ๆญฃๅœจๅŠ ่ฝฝ่ง†้ข‘...

่ง†้ข‘ๅŠ ่ฝฝๅคฑ่ดฅ

๐€๐ฉ๐š๐ค๐š๐ก ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จ ๐๐ซ๐š๐ฃ๐ฎ๐ซ๐ข๐ญ ๐“๐๐ˆ ๐’๐ž๐ฃ๐š๐ญ๐ข..? Hal yang paling ditakutkan oleh sirkel politik Jokowi serta pendukungnya dari kekuatan oligarki poros Asia Timur adalah bila Presiden Prabowo โ€˜back to military leadership styleโ€™, dan tidak lagi mengekor pada pendahulunya Sang โ€˜Carpenterโ€™ style. Mereka cemas, jika itu terjadi, bagaimana dengan nasib Fufufafa yang...

48,344 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ๅนดๅ‰ โ€ขvia X (Twitter)

10 ๆก่ฏ„่ฎบ

Usman Akasia ็š„ๅคดๅƒ
Usman Akasia1 ๅนดๅ‰

Mari kita mintak Dengan Hormat Pak Presiden @prabowo untuk membaca ukasan ituโ˜๏ธkami segenap Rakyat Akan Membela Bapak Apa bila Bapak Benar Patriot Sejati Pembela Bangsa dan Negara. Jangan takut Dengan Sandra sandraan 85% Rakyat pasti membela bapak. Ayo Buktikan pak.

Ismail M,SH ็š„ๅคดๅƒ
Ismail M,SH1 ๅนดๅ‰

@dedihermanto813 Beliau satu putra terbaik NKRI beliau ahli strategi, sementara lawan politiknya, licik, licin seperti ular, 95% Rakyat mendukung beliau.

โ„ฌ๐’ถ๐‘”๐’พ๐“ƒ๐’น๐‘œ ๐’ฆ๐‘œ๐“…๐’พ ็š„ๅคดๅƒ
โ„ฌ๐’ถ๐‘”๐’พ๐“ƒ๐’น๐‘œ ๐’ฆ๐‘œ๐“…๐’พ1 ๅนดๅ‰

Ada sedikit keyakinan, perlahan tapi pasti, jiwa patriot nya pasti akan muncul

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ ็š„ๅคดๅƒ
๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ1 ๅนดๅ‰

@GInD0_ Tapi jika dalam satu tahun pemerintahan Prabowo berlangsung masih belum ada tanda-tanda dimulainya upaya penegakan hukum terhadap Jokowi dan keluarganya (termasuk ffff), maka besar kemungkinan Dinasti Jokowi akan kembali berjaya memangku kekuasaan.

P' we ็š„ๅคดๅƒ
P' we1 ๅนดๅ‰

Wowo masih di bawah ketiak Wiwi Buktinya Dia tak bisa berkutik atas MANUVER FUFUFAFA SBG WAKILNYA,. Tinggal tunggu di KUDETA,. Ni Bocil bisa lebih gila dan kejam di banding Bokapnya,,,

Ariez DW ็š„ๅคดๅƒ
Ariez DW1 ๅนดๅ‰

Semoga pak RI 1 segera copot ffff dan menteri2 titipan para pengemis terselubung.

warga Konoha ็š„ๅคดๅƒ
warga Konoha1 ๅนดๅ‰

Apanya yg tegas, belum 3 hr itu si wakil dn anak buahnya sdh mulai bikin heboh Indonesia, mereka seakan anak ayam baru dilepas , seolah gk ada presiden'

bossnya ็š„ๅคดๅƒ
bossnya1 ๅนดๅ‰

Paling ditakuti adalah pembunuhan secara tdjk langsung. Jaga betul dokter pribadi pak prabowo, ahli gizinya.

Bukan Fir'aun Jawa ็š„ๅคดๅƒ
Bukan Fir'aun Jawa1 ๅนดๅ‰

Benar, @prabowo adlh presiden rakyat, bkn presiden bg sirkel Jokowi yg tlh membuat lobang bsar kesengsaraan bg bagi bangsa ini. Semua rakyt berharap @prabowo dpt independen menempatkan kepentingan bangsa di atas semuanya skgus berani secara tegas menindak semua sugaan pelanggaran

Tatie M Sahea ็š„ๅคดๅƒ
Tatie M Sahea1 ๅนดๅ‰

Pak Prabowo yg dulu jd jendral tidak sama lagi dgn yg skrg, saat mjd jendral pun sdh sulit rasanya utk bisa melihat ke bawah krn kenikmatan dan duniawi yg tlh dimiliki, apalagi skrg sdh jd No 1, mau apa lagi? duduk manis aja

็›ธๅ…ณ่ง†้ข‘

โ€œ๐€๐ฅ๐ก๐š๐ฆ๐๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ฅ๐š๐ก.., ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จ ๐€๐ค๐ก๐ข๐ซ๐ง๐ฒ๐š ๐Œ๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐š ๐๐ž๐ฌ๐š๐ง ๐Š๐ข๐ญ๐š.โ€ Saya bukan pemilih Prabowo pada pemilu 2024 yang lalu, dan mungkin anda juga tidak. Tapi kita mungkin memiliki salah satu alasan yang sama, mengapa tidak memilih Prabowo, yakni, โ€œPrabowo berpasangan dengan Anak Haram Konstitusiโ€. Hari ini, saya dan anda boleh saja memiliki penilaian, pendapat dan bilang apapun tentang Prabowo, silahkan. Mau bilang Prabowo penakut, pengecut, tidak punya keberanian, macan ompong, omon-omon, jompo, bodoh, keras kepala, dan berbagai cibiran lainnya, silahkan. Tapi ingatโ€ฆ!!!! Hari ini Prabowo mulai mengganyang korupsi minyak mencapai satu kuadriliun. Prabowo menyeret kasus korupsi pengadaan laptop nyaris mencapai 2 triliun yang puncaknya akan menyeret para penguasa jahat rezim sebelumnya, menyeret Imannuel Ebenezer dalam OTT korupsi di Kemenaker, dan beberapa kasus lagi yang sedang ditarget pengungkapannya. Prabowo juga menghentikan tindak kriminalisasi terhadap Tom Lembong. Dan karena itu semua kini kita menjadi sama-sama tau, Prabowo akan berhadapan dengan siapa dan akan mendapatkan serangan dari siapa. Para lawan-lawan Prabowo kini adalah para koruptor yang sedang dikejar pengungkapan kasusnya sejak berkuasa dimasa rezim sebelumnya. Lalu apakah kita biarkan Prabowo menghadapi tanpa dukungan kita ? Apakah karena Prabowo belum menyentuh kasus pelanggaran HAM yang kita harapkan mendapatkan keadilan lalu pertempurannya dengan koruptor dan gerakan pengganyangan korupsi kita tinggalkan tanpa dukungan ? Janganโ€ฆ!!! Semua yang kita harapkan harus mendapatkan keadilan akan kita tuntut diwaktu kemudian, namun hari ini, jangan kita biarkan Prabowo sendiri dan dikooptasi oleh kekuatan lama yang didukung Neolib dan Neo PKI. Karena jika mereka berhasil merebut kekuasaan dari tangan Prabowo, maka tidak ada kekuatan yang akan mampu menghalangi upaya Adu Domba Polisi dengan rakyat, TNI dengan Polisi, atau TNI dengan rakyat. Tidak akan ada yang mampu memadamkan api anarkisme dan perang sesama anak bangsa. Jadi, sadarlahโ€ฆ!! Seburuk-buruknya Prabowo, jauh akan lebih buruk jika ia berhasil dijatuhkan oleh lawan-lawannya para koruptor rezim masa lalu. Seburuk-buruknya Prabowo, jauh lebih baik memilikinya dari pada membiarkannya dipengaruhi oleh kekuatan busuk Neolib dan Neo PKI. Mari dukung Prabowo agar ia berhasil menegakan keadilan dan hukum sebagai panglima, yakni Mengadili Jokowi dan para termulnya..!! Sampaikan terus pesan kita hingga semakin jelas terlihat oleh Presiden Prabowo, siapa musuh Bangsa dan Negara sesungguhnya, yang ingin berbuat makar, melengserkan Presiden dan merusak persatuan dan kesatuan Indonesia..๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

