Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

๐˜Ž๐˜ข๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜๐˜บ๐˜บ๐˜ข๐˜ด ๐˜š๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข... ๐ˆ๐๐ƒ๐Ž๐๐„๐’๐ˆ๐€ ๐‡๐€๐‘๐”๐’ ๐Œ๐„๐‹๐€๐๐‰๐”๐“๐Š๐€๐ ๐๐”๐๐˜๐€ ๐๐‘๐„๐’๐ˆ๐ƒ๐„๐ ๐˜๐† ๐๐”๐Š๐€๐ ๐๐„๐“๐”๐†๐€๐’ ๐๐€๐‘๐“๐€๐ˆ. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu...

83,236 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren โ€ขvia X (Twitter)

10 Kommentare

Profilbild von Santoso
Santosovor 2 Jahren

SALAH BESAR. Isu Jokowi seperti zaman ORBA keluar dari suara MAYORITAS RAKYAT. Tonton berita tv, nonton beberapa platform media, lihat media sosial, media cetak dll Keluar dari tempurung kelapa, jangan merasa paling benar. Ingat, waktu itu berbatas.

Profilbild von ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉBara Suantara๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉBara Suantara๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉvor 2 Jahren

Sehat sekeluarga dan selalu dalam lindunganNYA Bapak Presidenku @jokowi ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ˜‡

Profilbild von Budiman
Budimanvor 2 Jahren

Ini pilpres paling biadab sepanjang sejarah kita . D dilakukan pembenci Jkw tanpa alasan kuat. Hujat d fitnah begitu brutal ..sdh tanpa moral lagi . Sdh saat nya kita bergerak seruan pilpres 2024 dg moral yg baik ...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Profilbild von ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ akbar BENCI PENGHIANAT HUKUM & DEMOKRASI
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ akbar BENCI PENGHIANAT HUKUM & DEMOKRASIvor 2 Jahren

Lu lupa โœ“yg mngembalikan Prabowo dari pelarian nya bkn Lo, tpi Mega โœ“yg membuat UU pemilu di pilih langsung rakyat , Mega โœ“yg membuat kpk , Mega โœ“yg mlengserkan gusdur itu Krn planggaran konstitusi gusdur mnerbitkan dektrit PEMBUBARAN DPR Lo boleh TOLOL tapi jg GOBLOK

Profilbild von hasyim arsal alhabsi
hasyim arsal alhabsivor 2 Jahren

Narasi yang sangat masuk akal.๐Ÿ™

Profilbild von RAISYAELBIX
RAISYAELBIXvor 2 Jahren

Tanpa partai nggak bakalan bisa jadi presiden @mochamadarip ... #MIKIR

Profilbild von FDK
FDKvor 2 Jahren

Suara perolehan @ganjarpranowo @mohmahfudmd akan sm dgn jmlh perolehan suara @PDI_Perjuangan sktr 20an %. Suara pendukung pak Jokowi yg lbh bsr ketimbang PDIP akan beralih ke paslon lain. Udh neqqq org dgn Mega dgn PDIP nya. Udh nenek2 dan terlalu lama jd ketum kok gak turun2.

Profilbild von Dick rodent
Dick rodentvor 2 Jahren

3 periode yaโ€ฆtambah kekuasaan walapun lewat anaknya di posisi wapresโ€ฆpertanyaannyaโ€ฆada apa ini kok sampek ngotot pingin nambah lagi?sampek harus rela mengorbankan nama baiknya,meninggalkan partai yg membesarkanya,โ€ฆada apa dg orng ini

Profilbild von masherugading
masherugadingvor 2 Jahren

Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. Dan Gusdur bilang, pak Prabowo itu iklash Pict pemanis sj..

Profilbild von Willy Fwi
Willy Fwivor 2 Jahren

Hingga saat ini saya sangat percaya dengan Jokowi, walau pada akhirnya keputusan mengambil Prabowo dan anaknya utk diendorse tetap menjadi keputusan yang sulit saya terima. Termasuk alasan persoalan internal dg Megawati dst

ร„hnliche Videos

KONFLIK JOKOWI VS PRABOWO APA SUDAH DIMULAI? Potensi konflik antara Jokowi vs Prabowo setelah menang Pilpres itu memang besar. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai kelihatan. Konflik rebutan pengaruh adalah kelaziman dalam politik. Sehingga besar kemungkinan akan terjadi drama-drama politik baru, terkait apa yg akan dilakukan Jokowi dan apa pula yg akan dilakukan Prabowo tentu menarik untuk disaksikan. Waktu yg dimiliki Jokowi hanya pendek, tinggal 6 bulan masih berkuasa penuh, maka dalam waktu pendek itu dia harus manfaatkan secara efektif agar dia bisa tetap punya power walau tidak lagi jadi presiden. Sukur-sukur kalau bisa melemahkan Prabowo dan Gerindra. Istana harus segera mewujudkan koalisi besar bersama partai2 yg akan diketuai Jokowi, dengan tidak menyertakan Gerindra di dalamnya. Ini lanjutan strategi politik Pemilu 2024, dimana partai Gerindra dibuat anomali. Ketumnya jadi capres dengan kemenangan suara 58% tapi partainya sendiri perolehan suaranya merosot di bawah 15%. Seakan Pasangan Prabowo Gibran tidak berpengaruh ekor jasnya pada perolehan Gerindra. Malah yang naik drastis justru Golkar. Partai yg sedang jadi sorotan karena ditengarai akan diambil alih oleh โ€œkekuatan Jokowiโ€. Ini juga menyiratkan pesan politik bahwa yg menang Pilpres itu bukan Prabowo, tapi itu kemenangan Jokowi bersama Golkar yg telah mengusung anaknya, Gibran. Kemenangan terjadi karena usaha dan strategi Jokowi yg secara terbuka membela Pasangan Prabowo Gibran dg berbagai cara. Tentu hal ini bagi Prabowo dan Gerindra serta pendukungnya harus menyadari, dan harus terus menghormati, bahkan tunduk pada politik Jokowi. Prabowo aslinya belum tentu menyukai Gibran. Anak Jokowi yg besar karena โ€œdikarbitโ€. Tapi Prabowo terpaksa harus menerima demi bisa memanfaatkan power Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2024. Nanti setelah dilantik jadi Presiden RI, tentu Prabowo ingin berkuasa penuh. Gak mungkin mau ada matahari kembar. Disitulah bibit konflik rebutan power antara Jokowi dan Prabowo sulit dielakkan. Sekarang Jokowi tinggal punya waktu 6 bln untuk โ€œmelemahkanโ€ Prabowo. Kita lihat saja drama politik seperti apa yg akan terjadi setelah periode honeymoon politik keduanya selesai. Apa masih tetap akrab saling dukung dengan kesepakatan, atau malah masuk periode saling tikam? Kita lihat saja. Kalau lihat video ini kasihan juga pak Prabowo yg dicuekin Jokowi. Bibit bibit konflik memang sulit terhindarkan. IMHO (Henri Subiakto).

