Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Ini video Bintang Emon yang ditake down. Emon membongkar cara tim Prabowo membodohi pemilih GenZ dan anak muda agar tidak tertarik mempelajari politik substantif seperti jejak rekam masa lalu dan dinasti politik dengan mengarahkan pada euforia receh seperti gemoy. Apakah Emon diintimidasi sehingga video di akunnya akhirnya dihapus?

616,237 views • 2 years ago •via X (Twitter)

10 Comments

NH Poetranto's profile picture
NH Poetranto2 years ago

GEMOY .... GEmar Menculik Orang Ya

カメハメ波's profile picture
カメハメ波2 years ago

pr4b0w0 gemoy is the most disgusting alay campaign ever

Mohd Arpani🇮🇩🇮🇩's profile picture
Mohd Arpani🇮🇩🇮🇩2 years ago

Gemoy tapi tua,muda tapi serakah,pasangan yang cocok prabowo-gibran😂😂😂

Tekarok 007's profile picture
Tekarok 0072 years ago

drdolo drama aja ini orng emg penuh drama kubu lawan prabowo ini bingung hasil survei jeblok mulu buat drama terzolimi mirip kaum 212 tiap hari maki2 jokowi fitnah jokowi ngancem jokowi bakalan di makzulkan people power dll tp teriak2 di zolimi dan di Intimidasi jokowi wkkwkw

HΣ∏ΓΨ L ∂αямαjι's profile picture
HΣ∏ΓΨ L ∂αямαjι2 years ago

Haaah....

ToMmoY kly's profile picture
ToMmoY kly2 years ago

Masi sukur cuma konten yg ilang.... Gimana kl ntar mpe orangnya yg ilang?...

Akuratco's profile picture
Akuratco2 years ago

TPN Ganjar-Mahfud Bentuk Posko Pengaduan Intimidasi Aparat

Nasabah BCA PRIORITAS's profile picture
Nasabah BCA PRIORITAS2 years ago

Tentu sih menurut gue 100%. Konten kreator apalagi komedian yg memperjuangkan banget hak bicara gg mungkin take down video klo gg ada pihak lain yg teken.

The Last El Sulfat's profile picture
The Last El Sulfat2 years ago

kenalin nih bos calon gua yg gemoy

Akuikan's profile picture
Akuikan2 years ago

Yang ngasi julukan gemoy netizen sendiri woiii bukan dari timses pravowo. Dihapus karna dihujat netizen lah. Liat aja tiktoknya dia di serang sama netizen. Makanya dihapus, bilang gt emg ada bukti? Intimitasi mah si genjer, di roasting kiki aja minta di potong2 wkwkw

Related Videos

Apakah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan setuju dengan Proses Pemakzulan Pak Jokowi sebagai Presiden RI? Mengapa beberapa tokoh pendukung Ganjar dan Anies terlibat dalam Gerakan Penurunan Pak Jokowi? Apakah sudah dihayati dampaknya jika terjadi benturan, bahkan kerusuhan sosial di masyarakat? Demokrasi memang lahir untuk mereka yang sabar, sabar menjalaninya. Pak Prabowo menempuh jalan demokrasi, bukan jalan kudeta, bukan jalan memakzulkan Presiden RI. Karena begitu semangatnya berdemokrasi, Prabowo tanpa lelah berkeliling NKRI untuk membangun jaringan partai di 80 ribuan desa. Itu butuh uang, stamina, niat baik dan hubungan baik dengan masyarakat. Prabowo melahirkan, mendukung ribuan anak muda untuk menjadi Gubernur, Walikota, Bupati dan pemimpin di berbagai bidang, dan sampai saya menulis ini, peran itu terus dilakukan oleh Prabowo. Dengan kontribusinya itu, Prabowo tidak masalah terus dihina, ia menerima saat dikhianati, difitnah, dibully di medsos, di GBK, di depan ribuan peserta jalan sehat, di debat capres yang ditonton ratusan juta hati rakyat Indonesia. Prabowo sangat memahami, itulah suka duka berdemokrasi. Prabowo itu Ketua Umum IPSI yang tidak pandai bersilat lidah. Karakter suara Prabowo seperti rocker, sehingga orang salah menilainya. Rumus perjuangan Prabowo sebagai manusia biasa itu sederhana saja, kalah dan berguru sama Pak Jokowi. Prabowo sangat loyal sama siapa pun atasannya, walaupun atasannya itu sudah tidak menjabat. INI SUDAH TERBUKTI BERKALI-KALI. Tidak pernah Prabowo mengatakan hal buruk tentang atasannya, apalagi berkhianat. Itulah mengapa Pak Jokowi tidak ragu sama sekali memintanya sebagai Menteri Pertahanan RI. Itulah rahasianya, mengapa Prabowo menjadi satu-satunya Capres yang punya hubungan yang sangat baik dengan seluruh mantan Presiden RI. Prabowo punya hubungan baik dengan seluruh Jenderal2 yang pernah menyakiti dan berbuat tidak adil padanya. Tidak ada orang yang takut dengan Prabowo. Buktinya: Prabowo paling banyak difitnah, dihina. Prabowo itu disegani, karena dia termasuk tokoh politik yang paling banyak merasakan, mengalami berbagai ujian keikhlasan dan kesabaran. Terima kasih, Hormat kami, Hariqo Wibawa Satria, Jubir TKN Prabowo Gibran.

