正在加载视频...

视频加载失败

Kaum Liberal Udik Otak Dikit. Lu hadapi nih emak2 Jakarta. Yang bicara dengan fakta bukan dgn kebencian apalagi ditambah dgn ketolollan. Emak - emak ini bicara dgn sejujurnya yg dia alami. Ga membalik balik fakta seperti kelakuan PARTAI SEPUTARAN IBUKOTA yang OPORTUNIS ITU.

135,551 次观看 • 2 年前 •via X (Twitter)

10 条评论

AnnaYellowHeart💛💛💛 的头像
AnnaYellowHeart💛💛💛2 年前

Pak Geisz Usul...Desak Anies khusus emak emak JKT untuk testimony krm kan selama ini kebaikkan/ berita ttg pak Anies gak pernah di up media. Jd mak mak yg di daerah juga bisa ngerti ThePowerOfEmakEmak 😍😍💛💛☝️

Encus 的头像
Encus2 年前

Om jgn gitu ini kejem banget buat calon yg lain, mereka harus kerja keras spy survei naik setelah ada video ini, sebab mereka ga punya track record seperti pak anis. Jgn2 nanti wowo k kampung2 lagi data rumah yg ancur akibat perang😆

3@LFA 的头像
3@LFA2 年前

Nach ini baru beneran asli tinggal di Jakarta , bukan yang katanya- katanya . Keluarga saya salah satu keluarga yang mendapatkan manfaatnya.

Asmoroqondi 的头像
Asmoroqondi2 年前

1000% bener alhandulillah anak dr SD sampe SMA gratis tis masih dpet KJP berangkat sekolah ga puyeng ada bus sekolah tersedia tranportaso jadi gampang...ideal dah.. jadi kalo ada oramg jakarta kaga dukung pak amies dongo abis..apalagi yg bacod sebarangan kita saksinya.

私の名前は ハリスです 的头像
私の名前は ハリスです2 年前

Kaum otak dikit kayaknya ada 2 macem bang, 1 org udik yg gak pernah ke jakarta tp slalu dicekokin hal2 jelek ttg jakarta. 2 org jakarta yg mata & otaknya gak sinkron. Pdhal warga pinggiran dki banyak yg berharap peta dki diperluas sampai wilayahnya kala itu (termasuk saya) 🤣🙏

Roikhatul Jannah 的头像
Roikhatul Jannah2 年前

Maaaak...ckp mak ceritanya...jangan bikin iri...biar kite ga iri..ayoklah AMIN kan indonesia...biar bkm jakarte doang yg teranies anies...

DL Kopi Manies 的头像
DL Kopi Manies2 年前

Harusnya semua emak², millenial, gen z yg ada di Jakarta juga melakukan testi macam ini. Klopun mereka gabisa buat sendiri videonya bisa dibantu sama teman² lain yg jago buat vlog. Banjirin deh tuh seluruh medsos dgn testi kepuasan warga Jakarta. @aniesbaswedan @aniesbubble

Raffles 的头像
Raffles2 年前

Klo sdh mak mak yg ngomong sepeti itu Kalian ngak bisa jawab apa apa kan. Itu semua kenyataan Kerja Anies yg disampaikan msh banyak lg keryaan nya yg belum disampaikan. Makanya Buka mata bersihkan Hati Kalian .baru Ngomong

Alwi Azis Husien.R 的头像
Alwi Azis Husien.R2 年前

MasyaAllah. Info seperti ini yang harus disebarkan untuk calon pemilih yang masih kemakan HOAX dari buzzer supaya sadar dan mengetahui fakta sebenarnya.

Dedara 的头像
Dedara2 年前

Bener banget ini sy yg pindah dri jakarta ke bekasi masih merasakan kebijakan DKI yaitu mintain susu ke abang ipar yg masih warga DKI 😂