Henri Subiakto

283,711 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

Makin hari makin jelas: gerombolan ini panik berat. Zona nyaman mereka mulai retak, kekuasaan lama ketika partainya berkuasa mulai goyah, jadi satu-satunya senjata tinggal narasi sesat adu domba Presiden & Wakil Presiden. Tiap hari mereka rekayasa cerita: โ€œGeng Solo ada dibalik kekacauanโ€, โ€œPrabowo dikepung dari dalamโ€, โ€œada konflik istanaโ€, โ€œini manuver Jokowi Circleโ€. Semua dibungkus analisis palsu, quote tak jelas, dan screenshot editan. Tujuannya cuma satu: menciptakan perpecahan supaya Prabowo-Gibran goyah. Padahal fakta di lapangan? Presiden & Wakil Presiden tetap solid menjalankan pemerintahan. Tidak ada retak yg mereka harapkan. Yang retak justru mental gerombolan kalian yg terbiasa main aman di zona nyaman era sebelumnya, tau kan partainya apa? Ini kerjaan orang-orang yg takut partainya kehilangan pengaruh kepercayaan publik, partainya makin nyungsep. Takut karena duet Jokowi-Prabowo-Gibran ternyata lebih kuat dari yg mereka prediksi. Takut karena rakyat mulai bosan dgn provokasi murahan. Takut karena narasi lama mereka sudah basi & tak laku lagi. Jadi setiap ada gejolak kecilโ€”harga naik, kebijakan baru, atau isu luar negeriโ€”langsung dikaitkan jadi โ€œbuktiโ€ konspirasi gulingan. Itu bukan analisis, itu racun politik yg sengaja disebar untuk mengadu domba. Pesan buat gerombolan pembuat narasi sesat: Zona nyaman kalian memang sdg terganggu. Tapi jangan kira dgn adu domba murahan ini kalian bisa balik menguasai. Rakyat semakin pintar. Mereka lihat siapa yg kerja, siapa yg cuma bisa ngomong & memfitnah dari balik akun media sosial. Presiden & Wakil Presiden solid. Yang goyah justru kalianโ€”gerombolan yg kehilangan zona nyaman & hanya bisa bertahan dgn kebohongan seolah olah partainya masih dipercaya rakyat. Kerja yg benar, benahi internal partai kalian. Berhenti racuni bangsa dgn narasi adu domba. Itu yg bikin negara maju, bukan provokasi kalian yg sudah terbongkar.โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹ *Video dari iNews Kunjungan Ragowo Hediprasetyo (Didit Prabowo) putra Presiden Prabowo ke rumah Pak Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo hari ini.

Dede Budhyarto

64,594 Aufrufe โ€ข vor 27 Tagen

Saya sering diprotes karena dulu dianggap ndukung Jokowi, kemudian sejak 2023 berbalik. Iya memang dulu saya bekerja di dalam Pemerintahan. Itu karena sejak 2007 saya masuk di Pemerintah, saat presiden berganti dari SBY ke Jokowi (2014), saya masih ada di pemerintah. Sebagaimana jajaran birokrasi, maka wajib mendukung โ€œPemerintah yang sahโ€ yaitu presiden Ke 7 dengan ikut mensukseskan pemerintahan negara. Pemilu 2014 dan 2019 kami netral, tidak ikut kampanye. Tidak ikut pula dukung mendukung politik. Kami masih di dalam menjadi bagian dari Pemerintah. Sebagamana diketahui Pemerintahan Indonesia saat itu sedang menghadapi kelompok2 yang ingin menurunkan dan mengganti pemerintah, lewat demo berjilid2, ada gerakan 411, 212 hingga demo2 besar ikutan lainnya. Gerakan politik itu banyak dinilai sebagai ancaman terhadap demokrasi, bahkan stabilitas NKRI. Kekuatan pro demokrasi dan pro NKRI menentang dan mengkritisi gerakan2 politik yg menggunakan simbol2 agama. Mereka itu identik jadi gerakan โ€œlawan politikโ€ pemerintah yang sah. Ternyata pemerintahan Jokowi makin kuat dan mampu konsolidasi, kemudian semakin percaya diri. Mulai saat itu kami melihat politik berubah. Jokowi nampak ingin terus berkuasa, dan melakukan berbagai cara agar bisa memperpanjang kekuasaaanya. Salah satu yg dilakukan adalah merangkul musuh, dan menyandera politisi sekelilingnya. Orang yg dulu jadi simbol anti demokrasi, dijadikan mitra politiknya. Partai partai โ€œditundukkanโ€ elitnya. Sebenarnya itu boleh2 saja sebagai strategi pilihan politik. Yang jadi masalah, di dalam senyap ada rekayasa terhadap proses demokrasi. Ada pemaksaan regulasi, dengan cawe cawe mempengaruhi Mahkamah konstitusi. KPU, partai partai politik, para politisi, dan aparat negara dibuat tunduk mensukseskan dan mengikuti skenario politik 2024. Menaikkan dinasti Jokowi. Inilah politik tanpa etika bernegara. Inilah otoritarian berbalut demokrasi. Indonesia seakan kembali seperti sebelum reformasi. Disitu penguasa harus diingatkan. Tata negara demokrasi harus dikembalikan. Marwah lembaga lembaga negara harus kembali ditegakkan. Penyelewengan harus dihentikan. Apa yg dilakukan dua tahun belakangan ini tak hanya merugikan Indonesia, tapi juga membahayakan masa depan. Politik sekarang tanpa malu, terang2an memupuk nepotisme. Anak2, mantu, kerabat difasilitasi dan didorong menjadi pejabat. Seolah lewat โ€œprosedur demokrasiโ€ tapi sebenarnya dilakukan dengan cara2 yg tak layak terjadi jika para pelaku dan pendukung punya hati nurani. Jokowi yang awal 2014 dan 2019 jadi simbol rakyat kecil, simbol demokrasi dan simbol reformasi, berubah menjadi simbol penguasa yg melecehkan demokrasi. Simbol Penguasa yang menyepelekan reformasi. Presiden yg mengabaikan etika dan hati nurani. Jokowi tak hanya menjadi pemimpin politik yang bicaranya tak bisa dipegang. Penuh sandiwara. Dia menyandera partai partai politik dan para politisi korup. Membuat lembaga legislatif dan yudikatif tak bisa mengontrol kekuasaan. Mereka tidak berdaya menghadapi keinginan dan skenario kekuasaan. Jokowi bukan hanya menyiapkan dinastinya untuk meneruskan kekuasaan, tapi juga telah membuat nepotisme itu seolah sesuatu yg wajar, dan tidak melanggar. Padahal KKN (di dalamnya ada Nepotisme) adalah musuh gerakan reformasi. Itu yang kami kritisi dan kami lawan walau harus berseberangan dengan para buzzer, dan pemuja setianya. Ini saya lengkapi dengan video kritikan saya th 2023 saat melihat drama dan rekayasa yg makin nyata.

Henri Subiakto

56,182 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Setelah baca berbagai literasi dan artikel, gw baru faham kenafa geopolitik dan sejarah harus dikuasai oleh seorang pemimpin seperti yg pernah disampaikan mas Budiman Sudjatmiko (IG: kelasinspirasibudiman) bulan Juli lalu yg dimuat media online. Mari kita buka lagi sejarah Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Lawan Jokowi di 2014 adalah PS dan HR. Lawan Jokowi di 2019 adalah PS dan SU. Diatas kertas lawan Jokowi adalah PS. Tapi dilapangan lawannya yang sesungguhnya adalah KAUM RADIKALIS. Latar belakang PS, HR dan SU bukanlah dari keluarga RADIKALIS tapi kenapa Pilpres 2014 dan 2019 bisa sangat brutal, dengan pembelahan dan permusuhan antara Cebong vs Kampret? Dengan isu agama yang sangat masif. Cebong dan Kampret/Kadrun sudah samaยฒ panas, sudah terbakar dendam kesumat. Bila ada pemicu yang pas, segera akan terjadi ledakan. Revolusi sosial. Bahkan perang saudara. Siapa yang menabuh genderangnya? Aneh kan? Itulah yang dilihat Jokowi. Itulah yang mungkin tidak kalian lihat. Itulah yang menggelisahkan hati kepala negara. Ancaman bagi Indonesia Emas 2045 Itulah kenafa Presiden ikut caweยฒ dalam konstelasi pemilihan presiden. Mengapa? Sekarang semestinya kalian tidak bingung lagi. Jokowi tidak sedang berjuang demi dirinya atau keluarganya, tapi demi memenangkan peperangan melawan pengaruh kaum radikalis agamis yang brutal itu. Jokowi sedang mengamankan masa depan Indonesia, dengan memilih jalan yang tidak populer, dengan resiko dibenci banyak orang yang tidak mengerti. =Bersambung....=