21,246 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 10 ไธชๆœˆๅ‰

Mungkin tagar paling tepat yang harus digaungkan adalah #IndonesiaReset0. Sebab kondisi saat ini benar-benar kritis, indeks harga saham Indonesia anjlok, sektor riel stagnan, UMKM nyaris kolaps, nilai mata uang terus merosot, daya beli ditingkat masyarakat paling bawah melorot..!!. Ini sudah lampu merah, sinyal yang terbaca adalah kondisi gelap gulita. Masyarakat dan kepala-kepala daerah diberbagai wilayah mulai merasa resah dan gelisah dengan situasi keprihatinan ekonomi dan politik negara. Sebenarnya, berbagai elemen masyarakat baik di pusat maupun di daerah, mulanya hampir merata menyatakan bahwa mereka masih optimis dan menaruh harapan besar pada Pemerintahan Prabowo Subianto, bahwa ia mampu memperbaiki krisis nasional yang melanda Indonesia pasca Jokowi lengser. Hanya saja, berikutnya mereka menjadi pesimis ketika Jokowi, kroni dan Nepotisme Dinasti Kekuasaannya masih diberi ruang dalam sirkel pemerintahan Prabowo. Tak ada satupun daerah yang menyatakan membenci, apalagi menentang pemerintahan Prabowo, mereka semua mendukung 100% pemerintahan Prabowo, tapi persoalan yang menjadi kegelisahan, kecemasan serta selalu meruntuhkan kepercayaan mereka di daerah-daerah adalah ketika Prabowo belum juga menunjukan sikap netralitasnya pada tegaknya supremasi hukum atas 10 tahun kekacauan tata kelola pemerintahan selama Jokowi berkuasa. Bahkan untuk persoalan hukum yang paling dasar seperti polemik keabsahan dan legalitas Ijazah Jokowi pun Prabowo belum memberikan sinyal dukungan pada instrumen penegakan hukum agar kebenaran yang hakiki diungkap sejujur-jujurnya. Itu saja persoalan utamanya yg paling mendasar, karena begitu supremasi hukum terhadap pertanggung jawaban tata kelola pemerintahan Rezim Jokowi dituntaskan, maka apapun yang diminta Presiden Prabowo bagi bangsa dan negara, rakyat dengan sepenuh jiwa raga memenuhi seruannya. Saat ini sektor ekonomi, bisnis dan investasi telah merespon dengan amat buruk semester pertama Pemerintahan Prabowo, kini sektor politik nasional pun sudah mulai ikut terguncang. Semoga saja Presiden Prabowo cepat tanggap dalam menyikapi persoalan bangsa dan negara ini dengan tindakan yang tepat, yakni Menghapus Trauma Rakyat Dari Bayang-Bayang Jokowidodo.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

17,119 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ๅนดๅ‰

Kenapa di negara yang belum maju dan sejahrera, dengan sistem politik yang seolah demokratis, pendapatan atau kesejahteraan politisi di Parlemen itu jauh lebih penting dari yang lain? Perhelatan Sidang Tahunan di Parlemen menunjukkan kemewahan dan kesejahteraan pimpinan dan para anggotanya. Mungkin yang bisa menyamai kesejahteraan dan pendapatan para pejabat politik, anggota DPR RI adalah para petinggi Polri. Kesejahteraan mereka itu kontras jika dibandingkan dengan kesejahteraan para peneliti, para dosen dan atau ilmuwan negeri ini, yang harus mendidik dan memajukan ilmu pengetahuan untuk bangsa besar ini. Kenapa ketimpangan demikkan terjadi? Logika politiknya itu karena, untuk mempertahankan kekuasaan dan efektifnya kebijakan politik pemerintah, penguasa perlu dukungan parlemen dan dukungan โ€œpenegakkan hukumโ€ terutama dari Kepolisian. Disitulah mengapa lembaga lembaga kekuatan utama penopang kekuasaan politik menjadi sangat penting untuk dipupuk dan dirangkul pemerintah agar mengamankan soliditas keberlangsungan politik penguasa. Kalau ilmuwan, peneliti, atau dosen, walau mereka strategis untuk meningkatkan kualitas manusia dan bangsa, namun fungsi mereka tak banyak pengaruh langsung terhadap keberlangsungan politik penguasa. Makanya kesejahteraan merekapun tidak menjadi prioritas. Malah selain anggota parlemen dan polisi, kekuatan keamanan seperti Tentara dan Ormas, itu dalam mempertahankan kekuasaan justru jauh lebih penting dari pada lembaga ilmu dan riset. Kesejahteraan pemegang senjata dan Ormas yang memiliki akar di masyarakat, dinilai lebih strategis dari pada mereka yg kerjanya bergelut dengan pengetahuan, inovasi dan kemajuan. Dari besaran politik anggaran dan pendapatan SDM bisa nampak bagaimana pilihan kebijakan pemerintah berpihak. Siapa yang didahulukan kesejahteraannya itulah wujud kepentingan penguasa pada mereka saat ini. Dalam kondisi seperti itu, logis jika anggota DPR dan pejabat polisi akan menjadi lebih banyak mendukung stabilitas kekuasaan dari pada mengkritisi, mengawasi, dan penegakkan regulasi. Logis pula jika anggota DPR dan polisi yang sejahtera banyak bersyukur pada kondisi saat ini, karena telah mendapatkan berbagai fasilitas kesejahteraan yang tinggi dibanding institusi yang lainnya. Sebaliknya untuk rakyat pada umumnya, dan para pendidik harus lebih banyak bersabar dengan kondisi dan kebijakan negara. Ada pendapat dan sinyalemen terkait ini. Bagi rakyat banyak itu, semakin mereka kurang sejahtera, justru dipandang semakin mudah digerakkan atau dimobilisasi oleh kelompok yang berkuasa. Bagi rakyat yang belum sejahtera, amplop dan program bagi bagi bansos itu menjadi faktor penting untuk menentukan dukungan dan pilihan politik mereka sesuai kepentingan politik si pemberi bansos dan cuan. Mereka mudah dapat dukungan justru ketika rakyat masih banyak yang susah dan merindukan bantuan. Video berikut ini hanya secuil pelengkap gambaran, tentang kesejahteraan, bukan dimaksudkan sebagai representasi keseluruhan.

Henri Subiakto

23,357 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 11 ไธชๆœˆๅ‰

โœ๐Ÿป โ€œ๐๐š๐ฅ๐š๐ฌ๐š๐ง ๐’๐ž๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐‹๐š๐ง๐ ๐ฌ๐ฎ๐ง๐  ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จโ€ Disatu sisi, ada bukti yang jelas bahwa kelompok dan partai pendukung Jokowi, seperti PSI dan relawan termul, berupaya meningkatkan popularitas Gibran Rakabuming Raka melalui pencitraan pasca demonstrasi 25 Agustus 2025. Bagi-bagi sembako, amplop kepada pengemudi ojol bagian dari aktivitas yg bertujuan untuk memposisikan Gibran sebagai figur pemimpin muda yang menonjol, sekaligus melanjutkan pengaruh Jokowi di panggung politik. Namun banyak pihak berusaha mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk dapat dijadikan bukti kuat yang menunjukkan bahwa kelompok atau partai pendukung Jokowi secara aktif berupaya menurunkan kredibilitas Presiden Prabowo. Maraknya informasi masyarakat di media sosial yang mengaitkan demonstrasi anarkis atau upaya pelengseran dengan pendukung Jokowi menjadi bersifat spekulatif sepanjang data tersebut belum menjadi temuan aparat keamanan resmi yang dikuatkan oleh data intelejen pemerintahan Prabowo. Begitu banyak informasi dan temuan masyarakat yang telah disampaikan kepada Prabowo atau partai Gerindra, namun apakah kemudian dibalik sikap Prabowo yang sulit ditebak informasi dan temuan itu dijadikan dasar untuk mengambil sikap atau strategi politik melawan pengaruh kekuatan politik Jokowi, tak satupun ada yang dapat memprediksikan. Adapun sebagai kelompok yang mendapatkan keuntungan dari pemerintahan Prabowo (baik diposisi kementerian maupun BUMN), PSI, Golkar, atau relawan Jokowi tentu saja menyatakan pernyataan resmi yang bertolak belakang dengan informasi dan bukti yang dikumpulkan dan disuarakan oleh masyarakat. Bahkan kelompok dan partai-partai ini secara demonstratif mengeluarkan pernyataan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, meskipun dalam dinamika yang berlangsung seringkali Gibran โ€œmenyalip disetiap tikunganโ€ dalam lintasan yang dilalui Prabowo, dan para termul-termul pun menyampaikan pernyataan-pernyataan yg keras menyerang Prabowo. Sementara partai Presiden Prabowo sendiri, Partai Gerindra Fraksi Gerindra DPR/MPR RI masih menimbang bahwa potensi ketegangan antara Prabowo dan pengaruh Jokowi lebih mencerminkan dinamika keseimbangan tarik menarik kekuatan dengan partai-partai koalisi pendukung lainnya, seperti dengan Partai Demokrat, PKB dan Nasdem, bukan upaya sistematis untuk mendiskreditkan Prabowo. Tapi publik lumayan sedikit lega ketika Prabowo mulai menekan โ€œPush Buttonโ€ serangan balasan ke kubu Jokowi melalui โ€œRudal Balistikโ€ ringan yang meluluh lantakan satu sisi benteng pertahanan Jokowi, yakni โ€œTeras Nadiemโ€ yang merupakan salah satu Teras atau bagian pintu masuk menuju Benteng โ€œLumut Pandjatanโ€, benteng kekuatan politik Jokowi. Publik banyak yang menterjemahkan serangan Prabowo itu sebagai balasan langsung seketika atas upaya Makar yang dilakukan untuk mendiskreditkan pemerintahannya lewat serangan aksi anarkisme dan penjarahan. Apakah Prabowo hanya berhenti pada serangan balasan pertama atau akan diikuti dengan serangan kedua yang langsung merobek jantung Benteng yang menjadi pertahanan utama kekuatan politik Jokowi..? Kita saksikan saja strategi dan aksi politik Prabowo berikutnya..!!.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

