Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Mengajari anak2 akibat eek keras = perut bledos = ileus.

46,107 Aufrufe • vor 3 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Gara-Gara Menghindari Petasan Yang di Lempar ke Jalan, Tragedi Tabrakan Maut di Kembaran Tak Bisa Dihindarkan, Satu Meninggal Satu Kritis Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi pada Minggu pagi (8/3/2026) di Jalan Raya Pliken, tepatnya di selatan Lapangan Kembaran, Kecamatan Kembaran. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat, sementara satu lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas itu melibatkan dua pengendara motor. Korban pertama adalah seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor, sementara korban lainnya adalah seorang pria yang dikenal sebagai penjual tempe keliling bernama Warsono, warga RT 5 RW 7, Desa Pliken. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan. Insiden bermula ketika sekelompok anak-anak yang sedang bermain petasan di pinggir jalan diduga menyebabkan salah satu pengendara terkejut dan kehilangan kendali. Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, pengendara tersebut dikabarkan mencoba menghindari letusan petasan yang diarahkan atau dilempar ke arah jalan oleh anak-anak yang sedang bermain. Manuver mendadak itu diduga menyebabkan benturan keras dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Pak Warsono dari arah berlawanan. Benturan keras tak terhindarkan, membuat salah satu k0rban terpental ke aspal dan yang satu terhenti ditempat. Akibat kejadian tersebut, pengendara laki-laki dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera parah di bagian kepala. Sementara itu, pengendara yang lain mengalami luka-luka serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif. Kondisinya dilaporkan kritis. Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi kejadian. Kemacetan sempat terjadi akibat banyaknya warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas kepolisian. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua akan bahaya bermain petasan di area publik, terutama di dekat jalan raya. Aksi anak-anak yang kerap bermain petasan sambil berlarian atau bahkan melemparkannya ke arah pengguna jalan sangat membahayakan keselamatan, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi pengendara yang melintas. Diharapkan para orang tua lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak bermain petasan di sembarang tempat, khususnya di pinggir jalan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

CREEPY ROOM

157,133 Aufrufe • vor 5 Monaten

[BREAKING NEWS] Kecelakaan ‘Adu Banteng’ di Jalan Veteran Yogyakarta, Satu Korban Alami Luka Serius di Kepala YOGYAKARTA – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit sepeda motor terjadi di ruas Jalan Veteran, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tepatnya di depan Ross In pada Rabu malam (13/11/2024). Insiden yang dikenal dengan istilah “adu banteng” ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.28 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan ini melibatkan seorang pengendara pria paruh baya (bapak-bapak) dan seorang pengendara perempuan. Keduanya melaju dari arah yang berlawanan sebelum akhirnya terlibat benturan keras di tengah jalan. Akibat kecelakaan tersebut, kondisi kedua korban dilaporkan kontras. Korban bapak-bapak mengalami luka cukup parah berupa pendarahan di bagian kepala dan sempat tergeletak di aspal. Sementara itu, lawannya, seorang pengendara perempuan, dilaporkan mengalami luka-luka ringan dan syok akibat kejadian tersebut. Warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas segera memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian untuk mengamankan arus lalu lintas yang sempat tersendat. Hingga berita ini diturunkan, unit ambulans sudah tiba di lokasi untuk memberikan penanganan medis darurat kepada para korban. Korban pria yang mengalami pendarahan kepala segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Belum diketahui secara pasti kronologi maupun penyebab utama dari kecelakaan ini. Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab insiden. Pengguna jalan dihimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, mengingat kondisi jalan yang cukup ramai pada jam-jam malam. Laporan: Kontributor Warga

