Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Mereka di gaji dari uang rakyat, Tapi perlakuan mereka begitu brutal terhadap rakyat. Jadi ingat kata kata pak Prabowo, Ciri Khas Negara Gagal dimulai dari Polisi yang Gagal #IndonesiaGelap

84,100 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr โ€ขvia X (Twitter)

11 Kommentare

Profilbild von ๐ŸŒฑ๐Ÿ’ J_J ๐Ÿ’๐ŸŒฑโนโถยฒยฒ
๐ŸŒฑ๐Ÿ’ J_J ๐Ÿ’๐ŸŒฑโนโถยฒยฒvor 1 Jahr

Tandain!!!!!

Profilbild von ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Yanti ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Yanti ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉvor 1 Jahr

Udah tua bukannya bijak, malah brutal ๐Ÿ˜ฉ

Profilbild von Proud Patriots
Proud Patriotsvor 1 Jahr

๐Ÿ‡บ๐Ÿ‡ธ President Trump Victory $2 Bill โœ… 45th & 47th President of The USA

Profilbild von ocu deyen
ocu deyenvor 1 Jahr

Rakyat itu cuma atas nama menjelang berkuasa ..pada akhirnya penguasa tetap menindas yg di bawah .

Profilbild von ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Yanti ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Yanti ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉvor 1 Jahr

๐Ÿฅฒ

Profilbild von Anjasumara
Anjasumaravor 1 Jahr

Makanya kembalikan saja mereka kesemula seperti zaman orba,gabung ke TNI dan biar TNI yang melakukan tugas keamanan dalam kota.

Profilbild von Love Indonesia, hate Drugs!
Love Indonesia, hate Drugs!vor 1 Jahr

Intinya semua keperluan polri dibiayai rakyat lewat pajak utk melindungi bukan menyakiti

Profilbild von ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Yanti ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Yanti ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉvor 1 Jahr

This.

Profilbild von santo bolone mase
santo bolone masevor 1 Jahr

Pas Bakar bakar, pukul pukulan, roboh robohin pagar ga diaplod...pas ditangkap diaplot merasa terzolimi

Profilbild von Edison Tampubolon
Edison Tampubolonvor 1 Jahr

Itu dulu ucapan si kalah Prabowo ..tapi saat dia mengakui didukung yg mengalahkannya dulu yakni si Mulyono ..maka ucapan nya itu kekinian cuma OMON-OMON azza ...! Mereka sudah sekolam butek sekarang ! Makanya penuh lumpur kotor ! Au ah ..gelap ! Emang saat ini INDONESIA GELAP !

Profilbild von Arsitek Samsul Milenial
Arsitek Samsul Milenialvor 1 Jahr

Mantab pak polisi...bubarkan saja demo demo begitu

ร„hnliche Videos

๐—š๐—”๐—š๐—”๐—Ÿ ๐—š๐—ถ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—น ๐——๐—ฒ๐—บ๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ Hari ini saya mendapatkan kiriman video ini. Ketika Deddy Sitorus memprotes hasil pemilu kita. Masalah usang sebenarnya. Klise. Beberapa kita sudah bosan membahasnya. Tetapi memang inilah akar masalah kita. Saya sering katakan, DEMOkrasi (daulat rakyat) sudah dibajak DUITokrasi (daulat uang). Ada dua modus strategi menang pemilu sekarang: Politik Uang dan Politik Curang. Mau menang, serang dengan siraman "uang". Petahana menyalahgunakan wewenang. Serang dengan amplop, uang saksi, sembako, bansos, dll. Intinya, satu kata: UANG! Padahal: ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ต. ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ผ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ ๐—ฐ๐—ฎ๐—น๐—ผ๐—ป ๐—ธ๐—ผ๐—ฟ๐˜‚๐—ฝ๐˜๐—ผ๐—ฟ. Seharusnya, dalam tubuh negara demokratis, pemilu berfungsi sebagai "Ginjal", yang mencuci darah kotor. Pemimpin yang tidak amanah, tidak kapabel, adalah darah kotor yang disingkirkan melalui saringan pemilu lima tahun sekali. Tetapi ginjal pemilu kita sudah gagal. Yang tersaring dan kalah, malah politisi yang bersih. Yang mengandalkan kapasitas dan integritas tak terbeli, bukan isi tas. Gagal ginjal pemilu menghadirkan pemenang pilpres dari putusan Paman Usman untuk Gibran; Anggota Legislatif nasional dan lokal yang merampok uang rakyat; Gubernur, Bupati, Walikota yang menghadirkan kebijakan koruptif. Semua bermuara dari uang suap untuk memenangkan pemilu. Menjadi kandidat bayar mahar (๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ค๐˜บ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ). Menjadi pemenang membayar penyelenggara pemilu, oknum aparat, pengadilan, mahkamah, hingga membeli suara rakyat (๐˜ท๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ). Padahal, baik yang memberi suap ataupun yang menerima suap, masuk neraka, kata Rasulullah. Jadi, kesimpulannya, suap adalah praktik yang menyebabkan "gagal ginjal pemilu" kita, dan dari waktu ke waktu semakin kita toleransi sebagai kenormalan. Kata Burhanuddin Muhtadi, politik uang adalah "new normal" dalam pemilu kita. Tidak ada kabar baik dari pemilu yang kotor. Tidak ada keadilan dari gagal ginjal pemilu. Indonesia tidak akan pernah maju, melalui pemenang pemilu yang curang dan mengandalkan sokongan uang dari para oligarki koruptor. Dirgahayu Indonesia! Tapi, percayalah, dengan gagal ginjal pemilu, Indonesia tidak menuju negara maju, Indonesia menuju negara gagal!

Denny Indrayana

65,847 Aufrufe โ€ข vor 1 Jahr