11,571 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 10 ไธชๆœˆๅ‰

MALU DENGAN PRESIDEN PRABOWO Kebenaran dan pemikiran sehat itu bisa muncul dari siapapun. Suara Ismail, WNI di Iran ini jauh lebih jernih dan lebih sesuai nurani bangsa Indonesia dibanding sikap dan opini Presiden RI dan suara Istana. Strategi dari dalam yang jadi penjelasan Istana mengapa Indonesia ikut BOP sebenarnya hanyalah alasan pembenar agar para pemimpin ormas beragama saat dikumpulkan di istana bisa memahami dan menerima sikap Prabowo yang pro pada Trump dan Israel. Padahal dukungan Presiden RI yang percaya dan mendukung Trump dan Israel inilah yg membuat AS jadi lebih yakin untuk menyerang dan membunuh para pemimpin Iran, karena mereka merasa telah didukung pemimpin negara yang memiliki 285 juta penduduk dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Jadi sadarkah jika kedekatan dan dukungan pada Trump itu sama saja Indonesia mendukung sepak terjang Trump termasuk perang yang dia lakukan sekarang? Padahal selama ini Indonesia adalah penyeimbang kekuatan geo politik dominasi Barat maupun Timur. Kita ada di tengah memimpin gerakan Non Blok sejak Presiden Sukarno. Tiba tiba jadi inkonsisten berubah โ€œpenurutโ€ dan โ€œPengikutโ€ saat AS sedang dipimpin oleh Presiden Trump yang disebut โ€œSakit Jiwaโ€. Ada apa dan Mengapa pak Prabowo bisa lebih memilih membela Trump dari pada membela pemimpin pemimpin masa lalu dan bapak bangsa Indonesia? Apa kepentingan politik yang sebenarnya terjadi? Mengapa Indonesia jadi mentolerir Arogansi Trump dan Zionis Natanyahu menyerang dan membunuh pemimpin negara lain yang berdaulat? Apakah hal seperti itu sesuai dengan Amanah Konstitusi kita? Apa pak Prabowo dan orang orang Istana lupa bahwa alinea 1 pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa โ€œKemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai perikemanusiasn dan perikeadilanโ€. Terus serangan AS dan Israel ke Iran, ke Gaza dll dengan tujuan membunuh para pemimpinnya, mengganti pemerintahan yang sah itu sekarang ditafsir oleh Istana sesuai dengan bunyi pembukaan konstitusi kita?

Henri Subiakto

27,440 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 4 ไธชๆœˆๅ‰

โœ๐Ÿป โ€œ๐€๐ฉ๐š๐ค๐š๐ก ๐๐ซ๐ž๐ฌ๐ข๐๐ž๐ง ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จ ๐Œ๐ž๐ง๐ฒ๐ข๐ง๐๐ข๐ซ ๐‹๐ฎ๐ก๐ฎ๐ญ ?โ€ Secara normatif, saya menilai pernyataan Presiden Prabowo ini hanya sebuah peringatan umum yang ditujukan kepada seluruh elite, baik militer, polisi, maupun sipil, yang terlibat dalam bisnis ilegal, khususnya pertambangan. Mengapa saya tidak mencurigai pernyataan Prabowo tersebut merupakan sindiran personal terhadap sosok seperti Luhut..? Ini bukan soal frasa jamak yang digunakan Prabowo saat menyebut "jenderal-jenderal" dan "orang besar lainnya", namun juga saya menilai belum sebesar itu โ€œkeberanianโ€ Prabowo pada 10 bulan pertama di pemerintahannya untuk secara terbuka berhadapan โ€œhead to headโ€ dengan Luhut, meskipun itu menyangkut soal penegakan hukum dan kepentingan rakyat. (Partai Gerindra dan Fraksi Gerindra DPR/MPR RI boleh tak setuju dan silahkan membantah soal ini.) Bagi Prabowo dan Partai Gerindra, menargetkan secara personal tokoh sekuat Luhut secara terbuka di awal pemerintahan akan sangat berisiko secara politik. Sekalipun keduanya pernah menjadi rival politik, Prabowo dan Luhut juga pernah berada dalam spektrum kekuasaan yang sama, terutama dalam transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo. Dalam tarik menarik kepentingan politik keduanya tentu memiliki history masing-masing. Jadi apakah pernyataan Presiden Prabowo soal penegakan hukum kepada โ€œorang-orang besarโ€ serius ? Nah itu harus dibuktikan dengan berjalannya proses hukum yang transparan dan akuntabel terhadap para pelaku korupsi, baik yang telah menjadi tersangka ataupun yang sebentar lagi akan menjadi tersangka. Prabowo harus membuktikan bahwa proses hukum terhadap RC dan AS dalam soal perilaku ilegal BBM di Pertamina, YCQ dalam kasus kuota haji, eksekusi Silfester Matutina, dll harus berjalan sesuai dengan hukum yang berkeadilan. Tanpa keseriusan itu, publik akan menilai bahwa Presiden Prabowo dan partai Partai Gerindra, hanya memanfaatkan momentum isue global tentang perilaku represif terhadap pelaku korupsi dan hedonisme para elite, yakni dengan mengumbar statement retorik yang dinilai sekedar untuk memperkuat citra Presiden sebagai pemimpin yang pro-rakyat dan anti-korupsi.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