hariqo satria

11,475 views • 2 years ago

Kenapa di negara yang belum maju dan sejahrera, dengan sistem politik yang seolah demokratis, pendapatan atau kesejahteraan politisi di Parlemen itu jauh lebih penting dari yang lain? Perhelatan Sidang Tahunan di Parlemen menunjukkan kemewahan dan kesejahteraan pimpinan dan para anggotanya. Mungkin yang bisa menyamai kesejahteraan dan pendapatan para pejabat politik, anggota DPR RI adalah para petinggi Polri. Kesejahteraan mereka itu kontras jika dibandingkan dengan kesejahteraan para peneliti, para dosen dan atau ilmuwan negeri ini, yang harus mendidik dan memajukan ilmu pengetahuan untuk bangsa besar ini. Kenapa ketimpangan demikkan terjadi? Logika politiknya itu karena, untuk mempertahankan kekuasaan dan efektifnya kebijakan politik pemerintah, penguasa perlu dukungan parlemen dan dukungan “penegakkan hukum” terutama dari Kepolisian. Disitulah mengapa lembaga lembaga kekuatan utama penopang kekuasaan politik menjadi sangat penting untuk dipupuk dan dirangkul pemerintah agar mengamankan soliditas keberlangsungan politik penguasa. Kalau ilmuwan, peneliti, atau dosen, walau mereka strategis untuk meningkatkan kualitas manusia dan bangsa, namun fungsi mereka tak banyak pengaruh langsung terhadap keberlangsungan politik penguasa. Makanya kesejahteraan merekapun tidak menjadi prioritas. Malah selain anggota parlemen dan polisi, kekuatan keamanan seperti Tentara dan Ormas, itu dalam mempertahankan kekuasaan justru jauh lebih penting dari pada lembaga ilmu dan riset. Kesejahteraan pemegang senjata dan Ormas yang memiliki akar di masyarakat, dinilai lebih strategis dari pada mereka yg kerjanya bergelut dengan pengetahuan, inovasi dan kemajuan. Dari besaran politik anggaran dan pendapatan SDM bisa nampak bagaimana pilihan kebijakan pemerintah berpihak. Siapa yang didahulukan kesejahteraannya itulah wujud kepentingan penguasa pada mereka saat ini. Dalam kondisi seperti itu, logis jika anggota DPR dan pejabat polisi akan menjadi lebih banyak mendukung stabilitas kekuasaan dari pada mengkritisi, mengawasi, dan penegakkan regulasi. Logis pula jika anggota DPR dan polisi yang sejahtera banyak bersyukur pada kondisi saat ini, karena telah mendapatkan berbagai fasilitas kesejahteraan yang tinggi dibanding institusi yang lainnya. Sebaliknya untuk rakyat pada umumnya, dan para pendidik harus lebih banyak bersabar dengan kondisi dan kebijakan negara. Ada pendapat dan sinyalemen terkait ini. Bagi rakyat banyak itu, semakin mereka kurang sejahtera, justru dipandang semakin mudah digerakkan atau dimobilisasi oleh kelompok yang berkuasa. Bagi rakyat yang belum sejahtera, amplop dan program bagi bagi bansos itu menjadi faktor penting untuk menentukan dukungan dan pilihan politik mereka sesuai kepentingan politik si pemberi bansos dan cuan. Mereka mudah dapat dukungan justru ketika rakyat masih banyak yang susah dan merindukan bantuan. Video berikut ini hanya secuil pelengkap gambaran, tentang kesejahteraan, bukan dimaksudkan sebagai representasi keseluruhan.

