengubah data pendidikan Gibran dari pendidikan terakhir menjadi SI. “Jadi, saat kami melakukan gugatan itu, riwayat pendidikan akhir Tergugat 1 (Gibran) itu ‘Pendidikan Terakhir’. Saat ini diganti jadi ‘S1’,” kata Subhan menjelaskan. Subhan menjelaskan dia baru menyadari ada perubahan informasi pendidikan Gibran di laman KPU RI pada Jumat (19/9/2025) lalu. “Saya ngeh (data berubah) itu hari Jumat (pekan kemarin),” kata Subhan. Mengenai tuduhan Subhan Palal ini, anggota KPU RI Idham Holik membantah bahwa pihaknya mengubah riwayat pendidikan Gibran. Ia menegaskan data riwayat pendidikan Gibran masih sama seperti saat mantan Wali Kota Solo itu melakukan tahapan pendaftaran capres dan cawapres pada Oktober 2023 lalu. (ist) #GibranRakabuming #KPU #IjazahPalsu #BeritaPolitik

Tribunnews.com

18,137 Aufrufe • vor 1 Jahr

"Omong Kosong PDIP" Saya mengkritisi hasil MK (yang jadi jalan pintas Gibran) itu karena memang pendapat saya dari dulu. Mau jadi cawapres Prabowo/Ganjar, saya tetap akan anggap langkah Gibran itu "melewati batas". Ini beda dengan PDIP yang pura-pura kaget dengan Putusan MK. Ketika PDIP sekarang "ikut-ikutan" menyerang Gibran dengan sebutan memanipulasi hukum atau politik dinasti, itu sebenarnya lebih dikarenakan mereka nggak dipilih sama Gibran. Jelas-jelas PDIP sempat ingin Gibran menjadi cawapres Ganjar juga. Jelas-jelas PDIP sempat menunggu hasil Putusan MK agar meloloskan Gibran. Lha kok ketika Putusan MK sudah keluar dan Gibran memilih jadi cawapres Prabowo, tiba-tiba menuding ada manipulasi hukum. Andai Gibran jadi cawapres Ganjar, tuduhan manipulasi hukum dan politik dinasti pasti tidak ada. Megawati pun tak akan pidato (pakai teks) tentang manipulasi hukum. Jadi, kalau yang ngomong masalah pelanggaran etika, manipulasi hukum, atau politik dinasti adalah pihak PDIP (termasuk ketumnya), maaf bagi saya itu cuma dagelan saja. Apalagi ada yang pakai akting nangis segala. Itu bukan menangis karena hukum dimanipulasi, tapi karena dia tak menjadi bagian dari yang ikut menikmati hasil manipulasi. Makanya, saya selalu bilang bahwa alasan memilih Ganjar-Mahfud itu sangat banyak, namun sayang seribu sayang: ada PDIP di sana. Saya tetap pada pendirian saya bahwa Putusan MK itu akan jadi akhir buruk bagi pemerintahan Jokowi. Tapi kalau yang ngomong itu orang PDIP atau pendukungnya, menurut saya itu nggak perlu didengerin. Karena itu hanya omong kosong.

Hasyim Muhammad

356,777 Aufrufe • vor 2 Jahren

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 Aufrufe • vor 2 Jahren

Makin hari makin jelas: gerombolan ini panik berat. Zona nyaman mereka mulai retak, kekuasaan lama ketika partainya berkuasa mulai goyah, jadi satu-satunya senjata tinggal narasi sesat adu domba Presiden & Wakil Presiden. Tiap hari mereka rekayasa cerita: “Geng Solo ada dibalik kekacauan”, “Prabowo dikepung dari dalam”, “ada konflik istana”, “ini manuver Jokowi Circle”. Semua dibungkus analisis palsu, quote tak jelas, dan screenshot editan. Tujuannya cuma satu: menciptakan perpecahan supaya Prabowo-Gibran goyah. Padahal fakta di lapangan? Presiden & Wakil Presiden tetap solid menjalankan pemerintahan. Tidak ada retak yg mereka harapkan. Yang retak justru mental gerombolan kalian yg terbiasa main aman di zona nyaman era sebelumnya, tau kan partainya apa? Ini kerjaan orang-orang yg takut partainya kehilangan pengaruh kepercayaan publik, partainya makin nyungsep. Takut karena duet Jokowi-Prabowo-Gibran ternyata lebih kuat dari yg mereka prediksi. Takut karena rakyat mulai bosan dgn provokasi murahan. Takut karena narasi lama mereka sudah basi & tak laku lagi. Jadi setiap ada gejolak kecil—harga naik, kebijakan baru, atau isu luar negeri—langsung dikaitkan jadi “bukti” konspirasi gulingan. Itu bukan analisis, itu racun politik yg sengaja disebar untuk mengadu domba. Pesan buat gerombolan pembuat narasi sesat: Zona nyaman kalian memang sdg terganggu. Tapi jangan kira dgn adu domba murahan ini kalian bisa balik menguasai. Rakyat semakin pintar. Mereka lihat siapa yg kerja, siapa yg cuma bisa ngomong & memfitnah dari balik akun media sosial. Presiden & Wakil Presiden solid. Yang goyah justru kalian—gerombolan yg kehilangan zona nyaman & hanya bisa bertahan dgn kebohongan seolah olah partainya masih dipercaya rakyat. Kerja yg benar, benahi internal partai kalian. Berhenti racuni bangsa dgn narasi adu domba. Itu yg bikin negara maju, bukan provokasi kalian yg sudah terbongkar.​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ *Video dari iNews Kunjungan Ragowo Hediprasetyo (Didit Prabowo) putra Presiden Prabowo ke rumah Pak Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo hari ini.