22,373 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 10 ไธชๆœˆๅ‰

Kepada Yth. Jenderal Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia. Lapor Jenderal, setiap menjelang datangnya tanggal 30 September, kami, putera-puteri, cucu, cicit dan segenap keluarga besar TNI selalu merasa pilu, sedih dan berkabung. Namun kini tidak saja duka cita yang kami rasakan, tapi juga kemarahan, yakni marah karena kami tidak terima dan tidak rela, institusi TNI difitnah sebagai pelanggar HAM atas Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu) pada tahun 1965 silam yang sesungguhnya dilakukan oleh PKI. Sungguh Kami Tidak Bisa Menerima Perlakuan Ini Jenderal. Kami tidak ingin mengungkit luka lama Jenderal, tapi rekonsiliasi tidaklah harus melupakan dan mengubur sejarah, apalagi memutar balikan fakta sejarah. Ketahuilah Jenderal, sesungguhnya luka para keluarga Pahlawan Revolusi yang menjadi kebiadaban PKI, termasuk seluruh insan prajurit TNI dan keluarganya tak pernah bisa seutuhnya hilang. Lukanya mungkin telah kering, namun sakitnya masih terasa hingga sekarang. Karena itu Jenderal, sebagai Presiden Negara Republik Indonesia yang juga prajurit TNI yang kami banggakan, kami memohon agar Jenderal Prabowo memimpin kembali PELURUSAN SEJARAH G30S PKI. Kami tidak ingin kelak, anak-anak kami, cucu dan cicit kami, tidak mengenal sejarah negerinya lagi. Terlebih lagi jika mereka menjadi korban dari pemutar balikan fakta sejarah para leluhurnya. Untuk itu kami mohon agar dibuka kembali seluas-luasnya tentang sejarah pemberontakan G30S PKI di setiap lembaga pendidikan tingkat dasar hingga menengah, termasuk pemutaran kembali film dokumenter yang menjadi arsip negara tentang Gestapu 1965. Semoga permohonan kami dapat menjadi perhatian Jenderal TNI Prabowo Subianto, Panglima TNI, seluruh insan Prajurit TNI dan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia. Kepada segenap warga negara Indonesia yang meyakini bahwa PKI adalah dalang dari Pemberontak dan Makar terhadap NKRI pada tahun 1965, kami mohon partisipasi dan dukungannya untuk menyampaikan hal ini, agar permohonan ini juga didengar dan didukung oleh semua pihak, seluruh wakil rakyat, kepala daerah dan seluruh kepala lembaga pemerintahan. Semoga Negara serta Bangsa Indonesia terbebas dari kejahatan bahaya laten PKI dan TNI selalu Jaya Bersama Rakyat..!!.๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

20,638 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 10 ไธชๆœˆๅ‰

KONFLIK JOKOWI VS PRABOWO APA SUDAH DIMULAI? Potensi konflik antara Jokowi vs Prabowo setelah menang Pilpres itu memang besar. Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai kelihatan. Konflik rebutan pengaruh adalah kelaziman dalam politik. Sehingga besar kemungkinan akan terjadi drama-drama politik baru, terkait apa yg akan dilakukan Jokowi dan apa pula yg akan dilakukan Prabowo tentu menarik untuk disaksikan. Waktu yg dimiliki Jokowi hanya pendek, tinggal 6 bulan masih berkuasa penuh, maka dalam waktu pendek itu dia harus manfaatkan secara efektif agar dia bisa tetap punya power walau tidak lagi jadi presiden. Sukur-sukur kalau bisa melemahkan Prabowo dan Gerindra. Istana harus segera mewujudkan koalisi besar bersama partai2 yg akan diketuai Jokowi, dengan tidak menyertakan Gerindra di dalamnya. Ini lanjutan strategi politik Pemilu 2024, dimana partai Gerindra dibuat anomali. Ketumnya jadi capres dengan kemenangan suara 58% tapi partainya sendiri perolehan suaranya merosot di bawah 15%. Seakan Pasangan Prabowo Gibran tidak berpengaruh ekor jasnya pada perolehan Gerindra. Malah yang naik drastis justru Golkar. Partai yg sedang jadi sorotan karena ditengarai akan diambil alih oleh โ€œkekuatan Jokowiโ€. Ini juga menyiratkan pesan politik bahwa yg menang Pilpres itu bukan Prabowo, tapi itu kemenangan Jokowi bersama Golkar yg telah mengusung anaknya, Gibran. Kemenangan terjadi karena usaha dan strategi Jokowi yg secara terbuka membela Pasangan Prabowo Gibran dg berbagai cara. Tentu hal ini bagi Prabowo dan Gerindra serta pendukungnya harus menyadari, dan harus terus menghormati, bahkan tunduk pada politik Jokowi. Prabowo aslinya belum tentu menyukai Gibran. Anak Jokowi yg besar karena โ€œdikarbitโ€. Tapi Prabowo terpaksa harus menerima demi bisa memanfaatkan power Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2024. Nanti setelah dilantik jadi Presiden RI, tentu Prabowo ingin berkuasa penuh. Gak mungkin mau ada matahari kembar. Disitulah bibit konflik rebutan power antara Jokowi dan Prabowo sulit dielakkan. Sekarang Jokowi tinggal punya waktu 6 bln untuk โ€œmelemahkanโ€ Prabowo. Kita lihat saja drama politik seperti apa yg akan terjadi setelah periode honeymoon politik keduanya selesai. Apa masih tetap akrab saling dukung dengan kesepakatan, atau malah masuk periode saling tikam? Kita lihat saja. Kalau lihat video ini kasihan juga pak Prabowo yg dicuekin Jokowi. Bibit bibit konflik memang sulit terhindarkan. IMHO (Henri Subiakto).

Henri Subiakto

283,711 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 2 ๅนดๅ‰

Tanggapi Deklarasi Golkar dan PAN ke Prabowo, Ganjar: Saya Menghormati Sikap Masing-masing Partai, Ini Seperti Pak Jokowi 2014 Ganjar Pranowo menanggapi santai deklarasi Golkar dan PAN untuk mendukung Prabowo Subianto. Ganjar menyebut, itu suatu hal yang biasa saja dalam proses demokrasi. "Dalam proses demokrasi, sebenarnya itu biasa saja. Saya sangat menghormati sikap masing-masing partai. Pasti beliau sudah memberikan keputusan dan sudah punya catatan harus merapat ke mana. Jadi saya sangat hormat atas keputusan yang diambil oleh partai siapapun mereka dan kemanapun mereka," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Puri Gedeh Kota Semarang, Minggu (13/8). Merapatnya Golkar dan PAN ke Prabowo menurut Ganjar hal yang biasa. Saat ini, semua partai sedang bernegosiasi untuk menentukan arah politik mereka. Pihaknya lanjut Ganjar juga terus menjalin komunikasi dengan partai lain, baik yang sudah mendukung maupun yang belum mendukung. "Maka kalau ada partai merapat ke salah satu titik, menurut saya itu hak politik mereka," jelasnya. Disinggung semakin banyaknya partai politik yang merapat ke Prabowo, Ganjar menanggapi santai. Menurutnya, peristiwa bergabungnya partai mengeroyok PDIP dalam gelaran Pilpres sudah pernah terjadi. "Dan kisah ini pernah terjadi saat 2014 kalau tidak salah ya. Saat itu yang mendukung lawannya pak Jokowi itu juga sama, mereka berbondong-bondong ke sana. Dan kejadian ini kita catat dalam perjalannya dan selalu ada dinamika yang berubah," terangnya. Ganjar justru mengucapkan selamat kepada Golkar dan PAN atas keputusannya bergabung ke koalisi Gerindra dan PKB. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga demokrasi agar berjalan baik. "Tentu saja yang paling penting adalah bagaimana menjaga demokrasi berjalan dengan baik dan apa yang mesti kita bereskan dari persoalan bangsa dan negara ini," pungkasnya. Seperti diketahui, Golkar dan PAN akhirnya memutuskan merapat ke Koalisi Indonesia Raya (KIR). Lewat ketua umumnya, kedua partai itu mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Capres 2024.