相关视频

Ketika media banyak yang menggiring dengan narasi seolah presiden Prabowo Subianto sosok yg anti kritik dan otoriter, justru yg terjadi kebalikannya, sosok uni Lubis menarik utk disimak, Krn bagi gw dia bukan sosok yang demokratis Krn dia blok gw hanya karena gw kritisin kritikannya ke pemerintah yang tidak memakai cover both side. Skrg gw jg akan kritik wawancaranya yang "bias" melebar kemana2 walaupun udh dijawab lgs sama pak Prabowo dgn lugas Kritikan gw pd uni Lubis diantaranya Saat dia bicara gebrakan presiden soal Danantara sampe MBG tapi kenapa malah melebar soal demo darurat yg menolak UU pilkada, lucu ya demo 22 Agustus pdhl presiden aja dilantik 20 Oktober🤪 Wawancara melebar lagi dengan opini tentang abused yang dilakukan aparat dalam menangani demo, sambil menggiring ke RUU TNI sebelum akhirnya menanyakan tanggapan presiden tentang demo mahasiswa (termasuk abused yg dilakukan aparat) dan tentunya dgn penggiringan sambil masih dengan tendensius nya bilang "apa sih urgentnya RUU TNI disahkan" sambil tidak lupa dgn kalimat momok "Dwi fungsi tni" Bagi gw pribadi yg dilakukan. Uni Lubis ini bukan wawancara tapi spt pemaksaan opininya adalah yang paling benar, terbukti saat dia bilang apa urgensi RUU TNI kenapa bukan perampasan aset sambil memakai kalimat dalam buku pak Prabowo "setiap negara yang tidak dapat mengatasi korupsi dalam pemerintahan nya makan negara itu akan bubar" Satu kritikan buat uni Lubis pemimpin IDNnews apakah korupsi di Indonesia tidak diselesaikan dgn hukum🤔 klo penegakan korupsi memang belum maksimal tapi klo itu dijadikan alasan negara tidak bisa menyelesaikan masalah korupsi itu pemikirannya patut dikritisi jg (klo udh diblokir Krn kritik opini dia, kira2 yg ini diblokir LG gak ya sama wartawan senior yg "paling" demokratis 🤪😂😂)

Laksmi

13,773 次观看 • 1 年前

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 次观看 • 2 年前

Makin hari makin jelas: gerombolan ini panik berat. Zona nyaman mereka mulai retak, kekuasaan lama ketika partainya berkuasa mulai goyah, jadi satu-satunya senjata tinggal narasi sesat adu domba Presiden & Wakil Presiden. Tiap hari mereka rekayasa cerita: “Geng Solo ada dibalik kekacauan”, “Prabowo dikepung dari dalam”, “ada konflik istana”, “ini manuver Jokowi Circle”. Semua dibungkus analisis palsu, quote tak jelas, dan screenshot editan. Tujuannya cuma satu: menciptakan perpecahan supaya Prabowo-Gibran goyah. Padahal fakta di lapangan? Presiden & Wakil Presiden tetap solid menjalankan pemerintahan. Tidak ada retak yg mereka harapkan. Yang retak justru mental gerombolan kalian yg terbiasa main aman di zona nyaman era sebelumnya, tau kan partainya apa? Ini kerjaan orang-orang yg takut partainya kehilangan pengaruh kepercayaan publik, partainya makin nyungsep. Takut karena duet Jokowi-Prabowo-Gibran ternyata lebih kuat dari yg mereka prediksi. Takut karena rakyat mulai bosan dgn provokasi murahan. Takut karena narasi lama mereka sudah basi & tak laku lagi. Jadi setiap ada gejolak kecil—harga naik, kebijakan baru, atau isu luar negeri—langsung dikaitkan jadi “bukti” konspirasi gulingan. Itu bukan analisis, itu racun politik yg sengaja disebar untuk mengadu domba. Pesan buat gerombolan pembuat narasi sesat: Zona nyaman kalian memang sdg terganggu. Tapi jangan kira dgn adu domba murahan ini kalian bisa balik menguasai. Rakyat semakin pintar. Mereka lihat siapa yg kerja, siapa yg cuma bisa ngomong & memfitnah dari balik akun media sosial. Presiden & Wakil Presiden solid. Yang goyah justru kalian—gerombolan yg kehilangan zona nyaman & hanya bisa bertahan dgn kebohongan seolah olah partainya masih dipercaya rakyat. Kerja yg benar, benahi internal partai kalian. Berhenti racuni bangsa dgn narasi adu domba. Itu yg bikin negara maju, bukan provokasi kalian yg sudah terbongkar.​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ *Video dari iNews Kunjungan Ragowo Hediprasetyo (Didit Prabowo) putra Presiden Prabowo ke rumah Pak Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo hari ini.