Dede Budhyarto

64,616 Aufrufe • vor 3 Monaten

JANGAN BERHARAP BANYAK DENGAN KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Oleh : Henri Subiakto Hari ini MK akan mulai sidang sengketa Pemilu. Gugatan 01 dan 03 digulirkan. Tp jangan tll berharap bnyk dg putusan MK, krn menurut amatan para ahli di luar penguasa, semua yg terjadi sekarang sdh disiapkan & diantisipasi Jokowi sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Kepala Keluarga. Kekuatan politik Jokowi hrs diakui sgt kuat 2024 ini. Tak ayal percaya diri melakukan manuver politik & hadapi semua konsequensi. Kenekadan yg tak pernah diperkirakan lawan apalagi teman yg terlambat memperoleh kesadaran. Aparat hukum seperti polisi, kejaksaan, bahkan KPK konon sdh disiapkan tunduk taat pd Presiden. Parpol & DPR juga sudah dibuat menjadi nurut di bawah pengaruh politik kekuasaan, sehingga praktis tdk ada yg mampu secara signifikan menggoyahkan posisi dan keinginan politik Jokowi. Maka upaya kekuatan politik yg berseberangan dan kecewa pd Jokowi terkait proses Pemilu tidak bisa tidak harus menyesuaikan infrastruktur yg sdh disiapkan yaitu bawa masalahnya ke MK sbg gugatan. Di luar itu utk waktu dekat praktis tdk banyak yang bisa dilakukan. Sebenarnya Hak Angket paling ideal utk mengungkap adanya banyak pelanggaran UU selama persiapan dan pelaksanaan Pemilu. Tapi Hak angket itu rumit, panjang dan banyak kendala serta mudah digagalkan di jalan. Karena partai2 politik & politisi sangat pragmatis, elit elitnya mudah disandera dan diiming imingi reward jabatan. Suka atau tdk suka MK jadi pilihan yg terpaksa paling mudah dilakukan. Terlepas bagaimana nanti hasil putusan, tidak penting bagi gerakan perlawanan. Yang penting sidang MK itu bisa jadi panggung hiburan, jadi panggung hukum untuk mengungkap fakta fakta penyimpangan menurut versi penggugat di persidangan. MK akan jadi Panggung hukum yg terbuka bagi masyarakat luas untuk menyaksikan apa yg terjadi, shg diharapkan bisa jadi sarana edukasi yg membuka mata utk melihat apa yg menurut pihak penggugat sbg bukti bhw sejak awal sebelum pertandingan panitia, wasit, pengawas, aparat keamanan, hingga lapangannya sudah ada aspek kecurangan. Kalau Hak Angket di DPR bisa dihalang2i & diganggu, disabotase, proses hukum di MK lebih aman minimal dr tingkah politisi yg “masuk angin” berubah2 pandangan. Sidang MK lebih steril dari manuver politisi, drpd pelaksanaan Hak Angket yg terlalu tergantung DPR dan kekuatan politik yang terlibat di lapangan. Sebagaimana sekarang semua yg terlibat proses politik di DPR berpotensi menghambat Hak Angket, sepanjang kepentingan politik mrk punya relasi dg penguasa, shg Hak Angket sulit diharapkan. Mk sidang MK bisa jd ban serep yg ditaruh di depan, untuk kontestasi komunikasi & hukum antara penggugat dg mrk yg ada di kekuasaan. Tentu para penggugat berharap Hakim2 MK sadar, mrk itu wakil2 Tuhan, yg hrs bersikap adil, jujur, bijak & independen dlm menjaga bangsa Indonesia dg konstitusinya. Para Hakim didorong mengembalikan marwah MK dg takut pd Tuhan yg mereka wakili. Bukan takut pd manusia yg sedang memegang kekuasaan. Juga meminta independensi dan integritas para hakim, shg MK bisa kembali mjd intitusi pengadil konstitusi yg dipercaya. Itu yg disuarakan mereka bersama pendukungnya. Terutama MK mengadili kecurangan Pemilu di ranah persoalan pelanggaran UU yg merusak demokrasi. Bukan mengadili persoalan angka2 yg menjadikan MK hanya sbg Mahkamah Kalkulator. Bukan pula mjd alat legitimasi penguat Mahkamah Keluarga. Bila hakim MK itu memiliki keberanian & percaya diri sebagai penjaga konstitusi Indonesia, hasilnya bisa saja menghentikan keinginan politik yg sdh direncakan. Tapi untuk independen spt itu tdk mudah, mengingat para Hakim kemungkinan merasa diawasi, dg dua hakim terancam kriminalisasi. Mk bagaimana hasil akhir keputusan MK, saya pribadi pesimis. Tidak mustahil semua kemungkinan penanganannya sdh diantisipasi dan disiapkan. Berarti besar kemungkinan keputusan MK tak akan mengubah banyak hal, hingga Prabowo Gibran dilantik Oktober nanti.

Henri Subiakto

31,720 Aufrufe • vor 2 Jahren