ส€แด‡แดษชษดษขแด›แดษด ๊œฑแด›แด‡แด‡สŸแด‡

13,341 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

## Anak Abah di Pilkada Jakarta, dan Pendukung Kotak Kosong di Surabaya, mbok Mikir ## Aneh anak2 Abah ini. Kenapa malah teriakan nama Anies? Padahal Anies kan tak diusung satu parpol pun, di Pilkada Jakarta. Saya paham di pasar Cipulir itu banyak urang awak, yg condong ke Anies saat Pilpres lalu. Tapi apa guna teriakan nama Anies? Mau permalukan Ridwan Kamil? Apa gunanya? Tak akan juga RK kalah hanya karena Anak Abah teriak-teriak nama Anies saat berkunjung ke pasar Cipulir tsb. Kalau teriak nama Pramono-Rano, baru ada dampaknya. Atau teriak nama Dharma. Artinya kalian mendukung Pram atau Dharma, bukan RK. Nanti salurkan suara ke mereka. Lha teriak Anies, buat apa? Tak ada pun namanya di kertas suara. Mau mempermalukan? Bagaimana kalau nanti Ridwan-Suswono yg menang? Siapa yg akan susah? Padahal pasar Cipulir itu milik Pemprov Jakarta lewat PD Pasar Jaya. Artinya apa? Artinya apa yg jadi aspirasi pedagang untuk pasar dan kemajuannya nanti, disalurkan ke Gubernur Jakarta, lewat kebijakannya. Tangan Gubernur Jakarta sangat diperlukan oleh para pedagang untuk kepentingan mereka. Sehingga aspirasi mereka harus disampaikan ke calon-calon Gubernur yg berlaga saat ini. Tak mau RK, ada Pramono atau calon independen, Dharma-Kun. Meneriakan Anies, apa gunanya? Apa dipikir Anies bisa memperjuangkan nasib pedagang Cipulir nanti. Gubernur bukan, menteri tidak, hanya narasumber dari seminar satu ke yang lain. ==== Sama dengan di Surabaya, ada gerakan menangkan kotak kosong, hanya karena calon Walkot-wawali Surabaya cuma Eri-Armuji. Lha, ndak salah ta? Kalian pikir Pilkada itu tujuan kita berdemokrasi? Bukan cak, tujuan berdemokrasi itu tak sekedar Pilkada dgn calon2 yg lebih dari satu. Pilkada itu hanya salah satu alat berdemokrasi, untuk rakyat memilih pemimpinnya, yg akan memperjuangkan nasib nya. Jika memang calonnya hanya satu, dan memang selama menjabat berkinerja baik, rakyat puas, parpol pun nilai demikian, kenapa ngotot harus ada calon lain? Kenapa gara2 calonnya hanya Eri lantas kalian hakimi bahwa dia buruk, maka yg harus dimenangkan kotak kosong. Apa tak salah cara pikirnya? Lain hal jika memang kinerja Eri buruk. Ya lawan. Dan tak ada juga Parpol yg tak akan usung calon lain jika kinerja Eri buruk. Kasus Surabaya ini memang harus diakui, pemimpin kota kita ini perfomnya baik selama menjabat. Tak kalah dengan Risma. Armuji sebagai wakil pun apik, suka turun ke bawah. Lha, siapa yg berani lawan pemimpin yg memang sudah dekat di hati rakyatnya? Buang2 uang, cak. Lagipula, andai kalian kampanyekan kotak kosong, jika menang? Apa kalian yakin Pejabat Walikota yg diusulkan Gubernur dan disetujui pemerintah pusat nanti, akan lebih baik kinerjanya dari Eri-Armuji? Apa kalian mau, selama 5 tahun, Suroboyo dipimpin oleh Wali yg bukan pilihan rakyat, tapi walikota rekom Gubernur. ----- Mikir, ojo jadikan Pilkada sebagai tujuan berdemokrasi. Jadikanlah sebagai alat semata untuk menghasilkan pemimpin yg dikehendaki rakyat, yg bisa bekerja untuk rakyat. Hemat ku.

Ferry Koto

89,973 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

MALU DENGAN PRESIDEN PRABOWO Kebenaran dan pemikiran sehat itu bisa muncul dari siapapun. Suara Ismail, WNI di Iran ini jauh lebih jernih dan lebih sesuai nurani bangsa Indonesia dibanding sikap dan opini Presiden RI dan suara Istana. Strategi dari dalam yang jadi penjelasan Istana mengapa Indonesia ikut BOP sebenarnya hanyalah alasan pembenar agar para pemimpin ormas beragama saat dikumpulkan di istana bisa memahami dan menerima sikap Prabowo yang pro pada Trump dan Israel. Padahal dukungan Presiden RI yang percaya dan mendukung Trump dan Israel inilah yg membuat AS jadi lebih yakin untuk menyerang dan membunuh para pemimpin Iran, karena mereka merasa telah didukung pemimpin negara yang memiliki 285 juta penduduk dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Jadi sadarkah jika kedekatan dan dukungan pada Trump itu sama saja Indonesia mendukung sepak terjang Trump termasuk perang yang dia lakukan sekarang? Padahal selama ini Indonesia adalah penyeimbang kekuatan geo politik dominasi Barat maupun Timur. Kita ada di tengah memimpin gerakan Non Blok sejak Presiden Sukarno. Tiba tiba jadi inkonsisten berubah โ€œpenurutโ€ dan โ€œPengikutโ€ saat AS sedang dipimpin oleh Presiden Trump yang disebut โ€œSakit Jiwaโ€. Ada apa dan Mengapa pak Prabowo bisa lebih memilih membela Trump dari pada membela pemimpin pemimpin masa lalu dan bapak bangsa Indonesia? Apa kepentingan politik yang sebenarnya terjadi? Mengapa Indonesia jadi mentolerir Arogansi Trump dan Zionis Natanyahu menyerang dan membunuh pemimpin negara lain yang berdaulat? Apakah hal seperti itu sesuai dengan Amanah Konstitusi kita? Apa pak Prabowo dan orang orang Istana lupa bahwa alinea 1 pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa โ€œKemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai perikemanusiasn dan perikeadilanโ€. Terus serangan AS dan Israel ke Iran, ke Gaza dll dengan tujuan membunuh para pemimpinnya, mengganti pemerintahan yang sah itu sekarang ditafsir oleh Istana sesuai dengan bunyi pembukaan konstitusi kita?