Dede Budhyarto

64,616 次观看 • 3 个月前

Jauh sebelum ribut tingginya UKT, pak Prabowo Subianto sudah memikirkannya, untuk itu beliau membuat kebijakan beasiswa FULL baik anak berprestasi yang kuliah di UNHAN tanpa melihat latar belakang keluarga. "Only the best brain" Ya visi beliau adalah menjadikan Perguruan Tinggi diisi oleh bibit unggul bukan yang mampu membayar. Seperti yang diterapkan di UNHAN, lewat seleksi ketat dan satu lagi kerjasama dengan dunia kerja langsung utk memastikan masa depan lulusan dari UNHAN itulah mengapa lulusan UNHAN tidak perlu kuatir dalam mencari lapangan kerja krn sudah ada Terima mereka selepas lulus. Kritik terhadap peraturan menteri soal UKT agaknya masih salah sasaran, apalagi klo dikaitkan dgn makan gratis lebih konyol lagi jika disangkutkan dgn narasi "silahkan nikmati pilihan anda" UKT dikeluarkan oleh kampus masing2 terkait dengan otonomi kampus, belum kelar soal otonomi kampus yang hanya menjadikan mahasiswa sebagai obyek krn PT lebih bersifat komersil ketimbang mencetak bibit2 unggul, ditambah lagi kebijakan kampus merdeka yang makin memberatkan mahasiswa bila PT tidak lolos nilainya krn ijazahnya bisa tidak diakui. Padahal seharusnya PT seluruh Indonesia bisa mengacu pada yang sudah diterapkan di UNHAN dimana masing2 berfungsi seperti seharusnya. Tidak hanya sarana dan prasarana dalam belajar, tapi pasca lulus juga sudah dipikirkan lulusan tersebut akan bekerja sesuai dengan bidang pendidikannya. Jika dalam skup kementrian beliau bisa menerapkan otonomi dan kampus merdeka sesuai fungsinya, InsyaAllah selepas beliau dilantik nanti akan menyelesaikan persoalan ini dgn bijak....

Laksmi

10,752 次观看 • 2 年前

Ok, gw mau share ttg video ini yg w ambil dr facnook. Disclaimer dulu, video ini bertujuan utk kita bisa menyikapi segala kemungkinan yg ada, bukan memberikan efek ketakutan atau yg lain. Coba nonton dlu setelah itu kita berpikir, sepertinya apa yg disampaikan beliau ini mungkin ada benarnya, (persepektif gw) Kita sesama masyarakat seakan-akan sengaja dibenturkan, Lalu dgn segala kebijakan yg ada membuat masyarakat bawah makin terpinggirkan, kaum elite semakin dimanja. Coba kalian pikir deh, sepertinya bbrp Minggu ini gak ada habisnya berita ttg kekerasan yg terjadi. Kita pasti taulah apa aja yang udah kejadian, dan semua itu sangat bersinggungan dgn kita masyarakat. Hal-hal di atas bukan hanya sekedar kejadian biasa, tp efek domino ketimpangan yg semakin terasa dimasyarakat itu sendiri. Ibaratnya nih, para Aparat, pejabat, pemerintah, semuanya bertransformasi menjadi musuh bersama masyarakat. Mereka seperti enggak peduli apasih sebenernya yg dibutuhkan masyarakat itu, gimana sih caranya utk menjangkau kaum "bawah" dgn program yg mereka tawarkan. Kan gak ada? Mereka hanya pengen program mereka terlaksana, lalu masyarakat yg mesti menanggung akibatnya. Yg gw takutkan adalah, akan terjadinya tindakan yg menjurus kerusuhan massa yg bisa aja terjadi kapanpun, jika tidak ada perubahan yg di negeri ini atas apa yg sudah terjadi. Kalian gak sadar? Coba liat berita dan scroll sosmed, mall-mall di kota besar serempak memasang pagar tinggi mengelilingi bangunannya, bank-bank besar jg sudah mulai melakukan hal yg sama... Lalu kalian pikir ini kebetulan? Flashback ke tahun 98 gimana tragedi kerusuhan massal yg terjadi di bbrp daerah di Indonesia. Mall-mall besar, pusat pemerintahan, bisnis, luluh lantak akibat kejadian tsb. Klo mau pakai bahasa keren, spertinya INTELEJEN sudah menyadari hal ini, dan menginstruksikan ke tempat2 terkait utk berjaga-jaga. Gak usah jauh-jauh, cobak inget lagi tragedi kerusuhan tahun lalu. Kan kejadiannya sama, di akhir Agustus, yg kehitung bbrp hari lagi, Yg rasa-rasanya mereka sudah mewanti-wanti ini sejak awal. So, yg mau gw sampein adalah, yukk, semakin AWAS dgn perkembangan apapun ttg negeri ini, Krn kita gak tau hari esok apa yg akan terjadi. Kita semua gak mau hal yg pernah terjadi, akan terulang lg dlm masa mendatang, Namun, amit-amit jika hal itu pun terjadi, w harap kita sudah bersiap. 🎥Corry wanita tangguh