Henri Subiakto

23,357 views • 11 months ago

“𝐀𝐥𝐡𝐚𝐦𝐝𝐮𝐥𝐢𝐥𝐥𝐚𝐡.., 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐨𝐰𝐨 𝐀𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐏𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐊𝐢𝐭𝐚.” Saya bukan pemilih Prabowo pada pemilu 2024 yang lalu, dan mungkin anda juga tidak. Tapi kita mungkin memiliki salah satu alasan yang sama, mengapa tidak memilih Prabowo, yakni, “Prabowo berpasangan dengan Anak Haram Konstitusi”. Hari ini, saya dan anda boleh saja memiliki penilaian, pendapat dan bilang apapun tentang Prabowo, silahkan. Mau bilang Prabowo penakut, pengecut, tidak punya keberanian, macan ompong, omon-omon, jompo, bodoh, keras kepala, dan berbagai cibiran lainnya, silahkan. Tapi ingat…!!!! Hari ini Prabowo mulai mengganyang korupsi minyak mencapai satu kuadriliun. Prabowo menyeret kasus korupsi pengadaan laptop nyaris mencapai 2 triliun yang puncaknya akan menyeret para penguasa jahat rezim sebelumnya, menyeret Imannuel Ebenezer dalam OTT korupsi di Kemenaker, dan beberapa kasus lagi yang sedang ditarget pengungkapannya. Prabowo juga menghentikan tindak kriminalisasi terhadap Tom Lembong. Dan karena itu semua kini kita menjadi sama-sama tau, Prabowo akan berhadapan dengan siapa dan akan mendapatkan serangan dari siapa. Para lawan-lawan Prabowo kini adalah para koruptor yang sedang dikejar pengungkapan kasusnya sejak berkuasa dimasa rezim sebelumnya. Lalu apakah kita biarkan Prabowo menghadapi tanpa dukungan kita ? Apakah karena Prabowo belum menyentuh kasus pelanggaran HAM yang kita harapkan mendapatkan keadilan lalu pertempurannya dengan koruptor dan gerakan pengganyangan korupsi kita tinggalkan tanpa dukungan ? Jangan…!!! Semua yang kita harapkan harus mendapatkan keadilan akan kita tuntut diwaktu kemudian, namun hari ini, jangan kita biarkan Prabowo sendiri dan dikooptasi oleh kekuatan lama yang didukung Neolib dan Neo PKI. Karena jika mereka berhasil merebut kekuasaan dari tangan Prabowo, maka tidak ada kekuatan yang akan mampu menghalangi upaya Adu Domba Polisi dengan rakyat, TNI dengan Polisi, atau TNI dengan rakyat. Tidak akan ada yang mampu memadamkan api anarkisme dan perang sesama anak bangsa. Jadi, sadarlah…!! Seburuk-buruknya Prabowo, jauh akan lebih buruk jika ia berhasil dijatuhkan oleh lawan-lawannya para koruptor rezim masa lalu. Seburuk-buruknya Prabowo, jauh lebih baik memilikinya dari pada membiarkannya dipengaruhi oleh kekuatan busuk Neolib dan Neo PKI. Mari dukung Prabowo agar ia berhasil menegakan keadilan dan hukum sebagai panglima, yakni Mengadili Jokowi dan para termulnya..!! Sampaikan terus pesan kita hingga semakin jelas terlihat oleh Presiden Prabowo, siapa musuh Bangsa dan Negara sesungguhnya, yang ingin berbuat makar, melengserkan Presiden dan merusak persatuan dan kesatuan Indonesia..🇮🇩.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