Henri Subiakto

27,375 Aufrufe โ€ข vor 4 Monaten

JANGAN BERHARAP BANYAK DENGAN KEPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI Oleh : Henri Subiakto Hari ini MK akan mulai sidang sengketa Pemilu. Gugatan 01 dan 03 digulirkan. Tp jangan tll berharap bnyk dg putusan MK, krn menurut amatan para ahli di luar penguasa, semua yg terjadi sekarang sdh disiapkan & diantisipasi Jokowi sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Kepala Keluarga. Kekuatan politik Jokowi hrs diakui sgt kuat 2024 ini. Tak ayal percaya diri melakukan manuver politik & hadapi semua konsequensi. Kenekadan yg tak pernah diperkirakan lawan apalagi teman yg terlambat memperoleh kesadaran. Aparat hukum seperti polisi, kejaksaan, bahkan KPK konon sdh disiapkan tunduk taat pd Presiden. Parpol & DPR juga sudah dibuat menjadi nurut di bawah pengaruh politik kekuasaan, sehingga praktis tdk ada yg mampu secara signifikan menggoyahkan posisi dan keinginan politik Jokowi. Maka upaya kekuatan politik yg berseberangan dan kecewa pd Jokowi terkait proses Pemilu tidak bisa tidak harus menyesuaikan infrastruktur yg sdh disiapkan yaitu bawa masalahnya ke MK sbg gugatan. Di luar itu utk waktu dekat praktis tdk banyak yang bisa dilakukan. Sebenarnya Hak Angket paling ideal utk mengungkap adanya banyak pelanggaran UU selama persiapan dan pelaksanaan Pemilu. Tapi Hak angket itu rumit, panjang dan banyak kendala serta mudah digagalkan di jalan. Karena partai2 politik & politisi sangat pragmatis, elit elitnya mudah disandera dan diiming imingi reward jabatan. Suka atau tdk suka MK jadi pilihan yg terpaksa paling mudah dilakukan. Terlepas bagaimana nanti hasil putusan, tidak penting bagi gerakan perlawanan. Yang penting sidang MK itu bisa jadi panggung hiburan, jadi panggung hukum untuk mengungkap fakta fakta penyimpangan menurut versi penggugat di persidangan. MK akan jadi Panggung hukum yg terbuka bagi masyarakat luas untuk menyaksikan apa yg terjadi, shg diharapkan bisa jadi sarana edukasi yg membuka mata utk melihat apa yg menurut pihak penggugat sbg bukti bhw sejak awal sebelum pertandingan panitia, wasit, pengawas, aparat keamanan, hingga lapangannya sudah ada aspek kecurangan. Kalau Hak Angket di DPR bisa dihalang2i & diganggu, disabotase, proses hukum di MK lebih aman minimal dr tingkah politisi yg โ€œmasuk anginโ€ berubah2 pandangan. Sidang MK lebih steril dari manuver politisi, drpd pelaksanaan Hak Angket yg terlalu tergantung DPR dan kekuatan politik yang terlibat di lapangan. Sebagaimana sekarang semua yg terlibat proses politik di DPR berpotensi menghambat Hak Angket, sepanjang kepentingan politik mrk punya relasi dg penguasa, shg Hak Angket sulit diharapkan. Mk sidang MK bisa jd ban serep yg ditaruh di depan, untuk kontestasi komunikasi & hukum antara penggugat dg mrk yg ada di kekuasaan. Tentu para penggugat berharap Hakim2 MK sadar, mrk itu wakil2 Tuhan, yg hrs bersikap adil, jujur, bijak & independen dlm menjaga bangsa Indonesia dg konstitusinya. Para Hakim didorong mengembalikan marwah MK dg takut pd Tuhan yg mereka wakili. Bukan takut pd manusia yg sedang memegang kekuasaan. Juga meminta independensi dan integritas para hakim, shg MK bisa kembali mjd intitusi pengadil konstitusi yg dipercaya. Itu yg disuarakan mereka bersama pendukungnya. Terutama MK mengadili kecurangan Pemilu di ranah persoalan pelanggaran UU yg merusak demokrasi. Bukan mengadili persoalan angka2 yg menjadikan MK hanya sbg Mahkamah Kalkulator. Bukan pula mjd alat legitimasi penguat Mahkamah Keluarga. Bila hakim MK itu memiliki keberanian & percaya diri sebagai penjaga konstitusi Indonesia, hasilnya bisa saja menghentikan keinginan politik yg sdh direncakan. Tapi untuk independen spt itu tdk mudah, mengingat para Hakim kemungkinan merasa diawasi, dg dua hakim terancam kriminalisasi. Mk bagaimana hasil akhir keputusan MK, saya pribadi pesimis. Tidak mustahil semua kemungkinan penanganannya sdh diantisipasi dan disiapkan. Berarti besar kemungkinan keputusan MK tak akan mengubah banyak hal, hingga Prabowo Gibran dilantik Oktober nanti.

Henri Subiakto

31,705 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

#WoodyInterview #Thanapob_Lee P'Woody: ketika kamu masih di Nadao dan kemudian Nadao tutup, bagaimana hidupmu setelah itu? Tor: sakit. aku merasa seperti orang yg sakit hati. aku merasa sudah lama tidak merasa sakit seperti ini. dan hal buruknya lagi adalah karena aku tau terlebih dahulu, aku tidak mau orang yg dengar ini adalah hal yg ditutup-tutupi, tp saat itu ada banyak hal yg confidential yg kita tidak bisa dengan asal mengumumkan "iya, agensiku udah mau tutup sebentar lagi" dan sebenarnya aku selalu merasa agensi yg kutinggali tidak ada buruknya sama sekali. mereka menjagaku dengan baik. mereka memberikan dorongan untukku dengan maksimal. dan mereka memberikan banyak sekali pengalaman. yang membuat aku sadar ketika aku benar2 harus menginjakkan dunia luar dengan kakiku sendiri "wow, ternyata apa yang mereka berikan kepadaku sangatlah besar, bahkan aku tidak menyadarinya ketika aku masih disana" jadi bisa dibilang aku tidak bisa menerima bahwa Nadao akan bubar. aku tidak mau Nadao bubar. aku merasa saat itu, menurut pengelihatanku, tidak ada masalah apapun dengan agensi ini. kenapa harus tutup? apa masalahnya? saat itu aku baru mulai tumbuh dewasa, aku sudah mau memasuki kepala 3, mulai benar2 dewasa, dan aku ingat alasan aku mulai menerima kenyataan, adalah ketika aku mendengar alasan P'Yong bahwa passionnya sekarang sudah berubah. dan ini langsung menamparku karena aku sendiri adalah orang yg melakukan apapun dengan passion. aku paham betapa pentingnya passion dalam hidup. ketika ada orang yang sangat aku sayang datang ke aku dan bilang "passionku sudah berubah" aku merasa dia tidak pernah menolak/meremehkan passionku, aku tidak punya hak untuk menolak passionnya. maka dari itu aku mulai menerima. dan aku memutuskan untuk tetap tinggal sampai di hari terakhir, menit terakhir, dimana aku sama sekali tidak berusaha mencari2 agensi lain, tidak berusaha apapun. aku hanya mau tetap berada disana dari awal, mungkin aku tidak ada sejak awal agensi ini dibentuk, tp aku mau berada disini sampai detik terakhir sampai kata "Nadao" sudah tidak bisa digunakan lagi.

inn ๐Ÿ’›

23,719 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Jokowi MENANGIS, Air mata Haru atau air mata KHAWATIR? Baru pertama kali dalam doa kebangsaan, Presiden Jokowi berlinang air mata. Mungkin, karena sebentar lagi LENGSER, harus melepas nikmatnya kekuasaan dan kembali jadi rakyat biasa Tapi ada yang lebih besar dari sekadar lepasnya kekuasaan, yaitu rasa KHAWATIR terhadap masa depan anak-anak dan menantunya Rasa khawatir soal manuver politik jika tiba2 teman2 koalisinya MENGHIANATI anak-anaknya sebagaimana dia MENGHIANATI Bu Mega dan PDI Perjuangan Bisa jadi, air mata itu muncul karena pertanyaan mendalam atas kelakuan diri sendiri. Siapa saya ini? Apa yang saya lakukan 2 tahun belakangan ini? Ini bukan Jokowi yang dulu, apa yang membuat saya berubah menjadi MONSTER seperti ini? Bagi orang2 yang dulu mendukung Jokowi karena Value, anti korupsi, kejujuran, kesederhanaan, anti neptisme dan orde baru sekarang tak lagi mempercayai makna air mata itu, sekalipun sanggup menggenangi orang2 MISKIN dan LAPAR di Nusa Tenggara Timur sana Air mata itu hanyalah air mata BUAYA, agar seolah2 terlihat sedang memikirkan bangsa tetapi sejatinya tak pernah menyesali perbuatannya merusak Demokrasi dan Konstitusi Selain rasa khawatir soal masa depan anak2, ada rasa khawatir soal cara menikmati hari tua. Jika SBY sedang menikmati hari tuanya dengan melukis dan menulis (yang butuh ketengan pikiran dan batin), rasanya menikmati makananpun tak akan tenang. Maka tak heran jika tidur di Istana IKN juga sudah dirasa TAK NYAMAN Andai engkau tak menodai konstitusi, hukum dan tidak RAKUS memberi jabatan pada keluargamu, mungkin seluruh rakyat juga ikut menangisi masa2 terakhirmu Tapi, sekarang malah menertawakan air matamu. Tak ada nilai dari tiap tetesan itu, bahkan maafmu pun tak bisa menutup luka yang engkau sobek dengan pedang NAFSU kuasa itu Jika masih ada sedikit tempat bagi air matamu bagi kami, tangisilah anak2 PAPUA yang engkau janjikan akan memiliki sekolah bagus. Tangisilah rakyatmu di Nusa Tenggara yang meninggal karena KELAPARAN, tangisilah pesan ibumu agar tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme saat beliau masih hidup Dah ya, ga usah NANGIS. DRAMA mulu hidupmu