Mohamad Guntur Romli

49,130 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ๅนดๅ‰

โ€œPEMERINTAH PRABOWO TIDAK BISA LANGSUNG KERJAโ€ Oleh : Henri Subiakto Kebijakan politik Prabowo dengan menambah atau mengubah ubah nama atau nomenklatur kementerian itu sama saja harus siap membuang waktu penataan hingga bisa sampai satu tahun. Terutama untuk kementerian yang harus membuat struktur baru, atau menyesuaikan dengan struktur kelembagaan baru karena kementerian berubah nama, struktur, atau tupoksi baru. Setelah menteri dilantik, mereka harus membuat regulasi tata kelola yang baru terkait struktur yang sebelumnya tidak ada atau berubah. Kemudian mereka juga harus membuat program kerja baru sesuai struktur yang baru. Tentu saja segera pula membuat anggaran sesuai struktur dan program baru tersebut. Berbarengan dengan itu pemerintah harus melakukan Pemilihan staf eselon atau SDM sesuai aturan. Dari eselon 1 eselon 2 hingga eselon 3, bahkan sampai 4 sesuai tatanan aturan kementerian sekarang. Kemudian karena ada perubahan nama dan lembaga, maka logo, kop surat, website dan berbagai simbol lembaga juga harus diubah sesuai struktur baru. Ini ribet karena harus kordinasi dengan kementerian PAN, Kementerian Keuangan dan Bapenas hingga Setneg. Akan lebih ribet lagi jika tiga kementerian pendukung itu juga mengalami perubahan. Kemudian untuk pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten kota juga harus menyesuaikan struktur kementerian yang berubah baru itu. Agar Pemerintah Daerah juga mempunyai dinas yang terkait urusan Pemerintahan dan pelayanan yang berubah itu. Ini juga rumit dan butuh dasar regulasi untuk aturan terkait tupoksi dan penganggaran maupun persoalan SDM. Tiap kementerian baru atau yang berubah harus kordinasi dengan kementerian dalam negeri, untuk menyiapkan struktur yg sesuai hingga di daerah. Jadi mengubah struktur kementerian dan kabinet menjadi gemuk itu bukan sekadar menunjuk orang yang akan jadi menteri, dan wakil menteri, tapi memiliki konsekuensi panjang terkait struktur, penganggaran dan SDM hingga di daerah di seluruh Indonesia. Belum lagi terkait kordinasi dengan partner mereka di DPR atau legislatif. Nah untuk itu tentu semakin banyak kementerian yang berubah, semakin butuh waktu dan biaya untuk menyelesaikan persoalan struktur kelembagaan ini. Pada saat perubahan masih berproses, maka sebagian besar ASN di kementerian yg berubah gak bisa langsung kerja. Padahal pemerintah Prabowo dituntut dan diharapkan untuk segera melakukan perbaikan. Melakukan pelayanan. Bahkan Pemerintah dievaluasi dan ditunggu kinerjanya dalam 100 hari, dalam setahun dll. Kebijakan Pemerintah baru mengubah struktur yang begitu banyak tersebut menunjukkan kurang memperhitungkan pengalaman yang tak mudah ini. Karena harus diingat pejabat atau ASN itu harus bekerja sesuai aturan, jika mereka melanggar aturan dan merugikan uang negara maka itu masuk katagori korupsi. Repotnya aturan tupoksi masih yang lama, struktur masih lama, disitulah birokrasi butuh waktu menyiapkan dan menata agar aman tidak melanggar aturan sekaligus tidak masuk perangkap korupsi. Ini bukan masalah sederhana tapi rumit. Beruntung bagi kementerian atau lembaga yang tidak berubah nomenklatur. Makanya mengubah ubah struktur dan nama kementerian itu punya konsekuensi panjang. Pasti butuh wajtu hingga bisa melakukan pelayanan dan kerja untuk publik. Sayangnya Presiden lebih mendahulukan mengakomodasi kepentingan pendukung politik dibanding pertimbangan mendahulukan pelayanan segera pada rakyat dan negara yang harus secepatnya dilakukan. Mengubah ubah kementerian juga akan jadi preseden buruk dan inefisiensi waktu maupun anggaran. Presiden baru di 5 tahun mendatang belum tentu cocok dengan struktur yang diubah sekarang. Maka ini juga bisa memunculkan inkonsistensi pemerintahan-pemerintahan di masa depan. Itulah harga pak Prabowo ingin mengakomodasi atau merangkul banyaknya kekuatan politik di negeri ini.

Henri Subiakto

123,951 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ๅนดๅ‰

๐—ž๐—˜๐—ก๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—๐—”๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—˜๐—ฅ๐—š๐—œ ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ž๐—”๐—ง๐—” ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—•๐—”๐—›๐—”๐—ก? Anies Baswedan adalah salah satu juru kampanye terhebat yang pernah dimiliki Jokowi. Jokowi belum tentu jadi presiden tanpa dukungan Anies Baswedan dan #99, ada yang bisa bantah? Dalam video ini, Anies Baswedan mengusung tema PERUBAHAN artinya atas nama dan persetujuan timses serta Jokowi-JK tentunya. Lalu kenapa sekarang pada alergi dengan kata perubahan itu? A NEW HOPE adalah sematan yang ditempelkan pada gambar wajah Jokowi di majalah Times, HOPE (HARAPAN) adalah intisari dan daya gerak dari perubahan itu sendiri! Seperti halnya Obama yang mengusung CHANGE, STAND FOR CHANGE dan CHANGE WE CAN BELIEVE IN! APA ARTINYA PEMILU DAN PILPRES YANG MENELAN BIAYA MAHAL PULUHAN TRILIUN BILA TIDAK ADA HARAPAN UNTUK MENUJU PERUBAHAN BERBANGSA DAN BERNEGARA KE ARAH YANG LEBIH BAIK? Meraka yang digadang-gadang menjadi calon pemimpin tapi mengunci, menampikan dan alergi terhadap kata perubahan sesungguhnya mereka sudah melakukan pembohongan publik sekaligus melawan hukum alam, sunatullah! Mereka tidak lebih dari penghamba kekuasaan belaka! PERUBAHAN adalah keniscayaan. Apakah negara Indonesia statusnya sudah jadi negara maju sehingga tak memerlukan perubahan? Apakah kehidupan rakyat di negara kita sebagian besar sudah merasakan keadilan dan kemakmuran sehingga tidak memerlukan perubahan? Apakah ada jaminan 100% program pemerintahan sekarang yang dijalankan itu semuanya baik, sempurna tanpa cela? Apakah semua indikator ekonomi, pembangunan dan lain-lain di era pemerintahan Jokowi lebih baik dari era sebelumnya sehingga tidak memerlukan perubahan? Masih debatable! KEBERLANJUTAN progam kerja era pemerintahan Jokowi ke era selanjutnya adalah kepastian! Siapa pun presidennya, bahkan bila yang jadi presiden adalah Anies Baswedan sekalipun. Anies Baswedan selalu bilang, suatu program dilanjutkan bila mencerminkan prinsip keadilan dan kesetaraan, berdasarkan ilmu pengetahuan dan akal sehat, mengedepan kepentingan umum (publik) serta sesuai dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku. Bila memenuhi syarat itu maka publik sendiri yang akan menjaga dan mempertahankannya. Bila tidak, maka harus dikoreksi dan diperbaiki. Perubahan yang terjadi yaitu program yang baik akan dikembangkan dan dijadikan lebih baik lagi, yang belum ada dilakukan inovasi, terobosan baru sesuai perkembangan zaman dan kepentingan terkini yang ada di masyarakat. Dan seterusnya. Bila melihat dan memahami keseluruhan isi orasi dalam video ini, maka sebenarnya yang layak menjadi "Putra Mahkota" penerus Joko Widodo ya Anies Rasyid Baswedan! Cc Partai Demokrat Partai NasDem DPP PKS

King Purwa

338,763 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 2 ๅนดๅ‰

Apabila persidangan mengenai dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, disiarkan secara langsung dan dapat disaksikan oleh masyarakat luas, maka tingkat perhatian publik diperkirakan akan sangat tinggi. Dalam skenario hipotetis di mana pengadilan menyimpulkan bahwa pihak yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan ijazah yang dinilai sah sebagai alat bukti, atau bahkan terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pemalsuan dokumen, konsekuensi sosial dan politik berpotensi sangat besar. Jangan main-main dengan ini. Jika kondisi tersebut terjadi, kemungkinan yang dapat muncul antara lain adalah reaksi kemarahan spontan dari sebagian masyarakat, meningkatnya polarisasi opini publik, serta munculnya seruan untuk menggelar aksi unjuk rasa tuntutan pertanggung jawaban oleh Jokowi di berbagai daerah. Reaksi kemarahan tersebut dapat dipicu oleh anggapan bahwa persoalan tersebut menyangkut integritas pejabat publik dan kepercayaan terhadap institusi negara. Rakyat merasa ditipu dan dipermainkan. Besar kecilnya reaksi tentu akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, namun jika isi putusan pengadilan serampangan, tidak adil, mengabaikan kekuatan pembuktian yang dipaparkan dalam persidangan, maka bukan mustahil apa yang diramalkan Cak Nun akan terjadi, โ€œJokowi akan di tawur rakyatnya sendiriโ€. Apalagi jika respons pemerintah, sikap aparat keamanan represif, pemberitaan media provokatif, serta ajakan dari tokoh politik maupun tokoh masyarakat menaikan tingkat eskalasi tuntutan pertanggung jawaban Jokowi. Sebagai perbandingan, dalam beberapa peristiwa sebelumnya, sejumlah figur publik seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya pernah menjadi sasaran kritik maupun aksi protes dari sebagian masyarakat yang berujung pada โ€œpenggerudukanโ€ rumah mereka. Dengan demikian, jika sidang perkara ijazah Jokowi diselenggarakan secara Live, lalu terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pelanggaran serius dan informasi tersebut disaksikan secara langsung oleh publik, maka salah satu kemungkinan adalah meningkatnya kemarahan publik yang dapat memicu aksi langsung pada Jokowi. Namun, apakah hal itu benar-benar terjadi, seberapa besar skalanya, dan bagaimana dampaknya tetap bergantung pada fakta yang terungkap di persidangan serta dinamika sosial dan politik setelahnya. Jadi menurut anda sebaiknya sidang Ijazah Jokowi tetap diselenggarakan secara Live atau malah justru tertutup dari publik dan media ?