Belbel

53,548 次观看 • 2 个月前

Seskab Teddy sebut nama Kaisar & Putera Mahkota Jepang kyak nyebut nama teman-teman dia di kujungan resmi kenegaraan. Orang ini paham sopan santun diplomatik gak sih? Pdhal dlm dunia diplomasi, protokol bukan sekadar formalitas basa-basi; ia bahasa penghormatan antarnegara. Mengabaikan gelar resmi kepala negara asing, terutama monarki dgn sejarah panjang sprt Jepang, merupakan bentuk kecerobohan komunikasi yg sangat serius & memalukan. Kaisar Jepang: His Majesty (HM) Emperor Naruhito (Yang Mulia Kaisar Naruhito). Di Jepang, beliau juga disebut sebagai Tenno Heika. Putra Mahkota Jepang: His Imperial Highness (HIH) Crown Prince Akishino (Yang Mulia Putra Mahkota Akishino)--tidak dipanggil lagi nama lahirnya: Fumihito. Penggunaan nama langsung terhadap simbol tertinggi negara sahabat oleh seorang Seskab adalah cermin dari dangkalnya literasi diplomatik. Sebagai pejabat tinggi yg melekat pada lingkar utama kekuasaan, Seskab Teddy seharusnya memahami bahwa setiap kata yg keluar dari mulutnya membawa beban representasi negara. Menyebut nama Kaisar Naruhito tanpa embel-embel "Yang Mulia" bukan sekadar menunjukkan keakraban yg dipaksakan, melainkan arogansi linguistik yang memalukan. Di panggung internasional, ketidakmampuan membedakan cara bicara di warung kopi dgn forum kenegaraan adalah sinyal ketidaksiapan mental & intelektual dlm mengemban tugas birokrasi tingkat tinggi. Tindakan ini merendahkan marwah diplomasi Indonesia & mempertontonkan defisit etika yg nyata. Jika seorang Seskab gagal menguasai tata krama dasar protokoler, hal itu memberikan kesan bahwa pemerintahan kita dikelola oleh individu yg tidak menghargai kedaulatan budaya bangsa lain. Diplomasi menuntut presisi, bukan sekadar gaya; dan dalam kasus ini, Seskab Teddy telah gagal memberikan rasa hormat yg menjadi hak dasar mitra internasional kita.

Mohamad Guntur Romli

2,524,819 次观看 • 6 个月前

:nani jg bilang nani makasih sama sky krn udah jadi mau jadi partner 🐱iya sbnrnya makasih buat segalanya until kesempatan kerja bareng seperti ini ..di segala aspek akting dan berbagai jenis kerjaan yang lain2 juga :sky jg blg nani orang nya straightforward jadi itu hal yg bagus bgt 🐶iya maksd aku dia ini straightforward tapi bukan yg dia selalu asal ngomong apapun ttg sesuatu ..dia itu orang nya tulus banget..kayak apapun yg dia pikirin dia akan utarakan itu tanpa ada pikiran atau layer lain..jadi itu hal yang bagus krn pas kita komunikasi itu ya semuanya tulus ..pure .. :jadinya nyaman yah? 🐶iya :kalo nani ..gmn sky? 🐱sky..nani gak bisa jelasinnya gmn tapi kayak udah kasih hati ke sky..kayak ngerasanya pas kami ngobrol kami cocok gitu jadi kayak oh bisa nih bareng2 ..kita gak ngerasa gak nyaman atau stress krn kita tuh udh terbuka satu sama lain dan udh setuju dengan berbagai hal mengenai kerjaan..kita bisa selesaiin bareng2 :kayak kita ketemu partner trs langsung cocok 🐶🐱ya 🙂‍↕️🙂‍↕️ :kalian perlu adjust dgn satu sama lain ga? 🐶🐱(liat2an) 🐱sbenernya iya krn lifestyle sky sama aku beda bgt..sky suka sesuatu ..aku suka yg lain tp kami jg banyak kesamaan dlm hal yg disuka kayak suka cari makanan enak ..sky suka vintage style yg ini tp nani suka vintage style yang lain kayak kami bisa akur walau punya banyak perbedaan 😭 kayak wawancara couple abis nikah SKYNANI S TO THE N PRESS #SkyNaniSToTheNFancon

meow 😽

18,288 次观看 • 2 个月前

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
0:58

Sensitive content

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.