Jhon Sitorus

103,994 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Andai saya Jokowi... (menjawab video Pandji Pragiwaksono, silakan membaca atau mendengarkan suratnya saya membacakan) Mas Pandji yang terhormat, izinkan saya merespon video Mas Pandji yang ditujukan ke saya. Saya dengar Mas Pandji di Pilpres kali ini, tak mendukung Pak Anies seperti halnya di Pilgub DKI 2017 lalu. Mas Pandji beralasan bahwa Pak Anies seharusnya melanjutkan dulu perubahan yang Pak Anies lakukan di Jakarta. Mas Pandji, alasan itulah yang mendasari saya merasa harus ikut cawe-cawe dalam pilpres kali ini. Menurut Mas Pandji, apa yang dibangun Pak Anies di Jakarta selama 5 tahun bisa sia-sia jika dilanjutkan gubernur lain yang tidak satu visi karena pondasi yang dibuat selama 5 tahun belumlah cukup kuat. Begitu juga di posisi Presiden, perlu Mas Pandji sadari, bahwa membangun pondasi selama 10 tahun itu belum cukup kuat karena negara ini sangat besar. Sejak 2014, saya sudah memulai sebuah perubahan besar. Perubahan besar yang saya mulai ini, menurut saya, harus terus berlanjut. Pembangunan pondasinya saja belum benar-benar selesai, akan besar sekali kerugian negara ini jika pondasi itu dibongkar kembali. Jika di pemerintahan selanjutnya, arah pembangunan harus diubah lagi, maka pembangunan tidak akan sampai ke tujuan karena kita harus sibuk membuat pondasi lagi. Kita pastinya tidak mau itu terjadi. Kita tidak ingin setiap kali pergantian pemerintahan, isu yang diangkat adalah perubahan. Kondisi yang terus berubah pasti tidak kondusif bagi dunia usaha. Sebagai bangsa, kita masih terus berproses agar suatu saat nanti, pergantian kepemimpinan nasional tidak lagi mengubah arah pembangunan bangsa ini ke depan. Arah pembangunan akan tetap pada jalurnya siapapun presidennya. Bayangkan, pembangunan sekelas IKN pun bisa terancam tak dilanjutkan hanya karena ada pihak yang tidak suka dengan saya. Pembangunan IKN, jalan tol, jalur kereta api, atau pembangunan yang lain, semua itu bukan tentang saya. Itu kepentingan bangsa yang jauh lebih besar dari sekadar nama pribadi saya. Saya rela nama saya dihapus dan tidak disebut sebagai pencetus pada program-program pembangunan itu asalkan semua program itu tetap dilanjutkan. Jadi, ini bukan tentang saya, ini untuk kepentingan bangsa ke depan. Pembangunan ini harus tetap jalan. Ini bukan tentang saya, apalagi tentang keluarga saya. Ini tentang Indonesia yang sudah menentukan arah pembangunannya, dan saya tidak ingin kita berbelok dan memulai dari nol lagi. Betapa mahalnya pengorbanan kita yang terbuang jika kita mulai dari nol lagi. Siapa yang dirugikan? Rakyat Indonesia. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi di pemerintahan selanjutnya, insya Allah saya dan keluarga masih bisa hidup layak. Jadi, ini bukan tentang kehidupan saya. Ini tentang kerugian negara ini jika pembangunan ini tidak dilanjutkan. Untuk bangsa ini, saya rela kalau hanya dituduh: - Jokowi memanipulasi konstitusi. - Jokowi membangun politik dinasti. - Jokowi otoriter. - Jokowi perusak demokrasi. - Gibran anak haram konstitusi. Silakan saja menuduh saya dan keluarga. Perlu Mas Pandji ketahui bahwa dari orang tua saya, saya pribadi, hingga anak-anak saya, sudah terbiasa mendapatkan tudingan yang jauh lebih buruk dari itu. Tujuan saya melakukan cawe-cawe ini hanya satu, yaitu Indonesia yang lebih baik di masa depan. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, yang penting saya dan keluarga saya tidak melanggar hukum dan bisa melihat Indonesia menjadi lebih baik. Tidak masalah saya dituduh melanggar etika, karena tuduhan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan besarnya manfaat yang akan kita raih untuk negara ini. Mas Pandji, sekarang coba kita ingat ucapan Bung Karno, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri." Nah, Mas Pandji sekarang tahu, kan, bagaimana beratnya perjuangan saya menghadapi semua tudingan itu? -lanjut๐Ÿ‘‡-

Hasyim Muhammad

371,642 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

Tidak Heran, Maruarar Sirait Pamit dari PDI Perjuangan Mendengar kabar, bahwa Maruarar Sirait pamit dan menyerahkan KTA ke DPP PDI P kemaren malam. Hal itu sebenarnya biasa saja, karena semua mempunyai pilihan masing-masing. Tetapi ada dua aspek yang ingin saya bicarakan, Pertama, Bang Ara ini adalah kader PDI P sejak 1999, berarti terhitung sudah kurang lebih 25 tahun ia ada dalam barisan dan ideologi PDI P. Ayahnya, Sabam Sirait merupakan salah satu pendiri Partai Demokrasi Indonesia. Dengan hitungan menjadi kader dan mendapatkan darah PDI, seharusnya Bang Ara ini sudah kenyang dengan ideologi yang membawanya sampai saat ini. Bang Ara ini pernah mengkampanyekan Ganjar Pranowo secara akbar di basis konstituennya, ia sadar bahwa Ganjar dapat merubah nasib masyarakat yang "bukan siapa-siapa" ini. Kedua, alasan ia keluar adalah ingin mengikuti jalan Joko Widodo . Jalan apa yang akan dia ikuti, mengubah konstitusi demi anaknya? membuat demokrasi kita menjadi mendung? Sebenarnya bukan hal besar, ketika Maruarar Sirait ini pamit dari PDI P, karena mungkin beberapa sudah mendengar kabar ini sudah lama, ia hanya mencari momen yang pas untuk pamit dan ingin mengikuti jalan Jokowi. Dengan alasan tersebut, membuat kami di barisan Ganjar Mahfud tidak gentar, karena sudah jelas bahwa ia mendukung Jokowi untuk memenuhi hsrat kekuasaannya. Lobi-lobi apa yang disampaikan olelh Jokowi? Janji manis apa yang dismapaikan kepadanya. Mungkin itu komentar terkait pamitnya Maruarar Sirait dari partai yang telah membesarkannya. Dua hal lagi yang perlu diingat, Maruarar Sirait ini lebih gentle daripada Gibran Rakabuming Bobby Nasution Budiman Sudjatmiko (IG: kelasinspirasibudiman) serta Jokowi itu sendiri. Kedua adalah rekam jejak digital itu nyata adanya dan tidak bisa dihapus sampai kapanpun. Selamat bertemu di medan tempur dengan kawan barumu Bang Ara !