Merapi Uncover

11,069 Aufrufe • vor 3 Monaten

Di Ukraina lowongan kerja menjadi anggota militer terbuka luas, persyaratannya juga relatif lebih mudah. Cukup dengan bekal usia 18+ dan sehat secara fisik, maka siapapun boleh mendaftar sebagai anggota tentara. Tak perlu menjual sawah ataupun punya kenalan di dinas militer, anak muda Ukraina memiliki peluang besar untuk dijadikan alat negara. Gajinya juga cukup besar, Sekitar 20.200 UAH atau sekitar $500 - $550 (Rp8 juta - Rp8,6 juta) per bulan untuk serdadu yang masih level pendidikan atau yang ditugaskan di garis belakang. Sementara bagi mereka yang berada di garis depan akan mendapatkan bayaran senilai 100.000 UAH - 120.000 UAH, nominal yang setara dengan $3.500 -$4.800 (IDR 55 JT - 75 JT). Ironisnya, antusiasme masyarakat dan pemuda Ukraina untuk bergabung dengan dinas militer sangat rendah, demi memenuhi kebutuhan personil di medan perang maka pemerintah Ukraina menerapkan mekanisme perekrutan yang tidak biasa. Presiden Ukraina Vlodimir Zelensky memerintahkan kepada aparat militernya untuk menculik para pria dewasa dari jalan-jalan maupun tempat umum untuk dijadikan tentara yang akan dikirim ke garis depan. Cara ini cukup efektif untuk menutupi kebutuhan jumlah personil, namun meningkatnya korban jiwa di pihak militer Ukraina membuat masyarakat menghindari perekrutan paksa. Sebagian memilih mengungsi ke luar negeri, sementara sisanya berjuang keras untuk menghindari penculikan oleh militer Ukraina. Proses penculikan terhadap para pria dewasa Ukraina tidak selamanya berjalan mulus, banyak yang mengalami kegagalan akibat penolakan dan perlawanan dari masyarakat. Contohnya dalam video ini, dimana pasukan Ukraina mencoba menculik beberapa pemuda dari sebuah klub tinju, namun para serdadu tersebut malah bonyok akibat dipukulin oleh anggota klub tinju tersebut. Jadi buat kalian yang pengen jadi tentara dengan gaji puluhan juta rupiah, Ukraina adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan bakat kalian. 😁

Pecinta Sejarah Tanah Air (PEJANTAN)

105,399 Aufrufe • vor 2 Monaten

Gunung Kemukus dan segala kegilaannya. Sebuah fenomena di mana akal sehat digadaikan, dan moralitas runtuh demi segepok materi. Ketika kemiskinan mendesak atau keserakahan yang tak ada habisnya membutakan mata sebuah bukit di Sragen, Jawa Tengah, berubah menjadi panggung drama spiritual yang paling kontroversial di Indonesia. Ketika nalar dan pikiran sudah rusak total, syarat pesugihan pun dijalani tanpa memedulikan rasa malu. Semua kegilaan ini bermula dari pembelokan sejarah Makam Pangeran Samodro. Mitos lokal dipelintir untuk menciptakan sebuah syarat pesugihan yang tidak masuk akal, namun laris manis diburu orang-orang yang putus asa. Di sinilah nalar mulai rusak: untuk mendapatkan kekayaan instan secara gaib, peziarah diwajibkan melakukan ritual hubungan intim di area terbuka gunung tersebut selama 7 kali berturut-turut setiap malam Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Aturan mainnya jauh lebih sinting, karena hubungan tersebut harus dilakukan dengan orang asing yang bukan suami atau istri sah. Akibat syarat menyimpang tersebut, Gunung Kemukus selama puluhan tahun menjadi "pasar malam" prostitusi terselubung yang masif. Ribuan orang datang dari berbagai daerah. Mereka yang datang karena terdesak ekonomi terlilit utang, stres berat, hingga fungsi kognitif otak lumpuh berbaur menjadi satu dengan mereka yang murni didorong nafsu keserakahan ingin kaya tanpa kerja keras. Mereka saling mencari pasangan asing di kegelapan bukit demi menuntaskan "syarat gaib". Jika dinalar dengan logika sehat, bagaimana mungkin ritual asusila bisa mendatangkan kekayaan? Yang kaya sebenarnya adalah para penyedia jasa penginapan, warung remang-remang, dan calo yang memanfaatkan keputusasaan mereka. Ekonomi berputar di atas pembodohan massal. Pada akhirnya, fenomena ini adalah bukti nyata betapa rapuhnya moralitas manusia ketika dihadapkan pada uang. Ketika kemiskinan berpadu dengan rendahnya literasi, atau ketika nafsu duniawi tidak lagi dikontrol oleh iman, manusia rela menggadaikan logika paling dasar sekalipun. Kekayaan tidak pernah lahir dari kegelapan malam Jumat Pon di atas bukit, melainkan dari akal sehat yang dirawat dan kerja nyata. Kebodohanlah yang dipelihara di sana, bukan kemakmuran.