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

23,967 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 28 ๅคฉๅ‰

๐—ฃ๐—”๐—›๐—”๐— ๐—œ ๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐——๐—˜๐—ก ๐—ฃ๐—ฅ๐—”๐—•๐—ข๐—ช๐—ข. Presiden Prabowo sudah persilahkan rakyat untuk berekspresi secara serius, tapi sayang, rakyatnya banyak yang tidak juga paham. Tiap kali rakyat teriak minta Prabowo makzulkan Gibran, adili Jokowi dan antek-anteknya, seakan Presiden dapat seperti membalikkan telapak tangan untuk memenuhi tuntutan mereka, โ€œtidak begitu aturan mainnyaโ€ฆโ€. Jika rakyat jeli, maka mereka akan paham dengan apa yg terlihat dari dicokoknya Noel oleh KPK. Apakah ketika Prabowo berkuasa sebagai Presiden lalu serta merta Prabowo memerintahkan aparat langsung menangkap Noel lantaran dulu Noel pernah ngotot agar Polisi tangkap Prabowo dalam kasus Ratna Sarumpaetโ€ฆ? Tentunya tidak. Prabowo justru malah naikan Noel jadi Wamen hingga sampai-sampai orang mengira Prabowo berhati malaikat yg tak pernah menyimpan dendam. Padahal, semua diputuskan Prabowo karena moralnya Noel sudah sangat mudah dibaca. Hasilnya, dalam hitungan bulan, Noel pun dicokok KPK. Itu satu hal..!!. Hal kedua. Apa yg terlihat dari โ€œtak tersentuhnyaโ€ Rismon Sang Pembuka Misteri Ijazah Jokowi oleh aparat hukum..? siapa yang tak kenal Rismon..? Kurang โ€œgilaโ€ dan nekat bagaimana Rismon dalam membuat pernyataan di media. Tito, Khrisna Murti, M.Nur Azhar, semuanya Jenderal Polisi, habis โ€œdi setan-setaninโ€ oleh Rismon didepan media. Bukan hanya personal Polrinya, namun juga institusi Polri dikritik habis-habisan. Hercules pun ditantang jika ingin menggunakan kekerasan untuk menghadapi dirinya. Rismon bahkan mempersilakan aparat untuk menangkap dirinya. Siapa yg tidak tau Ketum Partai Coklat..? Dengan kekuasaannya, Ketum Parcok pasti dengan mudah dapat membuat Rismon dipenjara. Siapa yg tidak kenal HERCULES..? Panglima GRIB yang memiliki ratusan ribu preman sebagai anak buahnya. Tapi nyatanyaโ€ฆ..? apakah Rismon ditangkap aparat..? Apakah Rismon dibunuh Preman..? TIDAK..!! Rismon aman dan baik-baik saja..!!. Jadi siapa yg bisa melindungi Rismon dari dicokok aparat hukum dan dipersekusi preman..? Mikiiirrrโ€ฆ.!!!. Hal ketiga. Dulu ketika massa 212 bergerak menuju Monas, berapa banyak pasukan yg dikerahkan untuk menghalangi rakyat dari berbagai wilayah masuk menuju Jakarta. Dari stasiun kereta dihalangi masuk, dari Bus dan Truk disuruh putar balik. Lalu mengapa pada rencana tanggal 25 Agustus 2025 besok rakyat begitu lancar dan mudahnya bergerak berkumpul di Jakarta tanpa ada yang menghalang-halangiโ€ฆ? Memangnya siapa yg mampu melarang pasukan keamanan untuk tidak menghalangi RAKYAT BEREKSPRESIโ€ฆ.? Please, cerdaslah sedikit dalam memahami setiap kejadian. Jadi, jika pintu ruang pesta sudah dibuka, tuan rumah sudah mempersilahkan masuk, musik telah dilantunkan dan suguhan telah siapkan dengan begitu lengkapnya, maka cara menghormatinya adalah dengan BERDANSA & MENIKMATI HIDANGAN yang telah disajikan. Selamat berdansa dan bergembira di Pesta Rakyat untuk menyongsong perubahan masa depan yang lebih baik, karena setelahnya Indonesia Akan Terang tanpa antek-antek dan dinasti Mulyono.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

20,008 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 11 ไธชๆœˆๅ‰

๐’๐ž๐ญ๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐๐ž๐ง๐ฒ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฉ ๐ƒ๐ž๐ฆ๐จ ๐€๐ง๐š๐ซ๐ค๐ข๐ฌ, ๐๐ซ๐š๐›๐จ๐ฐ๐จ ๐ƒ๐ข ๐†๐ฎ๐ง๐œ๐š๐ง๐  ๐Š๐ž๐ซ๐š๐œ๐ฎ๐ง๐š๐ง ๐Œ๐๐†. Apakah istana, Prabowo Subianto, Partai Gerindra, Fraksi Gerindra DPR/MPR RI tidak mencurigai kegagalan sistemik serentak dalam kasus keracunan ini..? Saya pribadi menilai bahwa intelejen negara tidak bekerja dengan sungguh-sungguh jika tidak melakukan analisis yang mendalam atas kejadian keracunan serentak ini. Coba kita cermati, ada diskrepansi yang sangat besar antara kondisi normal, misalnya ratusan ribu kedai makan atau warung makan yang menjajakan beragam menu makanan setiap harinya, mulai dari skala kaki lima hingga resto menengah dan atas, namun sangat jarang terdengar atau hampir tak pernah terjadi kasus keracunan makanan. Tapi coba bandingkan dengan kejadian saat ini, dimana kasus terjadi secara massal, serentak, dan berulang dalam satu program spesifik, apa tidak mencurigakan..?. Dalam analisis risiko, intelejen harusnya curiga, karena sebuah anomali yang ekstrem sering kali menjadi indikator adanya faktor intervensi yang disengaja, bukan kegagalan acak. Pola yang terkoordinasi secara geografis dan temporal menunjukkan adanya perencanaan dan organisasi yang bekerja secara terarah, sekali lagi, bukan kecelakaan acak. Aksi sabotase selalu memiliki target yang dipilih dengan cermat untuk dampak maksimal. Dalam kasus ini, targetnya sangat strategis dan fokus, yakni program unggulan (flagship) dari pemerintahan Prabowo. Menyerang program ini bukan sekadar menyerang logistik makanan, melainkan menyerang langsung simbol keberhasilan dan citra pemerintahan Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa pemerintahan Prabowo tidak kompeten, bahkan dalam menyediakan hal mendasar seperti makanan untuk anak-anak. Korban yang ditargetkan juga anak-anak sekolah. Ini adalah pilihan target yang paling efektif untuk memicu kemarahan publik, kepanikan di kalangan orang tua dan liputan media yang masif. Serangan terhadap anak-anak akan menghasilkan gelombang emosi publik yang jauh lebih besar daripada jika targetnya adalah orang dewasa, sehingga tekanan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto menjadi berlipat ganda. Jika zat penyebab keracunan adalah bakteri umum seperti Salmonella atau E. coli, kelalaian masih bisa menjadi penyebab. Namun, jika ditemukan zat kimia yang tidak lazim, racun spesifik, atau bakteri yang telah direkayasa, maka kemungkinan sabotase meningkat secara drastis. Zat seperti ini tidak akan muncul secara alami dalam proses penyiapan makanan yang lalai sekalipun. Jadi pemerintahan Prabowo Subianto sebaiknya segera menghentikan dulu untuk sementara program MBG ini, melakukan kajian ulang, evaluasi sekaligus investigasi terhadap program MBG ini. Jika tidak efektif, sebaiknya program MBG dihentikan permanen, dan lewat instruksi Presiden segera dirancang pengalihan programnya. Sementara itu penyelidikan atas dugaan sabotasenya harus terus diusut secara tuntas, jika terbukti terjadi upaya sabotase, maka penyidikan harus dijalankan hingga menyentuh otak pelakunya. Presiden Prabowo harus membentuk satgas khusus yang independen dan langsung melaporkan perkembangan penyelidikan kepada Presiden atau Menkopolhukam untuk menguak dugaan sabotase ini. Apapun alasannya, ambisi untuk menuju puncak kekuasaan atau kursi jabatan Presiden tidak boleh dibiarkan terjadi dengan cara-cara keji seperti ini. Seret pelakunya dan hukum seberat-beratnya, sekalipun secara politik pernah berkontribusi dalam mengantarkan Prabowo ke kursi Presiden.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