gusjunun

316,496 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

๐—ž๐—˜๐—ก๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—๐—”๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—˜๐—ฅ๐—š๐—œ ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ž๐—”๐—ง๐—” ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—•๐—”๐—›๐—”๐—ก? Anies Baswedan adalah salah satu juru kampanye terhebat yang pernah dimiliki Jokowi. Jokowi belum tentu jadi presiden tanpa dukungan Anies Baswedan dan #99, ada yang bisa bantah? Dalam video ini, Anies Baswedan mengusung tema PERUBAHAN artinya atas nama dan persetujuan timses serta Jokowi-JK tentunya. Lalu kenapa sekarang pada alergi dengan kata perubahan itu? A NEW HOPE adalah sematan yang ditempelkan pada gambar wajah Jokowi di majalah Times, HOPE (HARAPAN) adalah intisari dan daya gerak dari perubahan itu sendiri! Seperti halnya Obama yang mengusung CHANGE, STAND FOR CHANGE dan CHANGE WE CAN BELIEVE IN! APA ARTINYA PEMILU DAN PILPRES YANG MENELAN BIAYA MAHAL PULUHAN TRILIUN BILA TIDAK ADA HARAPAN UNTUK MENUJU PERUBAHAN BERBANGSA DAN BERNEGARA KE ARAH YANG LEBIH BAIK? Meraka yang digadang-gadang menjadi calon pemimpin tapi mengunci, menampikan dan alergi terhadap kata perubahan sesungguhnya mereka sudah melakukan pembohongan publik sekaligus melawan hukum alam, sunatullah! Mereka tidak lebih dari penghamba kekuasaan belaka! PERUBAHAN adalah keniscayaan. Apakah negara Indonesia statusnya sudah jadi negara maju sehingga tak memerlukan perubahan? Apakah kehidupan rakyat di negara kita sebagian besar sudah merasakan keadilan dan kemakmuran sehingga tidak memerlukan perubahan? Apakah ada jaminan 100% program pemerintahan sekarang yang dijalankan itu semuanya baik, sempurna tanpa cela? Apakah semua indikator ekonomi, pembangunan dan lain-lain di era pemerintahan Jokowi lebih baik dari era sebelumnya sehingga tidak memerlukan perubahan? Masih debatable! KEBERLANJUTAN progam kerja era pemerintahan Jokowi ke era selanjutnya adalah kepastian! Siapa pun presidennya, bahkan bila yang jadi presiden adalah Anies Baswedan sekalipun. Anies Baswedan selalu bilang, suatu program dilanjutkan bila mencerminkan prinsip keadilan dan kesetaraan, berdasarkan ilmu pengetahuan dan akal sehat, mengedepan kepentingan umum (publik) serta sesuai dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku. Bila memenuhi syarat itu maka publik sendiri yang akan menjaga dan mempertahankannya. Bila tidak, maka harus dikoreksi dan diperbaiki. Perubahan yang terjadi yaitu program yang baik akan dikembangkan dan dijadikan lebih baik lagi, yang belum ada dilakukan inovasi, terobosan baru sesuai perkembangan zaman dan kepentingan terkini yang ada di masyarakat. Dan seterusnya. Bila melihat dan memahami keseluruhan isi orasi dalam video ini, maka sebenarnya yang layak menjadi "Putra Mahkota" penerus Joko Widodo ya Anies Rasyid Baswedan! Cc Partai Demokrat Partai NasDem DPP PKS

King Purwa

338,761 Aufrufe โ€ข vor 2 Jahren

Kejadian yogyakarta, tgl 3 Juli 2025 Singkat cerita saya dan pacar saya kekampus mengurus keuangan dn keperluan lainnya. Jd dari pada harus bolak balik ketingan seturan, saya memutuskan untuk ikut pacar saya narik, selain itu jg ojol pasti tau kalau kondisi malam hari terkadang nganter sampai ke pelosok" jadi saya berniat sekalian menemani. Sudah dpt beberapa orderan kami lanjut makan sebentar & membeli pakan untuk kucing kami di daerah godean krn kami tidak jadi mengambil SISTEM HUB dan memutuskan narik sembari arah pulang yaitu ketingan. Saat membeli pakan kami dpt pesanan DOUBLE ORDER DARI SISTEM SHOPEE KARENA TERIMA OTOMATIS. Yang satu fore coffee dan yang satu special sambal. Niat hati pacar saya kasian sama yg order fore coffee nunggu lama krn dia pernah dpt orderan special sambal dan memang lama disiapkan bisa sampai 1 jam. Oleh krn itu dia chat customer fore yg intinya menanyakan buru" atau tidak dan juga menjelaskan dpt double order krn sistem. Tp customer langsung tlfn dan TIDAK MAU TAU hrs on time katanya *saya dengar sendiri dgn nada ketus. Pacar saya langsung buru" dan ngebut untuk pick up orderan. Sesampai di fore ternyata masih di proses, jd kita harus menunggu. Setelah fore selesai kami langsung ke SS, dan seperti yg sudah diduga pesanan masih on process dan kami harus menunggu lumayan lama. Kami jg sudah blg ke pihak resto kalau cstmr sudah marah". Dan saya pun konfirmasi ke cstmr fore "next time kalau buru" bisa pesan yg prioritas ya kak๐Ÿ™". Saat chat itu cstmr tidak membalas lagi. Setelah ss selesai kami lngsung mengantar pesanan ke cstmr 1. *kondisi pacar saya ngebut. Berjalan lancar. Namun saat mengantar psanan kedua jln yg akan dilalui ini ternyata macet sekali, kata org disekitar krn ada kirab. Kita pun cari jalan lain dan muter untuk menghindari macet. Kami mencoba konfirmasi ke cstmr bahwa jalan macet sehingga kami sdng mencari jalan pintas. Cstmr tsb membalas "biar bintang yang berbicara". Dari chat ini dan saat dia tlfn saya sudah punya bad feeling. Kami telat -+ 5 menit dr estimasi shopee. Dan saya memutuskan untuk merekam hal ini. Ternyata benar sesampainya disana (bantulan) seperti yang divideo, pacar saya mencoba untuk memberikan pesanan dan mau langsung pergi. Tetapi cstmr tsb mlh menantang "mau dikasih bintang brp mas?" *dgn nada sengak. Pacar saya menjawab "bintang 5 mas kalo bisa krn ngaruh ke performa" dan intinya seperti divideo. Saat pacar saya menjelaskan double order dr sistem dan masnya tidak percaya, saya ingin membantu menjelaskan apa itu DOUBLE ORDER TERIMA OTOMATIS, krn saya tau pacar saya kurang bisa dlm komunikasi yg baik. Tp mas tsb emosi dan seperti yg ada divideo kamu adu mulut dan mas tsb jg bilang "aku pelayaran lho mbak". Saya balas "la trs ngopo mas nek pelayaran?". Disitu mulai memanas. Keadaan semakin memanas dan ada satu org entah saudara atau kakak LAKI" dr cstmr yg akhirnya tersulut, mengangkat kerah baju saya dan menyeret" saya seperti divideo yg membuat tangan dan muka saya lecet" akibat kuku. Ya betul yg melakukan tsb malah bukan org yg cekcok dgn saya. Saya smpt shock dan blank rasanya, tdk tau apa dan siapa saja yg org" tsb lakukan pd saya. Kejadian selanjutnya tidak terekam saat saya dijambak oleh salah satu bapak" yg ada didalam video dan satu lagi saya tidak tau siapa yg menjambak. Saya hanya merasakan dijambak dibagian kiri dan kanan kepala saya. Dan hanya sempat menoleh ke arah bapak di kiri saya krn saya sembari bangun krn terseok" ditarik" kesana kemari sampai kacamata saya terlepas. Saat saya sadar hp saya sudah tidak merekam dan memori saya full, saya mencoba untuk live di instagram. Namun tidak lama dr situ kami berhasil kabur krn sudah banyak warga yg datang dn mulai memisah. Krn sebelumnya yg mencoba "sok" memisahkan adalah keluarga pihak tsb tp malah berujung saya dikeroyok dan diintimidasi. Sy berharap masalah ini dapat di proses secepat dan seadil"nya oleh pihak yg berwenang. Krn kejadian ini tdk hanya luka fisik tetapi jg psikis (Sweetypie)