21,246 views • 10 months ago

MALU DENGAN PRESIDEN PRABOWO Kebenaran dan pemikiran sehat itu bisa muncul dari siapapun. Suara Ismail, WNI di Iran ini jauh lebih jernih dan lebih sesuai nurani bangsa Indonesia dibanding sikap dan opini Presiden RI dan suara Istana. Strategi dari dalam yang jadi penjelasan Istana mengapa Indonesia ikut BOP sebenarnya hanyalah alasan pembenar agar para pemimpin ormas beragama saat dikumpulkan di istana bisa memahami dan menerima sikap Prabowo yang pro pada Trump dan Israel. Padahal dukungan Presiden RI yang percaya dan mendukung Trump dan Israel inilah yg membuat AS jadi lebih yakin untuk menyerang dan membunuh para pemimpin Iran, karena mereka merasa telah didukung pemimpin negara yang memiliki 285 juta penduduk dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Jadi sadarkah jika kedekatan dan dukungan pada Trump itu sama saja Indonesia mendukung sepak terjang Trump termasuk perang yang dia lakukan sekarang? Padahal selama ini Indonesia adalah penyeimbang kekuatan geo politik dominasi Barat maupun Timur. Kita ada di tengah memimpin gerakan Non Blok sejak Presiden Sukarno. Tiba tiba jadi inkonsisten berubah “penurut” dan “Pengikut” saat AS sedang dipimpin oleh Presiden Trump yang disebut “Sakit Jiwa”. Ada apa dan Mengapa pak Prabowo bisa lebih memilih membela Trump dari pada membela pemimpin pemimpin masa lalu dan bapak bangsa Indonesia? Apa kepentingan politik yang sebenarnya terjadi? Mengapa Indonesia jadi mentolerir Arogansi Trump dan Zionis Natanyahu menyerang dan membunuh pemimpin negara lain yang berdaulat? Apakah hal seperti itu sesuai dengan Amanah Konstitusi kita? Apa pak Prabowo dan orang orang Istana lupa bahwa alinea 1 pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai perikemanusiasn dan perikeadilan”. Terus serangan AS dan Israel ke Iran, ke Gaza dll dengan tujuan membunuh para pemimpinnya, mengganti pemerintahan yang sah itu sekarang ditafsir oleh Istana sesuai dengan bunyi pembukaan konstitusi kita?

Henri Subiakto

27,440 views • 4 months ago

MEMBONGKAR KEDOK HTI BRAINWASH ANAK MUDA KITA. Kelas Eksekutif YukNgaji (KEY). SEBUAH UTAS. HTI dibuarkan oleh negara, betul, terlarang, betul juga, namun para pengasongnya masih terus aktif melakukan aktifitas menyebar ideologinya dengan berbagai cara, dengan kemasan agama, menyasar anak-anak muda kita, dengan menyembunyikan identitas mereka sebenarnya, lalu menyelipkan semangat-semangat Ideologi HTI kedalam pikiran anak-anak muda tersebut. Yang harus kita pahami bersama dahulu adalah, Hizb Tahrir adalah partai politik, termasuk HTI di Indonesia, mereka bukan ormas keagamaan, namun organisasi politik, maka, jalan sebenarnya adalah politik bukan dakwah, dan orang-orangnya, tidak punya otoritas keagamaan untuk kemudian melakukan dakwah-dakwah keagamaan, yang ada adalah, mereka membajak agama untuk tujuan politis mereka. Kali ini kita akan bongkar salah satu aktivitas Brain Wash salah satu pengasong HTI, yakni Rangga Lesmana aktivis HTI yang menjadi narsum Kelas Eksekutif YukNgaji (KEY) ke-8 di UTC Hotel Dago Bandung, 11 Mei - 8 Juni nanti, acara tersebut adalah acara kegamaan anak muda, isinya membahas Islam dari A sampai Z-nya, apakah benar begitu? Tidak, isinya adalah menanamkan fondasi beragama bagi anak-anak muda kita menurut paham Ideologi HTI, bahwa dunia ini harus berdiri atas dasar sistem Khilafah Bla Bla… Acara KEY ini adalah jaring awal bagaimana para pesertanya nanti akan digiring pada Halaqoh-halaqoh HTI, yang pada muaranya adalah mereka akan punya ideologi, pemaknaan beragama yang sama dengan apa yang diharapkan oleh HTI, bahwa sistem bernegara kita, Pancasila dan NKRI adalah salah, bahwa semua solusi dari permasalahan dunia adalah Khilafah, serta narasi mengerikan bernama Jihad dan perang atas eskalasi yang terjadi antara Hamas VS Israel. Dan yang berbahaya adalah, acara Kelas Eksekutif YukNgaji (KEY) ini diadakan di banyak kota besar, pemerintah, ormas keagamaan ototritatif juga diam akal hal ini, ini persoalan serius sebenarnya. Rangga Lesmana adalah pengasong Khilafah murid dari Islmail Yusanto, Felix Siauw, dan satu lingkaran bersama para pengasong HTI lainnya di Indonesia seperti Doni Riw, Yuana Riyan Tresna dkk, dia tidak punya otoritas keagamaan yang mempuni untuk “Berdakwah”, hanya membajak terma agama untuk tujuan menyampaikan Ideologi Khilafahnya, yang didapat HTI apa? Paling tidak ada dua, yakni uang dan calon pengikut mereka, anak-anak muda yang haus akan semangat beragama. Untuk kawan-kawan para pemuda-pemudi, para Mahasiswa, hati-hati ikut acara semacam ini, ini bentuk Brain Wash HTI dalam kemasan agama, pemerintah, aparat penegak hukum, ormas keislaman juga harus lebih Aware terhadap macam tingkah polah propagadan HTI dalam mencari mangsa potensialnya, yakni anak-anak muda muslim yang Well Educated.