28,589 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 10 ไธชๆœˆๅ‰

๐— ๐—”๐—ง๐—œ๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—ก๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ฅ & ๐— ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—Ÿ ๐——๐—œ ๐—”๐—Ÿ๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐—๐—”๐—›๐—”๐—ก. Pernyataan Prabowo bahwa โ€œperdamaian hanya tercipta jika semua orang menjamin keamanan Israelโ€ bukan sekadar kekeliruan diplomatik, itu adalah kebangkrutan moral yg paripurna. Ini adalah sebuah lelucon gelap dalam panggung sejarah kemanusiaan, di mana logika diputarbalikkan hingga patah, dan akal sehat dipaksa berlutut di hadapan arogansi kekuasaan. Meminta dunia, dan lebih parah lagi, meminta bangsa Palestina untuk menjamin โ€œrasa amanโ€ bagi Israel adalah sebuah paradoks yg menjijikkan. Bagaimana mungkin sebuah bangsa yg tanahnya dirampas, rumahnya dibuldoser, dan anak-anaknya dibantai, kini dituntut untuk menjadi penjamin tidur nyenyak bagi si perampokโ€ฆ? Ini sama halnya dengan menuntut leher yg tercekik untuk meminta maaf kepada tangan yg mencekik karena telah membuat jemarinya lelah. Logika ini adalah sebuah anomali yg cacat dan konyol. Jika kita menggunakan standar nalar yg sama, mari kita putar waktu ke masa revolusi fisik Indonesia. Bayangkan jika Bung Karno, Sang Putra Fajar, berdiri di hadapan ribuan rakyat jelata yg lapar dan tertindas, lalu berteriak lantang, โ€œSaudara-saudara!, Kita baru bisa damai jika kita menjamin NICA tidur nyenyak!. Kita harus akui kedaulatan Belanda agar mereka merasa aman menjajah kita!โ€. Jika itu yang keluar dari mulut Soekarno, maka ia bukan pahlawan proklamator, ia akan dicatat sejarah sebagai pengkhianat yg meludahi penderitaan rakyatnya sendiri. Kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan menjamin kenyamanan Westerling, tapi dengan mengusir kebiadaban mereka. Menyamakan posisi penindas (okupator) dengan yg tertindas (okupied) dalam satu meja negosiasi yg menuntut jaminan keamanan bagi si kuat, adalah pengkhianatan terhadap konstitusi anti-penjajahan. Pernyataan Prabowo dalam forum internasional adalah bentuk diplomasi yg tidak membumi, yg seolah lupa siapa yg memegang senjata laras panjang dan siapa yg hanya memegang batu. Pemikiran dan logika absurd Prabowo ini merusak tatanan keadilan. Perdamaian tidak akan pernah lahir dari rahim ketidakadilan yg dipoles dengan kata-kata manis. Menuntut jaminan keamanan bagi penjajah sebelum memberikan hak hidup bagi yg dijajah adalah sesat pikir yang fatal. Itu bukan jalan menuju damai, itu adalah jalan menuju perbudakan yang dilegalisasi atas nama โ€œ๐—ฆ๐˜๐—ฎ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€.โ€ Sejarah tidak akan buta. Menjamin keamanan penjajah di atas tangisan korban jajahan adalah titik nadir di mana kemanusiaan kita telah resmi mati suri. Dengan sikap dan pemikirannya, Prabowo bukan hanya telah menyakiti perasaan bangsanya sendiri, namun melukai nilai-nilai kemanusiaan dan moral seluruh insan waras di muka bumi ini.

๐‹๐ˆ๐‘๐€ โฝแดผแถ แถ โฑแถœโฑแตƒหกโพ

43,735 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 6 ไธชๆœˆๅ‰

Tidak ada yang kebetulan... Wajib Dibaca nih! ๐Ÿ‘‡ ๐Ÿ”ปBaru beberapa hari yang lalu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata, bersama Panglima Pasukan Dirgantara Garda Revolusi, mengunjungi salah satu pusat penting dan strategis di sebuah fasilitas yang aman. ๐Ÿ”ปDi tempat Mayor Jenderal Mousavi dan Jenderal Mousavi berdiri, terdapat sebuah titik di mana hulu ledak terlihat jelas, yang konon merupakan bom nuklir taktis generasi keempat! ๐Ÿ”นNamun, poin yang lebih penting adalah pembawa hulu ledak ini. Tampaknya masalah ini juga telah diselesaikan bertahun-tahun yang lalu. Mengingat rudal nuklir taktis adalah senjata khusus, tepat sasaran, dan dirancang serta dibangun untuk menghancurkan titik tertentu dengan jangkauan tertentu (misalnya, menghancurkan kawasan Kiryat di Haifa atau kompleks industri Kiryat Shmona atau kompleks industri Ashkelon tempat fasilitas Rafael, Elbit Systems, atau Aerospace Industries milik rezim Zionis berada), rudal ini ditembakkan dengan pembawa rudal khusus. ๐Ÿ”นKarena Iran telah menghancurkan pertahanan rezim selama perang 12 hari dan melumpuhkannya sepenuhnya (Iran memiliki informasi yang akurat dan tidak dapat dipercaya tentang tata letak dan kemampuan pertahanan ini), dalam perang apa pun di masa mendatang, tidak ada hambatan bagi hulu ledak taktis untuk mencapai wilayah pendudukan dan akan dengan mudah mencapai targetnya. ๐Ÿ”นNamun, targetnya bukan hanya wilayah pendudukan. Iran menggunakan elemen yang sangat penting dalam membangun keseimbangan teror, mengingat kepemilikannya atas rudal Sejil-5 dengan jangkauan lebih dari 5.000 kilometer, yang dapat menjangkau semua ibu kota Eropa dan bahkan Pulau Diego Garcia. Meskipun tidak ada yang memperhatikan pesan yang disampaikan dalam video ini selama seminggu terakhir, kini semua orang mulai membicarakannya.. ๐Ÿ”ธRepublik Islam Iran menggunakan semua kemungkinan, kapasitas, aset, dan pemikiran untuk menjadi kuat. Kedaulatannya tidak pernah goyah dalam mempertahankan integritas teritorial, keamanan psikologis dan ekonomi, serta menghadapi musuh potensial mana pun, dan selalu berusaha dan berjuang dengan kekuatan dan keteguhan di bidang ini. ๐Ÿ”ธApa yang dilakukan Iran selama 37 tahun setelah perang yang dipaksakan selama delapan tahun adalah proyek terbesar kemerdekaan politik, militer, dan keamanan. Iran tidak akan berada di bawah payung keamanan pihak mana pun dengan cara apa pun; negara yang telah bergandengan tangan dengan Amerika dan Zionisme global tidak akan berada di bawah beban Rusia atau China. Rusia berutang kemenangannya kepada Iran, dan China juga berutang keamanannya yang berkelanjutan. ๐Ÿ”ธIran tidak pernah gagal dalam pengembangan militer, teknologi, dan infrastruktur keamanannya. Dalam pertahanan suci 12 hari, Iran berjuang dan menang sendirian melawan semua iblis dunia dan tidak membiarkan mereka mencapai tujuan mereka. Apa yang terjadi di Iran akan terjadi di negara lain mana pun; seluruh struktur politik dan militernya akan runtuh. ๐Ÿ”ธ Oleh karena itu, kita harus menulis dan merenungkan dengan cermat dan sabar tentang apa yang sedang terjadi. Apa yang telah terungkap tentang kekuatan militer Iran hanyalah bagian publiknya, puncak gunung es yang telah terbentuk selama bertahun-tahun dalam kesunyian berita dan jauh dari kebisingan untuk melindungi negara. Ada kejutan di depan yang bahkan tidak akan pernah terpikirkan oleh pikiran sakit musuh-musuh Iran...

