Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Hasil jepee cair? Malam panjang dulu 𝐆𝐚𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠 : 𝐆𝐚𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐒𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠 : $kerabatslot

27,301 views • 8 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

𝗣𝗢𝗗𝗖𝗔𝗦𝗧 𝗬𝗕𝗠 𝗘𝗣𝗜𝗦𝗢𝗗 𝟱𝟳: 𝗟𝗔𝗣𝗢𝗥𝗔𝗡 𝗥𝗖𝗜 𝗧𝗔𝗕𝗨𝗡𝗚 𝗛𝗔𝗝𝗜 Malam ini, Podcast YBM Episod 57 kembali bersiaran pada jam 9.00 malam di saluran YouTube dan TikTok saya. Sediakan kalkulator dan buku nota. Perbincangan malam ini akan panjang dan padat. Kita akan mengupas secara terperinci angka-angka dalam Laporan RCI Tabung Haji yang sedang hangat diperkatakan, satu demi satu. Bukan sekadar mengulas kandungan laporan RCI, saya juga akan menjawab persoalan yang lebih besar: apakah sebenarnya yang berlaku kepada Tabung Haji, dan di manakah kedudukan Tabung Haji hari ini? Sejak laporan ini diterbitkan, saya melihat pelbagai pihak segera membentuk naratif masing-masing. Penyokong PH bersorak sambil mempersendakan UMNO. Yang UMNO buat-buat tak nampak, lalu terus bertanya, "Mana sakaunya?" AMANAH pula tampil menyatakan bahawa Tabung Haji berjaya diselamatkan hasil usaha mereka. Pada masa yang sama, ramai yang mengulangi penjelasan Dato' Seri Anwar Ibrahim bahawa laporan ini kononnya tidak didedahkan selama tiga tahun kerana kerajaan perlu memberi ruang untuk memulihkan Tabung Haji terlebih dahulu. Kini, apabila Tabung Haji dikatakan sudah kembali kukuh, barulah laporan itu didedahkan bukan kerana pertimbangan politik. Persoalannya, adakah semua dakwaan ini benar? Adakah setiap pihak sedang berpandukan fakta, atau sekadar memilih fakta yang menyebelahi naratif politik masing-masing? Malam ini, saya akan membawa kita semua meneliti angka, kronologi dan fakta supaya kita boleh menilai sendiri apa yang sebenarnya berlaku berdasarkan fakta dan angka, bukan sentimen atau propaganda politik. Semua persoalan ini akan saya jawab dalam Podcast YBM Episod 57, malam ini, 31 Julai, jam 9.00 malam, di saluran YouTube dan TikTok saya.

Rafizi Ramli

10,963 views • 1 month ago

DPO bandar narkoba sekaligus pengelola tempat hiburan malam HH Club, Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Basri Lewaimang, tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (20/8). Basri tiba sekitar pukul 17.18 WIB. Ia terlihat mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam dengan kedua tangan diborgol saat digiring masuk ke Gedung Bareskrim Polri. Basri tidak mengucapkan sepatah kata pun saat digiring masuk ke ruang pemeriksaan. Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan sebelumnya Basri diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia. Untuk peran Basri sendiri, penyidik masih mendalami. Namun penyidik menduga Basri merupakan koordinator di tiga tempat hiburan malam, yakni HH Club, P1, dan P2. Sebelumnya Basri masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia merupakan pengelola tempat hiburan malam HH Club, Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Kepulauan Riau. Tempat hiburan malam tersebut diduga menjadi tempat transaksi jual beli narkotika sebelum digerebek Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri pada Senin (10/8) dini hari. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 32 orang yang terdiri atas pengedar, penyuplai, dan pihak manajemen. Polisi juga menyita lebih dari 700 butir obat terlarang dari berbagai merek serta uang lebih dari Rp 200 juta yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika. 📸: Dok. kumparan/Kevin Daniel. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | vidol | R375 | R099 | E067 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