Merapi Uncover

2,419,736 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Sayang ya, kenapa diselipkan tuduhan "partai mana yg sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan". Jika maksudnya Parpol yg punya kursi di Parlemen, kan tdk semua ada di pemerintahan 10 tahun belakangan ini. PKS dan Demokrat misal. Sejengkel2nya saya ke PKS, tak pernah sy tuduh mereka tersandera kekuasaan. Bahkan se-tak sukanya sy ke chief Anies Rasyid Baswedan yg demikian jumawa merendahkan Pak Prabowo dg beri nilai 11 dari 100, tetap saya bela saat anda difitnah Kurawa dgn tuduhan selama menjabat Gubernur telah menghancurkan banyak rumah ibadah/gereja. Tuduhan tanpa bukti itu adalah fitnah yg keji. Kecuali anda bisa buktikan seluruh Parpol itu tersandera. Apalah lagi, anda pernah menunggangi PKB dan PKS, juga NasDem, koq mau anda bersama2 parpol yg tersandera? Kata2 yg tak patut chief, karena secara tak langsung anda juga menuduh Parpol non Parlemen. Padahal jauh lebih apik ucapkan saja "masuk ke Parpol yg ada saat ini, belum tentu bisa sama dgn cita2 dan misi perubahan yg akan kita bawa". Selesai, tanpa perlu menyebar tuduhan, yg bisa jadi anda diminta membuktikan. Amatan saya, Chief Anies memang punya karakter menambah musuh dibanding menambah kawan. Berkawan hanya saat seiring, tapi saat berbeda, bersilang jalan, langsung bermusuhan. Hanya pintar memanfaatkan, tanpa mau memberi. Hati2 chief, jika takdirnya anda nanti bisa membuat partai baru, maka tetap saja anda butuh partai lain untuk berkoalisi menjadi kawan seiring. Bila belum apa2 sudah menuduh sana sani, nanti akan sulit partai lain berkoalisi, membangun kerjasama. Atau nanti akan diungkit2 kata2 tuduhan anda hari ini. Btw: Selamat mewujudkan cita2 mendirikan Ormas atau Partai baru chief. Kita tunggu, apa betul2 mampu mewujudkan, tak sekedar omon omon.

Ferry Koto

154,512 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr

Pernah punya pasien mantan pejabat Ngamuk di UGD krn merasa ribet dgn aturan BPJS Gaya masih sok orang besar, selalu merendahkan orang lain.. Maunya pakai BPJS tapi nda mau ikut aturan BPJS Namanya juga Sistem, ngga kenal mantan pejabat Kalau data nda lengkap, ya sistem tidak akan bisa dibuka, pilihannya bayar pribadi atau harus melengkapi Karena bicaranya sombong & merasa paling benar, kesal juga sayaโ€ฆ Akhirnya saya bilang.. โ€œ Maaf ya Pakโ€ฆterpaksa saya harus katakanโ€ฆ.Inilah fakta keruwetan yg selama ini di alami rakyat & kami nakes, akibat sistem kesehatan yg tidak Pro Rakyat โ€ฆcoba waktu Bapak menjabat dulu, kekuasaan Bapak dipakai untuk membuat aturan yg baik, kan hari ini Bapak tidak akan mengalami hal tidak menyenangkan ini, jadi tolong sabar saja menjalaninya seperti kami selama ini โ€œ Saya berharap dgn cerita ini, para Pejabat & Bapak-Ibu dewan di gedung Rakyat ingat bahwa jabatan tidak akan abadiโ€ฆkebijakan yg Bapak-Ibu buat saat ini, nanti akan berefek pada Bapak-Ibu juga keluarga. Saat ini mungkin Bapak-Ibu masih diatas Kelak jika turun lagi ke Rakyat, belum tentu nasib Bapak-Ibu akan selamanya diatas Roda akan terus berputar Dan setiap kita akan menuai dari apa yg telah kita perbuat Kebaikan yg kita lakukan, kebaikan yg akan kita tuai Juga sebaliknya, keburukan yg kita lakukan, keburukan pula yg akan kita tuai Jadi bijaklah dalam bersikap.. Gunakan hati nurani dalam membuat kebijakan Nasib Bangsa & Negara saat ini ditangan Bapak-Ibu sekalian Ratusan tahun kita di jajah, Banyak darah pejuang yg tumpah demi memperjuangkan kemerdekaan Jangan sampai krn kebijakan yg salah.. Hilang sudah kedaulatan negara Hancur masa depan bangsa Hancur Indonesia Raya Terjajah lagi rakyat Indonesia Tolong demi Ketahanan Nasional Tolak RUU Kesehatan Omnibuslaw yg patut dicurigai, dibuat bukan krn kepentingan Rakyat #TolakRUUKesehatanOmnibuslaw #tolakkapitalisasikesehatan Rakyat & Nakes Bersatu, Pasti Bisa โœŠ๐ŸปโœŠ๐Ÿป Mohon Doa & Dukungan Saudara kami semua, dukung perjuangan ini Demi masa depan kita, anak - cucu dan masa depan Indonesia Demi rakyat Indonesia, kami penerus Boedi Oetomo akan hadir putihkan Jakarta, mengobati kebijakan yg sakit Kami terpaksa kembali turun ke jalan 5 Juni 2023, 5 OP bersatu melawan arogansi kekuasaan..demi Rakyat โœŠ๐Ÿป Panjang Umur Perjuangan โœŠ๐Ÿป