SW News - SOFT WAR NEWS

24,088 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 1 ๅนดๅ‰

โ€œPOLA YANG TERBACAโ€ Persuasi Ancaman - Risakan (Character Assassination) Ada satu pola yang selalu berulang dalam sejarah pertarungan kebenaran vs kebohongan penguasa. Bukan hanya di satu negara. Bukan hanya di satu zaman. Pola itu sederhana: Ketika pengungkapan kebenaran menyentuh titik kritis, yang diserang bukan substansinya, tapi ORANG yang berani mengajukannya. Tahapannya hampir selalu sama. Pertama, dipersuasi. Dibujuk. Kedua, diancam, dengan berbagai ancaman langsung maupun tidak, fisik, non fisik, hingga metafisik Ketiga, masuk ke tahap berikutnya: Risakan atau penghancuran kredibilitas Melalui kelemahan atau kesalahan di masa lalu (siapa sih orang yang tidak punya kesalahan masa lalu?) Dan jika tidak ada, maka dibentuklah fitnah-fitnah dan pembunuhan karakter (character Assassination). Karena jika publik sudah tidak percaya pada orangnya, maka mereka tidak perlu lagi mengamanka kebohongannya. Ini bukan teori. Ini pola. Hari ini, melalui apa yang terjadi pada Rismon, kemudian apa yang terjadi pada dr Tifa dan Roy Suryo, kita melihat pola itu lagi. Bukan tentang siapa yang benar. Bukan tentang data apa yang valid. Tapi tentang bagaimana perhatian publik digeser: Dari hukumโ†’ ke pribadi Dari substansi โ†’ ke sensasi Dari kebenaran โ†’ ke persepsi Isu-isu personal mulai dimunculkan. Label dilemparkan. Cerita dibangun. Dengan berbagai macam cerita dan fitnah yang dibangun dan terus-meneruskan dijejalkan kepada mindset publik. Bukan untuk menjelaskan. Tapi untuk mengaburkan. Saya ingin kita semua berhenti sejenak, dan bertanya dengan jujur: Kalau semua sudah jelas dan kuat, kenapa tidak dijawab saja jika memang masih ada pembelaan? Tidak cukup 22 Ahli, 127 Saksi, 709 dokumen pendukung untuk pembelaan atas 1 lembar ijazah? Masih perlu dibangun framing dan fitnahan? Kenapa harus berputar ke arah lain? Di titik ini, ini bukan lagi soal satu orang. Bukan soal nama tertentu. Ini soal sesuatu yang lebih besar: Apakah kita masih hidup dalam ruang di mana kebenaran boleh diajukan, dan dijawab dengan data? Atau kita sudah masuk ke fase di mana kebenaran dijawab dengan serangan? Saya tidak meminta Anda percaya pada saya. Walaupun Ilmuwan kelas dunia sekaliber Dr Ing Ridho Rahmadi, sudah memberikan keahlian dan pernyataan sevalid dan sekredibel ini. Saya hanya mengajak Anda menggunakan akal sehat. Lihat polanya. Nilai sendiri. Karena kebenaran tidak pernah takut pada pertanyaan. Yang takut biasanya adalah sesuatu yang berusaha disembunyikan. Dan jika hari ini yang diserang adalah orangnya, bukan pada kebenaran yang diungkapkan, Maka justru di situlah kita harus semakin fokus pada apa yang disampaikan. Saya, dr Tifa akan tetap di sana. Di titik kebenaran itu diletakkan. Tenang. konsisten. Dan tidak bergeser. Karena pada akhirnya, yang akan bertahan bukan suara paling keras, dan tindakan paling kejam. Yang akan bertahan adalah kebenaran yang diridhai Tuhan. Hasbunallah wanikmal wakil, nakmal maula wanikman Nashir La haula wala quwwata ila billahil aliyyil adziim.

Dokter Tifa

19,064 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 4 ไธชๆœˆๅ‰

Menteri Luar Negeri IRAN dan Negara lain, nampak begitu DEWASA dalam perannya sebagai MENTERI yah? Jika dibanding dengan Menteri Luar Negeri indonesia yang nampak seperti AJUDAN presiden daripada sebagai MENTERI Kalau keluar negeri pasti karena dibawa Presiden bukan karena Tanggung jawabnya untuk menentukan arah politik luar negeri negaranya, mungkin isi konstitusi negaranya juga ga dipahaminya, karena kalau paham, dia pasti ga perlu lagi tangan presiden untuk memperkenalkan dirinya, INI MENTERI SAYA pada tiap pertemuan Coba amati Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, yang menunjukkan aura kepemimpinan dan diplomasi yang sangat mandiri di berbagai panggung internasional. โ€‹Observasi gue mengenai perbedaan "bobot" antara menteri luar negeri suatu negara sering kali berakar pada bagaimana sistem politik dan budaya diplomasi negara tersebut dijalankan. โ€‹Diplomasi Berbasis Kekuatan Ideologis โ€‹Negara seperti Iran, Rusia, atau Tiongkok sering kali menempatkan Menteri Luar Negeri sebagai ARSITEK kebijakan, BUKAN sekadar PELAKSANA. โ€‹Kewenangan Penuh: Tokoh seperti Araghchi atau Sergey Lavrov (Rusia) memiliki mandat yang sangat luas untuk bernegosiasi langsung TANPA harus terus-menerus MENOLEH ke arah pemimpin mereka di setiap langkah kecil. โ€‹Spesialisasi: Mereka sering kali merupakan diplomat karier yang telah puluhan tahun berkecimpung di medan tempur geopolitik, sehingga wibawa mereka terbentuk dari penguasaan materi yang sangat dalam. โ€‹Gejala "Presiden-sial-isme yang Dominan" di Indonesia Saya melihat Menlu Indonesia tampak seperti "ajudan" bisa dijelaskan melalui gaya kepemimpinan di Indonesia: โ€‹Sentralisasi Pencitraan: Dalam politik Indonesia, sering kali Presiden ingin menjadi wajah utama dari setiap kesuksesan internasional. Hal ini membuat menteri-menteri di sekitarnya, termasuk Menlu, sering kali terlihat hanya sebagai pendamping atau pengatur protokol. โ€‹Diplomasi Transaksional: Jika kebijakan luar negeri lebih difokuskan pada investasi (ekonomi) daripada posisi geopolitik yang tegas, maka peran Menlu sering kali tergeser menjadi "pembuka jalan" bagi agenda ekonomi Presiden, sehingga kemandirian politiknya kurang terlihat. โ€‹ Aura dan Protokol Diplomasi โ€‹Video tersebut memperlihatkan Araghchi yang bergerak lincah di PBB, diwawancarai media internasional secara eksklusif, dan melakukan pertemuan bilateral tanpa bayang-bayang presidennya. Ini memberikan kesan bahwa dia adalah pemegang kendali di wilayahnya. โ€‹Di banyak negara maju atau negara dengan ketegangan geopolitik tinggi, Menlu adalah "wajah kedaulatan". โ€‹Sebaliknya, jika seorang Menlu hanya muncul saat mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja, maka secara persepsi publik, fungsi strategisnya sebagai penentu arah politik luar negeri akan memudar. โ€‹Refleksi: Tanggung jawab seorang Menteri Luar Negeri seharusnya adalah menerjemahkan kepentingan nasional menjadi aksi nyata di panggung dunia. Jika seorang menteri hanya bertindak sebagai "pengikut", maka diplomasi negara tersebut akan kehilangan daya tawar karena dianggap tidak memiliki otoritas mandiri. โ€‹kalau presiden tidak percaya MENLU seperti sugiono itu belum mampu mengatasi geopolitik luar negeri apalagi menentukan arah kebijakan pada wilayahnya yang dia emban, kenapa masih DIPELIHARA? Karena itu sama saja Prabowo MENGGENDONGIN BEBAN KEMANA-MANA Bukan meringankan Beban, sehingga Presiden tidak dapat memikirkan Persoalan Bangsa dan Negaranya yang lebih luas karena banyak memerankan jadi BABY SITER Menteri-Mentrinya. :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ

14,193 ๆฌก่ง‚็œ‹ โ€ข 3 ไธชๆœˆๅ‰