17,660 views • 12 days ago

PSS Sleman Resmi Naik Kasta ke Liga 1: Stadion Maguwoharjo Bergemuruh dalam Isak Tangis dan Anthem 'Sampai Kau Bisa' SLEMAN – Sejarah baru tercipta di Bumi Sembada. PSS Sleman resmi memastikan diri promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1, setelah menumbangkan tamunya PSIS Semarang dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini disambut haru biru oleh ribuan pendukung setia Laskar Sembada yang memadati Stadion Maguwoharjo. Sejak peluit pertama dibunyikan, PSS Sleman tampil menekan. Didorong oleh ambisi besar untuk kembali ke kasta tertinggi, anak-anak asuh PSS bermain taktis dan agresif. Tiga gol tanpa balas bersarang di gawang PSIS Semarang, sekaligus mengunci tiket otomatis menuju Liga 1. Kemenangan ini bukan sekadar raihan poin, melainkan pembuktian dari perjuangan panjang klub kebanggaan warga Sleman tersebut. Momen Paling Emosional: Anthem yang Menggetarkan Jiwa Sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, suasana stadion yang semula bising dengan sorak-sorai mendadak berubah menjadi sakral. Para pemain, staf pelatih, dan ribuan suporter berdiri bersama untuk menyanyikan anthem kebanggaan, "Sampai Kau Bisa". Momen ini menjadi puncak emosi dari seluruh rangkaian pertandingan. Dalam video yang beredar, terlihat para pemain melingkar di tengah lapangan sambil merangkul satu sama lain. Ribuan flare dan lampu ponsel dari tribun penonton menciptakan pemandangan yang magis di bawah langit malam Sleman yang syahdu. Suara ribuan orang yang menyanyikan lirik "Sampai kau bisa, sampai kau bisa... menggapai mimpi di angkasa" terdengar menggema hingga ke luar stadion. Tak sedikit suporter dan pemain yang meneteskan air mata haru, menyadari bahwa penantian panjang untuk melihat PSS Sleman berlaga di Liga 1 akhirnya terwujud. Dengan hasil ini, PSS Sleman dipastikan akan bersaing dengan klub-klub elit tanah air musim depan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi sepak bola Yogyakarta untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional. Malam ini, Sleman tidak tidur. Perayaan kemenangan dan keberhasilan promosi ini akan terus dikenang sebagai salah satu malam paling bersejarah bagi seluruh pecinta PSS Sleman. Ale!

Merapi Uncover

19,401 views • 4 months ago

TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menarasikan penjual es di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, diduga menggunakan bahan spons. Video tersebut sempat menimbulkan keresahan publik setelah penjual es diamankan oleh personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik kepolisian, es yang dijual dipastikan berbahan makanan dan aman untuk dikonsumsi. Ia menegaskan tidak ditemukan penggunaan bahan berbahaya seperti yang dinarasikan dalam video. Donny menyampaikan, klarifikasi telah dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa di Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam, menyusul beredarnya video tersebut di media sosial. Menurutnya, peristiwa itu terjadi akibat kesalahpahaman di lapangan antara aparat keamanan dan warga. Saat ini, aparat juga telah melakukan pendekatan persuasif dengan menemui pedagang es bernama Suderajat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan melalui dialog. TNI berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi di masyarakat dan mencegah munculnya konflik berkepanjangan akibat kesalahpahaman tersebut. 📸: Dok. kumparan, Istimewa, kumparan/Ryan Iqbal. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | video | R207 | R199 | E050 | E099 | E053 | E174 | V172 #esgabus #tniad #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

15,852 views • 7 months ago

Hasan Nasbi Ingatkan Menkeu Purbaya soal Jasa Besar Jokowi & Luhut: Nggak Ada Orang Tiba-tiba Hebat Eks Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi kembali melayangkan kritiknya pada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kali ini, Hasan Nasbi menyindir Purbaya yang seolah lupa akan jasa Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden ke-7 Joko Widodo. Dalam video yang beredar di media sosial, Hasan Nasbi menyebut bahwa Purbaya dulunya dilantik sebagai Kepala LPS oleh Jokowi. “Itu Menteri Keuangan (Purbaya) dulu Kepala LPS dilantik oleh Pak Jokowi,” ujar Hasan dalam videonya yang beredar luas di media sosial (28/10/2025). Hasan Nasbi menegaskan, Purbaya sebelumnya juga pernah menjadi staf di bawah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. “Jadi staff aja ngikut Pak Luhut, bertahun-tahun dari KSP malah gitu,” ucapnya. Hasan Nasbi menuturkan, tak ada sosok yang tiba-tiba muncul dan menjadi hebat. Namun pasti melalui sebuah proses yang sangat panjang. Hasan Nasbi memastikan, orang-orang yang pantas duduk di pemerintahan seharusnya adalah mereka yang tumbuh melalui proses panjang dan pengalaman yang teruji. “Orang hebat-hebat yang bisa masuk pemerintahan itu kan orang yang berproses panjang gitu. Kan nggak ada tiba-tiba muncul dari perut bumi ini hebat, ini kan nggak ada,” kuncinya. Hasan Nasbu menilai, komunikasi Purbaya kerap baku tikam dengan pejabat lain dan bisa melemahkan soliditas pemerintahan. Menanggapi hal itu, Purbaya justru membantah dengan membawa data hasil survei yang menunjukkan tren kepercayaan publik terhadap pemerintah terus meningkat. Data tersebut dirilis oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Oktober 2025, sebulan setelah dirinya resmi masuk kabinet sebagai Bendahara Negara. (ist)