Eva Sri Diana Chaniago

136,109 Aufrufe โ€ข vor 3 Jahren

HOTMAN SALAH, JOKOWI TIDAK AKAN DIADiLI !! Saya justru memprediksi berbeda dengan Bung Hotman Paris ini. Yang disidangkan nanti bukan kasus pencemaran nama baik dengan pengadu pak Jokowi. Apalagi dengan mewajibkan pelapor hadir di Persidangan untuk menunjukkan keaslian ijasahnya dan ikut sidang. Kayaknya akan ada yang menghindari seperti itu terjadi. Tapi kemungkinan nanti kasus ini akan dialihkan menjadi sidang pidana tentang Kejahatan terhadap Komputer (Computer Crime) yang sanksinya 12 tahun terhadap Roy dan Tifa sehingga beralasan ada penahan. Dengan kasus kejahatan terhadap komputer maka JPU punya alasan objektif bisa menahan terdakwa. Arah ini sudah nampak dengan skenario ditahannya dua orang tersangka tersebut oleh Kepolisian atas nama P-21. Karena kalau tetap kasus Fitnah atau Pencemaran Nama baik menurut UU, polisi ataupun Jaksa tidak bisa nahan baik berdasar alasan objektif maupun subjektif. Secara objektif sanksi maksimalnya di bawah 5 tahun. Dulu sanksi UU diturunkan oleh Pemerintah dan DPR, sengaja karena tahu di lapangan sanksi yg tinggi oleh penegak hukum sering dipakai untuk nahan. Maka pasal pasal ITE sanksinya diturunkan terus agar tdk ada lagi penahanan. Apalagi secara subjektif para tersangkanya tidak pernah melarikan diri, tidak merusak barang bukti dan tidak mengulang perbuatan yg ditersangkakan. Kalau Roy & Tifa acap diundang bicara di TV lalu disebut mengulang perbuatan, tentulah beda. Tampil di TV itu tunduk pd UU Pers. Bukan ranah UU ITE maupun KUHP. Jadi tdk bisa disebut mengulang ulang perbuatan. Kalau mereka dipaksakan ditahan berarti upaya DPR dan Pemerintah menurunkan sanksi dalam UU gak ada gunanya. Diabaikan oleh polisi atau jaksa. Penegak hukum justru tidak menghargai hukum dan pembuat hukum. Toh pada kasus yg jadi perhatian publik saja dilakukan penahanan. Bagaimana dengan yang gak diperhatikan? Selalu saja ada alasan yang mengada ada. Di Kasus Fitnah itu mengharuskan pelapor hadir. Itu yang berdasar analisis akan dihindari Jokowi. Beda lagi dengan Kejahatan Komputer yang bukan delik Aduan, melainkan delik Umum yang diatur dalam pasal 32 dan 35 UU ITE. Jadi menurut analisis saya Jokowi tidak akan datang di Pengadilan dengan berbagai alasan. Tapi Roy dan Tifa yang sudah ditersangkakan dan sebentar lagi diterdakwakan dg Kejahatan yg sanksi pidananya sangat tinggi, seolah jadi sah ditahan. Walau tanpa ada alat bukti valid terkait komputer korban, dan alat bukti informasi elektronik yang jadi sasaran pidana pelapor. Atau bisa juga nanti akan disusulkan dengan berbagai alasan. Siap siap saja nanti publik banyak melihat kejanggalan, kelucuan, dan pemaksaan serta pembelokan. Dari kasus fitnah terkait ijazah, berubah yg disidangkan jadi kejahatan terhadap komputer. Yaitu masalah pasal 32 mengubah ubah informasi elektronik dan pasal 35 manipulasi informasi elektronik seolah asli. Pada pokoknya dicari pasal yg menakutkan sanksinya, walau substansi norma tidak relevan sekalipun. Bahkan itu memelencengkan norma asli UU ITE. Nanti jika tidak terbukti unsur unsur pidananya terpenuhi di Pengadilan, setidaknya bagi pemesan sudah menyaksikan terdakwanya ditahan. Lumayankan melihat mereka sudah di sel hingga dimungkinkan dikapokkan. Itulah bentuk dintimidasi secara psikis dan fisik terhadap mereka yang berseberangan secara politik. Secara umum penahanan itu sudah identik dengan sanksi fisik dan psikologis yg berat, yang telah dikenakan sebelum ada keputusan Hakim. Dikenakan sebelum ada keputusan pengadilan yg menyatakan mereka bersalah. Itulah wajah keadilan dan cara kerja penegak hukum kita yang selama ini dianggap wajar dan sering terjadi di mana mana. Begitu mudah menahan orang, dan begitu biasa melakukannya dalam kasus pidana ITE di Pengadilan Pengadilan Negeri di berbagai daerah. Semata mata dipakai nutupi kasus besar. Maka kita tunggu lagi komentar Pengacara Terkenal Kita Bang Hotman Paris hutapea Yang Ganteng dan Pintar setelah terjadi berbagai keanehan nanti.

Henri Subiakto

34,042 Aufrufe โ€ข vor 24 Tagen

๐—ฃ๐—”๐—›๐—”๐— ๐—œ ๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐——๐—˜๐—ก ๐—ฃ๐—ฅ๐—”๐—•๐—ข๐—ช๐—ข. Presiden Prabowo sudah persilahkan rakyat untuk berekspresi secara serius, tapi sayang, rakyatnya banyak yang tidak juga paham. Tiap kali rakyat teriak minta Prabowo makzulkan Gibran, adili Jokowi dan antek-anteknya, seakan Presiden dapat seperti membalikkan telapak tangan untuk memenuhi tuntutan mereka, โ€œtidak begitu aturan mainnyaโ€ฆโ€. Jika rakyat jeli, maka mereka akan paham dengan apa yg terlihat dari dicokoknya Noel oleh KPK. Apakah ketika Prabowo berkuasa sebagai Presiden lalu serta merta Prabowo memerintahkan aparat langsung menangkap Noel lantaran dulu Noel pernah ngotot agar Polisi tangkap Prabowo dalam kasus Ratna Sarumpaetโ€ฆ? Tentunya tidak. Prabowo justru malah naikan Noel jadi Wamen hingga sampai-sampai orang mengira Prabowo berhati malaikat yg tak pernah menyimpan dendam. Padahal, semua diputuskan Prabowo karena moralnya Noel sudah sangat mudah dibaca. Hasilnya, dalam hitungan bulan, Noel pun dicokok KPK. Itu satu hal..!!. Hal kedua. Apa yg terlihat dari โ€œtak tersentuhnyaโ€ Rismon Sang Pembuka Misteri Ijazah Jokowi oleh aparat hukum..? siapa yang tak kenal Rismon..? Kurang โ€œgilaโ€ dan nekat bagaimana Rismon dalam membuat pernyataan di media. Tito, Khrisna Murti, M.Nur Azhar, semuanya Jenderal Polisi, habis โ€œdi setan-setaninโ€ oleh Rismon didepan media. Bukan hanya personal Polrinya, namun juga institusi Polri dikritik habis-habisan. Hercules pun ditantang jika ingin menggunakan kekerasan untuk menghadapi dirinya. Rismon bahkan mempersilakan aparat untuk menangkap dirinya. Siapa yg tidak tau Ketum Partai Coklat..? Dengan kekuasaannya, Ketum Parcok pasti dengan mudah dapat membuat Rismon dipenjara. Siapa yg tidak kenal HERCULES..? Panglima GRIB yang memiliki ratusan ribu preman sebagai anak buahnya. Tapi nyatanyaโ€ฆ..? apakah Rismon ditangkap aparat..? Apakah Rismon dibunuh Preman..? TIDAK..!! Rismon aman dan baik-baik saja..!!. Jadi siapa yg bisa melindungi Rismon dari dicokok aparat hukum dan dipersekusi preman..? Mikiiirrrโ€ฆ.!!!. Hal ketiga. Dulu ketika massa 212 bergerak menuju Monas, berapa banyak pasukan yg dikerahkan untuk menghalangi rakyat dari berbagai wilayah masuk menuju Jakarta. Dari stasiun kereta dihalangi masuk, dari Bus dan Truk disuruh putar balik. Lalu mengapa pada rencana tanggal 25 Agustus 2025 besok rakyat begitu lancar dan mudahnya bergerak berkumpul di Jakarta tanpa ada yang menghalang-halangiโ€ฆ? Memangnya siapa yg mampu melarang pasukan keamanan untuk tidak menghalangi RAKYAT BEREKSPRESIโ€ฆ.? Please, cerdaslah sedikit dalam memahami setiap kejadian. Jadi, jika pintu ruang pesta sudah dibuka, tuan rumah sudah mempersilahkan masuk, musik telah dilantunkan dan suguhan telah siapkan dengan begitu lengkapnya, maka cara menghormatinya adalah dengan BERDANSA & MENIKMATI HIDANGAN yang telah disajikan. Selamat berdansa dan bergembira di Pesta Rakyat untuk menyongsong perubahan masa depan yang lebih baik, karena setelahnya Indonesia Akan Terang tanpa antek-antek dan dinasti Mulyono.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

20,008 Aufrufe โ€ข vor 10 Monaten