Football

17,618 Aufrufe • vor 2 Monaten

SOMEBODY PLEASE HELP HIM! Bismillahirrahmanirrahiim Kadang sejarah tidak runtuh dengan ledakan, tetapi dengan suara yang pelan, rambut yang menipis, langkah yang melambat, dan tatapan seseorang yang tiba-tiba tampak jauh dari dirinya sendiri. Dalam neurosains, tubuh mencatat semua yang tak diucapkan. Kortisol memendekkan telomer, ekor kromosom yang menjadi penanda harapan hidup, Inflamasi kronik mengubah ekspresi gen, dan wajah adalah layar bioskop tempat memori hidup diputar ulang. Rambut gugur bukan hanya genetika, ia simbol mahkota biologis yang perlahan kembali ke tanah. Dalam imunologi klinis, kita mengenal fenomena ketika tubuh menyerang dirinya sendiri. Autoimun berat sering menampakkan tanda yang tak keras suaranya, namun dalam diamnya kita membaca perang dari dalam: •kulit pucat, warna tidak stabil, mudah meradang, •moonface akibat retensi cairan dan efek steroid kronis, •rambut menipis cepat, seperti mahkota yang mulai melepas bebannya, •langkah yang pelan: bukan lemah, tapi seperti tulang yang memikul beban yang dibikin sendiri, •tatapan kosong: brain fog, ketika pikiran lelah berperang dengan segala keadaan yang tak lagi bisa diatur dan dikuasai, •postur sedikit membungkuk, seolah tubuh berkata aku bersikeras membalikkan waktu. Tulisan ini bukan untuk menuduh seorang tokoh sakit. Ini daftar tanda klinis umum, tetapi juga metafor politik tubuh. Karena sering kali sejarah dan biologi memiliki pola yang sama: tubuh yang lelah = kekuasaan yang selesai, wajah yang pucat = cahaya kuasa yang menurun, mahkota rambut yang luruh = era yang selesai. Kekuasaan jarang runtuh dengan kerusuhan. Ia surut dengan keheningan. Dengan hilangnya karisma biologis, dengan publik yang tidak lagi terpikat pada narasi lama, dengan tubuh yang perlahan berubah menjadi cerminan saatnya layar panggung ditutup Kita hidup di titik balik peradaban Nusantara. Gelombang politik bergeser dari visual ke substansi, dari teater kuasa ke audit memori, dari figur tunggal ke kesadaran kolektif. Indonesia sedang memasuki fase Working Prophecy, dimana sejarah tidak hanya dicatat, tetapi dirombak, ditafsir ulang, dan dilahirkan kembali. Ini bukan tentang satu sosok. Ini tentang sebuah era yang menua, tentang medan energi bangsa yang bergerak, tentang cerita yang meminta penulis huruf pertama baru. Mungkin gejala-gejala pada tubuh hanya potongan kecil. Namun bagi yang membaca dengan mata batin, itu terasa seperti frekuensi alam yang berkata lirih: “Bab ini sudah selesai.” Autoimun biologis adalah ketika tubuh memerangi dirinya. Autoimun politik adalah ketika bangsa memerangi ingatannya. Dan di tengah inflamasi sosial itu, kita ditanya: Apakah kita akan terus sakit, atau mulai menyembuhkan diri sebagai satu tubuh bernama Indonesia? Bangsa ini sedang berganti kulit. Dan setiap helai rambut yang gugur di panggung sejarah, adalah tanda bahwa halaman berikutnya menunggu dituliskan. Saya, untuk kesekian kalinya berkata: tolongan diingatkan, kondisinya serius dan perlu perawatan, sebelum semuanya terlambat. Laa haula wala quwwata ilabillah. Salam takzim dr. Tifauzia Tyassuma,

Dokter Tifa

38,310 Aufrufe • vor 8 Monaten