Tribunnews.com

12,154 views • 10 months ago

Tidak ada, sekali lagi pake huruf kapital biar masuk ke otak-otak yang mau beranak, nih, TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK MEMASTIKAN ANAK TUMBUH CERDAS SELAIN DENGAN RAJIN MEMBACAKAN ANAK BUKU SEDARI LAHIR. This is probably the single most IMPORTANT action parents can take to ensure their children will live an intelligent life. Dibacain dari LAHIR, ya. Biar dia belum ngerti juga, gapapa, ibaratnya kamu ngenalin konsepnya aja dulu. Ini udah di mana-mana risetnya, udah no-brainer, kalo masih ga dilakuin juga... 😞 Kayaknya ini harus jadi bahasan wajib ama pasangan kalo kalian berencana punya anak: Apa sanggup konsisten bacain anak buku setiap malam? Anak itu pintarnya bukan karena sekolah bagus, bukan karena dibeliin buku-buku mahal, anak itu pintar karena dia mampu mendengar dan mengartikan. Kemampuan mendengar ini paling baik diasah dari umur 0-5 tahun. Kalo setelah itu apa udah ga bisa lagi? Bisa, tapi susah. Kamu maunya susah ato gampang? "Tapi anaknya ga bisa diem." "Tapi anaknya ga tertarik." Ya udah. Tetap jalankan kewajibanmu membacakan buku. Kalo kamu tekun, lama-lama pasti berbuah hasil. Anak kalo masih kecil ya emang ga bisa diem, biarin aja, namanya juga anak-anak. Kalo mau yang diem-diem aja, saranku sih pelihara kura-kura bagusnya. Kalo semua orangtua Indonesia rajin bacain anaknya buku dari lahir YAKIN ga bakal begini. Sesimpel bacain Alquran ato Alkitab aja bisa loh, setiap malam. Ga bisa ngeles pokoknya. Yuk, bisa, yuk.

Bu Ustajah Anti Saru 🛸👽

1,777,087 views • 3 years ago

𝗣𝗢𝗗𝗖𝗔𝗦𝗧 𝗬𝗕𝗠 𝗘𝟱𝟬: 𝗦𝗔𝗬𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗗𝗘𝗣𝗔𝗡 𝗙𝗜𝗥𝗜𝗡𝗚 𝗦𝗤𝗨𝗔𝗗 Malam ini episod ke-50 podcast YBM. Masa saya mula pada tahun 2023, namanya Yang Bakar Menteri. Tujuannya nak bagi peluang kepada orang ramai, terutamanya tokoh dari parti lain, atau penganalisis politik, datang bakar saya depan-depan dan saya jawab depan-depan. Akhirnya susah dengan format itu sebab tak ramai yang berani datang bakar depan-depan. Kita tukar format dalam Jun 2025 jadi Yang Berhenti Menteri. Sama juga, mulanya saya nak jemput tokoh-tokoh untuk hadir sekali. Lepas 2-3 kali kena tokoh yang saya jemput cancel last minute dengan macam-macam alasan, saya faham keadaannya. Tak ramai berani nak hadir takut kena cop melawan kerajaan. Hadir dalam podcast lain tak apa, asal jangan hadir podcast YBM. Sebab itu, akhirnya saya ulas sendiri ha3. Alhamdulillah, nampak serasi dengan pendengar. Jumlah yang menonton naik, ramai juga yang menonton penuh 3 jam tiap-tiap minggu. Pengalaman saya melalui podcast YBM ini mengesahkan satu perkara mengenai politik yang ramai ahli politik lupa. Kawan yang berpangkat, tokoh perniagaan yang kaya, mereka datang dan pergi mengikut jawatan. Bila ada pangkat, orang ada jawatan dalam kerajaan, GLC dan macam-macam lagi, mereka lah yang paling awal beratur dan sebut “saya memang support YB dari dulu”. Bila kita tak ada pangkat, mereka ini jugalah yang paling awal angkat kaki pergi cari siapa yang perlu dikipas seterusnya. Memang begitu dinamik kuasa di mana-mana. Yang paling setia hanyalah rakyat biasa yang tidak bernama. Mereka support kita dari kita tidak ada apa-apa. Bila kita menang dan ada pangkat, mereka tidak berpeluang pun untuk tunjuk muka, selalunya jadual dah kena conquer dengan geng-geng berpangkat yang sebelum itu sokong lawan kita. Bila kita kena bermula balik, rakyat biasa ini jugalah yang sokong dan beri semangat. Dia lebih semangat dari kita. Sebab itu, Episod ke-50 malam ini, adalah untuk orang-orang biasa yang tidak bernama. Malam ini, kita buang format biasa, kita buat format Firing Squad. Saya jemput sertai live podcast YBM episod 50, Jumaat 29 Mei 2026 jam 9 malam di YouTube saya. Tanya saja apa-apa soalan, mintak lah saya komen apa-apa, saya akan jawab. Had jawapan saya paling panjang 90 saat satu jawapan, supaya boleh bagi peluang kepada ramai orang bertanya. Kalau nak korbankan saya di depan skrin, malam ni lah peluangnya.

Rafizi Ramli

22,389 views • 3 months ago