Kakak Pembina

10,689 views • 1 year ago

𝐀𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐨𝐰𝐨 𝐏𝐫𝐚𝐣𝐮𝐫𝐢𝐭 𝐓𝐍𝐈 𝐒𝐞𝐣𝐚𝐭𝐢..? Hal yang paling ditakutkan oleh sirkel politik Jokowi serta pendukungnya dari kekuatan oligarki poros Asia Timur adalah bila Presiden Prabowo ‘back to military leadership style’, dan tidak lagi mengekor pada pendahulunya Sang ‘Carpenter’ style. Mereka cemas, jika itu terjadi, bagaimana dengan nasib Fufufafa yang diharapkan akan menggantikan posisi Prabowo..? Mereka galau, bagaimana dengan kelangsungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mereka nikmati layaknya pemilik negara kecil didalam bingkai NKRI..? Mereka risau, bagaimana nasib puluhan atau ratusan Proyek Tambang yg telah mereka kooptasi untuk oligarki lokal dan asing..? Mereka takut, bagaimana dengan jebolnya APBN yang mereka korupsi habis-habis lewat proyek abal-abal dan utang luar negeri..? Ada kekhawatiran besar dari kekuatan politik sirkel Jokowi, bahwa Prabowo sebagai mantan Jenderal TNI akan bangkit kesadarannya untuk mewarnai prinsip-prinsip politiknya dengan filosofi Tri Matra TNI, yakni Kuat Berkuasa di Udara (Swa Bhuwana Paksa), Jaya di Laut (Jalesveva Jayamahe) dan Perkasa di Darat (Kartika Eka Paksi). Sebab jika kekhawatiran mereka benar, maka yang mereka takutkan pertama kali dari tindakan Prabowo (layaknya Soeharto yang mempereteli sirkel Soekarno) akan segera amputasi sirkel Jokowi dari elemen kelembagaan Yudikatif dan Hankam. Ini bahaya betul bagi mereka ketika Prabowo melalui mekanisme ketatanegaraan mengganti Kapolri, Jaksa Agung, mengatur penggantian seluruh Komisioner KPK, Ketua MA, Ketua MK dan Panglima TNI dari siapapun yang memiliki kedekatan dengan sirkel Jokowi. Prabowo juga akan berubah sikap dan tidak lagi seperti masih menjadi bawahan Jokowi. Prabowo akan sulit untuk dibawa untuk mencla-mencle, diajak klemar-klemer dan diarahkan untuk banyak omon-omon zonk seperti pendahulunya. Mereka tau betul, jika karakter prajurit TNI Prabowo tersadarkan, lalu move on kepada gaya kepemimpinan militer, maka gaya kebijakannya akan berubah menjadi sat-set (cepat), berpikir praktis (tidak bertele-tele), strategis (terencana, terarah dan terukur), serta bertindak taktis (terampil dan cekatan). Sirkel politik Jokowi tau, jika seorang Jenderal TNI sejati jiwa patriotiknya telah terpanggil, maka ketika berhadapan dengan kepentingan bangsa dan negara, ndak bakal pernah bisa diajak main dengan gaya politik dagang sapi atau politik balas budi, mereka khawatir Prabowo tersadar dari “hypnomunafik” Jokowi, lalu berbalik dan berkata, “taik kucing dengan kalian semua..!!”. Bagi Prajurit TNI sejati, berbakti pada Nusa, Bangsa dan Negara adalah harga mati. Karenanya kedaulatan negara, ideologi negara, konstitusi negara akan diletakan diatas kepentingan politik kelompok dan golongan tertentu. Tapi pertanyaan yg paling mendasarnya adalah, Apakah Prabowo Jenderal TNI sejati atau bukan…? Apakah Prabowo Prajurit TNI yang berjiwa Patriotik atau bukan…? Jika jawabannya bukan, maka tidak akan ada bedanya Prabowo dengan Jenderal-Jenderal terdahulu yang sama sekali tidak mencerminkan sikap Patriotik, mementingkan kekayaan diri dan keluarganya sendiri, tidak mementingkan kepentingan bangsa dan negara serta mudah menggadaikan diri pada kepentingan asing. Jika itu jawabannya, maka sungguh musibah besar bagi bangsa ini. Itu sebabnya, siapa pun yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, wajib rajin memberikan saran dan kritik dengan harapan dapat didengar dan dijadikan bahan pertimbangan oleh Prabowo. Setelah memiliki kekuasaan yang besar, Prabowo justru memerlukan suara publik yang dapat menjadi penyeimbang pengaruh dominasi politisi sirkel Jokowi yang masih rapat berada disekelilingnya, disamping mendorong Prabowo menjadi lebih berani bersikap tegas. Jadi Publik tak boleh kendor, karena jika sedikit saja lengah, boleh jadi mereka akan menjerumuskan dan menyesatkan langkah kebijakan Prabowo dalam pemerintahannya.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