Kalanara Mahardika 🎬

320,564 次观看 • 3 个月前

Monggo disimak video lengkap Gus Fuad Pleret dengan judul "Para "HABIB" berhentilah berdakwah di Indonesia, bikin "rusak". Banyak video yang beredar di medsos sudah diplintir yang akhirnya mengaburkan maksud dan tujuan Gus Fuad. Termasuk tagline yang ada di video ini yang diupload oleh akun ᴘᵃᵖⁱ, taglinenya tidak sepeunuhnya mewakili statement Gus Fuad Pleret, justru tagline tersebut dapat menyulut kaum sumbu pendek menurut saya. Dan ada juga beberapa media abal-abal yang memelintir statement beliau. Saya sudah mendengarkan konten beliau keseluruhan dan sudah diulang-ulang dengan durasi 8 menit lebih. Tepatnya pada menit ke 7:00. Beliau menyarankan begini, "untuk sementara itu mungkin Habib-Habib itu berhentilah dakwah di Indonesia karna ngerusak aja itu". Pernyataan beliau ini ditujukan kepada Habaib yang memang punya kecenderungan intoleran, radikal dan keras dalam berdakwah. Beliau bicara soal fakta kekinian yang terjadi pada beberapa sebagian Habib yang punya metode dakwah kasar, ya itu memang dapat merusak menurut saya. Sementara kita ketahui sejarah Islam masuk ke Indonesia itu lewat pewayangan, sehingga bisa lebih mudah diterima oleh masyarakat, bukan dengan teriak-teriak diatas mimbar, mencaci maki serta fitnah terhadap kelompok tertentu. Metode dakwah yang dilakukan oleh para Ulama dan Habaib terdahulu lebih mudah diterima oleh masyarakat dan terbukti Indonesia saat ini menjadi negara mayoritas muslim terbesar di dunia, berkat siapa? Berkat Habib dan Ulama radikal itu? Absolutely not! Pun Rasulullah kemana beliau menginjakkan kakinya dalam metode dakwahnya tidak mencaci maki ataupun keras dalam berdakwah namun dengan akhlakul karimah, santun yang membuat orang terkesima saat menyampaikan pesan ilahi. Metode dakwah itu pula yang dilakukan oleh para ahlul bait dan sahabatnya. Prilaku Habaib yang kasar dalam berdakwah yang menjadi kekeasalan Gus Fuad dan juga saya tentunya. Sejak dulu saya sudah banyak mengecam "Habib gagal", gagal membawa Islam yang rahmah ke Indonesia. Sepenuhnya saya mendukung statment Gus Fuad untuk melarang "Habib-Habib itu" berdakwa di Indonesia, suru balik ke Yaman atau hijarah ke negara yang cocok dengan metode dakwahnya. Jangan sekali-kali merusak tatanan yang sudah dibangun oleh para ulama pendahulu di Nusantara. Untuk orang yang kurangajar sama Gus Fuad saya berharap dipolisikan orang tersebut biar gak ngelunjak. Gus Fuad ini keturunan Sunan Ampel, sudah tau trah Sunan Ampel dari mana? Habib-Habib di Sasak pasti tau trah Sunan Ampel. Satu kata untuk Gus Fuad, hajar Gus!!!