48,344 views • 1 year ago

Catatan saya di ILC tentang ironi politik yg terjadi. Tokoh yg merusak demokrasi adalah orang yg dibesarkan oleh demokrasi itu sendiri. Itulah presiden Jokowi, sosok orang paling berpengaruh sekarang, yang sebelum jadi walikota Solo tdk dikenal masyarakat. Beliau bukan anak orang terkenal, muncul dari masyarakat biasa yang pernah tinggal di pinggir kali. Namun berkat demokrasi, dia bisa jadi walikota, gubernur hingga presiden RI. Sayangnya setelah jadi presiden RI yg sukses, Jokowi mulai lupa diri. Bukannya menerima hukum alam dan konstitusi untuk baik2 saat batas berhenti, namun malah berupaya membangun dinasti dan merusak tatanan nilai dan etika demokrasi. Ironi berikutnya pengrusakan demokrasi ini justru “didukung” oleh orang2 besar (ketua2 partai) yg merintis karir panjang lewat demokrasi, harus nurut seakan tak berdaya dikerdilkan oleh politik dinasti dan permainan oligarki yg dilakukan Jokowi untuk Pilpres 2024 ini. Para politisi yg sdh lama berjuang dan ingin jadi capres dan cawapres, tersingkir, minggir hrs memberi karpet merah pada anak Jokowi. Persis seperti kader2 PDIP yg mau maju di Solo dan Medan di Pilkada lalu, harus rela disalip dan dihentikan karena ada anak dan mantu Jokowi. Kalau kampus2 dan para akademisi melihat ini kemudian bersuara ingin menjaga demokrasi dengan mengkritisi, mengingatkan, dan mengoreksi Jokowi, harusnya diterima dengan introspeksi. Jangan suara akademisi dicurigai, didegradasi dan dibenturkan dg buzzer bayaran dan cyber army. Jangan pula mereka dimusuhi apalagi dihadapkan pada polisi. Suara hati nurani para akademisi itu jauh lebih murni untuk kepentingan NKRI dan demokrasi dari pada suara buzzer dan para politisi yg berambisi, sampai melupakan idealisme, rela ikut mendukung politik dinasti.

Henri Subiakto

39,715 views • 2 years ago