Husin Alwi

297,221 次观看 • 3 年前

Tadi sore saya hadir dan memberikan keterangan ahli di PN Jakarta Selatan. Menurutku Pengadilan pada wahyu yg sudah ditahan 5 bulan adalah buah kedzoliman. Setelah melihat video TikTok Wahyu yg katanya dianggap melanggar pasal 28 ayat (2) UU ITE sbg penyebaran informasi untuk membangkitkan kebencian dan permusuhan berdasar SARA itu sama sekali tidak memenuhi unsur2 pidana. Tapi saya heran Wahyu bisa langsung ditahan di Cipinang, seperti seorang penjahat. Sebagai seorang kepala rumah tangga, Wahyu itu berhak membela diri dan keluarganya dari tekanan kelompok yg menyulitkan ekonominya yg telah membuat warungnya tidak laku. Tekanan itu ia kritik dengan cara membuat konten TikTok. Seorang berpendapat tdk setuju, lalu mengkritik kelompok yg merugikannya secara langsung dengan sebuah kritikan itu adalah hak warga negara yg dijamin konstitusi. Bukan malah lalu dibungkam dengan dijebloskan di tahanan oleh aparat hukum. Pasal 28 ayat 2 UU ITE itu norma yg keberadaannya untuk pelaku provokasi SARA. Untuk orang yg melakukan syiar kebencian, adu domba dan mengajak masyarakat memusuhi mrk yg berbeda SARA. Unsur2 yg hrs terpenuhi adalah : 1) Pelaku punya niat jahat, 2) dilakukan secara sadar, mengetahui dan menghendaki perbuatan yang dilakukan. 3) Pelaku tidak punya hak, atau alasan hukum. 4) Pelaku melakukan perbuatan menyebarkan informasi elektronik, dengan tujuan agar orang lain timbul rasa kebencian dan/atau permusuhan thd mereka yang berbeda SARA. 5) Kontennya hrs ada unsur hasutan, mendorong atau ngajak orang lain punya rasa kebencian dan atau permusuhan. Unsur hasutan ini delik materiel, harus dibuktikan. Baik isi informasinya nyata berupa hasutan atau provokasi, lalu wujud efeknya nyata muncul diskriminasi, atau tindak kekerasan, terhadap individu dan/atau kelompok yang berbeda SARA. Wahyu tidak melakukan itu. Isi TikTok Wahyu juga tdk begitu, apalagi dampak konten wahyu justru kebalik. Wahyu adalah korban diskrimasi dan ketidak adilan. Maka wahyu hrs dibebaskan. Wahyu bkn pelaku pelanggar UU ITE. Dia adalah korban kedzoliman. Alhamdulillah saya bisa hadir dan memberi keterangan untuk meluruskan jalannya pengadilan. Mudah2an hakim mendengar dan mau berempati dengan keadaan Wahyu beserta keluarganya yg hanya ingin keadilan. Semoga kasus ini jadi pelajaran dan tidak lagi terulang, serta Wahyu segera bisa dibebaskan, dan tdk muncul Wahyu Wahyu yg lain serta kedzoliman2 yg lain. Aamiin YRA.

Henri Subiakto

26,416 次观看 • 3 年前

Semua rame soal jampidsus dgn segala komentar soal aset yg disita dr brankas yg ada di cafe yg digrebek polisi, ada dollar Singapura dan AS juga kiloan emas. Gak cuma itu masih rame ngomongin aparat tni yg "menjaga" seakan2 ulangi kasus cicak vs buaya tapi skrg bukan cicak dan buaya lagi tapi udh melibatkan komodo, buaya dan megalodon😄 Tapi yg lupa adalah triger kenapa korupsi ini mencuat, lupa berawal dr salah satu kebijakan presiden Prabowo Subianto dr sekian banyak kebijakan yg selalu di underestimate kaum botol galon deterjen 78 Berawal keputusan kebijakan DMO batubara yg tentu saja berdampak pada kebijakan ekspor impor komoditi batubara salah satunya, bulan Juni nusantara ditunjukkan atraksi sirkus blackout yang membuka fakta jika pasokan batubara ke pln kurang pasokan kurleb 20 jt ton. Ini saja sudah membuka mata pembangkangan kebijakan dmo batubara dimana hrsnya 25% hasil tambang batubara prioritas utk kebutuhan dalam negeri. Korupsi batubara membuka mata publik betapa praktek deep state begitu mengakar, dan kini yg digantikan publik apakah institusi besar seperti polri, kejaksaan dan tni akan buka2an skandal korupsi Bersyukur negeri ini dipimpin oleh presiden yg jelas2 memihak pd kepentingan rakyat, boro2 tunuk pada mafia batubara yg gak mau tunduk pada kebijakan dmo batubara yg ada justru skrg mereka sedang merasakan betapa dahsyat setiap kebijakan yg diambil pemerintah yg terus menegakkan peraturan dan hukum yg berlaku di negeri ini. Terima kasih pak Prabowo Subianto

Laksmi

24,584 次观看 • 2 个月前